Tag: e . coli

  • Catat! Segini Jarak Ideal Septic Tank dengan Sumur Air Biar Nggak Tercemar



    Jakarta

    Setiap rumah harus memiliki sistem dan persediaan air bersih. Sumber air bersih di sumur air tidak boleh sampai tercemar, apalagi oleh tinja dari septic tank.

    Jika menggunakan air yang tercemar, dikhawatirkan penghuni rumah dapat terserang penyakit. Melansir dari detikHealth, Jumat (9/8/2024) Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menyebut tingginya cemaran air tinja di Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.

    Septic tank tersebut memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman yang padat. Padahal, jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli) yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pencernaan


    domestic wastewater treatmentdomestic wastewater treatment Foto: Ilustrasi septic tank (Pixinoo/iStockphoto)

    Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan jarak ketika membuat sumur air dan septic tank. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Lalu, untuk upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur air minum 1,5 meter. Begitu juga dengan taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Selain sumur air minum, perlu juga menjaga jarak sumur resapan air hujan dari septic tank. Di kala kekeringan atau krisis air, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

    Jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya berjarak 5 meter. Sementara, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak aman septic tank dari sumur supaya air tidak tercemar tinja. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Perbedaan Kualitas Air Sumur Bor dan Sumur Gali


    Jakarta

    Salah satu syarat rumah dapat diserahterimakan kepada pembeli adalah rumah tersebut telah tersedia air. Sumber air tersebut bisa berasal dari sumur bor dan sumur gali. Meskipun sama-sama mengandalkan air tanah, ternyata kualitas air yang dihasilkan bisa berbeda lho.

    Lantas, lebih baik mana, air dari sumur bor atau sumur gali?

    Sebelum masuk ke bahasan, ketahui dahulu perbedaan sumur gali dan sumur bor.


    Mengutip dari jurnal ‘Perbedaan Kualitas Air Sumur Gali dan Sumur Bor Perumahan Griya Cahaya 2 Gunung Sariak Kota Padang’ yang ditulis oleh Ildayat Doni Afrizal, Martoyo Askari, dan Totoh Andayono, sumur gali adalah suatu konstruksi sumur yang digunakan untuk mengambil air tanah bagi masyarakat dan rumah-rumah perorangan dengan kedalaman 7 – 10 meter dari permukaan tanah.

    Sementara itu, sumur bor adalah suatu cara pengambilan air tanah yang menancapkan pipa ke dalam tanah sampai kedalaman tertentu.

    Dalam jurnal tersebut, mereka melakukan survei kualitas air dari 86 sumur yang berada di Perumahan Griya Cahaya 2. Di perumahan tersebut, blok A dan B memakai sumur gali. Sementara, blok C dan D memakai sumur bor.

    Hasil survei lapangan dan laboratorium, menunjukkan hasil sebagai berikut.

    Kualitas Air Sumur Gali

    Mereka menemukan bahwa kondisi air dari sumur gali di perumahan tersebut terlihat berminyak di permukaannya. Kemudian, apabila didiamkan beberapa lama, muncul noda merah yang warga sebut dengan tinagan. Kondisi yang kurang baik membuat warga terpaksa mengambil air bersih di atas bukit dengan selang.

    Setelah diuji laboratorium, kondisi air yang seperti ini ternyata di dalamnya mengandung bakteri e-coli yang berisiko menimbulkan gejala berupa sakit perut, diare, mual, dan muntah serta bakteri koliform yang juga menyebabkan diare hingga tifus. Selain itu, kadar nitrit yang ditemukan di air juga cukup tinggi, lebih dari 3 mg/l.

    Namun, air dari sumur gali tidak berbau dan berasa. Lalu, pH airnya pun masih standar di 6,5 – 8,5 dan kesadahan 500 mg/l.

    Kualitas Air Sumur Bor

    Kualitas air dari sumur bor di perumahan tersebut lebih baik dan dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari. Namun, tidak semua rumah mendapatkan kondisi air yang bersih, ada beberapa juga yang terlihat keruh.

    Hasil uji laboratorium, air dari sumur bor sedikit lebih baik dari sumur gali karena memang beberapa rumah airnya dalam keadaan bagus. Namun, di dalam air tersebut tetap ditemukan bakteri e-coli 57% dan koliform sekitar 43%.

