Tag: efek

  • 7 Makanan Pembakar Lemak di Perut, Bantu Turunkan Berat Badan

    Jakarta

    Tumpukan lemak di perut atau area tubuh lain kerap membuat seseorang kurang percaya diri dan mengganggu penampilan. Bahkan, lemak yang berlebihan juga dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan.

    Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan lemak di tubuh. Selain dengan berolahraga, mengonsumsi makanan pembakar lemak juga dapat mendukung proses penurunan berat badan.

    Dikutip dari Healthline, makanan pembakar lemak biasanya kaya akan asam lemak omega-3, protein, dan antioksidan tertentu yang bisa mendukung proses pembakaran lemak.

    Selain itu, makanan-makanan ini juga cenderung dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh, yaitu proses ketika tubuh mengubah makanan dan minuman yang dikonsumsi menjadi energi. Dikutip dari berbagai sumber, berikut makanan pembakar lemak yang bisa mendukung penurunan berat badan.


    1. Telur

    Telur termasuk makanan pembakar lemak karena mengandung protein tinggi. Dikutip dari Healthline, protein adalah salah satu nutrisi penting yang harus terpenuhi saat ingin menurunkan berat badan.

    Protein dapat meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan. Ini karena protein membutuhkan waktu lama untuk dicerna, sehingga bertahan lebih lama di dalam tubuh.

    Selain protein, telur juga mengandung kolin yang tinggi. Kekurangan asupan kolin dikaitkan dengan penumpukan lemak visceral, terutama di bagian hati.

    2. Daging dan Ikan Rendah Lemak

    Makanan pembakar lemak selanjutnya adalah daging dan ikan tanpa lemak. Kedua makanan ini mengandung protein hewani tinggi yang dapat membuat perut merasa kenyang lebih lama.

    Penelitian menunjukkan mengonsumsi makanan tinggi protein dapat mengurangi produksi ghrelin, yaitu hormon penyebab lapar. Mengonsumsi makanan tinggi protein juga akan membuat tubuh membakar lebih banyak kalori untuk mencerna makanan tersebut.

    3. Coklat Hitam

    Siapa sangka, coklat hitam ternyata bisa menjadi makanan pembakar lemak yang ampuh. Ini karena coklat hitam mengandung antioksidan, seperti polifenol, yang dapat mengontrol kadar gula darah dan mengurangi nafsu makan.

    Pilihlah coklat hitam yang tidak ditambahkan gula atau zat pemanis lain. Penambahan gula, susu, atau pemanis tambahan dapat merusak khasiat coklat hitam dan memicu kenaikan berat badan.

    4. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan adalah makanan pembakar lemak yang baik untuk dikonsumsi saat sedang diet. Pasalnya, makanan ini mengandung berbagai macam nutrisi, seperti serat, protein, dan lemak baik yang bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

    Adapun jenis kacang-kacangan yang bisa membantu meningkatkan pembakaran lemak antara lain almond, walnut, pistachio, cashew, macadamia, dan pecan.

    5. Minyak Zaitun

    Minyak zaitun atau olive oil adalah pilihan yang lebih sehat jika ingin menurunkan berat badan. Minyak zaitun mengandung asam oleat, senyawa yang telah terbukti memberikan dampak positif terhadap penurunan berat badan.

    Selain digunakan untuk memasak, minyak zaitun juga bisa dikonsumsi sebagai dressing untuk salad.

    6. Teh Hijau

    Teh hijau sejak lama dikenal sebagai salah satu minuman yang dapat menunjang proses pembakaran lemak. Khasiat ini berasal dari katekin atau epigallocatechin gallate (EGCG) yang terkandung dalam teh hijau.

    EGCG adalah senyawa antioksidan yang terbukti dapat meningkatkan pembakaran lemak, terutama di area perut. Mengonsumsi teh hijau secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

    7. Kopi

    Selain teh hijau, kopi juga merupakan salah satu minuman yang bisa meningkatkan pembakaran lemak.

    Studi menunjukkan kafein di dalam kopi dapat meningkatkan laju metabolisme 3-11 persen. Laju metabolisme yang tinggi dapat memudahkan penurunan berat badan dan memungkinkan seseorang untuk makan tanpa mengalami kenaikan berat badan yang signifikan.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Daftar Minuman yang Bantu Luruhkan Lemak, Cocok Diminum di Pagi Hari

    Jakarta

    Mengurangi lemak-lemak yang ada di perut tentunya membutuhkan kombinasi kebiasaan yang baik. Salah satunya adalah rutin mengonsumsi minuman sehat di pagi hari sebelum melakukan aktivitas harian.

    Beberapa minuman alami yang rutin dikonsumsi ketika pagi hari ternyata dapat memberikan efek yang baik bagi kesehatan, salah satunya adalah bisa membakar lemak. Dikutip dari India Times, berikut adalah beberapa kumpulan minuman alami yang bisa membantu mengecilkan pinggang.

