Tag: doa

  • Doa Ziarah Kubur Hari Raya Idul Fitri untuk Orang Tua


    Jakarta

    Salah satu tradisi Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri yang dilakukan umat Islam di Indonesia adalah ziarah kubur. Sembari berziarah, umat Islam dianjurkan membaca doa ziarah kubur.

    Selain bersilaturahmi dan berkumpul dengan sanak saudara, hari Raya Idul Fitri banyak dijadikan umat Islam yang tinggal jauh dari tempat asal sebagai kesempatan untuk melakukan ziarah kubur.

    Hukum Ziarah Kubur saat Hari Raya Idul Fitri

    Mengutip buku Gaya Selingkung Beda Mazhab karya Mukhlis Lubis, ziarah kubur di bulan Ramadan ataupun di Hari Raya Idul Fitri telah menjadi tradisi. Perlu dipahami bahwa tidak ada perintah yang menganjurkannya secara eksplisit, tetapi tidak ada pula dalil yang melarangnya.


    Adapun hukum ziarah kubur bagi laki-laki adalah sunah atau dianjurkan, seperti dijelaskan Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi dalam Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq.

    Hal tersebut bersandar pada hadits. Diriwayatkan dari Abdulah bin Buraidah, Rasulullah SAW bersabda,

    “Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur, (adapun sekarang) berziarahlah kalian, karena sesungguhnya ziarah kubur itu dapat mengingatkan kalian kepada akhirat.” (HR Muslim dan Ashabus Sunan)

    Terdapat perbedaan pendapat di antara ulama mengenai hukum ziarah kubur bagi wanita. Imam Malik dan sebagian pengikut mazhab Hanafi membolehkan ziarah kubur bagi wanita.

    Terdapat pula riwayat dari Ahmad dan mayoritas ulama mengenai ziarah kubur bagi wanita, berdasarkan hadits Aisyah RA ketika beliau bertanya pada Rasulullah SAW, “Bagaimana aku mengatakan kepadanya (penghuni kubur), wahai Rasulullah?”

    Dari hadits tersebut, jika Aisyah RA bertanya mengenai ucapan saat ziarah kubur, berarti beliau (sebagai wanita) diperbolehkan ziarah kubur.

    Adapun ulama yang memakruhkan ziarah kubur bagi wanita berpendapat wanita biasanya kurang sabar dan gampang sedih. Ini bersandar pada sabda Rasulullah SAW, “Allah melaknat para wanita yang suka berziarah kubur.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)

    Doa Ziarah Kubur untuk Orang Tua

    Menukil kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan oleh Ulin Nuha, berikut beberapa doa ziarah kubur yang dapat dipanjatkan.

    Doa Ziarah Kubur Riwayat Muslim

    Telah diriwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Aisyah RA, ia berkata, “Jika pada malam gilirannya bersama, Rasulullah SAW keluar pada akhir malam menuju Baqi’ dan berkata,

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ ، وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُوْنَ، وَإِنَّا إنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُوْنَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ

    Assalaamu ‘alaikum daara qaumin mu’miniina wa ataakum maa tuu’aduuna ghadan muajjaluuna wa innaa in syaa allaahu bikum laa-hiquun, Allaahummagh fir liahli baqii’il gharqad.

    Artinya: “Keselamatan semoga atas kalian wahai kaum Mukminin, telah datang apa yang telah dijanjikan kepada kalian. Esok nasib kalian telah ditentukan. Sesungguhnya kami apabila Allah menghendaki akan bertemu dengan kalian. Ya Allah, ampunilah penghuni Baqi’ul Ghardaq.”

    Doa Ziarah Kubur dalam Shahih Muslim

    Telah diriwayatkan dalam Shahih Muslim, sungguh dia mengatakan, “Ya Rasulullah, yaitu ketika ziarah kubur.” Beliau bersabda, “Bacalah,

    السَّلامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

    Assalaamu ‘alaa ahlid diyaar minal mu’miniina wal muslimiin wa yarhamul laahul mustaqdimiin minkum wa minnaa wal musta’khiriina. Wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun.

    Artinya: “Keselamatan semoga atas kalian wahai penghuni kubur dari kaum Mukminin dan Muslimin, semoga Allah merahmati orang-orang yang terdahulu kalian dan juga kepada kami yang akan datang berikutnya, dan kami jika Allah berkehendak akan bertemu dengan kalian.”

    Doa Ziarah Kubur Riwayat At Tirmidzi

    Telah diriwayatkan dalam kitab At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, “Rasulullah SAW melewati pekuburan penduduk Madinah, kemudian beliau menghadapkan mukanya dan mengucap,

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ القُبُورِ، يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ أَنْتُمْ سَلَفُنَا وَنَحْنُ بِالْأَثَرِ

    Assalaamu’alaukum yaa ahlal qubuur, yaghfirullaahu lanaa wala-kum antum salafunaa wanahnu bil atsar.

    Artinya: “Keselamatan atas kalian wahai penghuni kubur, semoga Allah mengampuni kami dan kalian. Kalian adalah terdahulu kami dan kami akan menyusul.”

    Doa Ziarah Kubur Riwayat Muslim

    Imam Muslim mengeluarkan hadits dengan redaksi yang lebih panjang tentang bacaan doa ziarah kubur. Berikut lafaznya.

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ

    وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

    Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì

    Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì

    Artinya : “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.

    Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR Muslim)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa untuk Orang Meninggal dan Keutamaan yang Terkandung



    Jakarta

    Doa untuk orang meninggal adalah amalan sunnah Rasulullah SAW. Bacaan ini dipanjatkan kepada sesama muslim yang wafat, baik keluarga maupun kerabat.

    Mengutip Buku Induk Doa dan Zikir oleh Imam Nawawi yang diterjemahkan Abu Firly Bassam Taqiy, doa untuk seseorang yang meninggal unia bertujuan agar Allah SWT mempermudah jalan mereka menuju akhirat dan mendapat ampunan atas dosa-dosanya. Mereka yang bertakziah dan mendoakan saudaranya akan diganjar pahala.

