Tag: doa

  • Doa Nabi Yunus Beserta Arab, Latin, Arti dan Kandungannya


    Jakarta

    Nabi Yunus AS adalah salah satu nabi yang kisah hidupnya memberikan banyak pelajaran bagi umat manusia. Ia dikenal karena mukjizat yang luar biasa, yaitu selamat usai ditelan ikan paus selama berhari-hari.

    Dalam peristiwa tersebut, Nabi Yunus AS mengucapkan doa yang penuh pengakuan akan kebesaran Allah SWT dan permohonan ampunan atas kesalahan yang telah diperbuat. Doa ini tidak hanya menjadi cerminan keikhlasan dan kerendahan hati Nabi Yunus AS tetapi juga menjadi amalan penting bagi orang yang menghadapi kesulitan, ujian hidup, atau memohon rahmat Allah SWT.

    Dalam buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor yang mengutip dari kitab Fathul Mu’in oleh Imam Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malebari, disebutkan bahwa Doa Nabi Yunus AS dapat dijadikan amalan untuk memohon petunjuk ketika menghadapi berbagai kesulitan. Selain itu, doa ini juga dapat dibaca sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT saat seseorang memiliki kebutuhan atau hajat tertentu.


    Bacaan Doa Nabi Yunus: Arab, Latin dan Artinya

    Doa Nabi Yunus tercantum dalam Al-Qur’an surah Al-Anbiya ayat 87. Berikut adalah bacaan Doa Nabi Yunus AS dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.

    لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ

    Arab latin: lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn(a).

    Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

    Kandungan dari Doa Nabi Yunus

    Doa Nabi Yunus AS mengandung keimanan, pengakuan atas kelemahan diri, dan keyakinan penuh kepada Allah SWT sebagai satu-satunya tempat memohon pertolongan. Mengutip dari buku Doa Andalan Para Nabi tulisan Musthafa Murad, berikut adalah poin-poin penting yang terkandung dalam doa Nabi Yunus AS:

    1. Hanya Allah SWT yang Dapat Memberikan Pertolongan

    Doa ini menegaskan bahwa tidak ada satu pun makhluk yang mampu memberikan pertolongan, kecuali Allah SWT.

    2. Allah SWT sebagai Pelindung Utama

    Doa ini mengandung makna bahwa hanya Allah SWT yang bisa melindungi hamba-Nya dari bahaya, kesulitan, dan segala bentuk ancaman.

    3. Sumber Keselamatan Hanya dari Allah SWT

    Dalam kondisi sesulit apa pun, keselamatan hanya bisa datang dari Allah SWT.

    4. Allah SWT sebagai Pemberi Jalan Keluar

    Doa Nabi Yunus AS menegaskan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya yang mampu memberikan jalan keluar dari berbagai permasalahan hidup.

    5. Allah SWT Mengabulkan Setiap Doa

    Doa ini mengajarkan bahwa Allah SWT mendengar setiap munajat hamba-Nya dan pasti akan memberikan jawaban yang terbaik.

    6. Allah SWT Penghilang Kerisauan dan Kesedihan

    Doa Nabi Yunus AS menunjukkan bahwa hanya Allah SWT yang mampu menghilangkan segala bentuk kerisauan dan kesedihan yang dialami manusia.

    7. Mengesakan Allah SWT

    Melalui doa ini, Nabi Yunus AS memuliakan Allah SWT dengan menyebutkan keagungan dan kesucian-Nya. Tidak ada keburukan yang kembali kepada Allah SWT.

    8. Hanya Allah SWT yang Layak Diseru

    Doa Nabi Yunus mengajarkan bahwa memohon kepada Allah SWT adalah bentuk ibadah tertinggi dan hanya kepada-Nya semua doa pantas disampaikan.

    Kisah Singkat Asal-usul Doa Nabi Yunus

    Doa Nabi Yunus adalah salah satu doa yang memiliki kisah luar biasa di baliknya. Kisah ini bermula ketika Allah SWT mengutus Nabi Yunus AS untuk berdakwah kepada penduduk Niniwe, sebuah wilayah yang terletak di Moshul, Irak.

    Nabi Yunus AS mengajak mereka untuk meninggalkan penyembahan berhala dan hanya menyembah Allah SWT semata. Namun, ajakan Nabi Yunus AS tidak diindahkan. Penduduk Niniwe menolak seruannya dan bahkan mendustakan ajaran yang dibawanya.

    Merasa marah dan kecewa, Nabi Yunus AS meninggalkan kaumnya dan memohon kepada Allah SWT. Dalam perjalanan, ia menaiki sebuah perahu untuk melintasi lautan. Tidak lama kemudian, perahu tersebut menghadapi badai besar dan hampir tenggelam.

    Para penumpang perahu sepakat untuk melakukan undian demi mengurangi beban kapal dan siapa yang terkena undian harus menceburkan diri ke laut. Undian tersebut jatuh kepada Nabi Yunus AS. Dengan segala keikhlasan, Nabi Yunus AS melompat ke laut dan tak lama kemudian ia ditelan oleh seekor ikan paus besar atas izin Allah SWT.

    Di dalam kegelapan perut ikan paus, Nabi Yunus AS menyadari kesalahannya karena meninggalkan kaumnya. Dalam situasi tersebut, ia memanjatkan doa yang kini dikenal sebagai Doa Nabi Yunus AS.

    Allah SWT menerima doa Nabi Yunus AS. Ikan paus tersebut kemudian memuntahkan Nabi Yunus AS di tepi pantai dalam keadaan selamat. Untuk melengkapi rahmat-Nya, Allah SWT menumbuhkan sebatang pohon labu di tempat itu sebagai perlindungan dan sumber makanan bagi Nabi Yunus AS. Setelah pulih, Nabi Yunus AS kembali diutus kepada kaumnya yang akhirnya menerima dakwahnya dengan sepenuh hati.

    Wallahu a’lam.

    Keutamaan Membaca Doa Nabi Yunus

    Membaca doa Nabi Yunus AS secara rutin dipercaya membawa banyak keutamaan. Berikut adalah beberapa keutamaan yang dirangkum dari buku Ketika Allah Mengabulkan Doa Mereka karya Shalih bin Rasyid al-Huaimil:

    1. Doanya Dikabulkan

    Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, disebutkan bahwa siapa pun yang membaca Doa Nabi Yunus AS dengan tulus, maka Allah SWT akan mengabulkan permintaannya.

    2. Keluar dari Kesulitan

    Rasulullah SAW menjelaskan dalam sebuah hadits bahwa doa Nabi Yunus AS menjadi jalan keluar dari segala permasalahan dan membuka pintu kemudahan bagi siapa saja yang membacanya.

    3. Pahala Setara Mati Syahid

    Umat Islam yang membaca doa ini saat sedang sakit lalu meninggal dunia akan dijanjikan oleh Allah SWT pahala yang setara dengan orang-orang yang syahid di jalan-Nya.

    4. Pengampunan Dosa

    Bagi orang yang sakit dan membaca Doa Nabi Yunus AS. Apabila Allah SWT memberinya kesembuhan, maka dosa-dosanya diampuni sebagai wujud rahmat-Nya.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Nurbuat dan Cara Mengamalkannya


    Jakarta

    Doa nurbuat adalah salah satu amalan yang memiliki kedudukan istimewa. Doa ini sering diamalkan umat Islam sebagai sarana memohon perlindungan dan keberkahan kepada Allah SWT.