    Selain itu, kadar nitrit yang ditemukan di air sumur bor juga masih melebihi standar ideal yakni lebih dari 28,5 mg/l.

    Air sumur bor juga tidak berbau dan berasa. Selain itu, pH airnya pun masih standar di 6,5 – 8,5 dan kesadahan 500 mg/l.

    Kesimpulan

    Mereka menyimpulkan air sumur gali yang buruk disebabkan karena jarak sumur gali yang berdekatan dengan tangki septik (septic tank) yakni hanya 8,6 meter dengan kedalaman sumur 3 meter. Jarak yang terlalu dekat memungkinkan rembesan air septic tank dapat masuk ke dalam air sumur gali.

    Sementara itu, sumur bor yang dalamnya lebih dari 10 meter, tidak begitu terdampak air rembesan air septic tank di rumah.

    “Jarak minimum antara sumur yang dijadikan sebagai sumber air bersih dengan jamban (pit privy) adalah sejauh 12 meter,” kutip mereka dari buku Penyediaan Air Bersih, FT-UNP karya Martoyo Askari, seperti yang dikutip detikcom, Rabu (4/12/2024).

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jarak Ideal Sumur Air dengan Septic Tank, Biar Nggak Tercemar



    Jakarta

    Septic tank dan sumber air bersih merupakan dua hal yang wajib ada di sebuah rumah. Meski keduanya dibutuhkan, septic tank dan sumber air bersih tidak boleh ditempatkan secara berdekatan.

    Sumber air bersih bisa tercemar jika titiknya dekat dengan septic tank. Jika menggunakan air yang tercemar, dikhawatirkan penghuni rumah dapat terserang penyakit.

    Melansir dari detikHealth Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menyebut tingginya cemaran air tinja di Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.


    Septic tank tersebut memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman yang padat. Padahal, jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli) yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pencernaan

    domestic wastewater treatmentdomestic wastewater treatment Foto: Ilustrasi septic tank (Pixinoo/iStockphoto)

    Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan jarak ketika membuat sumur air dan septic tank. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Lalu, untuk upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur air minum 1,5 meter. Begitu juga dengan taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Selain sumur air minum, perlu juga menjaga jarak sumur resapan air hujan dari septic tank. Di kala kekeringan atau krisis air, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

    Jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya berjarak 5 meter. Sementara, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak aman septic tank dari sumur supaya air tidak tercemar tinja. Semoga bermanfaat!

    Lihat juga video: Heboh Air Sumur di Sidoarjo Panas dan Berasap

    [Gambas:Video 20detik]

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Bikin! Ini Jarak Ideal Antara Sumur Air dan Septic Tank



    Jakarta

    Rumah perlu memiliki sumber air bersih dan pengelolaan limbah yang baik. Nah, kebanyakan rumah dilengkapi septic tank dan sumur air untuk memenuhi kebutuhan itu.

    Namun tak boleh sembarangan, letak sumur air dan septic tank tidak boleh berdekatan. Pasalnya, sumber air bersih bisa tercemar kalau titiknya dekat dengan septic tank, sehingga dapat memicu penyakit.

    Dikutip dari detikHealth Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng mengatakan tingginya cemaran air di Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.


    Septic tank tersebut memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman yang padat. Padahal, jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli) yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pencernaan

    Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan jarak ketika membuat sumur air dan septic tank. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Lalu, untuk upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur air minum 1,5 meter. Begitu juga dengan taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Selain sumur air minum, perlu juga menjaga jarak sumur resapan air hujan dari septic tank. Di kala kekeringan atau krisis air, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

    Jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya berjarak 5 meter. Sementara, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak aman septic tank dari sumur supaya air tidak tercemar tinja. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Kloset Harus Tertutup Saat Menekan Tombol Flush? Ini Kata Ahli



    Jakarta

    Kloset duduk memiliki penutup yang berfungsi untuk mencegah penyebaran kuman, bau, dan cipratan air. Banyak yang menyarankan ketika kita hendak menyiram lubang kloset, sebaiknya penutup tersebut diturunkan hingga lubang tersebut tertutup. Kira-kira apa ya alasannya?

    Dilansir Better Homes and Garden, seorang CEO dan pemilik AK Building Service, Shari Cedar, mengatakan ketika flush ditekan dan air keluar untuk membersihkan lubang kloset akan muncul aerosol yang mengandung bakteri dan virus ke permukaan kamar mandi dan udara di sekitar. Oleh karena itu, lebih baik kloset dalam keadaan tertutup.

