Tag: doa

  • Doa agar Dijauhkan dari Ain, Pandangan Mata yang Menyebabkan Penyakit


    Jakarta

    Rasulullah SAW mengajarkan doa yang bisa dibaca umat Islam agar dijauhkan dari ain. Ain adalah penyakit yang berasal dari pandangan mata orang yang hasad yakni merasa iri dan dengki.

    Hadits Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ain adalah sebuah penyakit yang nyata. Melalui dalilnya pula, Rasulullah SAW mengajarkan doa agar senantiasa dilindungi Allah SWT dan dijauhkan dari ain.

    Mengutip buku Ruqyah Online Solusi Ditengah Pandemi oleh Ahmad Ahid, Lc, MSI dijelaskan kata ain secara bahasa, berasal dari Bahasa Arab yang artinya penglihatan (mata) atau pandangan. Secara istilah, ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata seorang yang hasad (dengki, iri). Orang yang dengan matanya menyebabkan penyakit pada orang lain disebut dengan ain, dan orang yang sakit karena pandangan mata orang lain disebut dengan ma’in.


    Hasad menjadi penyebab utama terjadinya penyakit pada diri orang lain. Bagi seorang yang memiliki penyakit hasad, ia tidak akan pernah merasakan bahagia sebelum orang lain menderita atau ia akan merasakan menderita saat orang lain merasakan kebahagiaan.

    Ain memang berasal dari pandangan mata namun pandangan yang berasal dari jiwa seorang yang hasad. Sementara pandangan tanpa hasad tidak akan menyebabkan penyakit ain.

    Doa agar Terhindar dari Ain

    Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, ada sebuah hadits yang berisi doa untuk dipanjatkan kepada Allah SWT agar terhindar dari penyakit ain, di mana dahulu Nabi SAW seringkali men-ta’widz (memohon perlindungan) bagi cucunya, Hasan dan Husain.

    Berikut doa terhindar dari penyakit ain yang Nabi Muhammad SAW baca,

    أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

    Arab latin: U’iidzuka bikalimatillahit taammati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli ‘ainin laammatin

    Artinya: “Aku memohon perlindungan kepada Allah untuk kamu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan dan binatang yang berbahaya serta dari ain yang mencela.” (HR Bukhari [3371], dari Ibnu Abbas)

    Kata ‘u’iidzuka’ ditunjukkan bagi laki-laki, sementara perempuan menggunakan kata ‘u’iidzuki’.

    Kemudian bisa juga membaca doa berikut agar terhindar dari penyakit ain,

    أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

    A’ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min syarri mā khalaq.

    Artinya: Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan ciptaan-Nya. (HR Muslim dan Ibnu Sinni).

    Merangkum Majalah Kesehatan Muslim: Lebih Dekat Tentang Khitan karya dr. Raehanul Bahren dkk, disebutkan bahwa doa ini dapat dibaca kapanpun untuk menjaga diri maupun anak-anak dari penyakit ain.

    Dalil tentang Penyakit Ain

    Penyakit ain disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Ibnu Abbas,

    العَيْنُ حَقٌّ، وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ القَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ

    Artinya: “Ain adalah hak (benar). Seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, niscaya ain-lah yang bisa mendahuluinya.” (HR Muslim & Tirmidzi)

    Kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi menjelaskan, “Hadits ini mengandung makna perkara ain itu adalah benar adanya, dan penyakit ain mempunyai kekuatan yang membahayakan.”

    Lebih lanjut dikemukakan, “Walau begitu, segala sesuatu itu semuanya berdasarkan takdir Allah SWT, sehingga tiada yang terjadi kecuali sesuai takdir-Nya. Karena itu, bahaya ain juga tidak akan terjadi kecuali dengan takdir-Nya.”

    Dalam hadits lain yang diriwayatkan Jabir bin Abdillah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Kebanyakan orang yang meninggal dari umatku setelah keputusan Allah dan takdirnya adalah disebabkan oleh ain.”

    Abu Umamah bin Sahl menceritakan kondisi ayahnya yang sakit karena ain dari kekaguman seseorang terhadap dirinya, ia mengatakan,

    “Suatu saat bapakku, Sahl bin Hunaif mandi di al-Kharrar. Ia membuka jubah yang ia pakai, dan ketika itu Amir bin Rabi’ah melihat Sahl yang putih dan indah kulitnya. Maka Amir berkata, “Aku tidak pernah melihat kulit yang indah seperti yang aku lihat hari ini, bahkan mengalahkan kulit seorang gadis.” Maka Sahl sakit seketika di tempat itu dan sakitnya bertambah parah.

    Kemudian Amir mendatangi Rasulullah SAW dan menceritakan, “Sahl sakit dan tidak ikut pergi bersama engkau wahai Rasulullah.” Maka Rasulullah SAW mendatangi Sahl, lalu Sahl menceritakan apa yang dilakukan oleh Amir bin Rabiah, kemudian Rasulullah mengatakan, “Atas dasar apa seseorang membunuh saudaranya? Mengapa kamu tidak mendoakan keberkahan baginya?” Maka Amir bin Rabiah berwudhu kemudian bekas air wudhunya disiramkan ke Sahl, maka Sahl sembuh dan dapat pergi bersama Rasulullah.” (HR Ibnu Hibban)

    Selain dapat mengenai makhluk hidup, ain juga dapat mengenai benda mati. Benda mati yang terkena ain juga dapat mengakibatkan rusak atau hancur secara tiba-tiba.

    Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita dan menjauhkan dari ain. Aamiin.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Setelah Baca Yasin saat Ziarah Kubur



    Jakarta

    Terdapat doa yang dibaca saat melakukan ziarah kubur. Doa ini bisa dipanjatkan usai membaca surah Yasin.

    Berdoa ketika ziarah kubur merupakan kebiasaan Rasulullah SAW semasa hidup. Beliau juga menganjurkan umat Islam untuk melakukan ziarah kubur, keutamaannya yakni agar mengingat pada kematian serta memberikan doa kepada ahli kubur.

    Dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:


    مَا مِنْ رَجُلٍ يَزُورُ قَبْرَ أَخِيهِ وَيَجْلِسُ عِنْدَهُ، إِلَّا اسْتَأْنَسَ بِهِ وَرَدَّ عَلَيْهِ حَتَّى يَقُومَ

    Artinya: “Tak seorang pun yang berziarah ke makam saudaranya dan duduk di dekatnya, kecuali saudaranya itu terhibur (dengan kedatangannya) dan menjawab (salamnya) hingga ia meninggalkan tempatnya.”

