Tag Archives: donald trump

Biang Kerok Bitcoin Babak Belur


Jakarta

Bitcoin (BTC) bergerak di zona merah pada perdagangan Senin (23/2/2026). Pelemahan terjadi bahkan hampir pada seluruh token kripto yang dipicu penerapan tarif global yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebesar 15%.

Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap pukul 18.10 WIB, harga BTC tercatat melemah 2,77% sepanjang 24 jam terakhir ke harga US$ 66.309 atau sekitar Rp 1,11 miliar (asumsi kurs Rp 16.816).

Harga BTC turun dari level US$ 68.193 atau sekitar Rp 1,14 miliar pada perdagangan pagi sekitar pukul 06.05 WIB.


Dikutip dari CNBC, pelemahan harga BTC hari ini memperpanjang koreksi token tersebut sejak bulan Oktober 2025. Diketahui saat itu, BTC melemah setelah menyentuh level tertinggi pada harga US$ 125.000 atau sekitar Rp 2,1 miliar.

Kemudian secara kumulatif sejak bulan Oktober 2025, BTC tercatat telah melemah lebih dari 47% hingga hari ini. Sementara secara kumulatif sepanjang tahun 2026, BTC tercatat melemah 26%.

COO BTSE, Jeff Mei, mengatakan pelemahan hari ini terjadi akibat aksi jual bersih investor menyusul pengumuman tarif AS sebesar 15%. Selain itu, kekhawatiran investor juga dipicu oleh naiknya tensi geopolitik AS-Iran.

“Kami yakin bahwa kenaikan tarif yang tiba-tiba ini menyebabkan investor menjual aset kripto sebagai antisipasi penurunan pasar yang lebih serius,” ujar Jeff Mei dikutip dari CNBC, Senin (23/2/2026).

Sementara itu, Kepala Riset 10x Research, Markus Thielen, mengatakan pelemahan harga BTC terjadi karena rendahnya kepercayaan dan likuiditas pasar kripto. Secara teknikal, BTC berada pada fase bearish yang ditandai rendahnya volume transaksi dan ketidakpastian di AS. BTC juga disebut berpotensi melemah hingga ke harga US$ 50.000.

Sebagai informasi, pelemahan juga terjadi pada altcoin seperti Ethereum (ETH) yang terkoreksi hingga 3,16% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 1.917 atau sekitar Rp 32,23 juta. Kemudian pelemahan tercatat pada koin BNB dan Solana (SOL) di perdagangan 24 jam terakhir, yang masing-masing terkoreksi sebesar 2,74% dan 5,91%.

Untuk harga BNB tercatat di level US$ 607,09, sedangkan SOL tercatat melemah ke harga US$ 80,32. Memecoin juga bernasib serupa pada perdagangan hari ini. DOGE misalnya, tercatat melemah hingga 1,03% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0.09652.

Simak juga Video ‘Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?’:

(ahi/hns)



Sumber : finance.detik.com

Pasar Kripto Loyo, Stablecoin Keluarga Trump Ikut Melorot


Jakarta

Sejumlah token kripto kompak terkoreksi pada perdagangan hari ini, Selasa (24/2/2026). Pelemahan juga terjadi pada token stablecoin yang didukung keluarga Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, USD1.

Berdasarkan data perdagangan CoinMarketCap pukul 10.57 WIB, token USD1 tercatat bergerak di zona merah dengan koreksi 0,3% ke harga US$ 0.9987. Sebelumnya USD1 bahkan sempat terjun lebih dalam ke harga US$ 0.9951 pada perdagangan Senin (23/2) kemarin.

Pemilik produk stablecoin USD1, World Liberty Financial, mengatakan tokennya aman di tengah ketidakpastian global, sebagaimana dikutip dari Reuters. Bahkan, mereka memgklaim dapat pulih dengan cepat kala token USD1 runtuh kemarin.


