Tag: efek

  • 5 Tips Jitu agar Kulkas di Rumah Hemat Listrik


    Jakarta

    Kulkas bekerja tanpa henti untuk menjaga makanan tetap segar dan aman dikonsumsi, menjadikannya salah satu peralatan yang bekerja paling keras di rumah kamu.

    Namun, pengoperasian yang terus menerus dapat mengakibatkan konsumsi energi yang tinggi jika tidak ditangani dengan benar.

    Dengan menerapkan beberapa strategi sederhana, kamu dapat meningkatkan efisiensi kulkas, mengurangi biaya energi, dan memperpanjang masa pakainya.


    Melansir This Old House, Kamis (26/09/2024), beberapa tips agar kulkas di rumah kamu menjadi efisien energi.

    Optimalkan Pengaturan Suhu

    Salah satu cara paling sederhana untuk meningkatkan efisiensi lemari es adalah dengan mengatur suhu yang tepat untuk kompartemen lemari es dan freezer.

    Suhu ideal untuk kompartemen kulkas adalah 4o derajat Fahrenheit (4°C) atau di bawahnya. Banyak kulkas yang memiliki termometer internal untuk memantau suhu.

    Atur suhu freezer menjadi 0°F (-18°C), suhu ini cukup dingin untuk membekukan makanan tanpa membebani alat kamu. Freezer yang terisi penuh akan lebih efisien daripada freezer yang kosong.

    Simpan Makanan dengan Benar

    Cara kamu menata makanan di lemari es dapat mempengaruhi efisiensi secara signifikan. Penataan yang tepat menghemat energi dan membantu mengawetkan makanan lebih lama.

    Pintu lemari kulkas kamu harus digunakan secara efisien. Simpan bumbu dan minuman di pintu, karena bagian ini sedikit lebih hangat dan suhunya kurang konsisten dibandingkan rak bagian dalam.

    Dinginkan Makanan Panas Sebelum Dimasukkan

    Menerapkan kebiasaan penggunaan yang cerdas dapat meningkatkan efisiensi lemari es kamu secara signifikan tanpa biaya tambahan.

    Menaruh makanan panas langsung ke dalam kulkas akan memaksanya bekerja lebih keras untuk mendinginkannya. Biarkan makanan panas mendingin hingga suhu ruangan sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.

    Kurangi Waktu Buka Pintu Kulkas

    Setiap kali kamu membuka pintu kulkas, udara dingin keluar dan udara hangat masuk. Hal ini memaksa alat bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu yang telah diatur.

    Untuk meminimalkan efek ini, pertimbangkan untuk menggunakan daftar di pintu untuk melacak isi dan mengatur barang-barang agar mudah ditemukan.

    Rawat Kulkas Kamu

    Terapkan kebiasaan untuk membersihkan kulkas secara teratur. Kulkas yang bersih mencegah adanya jamur dan bakteri tumbuh di dalam kulkas, sehingga makanan kamu aman dan tetap terjaga.

    Ganti komponen bila diperlukan, atasi masalah umum yang terjadi dengan kulkas kamu. Dengan perawatan yang tepat, akan memberikan efisiensi yang maksimal untuk kulkas kamu.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Terlena dengan Bau Cat Dinding, Bisa Memicu Kanker Lho!


    Jakarta

    Cat dinding adalah lapisan terluar dinding yang berguna sebagai pelindung dan mempercantik tampilan bangunan. Namun, dibalik kegunaannya, ada bahaya yang mengintai yakni senyawa berbahaya yang kerap dipakai di dalam cat dinding tersebut. Senyawa ini disebut dengan VOC (Volatile organic compounds).

    Lantas, apa itu VOC?

    Mengutip dari How Stuff Works, VOC merupakan Senyawa organik yang mudah menguap setelah cat dinding diaplikasikan. Fungsi dari senyawa ini adalah membuat cat lebih tahan lama dan bahan kimia yang membuat dinding basah menjadi kering. Seperti pengertiannya, VOC ini bentuknya adalah uap.


    Menurut Healthline, beberapa contoh VOC di antaranya adalah toluene, xilena, aseton, metilen klorida, formaldehida, hingga benzene.

    Paparan VOC terkadang dapat menimbulkan efek kesehatan jangka pendek atau jangka panjang. Untuk jangka pendek seperti iritasi pada mata, hidung, atau tenggorokan, sakit kepala, pusing, mual, hingga kesulitan bernapas. Sedangkan, untuk jangka panjang bisa merusak sistem saraf, hati, ginjal.

    Selain itu, senyawa ini juga dapat memicu kanker karena bersifat karsinogen.

    Biasanya, sebagian besar VOC menguap pada saat cat mengering, tetapi tidak semuanya meninggalkan cat. VOC bisa menguap selama bertahun-tahun setelah pengecatan awal. Maka dari itu, pada saat mengecat disarankan kamu memakai penutup mulut dan tidak berada berlama-lama di ruangan yang baru dicat.