    Dalam hadits lain yang diceritakan dari Buraidah bin al-Hashib RA, disebutkan,

    قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِي زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِّهِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْآخِرَةَ

    Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Sesungguhnya dahulu aku telah melarang kalian berziarah kubur, maka kini ziarahilah kuburan (karena yang demikian dapat mengingatkan kalian kepada akhirat) (dan dengan menziarahi kubur adalah menambah kebaikan). (Barangsiapa yang berkehendak untuk menziarahinya, maka ziarahilah, dan jangan kalian mengucapkan kata kata yang bathil.)” (HR. Muslim, Abu Dawud, Baihaqi, an-Nasa’i, dan Ahmad).

    Doa Setelah Membaca Yasin saat Ziarah Kubur

    Ada beberapa amalan yang bisa dikerjakan ketika ziarah kubur, termasuk salah satunya membaca surah Yasin.

    Para ulama dalam buku Doa & Dzikir untuk Ibu Hamil karya K. Akbar Saman juga menyatakan bahwa surah Yasin merupakan salah satu doa yang dapat dibaca saat ziarah kubur.

    Di dalam kitab Rouh al-Bayan dijelaskan bahwa, “Orang yang memasuki area pemakaman, kemudian ia membaca surah Yasin, maka Allah akan meringankan siksa kuburnya.”

    Setelah membaca surah Yasin, lanjutkan dengan rangkaian surah pendek dengan rangkaian membaca surah Al-Qadr sebanyak 7 kali, Al Fatihah 3 kali, Al Falaq 3 kali, An Nas 3 kali, Al Ikhlas 3 kali, dan Ayat Kursi 3 kali.

    Selanjutnya membacakan doa untuk ahli kubur. Mengutip kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi, berikut doa yang dapat dibaca:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa’fu ‘anhu wa ‘aafìhii, wa akrim nuzuulahu wawassi’ mudkholahu, waghsilhu bimaa’i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaban naar.

    Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari isterinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka,” (HR Muslim)

    Keutamaan Ziarah Kubur

    Mengutip buku Ayah Ibu Kubangunkan Surga Untukmu : Amalan-amalan Dahsyat Untuk Orangtua yang sudah Meninggal karya Muhammad Abdul Hadi dijelaskan beberapa keutamaan ziarah kubur.

    Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitabnya Nashaihul Ibad menuturkan empat macam motivasi orang yang melakukan ziarah kubur. Pertama, ziarah kubur dengan tujuan untuk mengingat mati dan akhirat. Kedua, ziarah kubur dengan tujuan untuk mendoakan orang yang ada di dalam kuburan. Ketiga, ziarah kubur dengan motivasi untuk tabarruk atau mendapatkan keberkahan dan yang terakhir, ziarah kubur dengan motivasi memenuhi hak ahli kubur orang yang diziarahi seperti ziarah ke makam kedua orang tua.

    1. Diampuni dosanya

    Sebagaimana yang terdapat dalam kitab al-Mu’jam al-Kabir lit Tabhrani juz 19:

    حدثنا محمد بن أحمد أبو النعمان بن شبل البصري, حدثنا أبى, حدثنا عم أبى محمد بن النعمان عن يحي بن العلاء البجلي عن عبد الكريم أبى أمية عن مجاهد عن أبى هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم “من زار قبر أبويه أو احدهما فى كل جمعة غفر له وكتب برا

    Artinya: “Rasulullah bersabda: Barangsiapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jumat, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan ia tercatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya” (HR Abu Hurairah).

    2. Mendoakan mayat

    Pada hadits yang diriwayatkan oleh Ad-Dailami, Rasulullah SAW bersabda,

    ما الْمَيّتُ في القَبْرِ إلاّ كالْغَرِيْق الْمُتَغَوِّثِ يَنتَظِرُ دَعْوَةً تَلحَقُه مِن أبٍ أوْ أُمٍّ أوْ أخٍ أوْ صَدِيقٍ فإذا لَحِقَتْه كانَتْ أحَبَّ إليه مِن الدُّنيا ومَا فيها وإنَّ اللهَ عزّ وجلّ لَيُدخِلُ على أهْلِ القُبُورِ مِن دُعاءِ أهْلِ الأَرْضِ أمْثَالَ الجِبالِ وإنَّ هَديَّةَ الأَحْيَاءِ إلى الأَمْوَاتِ الاِسْتِغفارُ لهم

    Artinya: “Seorang mayat dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang memohon pertolongan. Ia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak, dan kawan yang terpercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya, maka itu lebih disukainya daripada dunia dan seisinya. Dan sesungguhnya, Allah menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah memohon istighfar kepada Allah SWT untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka” (HR. Ad-Dailami).

    3. Agar mengingat kematian

    Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa ziarah kubur dapat mengingatkan manusia dengan kematian dan adanya kehidupan akhirat.

    Diriwayatkan oleh sahabat Buraidah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ القُبُورِ، فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِي زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِّهِ، فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الآخِرَةَ

    Artinya: “Aku pernah melarang kalian berziarah kubur. Sekarang telah diizinkan untuk Muhammad menziarahi makam ibunya. Maka berziarahlah karena berziarah kubur itu dapat mengingatkan dengan akhirat” (HR. Tirmidzi).

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa Penyembuh Segala Penyakit dari Rasulullah SAW


    Jakarta

    Setiap orang pasti pernah mengalami sakit semasa hidupnya. Ketika sakit, umat Islam tentu memohon agar disembuhkan. Ada sejumlah doa penyembuh segala penyakit yang dapat dipanjatkan.

    Berdoa menjadi salah satu ikhtiar memohon kesembuhan selain mendatangi ahli medis. Mengutip buku Bimbingan Orang Sakit oleh Saiful Hadi El-Sutha, apabila kaum muslimin dapat menyikapi sakit yang ia derita dengan sabar sekaligus berserah diri kepada Allah SWT niscaya sakitnya akan menjadi berkah. Setidaknya ada beberapa hadits yang menjelaskan terkait sakit sebagai penggugur dosa.

