Tag: doa

  • Doa Itidal dan Artinya, Dibaca Berapa Kali?


    Jakarta

    Itidal adalah salah satu gerakan dalam salat yang menjadi rukun salat. Ketika melakukannya, terdapat doa itidal yang dapat dibaca.

    Mengutip buku Ritual Shalat Rasulullah SAW Menurut 4 Mazhab karya Isnan Ansory, itidal adalah gerakan bangun dari ruku’ dengan berdiri tegak. Adapun secara bahasa, itidal bermakna istiqamah (lurus) dan istiwa’ (tegak lurus).

    Para ulama sepakat bahwa itidal adalah gerakan yang disyariatkan dalam salat. Hal ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan Abu Humaid as-Sa’idi RA. Ia berkata,


    “Bila Rasulullah SAW mengangkat kepalanya, beliau berdiri tegak hingga tulang-tulang punggungnya kembali ke tempatnya.” (HR Bukhari)

    Bacaan Doa Itidal Sesuai Sunah

    Menukil Ensiklopedia Hadits Ibadah Bersuci dan Shalat Wajib karya Syamsul Rijal Hamid, terdapat beberapa hadits yang menjelaskan bacaan doa itidal sesuai ajaran Rasulullah SAW.

    Doa Itidal 1

    رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

    Rabbana lakal hamdu.

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.”

    Doa itidal ini bersandar pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah RA,

    “Apabila imam mengucapkan, ‘Sami’allaahu liman hamidah (Allah mendengar orang-orang yang yang memuji-Nya)’, maka katakanlah, ‘Rabbana lakal hamdu (Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji)’. Sebab barang siapa yang ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, ia akan diampuni dari segala dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Doa Itidal 2

    رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

    Rabbana lakal hamdu mil-ussamaawaati, wa mil-ul ardhi, wa mil-umaa syi’ta min syai-in ba’du.

    Artinya: “Wahai Tuhan kami. Bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudah itu.”

    Doa itidal ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan Ibnu Abu Awfa RA. Ia mengatakan,

    “Jika Rasulullah SAW bangkit dari ruku’, beliau membaca, ‘Sami’allaahu liman hamidah (Allah mendengar orang yang memuji-Nya). Rabbana lakal hamdu mil-ussamaawaati, wa mil-ul ardhi, wa mil-umaa syi’ta min syai-in ba’du (Wahai Tuhan kami. Bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudah itu)’.” (HR Muslim)

    Doa Itidal 3

    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

    Rabbana wa lakal hamdu hamdan katsiira thayyiban mubaarakan fiih.

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji yang banyak, baik, dan mengandung berkah.”

    Doa ini bersandar pada kisah yang diriwayatkan Rifa’ah bin Rafi’ Az-Zuraqiy RA. Ia berkata bahwa ia sering salat di belakang Rasulullah SAW. Ketika mengangkat kepala dari ruku’, Rasulullah SAW mengucapkan, “Sami’allaahu liman hamidah (Allah mendengar orang yang memuji-Nya).”

    Lalu, seorang jemaah yang berada di belakang beliau mengucapkan, “Rabbana wa lakal hamdu hamdan katsiira thayyiban mubaarakan fiih (Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji yang banyak, baik, dan mengandung berkah).”

    Usai salat, Rasulullah SAW bertanya, “Siapakah orang yang mengucapkan kalimat tadi?”

    “Aku,” seorang jemaah mengakui.

    Rasulullah SAW pun bersabda, “Aku melihat lebih dari tiga puluh malaikat yang berebut mencatatnya.” (HR Malik, Bukhari, Abu Dawud, dan Nasa’i)

    Doa itidal dibaca satu kali, berbeda dengan doa rukuk dan sujud yang menurut hadits ada yang dibaca tiga kali.

    Tata Cara Itidal

    Berdiri Tegak

    Menukil buku Panduan Shalat Rasulullah karya Imam Abu Wafa, itidal dilakukan dengan berdiri tegak setelah bangun dari ruku’. Hal ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda,

    “Kemudian bangunlah (dari ruku’) hingga berdiri tegak.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad)

    Bersedekap atau Tidak Bersedekap

    Terdapat perbedaan pendapat di antara ulama mengenai hal ini. Ulama yang menyunahkan untuk bersedekap ketika itidal bersandar pada sebuah hadits.

    “Orang-orang diperintahkan agar meletakkan tangan kanan di atas lengan tangan kiri di dalam salat.” (HR Bukhari)

    Adapun ulama yang tidak menyunahkan untuk bersedekap bersandar pada tidak adanya nash khusus mengenai hal ini.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Diri Sendiri dan Orang Lain


    Jakarta

    Pada Hari Raya Idul Adha, umat Islam melakukan ibadah menyembelih hewan kurban. Berikut bacaan doa menyembelih hewan kurban.

    Menukil Fiqh as-Sunnah karya Sayyid Sabiq yang diterjemahkan oleh Abdurrahim dan Masrukhin, berkurban disyariatkan dalam Al-Qur’an surah Al-Kausar ayat 1-3. Allah SWT berfirman,

    اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ ١ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ ٣


    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak. Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah! Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah).”

    Waktu menyembelih hewan kurban dimulai setelah matahari terbit pada Hari Raya Idul Adha, tepatnya setelah salat Id. Hal ini bersandar pada sabda Rasulullah SAW,

    “Siapa yang menyembelih sebelum salat, maka sesungguhnya dia menyembelih hanya untuk dirinya sendiri. Dan siapa yang menyembelih setelah salat dan dua khotbah, maka dia telah menyempurnakan ibadahnya dan mengikuti ketentuan syariat kaum muslimin dengan benar.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Doa Menyembelih Hewan Kurban

    Mengutip Kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan oleh Ulin Nuha, umat Islam disunahkan untuk berdoa ketika menyembelih hewan kurban. Berikut bacaannya.

    Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Diri Sendiri

    بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَإِلَيْكَ تَقَبَّلْ مِنَيْ

    Bismillaahi wal laahu akbar, allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa sallam, allaahumma minka wa ilaika taqabbal minnii.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Allah Mahabesar, ya Allah semoga sholawat dan keselamatan atas Nabi Muhammad dan keluarganya, ya Allah (kurban) ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah dariku.”

    Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Orang Lain

    بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَإِلَيْكَ تَقَبَّلْ مِنْ فُلاَن

    Bismillaahi wal laahu akbar, allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa sallam, allaahumma minka wa ilaika taqabbal min fulaan.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Allah Mahabesar, ya Allah semoga sholawat dan keselamatan atas Nabi Muhammad dan keluarganya, ya Allah (kurban) ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah dari Fulan.”

    Sunah Menyembelih Hewan Kurban

    Ada sejumlah sunah dalam menyembelih hewan kurban. Berikut beberapa di antaranya.