    Pada dasarnya, takziah atau berbelasungkawa artinya menasihati untuk sabar dan menceritakan hal-hal yang menghibur hati orang yang ditinggal mati serta meringankan kesedihannya. Nabi SAW bersabda,


    “Barangsiapa yang berbelasungkawa kepada wanita yang ditinggal mati anaknya, kelak dia diberi pakaian burdah di dalam surga.” (Imam Tirmidzi)

    Diriwayatkan dari Abu Musa RA dalam hadits At-Tirmidzi, umat Islam dianjurkan mengucap istirja saat seseorang meninggal dunia. Kalimat istirja itu berbunyi sebagai berikut,

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

    Arab latin: Innalillahi wa innaa ilaihi raajiuun

    Artinya: “Sesungguhnya kami berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.”

    Lantas, apa doa untuk orang meninggal yang bisa dipanjatkan?

    Doa untuk Orang Meninggal

    Merujuk pada sumber yang sama, berikut sejumlah doa yang bisa dipanjatkan ketika ada seseorang yang meninggal.

    1. Doa untuk Orang Meninggal Versi Pertama

    Doa untuk orang meninggal versi pertama ini bisa dipanjatkan ketika mendengar kabar duka. Berikut bacaannya,

    إنَّا ِللهِ وإنَّا إلَيْهِ رَاجِعُوْن وَإِنَّا إليَ رَبِّنِا َلمُنْقَلِبُون الَلهُمَّ اكْتُبْهُ عِنْدَكَ ِفي اُلمحِسنِينِ وِاجْعَلْ ِكتابَهُ ِفي ِعلّيِّين وَاْخلُفْهُ في أَهْلِهِ في الغَابِرين وَلا تحَرِْمْنا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ

    Arab latin: Innalillahi wa inna ilahi raji’un, wa inna ila rabbina lamunqalibun, allahummaktubhu indaka fil muhsinin, waj’al kitabahu fi’illiyyin, wakhlufhu fi ahlihi fil ghabirin, wa la tahrimnaa ajrahu wala taftinna ba’dahu.

    Artinya: “Sesungguhnya kamu milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami kembali. Ya Allah, tuliskan-lah ia di sisi-Mu termasuk golongan orang-orang yang baik. Jadikan-ah catatannya di illiyyin. Ganti-lah ia di keluarganya dari orang-orang yang meninggalkan. Jangan-lah Engkau haramkan bagi kami pahalanya dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya.”

    2. Doa untuk Orang Meninggal Versi Kedua

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ القُبُورِ يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ، أَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنُ بِالْأَثَرِ

    Arab latin: Assalaamu ‘alaikum yaa ahlal qubuur yaghfirullaahu lanaa wa lakum antum salafnaa wa nahnu bil atsar

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai ahli kubur. Semoga Allah SWT mengampuni kami dan kalian, kalian adalah pendahulu kami dan kami akan menyusul kalian.” (HR Tirmidzi, dari Ibnu Abbas)

    3. Doa untuk Orang Meninggal Versi Ketiga

    Apabila seseorang yang meninggal adalah wanita, maka bisa membaca doa untuk orang meninggal berikut ini,

    للَّهُمَّ اغْفِرْلَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

    Arab latin: Allaahummaghfir lahaa warhamhaa wa’aafi haa wa’fu anha wa akrim nuzula hu wa wassi’madkhola hu wahgsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa’aidz hu min’adzaabil qobri wa fitnati hi wa min’adzaabin naar.

    Artinya: “Ya Allah, ampuni-lah, rahmati-lah, bebaskan-lah, dan lepaskan-lah dia. Dan, muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah dia. Dan, muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkan-lah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran.

    Dan ganti-lah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkan, serta suami yang lebih baik dari yang ditinggalkan pula. Masukkanlah dia ke dalam surga dan lindungi-lah dari siksa kuburnya serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka.”

    4. Doa untuk Orang Meninggal Versi Keempat

    Jika saudara muslim yang meninggal berjenis kelamin pria, maka doa yang dapat dipanjatkan ialah sebagai berikut.

    لَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

    Arab latin: Allaahummaghfir lahu warham hu wa’aafi hii wa’fu anhu wa akrim nuzula hu wa wassi’madkhola hu wahgsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa’aidz hu min’adzaabil qobri wa fitnati hi wa min’adzaabin naar.

    Artinya: “Ya Allah, ampuni-lah, rahmati-lah, bebaskan-lah dan lepaskan-lah dia. Dan muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah dia. Dan muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkan-lah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran.

    Dan ganti-lah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkan, serta istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungi-lah dari siksa kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka.”

    5. Doa untuk Orang Meninggal Versi Kelima

    Doa untuk orang meninggal versi kelima ini bisa dipanjatkan saat melakukan takziah. Bacaannya sebagai berikut,

    أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لمَيِّتِكَ

    Arab latin: A’dlamallahu ajraka wa ahsana aza’aka wa ghafaraka li mayyitika

    Artinya: “Semoga Allah memperbesar pahalamu, dan menjadikan baik musibahmu, dan mengampuni jenazahmu.”

    إِنَّ لِلهِ تَعَالى مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمَّى فمُرْهَا فَلْتَصْبرْ وَلْتَحْتَسِبْ

    Arab latin: Inna lillahi taala ma akhadza wa lahu ma a’tha wa kullu syai-in ‘indahu bi ajalin musamma famurha faltashbir wa tahtasib

    Artinya: “Sesungguhnya Allah maha memiliki atas apa yang dia ambil dan dia berikan. Segala sesuatu mempunyai masa-masa yang telah ditetapkan di sisi-Nya. Hendaklah kamu bersabar dan mohon pahala dari Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Keutamaan Membaca Doa untuk Orang Meninggal

    Diterangkan dalam buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 susunan Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr terbitan Griya Ilmu, Nabi Muhammad SAW berkunjung ke makam para sahabatnya. Ia mendoakan mereka, meminta rahmat, serta memohon ampunan atas dosa para sahabat.

    Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali melalui Syarah Riyadhush Shalihin Jilid 2 terjemahan M Abdul Ghoffar, menyebut sebuah hadits yang menunjukkan Nabi SAW menganjurkan umat Islam mendoakan sesamanya yang sudah meninggal dunia.

    “Nabi SAW mengajarkan kepada mereka berziarah ke kubur supaya mengucapkan, ‘Semoga keselamatan senantiasa tercurah pada kalian, hai para penghuni perkampungan kaum mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku memohon afiyah kepada Allah SWT untuk kami dan untuk kalian.” (HR Muslim)

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Apakah Boleh Sholat Subuh Tanpa Membaca Doa Qunut?


    Jakarta

    Sholat Subuh adalah salah satu ibadah wajib yang harus dilakukan muslim. Dalam pelaksanaan salat Subuh ada bacaan yang disebut doa qunut.

    Doa qunut merupakan bacaan yang dilafalkan sebelum atau setelah rukuk (i’tidal) pada rakaat terakhir salat Subuh. Lalu bagaimana hukumnya saat muslim tidak membaca doa qunut di salat Subuhnya?

    Merujuk pada buku Fiqh Shalat Terlengkap karya Abu Abbas Zain Musthofa al-Basuruwani, beberapa ulama memiliki perbedaan pendapat dalam hukum membaca doa qunut Subuh. Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad menyatakan bahwa membaca doa qunut subuh tidak disunnahkan. Sedangkan menurut Imam Malik dan Imam Asy-Syafi’i menyatakan bahwa disunnahkan untuk membaca doa qunut Subuh.


    Imam asy-Syaukani menegaskan, para ulama telah sepakat bahwa hukum qunut adalah tidak wajib secara mutlak. Kelompok yang tidak membaca qunut memiliki dasar pada beberapa hadits.

    “Diriwayatkan dari Sahabat Anas RA bahwasanya Nabi Muhammad SAW melakukan qunut sebulan setelah rukuk, beliau mendoakan keburukan kepada beberapa kabilah Arab, lalu (setelah itu) beliau tidak melakukannya lagi.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Membaca Doa Qunut saat Salat Subuh Wajibkah?

    Dalam Panduan Shalat Lengkap yang ditulis oleh Dr. Sa’id bin Ali bin Wahaf al-Qahthani disebutkan bahwa Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah membiasakan qunut dalam semua salat wajib, baik salat Subuh ataupun salat-salat lainnya.

    Demikian juga dengan khulafa’ur rasyidin, di mana mereka hanya mengerjakan qunut seperti yang pernah dikerjakan oleh Nabi. Mereka akan terus membaca qunut dalam salat wajib selama masih ada penderitaan yang menimpa kaum muslimin. Tetapi jika penderitaan itu sudah sirna, mereka pun akan meninggalkan qunut.

    Bacaan Doa Qunut Subuh

    Bacaan Doa Qunut Subuh Versi Panjang

    Dikutip dalam buku Abu Abbas Zain Musthofa Al-Basuruwani yang berjudul Fiqih Shalat Terlengkap berikut bacaan doa qunut Subuh versi pendek yang dapat dibaca:

    اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيَ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ .

    Arab latin: Allaahummah dinii fii man hadaits, wa ‘aafiinii fii man ‘aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadlaits, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu mau waalaits, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalits.

    Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan, tolonglah aku di antara orang-orang yang kau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan, karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi.”

    Bacaan Doa Qunut Versi Pendek

    Bacaan doa Qunut versi pendek bisa jadi pilihan yang lebih ringkas untuk dibaca dalam salat Subuh. Bacaan doa qunut pendek isinya:

    اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيَ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ .

    Allaahummahdini fi man hadaits, wa ‘afiini fi man ‘aafaits, wa tawallani fi man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadhaits, fainnaka taqdhi wa laa yuqdha ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu mau walaits, tabarakta rabbana wa ta’alaits.

    Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan, tolonglah aku di antara orang-orang yang kau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan, karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi.”

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Doa Buka Puasa Syawal, Lafalkan agar Berkah


    Jakarta

    Puasa Syawal bisa dikerjakan setelah Idul Fitri. Saat hendak berbuka puasa, lafalkan doa buka puasa agar menjadi amalan yang penuh keberkahan.

    Momen buka puasa menjadi waktu mustajab untuk berdoa. Seorang muslim yang menjalani puasa, baik puasa wajib di bulan Ramadan maupun puasa sunnah, memiliki kesempatan yang sama untuk dikabulkan doanya.

    Hal ini sesuai hadits Rasulullah SAW,


    ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا فَوْقَ الْغَمَامِ وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ

    Artinya: “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: seorang pemimpin yang adil, seorang yang berpuasa saat berbuka dan doa orang yang terzalimi, doanya diangkat di atas awan dan pintu-pintu langit dibukakan,” (HR. Tirmidzi no. 2449)

    Imam al-Nawawi dalam kitab al-Adzkar mengatakan isi ucapan doa sangat umum dan tidak terbatas selama doa tersebut mengandung makna kebaikan. Terdapat lima doa buka puasa sesuai hadits yang diriwayatkan para sahabat Rasulullah SAW. Doa ini dapat dilafalkan saat buka puasa Syawal.

    Doa Buka Puasa Syawal

    Amirulloh Syarbini & Sumantri Jamhari dalam bukunya yang berjudul Dahsyatnya Puasa Wajib & sunah Rekomendasi Rasulullah, menyebutkan beberapa doa yang dibaca Rasulullah SAW ketika berbuka puasa.