Selain itu, token WLFI juga diklaim aman dan terlindungi di tengah isu peretasan akun sosial media para pendirinya. Diketahui, World Liberty Financial didirikan pada tahun 2024 oleh keluarga Trump dan sejumlah mitra kerja sama. World Liberty Financial kemudian luncurkan token kripto WLFI dan USD1.

“Tidak ada kontrak pintar yang terpengaruh. Semua dana USD1 tetap sepenuhnya aman, terlindungi, dan dijamin sepenuhnya. Infrastruktur dan tim kami beroperasi persis seperti yang dirancang,” bunyi unggahan tersebut, dikutip dari Reuters, Selasa (24/2/2026).

Untuk diketahui, USD1 merupakan stablecoin berbasis dolar AS yang miliki harga seusai dengan mata uang Negeri Paman Sam tersebut. Sementara WLFI adalah token berbasis Ethereum.

WLFI sendiri hari ini tercatat melemah 5,03% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0.1080 dari level tertingginya di posisi US$ 0.117 para perdagangan pagi tadi. Secara kumulatif pada perdagangan sepekan terakhir, WLFI masih tercatat menguat 7,41%.

Simak juga Video ‘Belajar dari Gegernya Dugaan Penipuan Trading Timothy Ronald, Kita Bisa Apa?’:

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Bitcoin Diramal Anjlok Makin Dalam, Ini Pemicunya


Jakarta

Aset kripto kompak melemah hingga perdagangan siang hari ini, Selasa (24/2/2026). Koreksi tajam yang terjadi pada sejumlah token utama kripto bahkan disebut masih berpeluang berlanjut dalam jangka pendek hingga menengah.

Dikutip dari data perdagangan Coinmarketcap pukul 13.00 WIB, pergerakan harga Bitcoin (BTC) melemah 3,02% sepanjang 24 jam terakhir ke level US$ 63.056 atau sekitar Rp 1,06 miliar (asumsi kurs Rp 16.837). Harga BTC turun dari US$ 66.451 atau sekitar Rp 1,11 miliar pada perdagangan pagi tadi.

Sementara Ether (ETH), tercatat melemah 2,28% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 1.824 atau sekitar Rp 30,71 juta. Secara kumulatif pada perdagangan seminggu terakhir, ETH bergerak melemah 7,76% dari harga US$ 1.973 atau sekitar Rp 33,22 juta.


CEO Triv, Gabriel Rey, menjelaskan harga BTC masih berpotensi terkoreksi. Menurutnya, level support harga BTC saat ini berada di US$ 59.000 atau sekitar Rp 993,2 juta untuk memastikan ruang untuk kembali menguat. Namun jika level tersebut tembus lebih rendah, ruang koreksi harga BTC disebut mencapai US$ 53.000 atau sekitar Rp 892,14 juta.

“Support terkuat harusnya ada di angka sekitar US$ 59.900 atau sekitar US$ 60.000, itu kita harusnya akan melihat bounce. Kalau memang itu sampai tembus, berarti kita akan melihat angka US$ 53.000. Tapi saya yakin harusnya US$ 60.000 tidak akan back down,” ungkap Gabriel kepada detikcom, Selasa (24/2/2026).

Gabriel menjelaskan, melemahnya pasar kripto secara umum dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Di samping itu, pengumuman tarif baru sebesar 15% yang diumumkan Presiden AS Donald Trump juga turut mempengaruhi pergerakan pasar kripto.

Sejalan dengan hal tersebut, terang Gabriel, banyak investor kripto yang menarik dananya dari sejumlah token utama. Hal tersebut juga tercermin dari menguatnya harga emas beberapa hari terakhir. Sementara itu, BlackRock juga tercatat melepas porsi di ETH usai pendiri token tersebut, Vitalik Buterin, melakukan jual bersih jutaan dolar dari harga US$ 3.000 hingga saat ini.