    1. Menyembelih Hewan Kurbannya Sendiri

    Dikutip dari buku Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya karya Syamsul dan Nielda, laki-laki disunahkan untuk menyembelih sendiri hewan yang ia kurbankan, sedangkan perempuan disunahkan mewakilkannya kepada laki-laki.

    Adapun orang yang tidak mampu menyembelih dengan baik, misalnya karena sedang sakit atau buta, disunahkan untuk mewakilkan penyembelihan hewan kurbannya kepada orang lain.

    2. Menghadap Kiblat

    Kesunahan menghadap kiblat saat menyembelih hewan kurban disebutkan dalam buku Fikih Kurban karya Abu Abdil A’la Hari Ahadi yang menukil perkataan Imam Nawawi dalam Al-Majmu’,

    “Seorang yang menyembelih hendaknya menghadap ke arah kiblat dan menghadapkan hewan yang disembelihnya juga ke kiblat. Hal ini sunah dalam semua jenis penyembelihan, semakin ditekankan pada penyembelihan hadyu dan kurban. Ini karena menghadap kiblat ketika menjalankan ibadah hukumnya sunah, dan wajib pada sebagian amal ibadah.”

    3. Menyebut Nama Allah SWT dan Bertakbir

    Seorang muslim juga disunahkan menyebut nama Allah SWT dan bertakbir ketika menyembelih hewan kurban. Hal ini bersandar pada sebuah hadits yang berbunyi,

    “Rasulullah SAW berkurban dengan dua ekor kambing kibas berwarna putih agak kehitam-hitaman yang bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri, seraya menyebut asma Allah dan bertakbir. Beliau meletakkan kaki beliau di atas belikat kedua kambing itu (ketika hendak menyembelih).” (HR Muslim)

    4. Menggunakan Peralatan yang Bagus/Tajam

    Sunah menyembelih hewan kurban dengan alat yang bagus atau tajam mengacu pada sabda Rasulullah SAW,

    “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menetapkan setiap kebaikan atas segala sesuatu. Maka dari itu apabila kalian membunuh, maka perbaikilah cara membunuhnya. Apabila kamu menyembelih maka perbaguslah cara menyembelihnya, agar salah seorang dari kalian menajamkan parang (pisau) dan melonggarkan hewan sembelihannya.” (HR Ibnu Majah)

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Khususon Ila Ruhi untuk Ayah, Ibu, dan Orang Lain yang Sudah Meninggal


    Jakarta

    Khususon ila ruhi adalah doa untuk mereka yang sudah meninggal disertai surat Al-Fatihah. Seperti bacaannya, doa ini adalah hadiah bagi ahli kubur agar jenazah mendapat keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

    Ajaran Islam mengingatkan umatnya untuk saling mendoakan dalam tiap kesempatan. Sesuai sabda Rasulullah SAW, doa merupakan amal yang tidak akan terputus.

    Bacaan Doa Khususon Ila Ruhi

    Dikutip dari NU Online, doa khususon ila ruhi disebut juga dengan hadrotin nabiyil mustofa. Doa ini biasa dibacakan saat ziarah atau ketika di rumah ketika teringat pada almarhum dan almarhumah. Berikut adalah contoh bacaan doa khususon ila ruhi yang dibacakan untuk arwah:


    إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى سَيِّدِنَا مُحمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاٰلِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَأَوْلَادِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ الْفَــاتِحَةُ

    Arab latin: Ila ḫadlratin-nabiyyil-musthafâ sayyidinâ Muḫammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama wa âlihi wa azwâjihi wa awlâdihi wa dzurriyyâtihi al-fâtiḫah….

    Artinya: “Kepada yang terhormat Nabi Muhammad ﷺ, segenap keluarga, istri-istrinya, anak-anaknya, dan keturunannya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…”

    ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، خُصُوْصًا إِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِي وَخُصُوْصًا إِلَى مُؤَسِّسِيْ جَمْعِيَّةِ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ الْفَــاتِحَةُ

    Arab latin: Tsumma ilâ ḫadlrati ikhwânihi minal-anbiya’i wal-mursalîn wal-auliya’i wasy-syuhadâ’i wash-shâlihîn wash-shaḫâbati wat tâbi’în wal-‘ulamâ’il-‘âmilîn wal-mushannifînal-mukhlishîn wa jamî’il-malâikatil-muqarrabîn, khusûshan ilâ sayyidinâsy-syaikh ‘abdil qâdir al-jîlânî wa khushûshan ilâ muassisî jam’iyyah Nahdlatil Ulama, al-fâtiḫah

    Artinya: “Lalu kepada segenap saudara beliau dari kalangan pada nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi’in, ulama al-amilin (yang mengamalkan ilmunya), ulama penulis yang ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, terkhusus kepada Syekh Abdul Qadir al-Jilani dan para pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…”

    Ragam Doa Khususon Ila Ruhi untuk Keluarga

    Doa khususon ila ruhi bisa ditujukan untuk ibu, ayah, suami, atau istri yang telah meninggal dunia. Berikut contoh ragam doa khususon ila ruhi untuk anggota keluarga:

    1. Doa Khususon Ila Ruhi untuk Ibu yang Sudah Meninggal

    Latin: Khushuushon ilaa ruuhi ummi (sebut nama almarhumah) binti (sebut nama ayah). Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa lahal fatihah.

    Artinya: “Terkhusus untuk ruh ibuku (sebut nama almarhumah) putri dari (sebut nama ayah). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

    2. Doa Khususon Ila Ruhi untuk Ayah yang Sudah Meninggal

    Latin: Khushuushon ilaa ruuhi abii (sebut nama almarhum) bin (sebut nama ayah almarhum). Allahumaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, lahul faatihah.

    Artinya: “Terkhusus untuk ruh ayahku (sebut nama almarhum) putra dari (sebut nama ayah almarhum). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

    3. Doa Khususon Ila Ruhi untuk Istri yang Sudah Meninggal

    Latin: Khushuushon ilaa ruuhi zaujatii (sebutkan nama almarhumah) binti (sebutkan nama ayah almarhumah). Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafiha wa’fu ‘anhaa, lahal faatihah.

    Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya istriku (sebut nama almarhumah) putri dari (sebut nama ayah almarhumah). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

    4. Doa Khususon Ila Ruhi untuk Suami yang Sudah Meninggal Dunia

    Latin: Khushuushon ilaa ruuhi zaujii (sebutkan nama almarhum) binti (sebutkan nama ayah almarhum). Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafiha wa’fu ‘anhaa, lahal faatihah.

    Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya suamiku (sebut nama almarhum) putra dari (sebut nama ayah almarhum). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

    Tata Cara Mengirimkan Doa untuk Ahli Kubur

    Cara mengirimkan doa bagi kerabat yang sudah meninggal bisa dilakukan melalui pelaksanaan tahlilan. Mengutip dari buku Merayakan Khilafiyah Menuai Rahmat Ilahiah oleh Zikri Darussamin dan Rahman M. Ag, berikut panduan bacaan yang harus disertakan dalam tahlilan:

    • Mengawali dengan membaca Al-Fatihah.
    • Membaca surat Yasin.
    • Membaca surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas.
    • Membaca surat al-Baqarah ayat 1-5, 163, 225 (ayat kursi), dan ayat 284.
    • Mengucapkan istighfar.
    • Mengucapkan kalimat tahlil, takbir, tasbih, dan tahmid.
    • Melantunkan shalawat Nabi Muhammad SAW.
    • Membaca asmaul husna.
    • Membaca doa.

    Nah itu dia arti serta ragam bacaan doa khususon ila ruhi yang dapat kamu kirimkan untuk kerabat yang sudah wafat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi detikers.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Allahumma Ajirni Minannar, Doa agar Terhindarkan dari Siksa Neraka


    Jakarta

    Dalam Islam, siksa neraka digambarkan sungguh mengerikan. Oleh karena itu, penting bagi kita senantiasa berdoa dan memohon kepada Allah SWT supaya kelak terhindar dari azab siksa neraka.

    Untuk memohon siksa neraka kepada Allah SWT, kita bisa mengucapkan doa ‘allahumma ajirni minannar’ ini lafadz. Simak tata cara, dasar hukum, dan keutamaan dari bacaan allahumma ajirni minannar berikut ini.

    Allahuma Ajirni Minannar Tulisan Arab dan Artinya

    Berikut lafadz doa terhindar dari siksa neraka:


    اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنْ النَّارِ

    (Allahumma ajirni minan naar)

    Artinya: “Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka.”

    Hadits tentang Allahumma Ajirni Minannar

    Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk membaca ‘allahumma ajirni minannar’ sebanyak tujuh kali, selepas salat maghrib dan salat subuh. Dengan harapan agar bisa dijauhkan dan diselamatkan dari siksa neraka serta azab di dalamnya.

    Berikut hadits yang menjelaskan doa tersebut:

    إِذَا انْصَرَفْتَ مِنْ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ فَقُلْ اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنْ النَّارِ سَبْعَ مَرَّاتٍ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ ثُمَّ مِتَّ فِي لَيْلَتِكَ كُتِبَ لَكَ جِوَارٌ مِنْهَا وَإِذَا صَلَّيْتَ الصُّبْحَ فَقُلْ كَذَلِكَ فَإِنَّكَ إِنْ مِتَّ فِي يَوْمِكَ كُتِبَ لَكَ جِوَارٌ مِنْهَا

    Artinya:
    ” Jika engkau selesai dari shalat Maghrib maka bacalah ‘Allahumma ajirnii minan naari’ sebanyak tujuh kali, jika kamu baca doa itu kemudian kamu meninggal pada malam itu juga, maka akan ditetapkan bahwa kamu terbebas dari neraka. Jika kamu selesai dari shalat subuh maka bacalah doa itu juga, jika pada hari itu kamu meninggal, maka akan ditetapkan bahwa kamu terbebas dari neraka.” (HR Abu Daud)

    Tata Cara Melakukan Doa Terhindar dari Api Neraka

    Doa allahumma ajirni minannar, bisa kamu bacakan setelah salat bersama dengan wirid atau dzikir setelah shalat.

    Mengutip dari NU Online (31/5/2024), adapun tata cara melakukan dzikirnya:

    1. …اَسْتَغْفِرُاللهَ اْلعَظِيْمَ (Astaghfirullahal adhim) 3x

    2. …لاَاِلٰهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهْ لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ (La ilaha illallah wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syaiin qodir) 3x

    2. …اَللّهُمَّ اَجِرْنَا مِنَ النَّارِ (allahumma ajirna minannar) 3x

    3.اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَاِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَاَدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ دَارَالسَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَاذَاْلجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ (Allahumma antas salam wa minkas salam wa ilaika ya’udus salam fahayyina rabbana bissalam wa adkhilnal jannata daras salam tabarakta rabbana wa ta’alaita ya dzal jalali wal ikram)

    Manfaat Membaca Allahumma Ajirni Minannar

    Dirawayatkan pada sebuah hadits oleh Imam Ahmad, jika kamu membaca doa allahumma ajirni minannar setelah salat maghrib dan subuh dan mati pada hari itu juga, maka kamu akan langsung dijauhkan dari api neraka.

    إِذَا صَلَّيْتَ الصُّبْحَ فَقُلْ قَبْلَ أَنْ تُكَلِّمَ أَحَدًا مِنَ النَّاسِ “اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ” سَبْعَ مَرَّاتٍ، فَإِنَّكَ إِنْ مِتَّ مِنْ يَوْمِكَ ذَلِكَ كَتَبَ اللهُ لَكَ جِوَارًا مِنَ النَّارِ، وَإِذَا صَلَّيْتَ الْمَغْرِبَ فَقُلْ قَبْلَ أَنْ تُكَلِّمَ أَحَدًا مِنَ النَّاسِ “اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ” سَبْعَ مَرَّاتٍ، فَإِنَّكَ إِنْ مِتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ كَتَبَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لَكَ جِوَارًا مِنَ النَّارِ.

    Artinya:

    “Apabila kamu selesai shalat subuh, bacalah doa berikut sebelum kamu berbicara dengan orang lain: ‘Allahumma aajirnii minan naar’ 7 kali. Jika pada hari itu kamu mati maka Allah akan menetapkan bahwa kamu jauh dari neraka. Jika kamu selesai shalat maghrib, ucapkanlah doa ini sebelum kamu berbicara dengan orang lain: ‘Allahumma aajirnii minan naar’ 7 kali. Jika malam itu kamu mati, maka Allah tetapkan bahwa kamu jauh dari neraka.”

    Belum lagi ditambah dengan keutamaan wirid atau dzikir setelah saalat, tentu akan banyak datang kebaikan jika kita menyempatkannya bukan?

    Itu dia ulasan mengenai bacaan allahumma ajirni minannar yang artinya “Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka.” Semoga kita senantiasa terhindarkan dari siksa neraka dan segala azabnya. Amin.

    (khq/khq)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Hamdan Syakirin, Bacaan Wirid Ungkapan Rasa Syukur Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Doa merupakan ritual ibadah utama yang dijalankan oleh setiap umat muslim. Sayangnya, banyak orang lebih fokus menyampaikan hajat ketika berdoa hingga lupa memuji dan mengucap syukur pada Allah SWT.

    Salah satu jenis doa ungkapan rasa syukur yang biasa diamalkan ulama adalah doa hamdan syakirin. Seperti apa arti dan keutamaan doa ini? Berikut pembahasannya.