    Di Amerika sendiri senyawa-senyawa berbahaya yang dikategorikan VOC sudah dilarang dan dibatasi penggunaannya. Menurut Cat Midwest Eco-Design kandungannya harus kurang dari 250 gram per liter. Pilihan lainnya agar tetap aman dan sehat adalah memilih cat tanpa VOC. Namun, cat tanpa VOC biasanya harganya jauh lebih mahal dari cat biasa.

    Tips Mengurangi Risiko VOC Saat Mengecat

    Kamu tentu memerlukan cat dinding untuk mempercantik rumah, tetapi tetap ingin sehat dan tidak terkena efek dari VOC ini bukan? Mengutip dari Healthline, Rabu (2/10/2024), berikut beberapa tips mengurangi risiko VOC.

    1. Pilih Cat Berbahan Dasar Air

    Cat dibedakan menjadi 2, ada yang untuk bagian dalam rumah atau cat interior dan untuk bagian luar rumah atau eksterior.

    Untuk cat interior yang akan sering bersinggungan, kamu perlu berhati-hati saat membeli cat. Pilih yang berbahan dasar air dan tidak memiliki asap atau VOC di dalamnya. Jika kamu tidak paham saat membaca panduan di kalengnya, kamu bisa bertanya kepada penjual.

    2. Pakai Kacamata dan Sarung Tangan

    Untuk tindakan perlindungan, kamu perlu memakai alat pelindung seperti sarung tangan atau kacamata. Jika kamu ingin lebih aman, kamu bisa memakai respirator untuk menurunkan risiko menghirup VOC.

    3. Pastikan Ada Ventilasi Ruangan

    VOC biasanya menyebar ketika dia menguap, maka kamu harus memastikan setelah menguap, senyawa berbahaya tersebut terbuang ke luar. Caranya dengan memastikan ada ventilasi di ruangan yang sedang kamu cat. Sebagai contoh, jendela, pintu, atau lubang angin yang lain. Bisa juga pasang kipas angin agar udara segar tetap terasa di ruangan tersebut.

    Saat mengecat sering-sering beristirahat dan menghirup udara segar agar tidak pusing dan mual.

    Setelah selesai mengecat, pastikan jendela, pintu tetap dalam keadaan terbuka hingga tidak ada bau menyengat yang tercium. Jangka waktunya sekitar 2-3 hari dibiarkan terbuka.

    Tidak lupa, tutup rapat wadah sisa cat untuk mencegah uap bocor ke area sekitar. Jika cat ingin dibuang, pastikan caranya sudah tepat dan tidak bocor.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Terlena dengan Bau Cat Dinding, Bisa Memicu Kanker Lho!


    Jakarta

    Cat dinding adalah lapisan terluar dinding yang berguna sebagai pelindung dan mempercantik tampilan bangunan. Namun, dibalik kegunaannya, ada bahaya yang mengintai yakni senyawa berbahaya yang kerap dipakai di dalam cat dinding tersebut. Senyawa ini disebut dengan VOC (Volatile organic compounds).

    Lantas, apa itu VOC?

    Mengutip dari How Stuff Works, VOC merupakan Senyawa organik yang mudah menguap setelah cat dinding diaplikasikan. Fungsi dari senyawa ini adalah membuat cat lebih tahan lama dan bahan kimia yang membuat dinding basah menjadi kering. Seperti pengertiannya, VOC ini bentuknya adalah uap.


    Menurut Healthline, beberapa contoh VOC di antaranya adalah toluene, xilena, aseton, metilen klorida, formaldehida, hingga benzene.

    Paparan VOC terkadang dapat menimbulkan efek kesehatan jangka pendek atau jangka panjang. Untuk jangka pendek seperti iritasi pada mata, hidung, atau tenggorokan, sakit kepala, pusing, mual, hingga kesulitan bernapas. Sedangkan, untuk jangka panjang bisa merusak sistem saraf, hati, ginjal.

    Selain itu, senyawa ini juga dapat memicu kanker karena bersifat karsinogen.

    Biasanya, sebagian besar VOC menguap pada saat cat mengering, tetapi tidak semuanya meninggalkan cat. VOC bisa menguap selama bertahun-tahun setelah pengecatan awal. Maka dari itu, pada saat mengecat disarankan kamu memakai penutup mulut dan tidak berada berlama-lama di ruangan yang baru dicat.

    Di Amerika sendiri senyawa-senyawa berbahaya yang dikategorikan VOC sudah dilarang dan dibatasi penggunaannya. Menurut Cat Midwest Eco-Design kandungannya harus kurang dari 250 gram per liter. Pilihan lainnya agar tetap aman dan sehat adalah memilih cat tanpa VOC. Namun, cat tanpa VOC biasanya harganya jauh lebih mahal dari cat biasa.

    Tips Mengurangi Risiko VOC Saat Mengecat

    Kamu tentu memerlukan cat dinding untuk mempercantik rumah, tetapi tetap ingin sehat dan tidak terkena efek dari VOC ini bukan? Mengutip dari Healthline, Rabu (2/10/2024), berikut beberapa tips mengurangi risiko VOC.