    Disebutkan dalam berbagai literatur Islam, doa nurbuwat juga digunakan untuk menangkal hal-hal ghaib. Doa nurbuat dipercaya dapat menjadi penangkal santet, sihir, guna-guna, dan gangguan makhluk tak kasat mata. Dengan membaca doa ini secara rutin, banyak umat Islam merasa lebih terlindungi dari ancaman yang bersifat gaib dan hal-hal negatif yang tidak diinginkan.

    Dijelaskan dalam buku Malaikat pun Mengamini: Kumpulan Doa Penggapai Rida Ilahi karya H. Hamdan Hamedan, doa nurbuat adalah doa dari cahaya kenabian yang dikenal juga dengan nama doa nubuwwah atau nurun nubuwwah.


    Nama ini mengacu pada nilai-nilai keteladanan para nabi dalam menyebarkan kebaikan dan keberkahan. Keistimewaan doa nurbuat semakin terlihat dari kisah asal-usulnya yang memiliki landasan kuat dalam literatur Islam.

    Seperti yang diungkapkan oleh Ria Khoirunnisa dalam bukunya Panduan Sholat untuk Wanita, doa nurbuat pertama kali diturunkan oleh Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW setelah sholat Subuh.

    Dikisahkan bahwa Jibril datang membawa doa ini langsung dari Allah SWT, menyampaikannya kepada Rasulullah SAW, “Aku diutus oleh Allah untuk membawa do’a Nurbuat yang diserahkan kepadamu (Rasulullah).”

    Hal ini menunjukkan bahwa doa nurbuat bukan sekadar doa biasa, melainkan memiliki kedudukan yang tinggi dan makna yang mendalam karena langsung diturunkan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril. Berikut bacaan doa nurbuat.

    Doa Nurbuat: Arab, Latin dan Artinya

    اللَّهُمَّ ذِي السُّلْطَانِ الْعَظِيمِ وَذِي الْمَنِ الْقَدِيمِ وَذِي الْوَجْهِ الْكَرِيمِ وَوَلِي الْكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ أَنْفُسِ الْحَقِّ عَيْنِ الْقُدْرَةِ وَالنَّاظِرِينَ وَعَيْنِ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ.

    وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُوْنَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ. وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَلَمِينَ.

    وَمُسْتَجَابُ لُقْمَانِ الْحَكِيمِ وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَوْدَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ الْوَدُودُ ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيدِ طَوَّلْ عُمْرِي وَصَحِحْ أَجْسَادِي وَاقْضِ حَاجَتِي وَاكْثِرْ أَمْوَالِي وَأَوْلَادِي وَحَبِبْ لِلنَّاسِ أَجْمَعِينَ.

    وَتَبَاعَدِ الْعَدَاوَةَ كُلَّهَا مِنْ بَنِي أَدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ.

    وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا.

    وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا.

    سُبْحْنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلْمٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ.

    Allaahumma dzis-sulthanil’azhiim. Wa dzil-mannil qadiim. Wa dzil-wajhil kariimi wa waliyyil kalimaatit taammaati wadda’awaatil mustajaabati ‘aaqilil hasani wal husaini min anfusil haqqi ‘ainil qudrati wannaaziriina wa ‘ainil insi wal jinni.

    Wa in yakaadulladziina kafaruu layuzliquunaka bi abshaa- rihim lammaa sami’udzdzikra wa yaquuluuna innahuu lamajnun. Wa maa huwa illaa dzikrul lil ‘aalamiin.

    Wa mustajaabu luqmaanil hakiimi wa wa waritsa sulaimaanu dawuda daawuuda ‘alaihimas-salaamul waduudu dzul ‘arsyil majiid. Thawwil ‘umrii wa shahhih ajsaadii waqdhi haajatii wa aktsir amwaalii wa aulaadii wa habbib linnaasi ajma’iin.

    Wa tabaa’adil ‘adaawata kullahaa min bani aadama ‘alaihi- ssalaamu man kaana hayyan wa yahiqqal qaulu ‘alal kaafi- riin.

    Wa qul jaa-al haqqu wa zahaqal baathilu innal baathila kaana zahuuqan.

    Wanunazzilu minal qur’aani maa huwa syifaa-un wa rah- matun lil mu’miniin. Wa laa yaziiduz zhaalimiina illaa kha- saaraa.

    Subhaana rabbika rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun. Wa sa- laamun ‘alal mursaliina wal hamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, pemilik kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata manusia dan jin.

    Dan sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu (Muhammad) dengan pandangan mereka, ketika mendengar Al-Qur’an (dibaca) lalu mereka berkata, ‘Sesungguhnya (Muhammad) itu benar-benar orang gila.’

    Dan Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi semua umat. Dan mengijabahi Lukmanul Hakim dan Sulaiman yang telah mewarisi Daud as.

    Allah adalah Zat yang Maha Pengasih lagi memiliki singgasana yang mulia, panjangkanlah umurku, sehatkanlah jasadku, kabulkanlah hajatku, perbanyaklah harta bendaku dan anakku, cintakan semua orang, jauhkanlah permusuhan anak cucu Adam as., dari orang-orang kafir.

    Dan katakanlah, Yang haq telah datang dan yang batil telah musnah. Sesungguhnya yang batil itu pasti musnah.”

    Dan kami turunkan Al-Qur’an sebagai sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman, dan Al-Qur’an tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya melainkan hanya kerugian.

    Mahasuci Allah, Tuhan yang Maha Mulia dari segala sifat yang diberikan orang-orang kafir. Dan semoga keselamatan tetap bagi para Rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.”

    Cara Mengamalkan Doa Nurbuat

    Berikut adalah beberapa cara yang dianjurkan untuk membaca doa nurbuat yang dikutip dari buku Rahasia Pelet karangan Masruri.

    1. Setelah Sholat Lima Waktu

    Membaca doa nurbuat setiap selesai sholat wajib dipercaya dapat membantu mewujudkan segala hajat dan keinginan dengan izin Allah SWT.

    2. Saat Menghadapi Musuh

    Jika memiliki musuh atau orang yang tidak suka, bacalah doa ini dengan niat agar hubungan menjadi lebih baik. Insyaallah, hati musuh akan luluh dan berbalik mengasihi.

    3. Saat Ingin Melembutkan Hati Seseorang

    Bacalah doa ini setiap hari jika berharap melembutkan hati seorang atasan atau orang yang memiliki kekuasaan. Insyaallah, doa ini dapat membantu melembutkan hati mereka.

    4. Ketika Ada Pertengkaran

    Jika terjadi pertengkaran yang sulit didamaikan, bacalah doa nurbuat dengan tulus. Insyaallah, konflik akan segera mereda dan suasana menjadi damai.

    Keistimewaan Membaca Doa Nurbuat

    Doa nurbuat dikenal memiliki banyak keistimewaan yang luar biasa bagi umat Islam yang mengamalkannya. Mengutip dari sumber sebelumnya, berikut adalah beberapa keistimewaan doa nurbuat yang dipercaya dapat membawa kebaikan bagi kehidupan dunia dan akhirat:

    1. Membaca doa nurbuat secara rutin dipercaya mampu membawa kesejahteraan, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
    2. Doa nurbuat juga dapat dituliskan dan disimpan di rumah untuk menangkal sihir atau mara bahaya.
    3. Untuk lokasi-lokasi yang dianggap angker atau sering terjadi gangguan jin, doa nurbuat dapat ditulis dan diletakkan di tempat tersebut. Doa ini dipercaya efektif mengusir jin dan menciptakan suasana yang lebih aman.
    4. Doa nurbuat juga memiliki keistimewaan khusus bagi ibu hamil. Air yang telah dibacakan doa ini diyakini dapat diminum untuk membantu memperlancar proses persalinan, memberikan ketenangan, dan mempermudah kelahiran.
    5. Jika seseorang terkena sengatan binatang berbisa, doa nurbuat dapat dibacakan pada bagian tubuh yang terkena bisa. Doa ini diyakini membantu menghilangkan rasa sakit dan memberikan perlindungan dari dampak buruk sengatan tersebut.