    Bacaan dan Arti Doa Hamdan Syakirin

    Pelafalan doa hamdan syakirin umumnya diawali dengan mengucap kalimat hamdalah terlebih dulu yang berbunyi:


    اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ.

    Latin: Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin

    Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

    Selanjutnya, barulah ucapan hamdalah diteruskan dengan bacaan doa hamdan syakirin berikut ini:

    اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَ يُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ
    يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَ عَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

    Latin: Alhamdulillah hamdan syakirin, hamdan na’imin, hamdan yuwafi niamahu wa yukafiu wa yukafiu mazidah. Ya Rabbana lakal hamdu kama yanbaghi lijalali wajhika wa ‘azhimi sulthanik.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, pemelihara alam semesta. Segala puji atas karunia dan kenikmatan yang Engkau berikan kepada kami. Wahai Tuhanku, bagi-mu segala puji sebagaimana selayaknya, bagi kemuliaan wajah-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.”

    Keutamaan Membaca Doa Hamdan Syakirin

    Mengutip dari laman busana muslim, setidaknya ada tiga keutamaan yang bisa didapatkan dari bacaan doa hamdan syakirin. Pertama, doa yang berisi pujian dan syukur pada Allah SWT ini dapat mendatangkan pahala berlipat ganda.

    Selanjutnya, dzikir hamdan syakirin bisa menjadi sarana untuk mempererat hubungan dengan Sang Pencipta. Dengan melafalkan doa hamdan syakirin secara tulus dari lubuk hati, kita mengakui bahwa segala sesuatu yang didapatkan merupakan anugerah dari Allah SWT.

    Terakhir, membaca doa hamdan syakirin juga dapat mengubah perspektif kita terhadap hidup. Pasalnya, doa hamdan syakirin bisa membantu kita untuk fokus pada hal-hal positif dan mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan.

    Doa Lainnya untuk Mengungkapkan Rasa Syukur

    Selain doa hamdan syakirin, ada sejumlah doa lainnya yang bisa dipanjatkan untuk menyampaikan rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Mengutip dari detikhikmah, buku Doa Mengundang Rezeki karya Islah Susmian dan buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor, berikut 5 contoh doanya:

    1. Doa Syukur Nikmat Nabi Sulaiman AS

    رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ

    Latin: Robbi auzi’nii an asykura ni’matakal-lati an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shalihan tardhahu wa adkhilni birahmatika fii ‘ibaadikassh shaalihin.”

    Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau Anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.” (QS An-Naml: 19).

    2. Doa Syukur Mendapatkan Nikmat

    اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ
    لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشَّكْرُ

    Latin: Allahumma ma ashbaha bi min ni’matin faminka wah-daka la syarika laka, falakal hamdu walaksy-syukru.

    Artinya: “Ya Allah, nikmat yang kuterima ketika pagi tiba adalah dari-Mu. Maha Esa Engkau, tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan syukur.” (HR Abu Daud).

    3. Doa Syukur Nikmat Pagi dan Petang Nabi Daud AS

    الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ فَضَّلَنَا عَلٰى كَثِيْرٍ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ

    Latin: Alhamdul lillaahil ladzii fadhdholanaa ‘alaa katsirin min ‘ibaadihil mu’minin.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman.” (QS An-Naml: 15).

    4. Doa Ungkapan Syukur Rasulullah SAW

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي لَكَ شَاكِرًا لَكَ دَاكِرًا لَكَ رَاهِبًا لَكَ مِطْوَاعًا إِلَيْكَ مُحْيِنًا أَوْ مُنِيبًا

    Latin: Allahummaj’alni laka syaakiran, laka dzaakiran, laka raahiban, laka mithwaa’an, ilaika mukhbitan au muniiban.

    Artinya: “Ya Allah jadikanlah aku orang yang bersyukur kepada-Mu, orang yang mengingat-Mu, patuh kepada-Mu, tunduk kepada-Mu, dan kembali kepada-Mu.” (HR Abu Daud).

    5. Doa Mensyukuri Nikmat dari Allah SWT

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتِ فِي الْأَمْرِ والعَزِيمَة عَلى الرَّهْدِ وَأَسْأَلُكَ مُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ
    قلبًا سَلِيمًا وَلِسَانًا صَادِقًا

    Latin: Allahumma inni as’aluka tsabaata fil amri wal ‘aziimati ‘alar rusydi wa as-aluka syukra ni’matika wa husna ‘ibaadatika wa as’aluka qolban saliiman wa lisaanan shaadiqan.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kemantapan dalam setiap urusan, dan aku memohon kepada-Mu biat yang kuat untuk mendapatkan petunjukmu, dan aku memohon kepada-Mu untuk mampu mensyukuri nikmat-Mi dan kebaikan melakukan ibadah, dan aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang mampu berkata jujur.” (HR Nasa’i).

    Itu tadi arti dan keutamaan doa hamdan syakirin beserta contoh doa ungkapan syukur lainnya. Setelah menyimak doa di atas, jangan lupa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari ya.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa agar Dimudahkan Saat Ujian, Yuk Amalkan agar Nilainya Bagus



    Jakarta

    Ujian menjadi momen yang mengkhawatirkan bagi para pelajar, karena rasa khawatir itu membuat mereka lupa untuk mempersipakannya. Berikut ini doa dimudahkan ujian supaya hati merasa tenang, dan bisa belajar dengan fokus.

    Ketika pikiran dan hati sulit untuk rileks dan mengacaukan fokus, kita bisa meminta tolong kepada Allah SWT, supaya dimudahkan memahami pelajaran, dan mengingat materi untuk ujian besok.

    Berikut ini doa dimudahkan ujian yang mengutip dari buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya karya Ustadz H.Amrin Ali Al-Kasyaf, dan buku Doa Dzikir Muslimah karya Abu Ayyub El-Faruqi:


    Doa agar Dimudahkan saat Ujian

    1. Doa Dimudahkan Ujian Versi 1

    اللَّهُمَّ الْطُفْ بِنَا فِي تَيْسِيْرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرُ الْعَسِيرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْتَلُكَ الْيَسِيرُ وَالْمُعَافَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.

    Arab-latin: Allaahummalthuf binaa fii taisiiri kulli ‘asiirin fa inna taisiiral ‘asiiri ‘alaika yasiirun wa nas-alukal yasiira walmu’aafaata fiddunya wal aakhirati.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami taufiq dalam mempermudah segala sesuatu yang sukar, karena sesungguhnya mempermudah yang sukar amatlah mudah bagi Engkau, dan kami memohan kepada Engkau sesuatu yang mudah dan ampunan di dunia dan akhirat.”

    2. Doa Dimudahkan Ujian Versi 2

    اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا, وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحُزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلً

    Arab-latin: Allahumma lâ sahla illâ mâ ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzā syi’ta sahlan.