    1. Air Lemon

    Minuman ini terbilang sederhana, namun memiliki khasiat yang luar biasa. Antioksidan dan vitamin C dalam lemon selain dapat memperkuat tubuh dan mendukung kesehatan kulit, ternyata mampu memperlancar detoksifikasi hati. Hal ini dapat meningkatkan kapasitas tubuh dalam metabolisme lemak.


    2. Teh Hijau

    Tak jauh berbeda dengan lemon, teh hijau juga dikenal dengan khasiatnya yang mampu meningkatkan metabolisme. Teh hijau mengandung catechins, terutama epigallocatechin gallate (EGCG) yang dapat meningkatkan laju pembakaran kalori dan lemak. Selain itu, teh hijau juga memiliki kafein yang mampu membantu meningkatkan energi dan konsentrasi seseorang.

    3. Cuka Apel

    Apple cider vinegar (ACV) dikenal mampu menurunkan gula darah, menekan rasa lapar, meningkatkan metabolisme tubuh, dan menurunkan berat badan. Asam asetat pada cuka apel diketahui dapat meningkatkan pembakaran lemak dan mengurangi penyimpanan lemak di perut.

    4. Teh Jahe

    Kandungan termogenik dalam jahe dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak dalam tubuh. Selain itu, teh jahe mampu mengatur rasa lapar dan mempercepat metabolisme seseorang. Sehingga, teh jahe akan berperan dalam proses ‘melelehkan’ lemak yang ada di perut.

    Teh jahe juga mampu mengurangi peradangan dan memperlancar pencernaan jika dikonsumsi rutin pada pagi hari. Selain itu, minuman ini dapat mengatasi perut yang kembung.

    5. Air Timun dan Daun Mint

    Minuman ini kaya akan serat dan kalori, sehingga dapat membantu menghidrasi dan mendetoksifikasi tubuh. Serat dan kalori dalam timun juga membantu seseorang merasa kenyang lebih lama. Ditambah dengan mint, yang berperan dalam memperlancar pencernaan dan menenangkan perut, sehingga mengurangi kembung dan mengecilkan perut bagian tengah.

    (dpy/dpy)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • ‘Skip’ Sarapan Bisa Bikin BB Cepat Turun? Nggak Juga, Ini Faktanya


    Jakarta

    Sarapan sering disebut waktu makan paling penting dalam sehari. Pasalnya, sarapan memberikan nutrisi dan energi yang dibutuhkan tubuh untuk mulai beraktivitas.

    Kendati demikian, sebagian orang beranggapan ‘skip’ sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Apakah benar demikian?

    Menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Nutrients pada 2022, melewatkan sarapan dapat menyebabkan resistensi insulin dan kenaikan berat badan. Orang yang sering melewatkan sarapan juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas, hipertensi, diabetes, dan gangguan kesehatan lainnya.


    Sebaliknya, orang yang sarapan secara teratur justru lebih memiliki peluang menurunkan berat badannya. Pakar nutrisi Melissa Mitri, MS, RD mengatakan orang yang rajin sarapan cenderung memiliki pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat.

    “Ketika klien saya memprioritaskan sarapan, itu membantu mereka dalam mengurangi asupan kalori di waktu berikutnya,” ujarnya dikutip dari Eating Well, Selasa (13/8/2024).

    Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Tidak Sarapan?

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, melewatkan sarapan bisa menimbulkan banyak efek buruk bagi tubuh, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Adapun sejumlah hal yang dapat terjadi pada tubuh jika sering ‘skip’ sarapan, di antaranya:

    • Tubuh kekurangan energi
    • Keseimbangan hormon terganggu
    • Moody atau perubahan suasana hati yang tak menentu
    • Mudah cemas
    • Nafsu makan meningkat saat makan siang atau makan malam, sehingga meningkatkan jumlah kalori yang masuk ke tubuh
    • Risiko penyakit jantung meningkat
    • Metabolisme tubuh menurun

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 5 Minuman Herbal untuk Diet, Bantu Pangkas BB dan Perut Buncit

    Jakarta

    Menjaga pola makan dan rutin berolahraga adalah kunci untuk menurunkan berat badan. Namun terkadang, dua hal itu saja tidak cukup untuk menghilangkan lemak yang membandel.

    Mengonsumsi asupan tambahan dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung penurunan berat badan. Misalnya, minuman herbal yang dapat membantu meningkatkan rasa kenyang, melancarkan pencernaan, atau menunjang metabolisme dan pembakaran lemak.

    Pertanyaannya, apa saja minuman herbal yang bisa mendukung diet dan menurunkan berat badan? Dikutip dari berbagai sumber, berikut pembahasannya.


    Minuman Herbal untuk Diet

    1. Air jahe

    Air jahe adalah salah satu minuman herbal untuk diet yang mudah untuk dibuat. Dikutip dari Medicine Net, jahe dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dan mencegah kenaikan gula darah yang berlebihan setelah makan.

    Jahe juga memiliki efek termogenik. Makanan termogenik dapat membantu meningkatkan metabolisme dan pembakaran kalori, sehingga menyebabkan penurunan berat badan yang lebih besar.