“Jadi memang investor mulai menjual Bitcoin-nya, dan kita melihat juga emas mengalami kenaikan. Jadi kita melihat bahwa investor lebih shifting ke aset yang dirasa lebih aman dalam ketidakpastian makroekonomi ini,” jelasnya.

Dihubungi terpisah Co-founder Cryptowatch, Christopher Tahir, menjelaskan pelemahan pasar kripto terjadi imbas banyaknya ketidakpastian global yang memaksa pelaku pasar cenderung menghindari risiko atau risk off. Kemudian dominasi dari investor awam pada pasar kripto juga menjadi sentimen aksi jual bersih pada sejumlah token utama.

“Dengan dominasi dari investor awam (mainstream) di pasar crypto saat ini, tentunya ini akan memberikan ketidakpastian untuk mereka, yang membuat mereka akan cenderung terdesak menjual posisi mereka,” jelasnya.

Christopher menambahkan, kekhawatiran pelaku pasar kripto juga meningkat menyusul ancaman quantum computing. Imbas kombinasi sentimen tersebut, pasar kripto disebut masih akan terkoreksi dalam jangka pendek hingga menengah.

“Dalam waktu dekat ini, peluang harga untuk memulai kembali akan cenderung lebih kecil. Menurut saya, dalam waktu jangka pendek hingga menengah, bursa crypto secara keseluruhan akan cenderung terkonsolidasi,” jelasnya.

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Bitcoin Diramal Makin Anjlok Gara-gara Trump


Jakarta

Aset kripto kompak tertekan pada perdagangan beberapa hari terakhir. Pelemahan pasar kripto ini disinyalir terjadi imbas ketidakpastian geopolitik dan pengumuman tarif impor yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pelemahan terbesar terjadi pada token Bitcoin (BTC). Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap pukul 19.18 WIB, pergerakan harga BTC melemah 4,5% sepanjang 24 jam terakhir ke level US$ 63.225 atau sekitar Rp 1,06 miliar (asumsi kurs Rp 16.833). Harga BTC turun dari US$ 66.359 atau sekitar Rp 1,11 miliar pada perdagangan pagi tadi.

Sementara Ether (ETH), tercatat melemah 4,72% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 1.825 atau sekitar Rp 30,72 juta. Secara kumulatif pada perdagangan seminggu terakhir, ETH bergerak melemah 7,37% dari harga US$ 1.966 atau sekitar Rp 33,09 juta.


CEO Triv, Gabriel Rey, menjelaskan harga BTC masih berpotensi terkoreksi. Menurutnya, level support harga BTC saat ini berada di US$ 59.000 atau sekitar Rp 993,2 juta untuk memastikan ruang untuk kembali menguat. Namun jika level tersebut tembus lebih rendah, ruang koreksi harga BTC disebut mencapai US$ 53.000 atau sekitar Rp 892,14 juta.

“Support terkuat harusnya ada di angka sekitar US$ 59.900 atau sekitar US$ 60.000, itu kita harusnya akan melihat bounce. Kalau memang itu sampai tembus, berarti kita akan melihat angka US$ 53.000. Tapi saya yakin harusnya US$ 60.000 tidak akan back down,” ungkap Gabriel kepada detikcom, Selasa (24/2/2026).

Gabriel menjelaskan, melemahnya pasar kripto secara umum dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Di samping itu, pengumuman tarif baru sebesar 15% yang diumumkan Presiden AS Donald Trump juga turut mempengaruhi pergerakan pasar kripto.

Sejalan dengan hal tersebut, terang Gabriel, banyak investor kripto yang menarik dananya dari sejumlah token utama. Hal tersebut juga tercermin dari menguatnya harga emas beberapa hari terakhir. Sementara itu, BlackRock juga tercatat melepas porsi di ETH usai pendiri token tersebut, Vitalik Buterin, melakukan jual bersih jutaan dolar dari harga US$ 3.000 hingga saat ini.