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadi- kan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.” (Shahih Ibnu Hibban no. 2427)

    3. Doa ketika Menghadapi Soal Atau Tes yang Sulit

    اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحُزْنَ إِذَا شِئْتَ سهلاً.

    Arab-latin: Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahuu sahlan wa anta taj’alul huzna idzaa syi’ta sahlan.

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan selain telah Engkau jadikan mudah, dan Engkau, jika Engkau kehendaki, dapat menjadikan kesedihan itu menjadi kemudahan.”

    4. Doa agar Diberi Pikiran Terang

    بِسْمِ اللهِ النُّورِ بِسْمِ اللهِ نُورِ النُّورِ بِسْمِ اللَّهِ نُوْرٌ عَلَى نُورٍ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي هُوَ مُدَبِّرُ الْأُمُورِ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي خَلَقَ النُّورَ مِنَ النُّورِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ النُّورَ مِنَ النُّورِ وَأَنزَلَ النُّورَ عَلَى الطُّورِ فِي كِتَابٍ مَسْطُورٍ فِي رِقٌ مَنْشُورٍ بِقَدَرٍ مَقْدُوْرٍ عَلَى نَبِيِّ مَحْبُوْرٍ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هُوَ بِالْعِرِّ مَذْكُورِ وَبِالْفَخْرِ مَشْهُورٍ وَعَلَى السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ مَشْكُورٍ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ الطَّاهِرِينَ.

    Arab-latin: Bismillaahin nuur, bismillaahi nuurin nuur, bismillaahi nuurun ‘alaa nuur, bismillaahil ladzii huwa mudabbirul umuur, bismillaahil ladzii khalaqan nuura minan nuur. alhamdu lillaahil ladzii khalaqan nuura minan nuur, wa anzalan nuura ‘alath thuur, fii kitaabin masthuur, fii riqqin mansyuur, biqadarin maqduur, ‘alaa nabiyyin mahbuur. alhamdu lillaahil ladzii huwa bil ‘izzi madzkuur, wa bil fakhri masyhuur, wa ‘alas sarraa-1 wadh dharraa-i masykuur, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa aalihith thaahiriin.

    Artinya: “Dengan nama Allah, Sang Cahaya; dengan nama Allah, Cahaya dari segala cahaya; dengan nama Allah, Cahaya di atas cahaya; dengan nama Allah Yang Mengatur segala urusan; dengan nama Allah Yang Menciptakan cahaya dari cahaya. Segala puji bagi Allah Yang Menciptakan cahaya dari cahaya, yang menurunkan cahaya ke bukit dalam kitab yang ditulis, dengan ukuran yang tertentu, kepada nabi yang terpilih. Segala puji bagi Allah yang dikenal kebesaran- Nya, yang masyhur keagungan-Nya, yang disyukuri dalam suka dan duka. Semoga Allah menyampaikan shalawat kepada junjungan kita Muhammad dan keluarganya yang suci.” (Kitab Mafatihul Jinan).

    4. Doa Meminta Diberi Kemudahan Saat Ujian

    Surah Al-Kahfi ayat 10:

    اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا

    Arab-latin: Idz awalfityatu ilalkahfi faqooluu rabbanaa aatinaa minladunka rahmatan wahayyi lanaa min amrina rasyadaa.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.”

    5. Doa Memohon Pertolongan Dimudahkan Mengerjakan Ujian

    Surah Thaha ayat 25-28:

    قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِيوَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَا نِييَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab-latin: Rabbisyah li sadri wa yassir li amri wahlul ‘uqdatam mil lisani yafqahu qauli

    Artinya: “Ya Rabb-ku, lapangkanlah dadaku dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.”

    Demikianlah daftar doa dimudahkan ujian. Harus diingat usaha perlu dua hal, doa dan tindakan, supaya Allah SWT menurunkan pertolongannya.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Rabbana Atina Fiddunya Hasanah Adalah Doa Sapu Jagat, Ini Artinya


    Jakarta

    Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar merupakan salah satu doa yang umum dipanjatkan oleh umat muslim. Doa ini dikenal dengan nama “doa sapu jagat” karena doanya yang singkat tapi mencakup segala kebaikan di dunia dan akhirat.

    Doa ini dipanjatkan agar selalu diberikan perlindungan, kebahagiaan, hingga keberkahan oleh Allah SWT. Ingin tahu bacaan doa sapu jagat dalam bahasa Arab beserta artinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Doa Sapu Jagat Sering Dipanjatkan oleh Rasulullah SAW

    Doa sapu jagat termasuk doa yang sering dipanjatkan dan disenangi oleh Rasulullah SAW. Mengutip buku 165 Kebiasaan Nabi SAW oleh Zulfidar Akaha, alasannya karena Nabi Muhammad SAW tidak ingin menyulitkan umatnya dan beliau juga menyukai doa yang ringkas tetapi padat.


    عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Artinya: “Doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi Muhammad SAW, adalah ‘Allaahumma aatinaa fid dun-yaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar’.” (HR Muttafaq Alaih).

    Umumnya, doa sapu jagat dibaca setelah melaksanakan sholat fardhu. Doa ini biasa dibaca sebagai penutup setelah seseorang berdoa dan memohon segala ampunan kepada Allah SWT.

    Bacaan Doa Sapu Jagat Lengkap dengan Artinya

    Bacaan doa sapu jagat sangat sederhana, yaitu “rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar”. Kalau kamu sering mendengar seseorang membaca doa tersebut, itu artinya ia sedang membaca doa sapu jagat.

    Penasaran, apa arti dari doa sapu jagat? Mengutip situs NU Online, berikut artinya:

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Latin: Rabbanā, ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.”

    Keutamaan Membaca Doa Sapu Jagat

    Ada sejumlah keutamaan dari membaca doa sapu jagat. Dijelaskan dalam buku Rahasia Dahsyat Energi Sapu Jagat oleh M. Ghofur Khalil, doa sapu jagat disebut sebagai sebaik-baiknya doa bagi kaum muslimin.

    Menurut Ibnu Katsir, doa sapu jagat merupakan bentuk permohonan agar mendapat segala kebaikan serta terhindar dari keburukan di dunia dan akhirat.

    Segala kebaikan di dunia dapat berupa kesehatan, kehidupan yang tentram, rezeki yang lancar, memperoleh ilmu yang bermanfaat, dan lain sebagainya.

    Sementara kebaikan di akhirat dapat berupa dimasukkan ke dalam surganya Allah SWT, dibebaskan dari siksa kubur, diberikan kemudahan dalam hisab, dan lain sebagainya.