    1. Doa buka puasa versi pertama

    Bacaan doa buka puasa ini diucapkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau berbuka puasa. Berikut bacaan lengkapnya menurut Imam Bukhari dan Imam Muslim,

    اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

    Arab-latin: Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.

    Artinya: Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih.

    Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dijelaskan, “(Mereka yang berpuasa) dianjurkan setelah berbuka membaca: ‘Allâhumma laka shumtu, wa ‘alâ rizqika afthartu.’ Pasalnya, Rasulullah SAW mengucapkan doa ini yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.”

    Sementara itu, Al Imam Al Baihaqi juga meriwayatkan dalam kitab Sunan Al Kubra, sebuah hadits lain yang memiliki makna yang sama.

    أخْبَرَنَا أَبُو عَلى الرُّودْبَارِي أخبرنا أبو بكر بن داسة حدثنا أبو دَاوُدَ حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ حُصَيْنِ عَنْ مُعَادِ بْن زُهْرَةَ : أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ النَّبي – صلى الله عليه وسلم كان إذا أفطر قَالَ : « اللهم لك صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

    (رواه البيهقي فالسنن الكبرى)

    Artinya: Bahwasanya nabi Muhammad SAW itu apabila berbuka puasa membaca “Allahumma laka shumtu…” (Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka). (HR AI Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra)

    2. Doa buka puasa versi kedua

    Menurut Imam Abu Daud, terdapat bacaan doa buka puasa. Berikut bacaan doanya,

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

    Arab-latin: Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa-allah.

    Artinya: Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, Insya Allah.

    Bacaan doa di atas tercantum dalam hadits oleh Al Imam Abu Daud.

    حدثنا عبد الله بن مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى أبو مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ أَخبرني الحسين بن وَاقِدٍ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ – يَعْنِي ابن سالم – المقفع – قَالَ رَأيت ابن عمر يقبض على لحيته فيقطع ما زاد على الكف وَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – إذا أفطر قَالَ « ذَهَبَ الظما وابْتَلَتِ الْعُرُوقَ وَثَبَتَ الآخِرُ إِنْ شَاءَ اللهُ ». (رواه ابو داود)

    Artinya: Marwan bin Salim berkata; Aku melihat Ibnu Umar memegang jenggotnya dan memotong yang melebihi genggaman telapak tangannya dan berkata: Rasulullah SAW itu apabila berbuka puasa mengucapkan “Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, Insya Allah.” (HR Abu Dawud).

    Selain berdoa, ketika menyantap hidangan berbuka puasa juga harus tetap menjaga adab. Diriwayatkan Umar bin Abi Salamah, ia menuturkan: “Dahulu aku pernah berada di rumah Rasulullah SAW dan tanganku berkeliaran di atas nampan makanan, maka beliau berkata kepadaku, “Wahai anak! Bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dengan mengambil yang terdekat darimu.” (HR Bukhari & Muslim)

    Demikian bacaan doa buka puasa sesuai hadits Rasulullah SAW. Semoga bisa menjadi amalan yang membawa berkah.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ziarah Makam Orang Tua: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Ziarah ke makam orang tua atau leluhur yang telah meninggal dunia menjadi salah satu tradisi saat Idul Fitri. Ketika ziarah, lantunkan doa untuk orang tua agar dijauhkan dari siksa kubur.

    Ziarah makam menjadi sebuah tradisi yang kerap dilakukan masyarakat Indonesia ketika momen Idul Fitri. Tradisi ziarah makam ini sebenarnya adalah salah satu sunnah Rasulullah SAW.

    Mengutip buku Jejak Ramadan yang disusun oleh Nova dan Para Pejuang RA, disebutkan sebuah hadits yang menjelaskan kebiasaan Rasulullah SAW yang berziarah ke makam ibundanya.


    Rasulullah SAW bersabda,

    “Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tetapi sekarang berziarahlah kalian. Sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah).” (H.R. Hakim)

    Rasulullah SAW juga menitikkan air mata saat ziarah ke makam sang ibu, Siti Aminah. Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah SAW menziarahi makam ibunya. Beliau menangis sehingga para sahabat yang bersamanya juga ikut menangis.

    “Kubur yang kalian lihat aku berbisik di sana adalah kuburan ibuku, Aminah binti Wahab. Aku meminta izin kepada Allah SWT untuk menziarahinya dan aku diizinkan-Nya.” (HR Muslim)

    Riwayat-riwayat di atas, menandakan bahwa kecintaan Rasulullah SAW kepada orang tuanya membuat beliau berziarah ke makam ibunya. Menziarahi makam orang tua dan mendoakannya merupakan bagian dari bentuk bakti seorang anak.

    Ketika orang tua telah wafat, doa anak saleh dan salehah akan menjadi hadiah istimewa bagi orang tua.

    Doa Ziarah Kubur Orang Tua Sesuai Sunnah

    Merangkum buku Panduan Ziarah Kubur oleh Sutejo Ibnu Pakar, berikut bacaan doa ziarah kubur yang bisa dibaca saat berkunjung ke makam orang tua.

    Doa ini sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW,

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

    Arab Latin: Assalamu’alaikum dara qaumin mu’minin wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa inna insya-Allahu bikum lahiqun.

    Artinya: Assalamualaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.

    Selanjutnya bisa disertai dengan membaca doa berikut,

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

    Arab Latin: Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu anhu wakrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bilmai was salji, wal baradi, wa naqqihi minal khathaya, kama yunaqqas saubul abyadu minad danas. Wa abdilhu daran khairan min darihi wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min adzabil qabri, wa adzabin nari.