    Meski demikian, detikHikmah belum menemukan sumber lain terkait kebenaran keutamaan tersebut.

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Surat Maryam Ayat 1-16 dan Keistimewaannya untuk Ibu Hamil


    Jakarta

    Surat Maryam dikenal punya keistimewaan untuk dibaca oleh ibu yang sedang hamil. Surat ke-19 dalam Al-Qur’an ini dinamakan sesuai dengan Maryam, ibunda Nabi Isa AS.

    Maryam dikenal sebagai wanita yang memiliki simbol ketakwaan, kesabaran, dan keikhlasan. Surat Maryam sering dibaca terutama oleh ibu hamil, agar diharapkan mendapatkan keberkahan dan ketenangan.

    Bagi ibu hamil, membaca Surat Maryam, khususnya ayat 1-16, memiliki makna yang mendalam. Ayat-ayat ini menceritakan tentang kisah Nabi Zakaria AS yang berdoa kepada Allah untuk dikaruniai keturunan meskipun usianya sudah lanjut.


    Doanya dijawab dengan kelahiran Nabi Yahya AS, sebagai bentuk kasih sayang dan kekuasaan Allah SWT. Kisah ini mengingatkan para ibu hamil untuk senantiasa berdoa, berserah diri, dan bersyukur atas karunia kehamilan yang diberikan oleh Allah.

    Bacaan Surat Maryam untuk Ibu Hamil Ayat 1-16

    Para ibu hamil berharap dengan membaca surat Maryam, anak yang dikandungnya akan memiliki kecantikan hati seperti Maryam. Biasanya, ayat yang dibaca adalah surat Maryam ayat 1-16. Berikut ini adalah bacaan surat Maryam ayat 1-16:

    1.

    كۤهٰيٰعۤصۤ ۚ

    Bacaan latinnya: Kaf Ha Ya ‘Ain Shad
    Artinya: “Kāf Hā Yā ‘Ain Ṣād.”

    2.

    ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهٗ زَكَرِيَّا ۚ

    Bacaan latinnya: Zikru raḥmati rabbika ‘abdahụ zakariyyā
    Artinya: “Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,”

    3.

    اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ نِدَاۤءً خَفِيًّا

    Bacaan latinnya: Iż nādā rabbahụ nida`an khafiyyā
    Artinya: “(Yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.”

    4.

    قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا

    Bacaan latinnya: Qaala rabbi innii wahanal-‘azmu minnī wasyta’alar-ra`su syaibaw wa lam akum bidu’a`ika rabbi syaqiyyaa
    Artinya: “Dia (Zakaria) berkata, ‘Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku’.”

    5.

    وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا ۙ

    Bacaan latinnya: Wa innii khiftul-mawaaliya miw waraa`ii wa kaanatimra`atii ‘aqiran fa hab lii mil ladungka waliyyaa
    Artinya: “Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu”

    6.

    يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا

    Bacaan latinnya: Yariṡunii wa yariṡu min aali ya’qụba waj’al-hu rabbi raḍiyyaa
    Artinya: “Yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai.”

    7.

    يٰزَكَرِيَّآ اِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلٰمِ ِۨاسْمُهٗ يَحْيٰىۙ لَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا

    Bacaan latinnya: Yaa zakariyya innaa nubasysyiruka bigulaaminismuhụ yaḥyaa lam naj’al lahụ ming qablu samiyyaa
    Artinya: “(Allah berfirman), ‘Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.’

    8.

    قَالَ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا وَّقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا

    Bacaan latinnya: Qaala rabbi annaa yakụnu lii gulāmuw wa kānatimra`atī ‘āqiraw wa qad balagtu minal-kibari ‘itiyyaa
    Artinya: “Dia (Zakaria) berkata, ‘Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?’

    9.

    قَالَ كَذٰلِكَۗ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَّقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًٔا

    Bacaan latinnya: Qaala każālik, qaala rabbuka huwa ‘alayya hayyinuw wa qad khalaqtuka ming qablu wa lam taku syai`aa
    Artinya: “(Allah) berfirman, ‘Demikianlah.’ Tuhanmu berfirman, ‘Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali’.”

    10.

    قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْٓ اٰيَةً ۗقَالَ اٰيَتُكَ اَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَ لَيَالٍ سَوِيًّا

    Bacaan latinnya: Qaala rabbij’al lī aayah, qāla aayatuka allaa tukalliman-nāsa ṡalāṡa layālin sawiyyaa
    Artinya: “Dia (Zakaria) berkata, ‘Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.’ (Allah) berfirman, ‘Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.’

    11.

    فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ مِنَ الْمِحْرَابِ فَاَوْحٰٓى اِلَيْهِمْ اَنْ سَبِّحُوْا بُكْرَةً وَّعَشِيًّا

    Bacaan latinnya: Fa kharaja ‘alā qaumihī minal-miḥrābi fa auḥaa ilaihim an sabbiḥụ bukrataw wa ‘asyiyyā
    Artinya: “Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka; bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang.”

    12.

    يٰيَحْيٰى خُذِ الْكِتٰبَ بِقُوَّةٍ ۗوَاٰتَيْنٰهُ الْحُكْمَ صَبِيًّاۙ ١٢

    Bacaan latinnya: Yã yahya khuzil-kitäba biquwwah(tin), wa ātainähul-hukma sabiyyā(n).
    Artinya: “(Allah berfirman,) ‘Wahai Yahya, ambillah (pelajarilah) Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.’ Kami menganugerahkan hikmah kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak.”

    13.

    وَّحَنَانًا مِّنْ لَّدُنَّا وَزَكٰوةً ۗوَكَانَ تَقِيًّا ۙ

    Bacaan latinnya: Wa hanănam mil ladunnã wa zakäh(tan), wa kãna taqiyyā(n).
    Artinya: “(Kami anugerahkan juga kepadanya) rasa kasih sayang (kepada sesama) dari Kami dan bersih (dari dosa). Dia pun adalah seorang yang bertakwa.”

    14.

    وَّبَرًّاۢ بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا

    Bacaan latinnya: Wa barram biwälidaihi wa lam yakun jabbäran ‘asiyyā(n).
    Artinya: “(Dia) orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya dan dia bukan orang yang sombong lagi durhaka. “

    15.

    وَسَلٰمٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوْتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا ࣖ

    Bacaan latinnya: Wa salāmun ‘alaihi yauma wulida wa yauma yamütu wa yauma yub’asu hayyã(n).
    Artinya: “Kesejahteraan baginya (Yahya) pada hari dia dilahirkan, hari dia wafat, dan hari dia dibangkitkan hidup kembali.”

    16.

    وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ مَرْيَمَۘ اِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ اَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّا ۙ

    Bacaan latinnya: Wazkur fil-kitäbi maryam(a), izintabazat min ahlihã makãnan syarqiyyà(n).
    Artinya: “Ceritakanlah (Nabi Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Al-Qur’an), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis).”