    2. Minuman kunyit dan kayu manis

    Kunyit dan kayu manis masing-masing memiliki efek yang dapat membantu menurunkan berat badan. Kunyit mengandung kurkumin yang memiliki efek menghangatkan tubuh. Hal ini dapat merangsang laju metabolisme, sehingga tubuh membakar lebih banyak lemak.

    Sementara itu, kayu manis mengandung sejumlah antioksidan yang dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah, menekan nafsu makan, dan meningkatkan rasa kenyang. Karenanya, kombinasi kunyit dan kayu manis dapat menghasilkan minuman herbal yang efektif untuk menurunkan berat badan.

    3. Air fenugreek

    Fenugreek atau kelabat adalah satu bumbu yang sering digunakan untuk membuat masakan India, seperti kari. Di luar itu, fenugreek ternyata juga bisa diracik menjadi minuman herbal untuk diet loh.

    Dikutip dari Healthline, beberapa penelitian menunjukkan fenugreek dapat membantu mengendalikan nafsu makan dan mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi. Kedua hal ini dapat membantu dalam menurunkan berat badan.

    Studi lain juga menemukan konsumsi ekstrak biji fenugreek dapat menurunkan asupan lemak harian sebesar 17 persen. Hal ini dapat mengurangi asupan kalori harian, sehingga mendukung penurunan berat badan.

    4. Teh hijau

    Teh hijau dipercaya sebagai salah satu minuman herbal yang baik untuk diet. Dikutip dari Times of India, teh hijau mengandung antioksidan dan katekin yang dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak.

    Cobalah untuk mengonsumsi teh hijau 2-3 cangkir per hari sebelum makan. Namun ingat, khasiat teh hijau akan untuk menurunkan berat badan akan semakin efektif jika dikombinasikan dengan pola makan sehat dan olahraga teratur.

    5. Air Seledri

    Seledri mengandung air yang tinggi dan rendah kalori. Kombinasi ini menjadikan seledri sebagai salah satu herbal yang cocok dikonsumsi saat sedang diet.

    Tak hanya itu, seledri mengandung serat tinggi yang dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi nafsu makan. Cukup cuci dan iris batang serta daun seledri, haluskan bersama air, dan saring untuk mendapatkan sarinya.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Marshanda Berhasil Turunkan BB hingga 17 Kg, Begini Metode Diet yang Dijalani

    Jakarta

    Marshanda sukses menurunkan berat badan sampai dengan 17 kg. Ia berhasil menurunkan berat badan dengan menjalani diet intermittent fasting.

    Marshanda mengaku tak membatasi jenis makanan yang dikonsumsi, melainkan hanya membatasi waktu makan.

    “Makanan sendiri aku intermittent fasting. Menunya ada. Nggak ada, sama saja,” jawabnya, dikutip dari detikpop, Rabu, (9/10/2024).


    Lantas, bagaimana sebenarnya cara melakukan intermittent fasting? Dikutip dari Medical News Today, berikut adalah 3 cara diet yang dapat dilakukan:

    1. Puasa 12 Jam

    Cara pertama dengan berpuasa selama 12 jam setiap harinya. Beberapa ahli menyatakan bahwa dengan berpuasa dalam rentang 10-16 jam dapat menyebabkan tubuh mengubah cadangan lemak menjadi sebuah energi, yang melepaskan keton ke dalam aliran darah. Hal ini dapat membantu seseorang untuk menurunkan berat badan.

    Puasa jenis ini merupakan yang terbaik bagi pemula. Pasalnya, waktu puasa yang relatif singkat dan sebagian besar puasa juga dapat dilakukan saat jam tidur sehingga seseorang dapat mengonsumsi jumlah kalori yang sama di dalam setiap harinya. Cara mudah melakukan diet ini adalah dengan memasukkan jam tidur.

    Sebagai contohnya, seseorang berpuasa di antara jam 7 malam sampai dengan 7 pagi. Maka, mereka harus menyelesaikan makan malam tepat sebelum jam 7 malam dan harus menunggu sampai dengan jam 7 pagi untuk melakukan sarapan. Selama sebagian besar waktu di antara waktu tersebut dapat dimanfaatkan sebagai waktu untuk tidur.

    2. Puasa 16 Jam

    Puasa jenis ini akan menyisakan waktu makan selama 8 jam. Diet ini disebut juga sebagai metode 16:8 atau juga diet Leangains. Pada aturan diet ini, seorang pria harus berpuasa selama 16 jam seharinya, dan wanita berpuasa selama 14 jam seharinya. Puasa jenis ini bermanfaat bagi orang yang ingin mendapatkan manfaat lebih banyak dari puasa 12 jam.

    Saat melakukan puasa ini, umumnya seseorang menyelesaikan makan malam tepat pada jam 8 malam dan kemudian meninggalkan sarapan di keesokan harinya, tidak makan kembali sampai dengan tengah hari.

