Tag: dr

  • Diet Mentimun Bikin BB Pria di Jepang Turun 11 Kg, Dokter Wanti-wanti soal Ini


    Jakarta

    Seorang koki di Jepang berhasil menurunkan berat badannya hingga 11 kg hanya dalam waktu dua bulan. Pria bernama Nozaki Hiromitsu itu menerapkan diet mentimun.

    Dia akan makan 1-2 mentimun setiap sebelum makan. Selama makan, Nozaki akan mengunyah sebanyak 20 kali di setiap gigitannya. Hasilnya, ia lebih sering buang air kecil dan membuat perutnya mengecil.

    Terkait ini, spesialis gizi dr Johanes Chandrawinata, SpGK, mengungkapkan bahwa mentimun memang rendah kalori. Dengan menerapkan cara makan seperti Nozaki, dapat membuat lebih cepat kenyang.


    “Akibatnya, asupan kalori berkurang dan berat badan pun turun,” terangnya pada detikcom, Kamis (5/12/2024).

    Namun, ada hal yang harus diperhatikan jika ingin mencoba diet mentimun ini. dr Johanes menekankan pentingnya mencuci kulit mentimun sampai benar-benar bersih.

    Pasalnya, pada mentimun terdapat kandungan pestisida yang mungkin saja masih menempel di kulitnya.

    “Yang harus diperhatikan adalah kemungkinan adanya kandungan pestisida pada kulit mentimun. Jadi, cuci bersih mentimun sebelum dikonsumsi,” kata dr Johanes.

    Dikutip dari MedicineNet, diet ini terdiri dari mentimun yang dikombinasikan dengan beberapa makanan yang kaya protein. Misalnya seperti telur, ayam, ikan, dan kacang-kacangan.

    Diet mentimun ini mengharuskan seseorang yang menjalaninya untuk mengkonsumsi mentimun di setiap waktu makan. Beberapa makanan yang dapat dikonsumsi bersama mentimun, meliputi:

    • Sayuran: Tomat, bayam, seledri, dan sayuran lain dalam jumlah sedikit.
    • Protein: Ayam, daging sapi rendah lemak, ikan, telur, greek yogurt, keju cottage, dan keju cheddar.
    • Karbohidrat: Nasi merah, kentang, dan roti gandum.
    • Minuman: Minuman rendah kalori seperti air putih atau teh.

    (sao/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Kata Dokter Gizi soal Diet Mentimun, Pria Jepang Sukses Pangkas 11 Kg 2 Bulan


    Jakarta

    Pria di Jepang bernama Nozaki Hiromitsu sukses menurunkan berat badan sebanyak 11 kg dalam waktu dua bulan. Perubahan drastis itu didapatkannya setelah menerapkan diet mentimun.

    Selama diet, pria yang bekerja sebagai koki eksekutif itu menerapkan dua aturan sederhana. Pertama, konsumsi 1-2 mentimun sebelum makan. Kedua, kunyah setiap gigitannya selama 20 kali. Nozaki berasal dari Fukushima, sebuah wilayah di timur laut Jepang yang terkenal dengan produksi mentimunnya.

    “Hasilnya, berat badan saya turun 11 kilogram dalam dua bulan. Lebih sering buang air kecil dan perut saya mengecil,” tuturnya yang dikutip dari VN Express.


    Dokter spesialis gizi dr Johanes Chandrawinata, SpGK, menjelaskan mentimun merupakan buah yang rendah kalori. Dalam satu buah mentimun berukuran 20 cm, hanya mengandung 45 kalori.

    “Mentimun adalah buah yang rendah kalori. Bila dikonsumsi sebelum makan, akan mengurangi asupan makanan,” jelas dr Johanes saat dihubungi detikcom, Kamis (5/12/2024).

    “Ditambah anjuran pria Jepang itu untuk mengunyah makanan 20-30 kali, akan membuat lebih cepat kenyang. Akibatnya, asupan kalori berkurang dan berat badan pun turun,” lanjutnya.