    Keutamaan Membaca Surat Maryam

    Surat Maryam terdiri dari 98 ayat dan merupakan surat ke-19 dalam Al-Qur’an. Surat ini diturunkan di Makkah, sehingga termasuk ke dalam golongan surat Makkiyah.

    Dikutip dari buku Panduan Hamil Sehat & Syar’i oleh Ustadzah Sa’idatul Nafisah, dijelaskan bahwa ketika seorang wanita mengandung, dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an terutama surat Maryam dan surat Yusuf. Sebab surat Maryam dipercaya dapat memudahkan persalinan serta mendapatkan anak yang cantik, sabar, shalihah, dan taat seperti halnya Siti Maryam.

    Diceritakan dalam surat itu, kisah hidup Siti Maryam adalah ibu dari Nabi Isa AS. Maryam adalah keturunan Nabi Daud AS dan dikenal sebagai sosok yang tekun dalam beribadah.

    Surat ini menceritakan kisah ajaib saat Maryam melahirkan Isa AS. Maryam sebelumnya belum pernah bergaul dengan seorang laki-laki, apalagi berhubungan suami-istri. Kelahiran Isa AS tanpa ayah merupakan suatu bukti kekuasaan Allah SWT.

    Pada surat ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa Nabi Zakaria AS oleh Allah SWT. Ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaannya, sedangkan usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

    Sementara dalam Buku Lengkap Fiqih Kehamilan dan Melahirkan karya Rizem Aizid, disebutkan bahwa Surat Maryam diyakini memiliki banyak manfaat bagi janin. Umumnya, ketika seorang muslimah hamil rutin membaca surat ini, diyakini anak yang dilahirkan akan dianugerahi kecantikan, baik secara fisik maupun spiritual, mirip dengan sosok Maryam binti Imran yang dikisahkan dalam surat tersebut.

    Mugi Rizkiana Halalia dalam bukunya yang berjudul Menyiapkan Anak Jenius sejak Dalam Kandungan, menjelaskan memang tidak ada dalil yang secara langsung dan sahih yang menyatakan bahwa membaca surat Maryam bagi ibu hamil adalah sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk membuat anaknya berparas cantik.

    Namun, isi dari surat ini menceritakan kisah Maryam sebAgai wanita yang taat kepada Allah SWT, bisa dipetik dan menjadi tambahan amalan bagi sang ibu. Wallahua’lam.

    Itulah tadi bacaan ayat 1-16 surat Maryam. Semoga membantu dan menambah amalan kita.

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Simpanan Pahala bagi Orang yang Berdoa tapi Tak Kunjung Dikabulkan


    Jakarta

    Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa dan Dia akan mengabulkan setiap permintaan. Janji Allah SWT ini disebutkan dalam Al-Qur’an.

    Allah SWT berfirman dalam surah Gafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Menurut Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, melalui surah Gafir (Al Mu’min) ayat 60 Allah SWT menyeru agar berdoa dan memohon kepada-Nya. Dalam berdoa, ada sejumlah adab yang perlu dijaga.

    Pertama, kata Buya Hamka, hendaklah ikhlas hati kepada-Nya. Kedua, percaya bahwa permohonan niscaya akan dikabulkan. Ketiga, menanamkan kepercayaan penuh bawa tawajjuh berdoa adalah taufik atau bimbingan dari Allah SWT yang keuntungannya adalah mendekatkan diri kepada-Nya. Adapun apabila terkabul itu adalah karunia kedua.

    Namun, tak semua doa langsung dikabulkan, ada kalanya itu menjadi simpanan pahala di akhirat. Imam Bukhari dalam kitab Shahih Adabul Mufrad yang ditakhrij Syekh Al-Albani dan diterjemahkan Abu Ahsan memaparkan sejumlah riwayat yang menerangkan hal ini.

    Diriwayatkan Abu Said Al-Khudri, dari Nabi SAW,

    مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو لَيْسَ بِإِثْمٍ وَلَا بِقَطِيْعَةِ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ إِحْدَى ثَلَاثٍ إِمَّا أَنْ يَعْجَلَ لَهُ دَعْوَتَهُ وَإِمَّا أَنْ يُدَخِّرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَدْفَعَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلِهَا قَالَ إِذَا يُكَفِّرُ قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ

    Artinya: “Tiada seorang muslim yang berdoa, selagi tidak untuk berbuat dosa atau memutuskan silaturrahim, kecuali Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal: Adakalanya doanya dikabulkan segera. Adakalanya doa itu sebagai simpanannya untuk besok di akhirat. Adakalanya Allah akan menolak kejelekan sebesar permintaannya.” Abu Said berkata, “Jika demikian, maka kita perbanyak doa!” Nabi menjawab, “Allah lebih banyak.”

    Hadits tersebut shahih. Terdapat dalam kitab Takhrijut-Targhibi juga diriwayatkan at-Tirmidzi dalam kitab Ad-Da’awaah dari Ubadah bin Shamit.

    Doa yang tak segera dikabulkan dan adakalanya menjadi simpanan di akhirat juga diterangkan melalui hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad SAW yang bersabda,

    مَا مِنْ مُؤْمِنٍ صَبَّ وَجْهَهُ إِلَى اللهِ يَسْأَلَهُ مَسْأَلَةً إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهَا إِمَّا عَجَّلَهَا لَهُ فِي الدُّنْيَا وَإِمَّا ذَخَرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مَا لَمْ يَعْجَلْ قَالُوا يَا رَسُولُ اللَّهِ وَمَا عَجَلْتُهُ قَالَ يَقُوْلُ دَعَوْتُ وَدَعَوْتُ وَلَا أَرَاهُ يُسْتَجَابُ لِي

    Artinya: “Tiada seorang mukmin yang mengangkat mukanya kepada Allah seraya memohon, kecuali Allah pasti akan mengabulkannya. Adakalanya dikabulkan dengan disegerakan-Nya di dunia, dan adakalanya dijadikan simpanan baginya besok di akhirat selama ia tidak tergesa-gesa.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan tergesa-gesa itu?” Nabi menjawab, “Dia berkata, ‘Saya telah berdoa, dan berdoa tapi tidak pula dikabulkan-Nya’.”

    Hadits tersebut shahih dari sumber yang sama. Selain Bukhari, Abu Daud dan Muslim juga meriwayatkannya.

    Waktu Mustajab Berdoa

    Berdoa bisa dilakukan kapan saja. Namun, ada sejumlah waktu yang disebut mustajab atau besar kemungkinan doa yang dipanjatkan akan dikabulkan. Salah satu waktu mustajab ini adalah di sepertiga malam terakhir.

    Hal tersebut mengacu pada sabda Rasulullah SAW, “Pada setiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun (ke langit dunia), ketika tinggal sepertiga malam yang akhir Dia berfirman, ‘Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaannya. Dan barang siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia’.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Wallahu a’lam.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Dzikir setelah Sholat Fardhu Lengkap Latin dan Artinya


    Jakarta

    Umat Islam disunnahkan untuk selalu mengingat Allah SWT melalui dzikir. Berdzikir merupakan salah satu amal mulia, yang memiliki kedudukan tinggi di antara amalan-amalan lainnya.

    Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi terjemahan Bahrun Abu Bakar, diriwayatkan sebuah hadits oleh Imam Tirmidzi dan Sunan Ibnu Majah, dari Abu Darda RA, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

    أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ وَارْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ، وَخَيْرِ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ : قَالُوا : بَلَى، قَالَ: ذِكرُ اللَّهِ تَعَالَى


    Artinya: “Maukah kuceritakan kepada kalian tentang amal perbuatan yang paling baik buat kalian, paling suci (berharga) di sisi kalian, dan paling banyak mengangkat derajat (pahala) kalian; dan lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada perang menghadapi musuh kalian, lalu kalian memukul leher mereka dan mereka memukul leher kalian!’ Mereka menjawab, ‘Tentu saja kamu mau.’ Nabi SAW bersabda, ‘Berzikir kepada Allah SWT’.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    Ada banyak waktu dan kondisi muslim dianjurkan untuk berdzikir. Namun, salah satu waktu yang paling utama adalah setelah melaksanakan sholat fardhu. Dzikir setelah sholat fardhu merupakan waktu yang paling baik untuk memperbanyak ibadah dan mengingat Allah SWT.

    Dalam hadits lain, Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Umamah RA yang menceritakan,

    قِيلَ لَرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَيُّ الدُّعَاءِ اسْمَعُ ؟ قَالَ : جوفَ اللَّيْلِ الْآخِرِ، وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ المَكْتُوبَاتِ

    Artinya: “Ditanyakan kepada Rasulullah SAW, ‘Bilakah doa lebih diperkenankan?’ Beliau SAW menjawab, ‘Di bagian malam terakhir dan sehabis sholat fardhu’.” (HR Tirmidzi)

    Oleh karena itu, setelah menunaikan sholat fardhu, umat Islam dianjurkan untuk tidak terburu-buru dan segera bergegas, melainkan mengakhirinya dengan membaca doa dan dzikir kepada Allah SWT.

    Dzikir setelah Sholat Fardhu

    Berikut bacaan-bacaan dzikir setelah sholat fardhu sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW yang dapat dibaca setelah salam. Dzikir-dzikir ini dikutip dari buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW yang disusun oleh Ustadz Arif Rahman.

    1. Bacaan Dzikir Pertama

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ الله أَسْتَغْفِرُ الله اللهم أنتَ السَّلامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الجلال والإكرام

    Arab latin: Astaghfirullaah. Astaghfirullaah. Astaghfirullaah. Allahumma antassalaam, wa mingkassalaam, tabarakta ya dzaljalaali wal ikraam.

    Artinya: “Saya memohon ampun kepada Allah. (3x) Ya Allah Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mu lah kesejahteraan, Maha Suci Engkau wahai Rabb pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

    2. Bacaan Dzikir Kedua

    لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِ مِنْكَ الْجَدُّ

    Arab latin: Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qadiir. Allahumma laa maani’a limaa a’thayta, wa laa mu’thiya limaa mana’ta, wa laa yamfa’u dzaljaddi min kaljaddu.

    Artinya: “Tidak ada llah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau beri, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu.”

    3. Bacaan Dzikir Ketiga

    لا إله إلا الله وحده لا شريكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، لَا حَوْلَ ولا قوة إلا بالله ، لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إيَّاهُ، لَهُ النِعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ. لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

    Arab latin: Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qadiir. Laa hawla wa laa kuwwata illa billaah, laa ilaaha illallaah, walaa na’budu illaa iyyaahu, lahunni’matu walahul fadhlu walahuts tsanaaul hasanu, laa ilaaha illallaah mukhlishiyna lahuddiyn walaw karihal kaafiruun.

    Artinya: “Tidak ada llah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tidak ada llah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah. Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Baginya nikmat, anugerah, dan pujian yang baik. Tidak ada llah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.”

    4. Bacaan Dzikir Keempat

    لا إله إلا الله وحدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قدير

    Arab latin: Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, yuhyiy wa yumiytu wahuwa ‘ala kulli syay-in qadiir.

    Artinya: “Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi ruh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x setiap selesai sholat maghrib dan shubuh).”

    5. Bacaan Dzikir Kelima

    اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

    Arab latin: Allahumma a-‘inniy ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika.

    Artinya: “Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu.”

    6. Dzikir Khusus setelah Sholat Subuh

    Setelah melaksanakan sholat Subuh, disunnahkan membaca dzikir berikut:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيْبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Arab latin: Allahumma inniy as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon toyyiban, wa’amalan mutaqobbalan.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima.”

    Bacaan Tasbih, Tahmid, Takbir setelah Sholat Fardhu

    1. Bacaan Tasbih

    سُبْحَانَ الله

    Arab Latin: Subhaanallaah

    Artinya: “Maha suci Allah” (Dibaca 33x)

    2. Bacaan Tahmid

    الْحَمْدُ لِلَّهِ

    Arab Latin: Alhamdulillah

    Artinya: “Segala puji bagi Allah” (Dibaca 33x)

    3. Bacaan Takbir

    الله أكبر

    Arab Latin: Allahu Akbar

    Artinya: “Allah Maha Besar” (Dibaca 33x)

    Kemudian, dialnjutkan dengan membaca doa berikut, untuk melengkapinya menjadi 100.

    لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Arab latin: Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qadiir.

    Artinya: “Tidak ada llah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    Bacaan Surah-surah Pendek setelah Sholat Fardhu

    1. Membaca Surah Al-Ikhlas

    بسم الله الرحمن الرحيم قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ اللهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدُ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَد

    Arab latin: Bismillahirrahmanirrahim. Qul huwallaahu ahad. Allaahusshamad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakullahu kufuwan ahad.

    Artinya: “Katakanlah: ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia’.

    2. Membaca Surah Al-Falaq

    بسم الله الرحمن الرحيم قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ حوَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النفاثات في العُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

    Arab latin: Bismillahirrahmanirrahim. Qul a’uudzu birabbil falaq. Min syarri maa khalaq. Wamin syarri ghaasiqin idzaa waqaba. Wamin syarrin naffaatsaati fii al’uqadi. Wamin syarri haasidin idzaa hasada.

    Artinya: “Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Robb Yang Menguasai waktu subuh, dari kejahatan apa-apa (mahluk) yang diciptakan-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia dengki’.”

    3. Membaca Surah An-Nas

    بسم الله الرحمن الرحيم قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ >> إله النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ»» الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

    Arab latin: Bismillahirrahmanirrahim. Qul a’uudzu birabbin naas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khannaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas. Minal jinnati wannaas.

    Artinya: “Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Robb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”

    4. Membaca Ayat Kursi

    الله لا إله إلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلا بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

    Arab latin: Allaahu laa ilaaha illaa huu, al hayyul qoyyum, la ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man djalladjii yasyfa’u ‘indahuu illa bi idjnih. Ya’lamu maa bayna aydiihim wa maa kholfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syay-im min ‘ilmihii illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiiyyuhussamaawaati wal ardh. Walaa ya- uuduhuu hifzhuhumaa. Wa huwal’aliiyul ‘azhiim.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Allah tidak ada llah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa- apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

    Itulah beberapa bacaan dzikir setelah sholat fardhu yang dapat diamalkan.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Baca Surah Yasin: Arab, Latin dan Terjemahan


    Jakarta

    Surah Yasin dikenal sebagai jantung Al-Qur’an. Dari banyaknya keutamaan dan manfaat, surah Yasin sering dibaca oleh umat Islam dalam berbagai kesempatan, seperti untuk kesehatan, keselamatan, dan memohon rezeki.