    Bahkan dalam sebuah hadits, dikatakan sakit dapat menjadi penggugur dosa. Diriwayatkan oleh Al Hakim, Nabi Muhammad SAW bersabda,


    “Sesungguhnya Allah Ta’ala akan menguji hamba-Nya dengan penyakit hingga penyakitnya itu akan menghapus segala dosa darinya.” (HR Al Hakim)

    4 Doa Penyembuh Segala Penyakit

    Berikut doa penyembuh segala penyakit yang dapat dibaca seperti dikutip dari buku Doa dan Dzikir Sepanjang Tahun tulisan Adi Tri Eka dan buku 5 Shalat Pembangun Jiwa oleh Nasrudin Abd Rohim.

    1. Doa Penyembuh Segala Penyakit Versi Pertama

    اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِوَالْفَقْرِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

    Arab latin: Allaahumma ‘aafinii badanii, allaahumma ‘aafinii fii sama ‘ii, allahumma ‘aafinii fii basharii. Allaahumma innii a’uudzu bika minal kufri wal faqri. Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qabri la ilaaha illaa anta

    Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah badanku. Ya Allah, sembuhkanlah pendengaranku. Ya Allah, sembuhkanlah penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Tuhan selain engkau.” (HR Abu Daud)

    2. Doa Penyembuh Segala Penyakit Versi Kedua

    Dari Utsman bin Abil ‘Ash bahwa ia mengadu kepada Rasulullah perihal penyakit yang ia rasakan pada tubuhnya. Rasulullah SAW pun memerintahkannya membaca doa berikut.

    (3x) بِسْمِ اللَّهِ

    (7x) أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    Arab latin: Bismillah (3x), a’uudzu bi’izzatillaahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7x)

    Artinya: “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari kejahatan yang menimpaku dan yang aku takuti.”

    3. Doa Penyembuh Segala Penyakit Versi Ketiga

    Doa penyembuh segala penyakit selanjutnya dibaca Nabi SAW ketika meruqyah salah seorang sahabatnya.

    امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

    Arab latin: Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta.

    Artinya: “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau,”

    4. Doa Penyembuh Segala Penyakit Veris Keempat

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ ولا إل أحد منان ناس

    Arab latin: Yaa hayyun, yaa qayyuumun, birahmatika istaghiitsu, ashlih lii sya’nii kullahuu, wa laa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ainin, wa laa ilaa ahadin minan naas.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Kekal, hanya dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah seluruh kondisiku, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dari-Mu). Dan jangan Engkau biarkan aku bergantung kepada siapapun dari manusia.” (Ath Thabrani, Al-Mu’jamu ash-Shaghir lith Thabrani, Juz 2 [Mesir: Muwaqi’u Jaamil Hadits])

    Itulah sejumlah doa penyembuh segala penyakit yang dapat dibaca. Jangan lupa diamalkan, ya!

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sholat Tahajud yang Mustajab agar Dikabulkan Allah SWT


    Jakarta

    Sholat tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk dikerjakan. Sebab, sholat tahajud yang pengerjaannya perlu didahului dengan tidur memiliki banyak keberkahan dan pahala berlimpah, terutama diakhiri dengan bacaan doa sholat tahajud.

    Pasalnya, sholat tahajud dikerjakan pada sepertiga malam terakhir. Waktu tersebut bertepatan dengan waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda,

    يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ


    Artinya: “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, ‘Orang yang berdoa kepadaKu akan Kukabulkan, orang yang meminta sesuatu kepadaKu akan kuberikan, orang yang meminta ampunan dariKu akan Kuampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Lalu, apa doa yang harus dibaca setelah sholat tahajud?

    Doa setelah Sholat Tahajud Lengkap dan Artinya

    Dikutip dari buku Doa-doa Mustajab oleh Abu Qalbina, setelah seluruh rangkaian sholat tahajud selesai dan mengucap salam, muslim bisa membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW berdasarkan riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim sebagaimana berikut.

    اَللهم رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاءُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهم لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآ اِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

    Allâhumma rabbanâ lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta mâlikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa’dukal haqq. Wa liqâ’uka haqq. Wa qauluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan nâru haqq. Wan nabiyyûna haqq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haqq. Was sâ’atu haqq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa ‘alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

    Keutamaan Sholat Tahajud

    Sholat tahajud dikerjakan pada sepertiga malam hari yang didahului dengan tidur. Jumlah rakaatnya tidak dibatasi, namun setiap dua rakaat ditutup dengan salam.

    Mengutip dari laman Kemenag, ada sejumlah keutamaan bagi umat Islam yang melaksanakan sholat tahajud. Di antaranya sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Isra ayat 79:

    وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

    Artinya: “Pada sebagian malam lakukanlah sholat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sholat Dhuha untuk Kelancaran Rezeki dan Penghapus Dosa


    Jakarta

    Doa sholat Dhuha bisa dibaca usai mengerjakan sholat sunnah di pagi hari. Umat Islam bisa memanjatkan doa sholat Dhuha untuk meminta kelancaran rezeki dari Allah SWT.

    Berdoa merupakan bentuk ibadah kepada Allah SWT. Dia senang kepada hamba-Nya yang suka memohon dan meminta, sebagaimana firman-Nya dalam surah Al A’raf ayat 56,

    “Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.”


    Allah SWT juga berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 186,

    وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ١٨٦

    Artinya: “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

    Berdoa bisa dilakukan kapan saja, termasuk setelah sholat Dhuha. Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang biasa dikerjakan pagi hari. Sholat ini ditunaikan minimal dua rakaat dan maksimal 12 rakaat.

    Beberapa hadis Rasulullah SAW tentang keutamaan sholat Dhuha disebutkan dalam buku Keberkahan Sholat Dhuha: Raih Rezeki Sepanjang Hari Plus Ayat & Doa-Doa Pembuka Rezeki oleh Ustadz Arif Rahman. Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat sholatnya setelah sholat Subuh karena melakukan itikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat sholat Dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR Abu Daud)

    “Barang siapa sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    “Siapa pun yang melaksanakan sholat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

    Perlu diingat, sholat Dhuha hanya bisa dikerjakan saat matahari sedang naik hingga masuk waktu zhuhur. Sholat Dhuha termasuk ibadah yang dianjurkan.

    Doa Sholat Dhuha

    Setelah mengerjakan sholat Dhuha, umat Islam bisa memanjatkan doa kepada Allah SWT sebagaimana yang Rasulullah SAW contohkan. Menukil buku Risalah Tuntunan Sholat Lengkap karya Moh Rifai, berikut bacaan sholat Dhuha yang bisa dipanjatkan.