    Sebagai informasi, aerosol merupakan partikel halus di udara yang dapat membawa patogen seperti E. coli, C. difficile, norovirus, dan adenovirus, di udara dan di seluruh kamar mandi.


    Namun, Arianna Castro, seorang manajer komunikasi ilmiah di P&G, mengungkapkan dalam studi The American Journal of Infection Control bahwa menutup tutup toilet sebelum menyiram tidak benar-benar mengurangi penyebaran partikel virus.

    Kajian tersebut tetap menyarankan kloset perlu diberi disinfektan secara teratur untuk membunuh partikel-partikel kuman yang mungkin menempel di kamar mandi.

    Castro menekankan menutup kloset ketika menyiram memang hanya membatasi jangkauan semburan, tetapi risiko penyebarannya tetap dapat terjadi karena beberapa kuman dapat bertahan pada air kloset setelah beberapa kali penyiraman.

    “Lebih buruk lagi, beberapa kuman bertahan di air toilet selama beberapa kali pembilasan, yang berarti risikonya tidak hilang setelah satu kali pembilasan. Bagaimana jika Anda menggunakan toilet umum tanpa penutup? Kuman itu akan menyebar ke mana-mana,” jelas Cedar, seperti yang dikutip Sabtu (5/4/2025).

    Sebuah penelitian dari University of Colorado melakukan uji coba untuk mengetahui efek dari penyebaran partikel kuman dan bakteri saat flush ditekan. Mereka menggunakan laser berdaya tinggi untuk memvisualisasikan efeknya.

    Ternyata partikel kuman dan bakteri tersebut dapat berceceran ke segala arah dengan kecepatan 20 meter per detik, mencapai ketinggian 14 meter hanya dalam waktu 8 detik.

    Jadi, Cedar maupun Castro mengatakan lebih baik menutup kloset saat hendak menyiram. Meskipun tidak menjamin kamar mandi aman dari bakteri, setidaknya partikel kuman dan bakteri tidak jatuh ke area yang lebih jauh di kamar mandi. Mereka setuju bahwa tidak ada salahnya menutup tutup toilet saat menyiram toilet.

    “Berdasarkan penelitian yang ada, saya rasa sangat disarankan untuk menutup toilet saat menyiramnya guna meminimalkan penyebaran patogen melalui udara dan meningkatkan praktik kebersihan yang lebih baik,” tutur Castro.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • WC Duduk Sebaiknya Dibuka atau Ditutup Saat Disiram? Ini Kata Ahli



    Jakarta

    Kamar mandi adalah salah satu ruangan yang cepat kotor, sehingga harus lebih rajin dijaga kebersihannya. Meski ruangan dikenal sebagai sarang kuman, masih ada yang memperdebatkan cara terbaik untuk menyiram WC.

    Kloset atau WC duduk biasanya dilengkapi dengan tutup. Terkadang orang-orang membiarkan WC dalam keadaan terbuka atau tertutup ketika menyiram setelah buang air.

    Lantas, sebaiknya WC disiram dalam keadaan ditutup atau dibiarkan terbuka ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Dilansir dari Better Homes & Gardens, Shari Cedar selaku CEO dan salah satu pemilik AK Building Services menjelaskan setiap siraman menciptakan embusan aerosol yang dapat menyebarkan bakteri dan virus ke udara dan permukaan kamar mandi. Embusan aerosol adalah halus partikel di udara yang dapat membawa patogen seperti E. coli, C. difficile, norovirus, dan adenovirus.

    Embusan aerosol ini hampir tak kasat mata. Partikel-partikel kecilnya dapat mendarat di apa pun di dekatnya, mulai dari sikat gigi hingga handuk.

    “Beberapa kuman bertahan di air toilet selama beberapa kali siraman, yang berarti risikonya tidak hilang hanya setelah satu kali siraman. Dan jika Anda menggunakan toilet umum tanpa penutup? Embusan itu menyebar ke mana-mana,” kata Cedar dikutip dari Better Homes & Gardens, Kamis (24/4/2025).