    Selain membaca surah Yasin, dianjurkan pula untuk membaca doa setelahnya, dengan harapan agar Allah SWT mengabulkan segala permohonan dan meraih semua keistimewaan yang terkandung dalam surah Yasin. Berikut dipaparkan doa setelah baca surah Yasin yang dapat diamalkan.

    Doa setelah Baca Surah Yasin

    Berikut adalah bacaan doa setelah baca Yasin yang dikutip dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit yang disusun oleh H.HamdanHamedan.


    اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَوْدِعُكَ أَدْيَانَنَا وَأَبْدَانَنَا وَأَنْفُسَنَا وَأَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا وَأَمْوَالَنَا وَكُلَّ شَيْءٍ أَعْطَيْتَنَا.

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ فِي كَنَفِكَ وَأَمَانِكَ وَعِيَادِكَ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيدٍ وَدِي بَغْيِ وَدِي حَسَدٍ وَمِنْ شَرِكُلِّ ذِي شَرٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

    اللَّهُمَّ جَمِلْنَا بِالْعَافِيَةِ وَالسَّلَامَةِ وَحَقَّقْنَا بِالتَّقْوَى وَالْإِسْتِقَامَةِ وَأَعِذْنَا مِنْ مُوْجِبَاتِ النَّدَامَةِ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ.

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَأَوْلَادِنَا وَمَشَايِخِنَا وَإِخْوَانِنَا فِي الدِّيْنِ وَأَصْحَابِنَا وَلِمَنْ أَحَبَّنَا فِيكَ وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ.

    وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ وَارْزُقْنَا كَمَالَ الْمُتَابِعَةِ لَهُ ظَاهِرًا وَبَاطِنَا فِي عَافِيَةٍ وَصَحْبِهِ وَسَلَامَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

    Allahumma innaa nastahfizhuka wa nastaudi’uka adyaananaa wa abdaananaa wa anfusanaa wa ahlanaa wa awlaadanaa wa amwaalana wa kulla syai-in a’thaitanaa.

    Allahummaj’alnaa wa iyyaahum fii kanafika wa amaanika wa ‘iyaadzika min kulli syaithanim mariidin wa jabbaarin ‘aniidin wazii baghyin wadzii hasadin wa min kulli zii syarrin innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.

    Allahumma jammilnaa bil ‘aafiyati was salaamati, wa haqqiqnaa bit taqwaa wal istiqaamati wa ‘aizna min muujibaatin nadaamati innaka samii’ud-du’a’.

    Allahummaghfirlanaa wa liwaalidiinaa wa awlaadinaa wa masyaayikhinaa wa ikhwaaninaa fiddiini wa ashhaabinaa wa liman ahabbana fiika wa liman ahsana ilainaa wal mukminiina wal mukminaati wal muslimiina wal muslimaati yaa rabbal ‘aalamiin.

    Wa shallillahumma ‘alaa ‘abdika wa rasuulika sayyidinaa wa mawlaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa sallam, war zuqnaa kamaalal mutaabi’ati lahuu zhaahiran wa baathinan fii ‘aafiyatin washahbihi salaamatin birahmatika yaa arhamar raahimiina.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami mohon pemeliharaan-Mu dan kami menyerahkan kepada-Mu agama kami, diri kami, keluarga kami, anak-anak kami, harta-harta kami, dan segala yang telah Engkau berikan kepada kami.

    Ya Allah, jadikanlah kami dan juga mereka berada di dalam pemeliharaan-Mu, keamanan-Mu, dan perlindungan-Mu dari setiap gangguan setan pendurhaka, orang-orang takabur yang keras kepala, orang yang mempunyai pandangan jahat, kezaliman dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai kejahatan. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

    Ya Allah, perindahkanlah kami dengan kesehatan dan keselamatan. Karuniakanlah kepada kami ketakwaan dan istikamah. Lindungilah kami dari perkara-perkara yang dapat mendatangkan penyesalan. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.

    Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, kedua orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, saudara-saudara seagama kami, sahabat-sahabat karib kami, orang-orang yang mencintai kami karena Engkau, orang-orang yang pernah berbuat baik kepada kami, dari kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, wahai Tuhan seluruh alam.

    Ya Allah, curahkanlah rahmat dan keselamatan kepada hamba-Mu dan utusan-Mu, junjungan kami dan tuan kami Nabi Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya. Karuniakanlah kepada kami kesempurnaan mengikuti ajarannya, secara lahir dan batin, di dalam kesejahteraan dan keselamatan dengan kasih sayang-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih sebaik-baik yang mengasihi.”

    Mengutip buku Doa dan Zikir Mustajab susunan Wira Kautsari Wijayanti, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk membaca surah Yasin secara rutin pada pagi dan malam hari. Beliau bersabda,

    “Barang siapa membaca surah Yasin dari pagi hari, maka pekerjaan di hari itu dimudahkan dengan keberhasilan, dan jika membacanya di akhir hari maka tugasnya hingga pagi hari berikutnya akan dimudahkan juga.” (HR Ad-Darimi)

    Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang membiasakan membaca Yasin setiap malam maka tanpa terduga dia menemui ajalnya, maka matinya dalam keadaan syahid.” (HR Thabrani)

    Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk membacakan surah Yasin pada orang meninggal atau orang yang sakaratul maut. Dalam Kitab Fikih Sehari-Hari Mazhab Syafi’i, Shohibul Ulum mengutip sebuah riwayat dari Ma’qil bin Yasar RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Bacakanlah surah Yasin pada orang yang hampir mati di antara kalian.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, an-Nasa’i)

    detikers juga bisa membaca surah Yasin di sini.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Doa Nabi Muhammad Ketika Mengalami Kesulitan


    Jakarta

    Nabi Muhammad SAW adalah teladan umat Islam dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam menghadapi kesulitan dan ujian. Ketika Rasulullah SAW mengalami tantangan berat, beliau senantiasa bersandar kepada Allah SWT melalui doa.

    Doa menjadi salah satu cara untuk memohon pertolongan, kekuatan, dan ketenangan hati. Berikut beberapa doa yang dilafalkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika menghadapi kesulitan.

    Doa Rasulullah SAW Ketika Mengalami Kesulitan

    Doa ini diajarkan Rasulullah SAW untuk menguatkan hati dan memohon pertolongan Allah SWT dalam situasi yang sulit. Doa ini disebut sebagai doa qurb.


    Menukil buku Syamsuddin Noor yang berjudul Dahsyatnya Doa Para Nabi, berikut bacaan doa qurb lengkap dengan arab, latin dan terjemahannya.

    **لَا إِلَهَ إِلََا اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاْ إِلَهَ إِلََا اللهُ رَبُّ العَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاْ إِلَهَ إِلََا اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ العَرْشِ الْكَرِيْمِ**

    Bacaan latin: Laa ilaaha illallahul ‘adzhiimul haliim, laa ilaaha illallaahu rabbil ‘arsyil ‘adzhiim, laa ilaaha illallaahu rabbus samaawaati wa rabbul ardhi wa rabbul ‘arsyil kariim.

    Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai Arsy yang agung, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan langit dan bumi serta Tuhan Arsy yang mulia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Doa Nabi Muhammad SAW saat Menghadapi Masalah Hidup

    Selain doa qurb, ada banyak lagi doa-doa indah yang bisa kita panjatkan saat menghadapi kesulitan. Salah satunya adalah doa sapu jagat yang sangat populer.