    Dalam buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa oleh Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa, berikut sejumlah keutamaan membaca doa sapu jagat:

    • Dijauhkan dari segala keburukan baik di dunia maupun akhirat
    • Selamat dari bencana besar di Padang Mahsyar, diringankan hisabnya, serta dipermudah menyeberang shirath al-mustaqim
    • Mendapat ketentraman, keselamatan dan harta yang cukup
    • Mendapat kemudahan di dunia dalam menjalankan segala perintah Allah SWT
    • Mendapat surga dan ampunan dari Allah SWT

    Itu dia arti dari bacaan rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar yang merupakan doa sapu jagat. Selalu diamalkan, ya!

    (ilf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Masuk dan Keluar Kota Makkah: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Menjejakkan kaki di Tanah Suci Makkah adalah impian bagi setiap umat Islam. Di sana, mereka berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji atau umrah.

    Sebelum memasuki Makkah, ada doa khusus yang bisa dibaca sebagai bentuk penghormatan dan permohonan kepada Allah SWT. Doa ini berisi harapan agar perjalanan ibadah berjalan lancar, penuh berkah, dan diterima oleh Allah SWT.

    Begitu pula saat hendak meninggalkan Makkah, doa dipanjatkan untuk mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan dalam menunaikan ibadah di Tanah Suci. Doa ini juga berisi permohonan agar amal ibadah diterima dan mendapat pahala yang berlipat ganda.


    Doa Memasuki Makkah

    Terdapat doa khusus yang bisa kita baca saat memasuki kota suci umat Islam ini. Dikutip dari buku Special Guide Book Traveling di Tanah Suci oleh H. Brilly El-Rasheed, berikut ini adalah doa memasuki Makkah:

    اللَّهُمَّ هَذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ، فَحَرِمْ لَحْمِي وَدَمِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَ آمِنِيْ مِنْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ أَوْلِيَا بِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ، يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

    Arab Latin: Allahumma hadza haramuka wa amnuka, faharrim lahmi wadami wabasyari’alanna-ri wa amini min’adzabika yauma tab’atsu ibadaka, waj’ali min auliya bika wa ahli tha’atika ya rabbal ‘alamin.

    Artinya: “Ya Allah, ini adalah tanah suci-Mu dan negeri yang aman-Mu. Lindungilah daging, darah, dan kulitku dari api neraka, serta jauhkanlah aku dari azab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu. Masukkanlah aku ke dalam golongan kekasih-Mu dan orang-orang yang rajin serta taat kepada-Mu, wahai Rabb seluruh alam.”

    Doa Meninggalkan Makkah

    Selain ketika memasuki kota suci Makkah, ada juga doa yang bisa muslim amalkan ketika akan meninggalkan kota ini. Berikut ini adalah doa meninggalkan Makkah:

    بسم الله اللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَ اللهِ ، والحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلا قوَّةَ إِلا بِاللهِ العَلِي العَظِيمِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . اللَّهُمَّ إِيْمَانَا بِكَ وَتَصْدِيقاً بِكِتَابِكَ، وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتَّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . {إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ} يَا مُعِيْدُ أَعِدْنِي، يَا سَمِيْعُ أَسْمِعْنِي، يَا جَبَّارُ اجْبُرْنِي يَا سَتَارُ اسْتَرْنِي، يَا رَحْمَنُ ارْحَمْنِي، يَا رَدَّادُ ارْدُدْنِي إِلَى بَيْتِكَ هَذَا، وَارْزُقْنِيَ العَوْدَةَ ثُمَّ الْعَوْدَ كَرَّاتٍ بَعْدَ مَرَّاتٍ، تَائِبُونَ عَابِدُونَ سَائِحُوْنَ لِرَبَّنَا حَامِدُونَ صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ . اللَّهُمَّ احْفَظْني عَنْ عَيْنِي وَعَنْ يَسَارِيْ، وَمِنْ قُدَّامِيْ وَمِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي، وَمِنْ فَوْقِي وَمِنْ تَحْتِي حَتَّى تَوَصَلَنِي إِلَى أَهْلِي وَبَلَدِي . اللَّهُمَّ هَوَنْ عَلَيْنَا السَّفَرَ وَأَطْوِ لَنَا بَعْدَ الْأَرْضِ اللَّهُمَّ اصْحَبْنَا فِي سَفَرِنَا وَاخْلُفْنَا فِي أَهْلِنَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

    Arab Latin: Bismillaahi allaahuakbar, subhaanallaah wal-hamdulillaah, walaa ilaaha illallaahu wallaahuakbar walaa haula walaa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-‘azhiim. Wasshalaatu was-salaamu ‘alaa Rasuulillaahi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Allaahumma iimaanaa bika watashdiiqan bikitaabika wawafaa’an bi ‘ahdika wattabaa’an lisunnati nabiyyika muhammadin shallallaahu ‘alaihi wasallam. Innalladzii faradha ‘alaikal qur’aana laraadduka ilaa ma’aad. Yaa Mu’iidu a’idnii, yaa samii’u asmi’nii yaa jabbarujburnii, yaa sataarustarnii, yaa rahmaanurhamnii, yaa raddaadurdudnii ilaa baitika haadzaa, warzuqniyal-‘audata tsummal-‘auda karraatin ba’da marraatin taa’ibuuna ‘aabiduuna saa’ihuuna lirabbanaa haamiduuna shodaqallaahu wa’dahu, wanashora ‘abdahu wahazamal-ahzaaba wahdahu. Allaahuumahfazhnii ‘an ‘aiinii wa ‘an yasaarii wa min quddaamii wa min waraa’i zhahrii wa min fauqii wa min tahtii hatta tawasholanii ilaa ahlii wa baladii. Allaahumma hawan ‘alainas-safara wa athwi lanaa ba’dal-ardhi. Allaahumma ashbahnaa fii safarinaa wakhlufnaa fii ahlinaa yaa arhamar-raahimiin, wa yaa rabbal-‘aalamiin.

    Artinya: “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, Maha Suci Allah dan segala puji hanya untuk Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Shalawat dan salam bagi junjungan kita, Rasulullah. Ya Allah, aku datang kemari karena iman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, memenuhi janji-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad. Sesungguhnya Tuhan yang menurunkan al-Qur’an kepadamu akan memulangkanmu ke tempat kembali. Wahai Tuhan Yang Kuasa Mengembalikan, kembalikanlah aku ke tempatku. Wahai Tuhan Yang Maha Mendengar, dengarlah permohonanku. Wahai Tuhan Yang Maha Memperbaiki, perbaikilah aku. Wahai Tuhan Yang Maha Pelindung, tutupilah aibku. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih, sayangilah aku. Wahai Tuhan Yang Maha Kuasa Mengembalikan, kembalikanlah aku ke Ka’bah ini dan berilah aku rizki untuk mengulanginya berkali-kali, dalam keadaan bertaubat dan beribadah, menuju kepada-Mu sambil memuji. Allah Maha menepati janji-Nya, membantu hamba-hamba-Nya, dan menghancurkan musuh-musuh-Nya. Ya Allah, lindungilah aku dari kanan, kiri, depan, belakang, atas, dan bawah sampai Engkau mengembalikanku kepada keluarga dan tanah airku. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami, lipatkan bumi untuk kami. Ya Allah, sertailah kami dalam perjalanan, dan jagalah keluarga yang kami tinggalkan. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih, wahai Tuhan Yang Memelihara seluruh alam.”