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
    اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Allahumma innadduha’a duha’uka wal baha’a baha’uka wal jamala jamaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allaahumma ingkaana rizqii fissamaa’i fa anzilhu, wa ingkana fil ardi fa akhrijhu,wa ingkana mu’assiran fayassirhu, wa ingkana haraman fatahhirhu wa ingkana ba’idan faqaribhu bi haqqi duha’ika wa baha’ika wa jamalika wa quwwatika wa qudratika, atini maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

    Artinya: “Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

    Keutamaan Sholat Dhuha

    Setiap amal ibadah yang diwajibkan oleh Islam pasti memiliki keutamaan dan hikmahnya, termasuk sholat Dhuha. Beberapa keutamaan sholat Dhuha disebutkan dalam buku Berkah Shalat Dhuha oleh M. Khalilurrahman Al-Mahfani, sebagai berikut.

    1. Sebagai Amalan Sunah Cadangan di Hari Hisab

    Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda,

    إنَّ أوَّلَ ما يُحاسَبُ به العَبْدُ يَوْمَ القِيامةِ مِن عَمَلِه صَلاتُه، فإن صلَحَتْ فقدْ أَفلَحَ وأَنجَحَ، وإن فَسَدَتْ فقدْ خابَ وخَسِرَ، فإن انْتَقَصَ مِن فَريضتِه شيءٌ قالَ الرَّبُّ تَعالى: انْظُروا هلْ لعَبْدي مِن تَطَوُّعٍ، فُيُكَمَّلُ بها ما انْتَقَصَ مِن الفَريضةِ، ثُمَّ يكونُ سائِرُ عَمَلِه على ذلك

    Artinya: “Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat dari amalannya adalah sholatnya. Apabila benar (sholatnya) maka ia telah lulus dan beruntung, dan apabila rusak (sholatnya) maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada sholat wajibnya, maka Allah berfirman, ‘Perhatikanlah, jikalau hamba-Ku mempunyai sholat sunnah maka sempurnakanlah dengan sholat sunnahnya sekadar apa yang menjadi kekurangan pada sholat wajibnya. Jika selesai urusan sholat, barulah amalan lainnya’.” (HR An-Nasa’i, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

    2. Seperti Sedekah

    Abu Dzar RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    يُصْبِحُ علَى كُلِّ سُلَامَى مِن أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بالمَعروفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِن ذلكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُما مِنَ الضُّحَى

    Artinya: “Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan sholat Dhuha dua rakaat.” (HR Muslim)

    3. Dibangunkan Istana di Surga

    Keutamaan sholat Dhuha lainnya disampaikan melalui hadis dari Anas bin Malik RA, yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    مَن صلَّى الضّحى ثِنْتَيْ عشرة ركعة بَنى الله له قَصرا من ذَهب في الجنَّة

    Artinya: “Barang siapa sholat Dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangun baginya istana dari emas di surga.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    4. Dosa-dosa Diampuni

    مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةٍ الضُّحَى غُفِرَلَهُ ذُنُوْبَهُ وَ اِنْ كَانَتْ مِثْلُ زَبَدِ الْبَخْرِ

    Artinya: “Barang siapa yang menjaga sholat Dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

    5. Kebutuhan Hidupnya Tercukupi

    Abu Darda RA menyampaikan bahwa Rasulullah SAW menjelaskan sebuah hadis Qudsi, Allah SWT berfirman,

    يا ابنَ آدمَ اركعْ لي من أولِ النهارِ أربعَ ركَعاتٍ أكْفِكَ آخِرَه

    Artinya: “Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (sholat Dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari.” (HR Tirmidzi)

    Wallahu a’lam.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Ziarah Kubur Allahumma Bihaqqi Muhammad


    Jakarta

    Ziarah kubur dilakukan dengan mengunjungi makam keluarga, kerabat, ataupun ulama yang berjasa bagi perkembangan Islam. Sembari berziarah, ada beberapa doa yang bisa diamalkan, salah satunya doa allahumma bihaqqi muhammad.

    Dikutip dari buku Adab Berziarah Kubur untuk Wanita karya Mutmainah Afra Rabbani, ziarah kubur memiliki fungsi dan tujuan pokok, di antaranya untuk mengingat kematian dan untuk mendoakan ahli kubur.

    Ziarah kubur termasuk hal yang disyariatkan dalam Islam. Hal ini bersandar pada hadits yang berasal dari Burairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,


    “Dahulu aku pernah melarang ziarah kubur, maka telah diizinkan bagi Muhammad berziarah kubur ibundanya. Maka berziarahlah kubur, sebab hal itu mengingatkan akhirat.” (HR Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan al-Hakim)

    Saat ziarah, ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan. Berikut di antaranya.

    Doa Ziarah Kubur

    Dijelaskan dalam buku Doa & Zikir Sepanjang Tahun karya Hamdan Hamedan, peziarah dapat membaca doa berikut saat mendatangi kuburan,

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ للاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ.

    Assalaamu ‘alaikum ahlad diyaari minal mukminiina wal muslimiina wa innaa insyaa Allaahu la-laahiquuna as-alullaaha lanaa wa lakumul ‘aafiyah.

    Artinya: “Semoga keselamatan tercurah bagi penghuni (kubur) dari kalangan mukmin dan muslim dan kami insya Allah akan menyusul kalian semua. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian.” (HR Muslim)

    Bisa juga membaca versi panjang sebagai berikut,

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا حَضْرَةَ الْمَرْحُوْمِ … وَيَا أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُوْنَ وَأَنتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعُ نَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ اللَّهُمَّ رَبَّ الْأَرْوَاحِ الْفَانِيَةِ وَالْأَجْسَامِ الْبَالِيَةِ وَالْعِظَامِ النَّخِرَةِ الَّتِي خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْيَا وَهِيَ بِكَ مُؤْمِنَةٌ أَدْخِلْ عَلَيْهَا رُوْحًا مِنْكَ وَسَلَامًا مِنَّا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيُّ لَا يَمُوْتُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

    Assalamu ‘alaikum yaa hadratal marhum… wa yaa ahlad diyaari minal mu’miniina wal mu’minaati wal muslimiina wal muslimaati wa innaa insyaa Allahu bikum laahiquuna wa antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba’un. Nasalullaahal ‘afiyata lanaa wa lakum. Allaahumma rabbal arwaahil faaniyati wal ajsaamil baaliyati wal ‘izhaamin nakhiratil-latii kharajat minad dunyaa wa hiya bika mu’minatun adkhil ‘alaihaa ruuhan minka wa salaaman minnaa laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikallah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu biyadikal khair, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.

