Tag: drama

  • 4 Drama Bangun Rumah yang Bisa Terjadi Kalau Salah Pilih Tukang


    Jakarta

    Memperkerjakan tukang bangunan di rumah tentu kita harus berhati-hati karena bagaimana pun mereka adalah orang yang baru kita kenal. Jangan sampai kamu lengah dan membiarkan mereka bekerja tanpa pengawasan, bisa saja timbul beragam drama dan kejadian yang tidak diinginkan.

    Berikut kami rangkum, beberapa drama-drama yang bisa saja terjadi saat pembangunan rumah apabila salah memilih tukang.

    1. Pencurian

    Salah satu drama yang mungkin terjadi saat pembangunan rumah adalah pencurian. Terutama untuk pembangunan rumah yang sebelumnya sudah ditempati dan butuh renovasi. Biasanya apabila pembangunannya tidak begitu besar, penghuni rumah akan tetap berada di rumah. Kondisi seperti ini bisa dimanfaatkan oleh tukang yang memiliki niat buruk untuk mencuri barang-barang berharga.


    Apabila kondisinya seperti ini, ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan. Melansir dari detikSumut, Kamis (5/9/2024), saat ada tukang di rumah, pastikan akses masuk ke dalam rumah terkunci sehingga tidak mudah dimasuki. Untuk pengamanan tambahan, pasang CCTV di tempat-tempat penting seperti di pintu, dekat kamar, dan area yang mungkin bisa diakses tukang. Tidak lupa simpan barang berharga seperti ponsel, kendaraan, uang, dan barang pribadi di tempat yang aman.

    2. Tukang Kabur

    Kejadian tidak mengenakkan berikutnya adalah tukang bisa saja tiba-tiba kabur dari proyek, tanpa memberikan kabar dan alasan yang jelas.

    Hal seperti ini terjadi karena perencanaan yang kurang matang, baik dalam memilih tukang maupun dalam menyusun anggaran. Terlebih lagi jika melakukan renovasi tanpa bantuan profesional, seperti menggunakan jasa kontraktor.

    Untuk menghindari kejadian seperti ini, kamu harus menyeleksi tukang sebaik mungkin. Menurut My Home Extension kamu bisa menanyakan kinerja tukang tersebut kepada klien sebelumnya. Kemudian lihat hasil kerja mereka pada proyek-proyek sebelumnya.

    Apabila mereka kabur karena bayaran tidak sesuai, sebelum menawarkan mereka suatu pekerjaan, kamu harus mempertimbangkan bayaran yang sesuai. Bisa juga meminta bantuan arsitek untuk perhitungan upahnya. Lalu, hindari memberikan pembayaran penuh di muka. Meskipun nantinya bayarannya tidak diberikan di awal, kamu tetap punya kewajiban untuk memberikan mereka uang makan atau makan serta minuman selama mereka bekerja.

    3. Pembangunan Molor

    Sebelum memulai pembangunan, ada baiknya membuat perencanaan kerja termasuk menentukan lamanya pembangunan. Pemilik rumah bisa rugi apabila memakai jasa tukang harian dengan sistem molor. Sebab, semakin lama waktu pengerjaan, maka upah yang harus diberikan semakin banyak.

    Salah satu solusinya adalah dengan selalu mengawasi pekerjaan mereka. Dengan begitu mereka bisa jauh lebih fokus saat bekerja. Jika kamu terlalu sibuk bisa juga meminta jasa konsultan pengawas untuk mengawasi pembangunan yang telah direncanakan. Biasanya dalam membangun rumah, konsultan pengawas merangkap sebagai konsultan perencana.

    “Namanya bangunan kan, kalau kita tidak bisa menghitung atau merencanakan sebuah bangunan, pelaksanaannya juga jadi tidak sesuai, bisa nyawa lho yang terancam karena kan ada yang tinggal di dalam situ,” ujar Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki.

    4. Struktur Bangunan Gagal

    Pada saat membangun rumah, tentu kita harus mempercayakan kepada tukang yang ahli. Selain itu, kamu juga harus berkonsultasi kepada arsitek apabila ingin membangun rumah dari 0.

    Hal ini untuk mencegah kesalahan konstruksi yang berpotensi bangunan ambruk atau rusak setelah rumah dihuni. Selain rugi dari segi waktu dan biaya, keselamatan penghuni rumah juga terancam.