    3. Puasa 2 Hari Seminggu

    Metode diet intermittent fasting ini memiliki sebutan 5:2. Orang yang menerapkan metode ini mengonsumsi makanan sehat dalam porsi standar selama sekitar 5 hari, lalu menurunkan asupan kalori untuk dua hari sisanya.

    Selama dua hari menjalankan puasa, biasanya pria hanya dapat mengonsumsi sebanyak 600 kalori, sedangkan wanita hanya 500 kalori.

    Terdapat sebuah penelitian mengenai diet 5:2. Studi yang melibatkan 107 wanita obesitas menunjukkan bahwa pembatasan kalori dua kali dalam satu minggu dan pembatasan kalori secara konsisten, dapat membantu menurunkan berat badan. Diet ini juga dipercaya dapat mengurangi kadar insulin dan juga meningkatkan sensitivitas insulin para peserta.

    Studi lainnya mengamati efek metode puasa ini pada 12 wanita yang obesitas. Hasilnya, selama satu siklus menstruasi, para wanita kehilangan 4,8 persen dari berat badan mereka dan 8,0 persen dari total lemak tubuh mereka. Namun, pengukuran ini kembali normal bagi sebagian besar wanita setelah 5 hari makan seperti biasanya.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • 8 Penyebab Berat Badan Nggak Turun-turun Meski Sudah Diet dan Olahraga

    Jakarta

    Sudah bukan rahasia lagi kalau diet dan olahraga menjadi ‘jurus jitu’ untuk menurunkan berat badan. Namun terkadang, berat badan tidak berkurang meski sudah melakukan diet ketat dan olahraga rutin.

    Hal ini bisa disebabkan sejumlah faktor, seperti pola makan yang dijalani, jenis makanan yang dikonsumsi, hingga cara berolahraga. Bahkan, sesuatu yang terkesan sepele juga dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap proses penurunan berat badan.

    Dikutip dari Health, berikut sederet faktor yang bisa menyebabkan berat badan tidak turun meski sudah diet dan berolahraga.


    1. Kebanyakan Latihan Kardio

    Kardio tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tapi juga dapat menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kualitas tidur, dan mengurangi stres.

    Namun, jika melakukan terlalu banyak kardio dan tidak cukup makan justru dapat menurunkan laju metabolisme karena tubuh merasa perlu menyimpan energi. Akibatnya, pembakaran lemak pun ikut menurun.

    2. Tidak Angkat Beban

    Sebagian orang mengira kardio dan diet saja sudah cukup untuk menurunkan berat badan. Namun, menambahkan latihan kekuatan, seperti angkat beban, sebenarnya dapat mempercepat penurunan berat badan.

    Angkat beban dapat membentuk otot. Semakin banyak otot yang dimiliki, semakin banyak pula kalori yang dibakar tubuh untuk mempertahankan otot-otot tersebut.

    3. Duduk Terlalu Lama

    Duduk dalam waktu lama bisa menjadi salah satu penyebab berat badan susah turun. Studi menunjukkan setiap dua jam duduk dapat meningkatkan risiko obesitas sebesar 5 persen.

    Para ahli menyarankan orang dewasa agar setidaknya melakukan olahraga intensitas sedang 300 menit per minggu, atau olahraga intensitas tinggi 150 menit per minggu.

    4. Tidak Mengubah Pola Makan

    Olahraga saja tidak cukup untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal. Pola makan sehat dan seimbang juga memainkan peranan yang sangat penting dalam menurunkan berat badan.

    Usahakan untuk menjalani diet seimbang yang terdiri dari buah-buahan, protein, dan kacang-kacangan. Selain itu, hindari pula makanan atau minuman yang mengandung gula, garam, lemak jenuh, dan lemak trans yang berlebihan.

    5. Membatasi Karbohidrat dan Lemak

    Beberapa orang mengira membatasi asupan nutrisi makro, seperti karbohidrat dan lemak, dan mempercepat penurunan berat badan. Padahal, asupan tersebut merupakan sumber energi yang sangat dibutuhkan tubuh.

    Alih-alih membatasi konsumsi karbohidrat dan lemak, cobalah untuk mengganti dengan sumber yang lebih sehat. Mengonsumsi karbohidrat kompleks (ubi jalar, gandum, quinoa) dan lemak sehat (alpukat, biji-bijian, ikan berlemak) dapat lebih bermanfaat untuk mendukung penurunan berat badan.

    6. Kurang Minum

    Air memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk dalam mengelola berat badan. Karenanya, pastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi, baik saat berolahraga ataupun tidak.

    7. Kurang Tidur

    Orang dewasa rata-rata membutuhkan tidur tujuh sampai sembilan jam setiap malam. Tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup dan konsisten dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, termasuk peningkatan berat badan.

    Penelitian juga menunjukkan kurang tidur dapat meningkatkan hormon ghrelin. Ghrelin merupakan hormon yang mengatur rasa lapar. Akibatnya, orang yang kurang tidur rentan makan berlebihan dan mengalami kenaikan berat badan.

