Tag: doa

  • Doa untuk Orang Sakit bagi Perempuan dan Laki-laki Sesuai Sunnah



    Jakarta

    Mengunjungi dan mendoakan orang yang sedang sakit adalah bentuk kepedulian muslim terhadap saudaranya. Adapun doa untuk orang sakit baik perempuan dan laki-laki dijelaskan dalam tulisan berikut.

    Dikutip dari buku Fiqih Ibadah bagi Orang Sakit dan Bepergian karya Enang Hidayat, menjenguk dan mendoakan orang sakit merupakan hak sesama muslim. Rasulullah SAW bersabda,

    “Hak muslim atas muslim lainnya terdapat lima, yaitu; menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)


    Adapun keutamaan dari mengunjungi orang sakit diambil dari sebuah hadits Rasulullah SAW adalah sebagai berikut,

    . قَالَ: إِذا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِي خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ عُدْوَةً صَليَّ عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَقَّ يُفْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.

    Artinya: Rasulullah SAW bersabda: “Jika seseorang berkunjung kepada saudaranya yang muslim (yang sedang menderita sakit), maka seakan-akan dia berjalan-jalan di Surga hingga duduk. Apabila sudah duduk, maka dituruni rahmat dengan deras. Apabila dia berkunjung di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakan-nya agar mendapat rahmat hingga sore hari. Apabila dia berkunjung di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya agar diberi rahmat hingga pagi hari.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    Doa untuk Orang Sakit bagi Perempuan dan Laki-laki

    Mengutip buku Al-Adzkar atau Kitab Induk Doa dan Dzikir karya Imam Nawawi, disebutkan beberapa doa yang dibaca oleh Rasulullah SAW. Salah satunya berbunyi sebagai berikut.

    اللَّهُمَّ رَبِّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ ، أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاء لَا يُغَادِرُ سَقَماً

    Arab latin: “Allaahuma rabbin naas, adzhibil ba’sasyfii, antasy syaafi laa syifaa-a illaa syifaa-uka syifaa-an laa yughaadiru saqamaa,”

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”

    Bacaan doa untuk orang sakit lainnya,

    اللَّهُمَّ اشْفِ عَبْدَكَ يَنْكَأُ لَكَ عَدُوّاً أَوْ يَمْشِيْ لَكَ إِلَى صَلَاةٍ

    Arab latin: “Allaahummasy fii ‘abdaka yanka-u laka ‘aduwwan au yamsyii laka ilaa shalaatin”

    Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah hamba-Mu ini, sehingga dia bisa menyembuhkan musuh untuk-Mu atau dapat berjalan untuk menunaikan salat.”

    Selanjutnya, ketika sedang menjenguk orang yang sakit kemungkinan kita pernah mendengar kata syafakallah dan syafakillah. Dua kata ini terkait dengan doa untuk orang sakit baik perempuan dan laki-laki.

    Mengutip dari Menulis Buku, Alternatif bagi Guru karya Ardhi Aditya, syafakallah dan syafakillah adalah ucapan doa bagi orang yang sakit. Arti dari kedua kalimat tersebut adalah semoga Allah menyembuhkanmu.

    Jika yang sakit adalah seorang laki-laki, maka doa yang diucapkan adalah syafakallah. Sedangkan jika yang sakit adalah perempuan, maka ucapan yang tepat adalah syafakillah.

    Namun, akan berbeda jika orang yang sedang sakit sedang tidak ada di hadapan kita atau seseorang tersebut berposisi sebagai orang ketiga, maka doa yang dapat diucapkan adalah syafahullah bagi laki-laki dan syafahallah bagi perempuan. Arti dari keduanya tetap sama yakni semoga Allah menyembuhkannya.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mencari Barang Hilang, Dibaca agar Cepat Ketemu



    Jakarta

    Doa mencari barang hilang bisa dibaca ketika seorang muslim mengalami kehilangan. Doa ini dipanjatkan agar mendapat petunjuk dari Allah SWT.

    Kehilangan barang menjadi hal yang menjengkelkan. Biasanya, kehilangan disebabkan berbagai macam faktor, mulai dari kelalaian diri sendiri atau musibah seperti dicuri dan lain sebagainya.

    Nabi Muhammad SAW sendiri berpesan bahwa bila umat Islam menemukan emas dan perak maka dapat diberitahukan kepada khalayak umum dalam jangka waktu satu tahun. Jika sudah satu tahun si pemilik tak kunjung datang, orang yang menemukan barang berhak memilikinya, sebagaimana dijelaskan dalam buku 101 Doa Anak Saleh susunan Tim Darul Ilmi.


    Dalam sebuah hadits, ihwal mengenai barang hilang dijelaskan dalam riwayat Bukhari dan Muslim yang berbunyi,

    “Bila seseorang menemukan emas dan perak, kenalilah ikatnya, tempat (ditemukannya), kemudian beritahukan kepada umum dalam waktu satu tahun. Apabila suatu hari datang yang mencari atau pemiliknya, maka serahkanlah. Setelah satu tahun tidak datang pemiliknya, maka terserah kepadamu,” (HR Bukhari dan Muslim).

    Bacaan Doa Mencari Barang yang Hilang

    Berikut merupakan doa mencari barang hilang yang dinukil dari buku 100 Doa Harian untuk Anak karya Nurul Ihsan.

    اللهم يارب الضالة وياهاديا من الضلالة رد ضالتي

    Arab latin: Allahumma ya robbana dhoollati wa yaa haadiyan minadh dholaalati rudda dhoollatii.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan dari sesuatu yang hilang, ya Tuhan yang memberikan petunjuk dari kesesatan, kembalikanlah barangku yang hilang,”

    Selain itu, ada juga doa yang bisa dibaca ketika kehilangan barang akibat tertimpa musibah. Menurut buku Dahsyatnya Doa Para Nabi: Mengungkap Rahasia Kemustajaban Doa Para Nabi dan Keutamaannya untuk Diamalkan tulisan Syamsuddin Noor, kehilangan barang akibat kecurian atau tertipu bisa membaca doa sebagai berikut.

    اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ

    Arab latin: Allażīna iżā aṣābat-hum muṣībah, qālū innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ụn.