    1. Pilih Cat Berbahan Dasar Air

    Cat dibedakan menjadi 2, ada yang untuk bagian dalam rumah atau cat interior dan untuk bagian luar rumah atau eksterior.

    Untuk cat interior yang akan sering bersinggungan, kamu perlu berhati-hati saat membeli cat. Pilih yang berbahan dasar air dan tidak memiliki asap atau VOC di dalamnya. Jika kamu tidak paham saat membaca panduan di kalengnya, kamu bisa bertanya kepada penjual.

    2. Pakai Kacamata dan Sarung Tangan

    Untuk tindakan perlindungan, kamu perlu memakai alat pelindung seperti sarung tangan atau kacamata. Jika kamu ingin lebih aman, kamu bisa memakai respirator untuk menurunkan risiko menghirup VOC.

    3. Pastikan Ada Ventilasi Ruangan

    VOC biasanya menyebar ketika dia menguap, maka kamu harus memastikan setelah menguap, senyawa berbahaya tersebut terbuang ke luar. Caranya dengan memastikan ada ventilasi di ruangan yang sedang kamu cat. Sebagai contoh, jendela, pintu, atau lubang angin yang lain. Bisa juga pasang kipas angin agar udara segar tetap terasa di ruangan tersebut.

    Saat mengecat sering-sering beristirahat dan menghirup udara segar agar tidak pusing dan mual.

    Setelah selesai mengecat, pastikan jendela, pintu tetap dalam keadaan terbuka hingga tidak ada bau menyengat yang tercium. Jangka waktunya sekitar 2-3 hari dibiarkan terbuka.

    Tidak lupa, tutup rapat wadah sisa cat untuk mencegah uap bocor ke area sekitar. Jika cat ingin dibuang, pastikan caranya sudah tepat dan tidak bocor.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanaman yang Ampuh Usir Serangga dan Mudah Ditanam di Rumah


    Jakarta

    Kamu pasti pernah merasa terganggu dengan kehadiran serangga di rumah. Beberapa jenis serangga yang biasa ditemukan di rumah di antaranya lalat, kecoa, nyamuk, semut, hingga kelabang. Hewan kecil ini susah-susah gampang untuk diusir karena ada beberapa yang bisa terbang sehingga tidak bisa langsung keluar rumah.

    Namun tenang, selain menggunakan bahan kimia untuk membasmih mereka, kamu juga bisa menggunakan tanaman. Beberapa tanaman ada yang ampuh untuk mencegah serangga datang ke rumah.

    Melansir dari berbagai sumber, Senin (7/10/2024), berikut beberapa tanaman yang bisa mengusir serangga.


    1. Lavender

    Bunga lavender.Bunga lavender. Foto: iStock/John Gonzales Buenaposada

    Dilansir dari The Spruce, Lavender adalah salah satu tanaman yang tidak disukai serangga seperti lalat dan kecoa. Lavender mengeluarkan aroma yang dibenci oleh serangga. Sementara jika tercium oleh manusia, aroma ini tidak masalah sama sekali. Lavender biasanya ditanam di luar rumah, bisa juga kamu membeli bunga batangan untuk diletakkan di vas bunga.

    2. Catnip

    Giant catnip (Nepeta grandiflora)A similar pictures from my portfolio:Giant catnip (Nepeta grandiflora)A similar pictures from my portfolio: Foto: iStock

    Pernah mendengan tanaman catnip? Tanaman ini disukai oleh kucing karena aromanya. Namun, Di aroma ini justru dibenci oleh lalat.

    3. Mint

    A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter.A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter. Foto: iStock

    Mint adalah tanaman yang apabila dimakan akan memberikan efek dingin pada setiap gigitannya. Selain itu, tanaman ini memiliki aroma yang segar yang tidak disukai lalat lho. Cara penanamannya juga cukup mudah bisa di wadah kecil. Kamu bisa meletakkan mint di dapur rumah agar mudah diambil.

    4. Daun Salam

    daun salam Foto: iStock

    Selain menjadi tanaman herbal, menurut Tom’s Guide, daun salam bisa untuk mengusir kecoa. Tanaman ini bisa dirawat di dalam maupun di luar rumah asalkan mendapat sinar matahari dan disiram secukupnya. Namun perlu dicatat, tanaman ini beracun untuk hewan anjing dan kucing jadi harus hati-hati ya kalau menanam tanaman ini dan kamu memiliki hewan peliharaan di rumah.

    5. Kemangi (Basil)

    Kemangi Foto: Getty Images/iStockphoto/Supersmario

    Dilansir dari detikEdu, Aroma kuat dari kemang, ampuh untuk mengusir serangga seperti nyamuk. Cara merawatnya adalah menjaga agar tanaman ini tetap lembap, perhatikan saluran airnya, dan letakkan di lokasi yang banyak matahari.