    Artinya: “Ya Allah! Ampunilah almarhum (jenazah), berilah dia rahmat-mu, kesejahteraan, serta maafkanlah kesalahannya dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air, salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”

    Bisa juga dilanjutkan dengan membaca doa ziarah pendek. Berikut bacaannya,

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيار منَ الْمُؤْمِنِينَ والمُسلمين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون تَسْأَلُ الله لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِية

    Arab Latin: “Assalaamu’alaikum ahlad diyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun, nas’alullaaha lanaa wa lakumul’aafiyah”

    Artinya: “Keselamatan semoga tetap tercurahkan kepada para penghuni kubur dari golongan orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan sesungguhnya Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kamu dan untuk kalian semua.” (HR Ibnu Majah)

    Demikian beberapa doa ziarah makam yang bisa dipanjatkan ketika mengunjungi makam orang tua.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Minta Kesembuhan Sakit untuk Diri Sendiri Sesuai Sunah


    Jakarta

    Ajaran Islam mengajarkan sakit kepada hambanya diturunkan untuk memberikan kesempatan bagi mereka menghapus dosa-dosa. Untuk itu, dianjurkan memperbanyak doa dan istigfar ketika sakit.

    Dari Ummul ‘Ala berkata, “Rasulullah SAW mengunjungiku ketika aku sakit, lalu beliau bersabda.

    أَبْشِرِى يَا أُمَّ الْعَلَاءِ فَإِنَّ مَرَضَ الْمُسْلِمِ يُذْهِبُ اللَّهُ بِهِ خَطَايَاهُ كَمَا تُذْهِبُ النَّارُ خَبَثَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ


    Artinya: “Bergembiralah wahai Ummul ‘Ala, sesungguhnya sakitnya seorang muslim dijadikan oleh Allah untuk menghilangkan kesalahannya dengannya, sebagaimana api menghilangkan karat emas dan perak.” (HR Abu Dawud)

    4 Doa Minta Kesembuhan Sakit untuk Diri Sendiri

    1. Doa Minta Kesembuhan Versi Pertama

    Dilansir dari buku Doa Menghadapi Musibah oleh Arif Munandar Riswanto, berikut doa meminta kesembuhan yang bisa diamalkan.

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Allaahumma rabban naasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syaafi. Laa syaafiya illā anta syifaa’an lā yughaadiru saqaman.

    Artinya: “Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah, Engkaulah penyembuh. Tidak ada penawar selain dari penawar-Mu, penawar yang menghabiskan sakit dan penyakit.”

    2. Doa Minta Kesembuhan Versi Kedua

    Doa meminta kesembuhan yang dikutip dari buku Doa-Doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa sebagai berikut.

    بِسْمِ الله، حَسْبِيَ الله تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهُ، اِعْتَصَمْتا بِاللَّه فَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَى الله مَا شَاءَ اللَّهُ لَا حَوْلَ وَلَا قُ وَّةَ إِلَّا بِاللَّه الْعَلِيُّ الْعَظِيمِ

    Bismillaahi hasbiyallaahi tawakkaltu ‘alallaahi i’tashamtu billaahi fawwadltu amri ilallaahi maa syaa-allahu laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aiyyil ‘adziimi

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Allah-lah Zat Yang mencukupiku. Aku berserah diri kepada Allah. Aku memohon perlindungan kepada Allah. Tiada daya dan upaya hanyalah kepada Allah Zat Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

    3. Doa Minta Kesembuhan Versi Ketiga

    Dari buku Al Adzkar Doa dan Dzikir dalam Al-Qur’an dan Sunnah karya Imam Nawawi, doa meminta kesembuhan dapat diamalkan dengan menggunakan debu. Berikut doanya:

    بِسْمِ اللهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا

    Bismillahi turbatu ardhinaa biriiqati ba’dhinaa yusyfa saqiimunaa bi idzni rabbinaa

    Artinya: “Dengan nama Allah, debu tanah kami dengan ludah di antara kami, orang-orang yang menderita sakit di antara kami menjadi sembuh dengan izin Tuhan kami.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, & Hakim)

    4. Doa Minta Kesembuhan Versi Keempat

    Riwayat dari Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Sayyidah Aisyah RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW membaca Al-Mu’awwidzat bagi sebagian anggota keluarganya dan mengusap dengan tangan kanannya seraya berkata. Berikut bacaan doanya:

    للَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أذهبْ البَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِي إِلَّا أَنتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Allahumma rabban naasi adzhibil ba’sisyfi antasy syaafi laa syaafiya illa anta syifaa’an laa yughaadiru saqama

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang memelihara dan menguasai manusia, hapuskanlah penyakit dan penderitaan ini. Sembuhkanlah karena Engkaulah yang Maha Menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu. Kesembuhan yang tidak menimbulkan efek samping.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, & Abdurrazaq)

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Berangkat Perjalanan, Bisa Dibaca saat Pulang Mudik


    Jakarta

    Doa berangkat perjalanan bisa diamalkan saat pulang mudik lebaran. Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita senantiasa memanjatkan doa ketika akan melakukan berbagai aktivitas.

    Imam An-Nawawi melalui kitabnya yang berjudul Al-Adzkar menyebut bahwa Rasulullah SAW juga membaca doa ketika ingin melakukan perjalanan. Dari Abdullah bin Sarjis RA, ia berkata:

    “Jika Rasulullah SAW melakukan perjalanan beliau meminta perlindungan dari beratnya perjalanan, buruknya tempat kembali dan kebengkokan setelah lurus, doanya orang-orang dizalimi, serta buruknya pandangan dan harta.” (HR Muslim)


    Kumpulan Doa Berangkat Perjalanan

    1. Doa Berangkat Perjalanan Versi Pertama

    Mengutip buku Doa & Zikir Mustajab untuk Muslimah susunan H Muhammad Rahmatullah, Abdullah bin Sarjis berkata bahwa apabila Rasulullah melakukan perjalanan jauh, beliau berdoa,

    اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

    Arab latin: Allahumma antash shohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.”