    8. Sering Stres

    Stres yang berlebihan juga dapat menghambat penurunan berat badan. Stres dapat merangsang pelepasan hormon kortisol dalam tubuh. Kortisol yang terlalu tinggi dapat menimbulkan efek negatif, seperti menghambat pemangkasan lemak tubuh.

    Tubuh juga dapat memproduksi kortisol berlebih jika tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan berkualitas.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • 6 Cara Simpel Tingkatkan Metabolisme Biar Cepat Kurus, Termasuk Sering Berdiri

    Jakarta

    Metabolisme memainkan peran yang sangat penting dalam penurunan berat badan. Laju metabolisme yang tinggi dapat membakar kalori lebih cepat dan banyak, sehingga mencegah kalori disimpan sebagai lemak dalam tubuh.

    Sebaliknya, metabolisme yang lambat membuat tubuh membakar lebih sedikit kalori. Akibatnya, kelebihan kalori disimpan dalam bentuk lemak dan menyebabkan kenaikan berat badan.

    Maka dari itu, seseorang yang ingin menurunkan berat badan perlu meningkatkan laju metabolismenya untuk membakar kalori dan mencegah penumpukan lemak.


    Dikutip dari Healthline, berikut cara meningkatkan metabolisme tubuh agar cepat kurus.

    1.⁠ ⁠Konsumsi Makanan Tinggi Protein

    Saat makan, metabolisme tubuh akan meningkat selama beberapa jam. Ini disebut juga sebagai efek termal makanan (thermic effect of food), yaitu kondisi ketika tubuh membakar kalori ekstra menjadi energi untuk memproses makanan yang dikonsumsi.

    Dibandingkan karbohidrat dan lemak, protein dapat memicu peningkatan metabolisme lebih besar. Protein meningkatkan laju metabolisme 20-30 persen. Sementara, karbohidrat meningkatkan laju metabolisme 5-10 persen, dan lemak 0-3 persen.

    Mengonsumsi lebih banyak protein juga dapat mencegah kehilangan massa otot yang kerap terjadi saat sedang diet.

    2.⁠ ⁠Jajal HIIT

    HIIT atau High-intensity interval training belakangan semakin sering digandrungi oleh mereka yang ingin menurunkan berat badan. HIIT biasanya menggabungkan gerakan dari beberapa olahraga, seperti kardio, angkat beban, push up, burpee, dan lain sebagainya.

    Karena HIIT melibatkan gerakan yang cepat dan intens, olahraga ini mampu mendongkrak laju metabolisme. Saat beristirahat, sel otot akan membakar energi, yang kemudian membantu mengurangi lemak dan membentuk otot.

    3.⁠ ⁠Lakukan Angkat Beban

    Otot tubuh lebih dari sekadar estetika saja. Faktanya, otot-otot tersebut dapat membantu meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak.

    Tubuh perlu membakar energi untuk mempertahankan massa otot. Semakin banyak otot yang dimiliki, tentu semakin banyak pula kalori dan energi yang dibakar untuk menjaga massa otot tersebut, sehingga mencegah terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh.

    Bahkan, latihan kekuatan dapat memicu metabolisme dan pembakaran kalori meski tubuh sedang beristirahat.

    4.⁠ ⁠Tidur yang Cukup

    Kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan berat badan. Pasalnya, kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar (ghrelin) dan kenyang (leptin).

    Hal ini membuat seseorang yang kurang tidur cenderung mudah lapar dan makan berlebihan, yang kemudian meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

    Studi pada 2019 juga menunjukkan kurang tidur dapat memperlambat metabolisme lemak dalam tubuh.

    5.⁠ ⁠Minum Kopi

    Penelitian menunjukkan kafein dapat memicu tubuh melepaskan neurotransmiter, seperti epinefrin, yang membantu tubuh memproses lemak.

    Namun, efek ini bisa bervariasi berdasarkan beberapa faktor. Misalnya, salah satu studi menemukan kafein lebih aktif meeningkatkan pembakaran lemak selama berolahraga pada individu dengan gaya hidup kurang aktif (sedentary) dibandingkan atlet terlatih.

    6.⁠ ⁠Sering-sering Berdiri

    Duduk dalam jangka waktu yang lama membuat tubuh membakar lebih sedikit kalori, sehingga menyebabkan penambahan berat badan.

    Sebuah tinjauan pada 2018 menemukan berdiri dapat menurunkan risiko kardiometabolik, berat badan, lemak tubuh, lingkar pinggang, tekanan darah sistolik dan diastolik, trigliserida, dan kolesterol total.

    Lebih lanjut, berjalan kaki dapat menghasilkan dampak yang lebih besar terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan resistensi insulin.

    Cobalah untuk berdiri dan berjalan kaki di sela-sela pekerjaan guna mengurangi waktu yang dihabiskan untuk duduk.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Cara Ini Ampuh Kurangi Porsi Makan Tanpa Merasa Lapar, Cocok Buat yang Lagi Diet

    Jakarta

    Banyak orang mencari cara untuk menjaga pola makan yang sehat, terutama dalam upaya mengelola berat badan atau meningkatkan kesehatan. Beberapa strategi sederhana dan praktis dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu mencapai tujuan ini.