“Jadi memang investor mulai menjual Bitcoin-nya, dan kita melihat juga emas mengalami kenaikan. Jadi kita melihat bahwa investor lebih shifting ke aset yang dirasa lebih aman dalam ketidakpastian makroekonomi ini,” jelasnya.

Dihubungi terpisah Co-founder Cryptowatch, Christopher Tahir, menjelaskan pelemahan pasar kripto terjadi imbas banyaknya ketidakpastian global yang memaksa pelaku pasar cenderung menghindari risiko atau risk off. Kemudian dominasi dari investor awam pada pasar kripto juga menjadi sentimen aksi jual bersih pada sejumlah token utama.

“Dengan dominasi dari investor awam (mainstream) di pasar crypto saat ini, tentunya ini akan memberikan ketidakpastian untuk mereka, yang membuat mereka akan cenderung terdesak menjual posisi mereka,” jelasnya.

Christopher menambahkan, kekhawatiran pelaku pasar kripto juga meningkat menyusul ancaman quantum computing. Imbas kombinasi sentimen tersebut, pasar kripto disebut masih akan terkoreksi dalam jangka pendek hingga menengah.

“Dalam waktu dekat ini, peluang harga untuk memulai kembali akan cenderung lebih kecil. Menurut saya, dalam waktu jangka pendek hingga menengah, bursa crypto secara keseluruhan akan cenderung terkonsolidasi,” jelasnya.

Simak juga Video ‘Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?’:

(ahi/hns)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin cs Mulai Bangkit


Jakarta

Pasar kripto kembali pulih pada perdagangan Rabu (2/25) siang. Diketahui sebelumnya, aset digital kripto kompak terkoreksi imbas meningkatnya tensi geopolitik Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Selain itu, pengumuman tarif global baru sebesar 15% yang diumumkan Presiden AS Donald Trump juga ikut menekan harga aset digital.

Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap pukul 11.15 WIB, token Bitcoin (BTC) tercatat kembali menguat 3,8% sepanjang 24 jam terakhir ke harga US$ 65.445 atau sekitar Rp 1,09 miliar (asumsi kurs Rp 16.804). Harga BTC mulai bangkit dari level terendahnya pada harga US$ 62.694 atau sekitar Rp 1 miliar pada perdagangan pagi tadi.


Kemudian untuk token Ether (ETH) tercatat menguat 4,86% ke harga US$ 1.904 atau sekitar Rp 31,99 juta sepanjang perdagangan 24 jam terakhir. ETH bangkit dari level terendahnya di harga US$ 1.813 atau sekitar Rp 30,46 juta.

Secara teknikal, pelemahan harga BTC sebelumnya terjadi karena gagal bertahan di area US$ 64.000 hingga US$ 65.000. Ruang koreksi juga masih terbuka secara jangka pendek, mengingat BTC masih bergerak di bawah level psikologis US$ 70.000.

“Data dari Standard Chartered, karena area US$ 64.000-US$ 65.000 gagal dipertahankan, memperingatkan potensi penurunan lanjutan hingga US$ 50.000 sebelum harga stabil. Saat ini, Bitcoin masih bergerak di bawah level psikologis US $70.000, menandakan tekanan jangka pendek masih membayangi pasar,” ungkap
Vice President Indodax, Antony Kusuma, kepada detikcom, Rabu (25/2/2026).

Meski begitu, Antony menjelaskan koreksi yang terjadi pada BTC cenderung lebih teratur dibanding siklus krisis sebelumnya. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan matangnya struktur pasar kripto dengan ruang pemulihan harga yang terbuka.

“Peluang rebound tetap terbuka. Saat ini pasar masih berada dalam fase konsolidasi atau pembentukan dasar harga (bottoming). Jika sentimen makro membaik dan terjadi aliran dana segar (inflow) kembali ke pasar, Bitcoin berpeluang keluar dari tekanan bearish,” jelasnya.