    Artinya: “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali),”

    Etika Menemukan Barang yang Hilang

    Merujuk pada sumber yang sama, ada sejumlah etika yang perlu diperhatikan umat Islam ketika menemukan barang yang hilang. Pertama, jika barang tersebut bersifat tahan lama seperti emas maka simpanlah dan umumkan kepada khalayak umum selama setahun sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim dan Bukhari.

    Selain itu, jika menemukan barang yang tidak tahan lama seperti halnya makanan atau minuman, maka boleh memakannya. Tetapi, jika diketahui si pemilik yang akhirnya mencari barang tersebut, maka seseorang wajib mengganti seharga makanan atau minuman tersebut.

    Hukum Mengambil Barang Temuan dalam Islam

    Ketika seseorang menemukan barang yang hilang, maka hukumnya tergantung pada kondisi tempat dan kemampuan si penemu. Sutisna dalam bukunya yang bertajuk Syariah Islamiyah menuturkan kewajiban dari orang yang menemukan barang temuan dari suatu tempat yang tidak diketahui pemiliknya (milik orang lain yang hilang), ia harus mengumumkan barang tersebut selama satu tahun sebagaimana dijelaskan sebelumnya.

    Jika belum ditemukan pemiliknya, barang tersebut boleh dikelola sebagai barang titipan hingga si pemilik datang dan mengambil barangnya. Anjuran ini mengacu pada hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim dan Bukhari.

    Adapun, hukum mengambil barang temuan dalam Islam terbagi ke dalam tiga, yaitu sunnah, wajib dan makruh. Berikut rinciannya,

    1. Sunnah apabila si penemu percaya pada dirinya sendiri. Artinya, ia menyanggupi untuk mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan pemeliharaan barang tersebut

    2. Wajib jika penemu percaya bahwa ia mampu mengurus benda-benda temuan tersebut sebagaimana mestinya. Kemudian adanya sangkaan jika benda-benda tidak diambil maka akan hilang sia-sia atau diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Hukum mengambil barang temuan menjadi wajib apabila ditemukan di tempat yang tidak aman. Sebab, sebagian kaum mukmin wajib menjaga kekayaan mukmin lainnya

    3. Makruh apabila orang yang mengambil tidak percaya terhadap dirinya sendiri. Maksudnya, ia khawatir berbuat khianat terhadap barang yang ia temukan di kemudian hari

    Itulah pembahasan mengenai doa mencari barang hilang dan informasi terkaitnya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Hujan Reda dan Berhenti sesuai Sunnah Rasul



    Jakarta

    Hujan merupakan rahmat dari Allah SWT. Meski demikian, hujan yang terus-menerus turun terkadang membuat khawatir akan potensi bencana yang disebabkannya. Untuk itu, Nabi SAW mengajarkan doa memohon hujan reda dan cepat berhenti.

    Doa agar hujan reda disebutkan dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, yang dinukil dari hadits riwayat Anas bin Malik, ia berkata: “Ada seseorang masuk ke dalam masjid pada hari Jumat, sementara Rasulullah SAW sedang berdiri hendak berkhutbah.

    Dia (orang itu) mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, harta benda telah hancur, tanaman-tanaman telah rusak, berdoalah kepada Allah SWT agar menurunkan hujan kepada kami.’


    Kemudian Rasul SAW mengangkat kedua tangannya dan berdoa, ‘Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, turunkan hujan kepada kami, turunkanlah hujan kepada kami.’

    Anas bin Malik berkata, “Demi Allah, aku tidak melihat sedikit pun awan di langit, sementara antara kami dan Bukit Sila’ dan rumah kami tidak ada satu pun rumah atau bangunan. Dari belakang beliau tiba-tiba muncul awan seperti perisai. Kemudian setelah awan menjadi gelap menutupi langit dan turunlah hujan. Demi Allah, setelah itu seminggu lamanya kami tidak melihat matahari.”

    Anas melanjutkan, “Kemudian pada seminggu setelahnya orang (yang sama) tersebut masuk lewat pintu yang sama, sedangkan Rasulullah SAW akan berkhutbah. Dia menghadap beliau dengan berdiri dan mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, harta benda telah hancur dan tanaman telah menjadi rusak, berdoalah kepada Allah SWT supaya menghentikan hujannya.’

    Maka Rasul SAW mengangkat kedua tangannya dan berdoa, ‘Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, bukan hujan di sekitar kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di tanah yang gersang, lahan tandus, dasar lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.’ Hujan pun reda, kami pulang dan berjalan di bawah sinar matahari.” (HR Bukhari & Muslim)

    Doa agar Hujan Berhenti dan Langit Cerah

    Nabi SAW mengajarkan doa memohon hujan reda dan langit cerah pada hadits di atas. Berikut doa agar hujan reda dalam bacaan Arab, latin dan artinya sebagaimana dimaksud dalam hadits tersebut yang dikutip dari sumber buku yang sama:

    اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اَللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابَةِ الشَّجَرِ

    Latin: Allaahumma hawaalainaa wala ‘alainaa, Alaahumma ‘alal aakaa- mi wadzhdzhiraabi wa buthuunil awdiyati wa manaabatisy syajari

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, bukan hujan di sekitar kami. Ya Allah turunkanlah hujan di atas tanah yang gersang, lahan tandus, dasar lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR Bukhari dan Muslim, dari Anas bin Malik)

    Doa saat Hujan Turun

    Selain itu, selama hujan masih turun hendaknya muslim juga membaca doa yang dianjurkan oleh Rasul SAW. Melansir kitab Al-Adzkar, berikut doa ketika hujan turun:

    اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

    Latin: Allaahumma shayyiban naafi’an

    Artinya: “Ya Allah, semoga menjadi hujan yang bermanfaat.” (HR Bukhari, dari Aisyah)

    Doa setelah Hujan Berhenti dan Reda

    Jika hujan sudah reda, ada baiknya bagi kaum muslim untuk membaca doa pula. Ini doa setelah hujan yang dilansir dari buku Keutamaan Doa dan Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera susunan M. Khalilurrahman Al-Mahfani:

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِةِ

    Latin: Muthirnaa bi fadh-lillaahi wa rahmatih

    Artinya: “Dicurahkannya hujan ini kepada kami atas karunia dan rahmat Allah.” (HR Bukhari, dari Zaid bin Khalid)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Tahlil Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahannya



    Jakarta

    Sebagai seorang muslim kita dianjurkan untuk membaca doa tahlil lengkap untuk mendoakan sesama muslim yang telah meninggal dunia.