    Artinya: “Semoga keselamatan bagimu, keharibaan almarhum, dan keharibaan seluruh penghuni rumah-rumah (kuburan-kuburan) dari golongan orang laki-laki dan perempuan yang beriman dan golongan laki-laki dan perempuan yang beragama Islam. Sesungguhnya kami jika Allah berkehendak akan bertemu kalian. Kalian mendahului kami, dan kami akan menyusul kalian, kami memohon kesehatan kepada Allah untuk kami dan kalian. Wahai Pemilik roh-roh yang hancur, dan jasad-jasad yang remuk, serta tulang-belulang yang tergerogoti yang keluar meninggalkan dunia dalam keadaan beriman kepada-Mu. Berikanlah mereka ketenangan dan berikanlah kami keselamatan. Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, semua kerajaan dan puji-pujian milik-Nya, Dia Maha Menghidupkan dan Mematikan, segala kebaikan berada dalam kekuasaan-Nya, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

    Dilanjutkan membaca amalan yang diajarkan Ali bin Abi Thalib RA, yaitu membaca surah Al Qadr 7 kali, dilanjutkan Al Fatihah, Al Falaq, An Nas, Al Ikhlas, dan Ayat Kursi masing-masing sebanyak 3 kali. Selanjutnya bisa membaca tahlil.

    Baca Allahumma Bihaqqi Muhammad agar Terhindar Azab Kubur

    Dijelaskan dalam buku Ziarah Wali Sanga karya Rofi’ie Ariniro, selanjutnya bisa membaca doa dengan lafaz allahumma bihaqqi muhammad berikut untuk menghindarkan penghuni kubur dari azab. Berikut bacaannya,

    اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْئَلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَآلِمُحَمَّدٍ اَنْ لاَ تُعَذِّبَ هَذَا الْمَيِّتِ

    Allahuma inni as-aluka bihaqqi Muhammadin wa ali Muhammad an la tu’adzdziba hadzal mayyit.

    Artinya:”Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad janganlah azab penghuni kubur ini.”

    Dilanjutkan dengan membaca doa berikut.

    اَللَّهُمَّ ارْحَمْ غُرْبَتَهُ،وَصِلْوَحْدَتَهُ،وَاَنِسْوَحْشَتَهُ،وَاَمِنْرَوْعَتَهُ،وَاَسْكِنْ اِلَيْهِ مِنْ رَحْمَتِكَ يَسْـتَغْنِي بِهَاعَنْرَحْمَةٍ مِنْ سِوَاكَ،وَاَلْحِقْهُ بِمَنْ كَانَ يَتَوَلاَّهُ

    Allaahumarham ghurbatahu, wa shil wahdatahu, wa anis wahsyatahu, wa amin raw’atahu, wa askin ilayhi min rahmatika yastaghnii bihaa ‘an rahmatin min siwaaka, wa alhiqhu biman kaama yatawallaahu.

    Artinya: “Ya Allah, kasihi keterasingannya, sambungkan kesendiriannya, hiburlah kesepiannya, tenteramkan kekhawatirannya, tenangkan ia dengan rahmat-Mu yang dengannya tidak membutuhkan kasih sayang dari selain-Mu, dan susulkan ia kepada orang yang ia cintai.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Doa Selamat Dunia dan Akhirat, Yuk Hafalkan!


    Jakarta

    Ada banyak doa selamat dunia dan akhirat yang bisa diamalkan ketika memohon kepada Allah SWT. Doa selamat ini bisa dipanjatkan setiap waktu agar Allah SWT senantiasa melindungi.

    Berdoa menjadi salah satu amalan yang dianjurkan. Bahkan dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman tentang perintah berdoa. Sebagaimana termaktub dalam surat Al-Mu’min ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


    Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

    Merangkum buku Doa Ajaran Ilahi yang disusun oleh Anis Masykhur dan Jejen Musfah, dijelaskan pengertian doa. Kata doa berasal dari bahasa arab du’a.

    Dalam Al-Qur’an terdapat banyak kata du’a yang mempunyai arti berbeda-beda antara lafazh satu dengan yang lainnya.

    Du’a memiliki banyak arti, antara lain: al-ibadat, yakni ibadahnya makhluk untuk khaliq (ibadat al-makhluqli al-khaliq); al-isti’unah atau al-istighatsah, yaitu memohon pertolongan atau bantuan kepada Zat yang Maha Kuasa; al-nida: memanggil, yakni panggilan hamba terhadap Allah yang Maha Mendengar; al-su’al, yakni permintaan atau permohonan dari makhluk yang rendah kepada Khaliq yang Maha Tinggi.

    Ada juga yang mengartikan dengan al-tahmid (memuji), dan masih banyak lagi lafaz du’a pada ayat-ayat lain dalam Al-Quran yang mempunyai makna berbeda-beda.

    Sementara secara istilah, sebagaimana dikatakan oleh Al-Thiby, doa adalah “melahirkan kehinaan dan kerendahan diri dalam keadaan tiada berdaya dan tiada berkekuatan dan kemudian menyatakan hajat, keperluan, ketundukan kepada Allah SWT.”

    Dapat disimpulkan bahwa doa adalah permohonan yang disampaikan kepada Allah SWT untuk mendapatkan manfaat dan menolak kemudharatan.

    Imam Al-Ghazali berkata, “Meskipun doa itu tidak dapat menolak qadha Tuhan, tapi ia mampu melahirkan sifat rendah diri (khudhu) dan hajat kepada Allah SWT.”

    Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa menolak qadha bisa dengan doa. Tegasnya, doa menjadi salah satu sebab dari tertolak-nya bencana, sebagai perisai, menjadi penangkis dari senjata musuh, dan bagai air yang menyebabkan tumbuh-nya tanaman.

    Dengan berdoa diharapkan segala dosa kita akan diampuni, dan bila akan diberi kebaikan agar disegerakan. Berdoa juga mengharapkan untuk diberi hidayah, ampunan, pertolongan, kenikmatan, kasih sayang dari Allah SWT dan memohon agar dijauhkan dari kekufuran, kemurkaan, kepapaan, kesesatan, musibah, dan laknat-Nya.