    6. Serai

    Ilustrasi Tanaman Serai Foto: Getty Images/iStockphoto/Nanniie_iiuu

    Tanaman selanjutnya adalah tanaman herbal lainnya yang cara menanamnya juga cukup mudah di rumah, yakni serai. Tanaman satu ini mudah sekali ditemukan di Indonesia dan biasa menjadi bahan dapur. Serai dapat menjadi bahan alami untuk mengusir nyamuk di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Ciri-ciri Rumah Tahan Gempa yang Perlu Diketahui, Cek di Sini


    Jakarta

    Rumah tahan gempa adalah solusi penting untuk mengurangi dampak kerusakan akibat gempa bumi, khususnya di wilayah rawan bencana. Dengan konstruksi yang tepat, rumah tahan gempa mampu melindungi penghuninya dari risiko keruntuhan bangunan.

    Sehingga, memahami ciri-ciri rumah tahan gempa menjadi langkah awal untuk menciptakan hunian yang aman. Lantas apa saja ciri-cirinya?

    Ciri-ciri Rumah Tahan Gempa

    Ciri-ciri rumah tahan gempa bisa dilihat dari pondasi dan beton yang kokoh hingga beban material rumah yang minimal. Begini penjelasannya.


    1. Pondasi yang Kokoh

    Menurut laman DPU Kulon Progo, pondasi menjadi bagian penting dari struktur sebuah bangunan, terutama pada rumah tahan gempa. Berada di bagian paling bawah, pondasi berfungsi menyalurkan beban ke tanah.

    Kedalaman minimum pembuatan pondasi adalah 60-80 cm. Untuk faktor akurasi dari kedalaman, atau jenis pondasi, bisa dilakukan uji sondir tanah pada lokasi yang akan dibangun.

    2. Beton yang Kokoh

    Penggunaan beton umum dilakukan pada bangunan. Namun dalam bangunan tahan gempa, beton dibuat kokoh dengan standar tertentu, sehingga lebih aman.

    Beton bertulang merupakan bagian penting dalam membuat rumah tahan gempa. Pembuatan alat bantu seperti vibrator atau molen disarankan untuk menghasilkan beton bertulang yang berkualitas tinggi.

    3. Tanahnya Memiliki Komponen Kasar

    Kualitas tanah di mana bangunan berdiri juga harus mampu menahan tekanan gempa. Menurut laman Homify, contoh dari tanah dengan komponen kasar yaitu pasir lempung dan kerikil berpasir.

    Tanah ini biasanya mampu terpapar benturan yang padat dan keras sehingga sangat bagus untuk bangunan tahan gempa. Sebaliknya, tanah yang lunak, berpasir, liat, dan gembur tidak cocok untuk konstruksi.

    4. Bangunan Simetris

    Desain rumah yang simpel dan simetris tanpa ornamen atau aksen yang berlebihan, baik untuk rumah tahan gempa.

    Menurut salah satu situs penjualan furniture dan dekor rumah, bentuk rumah yang simetris bisa membantu memperkokoh struktur dan membuat penyebaran gayanya merata. Sehingga struktur tersebut bisa menahan gaya gempa yang lebih baik.

    5. Setiap Komponen dalam Rumah Terikat

    Pada rumah tahan gempa, setiap komponen-komponen elemen bangunan, baik struktural dan non-struktural terikat dengan baik satu sama lain. Hal tersebut akan memperkokoh bangunan dan membantu bangunan menyalurkan beban gempa lebih merata.

    6. Beban Material Rumah yang Minimal

    Saat melakukan pembangunan rumah tahan gempa, langkah tepatnya yaitu meminimalisir material bangunan yang bisa menambah beban bangunan saat terjadi gempa.

    Contohnya, mengganti konstruksi atap konvensional dengan atap baja ringan. Jika material yang digunakan tepat, maka efek gempa pada hunian bisa diminimalisir.

    Itulah enam ciri-ciri rumah tahan gempa. Semoga artikel ini membantu detikers yang ingin membangun rumah ya.

    (elk/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengukur Gorden yang Benar biar Rumah Makin Keren


    Jakarta

    Mengukur gorden dengan benar adalah langkah penting untuk memastikan tampilan rumah yang rapi dan sesuai dengan desain interior kamu. Tidak hanya berfungsi sebagai pelindung privasi, gorden juga memiliki peran dekoratif yang besar dalam ruangan.

    Jika kamu berencana membeli gorden baru atau membuat gorden custom, panduan ini akan membantu kamu mengukur dengan tepat dan memastikan pemasangannya sesuai.

    Tentukan Lokasi Pemasangan Gorden

    Langkah pertama adalah memutuskan di mana gorden akan dipasang, ada dua opsi utama yaitu, gorden akan dipasang di dalam batas-batas bingkai jendela, memberikan tampilan yang lebih minimalis dan rapi.


    Ini cocok untuk jendela kecil atau ruangan yang mengutamakan kesederhanaan, dan pemasangan di luar bingkai biasanya memberikan ilusi jendela yang lebih besar dan lebih cocok untuk gorden yang lebih panjang dan dramatis.

    Cara Mengukur Lebar Gorden

    Untuk pemasangan dalam bingkai, kamu bisa menggunakan penggaris atau meteran untuk mengukur lebar jendela dari tepi kiri bingkai ke tepi kanan bingkai, jangan lupa untuk mengambil ukuran di tiga titik berbeda atas, tengah, dan bawah untuk memastikan akurasi.