    Mulai dari memilih porsi makanan hingga melatih kesadaran saat makan, langkah-langkah berikut dapat menjadi solusi yang efektif. Berikut adalah tips mengurangi porsi makan tanpa rasa lapar, dikutip dari Healthline.

    1. Isi Setengah Piring dengan Sayuran

    Sayuran mengandung banyak air dan serat yang mengenyangkan, namun rendah kalori.


    Mengganti setengah dari porsi pati atau protein dengan sayuran non-tepung memungkinkan konsumsi makanan dalam jumlah yang sama sambil mengurangi asupan kalori. Penelitian menunjukkan bahwa jumlah makanan yang dikonsumsi memengaruhi rasa kenyang.

    Dalam sebuah studi, peserta diberikan jumlah pasta yang sama tetapi dengan variasi proporsi sayuran. Hasilnya, peserta mengonsumsi kalori lebih sedikit saat porsi sayuran lebih banyak tanpa menyadarinya.

    2. Konsumsi Protein

    Penelitian menunjukkan bahwa protein memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan karbohidrat atau lemak.

    Sebuah studi pada 2012 menemukan bahwa makanan dengan 20-30 persen kalori dari protein membuat peserta merasa kenyang lebih lama dibandingkan makanan dengan kandungan protein lebih rendah.

    Memanfaatkan sifat protein ini dapat dilakukan dengan mengonsumsinya di setiap waktu makan atau camilan. Pilih sumber protein rendah lemak seperti telur, unggas tanpa kulit, produk susu, ikan, atau makanan laut.

    Sumber protein nabati seperti kacang-kacangan, tahu, dan selai kacang juga bisa menjadi pilihan alternatif.

    3. Pilih Air Putih saat Makan

    Mengonsumsi minuman berkalori tinggi seperti soda atau jus tidak membuat kenyang tetapi menambah kalori ekstra. Pada orang dewasa, minum air putih sebelum makan dapat membantu mengurangi asupan makanan.

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang minum sekitar dua gelas air sebelum sarapan mengonsumsi 13 persen kalori lebih sedikit ketika makan dibandingkan mereka yang tidak.

    Meski efek ini kurang terlihat pada usia muda, mengganti minuman manis dengan air tetap efektif untuk mengurangi asupan kalori secara keseluruhan. Minumlah air putih atau minuman tanpa kalori lain untuk memenuhi kebutuhan cairan tanpa menambah kalori.

    4. Awali dengan Sup Sayuran atau Salad

    Mengawali makan dengan sup atau salad bisa membantu mengurangi total asupan kalori.

    Sebuah studi menunjukkan bahwa peserta yang makan sup sebelum hidangan utama mengonsumsi 20 persen lebih sedikit kalori dibandingkan yang langsung makan hidangan utama.

    Hal serupa ditemukan pada salad. Salad kecil sebelum makan pasta mengurangi asupan kalori hingga 7 persen, sementara salad besar mengurangi hingga 12 persen.

    Sup dan salad yang kaya serat dan air dapat membantu membatasi konsumsi kalori berikutnya. Namun, perhatikan penggunaan saus salad yang dapat menambah kalori.

    5. Gunakan Piring dan Garpu Lebih Kecil

    Ukuran piring dan alat makan dapat memengaruhi jumlah makanan yang dikonsumsi. Penelitian menunjukkan bahwa piring cenderung diisi sekitar 70 persen penuh, terlepas dari ukurannya.

    Menggunakan piring kecil membuat porsi makanan terlihat lebih besar sehingga dapat membantu mengurangi asupan. Penelitian juga menemukan bahwa penggunaan sendok besar mendorong konsumsi lebih banyak, sedangkan menggunakan garpu kecil membantu mengurangi asupan makanan.

    Manfaatkan ilusi ini untuk mendukung pola makan yang lebih sehat.

    6. Latih Kesadaran saat Makan

    Kebiasaan makan sambil terganggu, seperti menonton televisi, dapat meningkatkan konsumsi makanan. Sebaliknya, makan dengan penuh kesadaran membantu lebih peka terhadap rasa kenyang dan lapar.

    Mindfulness membantu membedakan rasa lapar fisik dan emosional. Saat merasa ingin makan, refleksi apakah benar-benar lapar atau hanya bosan atau terpengaruh emosi lain. Strategi seperti berjalan, olahraga ringan, atau membuat jurnal dapat membantu mengelola kebiasaan makan emosional.

    Sediakan waktu khusus untuk makan, nikmati setiap rasa, dan fokus pada sinyal tubuh.

    7. Tambahkan Bumbu ke Makanan

    Menggunakan bumbu seperti cabai dapat membantu mengurangi nafsu makan. Capsaicin, senyawa aktif dalam cabai, terbukti menurunkan rasa lapar dan meningkatkan pengendalian asupan kalori.