    Doa Selamat Dunia Akhirat

    Berdoa merupakan amalan yang bisa dikerjakan kapan pun. Doa menjadi salah satu sarana komunikasi seorang hamba kepada Tuhannya.

    Doa selamat menjadi amalan yang bisa rutin dipanjatkan. Salah satunya ketika selesai sholat fardhu. Dengan doa ini, seorang muslim bisa memohonkan ampunan, meminta perlindungan selama hidup di dunia dan juga kelak ketika kehidupan di akhirat tiba.

    Berikut beberapa doa selamat dunia akhirat yang bisa dibacakan secara rutin:

    1. Doa selamat dunia dan akhirat versi 1

    رَبَّنَاا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
    Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil-akhirati hasanah, wa qinaa adzabannaari.

    Artinya: Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka.

    2. Doa selamat dunia dan akhirat versi 2

    اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

    Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin wa afiyatan fil-jasadi wa ziyadatan fil-ilmi wa barakatan firrizqi, wa taubatan qablal-maut, wa rahmatan indal-maut, wa maghfiratan ba’dal maut.
    Allahumma hawwin alaina fi sakaratil maut, wannajatan minannaari, wal afwa indah hisab.

    Artinya: Ya Allah, kami memohon kepada Engkau akan keselamatan agama, kesehatan badan, tambahnya pengetahuan, berkahnya rezeki, mendapatkan tobat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati. Dan ringankanlah kiranya dalam sakaratul maut, dan selamatkanlah kiranya dari siksa neraka dan dapatkan kami ampunan pada hari hisab (perhitungan).

    3. Doa selamat dunia akhirat versi 4

    اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَ قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ، اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةً مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَعِنْدَ الْحِسَابِ، رَبَّنَا لاَتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ، رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
    Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wa ‘afiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wa barokatan fir rizqi wa taubatan qablal mauti wa rohmatan ‘indal mauti wa maghfirotan ba’dal mauti, allahummaa hawwin ‘alainaa fil sakaraatil mauti wannajaata minan naari wal ‘afwa ‘indal hisaabi, rabbanaa laa tuzigh quluubana ba’da idz hadaitanaa wahab lanaa mil ladunka rahma, innaka antal wahhaab, rabbanaa aatinaa fiddunnyaa hasanah, wa fil akhirati hasanah waqinaa ‘adzaa ban naar.

    Artinya: Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rezeki, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami saat pencabutan nyawa selamat dari api neraka dan mendapat kemaafan ketika amal diperhitungkan. Ya Allah, janganlah Engkau goyahkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.

    5. Doa tolak bala

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الآخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

    Allahummaftah lana abwabal khair, wa abwabal barakah, wa abwaban ni’mah, wa abwabar rizqi, wa abwabal quwwah, wa abwabas shihhah, wa abwabas salamah, wa abwabal ‘afiyah, wa abwabal jannah.

    Allahumma ‘afina min kulli bala’id dunya wa ‘adzabil akhirah, washrif ‘anna bi haqqil qur’anil ‘azhim wa nabiyyikal karim syarrad dunya wa ‘adzabal akhirah.

    Ghafarallahu lana wa lahum bi rahmatika ya arhamar rahimin. Subhana rabbika rabbil ;izzati ‘an ma yashifun, wa salamun a’alal mursalin, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

    Artinya: Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah dan pintu surga.

    Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hal Alquran yang agung dan derajat Nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Dzat yang maha pengasih. Maha suci Tuhan, Tuhan keagungan dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada Rasul. Segala puji bagi Allah, semesta alam.

    6. Doa memohon keteguhan iman

    رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَا فِرِينَ
    Rabbanaghfir alaina shabran wa tsabbit aqdaamana wanshurna ala-qaumil-kaafirin.

    Artinya: Ya Tuhan kami, tumpahkanlah sekiranya ketabahan kepada kami, tetapkanlah sekiranya kesabaran kami dan menangkanlah kami atas orang-orang yang kafir.

    7. Doa selamat dari penyakit hati

    رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

    Rabbanaagfir lanaa wa li ikhwaaninalladzina sabaquunaa bil iimaani wa laa taj’al fii quluubinaa gilaa lilladziina aamanuu rabbanaa innaka rauufur rahiim.

    Artinya: Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Hasyr ayat 10).

    8. Doa memohon keselamatan orang tua

    رَّبِّ اغْفِرْلِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

    Rabbighfir lii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shagiiran.

    Artinya: “Tuhanku, Ampunilah dosa-dosaku dan kedua orang tuaku, serta kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku sewaktu kecil.”

    9. Doa selamat dari bencana

    اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

    Allahumma innii a-‘uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a’daa-i.

    Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha’ (takdir), dan kegembiraan para musuh. (HR. Al-Bukhari no. 6347, 6616 dan Muslim no. 2707).

    Demikian beberapa doa selamat dunia dan akhirat yang bisa dibaca rutin setiap hari. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi setiap muslim beriman.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Yunus, Bisa Dibaca saat Malam Nisfu Syaban


    Jakarta

    Doa Nabi Yunus menjadi salah satu amalan yang bisa dibaca pada malam Nisfu Syaban. Doa ini berisi pujian kepada Allah SWT sekaligus sebagai pengakuan atas dosa-dosa.

    Syaban termasuk salah satu bulan yang istimewa. Di bulan ini terdapat malam Nisfu Syaban, yakni malam mulia yang punya banyak keutamaan.

    Mengutip buku Ensiklopedia Islam: Mengenal Hujjatul Islam Hingga Mengenal Mukimin Jawi karya Hafidz Muftisany dijelaskan bahwa Nisfu Syaban menjadi momen khusus di pertengahan bulan Syaban.


    Sesuai dengan namanya, Nisfu artinya pertengahan atau seperdua. Maka Nisfu Syaban adalah malam 15 Syaban.

    Siti Aisyah ra berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW telah bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT turun ke langit dunia pada malam Nisfu Syaban dan mengampuni para hamba-Nya lebih banyak dari pada bilangan bulu kambing Bani Kilab. Pada malam itu Alah SWT mengubah sifat ketinggian-Nya yang suka menyerang dan mengalahkan serta menyiksa orang-orang durhaka menjadi sifat yang indah dan memberi rahmat serta ampunan.”

    Di malam Nisfu Syaban Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada para hamba dan mengabulkan doa serta taubat mereka.