Antony menambahkan, investor saat ini biasanya menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) atau membeli secara bertahap. Langkah ini dilakukan untuk menekan dampak fluktuasi harga jangka pendek.

“Pendekatan ini dianggap lebih disiplin dibanding mencoba menebak titik terendah pasar di fase konsolidasi,” imbuhnya.

Sebelumnya, CEO Triv Gabriel Rey, menjelaskan melemahnya pasar kripto secara umum dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Di samping itu, pengumuman tarif baru sebesar 15% yang diumumkan Presiden AS Donald Trump juga turut mempengaruhi pergerakan pasar kripto.

Sejalan dengan hal tersebut, terang Gabriel, banyak investor kripto yang menarik dananya dari sejumlah token utama. Hal tersebut juga tercermin dari menguatnya harga emas beberapa hari terakhir. Sementara itu, BlackRock juga tercatat melepas porsi di ETH usai pendiri token tersebut, Vitalik Buterin, melakukan jual bersih jutaan dolar dari harga US$ 3.000 hingga saat ini.

“Jadi memang investor mulai menjual Bitcoin-nya, dan kita melihat juga emas mengalami kenaikan. Jadi kita melihat bahwa investor lebih shifting ke aset yang dirasa lebih aman dalam ketidakpastian makroekonomi ini,” ujarnya kepada detikcom, Selasa (25/2).

Sebagai informasi, penguatan harga aset kripto juga terjadi pada sejumlah altcoin lainnya. BNB misalnya, tercatat menguat 0,79% sepanjang perdagangan 24 jam ke harga US$ 595,43. Nasib serupa juga terjadi pada token Solana (SOL) yang menguat 7,29% ke harga US$ 82,24.

Sementara untuk stablecoin Tether (USDT) bergerak stabil pada harga US$ 0.9998 dan USDC menguat 0,1% ke harga US$ 1. Penguatan juga dialami oleh memecoin seperti DOGE yang tercatat menguat 1,32% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0.09261.

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Terbang Lagi, Jadi Segini Sekarang


Jakarta

Harga Bitcoin (BTC) bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan hari ini, Kamis (26/2/2026). Bitcoin bergerak mendekati level US$ 70.000 atau sekitar Rp 1,17 miliar (asumsi kurs Rp 16.752) dari harga US$ 64.867.

Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap pukul 13.18 WIB hari ini, Kamis (26/2), harga BTC bergerak menguat sebesar 5,24% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke level US$ 68.335 atau sekitar Rp 1,14 miliar. BTC Sempat menyentuh harga tertingginya pada level US$ 69.512 atau sekitar Rp 1,16 miliar pada perdagangan pagi tadi.

Dikutip dari Bloomberg, menguatan harga BTC ini dipicu oleh kembalinya likuiditas pasar kripto usai tekanan jual bersih beberapa waktu lalu. Lonjakan harga BTC ini bahkan terjadi sejalan dengan pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang mengklaim kembalinya ekonomi Negeri Paman Sam.


“Kenaikan harga kemungkinan mencerminkan perilaku pembelian saat harga turun setelah aksi jual yang berkepanjangan,” kata salah satu pendiri Orbit Markets, Caroline Mauron, dikutip dari Bloomberg, Kamis (26/2/2026).

Selain BTC, altcoin lainnya juga tercatat menguat pada perdagangan hari ini. Token Ether (ETH) misalnya, menguat 4,15% pada perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 2.063 atau sekitar Rp 34,56 juta. Kemudian token BNB menguat 2,33% ke harga US$ 627,16 dan Solana (SOL) menguat 6,39% ke level US$ 87,55.

Stablecoin pada perdagangan siang hari ini juga terpantau menguat, sebagaimana yang terjadi pada Tether (USDT) yang naik 0,03% ke US$ 1. Sementara memecoin seperti DOGE menguat 8,3% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0.1000.