    Dalam sebuah penelitian, partisipan yang makan cabai merah pedas mengonsumsi 190 kalori lebih sedikit saat makan berikutnya. Selain cabai, jahe juga memiliki efek serupa. Studi pada pria dengan berat badan berlebih menunjukkan konsumsi teh jahe saat sarapan membantu mengurangi rasa lapar.

    Tambahkan bumbu alami ke dalam makanan untuk mendukung pengendalian nafsu makan dengan cara yang sederhana.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • 7 Rekomendasi Asupan Segar Bernutrisi, Bantu Jaga Kondisi Saat Cuaca Terik Menyengat

    Jakarta

    Suhu di banyak wilayah Indonesia terasa menyengat dalam beberapa hari terakhir. Siang hari bisa mencapai lebih dari 35 derajat Celsius, membuat tubuh gampang lelah dan dehidrasi.

    Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi panas ekstrem ini diperkirakan mulai berkurang menjelang akhir Oktober hingga awal November 2025, seiring bertambahnya tutupan awan dan datangnya hujan ringan di sejumlah daerah.

    Selama cuaca masih panas, menjaga pola makan sangat penting agar tubuh tetap segar dan tidak mudah drop. Konsumsi jenis makanan ini sehari-hari memberikan pengaruh besar pada daya tahan tubuh, keseimbangan cairan, dan kenyamanan pencernaan.


    Pentingnya Makanan yang Tepat Saat Cuaca Terik

    Tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap normal saat suhu udara meningkat. Proses pendinginan tubuh dilakukan dengan cara berkeringat, membuat cairan serta elektrolit seperti natrium, kalium, dan magnesium ikut berkurang. Jika tidak digantikan melalui makanan dan minuman yang sesuai, konsentrasi menurun, tubuh gampang lemas, pusing, bahkan dehidrasi.

    Selain itu, panas berlebih juga memicu stres oksidatif di dalam sel tubuh. Kondisi ini terjadi ketika produksi radikal bebas meningkat akibat paparan panas dan sinar ultraviolet. Karena itu, tubuh membutuhkan makanan kaya air, vitamin, dan antioksidan untuk membantu menjaga metabolisme tubuh tetap stabil di tengah cuaca terik.

    Beberapa jenis makanan dan minuman justru bisa membuat tubuh semakin lelah saat suhu udara panas. Makanan tinggi garam bisa membuat tubuh menyerap dan menahan air lebih banyak dan cepat merasa haus. Begitu juga dengan makanan berlemak dan gorengan yang bikin tenggorokan tidak nyaman dan tubuh butuh waktu lama untuk mencerna.

    Hindari minuman berkafein tinggi, karena dapat meningkatkan pengeluaran urine dan memperparah dehidrasi. Sementara itu, minuman manis berlebihan justru menghambat penyerapan cairan.

    Rekomendasi Makanan dan Minuman Sehat Saat Cuaca Terik

    Makanan yang sesuai untuk kondisi panas memiliki kandungan air tinggi, kaya vitamin dan mineral, serta mudah dicerna. Kandungan air di dalam buah dan sayur membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang. Vitamin C dan antioksidan berperan melindungi sel dari kerusakan akibat stres panas, sementara kalium dan magnesium membantu menyeimbangkan cairan dalam tubuh.

    Pilih makanan yang segar dan alami tanpa banyak pemanis tambahan. Konsumsi langsung atau dibuat jus tanpa gula lebih dianjurkan agar nutrisi tidak rusak oleh panas.

    1. Semangka

    Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) Semangka mengandung sekitar 92 persen air dan kaya akan elektrolit alami seperti kalium dan magnesium. Semangka bisa bantu menurunkan suhu tubuh dan mempercepat pemulihan cairan tubuh setelah melakukan aktivitas fisik di cuaca panas. Kandungan likopen dan vitamin C di dalamnya juga berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari stres oksidatif.

    2. Melon

    Buah ini juga termasuk kelompok buah tinggi air dengan kadar air hingga 91 persen. Melon mengandung vitamin A dan C yang baik untuk imunitas, serta kalium yang menjaga keseimbangan elektrolit.

    3. Jeruk dan Lemon

    Buah sitrus kaya akan vitamin C dan flavonoid, yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi efek oksidatif akibat paparan sinar matahari. Kandungan air jeruk mencapai 87 persen, sehingga efektif membantu hidrasi tubuh. Asam sitrat di dalamnya juga membantu menyeimbangkan pH tubuh saat cuaca ekstrem.

    4. Timun (Ketimun)

    Meski sering dianggap sayur, timun secara botani termasuk buah. Kandungan airnya mencapai 98%, salah satu yang tertinggi di antara tanaman segar. Timun mengandung antioksidan seperti cucurbitacin dan lignan yang berperan menurunkan inflamasi ringan akibat panas.