    Dikutip dari Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama RI, Nisfu Syaban jatuh pada tanggal 15 Syaban 1445 Hijriah, yang dalam kalender Masehi bertepatan dengan Minggu, 25 Februari 2024. Dengan demikian, malam Nisfu Syaban sendiri jatuh pada Sabtu, 24 Februari 2024.

    Doa Nabi Yunus Amalan Malam Nisfu Syaban

    Banyak amalan yang bisa dikerjakan untuk meraih keutamaan di malam Nisfu Syaban. Salah satunya yakni membaca doa Nabi Yunus yang termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 87,

    وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ ۝٨٧

    Arab-Latin: Wa żan-nụni iż żahaba mugāḍiban fa ẓanna al lan naqdira ‘alaihi fa nādā fiẓ-ẓulumāti al lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

    Artinya, “(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.” (QS Al-Anbiya: 87).

    Ibnu Abbas pernah meriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW, “Doa saudaraku Yunus sungguh menakjubkan. Diawali dengan lafal tahlil, bagian tengahnya adalah lafal hamdalah, dan akhirnya adalah pengakuan dosa, yaitu: ‘lâ ilâha illâ anta sub-ḫânaka innî kuntu minadh-dhâlimîn (Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim)’.”

    Hadits tentang Malam Nisfu Syaban

    Merangkum buku Keagungan Rajab & Sya’ban oleh Abdul Manan bin Haji Muhammad Sobari diterangkan beberapa hadits Rasulullah SAW tentang keutamaan malam Nisfu Syaban.

    Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang menghidupkan malam dua hari raya dan malam Nisfu Syaban, maka hatinya tidak akan mati disaat semua hati mati. “

    Sayyidina Ali RA berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW telah bersabda, “Apabila telah tiba malam Nisfu Syaban, maka berdirilah kamu sekalian pada malamnya dan berpuasalah pada siang harinya, karena pada malam itu Allah SWT turun ke langit dunia ketika matahari tenggelam hingga terbit fajar, seraya berfirman, ‘Apakah ada orang yang meminta? Maka akan Aku beri permintaannya. Apakah ada orang yang meminta ampun? Maka akan Aku ampuni. Apakah ada orang yang meminta rizki ? Maka akan Aku beri rizki.”

    Adapun yang dimaksud Allah SWT turun ke langit dunia bukan Allah SWT turun dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah seperti perbuatan dan perilaku makhluk yang berubah-ubah (turun, naik, bergerak, diam, dan lain-lain), tetapi rahmat Allah SWT yang turun mendekati hamba yang bertakwa serta memohon ridho-Nya.

    Abu Nashrin bin Sa’id ra berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW telah bersabda, “Tatkala malam 13 bulan Syaban maka datanglah Jibril kepadaku, lalu berkata, ‘Hai Muhammad! Bangunlah(kerjakan salat), sungguh telah datang waktu tahajud, agar engkau bisa minta apa yang engkau kehendaki untuk umat-mu’” Maka beliau pun mengerjakannya. Ketika tiba waktu Subuh Jibril datang lagi dan berkata, “Hai Muhammad!Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan (anugrah) kepada 1/3 umatmu.”

    Mendengar perkataan Jibril tersebut, Nabi SAW menangis sambil berkata, “Hai Jibril! Beritahukan kepadaku bagaimana nasib umatku yang 2/3 nya lagi?” Jibril menjawab, “Aku tidak tahu.”

    Pada malam tanggal 14 Syaban, Jibril datang lagi menemui Nabi Muhammad SAW sambil berkata, “Hai Muhammad! Bangunlah dan bertahajudlah.” Nabi pun mengerjakannya. Ketika waktu fajar tiba, Jibril menemui lagi Nabi Muhammad SAW sambil berkata, “Hai Muhammad! Sungguh Allah SWT telah memberi (anugerah) kepada 2/3 umatmu.”

    Mendengar ucapan Jibril itu, lalu Nabi Muhammad SAW menangis lagi sambil berkata, “Hai Jibril! Beri tahu aku (bagaimana) umatku yang 1/3-nya lagi?” Jibril menjawab, “Aku tidak tahu.”

    Kemudian pada malam Bara’ah Jibril datang lagi kepada Nabi Muhammad SAW sambil berkata, “Hai Muhammad! Kabar gembira untukmu, bahwa sesungguhnya Allah SWT telah memberi (anugerah) kepada semua umatmu dan orang-orang yang tidak menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu pun.”

    Lalu Jibril berkata lagi, “Hai Muhammad! Lihatlah ke langit, apa yang engkau lihat?” Kemudian beliau melihat ke atas, dan tampaklah pintu-pintu langit terbuka, sedangkan para malaikat dari langit dunia sampai ke ‘Arsy sedang sujud sambil memohon ampunan kepada Allah SWT untuk umat Muhammad SAW. Dan di tiap pintu langit ada satu malaikat yang berseru sebagai berikut:

    1. Di pintu langit pertama malaikat berseru, “Beruntung bagi orang yang ruku pada malam ini.”

    2. Di pintu langit kedua malaikat berseru, “Beruntung bagi orang-orang yang mau sujud pada malam ini.”

    3. Di pintu langit ketiga malaikat berseru, “Beruntung bagi orang-orang berdzikir di malam ini.”

    4. Di pintu langit keempat malaikat berseru, “Beruntung bagi orang-orang yang berdoa kepada Tuhan-nya pada malam ini.”

    5. Di pintu langit kelima malaikat berseru, “Beruntung bagi orang-orang yang menangis karena takut kepada Allah SWT pada malam ini.”

    6. Di pintu langit keenam malaikat berseru, “Beruntung orang yang berbuat baik pada malam ini.”

    7. Di pintu langit ketujuh malaikat berseru, “Beruntung orang yang membaca Al-Qur’an pada malam ini.”

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Iftitah Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Doa iftitah merupakan salah satu bacaan sholat. Doa ini dibaca sesudah takbiratul ihram, sebelum surah Al Fatihah.

    Dikutip dari buku 125 Masalah Salat karya Muhammad Anis Sumaji, doa iftitah dibaca dengan lirih, tetapi tidak dibaca dalam dua sholat yaitu sholat jenazah dan sholat orang yang terlambat dan mendapati imam sudah berdiri sehingga tidak perlu membaca doa iftitah karena waktunya sudah lewat.

    Berikut penjelasan mengenai hukum, bacaan, serta keutamaan dari doa iftitah.