Simak juga Video ‘Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?’:

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Anjlok Usai AS & Israel Serang Iran


Jakarta

Harga Bitcoin kembali terkoreksi usai Israel menyerang Iran hari ini, Sabtu (28/2/2026). Sepanjang perdagangan hari ini, token utama kripto itu tercatat bergerak di zona merah.

Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap pukul 14.50 WIB, harga Bitcoin terkoreksi 5,66% ke level US$ 63.840 (asumsi kurs Rp 16.802). Bitcoin juga tercatat sempat turun pada level terendah di harga US$ 63.245 sekitar pukul 14.00 WIB.

Pelemahan harga juga terjadi pada altcoin seperti Ether (ETH) yang terkoreksi sebesar 7,77% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke level US$ 1.870 atau sekitar Rp 31,42 juta. Kondisi ini memperdalam pelemahan ETH secara kumulatif dalam perdagangan sepekan terakhir, yakni sebesar 4,7%.


Altcoin lainnya juga kompak terkoreksi, seperti BNB yang melemah 4,52% ke harga US$ 598,42. Sedangkan untuk token Solana (SOL) terkoreksi lebih dalam sebesar 9,56% ke harga US$ 78,85.

Pelemahan harga juga terjadi pada memecoin seperti DOGE yang terkoreksi hingga 10,49% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0.08952. Namun begitu, stablecoin masih tercatat stabil dengan penguatan 0,03% ke harga US$ 1 untuk token Tether (USDT).

Dikutip dari CNBC, operasi militer AS-Israel terhadap Iran telah dikonfirmasi oleh Presiden AS Donald Trump melalui unggahan resmi Truth Social miliknya. Dalam unggahan tersebut, ia mengaku tujuan penyerangan itu untuk membela rakyat Amerika.

“Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman nyata dari rezim Iran, sebuah kelompok kejam yang terdiri dari orang-orang yang sangat keras dan mengerikan,” kata Trump dalam pesan video di akun Truth Social miliknya, dikutip dari CNBC, Sabtu (28/2/2026).

(ahi/hns)



Sumber : finance.detik.com

Profil Calon Walkot Muslim Pertama New York yang Pro Palestina


Jakarta

Zohran Mamdani merupakan kandidat Wali Kota muslim yang pertama di New York dari Partai Demokrat. Pria berusia 33 tahun itu merupakan sosok yang sangat menentang agresi Israel terhadap Gaza, Palestina.

Mamdani merupakan seorang legislator di negara bagian New York mewakili Queens. Ia mengungguli kandidat berpengaruh yang tak lain adalah mantan Gubernur New York Andrew Cuomo dalam pemilihan pendahuluan (primary) Partai Demokrat untuk calon Wali Kota New York yang digelar Selasa (24/6/2025) lalu.

Hasil perolehan suara Mamdani jauh di atas Cuomo hingga sulit mengejarnya. Cuomo sendiri telah mengakui kekalahannya dan mengucapkan selamat kepada Mamdani.


Setelah memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, kemenangan Mamdani ini disebut sebagai momen penting politik pro-Palestina di Amerika Serikat. Meski belum sah, Mamdani telah mendeklarasikan kemenangan dalam pidato di depan para pendukungnya.

“Malam ini, kita mencetak sejarah. Mengingat kata-kata Nelson Mandela, ini semua terlihat tidak mungkin sampai benar-benar terjadi.Teman-teman, kita telah berhasil. Saya akan menjadi kandidat Demokrat untuk Wali Kota New York,” katanya dikutip dari New York Times.

Profil Zohran Mamdani

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari situs New York State Assembly, nama lengkap calon Wali Kota Muslim di New York itu adalah Zohran Kwame Mamdani. Ia lahir dan dibesarkan di Kampala, Uganda.

Mamdani pindah ke New York bersama keluarganya saat berusia 7 tahun. Ia menempuh pendidikan di Bronx High School of Science sebelum meraih gelar di bidang Kajian Afrika dari Bowdoin College.