    Meski begitu, ternyata diet mentimun ini tidak dapat diterapkan untuk jangka panjang. Menurut dr Johanes, cara diet seperti itu bisa sangat membosankan.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Kata Dokter Gizi soal Diet Mentimun, Pria Jepang Sukses Pangkas 11 Kg 2 Bulan


    Jakarta

    Pria di Jepang bernama Nozaki Hiromitsu sukses menurunkan berat badan sebanyak 11 kg dalam waktu dua bulan. Perubahan drastis itu didapatkannya setelah menerapkan diet mentimun.

    Selama diet, pria yang bekerja sebagai koki eksekutif itu menerapkan dua aturan sederhana. Pertama, konsumsi 1-2 mentimun sebelum makan. Kedua, kunyah setiap gigitannya selama 20 kali. Nozaki berasal dari Fukushima, sebuah wilayah di timur laut Jepang yang terkenal dengan produksi mentimunnya.

    “Hasilnya, berat badan saya turun 11 kilogram dalam dua bulan. Lebih sering buang air kecil dan perut saya mengecil,” tuturnya yang dikutip dari VN Express.


    Dokter spesialis gizi dr Johanes Chandrawinata, SpGK, menjelaskan mentimun merupakan buah yang rendah kalori. Dalam satu buah mentimun berukuran 20 cm, hanya mengandung 45 kalori.

    “Mentimun adalah buah yang rendah kalori. Bila dikonsumsi sebelum makan, akan mengurangi asupan makanan,” jelas dr Johanes saat dihubungi detikcom, Kamis (5/12/2024).

    “Ditambah anjuran pria Jepang itu untuk mengunyah makanan 20-30 kali, akan membuat lebih cepat kenyang. Akibatnya, asupan kalori berkurang dan berat badan pun turun,” lanjutnya.

    Meski begitu, ternyata diet mentimun ini tidak dapat diterapkan untuk jangka panjang. Menurut dr Johanes, cara diet seperti itu bisa sangat membosankan.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Jalani Clean Eating Tapi Tubuh Malah Lemas Seharian? Bisa Jadi karena Ini


    Jakarta

    Tren clean eating untuk menurunkan berat badan atau menjaga tubuh tetap sehat mulai banyak dilakukan. Di media sosial X sendiri, banyak warganet yang mulai memutuskan untuk benar-benar menghindari atau mengurangi konsumsi gula hingga tepung.

    Namun, banyak dari mereka yang merasa tubuhnya menjadi lebih lemas ketika mencoba melakukan pola hidup sehat ini. Mereka mengatakan kondisi ini terjadi di awal-awal melakukan clean eating.

    “tapi awal awal nge cut gula kayak di minuman gitu tuh emang agak lemes ya beberapa hari di awal?” tulis salah satu akun di X, dikutip detikcom Selasa (26/11/2024).


    “clean eating ngga harus cm makan gitu doang nder, bisa bisa malah jadi penyakitan + lemes pusing mulu,” tulis akun lain.

    “Clean eating beberapa hari ini kok malah jd lemes banget kayak ga makan setahun perut ngerasa kosong terus,” tambah akun lain.

    Terkait hal ini, spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF mengatakan jika seseorang lemas setelah mencoba menjalani ‘diet sehat’ tersebut, berarti ada yang salah dari pola makannya.

    Menurut dr Putri, badan yang menjadi lemas ini disebabkan oleh ketidakseimbangan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Seperti mengurangi terlalu banyak kalori, karbohidrat, dan asupan protein yang tidak seimbang.

    “Kalau menjalani clean eating malah jadinya lemas, berarti salah dilakukan. Pada dasarnya kalau clean eating dilakukan dengan komposisi gizi seimbang, harusnya tetap membuat kita tetap sehat dan bugar,” kata dr Putri saat dihubungi detikcom, Senin (25/11/2024).

    dr Putri menambahkan makanan-makanan yang bisa dikonsumsi saat mencoba ‘diet sehat’ ini adalah yang tidak terlalu banyak pengolahannya, terutama penambahan pengawet dan perasa yang berlebihan.

    Bahkan, menu-menu sederhana di warung tegal (warteg) yang dengan mudah dijumpai bisa membantu seseorang menjalankan metode clean eating.