    Maka dari itu, kamu perlu memilih tukang yang berpengalaman dan memang memahami pekerjaannya. Kamu bisa menilai tersebut dari hasil kerjaan mereka di proyek sebelumnya, bagaimana mereka memahami model rumah yang akan dibangun, dan pada saat pembangunan rumah berlangsung.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan tanda-tanda bangunan gagal adalah banyak ditemukan keretakan pada simpul dan pertemuan kolom, struktur bangunan bergeser, hingga kamu merasa tidak aman saat berada di dalam rumah seperti sering timbul suara, ada serpihan bangunan yang jatuh, dan sebagainya.

    “Kita perlu menyelidiki kegagalan struktur sampai sejauh mana, di situ ahli forensik bekerja. Mereka harus menilai seberapa besar kekuatan struktur yang lama dan bagaimana kerja sama dengan arsitek dan ahli sipil untuk membuat perencanaan struktur yang baru,” ungkapnya.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Berhentiin Tukang Bangunan yang Banyak Drama



    Jakarta

    Ada kalanya kendala pada saat pembangunan rumah bukan datang dari desain dan material yang dipilih, melainkan tukang yang mengerjakan. Kendala tersebut bisa disebabkan karena cara kerja mereka yang tak sesuai dengan keinginan arsitek atau pemilik rumah dan ada kesalahan yang terjadi.

    Apabila menemukan tukang seperti ini, cara yang paling tepat untuk menyelesaikannya adalah dengan menegur. Namun, ada tukang yang tetap melakukan hal yang sama bahkan setelah ditegur. Bekerjasama dengan orang seperti itu tentu menyebalkan kan? Rasanya ingin segera mengganti dengan tukang yang baru.

    Namun, profesi apa pun itu, terdapat adab untuk memberhentikan tukang dan tidak boleh asal sesuai kemauan pemilik rumah.


    Kontraktor sekaligus CEO SobatBangun Taufiq Hidayat mengatakan jika terjadi hal yang tidak menyenangkan dan sudah tidak cocok lagi, pemilik rumah boleh-boleh saja memutuskan kontrak. Namun, agar tidak sama-sama rugi, alangkah baiknya sebelum mulai membangun rumah dan terikat kerjasama, membuat sebuah kontrak yang jelas. Apa saja tugasnya, lama pengerjaannya, dan upahnya. Dengan begitu terdapat panduan dan batasan dalam bekerja.

    “Tukang itu harus diikat kontrak, ‘Ini Pak mau bangun sampai jadi, saya mau sampai jadi’. Kecuali kalau ‘Pak enggak usah jadi pak, cuma temboknya aja’. Ya jadi tembok gitu ya. Nah itu juga jelas, harus diikat kontrak,” kata Taufiq kepada detikProperti pada Kamis (5/9/2024) lalu.

    Sebelum memberhentikan tukang, pemilik rumah juga harus melihat apakah sudah ada desain bangunan yang menjadi acuan bagi tukang, apakah sudah ada cek sertifikasi tukang tersebut, dan apakah material yang digunakan sesuai.

    Pembangunan rumah bukan pekerjaan yang singkat dan instan sehingga berproses. Waktu paling singkat untuk membangun rumah minimal 3 bulan. Kemudian, apabila tukangnya sedikit, pasti pembangunannya akan memakan lebih banyak waktu.

    Kontrak kerja tidak hanya yang tertulis di atas kertas, melalui ucapan pun bisa. Namun, untuk menjaga-jaga jika terjadi hal yang tidak menyenangkan, kontrak di atas kertas dapat menjadi bukti yang kuat di mata hukum. Apabila ingin lewat ucapan setidaknya memiliki saksi yang menyaksikannya.

    “Ada juga di kontraknya itu bahwa kalau misalnya tidak mampu menyelesaikan progres tepat waktu, maka pihak pertama berhak memutus kontrak. Ada kontraknya. Kalau nggak ada kontraknya, yaudah gentlement agreement aja (perjanjian tidak tertulis dan tidak mengikat secara hukum),” ungkapnya.

    Taufiq menyarankan saat membuat kontrak, pemilik rumah bisa meminta bantuan kepada tenaga ahli seperti arsitek, konsultan, atau orang lainnya di bidang ini. Dengan begitu saat pembangunan dimulai, tidak ada kesalahpahaman.

    “Rencana itu harus jelas dan disepakati. Nah, untuk bikin rencana jelas dan disepakati mesti ada ahli, tukang ahli, atau pemimpin proyek ahli. Kalau meragukan, bisa panggil pihak tiga, konsultan namanya,” sebutnya.

    Kemudian, ia mengingatkan untuk rajin mengawasi pembangunan. Tidak harus datang langsung ke lokasi, bisa juga melalui video call atau meminta arsitek untuk mengecek.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com