Sebelum terjun ke politik, ia bekerja sebagai penasihat perumahan untuk membantu warga berpenghasilan rendah mencegah penggusuran. Mamdani terpilih sebagai anggota dewan Negara Bagian New York pada 2020 dari Distrik 36 yang mencakup Astoria, Queens.

Awal tahun ini, Mamdani menikah dengan seorang seniman wanita bernama Rama Duwaij. Wanita itu merupakan keturunan Suriah yang tinggal di Brooklyn.

Lantang Kritik Agresi Israel Terhadap Gaza

Masih dari sumber yang sama, Mamdani sangat vokal dalam mengkritik agresi Israel di Gaza. Bahkan, ketika menjadi mahasiswa di kampusnya ia mendirikan cabang Students for Justice in Palestine (Solidaritas Mahasiswa untuk Palestina).

Dalam unggahannya di X pada 31 Oktober 2024 lalu, Mamdani mengkritik pendudukan Israel di Gaza. Ia menyebut yang dilakukan Israel sebagai bentuk genosida.

“Saya akan selalu jelas dalam bahasa saya dan berdasarkan fakta: Israel sedang melakukan genosida.” tulisnya.

Secara terbuka, Mamdani juga mendukung gerakan boikot, divestasi dan sanksi (BDS) terhadap entitas yang berafiliasi dengan Israel.

Melalui sesi wawancara pada Desember 2024 lalu bersama seorang jurnalis bernama Mehdi Hasan, Zohran Mamdani secara publik menyatakan akan menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika berkunjung ke New York.

“Sebagai wali kota, saya akan menangkap Netanyahu jika datang ke New York. Ini adalah kota yang nilainya sejalan dengan hukum internasional,” ujarnya seperti dikutip dari laporan Al Jazeera.

Donald Trump Cemooh Zohran Mamdani

Kemenangan sensasional Zohran Mamdani memicu reaksi keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui media sosialnya, ia melontarkan cemoohan terhadap calon Wali Kota Muslim New York pertama itu.

“Akhirnya terjadi, Partai Demokrat telah melewati batas. Zohran Mamdani, seorang komunis gila 100 persen,” tulis Trump dalam unggahannya di akun Truth Social pribadinya pada Kamis (25/6/2025) lalu.

“Baru saja memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, dan ada dalam jalur untuk menjadi Wali Kota.” tambah Trump.

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

Kian Banyak Bangsa Eropa Akui Negara Palestina, Setelah Prancis Kini Inggris



Jakarta

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan Inggris siap mengakui negara Palestina. Langkah ini menanggapi meningkatnya kemarahan publik atas krisis kelaparan di Gaza.

Dilansir Reuters, Starmer menyatakan hal itu pada Selasa (29/7/2025), sehari setelah pembicaraan di Skotlandia dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump sendiri keberatan dengan rencana Inggris tersebut.


Inggris berencana mengakui kemerdekaan Palestina di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mendatang. Starmer mengatakan pihaknya akan merealisasikan pernyataan itu kecuali Israel mengambil tindakan untuk mengizinkan lebih banyak bantuan ke Gaza, tak ada aneksasi Tepi Barat, dan berkomitmen pada solusi dua negara.

“Rakyat Palestina telah menanggung penderitaan mengerikan,” ujar Starmer dilansir Reuters.

“Sekarang, di Gaza, karena kegagalan bantuan yang dahsyat, kami melihat kelaparan, anak-anak yang terlalu lemah untuk berdiri, gambaran yang akan terus kami ingat seumur hidup. Penderitaan ini harus diakhiri,” tegasnya.

Kementerian Luar Negeri Israel turut menanggapi pernyataan Inggris. Dalam sebuah unggahan di X, pihaknya menyebut langkah Inggris merupakan “hadiah bagi Hamas” dan akan merugikan upaya gencatan senjata.