    Keistimewaan Kota Makkah

    Kota Makkah memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Dirangkum dari buku berjudul Makkah: Kota Suci yang Dirindukan Umat Oleh Rizem Aizid, berikut ini adalah keistimewaan Makkah:

    • Kota yang tidak akan dimasuki Dajjal
    • Amal baik dan buruk akan dilipatgandakan di Makkah
    • Tempat pertama dibangunnya rumah Allah, yaitu Masjidil Haram
    • Salat di Masjidil Haram lebih utama 100 ribu kali dibandingkan di masjid lainnya
    • Tempat yang paling utama untuk dikunjungi karena Makkah adalah kota suci umat Islam
    • Menjadi satu-satunya kota yang dijadikan sumpah oleh Allah, dalam surah At-Tin ayat 1-3: Artinya: “Demi (buah) tin dan (buah) zaitun, demi gunung Sinai, dan demi negeri (Makkah) yang aman ini”
    • Kota yang menjadi saksi awal peristiwa Isra’ Mi’raj
    • Tempat terbaik di bumi dalam hal spiritualitas, bahkan bangsa jin (iblis) pun tidak bisa memasuki Makkah
    • Kota yang didoakan oleh Nabi Ibrahim yang tertulis dalam Surat Ibrahim ayat 35-37 https://www.detik.com/hikmah/quran-online/at-tin
    • Kota yang dilarang untuk berperang
    • Kota yang dilindungi oleh Allah SWT dari kerusakan dan kepunahan populasinya. “Sesungguhnya tanah ini telah diharamkan oleh Allah SWT, sehingga tidak boleh ditebang tumbuhannya, tidak boleh diburu hewan buruannya, dan tidak boleh diambil (dipungut) satu pun barang yang hilang di sana, kecuali oleh orang yang mencari pemiliknya.” (HR al-Bukhari)

    detikers juga bisa membaca doa-doa di Tanah Suci lainnya melalui Kumpulan Doa dan Zikir Ibadah Haji dari detikHikmah.

    (hnh/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Lafaz yang Diucapkan Ketika Ada Seseorang yang Meninggal Dunia


    Jakarta

    Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya bila mendengar atau melihat orang meninggal maka sampaikanlah yang baik-baik. Di bawah ini panduan membacakan lafaz yang diucapkan ketika ada seseorang yang meninggal dunia.

    Dilansir dalam buku Nasihat Untuk Yang Akan Mati karya Ali Hasan Abdul Hamid ucapan-ucapan kebaikan kepada mayit bisa disampaikan juga untuk kerabat atau keluarganya. Biasanya disebut sebagai tazkiyah.

    Tazkiyah artinya ungkapan turut berduka cita yang ditunjukan untuk para keluarganya, supaya mereka berlaku sabar dan mendoakan mayit. Maka dari itu tazkiyah haruslah ungkapan yang bisa menyenangkan keluarga si mayit, sehingga mereka menjadi lebih ridha akan ketetapan Allah SWT.


    Berikut ini adalah lafaz yang dapat diucapkan ketika melihat atau mendengar kabar tentang seseorang yang meninggal dunia.

    Doa Ketika Ada yang Meninggal

    Mengutip buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi karya Imam an-Nawawi disebutkan sebuah hadits.

    Kami telah meriwayatkan dalam kitab Shahih Muslim, dari Ummu Salamah ra., dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika kalian mendatangi orang yang sakit, atau takziah pada kematian, maka doakan- lah untuk mereka dengan doa yang baik, karena para malaikat meng- aminkan apa yang kalian ucapkan.” Dia berkata: “Ketika kematian Abu Salamah, aku mendatangi Rasulullah saw. dan berkata kepadanya: ‘Wahai Rasulullah, sungguh Abu Salamah telah meninggal,’ kemudian beliau bersabda: ‘Bacalah:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً

    Arab-latin: Allaahummaghfir lii wa lahuu wa ‘aqibnii minhu ‘uqba hasanata.

    Artinya: “Ya Allah ampunilah aku, dan dia dan anugerahkanlah akhir yang baik kepadaku dan kepadanya.”

    Maka Allah menggantikan orang yang lebih baik darinya, yakni Muhammad SAW.”

    Demikian, redaksi hadis yang terdapat dalam kitab Shahih Muslim, sedangkan dalam riwayat at-Tirmidzi.

    Doa Tazkiyah untuk Keluarga Mayit

    Kami riwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Ummu Salmah ra., dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Tidaklah seorang hamba muslim yang tertimpa musibah, kemudian membaca:

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أَجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْهَا

    Arab-latin: Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun, Allaahumma’jurnii fii mushi- ibatii wakhlif lii khairan minhaa.

    Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah, dan sungguh kepada-Nya dikem- balikan, ya Allah berilah pahala kepadaku atas musibah yang menim- paku, dan gantikanlah untukku dengan yang lebih baik darinya.”

    Selain itu, mengutip buku 100 Doa Harian Untuk Anak karya Kak Nurul Ihsan terdapat lafaz doa saat mendengar kematian kerabat.

    اِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا الْمُنْقَلِبُونَ . اللَّهُمَّ اكْتُبُهُ عِنْدَكَ فِي الْمُحْسِنِينَ ، وَاجْعَلْ كِتَابَهُ فِي علِيِّينَ ، وَا خَلْفٌ فِي أَهْلِهِ فِي الْغَابِرِينَ .

    Arab-latin: Innaa lillaahi wa innaa ilayhi rooji’uuna wa inna ilaa robbinaa lamunqolibuun. Alloohummaktubhu ‘indaka fil muhsiniina waj’al kitaabahuu fii ‘illiyyiina wakhluf fii ahlihii fil ghoobiriin.

    Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya dan kami pasti akan kembali kepada Tuhan kami, Ya Allah! Tulislah dia (yang meninggal dunia) termasuk golongannya orang-orang yang berbuat kebaikan di sisi Engkau dan jadikanlah tulisannya itu dalam tingkatan yang tinggi serta gantilah ahlinya dengan golongan orang-orang yang pergi.”

    Ada juga doa ketika melihat jenazah saat berpapasan dengan rombongan pengangkut jenazah di jalan. Maka langsung ucapkan doa ini.

    سُبْحَانَ الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِهَذَ الْمَيْتِ وَارْحَمْهُ وَإِنسَ فِي القَبْرِ وَحْدَتَهُ وَغَرَبَتَهُ وَنَوْرْ قَبْرَهُ .