    M Quraish Shihab dalam buku Hidangan Ilahi dalam Ayat-ayat Tahlil menjelaskan, tahlil merupakan bentuk akronim dari kalimat La Ilaha illa Allah. Tahlil juga dapat diartikan sebagai kumpulan doa disusun oleh ulama yang terdiri dari ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW.

    Banyak ulama yang menyusun doa-doa dengan bahasa mereka namun ada pula yang menghimpun sekian banyak ayat Al-Qur’an dan doa-doa Nabi Muhammad SAW.


    Kumpulan doa yang bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW itu kemudian dijadikan bacaan doa tahlil yang dibaca sebagai doa bagi yang telah meninggal dunia.

    Bacaan Doa Tahlil Lengkap

    Merujuk dari buku Surat Yasin dan Tahlil karya Muhammad Abdul Karim berikut bacaan doa tahlil lengkap Arab, latin, dan artinya:

    أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيْمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمْدَا الشَّاكِرِينَ حَمْدَ النَّاعِمِينَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِحَلالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اللهُمَّ صَلّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اللَّلهُمَّ تَقَبَّلْ وَاَوْصِلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَمَا هَلَّلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا وَمَا اسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةٌ وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةٌ وَبَرَكَةٌ شَامِلَةٌ وَصَدَقَةٌ مُتَقَبَّلَةٌ نُقَدِّمُ ذَلِكَ وَنُهْدِيهِ إِلَى حَضَرَاتِ حَبِينَا وَشَفِيعِنَا وَقُرَّة أَعْيُنِنَا سَيِّدنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْه وَسَلَّمَ وَإِلَى جَمِيعِ إِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ وَالْعُلَمَاءِ وَالْعَامِلِينَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ وَالْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِى سَبِيلِ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْمَلَائِكَة الْمُقَرَّبِينَ ثُمَّ إِلَى جَمِيعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المسلمينَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِينَ والْمُؤْمِنَات مِنْ مَشارِقِ الأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرْهَا وَبَحْرِهَا خُصُوصًا إِلَى أَبَاتِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَنَخُصُّ خُصُوصًا إِلَى مَنِ اجْتَمَعْنَا هُهُنَا بِسَبَبِهِ وَلأَجْلِهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيْنَا وميتنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغَيْرنَا وَكَبِيْرنَا وَذَكَرنَا وَأَنْتَانَا اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الإِسْلَامِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الإِيْمَانِ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةٌ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا أَحْرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُل خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرِّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي كُل خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرِّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ . اَلْفَاتِحَةُ

    Arab latin: A’uudzubillaahiminasyaithaanir rajiim. Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin. Hamdan syaakriin, hamdan naa’imiin. Hamdan yuwaafii ni’amahu wayukaafi`u maziidah. Yaa rabbanaa lakal hamdu kamaa yanbagii lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthaanik. Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘ala aali sayyidinaa Muhammad. Allaahumma taqobbal wa aushil tsawaba maa qoro’naahu minal qur’aanil ‘azhiimi wamaa hallalnaa wa maa sabbahnaa wa mastaghfarnaa wa maa shollainaa ‘alaa sayyidinaa muhammadin shollalloohu ‘alaihi wa sallama hadiyyatan waashilatan wa rohmatan naazilatan wa barokatan syaamilatan ilaa hadhrotin habiibinaa wa syafii’inaa wa qurroti a’yuninaa sayyidinaa wa maulaanaa muhammadin shollallaahu ‘alaihi wa sallam, wa ilaa jamii’i ikhwaanihii minal anbiyaa’i walmursaliina wal auliyaa’i wasy-syuhadaa’i wash-shoolihiina wash shohaabati wattaabi’iina wal ‘ulamaa’il ‘aalimiina wal mushonnifiinal mukhlishiina wa jamii’il mujaahidiina fii sabiilillaahi robbil’aalamiin, wa malaa’ikatil muqorrobiin. tsumma ilaa jamii’i ahlil qubuur minal muslimiina walmuslimaati walmu`miniina walmu`minaati min masyaariqil ardhi wamaghaaribihaa barrihaa wa bahrihaa, khushushan abaa`naa wa`ummahaatinaa wa`ajdaadanaa wajaddaatinaa wanakhushu khushushan manijtama’naa hahunaa bisababihi wali ajlihi. Allaahummagh firlahum warhamhum wa’aafihim wa’fu ‘anhum. Allaahummaghfir lihayyinaa wamayyitinaa wasyaahidinaa waghaa ibinaa washaghiirinaa wakabiirinaa wadzakarinaa wauntsaanaa Allaahumma man ahyaitahu minnaa fa-‘ahyihi ‘alal islaam, waman tawafaitahu minnaa fatawaffahu ‘alal iimaan. Allaahumma ashlih lanaa diinanal ladzii huwa ‘ishmatu amrinaa, wa ashlih lanaa dun-yaanal latii fiihaa ma’aasyunaa, wa ashlih lanaa akhiratanaal latii ilaihaa ma’aadunaa, waj-‘alil hayaata ziyaadatan lanaa fii kulli khairin, waj-‘alil mauta raahatan lanaa min kulli syarrin. Rabbanaa aatinaa fiddun- yaa hasanah, wafil aakhiroti hasanah, waqinaa ‘adzaaban naar. Washallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi washohbihi wasallam. Subhaanaka rabbika rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun. Wasalaamun ‘alal mursaliin, walhamdu lillaahir rabbil ‘aalamiin. Alfaatihah.

    Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah. Tuhan semesta alam. Sebagaimana orang-orang yang bersyukur, dan orang-orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan puji yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji, sebagaimana apa yang patut bagi keluhuran Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan- Mu. Ya Allah, berilah rahmat dan keselamatan atas penghulu kami, Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala Al-Qur’an yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan sholawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung, sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh sahabat baginda dalam kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada, orang soleh, para sahabat, para tabiin, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta para malaikat yang selalu beribadah. Kemudian juga kepada seluruh ahli kubur dari kaum muslimin, muslimat, mukminin, mukminat dari belahan bumi sebelah timur dan barat, baik yang di daratan maupun yang di lautan, khususnya, kepada bapak dan ibu kami, kakek dan nenek kami, dan kepada orang yang menyebabkan kami semua dapat berkumpul di sini dan untuk keperluannya. Ya Allah, ampuni dan rahmatilah mereka, selamatkanlah dan maafkanlah kesalahan mereka. Ya Allah, ampunilah yang hidup di antara kami dan yang telah wafat, yang hadir (di tempat ini) dan yang tidak hadir, yang kecil maupun yang besar, laki- laki maupun perempuan. Ya Allah, siapa yang hidup di antara kami, maka hidupkanlah ia dalam keislaman dan yang wafat, wafatkanlah dalam keadaan iman. Ya Allah, luruskanlah kehidupan beragama kami, karena itulah pegangan kami dalam segala persoalan, sejahterakanlah dunia kami, karena di sanalah kehidupan kami (serta sarana pengabdian kami). Bahagiakanlah kehidupan akhirat kami karena ke sanalah tempat kami kembali. Jadikanlah kehidupan (kami) bersinambung di dalamnya segala macam kebajikan, dan kematian kami (kelak setelah usia yang panjang) akhir dari segala petaka. Wahai Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka. Semoga rahmat dan kesejahteraan selalu tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, para keluarga, dan sahabat beliau. Maha Suci Tuhanku, Tuhan yang bersih dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Dan kesejahteraan semoga senantiasa dilimpahkan kepada para utusan Allah. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Alfatihah… (kemudian baca surah Al-Fatihah).

    Bacaan Doa Tahlil Pendek

    Semantara itu, Ibnu Watiniyah dalam Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa Yasin, Tahlil, Doa Haji & Umrah memaparkan bacaan doa tahlil versi pendek, sebagai berikut:

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ لَا تُحْصِي ثَنَاءَ عَلَيْكَ أَنْتَ وَعَظِيمٍ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ فَلَكَ الْحَمْدُ قَبْلَ الرّضَى وَلَكَ الْحَمْدُ بَعْدَ الرّضَى وَلَكَ الْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَنَّا دَابِما أَبَدًا

    Arab latin: Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin hamday yuwaafii ni-amahu wa yukaafi-u maziidah. Yaa rabaanaa lakal hamdu kamaa yambaghii lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthaanik. Subhaanaka laa nuhshii tsanaa-a ‘alaika anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika falakal hamdu qablar ridha wa lakal hamdu badar ridha wa lakal hamdu idzaa radhiita annaa daa-iman abadaa.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan di tambah nikmatnya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa supaya Terbebas dari Utang dan Kesulitan, Amalkan Yuk



    Jakarta

    Doa bebas utang dan kesulitan bisa diamalkan oleh umat Islam agar diberi jalan keluar untuk mendapatkan rezeki dari Allah SWT. Rasulullah SAW pun menganjurkan kepada umatnya untuk membaca doa ini.

    Dalam menjalankan kehidupan, ada kalanya seseorang terpaksa berhutang salah satunya sebab terdapat kebutuhan yang sangat mendesak. Utang tersebut kemudian menjadi beban yang harus dibayar bagi setiap orang yang memilikinya.

    Apabila tidak diselesaikan di dunia, urusan utang dapat menjadi beban di akhirat kemudian. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang dinukil dari buku Fikih Wanita karya Ust. Muiz al Bantani, dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:


    “Nyawa orang mukmin itu tergantung pada utangnya sampai dibayar terlebih dahulu.” (HR Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi).

    Maksud hadits tersebut ialah seorang yang telah meninggal dunia dapat terhalang untuk masuk surga jika tidak berniat membayar utang ketika dunia padahal mampu membayarnya.

    Sebagai umat muslim, upaya yang dapat dilakukan agar segera terbebas dari utang dan kesulitannya, yaitu dengan bekerja, berusaha, dan berikhtiar dengan doa. Berikut ini terdapat doa bebas dari utang dan kesulitan yang pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    Doa agar Terbebas dari Utang dan Kesulitan

    Dilansir dari NU Online, Rasulullah SAW pernah mengajarkan doa agar terbebas utang dan kesulitan kepada seorang sahabat Anshar. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud.

    Dikatakan oleh Abu Sa’id al-Khudri, pada suatu hari, Rasulullah SAW masuk ke masjid. Ternyata di dalamnya terdapat seorang laki-laki Anshar yang bernama Abu Umamah. Beliau lantas menyapanya, “Hai Abu Umamah, ada apa aku melihatmu duduk di masjid di luar waktu sholat?”

    Abu Umamah menjawabnya, “Kebingungan dan utang-utangku yang membuatku (seperti ini), ya Rasul.”

    Beliau kembali bertanya, “Maukah kamu aku ajarkan suatu bacaan yang jika kamu membacanya, Allah SWT akan menghapuskan kebingunganmu dan memberi kemampuan melunasi utang?”

    “Tentu saja, ya Rasul,” jawab Abu Umamah.

    Rasulullah SAW kemudian menjelaskan, “Jika memasuki waktu pagi dan sore hari, maka bacalah:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ

    Latin: Allâhumma innî a’ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a’ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a’ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a’ûdzu bika min gholabatid daini wa qahrir rijâl.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.”

    Abu Umamah turut menuturkan, “Setelah aku mengamalkan doa itu, Allah benar-benar menghilangkan kebingunganku dan memberi kemampuan untuk melunasi utang.”

    Selain itu, disebutkan dalam buku Doa Dzikir Muslimah karya Abu Ayyub El-Faruqi, umat muslim juga bisa membaca doa berikut agar dimudahkan dalam melunasi utangnya.

    اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالدَّيْنِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْدُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ

    Latin: Allahumma inni a’udzu bika minal kufri wad daini wal faqri, wa a’udzubika min ‘adzabi jahannama wa a’udzu bika, min fitnatid-dajjal.

    Artinya: “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran, utang dan kefakiran. Aku mohon perlindungan kepada-Mu dari azab neraka Jahanam. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah Dajjal.” (HR An-Nasa’i).

    Itulah doa supaya terbebas dari utang dan kesulitan sesuai ajaran Rasulullah SAW yang bisa diamalkan oleh umat Islam agar diberi kemudahan. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Terhindar dari Fitnah Dajjal, Dibaca sebelum Salam Salat



    Jakarta

    Menjelang hari kiamat kelak, akan muncul Dajjal yang disebut sebagai fitnah terbesar bagi umat manusia. Sosoknya yang demikian membuat Nabi SAW khawatir akan umatnya, sehingga beliau mengajarkan doa supaya terhindar dari Dajjal.

    Manshur Abdul Hakim dalam bukunya Kiamat: Tanda-tandanya Menurut Islam, Kristen, dan Yahudi mengemukakan besarnya fitnah Dajjal membuat para nabi dan rasul kerap memperingatkan umatnya. Begitu juga dengan Rasulullah SAW.

    Imbauan Nabi SAW ini termuat dalam sejumlah hadits, di antaranya yang diriwayatkan Abdullah bin Umar. Ibnu Umar mengatakan, “Suatu ketika Rasul SAW menyampaikan khutbah kepada khalayak. Setelah memuji Allah SWT, beliau menyebut-nyebut Dajjal.


    Rasulullah SAW bersabda, “Aku peringatkan kalian terhadap bahayanya (Dajjal). Tidak ada nabi yang tidak memperingatkan kaumnya terhadap bahayanya. Nabi Nuh AS telah memperingatkan kaumnya terhadap fitnahnya. Hanya saja, tentang Dajjal ini aku akan mengatakan kepada kalian sesuatu yang belum pernah dikatakan nabi sebelumku kepada kaum mereka. Ketahuilah, dia (Dajjal) itu buta sebelah matanya, dan Allah itu tidaklah buta sebelah mata-Nya.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud & Tirmidzi)

    Seberapa Besar Fitnah Dajjal?

    Masih dari sumber yang sama, Nabi SAW juga memberitahu besarnya fitnah Dajjal melalui sabdanya. Beliau SAW menuturkan, “Wahai manusia, semenjak Allah SWT menciptakan Adam AS, belum pernah ada fitnah di bumi yang lebih besar daripada fitnah Dajjal.

    Setiap nabi yang diutus oleh Allah SWT pasti telah memperingatkan umatnya tentang bahaya Dajjal. Aku adalah nabi paling akhir, dan kalian adalah umat paling akhir. Dia pasti muncul di tengah kalian.

    Kalau dia muncul dan aku masih hidup di tengah kalian, aku menjadi wakil setiap muslim untuk melawannya. Tapi, kalau dia muncul setelah aku mati, maka setiap orang mewakili dirinya. Dan Allah SWT adalah penggantiku yang memegang urusan setiap muslim.

    Dia (Dajjal) akan keluar dari sebuah jalan antara Syam dan Irak. Kemudian dia akan membuat kerusakan ke tempat-tempat sekitarnya. Wahai hamba-hamba Allah, teguhlah pada keyakinan agama kalian.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Hakim)

    Manshur Abdul Hakim menjelaskan, fitnah Dajjal begitu besar lagi bahaya karena ia bakal membuat kerusakan di muka bumi, dan pembohong ulung itu akan menyesatkan manusia dengan berbagai cara dan dalam waktu yang singkat.

    Dajjal diberi keahlian hebat dan tak masuk akal atas murka Allah SWT yang menjadikan manusia keliru sehingga mengakuinya tuhan. Padahal, kemampuannya itu hanyalah tipuan semata.

    Doa Terhindar dari Fitnah Dajjal: Arab, Latin dan Arti

    Bahayanya cobaan dan hebatnya keahlian yang dimiliki Dajjal, membuat Nabi SAW mengkhawatirkan umat Islam yang kemungkinan lemah iman menjadi pengikutnya. Lantaran itu, beliau senantiasa memohon perlindungan Allah SWT dalam setiap salatnya.

    Berikut doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW agar terhindar dari fitnah Dajjal, dikutip dari buku Kiamat: Tanda-tandanya Menurut Islam, Kristen, dan Yahudi.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

    Latin: Allahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qabri wa a’uudzu bika min fitnatil masiihid dajjaali wa a’uudzub bika min fitnatil mahyaa wal mamaati, Allahumma innii a’uudzu bika minal ma’tsami wal maghrami

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan mati. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan lilitan utang.” (HR Bukhari & Muslim, dari Aisyah)

    Sheikh Dr. Said bin Ali Wahf Al-Qahtani dalam bukunya Perisai Muslim mengemukakan doa terhindar dari fitnah Dajjal hendaknya dibaca pada akhir setiap kali salat, tepatnya antara setelah melafalkan tasyahud akhir dan sebelum salam.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Sholat Tahajud Beserta Arab, Latin, dan Artinya



    Jakarta

    Sholat tahajud merupakan salah satu sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari. Walaupun sifatnya sunnah, namun Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk menjalankan sholat tahajud.

    Sebab, di dalam sholat tahajud terkandung keberkahan dan pahala yang berlimpah, terlebih jika dilakukan secara khusyuk. Agar lebih berkah, jangan lupa untuk membaca doa sholat tahajud setelah selesai.

    Lantas, seperti apa bacaan doa sholat tahajud sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel berikut ini.


    Keutamaan Sholat Tahajud

    Sebagai umat muslim tentunya wajib melaksanakan sholat fardhu lima waktu. Namun, alangkah baiknya jika detikers juga menegakkan sholat tahajud di malam hari.

    Hal ini telah dijelaskan dalam Al-Quran Surat Al-Isra ayat 79. Allah SWT berfirman kepada seluruh umatnya untuk melaksanakan sholat tahajud sebagai ibadah tambahan selain sholat lima waktu.

    وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

    Latin: Wa minal-laili fa taḥajjad bihī nāfilatal laka ‘asā ay yab’aṡaka rabbuka maqāmam maḥmụdā.

    Artinya: “Pada sebagian malam lakukanlah sholat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

    Lalu, Rasulullah SAW juga bersabda mengenai keutamaan sholat tahajud di malam hari. Hal ini telah dijelaskan dalam hadist yang berbunyi sebagai berikut.

    أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

    Artinya: “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam (tahajud).” (HR Muslim)

    Mengutip buku Terapi Shalat Tahajud oleh Moh Sholeh, tahajud sendiri artinya bangun dari tidur. Sementara, sholat tahajud berarti sholat sunah yang dikerjakan pada waktu malam hari dan dilaksanakan setelah tidur lebih dahulu, meskipun tidurnya hanya sebentar saja.

    Bacaan Doa Sholat Tahajud

    Setelah menunaikan ibadah sholat tahajud, sebaiknya detikers memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk meminta ampunan dari segala dosa di dunia ini. Simak bacaan doa solat tahajud lengkap dengan Arab, latin, dan artinya di bawah ini.

    اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

    Latin: Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq.

    Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata, neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.”

    “Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Oleh karena itu, ampuni dosaku yang telah lalu dan di kemudian hari, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah SWT.” (HR Bukhari dan Muslim).

    Oh ya, selain itu kamu juga bisa berdzikir setelah melaksanakan sholat tahajud. Di dalam sholat tahajud, kamu juga bisa mencurahkan seluruh isi hati kepada Allah SWT, hal ini agar hati dan pikiranmu terasa lega karena telah memohon pertolongan kepada-Nya.

    Nah, itu dia pembahasan mengenai bacaan doa sholat tahajud lengkap dengan Arab, latin, dan artinya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Didoakan Malaikat? Yuk Kerjakan 5 Amalan Ini!



    Jakarta

    Malaikat adalah makhluk Allah yang maksum, dalam artian mereka tidak memiliki dosa dan salah. Oleh karena itu, setiap doa mereka akan dengan mudah dikabulkan oleh Allah karena mereka berdoa bukan karena kehendaknya sendiri tetapi karena diperintah oleh Allah.

    Alangkah beruntungnya apabila seorang muslim mengerjakan suatu amalan dan ketika ia mengerjakan amalan tersebut terdapat malaikat yang turut mendoakannya. Doa-doa malaikat yang didengar dan dikabulkan oleh Allah pastinya memberikan efek positif baginya. Jadi, ia tidak hanya mendapatkan pahala dari amalan tersebut tetapi juga mendapatkan doa dari malaikat.

    Lantas, apa saja amalan yang dapat dilakukan agar didoakan malaikat?


    Amalan-Amalan Agar Didoakan Malaikat

    1. Berwudhu Sebelum Tidur

    Dinukil dari buku Reuni Ahli Surga: Sejumlah Amalan Penting Penghuni Surga Saat di Dunia yang ditulis oleh Ahmad Abi Al-Musabbih, berwudhu sebelum tidur akan didoakan oleh malaikat agar diampuni segala dosanya.

    Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (berwudhu), maka malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya malaikat itu akan berucap, ‘Ya Allah ampunilah hamba-Mu si fulan, karena ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci.” (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar RA).

    Adapun dari sisi kesehatan, dijelaskan bahwa percikkan dari air wudhu dapat membuat otot yang tegang setelah beraktivitas seharian menjadi lebih rileks. Hal ini juga dapat membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh, khususnya wajah. Wudhu yang dilakukan secara rutin sebelum tidur (termasuk untuk sholat Isya) dapat menjadi solusi terbaik untuk menjaga kesehatan.

    2. Menjenguk Orang yang Sakit

    Dalam buku Amalan Kecil Berpahala Besar yang disusun oleh Ustadz Arif Rahman, menjenguk orang sakit mudah dilakukan seraya mempererat tali silaturahmi. Terlebih, menjenguk orang yang sakit adalah salah satu kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya.

    Sebagaimana yang terkandung dalam hadits berikut ini:

    “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, ‘Haq seorang muslim terhadap muslim lainnya ada enam.’ Dikatakan kepada beliau, ‘Apa itu Yaa Rasulullah?’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Engkau hendaknya memberi salam ketika bertemu kepadanya, menghadiri undangannya, memberi nasihat ketika ia meminta, mendoakannya ketika ia bersin jika ia memuji Allah, dan menjenguknya ketika ia sakit, dan engkau selenggarakan (mengurus) jenazahnya jika ia meninggal dunia.” (HR Muslim).

    Betapa mulianya seseorang yang menjenguk sesama saudara muslim yang sakit, sehingga Allah pun memerintahkan malaikat untuk mendoakannya. Hal tersebut tercantum dalam hadits berikut.

    “Tiada seorang muslim yang menjenguk seorang muslim pada waktu pagi melainkan dia didoakan oleh 70.000 malaikat hingga sore hari. Dan ia menjenguk pada sore hari maka ia didoakan oleh 70.000 malaikat hingga pagi harinya. Dan akan mendapatkan jaminan buah-buahan yang siap dipetik di dalam surga.” (HR Tirmidzi dan dia berkata hasan, dianggap shahih oleh al-Bani).

    3. Bersedekah di Jalan Allah

    Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak ada hari yang disambut oleh para hamba melainkan di sana ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang-orang yang berinfak.’ Sedangkan (malaikat) yang lainnya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kehancuran kepada orang-orang yang menahan (hartanya).” (HR Bukhari dan Muslim).

    Dalam hadits tersebut, Rasulullah mengabarkan bahwa setiap hari turun dua malaikat ke dunia untuk mendoakan manusia yang bersedekah dan tidak bersedekah. Malaikat yang satu mendoakan agar orang yang berinfak atau bersedekah segera diganti oleh Allah, sedangkan malaikat yang satunya lagi mendoakan agar manusia yang kikir, pelit, dan bakhil diberi kehancuran.