    Untuk pemasangan luar bingkai, ukurlah lebar dari tepi kiri ke tepi kanan jendela, lalu tambahkan 10-20 cm di setiap sisi. Penambahan ini berfungsi untuk memastikan gorden dapat sepenuhnya menutupi jendela dan sedikit area dinding di sekitarnya, memberikan tampilan yang lebih elegan.

    Cara Mengukur Tinggi Gorden

    Melansir factorydirectblinds.com, disarankan untuk menggunakan alat ukur seperti leveler atau waterpas saat mengukur tirai yang dipasang di luar, karena alat ini membantu memastikan bahwa tirai terpasang dalam posisi yang benar-benar lurus. Untuk pemasangan dalam bingkai, ukurlah tinggi dari bagian atas bingkai ke bagian bawah, sesuai dengan panjang gorden yang diinginkan.

    Jika kamu ingin gorden menggantung hingga lantai, pastikan untuk mengukur hingga titik di mana kamu menginginkan gorden berakhir, dan untuk pemasangan luar bingkai, kamu harus mempertimbangkan di mana batang gorden akan dipasang.

    Sebagai aturan umum, batang biasanya dipasang sekitar 10-20 cm di atas bingkai jendela. Setelah menentukan posisi batang, ukur dari sana hingga titik di mana gorden akan berakhir, apakah itu tepat di bawah jendela, sepertiga ke lantai, atau hingga menyentuh lantai.

    Pertimbangkan Kelebihan Kain untuk Efek Lipat

    Jika kamu menginginkan gorden dengan efek lipatan atau tampilan yang lebih tebal, tambahkan lebar gorden. Umumnya, untuk tampilan yang berlipat-lipat, ukuran lebar gorden sebaiknya 2-3 kali lebar jendela, ini akan memberikan tampilan gorden yang lebih mewah dan penuh.

    Pilih Jenis Gorden yang Sesuai

    Jenis kain gorden akan memengaruhi cara kamu mengukur. Gorden tipis seperti sheer mungkin membutuhkan lebih banyak kain untuk memberikan privasi, sementara gorden blackout yang lebih tebal membutuhkan ukuran yang lebih pas agar fungsionalitas maksimalnya tetap terjaga.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Biang Kerok yang Bikin Rumah Kamu Terasa Panas


    Jakarta

    Rumah yang terasa panas dan gerah tentu bikin penghuninya merasa kurang nyaman. Selain gegara cuaca, ternyata bangunan rumah bisa membuat rumah bisa menahan hawa panas, lho.

    Pernahkah kamu mengalami saat sedang kepanasan lalu menyalakan kipas angin tapi malah menambah hawa panas di ruangan tersebut? Kipas angin tidak bisa mendinginkan ruangan kalau udara sekitar panas.

    Lantas, apa yang membuat rumah terasa gerah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Rumah Terasa Panas

    1. Paparan Sinar Matahari yang Berlebihan

    Dilansir dari Sansone Air Conditioning, kalau di ruangan kamu terdapat banyak jendela, panas matahari yang terperangkap di dalam ruangan menimbulkan efek rumah kaca. Hal ini tidak hanya membuat ruangan menjadi tidak nyaman tapi juga bisa menambah tagihan listrik kamu. Untuk menghalangi sinar matahari saat siang, kamu bisa pasang tirai atau gorden.

    2. Isolasi Buruk

    Kapan terakhir kamu mengecek isolasi rumahmu? Isolasi yang buruk memungkinkan udara keluar melalui dinding. Akibatnya, beberapa ruangan terasa lebih hangat atau lebih sejuk dari yang kamu inginkan, sementara ruangan lain terasa nyaman-nyaman saja.

    3. Tinggal di Rumah Bertingkat

    Lantai atas di rumah bertingkat cenderung lebih hangat saat musim panas dan lebih dingin saat musim hujan. Ini dikarenakan lantai paling atas lebih banyak bersentuhan langsung dengan elemen luar.

    4. Ventilasi Udara Tertutup atau Terhalang

    Kalau ventilasi udara tertutup atau terhalang oleh furnitur atau kain pelapis, aliran udara akan terganggu. Hal ini menyebabkan beberapa ruangan menjadi lebih panas dibandingkan ruangan lainnya. Jaga agar ventilasi tetap terbuka setiap saat untuk memastikan suhu yang nyaman dan merata di seluruh rumahmu.

    Itulah beberapa hal yang bisa bikin rumah kamu terasa panas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah Dicoba! Ini 4 Tips Menanam Tanaman Rambat di Rumah


    Jakarta

    Halaman rumah tanpa adanya tanaman terasa seperti gurun tandus. Saat siang hari, matahari langsung mengarah ke rumah, begitu terik dan panas. Keberadaan tanaman dapat menjadi penghalang sinar matahari sekaligus penyegaran mata.