    Oleh karena itu, pastikan sikat gigi tertutup dan disimpan di kabinet agar aman dari partikel tersebut. Lalu, tingkatkan ventilasi udara dengan memasang kipas exhaust atau jendela kecil. Desinfeksi permukaan secara teratur, termasuk meja dapur dan gagang pintu untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

    Sementara itu, Manajer Komunikasi Ilmiah P&G Arianna Castro mengungkapkan penemuan terbaru dari sebuah studi oleh The American Journal of Infection Control. Temuan tersebut menunjukkan bahwa menutup tutup toilet sebelum menyiram tidak secara signifikan mengurangi penyebaran partikel patogen. Studi itu menyoroti pentingnya desinfeksi toilet secara teratur untuk meminimalkan kontaminasi.

    Castro menekankan menutup WC sebelum disiram mungkin dapat meminimalisir jarak embusan aerosol, tetapi tidak menjamin hilangnya risiko penyebaran patogen. Aliran udara terus memindahkan bakteri, dan kuman dapat bertahan di air toilet setelah beberapa kali penyiraman. Hal ini membuat desinfeksi kamar mandi secara teratur sangat penting.

    “Berdasarkan penelitian yang ada, saya rasa sangat disarankan untuk menyiram dengan toilet tertutup guna meminimalkan penyebaran patogen melalui udara dan meningkatkan praktik kebersihan yang lebih baik. Namun, karena yang pada akhirnya menyebabkan penyebaran bakteri adalah aliran udara (embusan aerosol), mustahil untuk sepenuhnya mengatasi risiko tersebut hanya dengan menutup tutup toilet,” kata Castro.

    Castro mengatakan menutup tutup WC sebelum disiram dapat mengurangi radius semburan aerosol dan meminimalkan kemungkinan partikel mencapai zona pernapasan. Namun, hal ini belum terbukti.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Jarak Aman Sumur Air dengan Septic Tank? Ini Panduannya



    Jakarta

    Setiap rumah biasanya memiliki berbagai sistem untuk menunjang kehidupan penghuninya. Beberapa di antaranya adalah sumur air sebagai sumber air bersih dan septic tank yang mengolah limbah.

    Kedua hal tersebut biasanya berada di halaman rumah. Namun perlu diingat, sumur air dan septic tank tidak boleh ditempatkan secara berdekatan ya.

    Pasalnya, sumber air bersih pada sumur air bisa tercemar kotoran dari septic tank. Kalau sampai air tercemar, penghuni rumah berpotensi terserang penyakit.


    Dilansir dari detikHealth, Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng mengungkap salah satu penyebab tingginya cemaran air tinja di Indonesia adalah lokasi septic tank dekat dengan tempat tinggal warga. Jarak septic tank dengan bangunan rumah hanya 2-3 meter di permukiman padat.

    Sumber air bersih dapat tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli) kalau septic tank dan sumur air berdekatan. Hal ini dapat menimbulkan penyakit seperti infeksi saluran pencernaan.

    Lantas, berapa jarak aman sumur air dengan septic tank? Simak penjelasannya berikut ini.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, sumur resapan septic tank dengan sumur air setidaknya harus berjarak 10 meter. Jarak upflow filter septic tank dengan sumur air minimal 1,5 meter. Lalu, taman sanita septic tank minimal berjarak 1,5 meter dari sumur air minum.

    Di sisi lain, sebaiknya sumur resapan air juga tidak berdekatan dengan septic tank. Pasalnya, sumur resapan air hujan bisa menjadi cadangan air buat rumah tangga ketika krisis air.

    Minimal sumur resapan septic tank berada 5 meter dari sumur resapan air hujan. Sementara itu, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak ideal sumur air dengan septic tank agar tidak terjadi pencemaran. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Lihat juga Video ‘Heboh 14 Ekor Ular Sanca Bikin Sarang di Septic Tank Rumah Warga Bekasi’:

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kata Ahli, Begini Tips Bersih-bersih Rumah biar Makin Kinclong


    Jakarta

    Membersihkan merupakan salah satu hal wajib yang harus dilakukan. Hal ini untuk menjaga agar rumah bebas debu dan kotoran serta tetap rapi.

    Walau demikian, terkadang penghuni rumah hanya sekadar membersihkan saja. Padahal membersihkan rumah dengan cara yang tepat perlu dilakukan agar hunian benar-benar bersih.