    Dalam buku Al-Adzkar karya Imam Nawawi, kita juga menemukan doa-doa lainnya yang bisa menenangkan hati dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

    Tak hanya doa qurb, masih ada sejumlah doa yang bisa dilafalkan ketika seseorang mengalami masalah hidup dan kesulitan. Berikut bacaannya yang dikutip dari Al-Adzkar: Buku Induk Doa dan Zikir karya Imam Nawawi.

    1. Doa Sapu Jagat

    رَبّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَة وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَة وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah. Wafil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaabannaar

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka,” (Riwayat dari Anas bin Malik, HR Bukhari & Muslim).

    2. Doa Menghadapi Kesulitan

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الكَرِيمُ العَظِيمُ، سُبْحَانَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ العَرْشِ الْعَظِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Arab latin: Laa ilaaha illallaahul kariimul ‘adzhiim, subhaanahu tabaarakallaahu rabbul ‘arsyil ‘adzhiim, Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin

    Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung, Maha Suci Dia, maha Berkah Allah, Rabb Arasy yang Agung, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam,” (Riwayat dari Ali bin Abi Thalib, HR Nasa’i & Ibnu Sinni).

    3. Doa ketika Diterpa Permasalahan

    يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ

    Arab latin: Yaa hayu yaa qayyuumu birahmatika astaghiits

    Artinya: “Wahai Yang Hidup Abadi, wahai yang mengurus makhluk-Nya secara terus menerus, aku memohon pertolongan dengan rahmat-Mu,” (Riwayat dari Anas bin Malik, HR Tirmidzi).

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Bangun Tidur dan Artinya yang Bisa Diamalkan


    Jakarta

    Bangun tidur adalah momen di mana kita kembali dari istirahat panjang di malam hari. Dalam Islam, tidur dianggap sebagai bentuk “kematian sementara,” sehingga saat bangun dari tidur, dianjurkan untuk mengucapkan doa sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT.

    Tidur adalah karunia Allah yang sangat berharga. Setelah lelah beraktivitas, tidur memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan energi. Seperti yang Allah firmankan dalam surah Ar-Rum ayat 23:

    وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ


    Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”

    Membiasakan membaca doa bangun tidur adalah salah satu bentuk dzikir harian yang sangat dianjurkan. Selain memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT, doa ini juga memberikan energi positif di awal hari. Dengan memulai hari dengan mengingat Allah, hati kita akan terasa lebih tenang, dan langkah kita akan terasa lebih terarah.

    Doa Bangun Tidur: Arab, Latin dan Terjemahannya

    Doa bangun tidur memiliki makna mendalam yang mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat hidup yang diberikan oleh Allah SWT. Dalam buku karya Abu Ihsan yang berjudul Penuntun Doa, Yuk!, doa yang dapat diucapkan saat bangun tidur adalah sebagai berikut:

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

    Arab latin: Alhamdullillahilladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wailaihin nusyuur

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.”

    Adab Bangun Tidur

    Selain membaca doa, ada beberapa adab lain yang dianjurkan setelah bangun tidur. Mengutip sumber yang sama, berikut adalah beberapa adab yang dapat diterapkan:

    • Membaca istighfar sebanyak tiga kali.
    • Membaca syahadat.
    • Membaca doa bangun tidur.
    • Menghindari mengusap tangan ke mata, karena tangan yang kurang bersih dapat menyebabkan mata gatal atau sakit.
    • Segera bangun dan hindari bermalas-malasan.
    • Melaksanakan sholat Subuh tepat waktu.
    • Merapikan tempat tidur dan menjaga kebersihan kamar.

    Doa sebelum Tidur

    Sebelum tidur, umat Islam juga dianjurkan untuk membaca doa. Berikut doa yang dikutip dari buku 100 Doa Harian Untuk Anak karya Nurul Ihsan.

    Doa Pendek Sebelum Tidur

    بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

    Arab latin: Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut.

    Artinya: “Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati.” (Sahih Bukhari, At-Tauhid: 6845)

    Doa Panjang Sebelum Tidur

    Selain doa pendek, terdapat pula doa sebelum tidur yang lebih panjang. Berikut lafadz lengkapnya:

    للَّهُمَّ أَسْلَمْتُ إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلَا مَنْحَى مِنْكَ إِلا إِلَيْكَ، أَمَنْتُ بكتابكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

    Arab latin: Allahuma aslamtuilaika wawajjahtuwajhii ilaika, wafawwadhtuamrii ilaika waalja’tudzahrii ilaika raghbatan waraghbatan ilaika laa maljaawalaa manjaa minka illa ilaika amantu bikitaabikalladzii anzaita wabinabiyyikalladzi arsalta

    Artinya : “Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu. Aku menghadapkan wajahku kepada-Mu. Aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Aku menyandarkan punggungku kepada-Mu lantaran mengharap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari ancaman-Mu kecuali hanya kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang Kau turunkan juga (aku beriman) kepada nabi-Mu yang Kau utus.” (HR Muslim, Bukhari dan Abu Dawud)

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bahasa Arab, Latin, Indonesia, dan Keutamaannya


    Jakarta

    Dalam ibadah sholat, setiap gerakan memiliki hikmah dan doa yang memiliki banyak keutamaan, termasuk saat itidal. Itidal adalah gerakan bangkit dari rukuk dengan tubuh berdiri tegak sambil mengucapkan kalimat “Sami’allahu liman hamidah.”

    Saat itidal, dianjurkan untuk membaca doa khusus. Doa itidal berisi pujian kepada Allah SWT, permohonan keberkahan, dan pengakuan atas keagungan-Nya. Meskipun gerakannya singkat, membaca doa itidal saat sholat menunjukkan rasa khusyuk dan kekhusyukan seorang hamba di hadapan Allah SWT.

    Pengertian Doa Itidal

    Dikutip dari Buku Panduan Shalat Doa & Dzikir tulisan A Solihin As Suhaili. Secara bahasa, kata itidal berasal dari kata “i’tadala”, “ya’tadilu”. I’tidala yang berarti seimbang, rata, atau tegak. Dalam konteks gerakan sholat, itidal mengacu pada posisi berdiri tegak setelah rukuk, sebelum melanjutkan ke sujud.


    Itidal tidak hanya gerakan fisik, tetapi juga menjadi momen untuk membaca doa itidal sebagai bentuk pujian terhadap Allah SWT. Hal ini sesuai dengan hadits dari Abu Hurairah RA, yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Imam hanya dijadikan untuk diikuti, karenanya janganlah kalian menyelisihi imam, apabila imam takbir, maka takbirlah, apabila imam mengucapkan “sami’allaabu liman hamidah” maka ucapkanlah: “Rabbanaa wa lakal hamd.” Apabila imam sujud, maka sujudlah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Oleh karena itidal adalah bagian dari rukun sholat, hukum melaksanakannya adalah wajib. Jika tidak dilakukan, maka sholat dianggap tidak sah. Namun, membaca doa itidal hukumnya sunnah yang dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan dan menambah kekhusyukan dalam sholat.

    Bacaan Doa Itidal: Arab, Latin, dan Artinya

    Dalam praktiknya, doa itidal dikenal memiliki dua versi yaitu versi pendek yang lebih sederhana dan versi panjang yang lebih panjang bacaannya.

    Keduanya sama-sama mengandung arti syukur dan pengakuan atas kebesaran Allah SWT sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan seseorang dalam sholat. Berikut adalah bacaan lengkap doa itidal dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya.