    Menanam tanaman tidak harus di lahan yang luas seperti di rumah zaman dulu. Lahan seluas kamar tidur 3×2 meter pun sudah cukup untuk meletakkan beberapa tanaman. Salah satu tanaman yang cocok tumbuh di lahan yang sempit adalah tanaman rambat.

    Tanaman rambat ini bisa dipasang di dinding dan pagar rumah, atau menggunakan media rambat tambahan. Perawatan tanaman rambat lebih mudah daripada kelihatannya. Kuncinya adalah penghuni rumah harus rajin untuk merapikan jalur rambatan tanaman tersebut agar tidak merusak bagian rumah yang seharusnya tidak ditumbuhi.


    Dilansir dari Houzz, berikut tips menanam tanaman rambat di lahan yang sempit.

    1. Pilih Tanaman dari Cara Rambatnya

    Tanaman rambat memiliki 2 cara merambat yakni dengan akarnya yang menempel atau sulurnya yang melilit ke media rambat.

    Kedua cara tumbuh tanaman rambat tersebut dapat memberikan efek pada media rambat. Apalagi jika media rambat adalah dinding rumah. Nantinya cat dinding bisa rusak karena dijadikan jalur hidup mereka.

    Menurut situs Houzz jenis akar yang berpotensi merusak eksterior rumah adalah yang menempel. Sementara itu, untuk tanaman rambat yang melilit dengan sulurnya dapat menyebabkan kerusakan jika sulur mulai merambah ke arah selokan, jendela, garis atap.

    2. Pilih Jenis Tanaman Rambat yang Tepat

    Selain dari cara merambatnya, kamu bisa memilih tanaman yang diinginkan. Contoh tanaman rambat yang tumbuh dengan cara menempel adalah daun dolar dan ivy inggris. Lalu untuk tanaman rambat yang hidup dengan melilit lewat sulurnya adalah melati irian, morning glory, sirih merah, dan tanaman anggur.

    Lalu tanaman rambat yang bisa berbunga di antaranya bugenvil, morning glory, mandevilla, melati irian, dan masih banyak lagi.

    3. Gunakan Bebatuan pada Dinding

    Setelah menentukan cara merambat dan jenis tanamannya. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan media rambatnya. Salah satu cara aman mencegah tanaman rambat merusak bangunan adalah dengan menyiapkan dinding berbatu.

    Dinding rumah dari batu bata lebih minim mengalami kerusakan apabila dibandingkan dengan media rambat sirap. Media rambat dari sirap ini apabila diletakkan di dinding dapat melonggarkan lapisan dinding. Namun, sirap tetap aman dan indah apabila di pasang berdiri atau agak berjarak dari dinding. Adanya jarak antara dinding dan sirap dapat mencegah dinding lembap dan tumbuhnya jamur.

    4. Gunakan Teralis

    Teralis atau besi bersekat adalah salah satu media tanam tanaman rambat yang direkomendasikan. Cara pasang yang benar adalah dengan dipasang beberapa senti dari dinding. Dengan begitu, kamu tidak perlu khawatir dinding rumah yang telah dicat akan rusak.

    Situs Houzz menyarankan pada teralis dibuatkan sebuah engsel agar besi tersebut bisa dipindahkan ke atas atau ke samping yang dapat mempermudah pemilik rumah saat ingin mengecat dinding atau mencabut tanaman rambat apabila terlihat kering.

    Itulah beberapa tips untuk menanam tanaman rambat di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Lokasi Tanah Menurut Adat Jawa, Dipercaya Terhindar Nasib Buruk


    Jakarta

    Sebelum teknologi berkembang pesat, hukum adat menjadi pegangan di masyarakat saat mencari lokasi tanah. Setiap daerah memiliki ketentuannya sendiri yang mereka anggap cara paling tepat dan baik.

    Sebagai contoh bagi masyarakat Jawa mereka berpegangan pada adat Jawa saat hendak menentukan lokasi tanah untuk tempat tinggal. Mereka percaya dengan memperhatikan ketentuan dalam adat, pemilihan tanah mereka jauh dari hal-hal buruk.

    Lantas, bagaimana ketentuan pemilihan lokasi tanah menurut ada Jawa?


    Menurut HJ Wibowo dan Emiliana Sadilah yang dikutip Asti Musman dalam buku Filosofi Rumah Jawa, berikut ini lokasi tanah yang dianggap baik dan membawa keberuntungan:

    Tanah yang Baik dan Menguntungkan untuk Tempat Tinggal

    1. Tanah yang Miring ke Timur

    Ada banyak sekali posisi tanah yang diyakini baik untuk dipilih sebagai tempat tinggal. Pertama adalah lokasi tanah yang letaknya miring ke timur. Posisi tanah seperti disebut pula dengan tanah manikmaya atau baya sangar. Masyarakat Jawa percaya lokasi ini dapat memberikan banyak rezeki bagi penghuninya. Selain itu, lokasi ini menyehatkan jasmani,rohani, dan memberikan ketenteraman.