Langkah Inggris untuk mengakui negara Palestina di PBB akan menjadi kekuatan tambahan bagi Barat. Menyusul pengumuman yang sebelumnya disampaikan Prancis pada pekan lalu.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan negaranya akan mengakui kemerdekaan Palestina.

“Sesuai dengan komitmen historisnya untuk perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah, saya telah memutuskan bahwa Prancis akan mengakui Negara Palestina. Saya akan membuat pengumuman resmi di Majelis Umum PBB pada bulan September,” tulis kepala negara Prancis tersebut di media sosial X dan Instagram.

Keputusan tersebut mendapat pujian dari Arab Saudi. Kerajaan juga menyerukan negara-negara lain untuk melakukan langkah positif seperti yang dilakukan Prancis.

(kri/erd)



Sumber : www.detik.com

Muhammadiyah Sebut Aksi Israel Pindahkan Warga Gaza Awal ‘Israel Raya’


Jakarta

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas mengecam keras rencana Israel yang ingin memindahkan paksa warga dari Gaza utara ke selatan. Menurutnya, langkah ini adalah bagian dari “rencana jahat” Israel untuk mencaplok wilayah Gaza sepenuhnya.

Anwar Abbas menyebut pemindahan paksa ini adalah langkah awal dari impian Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mendirikan Negara Israel Raya.

“Jangankan akan memindahkan warga Gaza utara ke selatan, Netanyahu dan Donald Trump malah ingin mengevakuasi seluruh rakyat Gaza ke luar negeri, termasuk ke Indonesia,” ujar Anwar Abbas dalam keterangannya, Senin (18/8/2025), dikutip detikNews.


“Mereka mengatakan hal itu karena mereka katanya akan membangun kembali Gaza yang porak poranda. Padahal sejatinya mereka ingin mencaplok Gaza dan menjadikan wilayah tersebut sebagai bagian dari negara Israel,” imbuhnya.

Anwar Abbas menjelaskan, impian Negara Israel Raya mencakup seluruh wilayah Palestina, Suriah, Lebanon, Yordania, sebagian Mesir, Arab Saudi, dan Irak. Oleh karena itu, langkah pemindahan warga Gaza utara ke selatan adalah bagian dari strategi zionis untuk menguasai Gaza secara bertahap.

“Jadi usaha pihak Israel memaksa warga Gaza utara untuk pindah ke selatan itu merupakan bagian dari strategi mereka untuk menduduki dan menguasai Gaza secara bertahap dalam konteks mendirikan Israel Raya yang sudah menjadi cita-cita dari zionis Israel,” tegasnya.

PBB Diharapkan Turun Tangan

Anwar Abbas mendesak agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan para pemimpin dunia tidak tinggal diam. Ia berharap PBB bisa mencegah rencana jahat Israel yang berdalih demi keamanan warga.

“Untuk itu kita berharap agar dunia termasuk PBB jangan berdiam diri dan harus bisa mencegah tindakan Israel tersebut karena tindakan ini jelas-jelas merupakan bagian dari niat jahat Israel untuk mencaplok wilayah Gaza yang sangat strategis tersebut secara bertahap,” pungkas Wakil Ketua Umum MUI itu.

Seperti diketahui, rencana Israel untuk memindahkan warga Gaza utara ke selatan telah memicu kekhawatiran internasional. Pihak militer Israel beralasan relokasi ini dilakukan untuk menjamin keselamatan warga karena mereka akan memulai serangan baru.

Bahkan, militer Israel menjanjikan tenda dan peralatan perlindungan di zona relokasi, sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (17/8/2025).

Namun, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan justru menyatakan keprihatinan. Mereka khawatir rencana Israel ini hanya akan menambah penderitaan bagi 2,2 juta penduduk di wilayah kantong tersebut.

Selengkapnya baca di sini.

(hnh/kri)



Sumber : www.detik.com