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini tips membersihkan rumah dari para ahli kebersihan.


    Selalu Bersihkan dari Atas ke Bawah

    Untuk mencegah debu jatuh ke permukaan yang bersih, sebaiknya bersihkan debu dari bagian paling atas ke bawah. Ahli kebersihan dan pemilik Sparkly Maid Austin, Sofia Martinez, mencontohkan untuk membersihkan kipas langit-langit, rak tinggi, serta lemari atas lebih dulu agar debu dan kotoran yang jatuh nantinya tidak mengotori permukaan yang sudah bersih.

    Biarkan Produk Kebersihan Menyerap Sebelum Dilap

    Menurut Martinez, salah satu kesalahan yang sering dilakukan banyak orang adalah menyemprotkan cairan pembersih ke permukaan dan langsung mengelapnya. Padahal, membiarkan produk beberapa menit harus dilakukan karena memberikannya kesempatan untuk membunuh bakteri.

    Mulai dengan Metode Kering Lalu Metode Basah

    Saat membersihkan permukaan, sebaiknya mulai dengan metode ‘dry cleaning’ alias bersihkan debu-debu dan kotoran terlebih dahulu sebelum mengelap atau mengepelnya. Misalnya, bersihkan debu dengan sapu, lap bersih, atau vacuum cleaner sebelum mengepelnya atau membersihkan dengan cairan pembersih.

    Hal ini memastikan saat mengepel permukaan bisa dilakukan dengan mulus, mengangkat kotoran lebih efektif, dan lantai mengering lebih bersih.

    “Jika Anda masuk ke ruangan yang dipenuhi debu, remah-remah, dan bulu kucing, lalu langsung mengepel, Anda akan menyeret bola-bola rambut-benda-benda itu menggumpal, menyumbat kain pel, dan meninggalkan goresan,” jelas Rhonda Wilson, pakar kebersihan dan quality lead cleaner di FreshSpace Cleaning.

    Jangan Terburu-buru

    Saat membersihkan rumah sebaiknya tidak dilakukan dengan buru-buru. Sebab, bisa saja hal-hal yang seharusnya dibersihkan luput dari perhatian.

    Jangan Gunakan Alat Pembersih Kamar Mandi Sekaligus Dapur

    Martinez menyarankan untuk tidak menggunakan alat bersih-bersih yang sama untuk membersihkan dapur dan kamar mandi. Hal itu karena memungkinkan adanya kontaminasi silang.

    “Aturan ini tidak bisa diganggu gugat karena menggunakan alat yang sama di area-area ini dapat dengan mudah memindahkan bakteri seperti E. coli dari kamar mandi ke permukaan dapur,” ujar Martinez.

    Agar tidak bingung dan mencegah kontaminasi silang, pakar kebersihan menyarankan untuk memisahkan kain, sikat, dan spons pembersih untuk area-area ini.

    Itulah beberapa tips bersih-bersih agar rumah bebas debu dan tetap rapi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bau Pipis Kucing Bisa Hilang Pakai 4 Bahan Ini, Sudah Coba?


    Jakarta

    Kucing merupakan hewan yang mudah ditemui di sekitar rumah. Kucing juga menjadi salah satu hewan yang banyak dipelihara oleh masyarakat karena perawatan kucing tidak begitu sulit karena hewan ini cukup mandiri, jika dibandingkan dengan anjing.

    Namun, sama seperti hewan lain, kucing juga bisa membuat jengkel karena terkadang hewan satu ini kerap buang air sembarangan. Bahkan jika sudah disediakan kotak pasir, ada saja kejadian kucing justru pipis sembarangan.

    Hal ini tentu merepotkan karena pipis kucing memiliki bau yang menyengat dan bisa menempel cukup lama. Selain itu, pipis kucing juga mengandung bakteri dan parasit. Salah satu bakteri yang ditemukan dalam urine kucing adalah Escherichia coli (E. coli). Ketika membersihkannya tangan perlu dilindungi dengan sarung tangan karena urine kucing bisa memicu infeksi.


    Untuk memastikan permukaan bekas pipis kucing benar-benar bersih, membilas dengan air saja tidak cukup. Dilansir Home Made Simple, berikut beberapa bahan yang bisa dipakai agar permukaannnya kembali bersih dan tidak berbau.