    2. Tanah yang Membujur ke Utara dan Selatan

    Posisi kedua adalah tanah yang membujur ke utara atau ke selatan. Posisi ini disebut pula dengan tanah darmalangit. Lokasi ini diyakini bisa menguntungkan bila didirikan bangunan rumah karena akan mendatangkan kekayaan.

    3. Tanah Miring ke Timur dan Sisi Utara-Selatannya Terdapat Bukit

    Arah timur menghadap ke matahari terbit. Posisi ini dipercaya dapat memberikan banyak keuntungan dan disegani oleh tetangga. Posisi tanah yang miring ke timur serta sisi utara dan selatannya terdapat bukit atau gunung disebut sebagai tanah arjuna.

    4. Tanah di Atas Jurang

    Kemudian ada tanah yang letaknya berada di atas jurang. Mendirikan rumah di sini disebut baik untuk berolah rohani atau kebatinan. Posisi ini disebut dengan bumi langupulawa.

    5. Tanah di Antara Bukit

    Tanah yang berada di antara bukit atau gunung disebut sebagai tanah sangsang buwono atau kawula katubing kala. Mendirikan rumah di antara bukit niscaya diberikan kemudahan dalam bertetangga, terhindar dari pertengkaran, dan perkataannya akan dipercaya orang lain.

    6. Tanah di Antara Lembah dan Diapit Sumber Air

    Seperti yang kita tahu, saat memilih tanah, kamu harus memastikan kondisi air bersih di sana. Ternyata dalam adat Jawa pun dianjurkan memilih tanah yang dekat dengan sumber air. Tanah tersebut dipercaya dapat mendatangkan rezeki dan membantu penyuburan tanaman di sekitar rumah. Tanah yang berada di antara lembah dan diapit sumber air disebut sri mangempel.

    7. Tanah yang Miring ke Utara

    Rumah yang berdiri di tanah yang miring ke utara dipercaya dapat dipermudah dalam mendapatkan kreativitas dan ide-ide menarik. Posisi yang disarankan jika ingin menghadap agak ke utara jika di kelilingi gunung atau bukit. Tanah yang letaknya miring ke utara disebut tanah indraprastha, telaga ngayuda dan bathara.

    8. Tanah yang Sisi Baratnya Lebih Tinggi daripada Sisi Timur

    Dalam adat jawa rumah yang berdiri di tanah yang sisi baratnya lebih tinggi daripada sisi timur disebut dapat lancar saat kenaikan pangkat. Posisi ini juga disebut tanah sri nugraha.

    9. Tanah yang Bagian Tengahnya Agak Tinggi dari Sekelilingnya

    Tanah yang lokasinya lebih tinggi dari sekelilingnya memang menguntungkan. Dalam adat Jawa lokasi ini dapat memberikan keselamatan bagi penghuninya. Posisi tanah ini disebut sebagai tanah endragana.

    10. Tanah yang Utaranya Tidak Rata

    Tanah yang sisi utaranya tidak rata disebut tanah wisnu manitis. Penghuninya akan mendapatkan kekayaan jika tinggal di lokasi itu.

    Tanah yang Buruk dan Merugikan untuk Tempat Tinggal

    Dalam adat Jawa juga ada ketentuan untuk posisi tanah yang sebaiknya dihindari karena dipercaya berbahaya untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Berikut di antaranya.

    1. Tanah yang Dikelilingi Air

    Tanah yang disarankan yang posisinya berada di dekat air. Namun, jika lokasinya tersebut dikelilingi air ternyata berbeda hukumnya. Lokasi ini disebut tidak tepat untuk digunakan sebagai tempat tinggal karena menimbulkan pertengkaran.

    2. Tanah Tengahnya Ada Sumber Air

    Kemudian tanah yang sumber airnya berada di tengah sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan penyakit bagi penghuni rumah. Posisi tanah ini juga disebut dengan singamita. Cara menolak dampaknya adalah dengan menanam bebatuan di tengah tanah dan dengan membaca Al-Fatihah.

    3. Tanah yang Berwarna Hitam atau Berbau Tidak Sedap/Amis

    Hindari tanah yang berbau tidak sedap dan warnanya hitam.Tanah seperti ini banyak dihuni setan atau jin, dan tidak menguntungkan bagi penghuninya.

    4. Tanah Bekas Kuburan atau Dikelilingi Kuburan

    Dalam adat Jawa ada hukum yang menilai membangun rumah di tanah bekas kuburan atau dikelilingi kuburan dapat mempengaruhi psikologi dan membawa penyakit. Posisi tanah ini disebut dhandhang kukulangan.

    5. Tanah yang Miring ke Barat

    Tanah yang baik disebut mengadap ke timur, condong ke utara atau ke selatan. Ternyata arah yang tidak disarankan adalah barat. Tanah yang letaknya miring ke barat disebut menimbulkan permusuhan. Cara menangkal efek buruknya adalah dengan menanam pohon pisang klutuk di sebelah timur. Posisi tanah di area ini disebut tanah sri sasadana.