    Namun, dr Putri menegaskan makanan yang dipilih adalah yang tidak terlalu banyak pemrosesan, pemanis, pengawet, perasa.
    Jadi untuk gula, garam, atau bumbu-bumbu yang lain itu hanya sebatas bumbu aja, jangan sampai berlebihan.

    “Sayur sop, tumis-tumisan, atau pecel itu masih ok,” pungkasnya.

    (dpy/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Muncul Tren Minum Kopi Americano untuk Bantu Turunkan BB, Beneran Ngaruh?


    Jakarta

    Belakangan ini tren diet minum kopi americano sedang banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Americano adalah minuman kopi pahit yang dibuat menggunakan campuran espresso dan air putih.

    Beberapa orang yang melakukan diet tersebut mengaku americano dapat menjadi salah satu alternatif untuk menahan rasa lapar dan menurunkan berat badan.

    “americano cocok banget buat penahan lapar kalo lagi diet,” akun @fl**no**ew di media sosial X.


    “demi Allah so-soan minum americano jadinya mual lihat makanan (best choice kalo mau diet),” kata netizen lain merasakan hal yang serupa setelah mengonsumsi americano.

    Lantas, benarkah kopi americano bisa membantu menurunkan berat badan? Spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF mengungkapkan bahwa americano bisa menjadi salah satu menu untuk proses penurunan berat badan.

    Hal ini dikarenakan americano memiliki kandungan gula nol persen dan kalori yang sangat rendah, cocok untuk pecinta kopi yang sedang menjalani proses diet dan penurunan berat badan.

    “Boleh dikonsumsi secara rutin asalkan tidak ditambahkan gula, pemanis, dan juga dia tidak memicu terjadinya asam lambung meningkat,” ucap dr Putri ketika dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Meski begitu, dr Putri menegaskan bahwa americano tidak serta merta dapat membuat berat badan seseorang turun. Diet menggunakan americano juga harus tetap diimbangi dengan menjaga asupan kalori harian serta nutrisi yang seimbang.

    Seringkali, masyarakat mengonsumsi kopi dengan tambahan pemanis dan topping secara berlebihan. Hal itu membuat americano bisa menjadi alternatif yang jauh lebih sehat.

    “Selama melakukan diet dengan menggunakan americano ini pola makan harus tetap menyesuaikan kebutuhan kalori hariannya, walaupun itu untuk defisit kalori, dengan komposisi makanan yang seimbang. Untuk waktu yang terbaik, upayakan tidak di atas jam 3 sore agar tidak mengganggu kualitas tidur di malam hari yang juga berperan penting untuk penurunan berat badan,” tandasnya.

    (avk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Muncul Tren Minum Kopi Americano untuk Bantu Turunkan BB, Beneran Ngaruh?


    Jakarta

    Belakangan ini tren diet minum kopi americano sedang banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Americano adalah minuman kopi pahit yang dibuat menggunakan campuran espresso dan air putih.

    Beberapa orang yang melakukan diet tersebut mengaku americano dapat menjadi salah satu alternatif untuk menahan rasa lapar dan menurunkan berat badan.

    “americano cocok banget buat penahan lapar kalo lagi diet,” akun @fl**no**ew di media sosial X.


    “demi Allah so-soan minum americano jadinya mual lihat makanan (best choice kalo mau diet),” kata netizen lain merasakan hal yang serupa setelah mengonsumsi americano.

    Lantas, benarkah kopi americano bisa membantu menurunkan berat badan? Spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF mengungkapkan bahwa americano bisa menjadi salah satu menu untuk proses penurunan berat badan.

    Hal ini dikarenakan americano memiliki kandungan gula nol persen dan kalori yang sangat rendah, cocok untuk pecinta kopi yang sedang menjalani proses diet dan penurunan berat badan.

    “Boleh dikonsumsi secara rutin asalkan tidak ditambahkan gula, pemanis, dan juga dia tidak memicu terjadinya asam lambung meningkat,” ucap dr Putri ketika dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Meski begitu, dr Putri menegaskan bahwa americano tidak serta merta dapat membuat berat badan seseorang turun. Diet menggunakan americano juga harus tetap diimbangi dengan menjaga asupan kalori harian serta nutrisi yang seimbang.