    1. Gunakan Cuka

    Cuka sebenarnya berguna untuk membasmi bakteri pada permukaan yang kotor karena sifat asam dapat menetralkan bakteri.. Untuk menghilangkan bau yang menyengat bisa memakai bahan pembersih biasa, seperti sabun cuci piring. Setelah itu campurkan larutan pembersih, cuka putih, dan air dengan perbandingan 1:1:1.

    2. Gunakan Soda Kue

    Apabila tidak ada cuka, bisa juga memakai soda kue. Bahan ini cukup ampuh untuk membersihkan noda bekas pipis kucing di bahan tekstil seperti kasur, karpet, sofa, dan gorden. Caranya dengan menaburkan soda kue ke permukaan yang terkena pipis kucing, lalu diamkan selama 1 jam. Setelah itu bersihkan dengan penyedot debu.

    3. Pemutih Oksigen atau Natrium Perkarbonat

    Cara membersihkan bekas pipis kucing yang mengenai pakaian bisa dibersihkan menggunakan bahan-bahan seperti air dingin, pemutih, cuka, dan soda kue.

    Pertama, siram pakaian yang terkena pipis kucing dengan air dingin yang mengalir. Kemudian, siapkan wadah air besar berisi ½ cangkir pemutih oksigen. Diamkan selama 2-3 jam.

    Setelah itu, angkat pakaian dan rendam dalam ember berisi cuka dan air dengan perbandingan 1:3. Tambahkan sedikit soda kue langsung ke area noda lalu biarkan di dalam campuran tersebut selama 10-15 menit. Apabila sudah selesai direndam, pakaian bisa dicuci di mesin cuci dengan suhu air agak dingin. Jangan lupa tambahkan detergen. Terakhir, jemur hingga kering.

    4. Air Dingin

    Apabila hanya terkena sedikit, pakaian tersebut bisa dibersihkan dengan air dingin yang disiram ke titik yang terkena kotoran tersebut. Hindari menggosok atau menyikat pakaian karena hanya akan membuat nodanya membandel sehingga bau tidak hilang.

    Itulah beberapa cara untuk menghilangkan bau pipis kucing.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui Jarak Aman Pasang Septic Tank biar Sumur Air Nggak Tercemar



    Jakarta

    Septic tank merupakan wadah untuk menampung kotoran tinja dan limbah domestik setiap bangunan serta mengolahnya agar bisa terurai. Lokasinya berada di dalam tanah, tetapi terdapat pipa dan penanda lokasinya yang terlihat ke permukaan.

    Saat memasang septic tank, lokasinya harus jauh dari sumur air bersih rumah. Sebab, berisiko dapat mencemari sumur air bersih jika septic tank bocor atau meledak.

    Sumur air bersih harus dalam keadaan bersih agar aman saat digunakan. Air yang tercampur kotoran, tinja, dan limbah tidak bisa dipakai dan bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti diare, tipes, dan lainnya.


    Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng mengungkapkan salah satu tingkat pencemaran air paling tinggi di Tanah Air disebabkan lokasi septic tank yang cukup dekat dengan tempat tinggal. Jaraknya hanya sekitar 2-3 meter karena beberapa kawasan permukiman berada di area yang padat.

    Jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumur air bersih berisiko membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli). Bakteri satu ini pasti sudah tidak asing di telinga karena bakteri ini kerap menjadi sumber penyakit infeksi saluran pencernaan.

    Dengan adanya jarak, kemungkinan-kemungkinan risiko tadi dapat dicegah. Meskipun nantinya ada kebocoran, dapat diperbaiki dengan cepat.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal memasang sumur septic tank dengan sumur air minum adalah 10 meter. Sementara itu, upflow filter septic tank minimal berjarak 1,5 meter dari sumur air minum. Demikian juga dengan taman sanitasi septic tank harus diberi jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Tidak hanya itu, jarak sumur resapan air hujan juga jaraknya tidak boleh terlalu dekat dengan septic tank. Sumur resapan air hujan juga salah satu sumber air bersih di rumah saat kekeringan atau krisis air.

    Untuk jarak yang disarankan antara sumur resapan air hujan dan septic tank adalah setidaknya 5 meter. Lalu, jarak upflow filter septic tank dengan sumur resapan air hujan minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak paling dekatnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak ideal septic tank dari sumur air agar tidak terjadi pencemaran tinja. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com