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Teman dalam perjalanan, dan Pengganti dalam keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, dan kesedihan saat kembali, serta dari kekafiran setelah iman, dan dari doa orang yang dizalimi dari keburukan pemandangan dalam keluarga dan harta.” (HR Tirmidzi)

    2. Doa Berangkat Perjalanan Versi Kedua

    Berikut doa berangkat perjalanan lainnya yang berasal dari riwayat Muslim dan disebutkan dalam buku 101 Pesan Rasulullah untuk Anak Saleh karya Wulan Mulya Pratiwi,

    اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

    Arab latin: Allahuma hawwin alaina safarana haadza, wathwi ‘anna bu’dah. Allahuma anta shaahibus safari wal khaliifatu fil maali wal ahli

    Artinya: “Ya Allah permudahlah perjalanan kami ini, dan jadikanlah perjalanan yang jauh terasa dekat. Ya Allah Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi harta dan keluarga (yang ditinggal)” (HR Muslim)

    3. Doa Berangkat Perjalanan Versi Ketiga

    Pada riwayat lain yang termuat dalam Kitab Sunan Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa’i dengan sanad yang sahih, dari Ali bin Rabi’ah, sahabat Ali bin Abi Thalib membaca basmalah ketika naik kendaraan. Lalu, ketika telah duduk, dia membaca:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab latin: Alhamdulillaahilladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang menundukkan semua ini kepada kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

    4. Doa Berangkat Perjalanan Versi Keempat

    Selain itu, melalui buku Bekal Safar tulisan Ustaz Abu Abdil A’la Hari Ahadi, doa yang perlu diamalkan ketika berangkat perjalanan.

    (3x) الحَمْدُ للِه

    Arab latin: Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar

    Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

    سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab latin: Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun

    Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali.” (QS. Az-Zukhruf: 13-14)

    اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

    Arab latin: Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga)”

    Itulah sejumlah doa berangkat perjalanan yang bisa diamalkan. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Memulai Aktivitas Pagi, Bisa Dibaca sebelum Kerja-Sekolah



    Jakarta

    Sebelum memulai aktivitas, biasakan dengan membaca doa. Doa ini sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus memohon perlindungan Allah SWT agar senantiasa diberi kemudahan.

    Berdoa merupakan amalan yang dianjurkan bagi setiap muslim. Bahkan berdoa menjadi bentuk ketakwaan seorang hamba kepada Allah SWT. Untuk itu, dianjurkan untuk selalu memanjatkan doa dalam segala aktivitas.

    Dalam Al-Qur’an surah Al Baqarah ayat 186, Allah SWT berfirman tentang perintah berdoa,


    وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

    Artinya: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

    Mengutip buku Filosofi Doa: Dari Penenteram Hati, Pembangun Diri, hingga Pengubah Nasib oleh Sukron Abdilah dijelaskan doa merupakan media penghantar untuk membuka pintu hijab antara seorang hamba dengan Tuhan-nya.

    5 Doa Memulai Aktivitas Pagi Hari

    Dengan berdoa, seorang muslim menggantungkan nasibnya kepada sang Maha Segalanya, Allah SWT. Seorang muslim yang memiliki ikatan yang kuat secara spiritual dengan Allah SWT akan mengawali segala perbuatan dengan berdoa.

    Berikut beberapa doa yang bisa dibaca saat memulai aktivitas mulai dari bekerja, sekolah atau pun ingin membuka usaha.

    1. Doa sebelum Bekerja

    Imam al-Thabrani dalam kitab ad-Du’a menuliskan doa sebelum bekerja, berikut bacaannya:

    َّأَللَّهٌمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَعَطَائِكَ رِزْقًا طَيِّبًا مٌبَارَكًا، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ أَمَرْتَ بِالدُّعَاءِ وَقَضَيْتَ عَلَىَّ نَفْسَكَ بِالْاِسْتِجَابَةِ وَأَنْتَ لَا تٌخْلِفٌ وَعْدَكَ وَلَا تٌكَذِّبُ عَهْدَكَ اَللَّهُم مَا أَحْبَبْتَ مِنْ خَيْرٍ فَحَبِّبْهٌ إِلَيْنَا وَيَسِّرْهُ لَنَا وَمَا كَرَهْتَ مِنْ شَئْ ٍفَكَرِهْهُ إِلَيْنَا وَجَنِّبْنَاهُ وَلَا تُنْزِعْ عَنَّا الْإِسْلَامَ بَعْدَ إِذْ أَعْطَيْتَنَا

    Arab latin: Allahumma innii as’aluka min fadhlika wa athaa’ika rizkan thayyiban mubaarakan. Allahumma innaka amarta bid du’aa’i wa qadhaita alayya nafsaka bil istijaabah wa anta laa tukhlifu wa’daka wa laa tukadzzibu ahdaka. Allahumma ma ahbabta min khairin fa habbibhu ilaina wa yassirhu lanaa wa maa karahta min syaiin fa karihhu ilaina, wa jannibnaahu wa laa tunzi’ annal islaam ba’da iz a’thaitanaa.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta dari keutamaan-Mu dan pemberian-Mu, rezeki yang baik lagi berkah. Ya Allah sesungguhnya engkau memerintahkan untuk berdoa dan memutuskan atasku pengabulan doa, dan engkau Zat Yang tidak melanggar janji dan tidak mendustainya. Ya Allah, tidak ada kebaikan yang engkau sukai, kecuali Engkau jadikan kami mencintai kebaikan tersebut dan mudahkanlah kami mendapatkannya. Dan tidak ada sesuatu yang Engkau benci kecuali Engkau jadikan kami benci terhadap sesuatu tersebut dan jauhkanlah kami darinya. Dan janganlah Engkau cabut dari kami keislaman kami setelah Engkau berikan.”