    Seringkali, masyarakat mengonsumsi kopi dengan tambahan pemanis dan topping secara berlebihan. Hal itu membuat americano bisa menjadi alternatif yang jauh lebih sehat.

    “Selama melakukan diet dengan menggunakan americano ini pola makan harus tetap menyesuaikan kebutuhan kalori hariannya, walaupun itu untuk defisit kalori, dengan komposisi makanan yang seimbang. Untuk waktu yang terbaik, upayakan tidak di atas jam 3 sore agar tidak mengganggu kualitas tidur di malam hari yang juga berperan penting untuk penurunan berat badan,” tandasnya.

    (avk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Viral Anak Kos Mau ‘Clean Eating’, Ini Rekomendasi Menu Murah ala Dokter Gizi


    Jakarta

    Viral di media sosial X anak kos yang ingin diet clean eating tapi bingung menu yang murah sebab pola makan itu sering disebut-sebut menguras kantong. Clean eating sendiri merupakan pola makan yang berfokus pada makanan utuh dan minim pengawet.

    “Yang kurangin makan tepung tuh makannya apa? Sebagai anak kos kl mau clean eating jd bingung sendiri harus makan apa,” tulis salah satu akun di X, dikutip detikcom, Senin (25/11/2024).

    “Sumpahh, kaya gabisa lepas dari tepung bjirr. Lebih gampang gula daripada tepung,” tulis akun lainnya.


    “Bentar, terus kalian sumber karbonya dari mana? Umbi-umbian kah?,” tambah akun lainnya.

    “Aseliiii bingung juga,” tulis akun lainnya.

    Terkait hal ini, spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF mengatakan makanan yang bisa dipilih untuk clean eating sebenarnya banyak dan tergolong murah, sehingga ini akan membantu anak-anak kos terkait budget.

    “Clean eating itu kan metode diet di mana meminimalisir makan makanan yang terlalu banyak pengolahannya, terutama banyak penambahan seperti pengawet, perasa, dan lain-lain,” kata dr Putri saat dihubungi detikcom, Senin (25/11/2024).

    “Makanan clean eating nggak harus mahal, jadi untuk anak kos-kosan bisa yang simpel misalkan sarapan dengan telur rebus, kentang rebus, atau roti gandum atau tawar, dengan telur omelet ala-ala, atau salad parutan wortel dengan daun selada, itu kan murah meriah,” lanjut dia.

    dr Putri menambahkan bahwa clean eating ini memang mengutamakan mengonsumsi makanan yang lebih segar. Misalkan makanan yang dikukus, direbus, atau yang alami seperti salad.

    “Tidak harus mahal, kalaupun mau diolah yang lain bisa ditumis. Kalau protein hewani seperti ikan, itu bisa dikukus atau dimasak kuah gitu,” katanya.

    dr Putri menegaskan bahwa ada beberapa jenis makanan yang wajib dihindari oleh mereka yang ingin melakukan clean eating.

    “Yang terlalu banyak pemrosesan, pemanis, pengawet, perasa. Jadi untuk gula, garam, atau bumbu-bumbu yang lain itu hanya sebatas bumbu aja, jangan sampai berlebihan,” tutupnya.

    (dpy/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Viral Anak Kos Mau ‘Clean Eating’, Ini Rekomendasi Menu Murah ala Dokter Gizi


    Jakarta

    Viral di media sosial X anak kos yang ingin diet clean eating tapi bingung menu yang murah sebab pola makan itu sering disebut-sebut menguras kantong. Clean eating sendiri merupakan pola makan yang berfokus pada makanan utuh dan minim pengawet.

    “Yang kurangin makan tepung tuh makannya apa? Sebagai anak kos kl mau clean eating jd bingung sendiri harus makan apa,” tulis salah satu akun di X, dikutip detikcom, Senin (25/11/2024).

    “Sumpahh, kaya gabisa lepas dari tepung bjirr. Lebih gampang gula daripada tepung,” tulis akun lainnya.