    Hukum Membaca Doa Iftitah

    Dikutip dari buku Shalat for Character Building karya M. Fauzi Rachman, para ulama menetapkan bahwa doa iftitah hukumnya sunnah, dan tidak termasuk rukun sholat. Seandainya seseorang meninggalkannya, maka ia tidak perlu melakukan sujud sahwi.

    Doa iftitah dilakukan hanya pada rakaat pertama, karena Rasulullah SAW jika bangun untuk mengerjakan rakaat kedua, beliau tidak membaca doa iftitah lagi.

    Bacaan Doa Iftitah Arab, Latin, dan Artinya

    Dikutip dari buku Risalah Tuntunan Lengkap Shalat Plus karya Moh. Rifa’i, terdapat dua bacaan doa iftitah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Pertama, doa iftitah yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA.

    اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ . اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ . اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ”

    Allahumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqatsawbul abyadlu minaddanasi. Allahummaghsil khathaayaaya bil maai watstsalji walbaradi.

    Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan dan dosa sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah diriku dari kesalahan dan dosa sebagaimana telah Engkau bersihkan baju putih dari kotoran. Ya Allah, segala kesalahanku dengan air, salju, dan embun sebersih-bersihnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Kedua, doa iftitah yang diriwayatkan oleh Ali RA.

    اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ”

    Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa’ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

    Artinya: “Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah. Maha Suci Allah pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku (hatiku) kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim.”

    Keutamaan Doa Iftitah

    Meskipun sunnah, ada baiknya ketika sholat membaca doa iftitah mengingat keutamaan dan maknanya yang besar.

    Dikutip dari buku 200 Amal Saleh Berpahala Dahsyat karya Abdillah F. Hasan, keutamaan membaca doa iftitah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Umar RA, ia berkata,

    “Ketika kami sholat bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba seseorang mengucapkan Allaahu akbaru kabiraa Walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan waashiilaa. Selesai sholat, Rasulullah SAW bertanya, ‘Siapakah yang mengucapkan kalimat tadi?’ Seorang sahabat menjawab, ‘Saya, wahai Rasulullah.’ Beliau lalu bersabda, ‘Sungguh aku sangat kagum dengan ucapan tadi sebab pintu-pintu langit dibuka karena kalimat itu’. Kata Ibnu Umar, ‘Maka aku tidak pernah meninggalkannya semenjak aku mendengar Rasulullah SAW mengucapkan hal itu.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nisfu Syaban untuk Menggugurkan Dosa, Dibaca Jelang Ramadan


    Jakarta

    Nisfu Syaban adalah malam pertengahan bulan Syaban. Bulan kedelapan dalam sistem penanggalan hijriah. Malam ini dianggap istimewa oleh umat Islam.

    Nisfu syaban merupakan kata majemuk yang berasal dari dua kata bahasa Arab, nisfu dan syaban. Nisfu berasal dari kata nashafa, yanshifu, nashdan yang berarti mencapai tengah-tengah atau setengah. Sementara itu, syaban berarti bulan syaban yang merupakan bulan kedelapan dalam sistem penanggalan hijriah.

    Dalam budaya Muslim, malam Nisfu Syaban menjadi kesempatan untuk meningkatkan ibadah. Beberapa contoh tindakan ibadah yang dapat dilakukan selama malam Nisfu Syaban adalah mengamalkan zikir, berdoa, berpuasa, dan melaksanakan amal ibadah lainnya.


    Dilansir dari buku 32 Faidah Seputar Bulan Syaban oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid, amalan manusia akan diangkat kepada Allah SWT pada malam ini. Untuk itu, sebaiknya kita memperbanyak doa, puasa, dzikir, serta berbagai amalan baik lainnya. Adapun doa Nisfu Syaban yang bisa diamalkan adalah sebagai berikut.

    Doa Nisfu Syaban dalam Arab, Latin, dan Artinya

    Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan doa kepada Allah SWT. Berikut ini adalah doa nisfu syaban, lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya.

    اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ

    اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيْنَا فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتَنَا وَحِرْمَانَنَا وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا، وَاكْتُبْنَا عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

    Allahumma ya dzal manni wala yumannu ‘alaika ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thauli wal in’am, la ilaha illa anta zhahral lajina wajaral mustajirina, wama’manal kha’ifin.

    Allahumma in kunta katabtana ‘indaka fI ummil kitabi asyqiya’a au mahrumina au muqattarina ‘alayna fir rizqi, famhullahumma fi ummil kitabi syaqawatana, wahirmanana waqtitara rizqina, waktubna ‘indaka su’ada’a marzuqina muwaffaqina lil khairat. Fa innaka qulta waqaulukal haqq fi kitabikal munzali ‘ala lisani nabiyyikal mursali “Yamhullahu ma yasya’u wa yutsbitu wa ‘indahu ummul kitab.” Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi washahbihi wa sallama, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

    Artinya: “Ya Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Ya Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Ya Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Kau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.

    Tuhanku, jika Kau mencatat kami di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezeki kami. Catatlah aku disisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Kau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Allah bersholawat dan bersalam atas Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

    Keistimewaan Malam Nisfu Syaban

    Umat Islam disarankan untuk meningkatkan amalan mereka pada malam Nisfu Syaban karena dipercaya memiliki keutamaan yang istimewa. Selain sebagai malam diangkatnya amal perbuatan manusia, malam ini juga dianggap sebagai waktu di mana dosa-dosa dapat diampuni.

    Umat Islam diberi kesempatan untuk bertobat, meminta ampunan, dan kembali kepada kebenaran. Allah SWT diyakini akan memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang sungguh-sungguh bertobat dengan tulus.

    Dilansir dari buku Kumpulan Artikel Syaban dan Ramadhan oleh Ammi Nur Baits, keutamaan malam nisfu syaban dijelaskan dalam hadits:

    تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ” فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ: ” إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يُنَزِّلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرِ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمٍ كَلْبٍ

    Artinya: Aku pernah kehilangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian aku keluar, ternyata beliau di Baqi, sambil menengadahkan wajah ke langit. Nabi bertanya, “Kamu khawatir Allah dan rasul-Nya akan menipumu?” (maksudnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi jatah Aisyah). Aisyah mengatakan: Wahai Rasulullah, saya hanya menyangka anda mendatangi istri yang lain. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam Nisfu Ayaban, kemudian Dia mengampuni lebih dari jumlah bulu domba bani kalb.” (HR At-Turmudzi)

    Wallahu a’lam.

    (hnh/rah)



    Sumber : www.detik.com