    Mengutip buku Banjir Harta Dengan Sedekah, Dhuha, Hajat, Baca Al-Qur’an, dan Menyantuni Anak Yatim yang ditulis oleh K. H. Muhammad Habibillah, disebutkan bahwa Allah sangat menghargai amalan sedekah dan sangat tidak menyukai orang-orang yang menimbun hartanya. Sehingga Allah mengutus dua malaikat untuk mendoakan masing-masing orang yang bersedekah dan yang tidak bersedekah.

    4. Berdiri di Shaf Pertama Ketika Sholat

    Melaksanakan sholat jamaah di masjid merupakan amalan yang berpahala banyak. Setiap langkah menuju masjid untuk melakukan sholat berjamaah akan dihitung pahala dan diampuni dosa-dosanya. Sementara melakukan sholat berjamaah pahalanya 27 kali lipat lebih banyak daripada sholat sendirian.

    Terlebih, ketika seseorang berada di shaf pertama ketika sholat berjamaah. Dalam hal ini, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada di shaf pertama.” (HR Ibnu Hibban).

    Al-Mulla ‘Ali al-Qari dalam kitab “Mirqatul Mafatih” menjelaskan sabda Rasulullah tersebut bahwa shalawat Allah maksudnya adalah turunnya kasih sayang Allah kepada hamba yang melaksanakan ibadah tersebut. Sementara itu, shalawat malaikat ialah doa agar pertolongan dan ampunan Allah senantiasa menyelimutinya.

    A. Noer Che menyebutkan dalam bukunya Didoakan oleh 70 Ribu Malaikat, yang mendapatkan shalawat dari malaikat tidak hanya orang-orang di shaf pertama, tetapi juga shaf kedua. Namun, orang yang berada di shaf pertama tetap lebih utama. Hal tersebut dibuktikan bahwa Rasulullah sampai harus mengulang shalawat Allah SWT dan para malaikat-Nya kepada orang-orang yang berada di shaf pertama sebanyak dua kali.

    5. Mendoakan Kebaikan Bagi Orang Lain

    Merangkum buku berjudul 200 Amalan Ringan Berpahala Istimewa yang disusun oleh Abdillah F. Hasan, amalan mudah yang dapat dikerjakan dan akan kembali didoakan oleh malaikat adalah mendoakan kebaikan bagi orang lain, khususnya sesama saudara muslim.

    Hal tersebut tercantum dalam hadits berikut,

    Dari Ummu Darda RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘Amin’ dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.” (HR Muslim).

    Itulah 5 macam-macam amalan yang dapat dikerjakan agar turut didoakan oleh malaikat. Doa malaikat yang mudah dikabulkan oleh Allah pastinya akan datang bagi siapa saja yang mau beribadah, beriman, dan bersungguh-sungguh dan ikhlas beramal di jalan yang telah ditetapkan oleh-Nya.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Masuk & Keluar Rumah, Dibaca untuk Mohon Perlindungan Allah



    Jakarta

    Islam mengajarkan banyak sekali doa yang bisa diamalkan umatnya dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Di antaranya adalah doa ketika masuk dan keluar rumah.

    Mahmud Asy-Syafrowi melalui bukunya Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-doa Harian menyebutkan rumah punya perang penting dalam kehidupan manusia, lantaran berfungsi sebagai tempat berlindung dan menjalankan kehidupan sehari-hari. Karenanya setiap orang mendambakan rumah yang nyaman dan layak dihuni.

    Hanya nyaman dan layak saja tak lengkap bagi sebuah rumah, melainkan ia juga harus diselimuti keberkahan Allah SWT sehingga mampu terciptanya ketentraman, rasa tenang dan damai apabila berada di dalamnya.


    Aura kebaikan yang demikian bisa diciptakan jika penghuni rumahnya senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbagai amal ibadah. Salah satunya dengan membaca doa dan berharap kepada Allah SWT ketika memasuki rumah.

    Selain ingin punya rumah yang penuh berkah, muslim tentu juga mau dirinya luput dari rasa cemas, takut maupun gelisah. Baik di dalam rumah maupun di luar rumah, kita tak tahu kapan ancaman dapat menimpa.

    Karena terkadang aktivitas seseorang juga dilakukan di luar rumah, maka sepatutnya bagi kita memohon perlindungan Allah SWT dari mara bahaya, bala bencana, hingga kejadian yang mungkin bisa merugikan diri sendiri.

    Untuk itu perlu berdoa kepada-Nya sebagai wujud butuhnya manusia kepada sang Maha Pemberi Perlindungan. Tak hanya itu, membaca doa ketika hendak meninggalkan rumah juga sebagai bentuk permohonan supaya Dia melacarkan segala urusan yang akan kita kerjakan.

    Adapun Nabi SAW yang merupakan utusan Allah SWT, mengajarkan kaum muslim sejumlah doa yang bisa dilafalkan saat masuk ke dalam rumah dan ketika meninggalkannya.

    Doa Masuk Rumah: Arab, Latin dan Arti

    Menukil kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menyebutkan sejumlah hadits yang berisi bacaan doa masuk rumah dari Rasulullah SAW secara langsung. Berikut lafal doa masuk rumah sesuai sunnah:

    1. Salam sebelum Masuk Rumah

    السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِيْنَ

    Latin: Assalaamu ‘alaynaa wa ‘ala ‘ibaadi Allahi ash-shaalihiin

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang sholeh.”

    2. Doa Masuk Rumah

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلِجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ، بِاسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا، وَبِاسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

    Latin: Allahumma inni as’aluka khayral-mauliji wa khayral-makhraji bismillahi walajnaa wa bismillahi kharajna wa ‘alallaahi rabbanaa tawakkalnaa

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar. Dengan menyebut asma Allah kami masuk, dan dengan menyebut asma Allah pula kami keluar, dan hanya kepada Rabb kami bertawakal.” (HR Abu Dawud)

    Doa Keluar Rumah: Arab, Latin dan Arti

    Selain doa masuk rumah, kitab Al-Adzkar juga melampirkan doa keluar rumah dari Nabi SAW. Berikut bacaan doa keluar rumah sesuai sunnah:

    1. Doa Keluar Rumah Versi Kesatu

    بِاسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

    Latin: Bismillahi tawakkaltu ‘ala Allahi, Allahumma inni a’udzubika an adhilla aw udhalla, aw azilla aw uzalla, aw adzlima aw udzlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya

    Artinya: “Dengan menyebut asma Allah aku bertawakal kepada Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar aku jangan sesat atau disesatkan; agar jangan tergelincir atau dijatuhkan, agar jangan berbuat aniaya atau teraniaya, dan agar jangan terjerumus ke dalam kebodohan atau dijerumuskan ke dalam kebodohan.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i & Ibnu Majah)

    2. Doa Keluar Rumah Versi Kedua

    بِاسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

    Latin: Bismillahi tawakkaltu ‘ala Allahi wa laa hawla wa laa quwwata illa bi Allahi

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.” (HR Tirmidzi & Abu Dawud)

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sholat Hajat, Lengkap dengan Keutamaan dan Tata Caranya



    Jakarta

    Doa sholat hajat bisa dibaca setelah mengerjakan amalan tersebut. Sholat hajat merupakan ibadah sunnah yang dilakukan ketika seorang muslim memiliki hajat tertentu dan ingin dikabulkan oleh Allah SWT.

    Ustaz Arif Rahman dalam bukunya yang bertajuk Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW, hukum sholat hajat ialah sunnah. Pengerjaannya bisa dilakukan kapan saja asalkan bukan pada momen-momen dilarang untuk mengerjakan sholat.

    Jumlah rakaat sholat hajat sendiri ialah paling sedikit dua dan paling banyak 12 rakaat dengan salam setiap dua rakaatnya. Anjuran mengerjakan sholat hajat tercantum dalam sebuah riwayat, Nabi SAW bersabda,


    “Barang siapa yang berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian sholat dua rakaat dengan sempurna, maka Allah akan memberikan apa yang ia minta cepat atau lambat,” (HR Ahmad).

    Doa Sholat Hajat: Arab, Latin, dan Artinya

    Berikut ini merupakan doa sholat hajat yang dapat dibaca setelah mengerjakan ibadah sunnah tersebut seperti dikutip dari buku Doa-Doa Mustajabah tulisan Abu Qalbina.

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Arab latin: La ilaha illallahul halimul karim. Subhanallahi rabbil ‘arsyil karimil ‘azhim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. As’aluka mujibati rahmatik, wa ‘aza’ima maghfiratik, wal ghanimata min kulli birrin, was salamata min kulli itsmin. La tada’ li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha ya arhamar rahimin.

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah, Tuhan penguasa singgasana yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku Mohon kepada-Mu segala hal yang bisa menghadirkan rahmat-Mu dan dorongan kuat untuk mendapatkan ampunan-Mu, luapan segala kebajikan, dan keselamatan dari setiap dosa. Jangan Engkau biarkan dosa menghampiriku kecuali Engkau mengampuninya, jangan biarkan kesedihan menghinggapiku kecuali Engkau memberikan jalan keluarnya, dan tiada suatu hajat yang Engkau ridhai kecuali Engkau memenuhinya, wahai Zat yang Maha Kasih di antara para pengasih,”

    Tata Cara Sholat Hajat

    Mengutip dari buku Menjemput Berkah Lewat Shalat Hajat karya Abu Khansa Al-Harits, meski sholat hajat bisa dilakukan kapan saja, waktu terbaiknya yaitu pada sepertiga malam terakhir. Ini sesuai dengan hadits Nabi SAW yang berbunyi,

    “Malam manakah yang paling didengar (dikabulkan oleh Allah SWT)?, Rasulullah bersabda, “Pada tengah malam,” (HR Imam Ahmad dan Imam Ibnu Hibban).

    Tata cara mengerjakan sholat hajat sama seperti sholat-sholat sunnah lainnya. Kita harus suci dan bersih dari kotoran, najis maupun hadats. Selain itu, kita juga harus membersihkan hati dari sifat iri, dengki, riya, takabur karena sifat tersebut menjadi penghalang terkabulnya suatu permintaan kepada Allah SWT.

    Sholat hajat dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendiri-sendiri. Pembeda antara sholat hajat dan sholat sunnah lainnya adalah niat dan bacaan ayat setelah surat Al Fatihah, berikut tata caranya.

    • Membaca niat sholat hajat

    اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

    Arab latin: Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillahi ta’ala

    Artinya: “Aku berniat sholat hajat sunnah hajat dua raka’at karena Allah Ta’ala,”

    • Takbiratul ihram
    • Membaca doa iftitah
    • Membaca surat Al Fatihah
    • Setelah membaca surat Al Fatihah, diriwayatkan dari Wahib bin Al-Ward mengatakan bahwa doa yang dikabulkan adalah doa dari seorang hamba yang sholat 12 rakaat dan membaca pada tiap rakaatnya ayat Kursi serta surat Al Ikhlas
    • Rukuk
    • I’tidal
    • Sujud
    • Duduk di antara dua sujud
    • Sujud kedua
    • Bangkit dan lakukan gerakan rakaat kedua seperti rakaat pertama
    • Duduk tasyahud akhir
    • Salam

    Keutamaan Sholat Hajat

    Sholat hajat mengandung keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam buku Shalat Tahajud dan Shalat Hajat susunan Mahmud asy-Syafrowi. Sholat hajat mampu menjadi motivator terkuat untuk mencapai kekusyukan.

    Selama ini mungkin kita banyak melakukan sholat, baik fardhu maupun sunnah namun jarang sekali khusyuk dalam sholat tersebut. Bahkan, keinginan malam yang menyimpan kekuatan konsentrasi pun sering membuat kita lengah.

    Karenanya, sholat hajat mampu menjadi pendongkrak kemuliaan seorang hamba di sisi Allah. Terlebih, sholat hajat dispesialkan untuk meminta hajat kepada Allah.

    Selain itu, sholat hajat juga membuat seorang hamba lebih dekat kepada Tuhannya, yaitu Allah SWT. Seringkali kita mencita-citakan sesuatu dan mengandalkan kemampuan diri kita tanpa sadar bahwa Allah menguasai segalanya. Hanya Allah SWT yang mampu menghendaki sesuatu.

    Demikian pembahasan mengenai doa sholat hajat beserta keutamaan dan tata caranya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com