Tag: dulux

  • Cat Dinding Menggelembung? Ini Penyebab, Cara Cegah dan Perbaikinya


    Jakarta

    Pemilik rumah perlu merawat dinding karena kondisi catnya bisa rusak seiring waktu, salah satu masalahnya muncul gelembung. Gelembung ini bisa dipecahkan, tetapi bakal merusak cat dinding.

    Cat menggelembung ini ada yang berukuran kecil dan besar tergantung pada isinya. Setiap gelembung biasanya berisi udara atau air.

    Namun, kenapa bisa muncul gelembung pada cat dinding ya? Simak penyebab, cara mencegah, serta memperbaikinya berikut ini.


    Penyebab Cat Dinding Menggelembung

    Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya menjelaskan cat dinding menggelembung utamanya disebabkan oleh penggumpalan garam alkali. Pengkristalan atau pengumpulan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Bubuk kapur ini merupakan kumpulan kapur dari semen, bata, hingga mortar.

    Cara Cegah Cat Dinding Menggelembung

    Jika tak ingin cat dinding menggelembung, pemilik perlu mencegah terjadi penggumpalan garam alkali. Caranya dengan menggunakan cat dasar yang mengandung anti garam alkali. Setelah itu, pemilik baru bisa memakai cat dinding bagian atas alias top coat.

    “Makanya pangkal penyakitnya itu mesti kita perbaiki dulu. Dari cat dasarnya dari awal, dari temboknya bisa kalau misalkan tembok lama sih. Itu ada namanya alkali killer ya itu berbahan solvent. Itu bisa benar-benar menahan. Itu cat dasar juga cuma untuk tembok atau pengecatan ulang ya (pemakaiannya),” kata Rahman kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Cara Perbaiki Cat Dinding Menggelembung

    Kalau cat dinding sudah terlanjur menggelembung, pemilik dapat memperbaikinya dengan melakukan pengecatan ulang. Namun pengecatan nggak boleh asal, ikuti tipsnya berikut ini.

    1. Keruk Cat Lama

    Rahman tidak menyarankan cat bergelembung langsung ditimpa cat baru. Sebelum dicat ulang, lapisan cat lama perlu dibersihkan dengan cara dikeruk menggunakan alat kape.

    “Dikeruk aja semuanya, jangan langsung ditimpa ya karena semahal apa pun cat misalkan langsung ditimpa, kita kan nggak tahu daya lekat antara cat lamanya dengan yang sekarang,” ucapnya.

    2. Pastikan Dinding Kering

    Setelah tidak ada cat yang menempel, pastikan dinding tidak lembap. Keringkan dinding sebelum memulai proses pengecatan.

    3. Aplikasikan Cat Dasar

    Kemudian, dinding baru bisa dicat dengan cat dasar. Pastikan cat dasar mempunyai komposisi anti garam alkali.

    4. Aplikasikan Cat Luar

    Setelah cat dasar kering, aplikasikan cat luar atau top coat pada dinding. Aplikasikan dua lapis top coat agar warnanya terlihat dan rata.

    Itulah informasi seputar cat dinding menggelembung. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Muncul Gelembung pada Cat Dinding? Ternyata Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Cat dinding sangat mempengaruhi estetika rumah. Jika catnya rusak, tampilan rumah jadi terkesan kotor dan tidak terawat.

    Salah satu kerusakan cat berupa permukaan yang menggelembung. Biasanya kondisi dinding seperti ini muncul saat musim hujan.

    Ukuran gelembung bisa besar maupun kecil. Isinya bisa mengandung udara atau air.


    Lalu, kenapa cat dinding menggelembung ya? Berikut ini penjelasannya.

    Penyebab Cat Dinding Menggelembung

    Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya sempat mengatakan penyebab utama cat dinding menggelembung adalah penggumpalan garam alkali. Pengkristalan atau pengumpulan garam alkali (efflorescence) merupakan kondisi munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Bubuk tersebut kumpulan kapur dari semen, bata, hingga mortar.

    Cara Cegah Cat Dinding Menggelembung

    Pemilik rumah perlu mencegah terjadi penggumpalan garam alkali agar tidak terbentuk gelembung pada cat di dinding. Langkah pencegahannya dengan mengaplikasikan cat dasar yang mengandung anti-garam alkali. Kemudian, pemilik rumah dapat mengaplikasikan cat dinding bagian atas alias top coat.

    “Makanya pangkal penyakitnya itu mesti kita perbaiki dulu. Dari cat dasarnya dari awal, dari temboknya bisa kalau misalkan tembok lama sih. Itu ada namanya alkali killer ya itu berbahan solvent. Itu bisa benar-benar menahan. Itu cat dasar juga cuma untuk tembok atau pengecatan ulang ya (pemakaiannya),” kata Rahman kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Cara Perbaiki Cat Dinding Menggelembung

    Jika cat dinding menggelembung, cara perbaikinya adalah dengan mengecat ulang. Berikut ini langkah-langkah untuk mengecat ulang tembok.

    1. Keruk Cat Lama

    Jangan langsung menimpa cat bergembung dengan cat baru. Lapisan cat lama harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara dikeruk pakai alat kape.

    “Dikeruk aja semuanya, jangan langsung ditimpa ya karena semahal apa pun cat misalkan langsung ditimpa, kita kan nggak tahu daya lekat antara cat lamanya dengan yang sekarang,” jelasnya.

    2. Pastikan Dinding Kering

    Setelah dinding bebas cat, pastikan dinding tidak lembap. Keringkan dinding sebelum mengecat ulang.

    3. Aplikasikan Cat Dasar

    Selanjutnya, dinding sudah bisa diaplikasikan cat dasar. Gunakan cat dasar yang mengandung komposisi anti garam alkali ya.

    4. Aplikasikan Cat Luar

    Kalau cat dasar sudah kering, aplikasikan cat luar atau top coat pada tembok. Oleskan dua lapis top coat supaya warna cat pekat dan merata.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi cat dinding menggelembung. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com