    Kemudian bisa dilanjutkan dengan bacaan doa berikut:

    اَللّهُمَّ ارْزُقْنِيْ رِزْقًا حَلاَلاً طَيِّباً, وَاسْتَعْمِلْنِيْ طَيِّباً. اَللّهُمَّ اجْعَلْ اَوْسَعَ رِزْقِكَ عَلَيَّ عِنْدَ كِبَرِ سِنِّيْ وَانْقِطَاعِ عُمْرِيْ. اَللّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ, وَاَغِْننِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ. اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ رِزْقًا وَاسِعًا نَافِعًا. اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ نَعِيْمًا مُقِيْمًا, اَلَّذِيْ لاَ يَحُوْلُ وَلاَ يَزُوْلُ.

    Arab latin: Alloohummarzuqnii rizqon halaalan thoyyibaa, wasta’milnii thayyibaa. Alloohummaj’al ausa’a rizqika’alayya’inda kibari sinnii wanqithoo’i’umrii. Alloohummakfinii bihalaalika’an haraamika. wa aghninii bifadhlika’amman siwaaka. Alloohumma in nii as-aluka rizqon waasi’an naafi’an. Alloohumma innii as-alukan na’iimaan muqiiman, alladzii laa yahuulu wa laa yazuulu.”

    Artinya: “Ya Allah, berilah padaku rezeki yang halal dan baik, serta pakaikanlah padaku segala perbuatan yang baik. Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezekiku itu paling luas ketika tuaku dan ketika lemahku. Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezeki-Mu yang halal daripada yang haram dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari yang lainnya. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rezeki yang luas dan berguna. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu ni’mat yang kekal yang tidak putus-putus dan tidak akan hilang.”

    2. Doa agar Dimudahkan Segala Urusan dalam Bekerja

    Terdapat doa yang bisa dibaca agar diberi kemudahan dalam menjalani pekerjaan. Berikut bacaan doanya,

    وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا

    Arab latin: Wa qur rabbi adkhilnī mudkhala ṣidqiw wa akhrijnī mukhraja ṣidqiw waj’al lī mil ladunka sulṭānan naṣīrā.

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ya Tuhanku, masukkan aku (ke tempat dan keadaan apa saja) dengan cara yang benar, keluarkan (pula) aku dengan cara yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisiMu kekuasaan yang dapat menolong(-ku)

    3. Doa sebelum Belajar

    Belajar juga menjadi aktivitas yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Menuntut ilmu menjadi sebuah perintah. Sebelum mulai belajar, lantunkan doa berikut,

    رَبِّ زِدْ نِيْ عِلْمًـاوَرْزُقْنِـيْ فَهْمًـا

    Arab latin: Robbi zidnii ‘ilmaa, warzuqnii fahmaa

    Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah aku rizki akan kepahaman.”

    Bisa juga membaca versi bacaan panjang dari doa tersebut, yaitu:

    رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

    Arab latin: Robbi zidnii ‘ilmaa, warzuqnii fahmaa, waj’alnii minash-sholihiin

    Artinya: “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku, dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya, Dan jadikanlah aku termasuk golongannya orang-orang yang shaleh.”

    4. Doa Memulai Usaha

    Bagi muslim yang hendak memulai usaha atau membuka dagangan, bisa membaca doa agar mendapat keuntungan yang berkah. Berikut bacaan doanya,

    اللهم إني أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرَّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ شُكُرَ نِعْمَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ حُسْنَ عِبَادَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ قلبا سليمًا ، وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَامُالغيوب . ( رواه الترميذي والنسائي وأحمد)

    Arab latin: Allaahumma innii as-alukats tsabaata fil amri, wal `aziimata `alar rusydi, wa as-aluka syukra ni matik, wa as-aluka husna ibaadatik, wa as-aluka qalban saliiman, wa as-aluka lisaanan shaadiqa, wa as-aluka min khairi maa ta` lam, wa astaghfiruka lima ta lamu innaka antaallaamul ghuyuub.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ketegaran dalam menghadapi permasalahan dan memohon agar Engkau berkenan memberikan petunjuk. Aku memohon kepada-Mu agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu. Aku memohon kepada- Mu agar giat beribadah kepada-Mu. Aku memohon kepada-Mu bati yang bersih dan lisan yang jujur. Aku memohon kepada- Mu kebaikan yang Engkau ketahui dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau ketahui. Aku juga memohon kepada-Mu curahan ampunan dari segala dosa yang Engkau ketahui, karena hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui segala yang gaib.” (HR Tirmidzi, Nasa’i, dan Ahmad)

    5. Doa agar Rezeki Berlimpah

    Setiap orang pasti ingin mendapatkan rezeki yang berlimpah dan diliputi keberkahan. Berikut doa yang bisa dipanjatkan untuk memohon rezeki halal, berlimpah dan berkah,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَدْعُوْكَ لِهَمِّي لَا يُفَرِّجُهُ غَيْرُكَ وَلِرَحْمَةٍ لَا تَنَالُ إِلَّا بِكَ وَلِكَرْبِ لَا يَكْشِفُهُ إِلَّا أَنْتَ وَلِرَغْبَةٍ لَا تَبْلَغُ إِلَّا بِكَ وَلِحَاجَةٍ لَا يَقْضِيْهَا إِلَّا أَنْتَ.

    Arab latin: Allaahumma inni ad’uuka lihammii laa yufarrijuhu ghairuka wa lirahmatil laa tunaalu illaa bika wa likarbil laa yaksyifuhu illa anta wa liraghbatil laa tublaghu illaa bika wa lihaajatin laa yaqdhiihaa illaa anta.

    Artinya: “Ya Allah, aku berdoa kepada-Mu untuk duka yang tak akan dibahagiakan oleh selain-Mu, rahmat yang tak akan dicapai kecuali dengan-Mu, derita yang tak akan terbilangkan kecuali oleh-Mu, harapan yang akan tercapai kecuali dengan-Mu, hajat yang tak mungkin dipenuhi kecuali oleh-Mu.”