    “Bentar, terus kalian sumber karbonya dari mana? Umbi-umbian kah?,” tambah akun lainnya.

    “Aseliiii bingung juga,” tulis akun lainnya.

    Terkait hal ini, spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF mengatakan makanan yang bisa dipilih untuk clean eating sebenarnya banyak dan tergolong murah, sehingga ini akan membantu anak-anak kos terkait budget.

    “Clean eating itu kan metode diet di mana meminimalisir makan makanan yang terlalu banyak pengolahannya, terutama banyak penambahan seperti pengawet, perasa, dan lain-lain,” kata dr Putri saat dihubungi detikcom, Senin (25/11/2024).

    “Makanan clean eating nggak harus mahal, jadi untuk anak kos-kosan bisa yang simpel misalkan sarapan dengan telur rebus, kentang rebus, atau roti gandum atau tawar, dengan telur omelet ala-ala, atau salad parutan wortel dengan daun selada, itu kan murah meriah,” lanjut dia.

    dr Putri menambahkan bahwa clean eating ini memang mengutamakan mengonsumsi makanan yang lebih segar. Misalkan makanan yang dikukus, direbus, atau yang alami seperti salad.

    “Tidak harus mahal, kalaupun mau diolah yang lain bisa ditumis. Kalau protein hewani seperti ikan, itu bisa dikukus atau dimasak kuah gitu,” katanya.

    dr Putri menegaskan bahwa ada beberapa jenis makanan yang wajib dihindari oleh mereka yang ingin melakukan clean eating.

    “Yang terlalu banyak pemrosesan, pemanis, pengawet, perasa. Jadi untuk gula, garam, atau bumbu-bumbu yang lain itu hanya sebatas bumbu aja, jangan sampai berlebihan,” tutupnya.

    (dpy/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Ini Tak Cuma Perpanjang Umur, Tapi Juga Cegah Pikun di Usia Tua


    Jakarta

    Diet Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay (MIND) menggabungkan diet Mediterania dan DASH untuk menargetkan otak yang menua. Diet ini penuh dengan makanan yang kaya akan vitamin, karotenoid, dan flavonoid tertentu, yang dianggap mampu melindungi otak dengan mengurangi stres oksidatif dan peradangan.

    Sayuran seperti bayam, kangkung, dan sawi hijau, serta biji-bijian utuh, minyak zaitun, unggas, ikan, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan semuanya menjadi pusat perhatian dalam diet MIND. Buah beri lebih disukai daripada buah-buahan lainnya, dan Anda disarankan untuk mengonsumsi satu atau lebih porsi ikan dan dua atau lebih porsi unggas per minggu.

    Sementara itu, daging merah dan makanan manis harus dibatasi masing-masing empat dan lima kali seminggu, dan keju, makanan yang digoreng, dan mentega juga harus dibatasi.


    “Dengan meningkatnya jumlah pengidap demensia seiring bertambahnya populasi yang menua, penting untuk menemukan perubahan yang dapat kita lakukan untuk menunda atau memperlambat perkembangan masalah kognitif,” kata penulis studi Dr Russell P. Sawyer, dari University of Cincinnati di Ohio dan anggota American Academy of Neurology, dalam sebuah pernyataan.

    “Kami sangat tertarik untuk melihat apakah pola makan memengaruhi risiko gangguan kognitif,” ujar Russel dikutip dari IFL Science.

    Russel dan rekannya merekrut 14.145 orang dengan usia rata-rata 64 tahun, 70 persen di antaranya berkulit putih dan 30 persen berkulit hitam dan mengikuti mereka selama rata-rata 10 tahun. Peserta diminta untuk melengkapi Kuesioner Frekuensi Makanan dalam studi REasons for Geographic and Racial Differences in Stroke (REGARDS), yang digunakan para peneliti untuk menilai seberapa dekat pola makan mereka dengan pola makan MIND.

    Mereka juga mengukur keterampilan berpikir dan ingatan di awal dan akhir studi dan membandingkan kepatuhan pola makan MIND dengan gangguan kognitif yang terjadi dan lintasan kognitif, dengan menyesuaikan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, ras, kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan faktor gaya hidup.