    6. Tanah yang Miring ke Selatan

    Meskipun selatan sebenarnya masih diperbolehkan tetapi, jika benar-benar mengadap ke Selatan dipercaya dapat menimbulkan kesulitan ekonomi dan kematian. Untuk menolaknya, tanamlah bara api di bagian tengahnya dan dengan membaca A-Fatihah dan Al-Ikhlas.

    7. Tanah Sisi Timurnya Lebih Tinggi Daripada Barat

    Tanah yang sisi timurnya lebih tinggi daripada sisi baratnya disebut kalawisa. Rumah yang dibangun di sini akan menimbulkan banyak bencana dan penyakit bagi penghuninya.

    8. Tanah yang di Baratnya Ada Bukit

    Tanah yang di sisi baratnya terdapat bukit atau gunung disebut dengan tanah asu ngelak. Tanah ini tidak baik didirikan rumah karena akan menimbulkan cekcok bagi penghuninya.

    Demikian berbagai cara mengetahui tanah yang baik dan buruk untuk dijadikan tempat tinggal menurut adat Jawa.

    Sesuai nilai dan kepercayaan yang dianut tiap orang, cara memilih lokasi tanah menurut adat Jawa ini dapat menjadi bahan pertimbangan. Faktor-faktor lain dapat melengkapi pertimbangan pemilihan lokasi tanah, misal kondisi dan harganya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan Katak Sering Datang ke Rumah dan Cara Mengusirnya



    Jakarta

    Saat musim hujan seperti sekarang ini kodok sering muncul di pekarangan rumah. Hewan amfibi ini memang tidak berbahaya, tapi sebagian orang mungkin takut terhadapnya.

    Ada Beberapa cara ampuh untuk mengusir kodok dari rumah. Tapi sebelum itu, perlu diketahui juga penyebab mengapa kodok datang ke halaman rumahmu. Berikut penjelasannya.

    Penyebab Katak Muncul di Halaman Rumah

    Mengutip dari KliknClean, katak bisa muncul di halaman atau kebun disebabkan suatu hal yang menarik perhatiannya. Bisa jadi rumah kamu mempunyai kolam atau dekat dengan kebun yang mungkin jadi sumber makanan. Berikut beberapa penyebab lainnya mengapa katak masuk ke halaman rumah.


    1. Keberadaan Air

    Katak tergolong sebagai hewan amfibi, mereka lebih suka tinggal di dekat sumber air. Sumber air di properti kamu seperti kolam renang ataupun kolam ikan dapat menarik perhatian katak.

    2. Serangga

    Penyebab munculnya katak dalam jumlah banyak adalah terdapat serangga di sekitar rumah. Misalnya, seperti lalat dan nyamuk yang menjadi sumber makanan utama mereka. Katak akan berkumpul di mana mereka mendapatkan banyak serangga untuk dimakan.

    3. Lampu Taman

    Mempunyai lampu di taman dapat membuat tampilan taman jadi semakin indah, tetapi ini juga menarik perhatian sejumlah serangga. Karena serangga berkumpul, katak pun akan datang untuk memangsa serangga tersebut.

    Dengan demikian, semakin banyak lampu yang kamu nyalakan di malam hari pada halaman atau taman kamu, semakin besar kemungkinan akan ada pesta berkumpulnya katak dan kodok.

    4. Terdapat Kolam atau Kebun

    Katak adalah makhluk menyukai tempat teduh untuk berlindung. Seperti kebun atau halaman rumah yang terdapat banyak rumput liar, dedaunan, atau rumput yang cukup tinggi.

    Memiliki kebun padat yang jarang dibersihkan dapat menarik perhatian serangga dan menjadi tempat tinggal baru bagi katak.

    Tips Usir Katak dari Halaman Rumah

    Mungkin sangat sulit untuk menyingkirkan katak atau kodok tanpa menggunakan bahan kimia. Namun, ada beberapa metode efektif untuk menghilangkan populasi yang lebih kecil. Metode ini bisa sangat ampuh diterapkan, tetapi membutuhkan kesabaran dan kerja keras. Bahan yang digunakan pun sangat murah dan jarang membahayakan katak.

    1. Ampas Kopi

    Kamu dapat memanfaatkan ampas kopi untuk mengusir katak. Caranya, kamu dapat menaburkan ampas kopi di area tanah kosong, contohnya kebun kamu.

    Tanah yang kaya nitrat dicampurkan dengan ampas kopi, akan menghasilkan rasa tidak nyaman pada katak yang menginjaknya.

    2. Cuka

    Kamu dapat membuat cairan anti katak. Caranya, kamu dapat mencampurkan cuka dan air dengan perbandingan yang sama. Kemudian semprotkan pada area yang sering dijumpai katak. Kelemahan utama dari semprotan cuka adalah tingkat keasaman tinggi yang dapat membunuh tanaman yang disemprot.

    3. Air garam

    Katak adalah hewan yang peka terhadap air garam. Dengan menyemprotkan sedikit air garam di sekitar area yang disukai katak. Maka akan membuat kaki katak merasakan efek seperti tersengat.

    Demikian penyebab dan tips mengusir katak dari halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com