    (dvs/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mandi Wajib setelah Berhubungan Badan, Lengkap dengan Tata Caranya


    Jakarta

    Doa mandi wajib setelah berhubungan badan wajib diamalkan oleh kaum muslimin ketika hendak bersuci dari hadats besar. Perintah mandi wajib tercantum dalam surah Al Maidah ayat 6,

    وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ … 6

    Artinya: “…Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah…”


    Setidaknya ada sejumlah hal yang jadi penyebab mandi wajib. Menukil dari buku Pendidikan Islam Informal susunan Romlah, perkara itu antara lain:

    • Sehabis melakukan hubungan badan
    • Apabila seorang muslim mengeluarkan air mani
    • Selesai haid atau nifas

    Sebelum melakukan mandi wajib, kaum muslimin harus membaca niat atau doa. Hal ini termasuk ke dalam rukun mandi wajib.

    Doa Mandi Wajib setelah Berhubungan Badan

    Merujuk pada sumber yang sama, berikut doa mandi wajib setelah berhubungan badan.

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhol lillaahi ta’aala.

    Artinya: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah.”

    Tata Cara Mandi Wajib setelah Berhubungan Badan

    Mengutip dari buku Fiqh Ibadah karya Zaenal Abidin, berikut tata cara mandi wajib setelah berhubungan badan,

    • Membaca doa mandi wajib setelah berhubungan badan
    • Bersihkan kedua telapak tangan sebanyak tiga kali
    • Mulai membersihkan kotoran-kotoran yang tersembunyi dengan tangan kiri, seperti kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan lain sebagainya
    • Mencuci tangan dengan cara menggosokkan ke sabun atau tanah
    • Berwudhu
    • Menyela pangkal rambut menggunakan jari-jari tangan yang telah dibasuh air hingga menyentuh kulit kepala
    • Membasuh seluruh tubuh dengan air yang dimulai dari sisi kanan lalu kiri
    • Memastikan seluruh lipatan kulit serta bagian yang tersembunyi ikut dibersihkan

    Doa setelah Mandi Wajib

    Selain niat, ada juga doa yang disunnahkan untuk dibaca selesai melaksanakan mandi wajib. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab susunan Isnan Ansory.

    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri.”

    Itulah doa mandi wajib setelah berhubungan badan dilengkapi tata cara dan bacaan setelah melakukannya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan setelah Wudhu sesuai Sunnah Rasulullah SAW dan Keutamaan Mengamalkannya


    Jakarta

    Bacaan setelah wudhu termasuk ke dalam sunnah Nabi SAW. Doa ini didasarkan dari sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Barang siapa berwudhu lalu mengucapkan, ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya’, maka dibukakanlah baginya kedelapan pintu surga, di mana dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan dalam Al-Kubra dan Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, Ibnu Majah dan Lainnya)

    Wudhu sendiri bertujuan untuk membersihkan diri dari hadats kecil. Syaikh Muhammad Fahd dan Syaikh Bin Baz dalam buku Sifat Wudhu & Shalat Nabi terjemahan Geis Umar Bawazier mengartikan wudhu sebagai menggunakan air suci ke atas anggota tubuh tertentu yang telah dijelaskan dan disyariatkan oleh Allah SWT. Wudhu bisa dimaknai bersuci sebelum mengerjakan salat.


    Bacaan setelah Wudhu

    Mengutip buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan oleh Ali Akbar bin Aqil, setidaknya ada dua versi bacaan setelah wudhu yang bisa dipanjatkan.

    1. Bacaan setelah Wudhu Versi Panjang

    أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Asy-hadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asy-hadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, allaahummaj’alnii minat tawwaabiin, waj’alnii minal mutathahhiriin, subhanakallahumma wa bi hamdika, asy- hadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk golongan yang menyucikan diri. Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.”

    2. Bacaan setelah Wudhu Versi Pendek

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Allahummaj-‘alnii minat-tawwaabiina waj-‘alnii minal- mutathahhiriin.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.” (HR Tirmidzi)

    Tata Cara Wudhu sesuai Sunnah

    Mengutip buku Fikih Sunnah Wanita oleh Abu Malik Kamal ibn Sayyid Salim terjemahan Firdaus, berikut tata cara wudhu sesuai sunnah Nabi SAW.

    1. Berniat dalam hati untuk berwudhu

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul whuduua liraf’il hadatsil asghari fardal lillaahi ta’aalaa

    Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta’ala”

    2. Membaca basmalah

    3. Membasuh kedua telapak tangan tiga kali

    4. Berkumur tiga kali

    5. Menghirup air ke dalam hidung sebanyak tiga kali

    6. Membasuh seluruh bagian wajah yang terlihat sejumlah tiga kali

    7. Membasuh kedua tangan hingga siku, mulai dari yang kanan lanjut tangan kiri, sebanyak tiga kali

    8.Mengusap kepala tiga kali

    9. Membasuh kedua telinga tiga kali, dengan diawali yang kanan lalu kiri

    10. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki tiga kali, juga dimulai dari kanan kemudian kaki kiri

    11. Panjatkan bacaan setelah wudhu

    Keutamaan Mengamalkan Bacaan setelah Wudhu

    Diterangkan oleh DR H Sagiran dalam buku Gantung Wudhu, kalimat اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ, kata مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ dimaknai sebagai orang-orang yang bertobat.

    Dari tobat tersebut dimaknai sebagai bersuci dari dosa-dosa dengan perantara wudhu. Karenanya, dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa tetesan air wudhu ibarat bergugurannya dosa-dosa kita.

    Memanjatkan bacaan setelah wudhu niscaya akan dijadikan orang-orang yang suci oleh Allah SWT. Wallahu’alam bishawab.

    Itulah bacaan setelah wudhu dilengkapi tata cara dan keutamaan mengamalkan. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com