    Peneliti menemukan bahwa mengonsumsi pola makan yang sangat mirip dengan pola makan MIND dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan kognitif pada peserta perempuan, tetapi tidak pada peserta laki-laki; tidak ada perbedaan antara peserta berkulit hitam dan putih. Mengalihkan perhatian mereka ke penurunan kognitif, para peneliti menemukan bahwa pada orang yang lebih dekat mengikuti diet MIND, kognisi memburuk lebih lambat daripada mereka yang tidak, dan bahwa kepatuhan terhadap diet MIND merupakan prediktor penurunan kognitif yang lebih baik pada peserta kulit hitam daripada peserta kulit putih.

    “Temuan ini memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama untuk memeriksa dampak yang bervariasi ini di antara pria dan wanita serta orang kulit hitam dan kulit putih,” pungkasnya.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Ini Tak Cuma Perpanjang Umur, Tapi Juga Cegah Pikun di Usia Tua


    Jakarta

    Diet Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay (MIND) menggabungkan diet Mediterania dan DASH untuk menargetkan otak yang menua. Diet ini penuh dengan makanan yang kaya akan vitamin, karotenoid, dan flavonoid tertentu, yang dianggap mampu melindungi otak dengan mengurangi stres oksidatif dan peradangan.

    Sayuran seperti bayam, kangkung, dan sawi hijau, serta biji-bijian utuh, minyak zaitun, unggas, ikan, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan semuanya menjadi pusat perhatian dalam diet MIND. Buah beri lebih disukai daripada buah-buahan lainnya, dan Anda disarankan untuk mengonsumsi satu atau lebih porsi ikan dan dua atau lebih porsi unggas per minggu.

    Sementara itu, daging merah dan makanan manis harus dibatasi masing-masing empat dan lima kali seminggu, dan keju, makanan yang digoreng, dan mentega juga harus dibatasi.


    “Dengan meningkatnya jumlah pengidap demensia seiring bertambahnya populasi yang menua, penting untuk menemukan perubahan yang dapat kita lakukan untuk menunda atau memperlambat perkembangan masalah kognitif,” kata penulis studi Dr Russell P. Sawyer, dari University of Cincinnati di Ohio dan anggota American Academy of Neurology, dalam sebuah pernyataan.

    “Kami sangat tertarik untuk melihat apakah pola makan memengaruhi risiko gangguan kognitif,” ujar Russel dikutip dari IFL Science.

    Russel dan rekannya merekrut 14.145 orang dengan usia rata-rata 64 tahun, 70 persen di antaranya berkulit putih dan 30 persen berkulit hitam dan mengikuti mereka selama rata-rata 10 tahun. Peserta diminta untuk melengkapi Kuesioner Frekuensi Makanan dalam studi REasons for Geographic and Racial Differences in Stroke (REGARDS), yang digunakan para peneliti untuk menilai seberapa dekat pola makan mereka dengan pola makan MIND.

    Mereka juga mengukur keterampilan berpikir dan ingatan di awal dan akhir studi dan membandingkan kepatuhan pola makan MIND dengan gangguan kognitif yang terjadi dan lintasan kognitif, dengan menyesuaikan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, ras, kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan faktor gaya hidup.

    Peneliti menemukan bahwa mengonsumsi pola makan yang sangat mirip dengan pola makan MIND dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan kognitif pada peserta perempuan, tetapi tidak pada peserta laki-laki; tidak ada perbedaan antara peserta berkulit hitam dan putih. Mengalihkan perhatian mereka ke penurunan kognitif, para peneliti menemukan bahwa pada orang yang lebih dekat mengikuti diet MIND, kognisi memburuk lebih lambat daripada mereka yang tidak, dan bahwa kepatuhan terhadap diet MIND merupakan prediktor penurunan kognitif yang lebih baik pada peserta kulit hitam daripada peserta kulit putih.

    “Temuan ini memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama untuk memeriksa dampak yang bervariasi ini di antara pria dan wanita serta orang kulit hitam dan kulit putih,” pungkasnya.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com