    Arab-latin: Subhaanal hayyil ladzii laa yamuutu. Alloohummaghfir lihaadzal mayyiti warhamhu wa anis fil qobri wahdatahu wa ghurbatahu wa nawwir qobroh.

    Artinya: “Mahasuci Allah Zat Yang Hidup yang tidak akan mati. Ya Allah, ampunilah mayat ini dan sayangilah ia, dan temanilah ia di dalam kesendirian dan keasingannya di dalam kubur, dan terangilah kuburannya.”

    Demikianlah lafaz yang diucapkan ketika ada seseorang yang meninggal dunia, mendoakan mayit dan keluarga yang ditinggalkan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Tata Cara Kirim Doa untuk Ibu yang Sudah Meninggal


    Jakarta

    Setiap orang harus selalu berbakti kepada orang tua meski telah meninggal dunia. Salah satu caranya adalah dengan mendoakan mereka. Hal ini termasuk amal jariyah orang tua karena memiliki anak yang sholeh.

    Di bawah ini adalah tata cara kirim doa untuk ibu yang sudah meninggal dalam berbagai versi. Doa ini juga bisa digunakan jika kedua orang tua Anda sudah meninggal. Selain itu, ketahui juga dalil mendoakan orang yang sudah wafat.

    Tata Cara Kirim Doa untuk Ibu yang Sudah Meninggal

    Dikutip dari NU Online, ada beberapa doa untuk ibu yang sudah meninggal yang bisa diamalkan. Doa ini juga bisa dibacakan untuk ayah yang sudah meninggal dunia.


    1. Doa untuk Orang Tua Paling Umum

    Yang pertama adalah membaca doa untuk orang tua yang sudah biasa diajarkan sejak kecil. Doa ini bisa dibaca untuk orang tua yang masih hidup maupun sudah meninggal.

    رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

    Bacaan latin: Rabbigh firlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiiraa

    Artinya: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil.”

    2. Doa untuk Orang Tua dan Guru

    Yang kedua adalah doa untuk orang tua, kakek, nenek, dan guru yang masih hidup maupun sudah meninggal.

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

    Bacaan latin: Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā’i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā’inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddārinā, wa asātidzatinā, wa mu’allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi ‘alaynā.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.”

    3. Doa Ampunan untuk Orang yang Telah Meninggal

    Selanjutnya, bacalah doa untuk memohon ampun bagi orang yang telah meninggal. Doa ini bisa dibaca untuk siapa pun, tidak hanya untuk orang tua.

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ.

    Bacaan latin: Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘āfihim, wa’fu ‘anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā’ata ‘alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat.”

    4. Doa Penutup

    Setelah membaca doa-doa di atas, Anda dapat menutup doa dengan membaca doa sapu jagat, sholawat nabi dan membaca Al-Fatihah.

    رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةْ …

    Bacaan latin: Rabbanā ātina fid duniā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār. Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mā yashifūna, wa salāmun ‘alal mursalīna, wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin, wa ‘alā ālihī, wa shahbihī, wa sallama, wal hamdulillāhi rabbil ‘alamīn. Al-Fatihah.

    Artinya: “Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungi kami dari siksa api neraka. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. (Lanjut membaca surat Al-Fatihah).”

    Doa Khususon Ila Ruhi untuk Ibu dan Ayah yang Wafat

    Selain doa-doa di atas, ada juga doa khususon ila ruhi sebagai doa untuk ibu yang sudah meninggal atau ayah yang sudah meninggal.

    Doa ini sebenarnya sama dengan doa ampunan untuk orang-orang yang telah meninggal, namun bagian depannya ditambah menyebut nama orang yang meninggal.

    1. Doa untuk Ibu yang Sudah Meninggal

    Bacaan latin: Khushuushon ilaa ruuhi ummi (sebut nama almarhumah) binti (sebut nama ayah). Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa lahal fatihah.

    Artinya: “Terkhusus untuk ruh ibuku (sebut nama almarhumah) putri dari (sebut nama ayah). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya. (Lanjut baca Al-Fatihah).”

    2. Doa untuk Ayah yang Sudah Meninggal

    Bacaan latin: Khushuushon ilaa ruuhi abii (sebut nama almarhum) bin (sebut nama ayah almarhum). Allahumaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, lahul faatihah.

    Artinya: “Terkhusus untuk ruh ayahku (sebut nama almarhum) putra dari (sebut nama ayah almarhum). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, untuknya. (Lanjut baca Al-Fatihah).”

    Dalil Mendoakan Orang Tua yang Meninggal

    Berikut ini sejumlah dalil mengapa anak harus tetap mendoakan orang tua yang telah meninggal dunia.

    1. Wujud Berbakti kepada Orang Tua

    Rasulullah memerintahkan untuk mendoakan kedua orang tua yang meninggal. Abu Usaid pernah meriwayatkan sebuah hadits yang artinya:

    “Suatu ketika saya sedang duduk-duduk bersama Rasulullah saw. Tiba-tiba ada seorang laki-laki dari sahabat Anshar berkunjung. Ia bertanya kepada Rasul, ‘Ya Rasul, apakah saya bisa berbaik budi kepada kedua orang tua saya yang sudah meninggal?’ Rasul lalu menjawab, ‘Iya, ada empat hal, yaitu (1) mendoakan mereka, (2) memohonkan ampunan untuk keduanya, (3) menunaikan janji mereka dan memuliakan teman mereka, dan (4) menjalin silaturahmi dengan orang-orang yang tidak akan menjadi saudaramu kecuali melalui perantara ayah-ibumu. Itulah budi baik yang harus kamu lakukan setelah mereka meninggal’.” (Musnad Ahmad: 16059)

    2. Kiriman Doa Melebihi Dunia Seisinya

    Ada juga riwayat Nabi yang mengatakan doa untuk almarhum lebih berharga dibandingkan dunia dan seisinya.

    “Diriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda, ‘Tidak ada mayit yang berada dalam kuburnya kecuali ia seperti orang tenggelam yang meminta pertolongan-kal ghariqil mughawwats dengan diharakati fathah pada huruf wawunya yang bertasdid, yaitu orang yang meminta pertolongan-ia menunggu setetes doa yang yang dikirimkan anaknya, saudara, atau temannya. Karenanya ketika ia mendapatkan doa, maka hal itu lebih ia sukai dibanding dunia dengan seluruh isinya,’” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, halaman 281).

    3. Tercantum dalam Al-Qur’an

    Perintah mendoakan orang yang sudah meninggal diperkuat dengan firman Allah dalam surat Al Hasyr ayat 10:

    وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ࣖ – ١٠

    Artinya: “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.”

    Demikian tadi kita ketahui tata cara kirim doa untuk ibu yang sudah meninggal, yang juga bisa dibacakan untuk ayah yang sudah meninggal dunia, lengkap dengan dalilnya.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com