    1. Doa Itidal Versi Pendek

    Doa itidal versi pendek adalah salah satu bacaan yang diajarkan Rasulullah SAW saat berdiri tegak setelah rukuk. Bacaan ini sederhana karena pendeknya dan tercantum dalam hadits dari Abu Hurairah RA yang disebutkan disebutkan:

    “Di saat berdiri (dari rukuk), beliau (Rasulullah SAW) mengucapkan: Rabbanaa wa lakal hamdu.” (HR. Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Al-Baihaqi, dan Ahmad).

    Adapun bacaan doa itidal versi pendek adalah sebagai berikut:

    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
    Arab latin: Rabbana wa lakal hamdu.
    Artinya: “Wahai Tuhan kami, bagi-Mu lah segala pujian.”

    2. Doa Itidal Versi Panjang

    Selain versi pendek, doa itidal juga memiliki versi panjang yang berisi lebih banyak pujian kepada Allah SWT. Bacaan ini diajarkan Rasulullah SAW sebagai bentuk pengagungan yang lebih mendalam kepada-Nya. Berikut adalah bacaan doa itidal versi panjang yang dapat Anda baca ketika melakukan gerakan itidal ketika sholat:

    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

    Arab latin: Rabbanaa lakal hamdu mil’us samaawaati wa mil’ul ardhi wa mil’u maa syita min syal’in ba’du.

    Artinya: “Ya Rabb kami, bagi Engkau-lah segala puji yang memenuhi langit dan bumi dan memenuhi apa saja yang Engkau kehendaki.”

    Tata Cara Membaca Doa Itidal

    Doa itidal dapat dibaca saat seorang muslim melakukan gerakan itidal dalam sholat. Gerakan itidal adalah berdiri tegak setelah rukuk dan sebelum melanjutkan ke gerakan sujud.

    Untuk lebih memahaminya, berikut adalah tata cara gerakan sholat dari awal hingga itidal dalam bentuk langkah-langkah sederhana:

    1. Membaca Niat Sholat

    Sebelum memulai sholat, awali dengan membaca niat sholat sesuai dengan jenis sholat yang akan dilaksanakan.

    2. Takbiratul Ihram

    Memulai sholat dengan mengangkat kedua tangan sejajar telinga sambil mengucapkan “Allahu Akbar.”

    3. Membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek

    Setelah berdiri tegak, baca Surah Al-Fatihah yang diikuti dengan surah pendek pilihan.

    4. Gerakan Rukuk

    Membungkuk dengan posisi punggung lurus, tangan memegang lutut.

    5. Itidal

    Bangkit dari rukuk dan berdiri tegak sambil mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah.” Pada posisi inilah doa itidal dibaca. Anda dapat memilih versi pendek atau panjang sesuai keinginan dan kemampuan.

    6. Gerakan Sujud

    Setelah membaca doa itidal, lanjutkan ke gerakan sujud dengan meletakkan dahi, kedua tangan, lutut, dan jari-jari kaki menyentuh lantai.

    Keutamaan Melakukan Itidal

    Melakukan gerakan itidal dalam sholat bukan hanya memenuhi rukun gerakan, tetapi juga memiliki keutamaan yang luar biasa. Mengutip dari sumber sebelumnya, ketika melaksanakan itidal dan membaca doa itidal, seorang muslim tidak hanya memuji kebesaran Allah SWT tetapi juga mendapatkan perhatian khusus dari para malaikat.

    Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Mu’adz bin Rifa’ah bin Rafi’ dari ayahnya, diceritakan:

    “Bahwa ketika Rasulullah SAW sedang salat, ada seorang laki- laki membaca (Doa itidal) di belakang beliau, yaitu setelah beliau bangkit dari ruku’ dan mengucapkan ‘samiallahu liman hamidah’. Setelah Rasulullah SAW menyelesaikan salatnya, beliau berbalik dan bersabda: “Siapakah yang baru saja berbicara (membaca doa itidal)?” Maka laki-laki itu menjawab: “Saya wahai Rasulullah”, lalu beliau bersabda: “Saya telah melihat sekitar tiga puluhan malaikat berlomba mencatat bacaan tersebut, siapa yang pertama kali mencatatnya.” (HR. Abu Daud, An-Nasa’i, At-Turmudzi, dan Al-Baihaqi)

    Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya membaca doa itidal. Doa tersebut tidak hanya memperkaya sholat Anda dengan pujian kepada Allah SWT, tetapi juga menarik perhatian para malaikat yang berlomba mencatatnya sebagai amalan istimewa.

    Maka, jangan pernah meremehkan itidal dalam sholat. Selain menjadi rukun wajib, melakukannya dengan khusyuk dan membaca doa itidal dapat menjadi amal yang dicatat oleh para malaikat dengan keutamaan yang luar biasa.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Sebelum Interview Kerja agar Lancar dan Diterima


    Jakarta

    Menghadapi interview sering kali membuat seseorang merasa cemas dan tegang. Meskipun pengetahuan dan keterampilan telah disiapkan dengan matang, tapi akan terasa kurang jika tidak diimbangi dengan ibadah dan doa.

    Sebagai seorang muslim, salah satu cara untuk menenangkan pikiran dan memohon kelancaran saat interview adalah dengan berdoa kepada Allah SWT sebelum interview. Dengan doa, umat Islam akan diberikan ketenangan, kemudahan, dan hasil terbaik sesuai dengan kehendak-Nya. Berikut adalah beberapa doa sebelum interview yang dapat dibaca.

    Doa Sebelum Interview

    Berikut adalah 5 doa sebelum interview yang dapat diamalkan oleh umat Islam ketika akan melaksanakan interview. Doa-doa ini dikutip dari buku Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat yang disusun oleh Ust. Enjang Burhanudin Yusuf dan buku Aktivasi Shalawat Nabi susunan Ustadz Rusdianto.


    1. Doa agar Dimudahkan saat Interview

    اللهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحُزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

    Arab Latin: Allahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlaan, wa anta taj’alul huzna idza syita sahlaan.

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”

    2. Doa agar Tidak Gugup saat Menjawab

    قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قولي

    Arab Latin: Qola rabbisyrahli shadriI wa yassirli amri wahlul ‘uqdatam mil lisaanii yafqahu qawli.

    Artinya: “Musa berkata, ‘Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lisanku agar mereka memahami perkataanku’.”

    3. Doa Nabi Yunus AS agar Terhindar dari Kesulitan saat Interview

    لا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

    Arab Latin: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin.

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.”

    4. Doa agar Mudah Diterima sebagai Karyawan Perusahaan

    اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي طَيِّبًا وَاسْتَعْمِلْنِي صَالِحًا

    Arab Latin: Allaahummar zuqnii thayyiban wasta’milnii shaalihaa.

    Artinya: “Ya Allah, berilah rezeki yang baik kepadaku dan pekerjakanlah aku pada orang yang baik.”

    5. Doa agar Dimudahkan dalam Menjawab Pertanyaan yang Rumit

    بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ وَاعْتَصَمْتُ بِاللَّهِ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ. حَسْبِيَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ

    Artinya: Bismillaahi tawakkaltu ‘alallaahi wa’tashamtu billaahi wa fawwadh-tu amril ilallaah. Hasbiyallaahu wa ni’mal wakiil, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.

    Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, aku berpegang teguh kepada Allah, dan aku serahkan segala urusanku kepada Allah. Cukupkanlah kiranya menjadi tempatku berpegang dan menyerahkan diri. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

    Itulah beberapa doa sebelum interview yang dapat dibaca ketika hendak melaksanakan wawancara kerja.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com