    5. Air Kelapa

    Kandungan elektrolit alami seperti kalium dan magnesium yang penting untuk mengganti cairan tubuh yang hilang lewat keringat. Menurut studi dari Jurnal Sports tahun 2023, efektivitas air kelapa dalam menjaga hidrasi sebanding dengan minuman olahraga komersial, dengan keunggulan alami tanpa tambahan pemanis buatan.

    6. Infused Water

    Air mineral dengan tambahan irisan buah seperti lemon, timun, apel, kiwi, atau strawberi memberi sensasi segar sekaligus membantu tubuh lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan harian. Aroma buah di dalamnya membuat tubuh terasa lebih relaks saat cuaca sedang sangat terik.

    7. Teh dingin

    Teh mengandung antioksidan katekin dan polifenol yang membantu melawan radikal bebas akibat panas berlebih. Tambahan sedikit gula ke dalam teh dingin membantu mengembalikan energi yang hilang akibat termoregulasi yang dilakukan tubuh.

    (mal/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Sering Susah Tidur? Melatonin dan Nutrisi Lain dalam Makanan Ini Bantu Atasi Insomnia


    Jakarta

    Banyak yang mengalami susah tidur akibat kebiasaan begadang atau terlalu banyak menatap layar sebelum tidur. Namun itu bukan satu-satunya penyebab susah tidur, sebab ternyata nutrisi juga berpengaruh.

    Tubuh punya sistem biologis yang cukup kompleks untuk membuat kita merasa mengantuk. Ada jam alami tubuh (ritme sirkadian), hormon, sinyal saraf, suasana hati, hingga kestabilan metabolisme yang semuanya saling berkaitan. Maka, kalau salah satunya terganggu, bisa sulit tidur atau terasa tidak nyenyak.

    Menariknya, makanan yang kita konsumsi bisa ikut berperan dalam sistem tersebut. Ada beberapa zat gizi yang membantu menenangkan sistem saraf, menstabilkan suasana hati, dan mendukung produksi hormon yang memicu rasa kantuk alami.


    Berikut penjelasannya.

    1. Melatonin

    Melatonin sering dipahami sebagai hormon pengatur siklus tidur yang diproduksi tubuh saat malam tiba. Namun, beberapa makanan ternyata juga mengandung melatonin, karena tumbuhan menggunakan senyawa ini untuk mengatur ritmenya terhadap cahaya. Kadarnya memang kecil, tapi cukup untuk memberikan efek, terutama saat jadi bagian dari kebiasaan makan sehari-hari.

    Sumber melatonin:

    Tart cherry adalah salah satu buah sumber melatonin yang paling banyak diteliti. Jenis ceri yang rasanya lebih asam ini dibahas dalam American Journal of Therapeutics tahun 2012. Konsumsi jus tart cherry dua kali sehari selama dua minggu membantu memperpanjang durasi tidur dan meningkatkan rasa nyenyak saat tidur.

    Kacang pistachio juga memiliki konsentrasi melatonin yang cukup tinggi dibanding kacang-kacangan yang lain, seperti disebutkan di dalam jurnal Nutrients tahun 2022. Sementara itu, oat, barley, dan jagung mengandung sedikit melatonin dan mendukung produksi melatonin di dalam tubuh.

    2. Triptofan

    Sebelum melatonin terbentuk, tubuh memerlukan serotonin, dan serotonin terbentuk dari asam amino bernama triptofan. Inilah alasan beberapa makanan terasa menenangkan, bukan karena kandungan gula atau lemaknya, tetapi karena tubuh sedang memproses triptofan menjadi serotonin yang membuat tubuh terasa rileks.

    Sumber tritofan:

    Triptofan banyak ditemukan dalam telur, ikan, unggas, susu, keju, serta kacang-kacangan. Prosesnya lebih optimal ketika dikonsumsi bersama karbohidrat kompleks dalam porsi yang sesuai. Kombinasi ini membantu triptofan dikirim menuju otak dengan lebih mudah, sehingga tubuh lebih rileks menjelang tidur.

    3. Vitamin B6

    Tanpa vitamin B6, triptofan tidak bisa diubah menjadi serotonin dengan cepat. Kekurangan vitamin ini membuat tubuh sulit menurunkan metabolisme tubuh walaupun fisik sudah terasa lelah.

    Studi ilmiah dalam Journal of Clinical Sleep Medicine tahun 2018 menunjukkan bahwa kecukupan vitamin B6 berhubungan dengan kualitas tidur yang lebih stabil dan nyenyak. Dengan kata lain, vitamin B6 bekerja dalam regulasi suasana hati dan kesiapan mental untuk beristirahat, bukan sekadar memicu rasa kantuk.

    Sumber vitamin B6:

    Vitamin B6 banyak terdapat pada pisang, salmon, ayam, kacang merah, dan kentang.

    4. Magnesium

    Magnesium berperan sebagai mineral yang membantu otot dan saraf melepaskan ketegangan atau dalam kondisi jenuh. Magnesium membantu tubuh beralih ke mode istirahat dengan cara menurunkan aktivitas saraf dan otot yang sudah lelah digunakan seharian.

    Sumber magnesium:

    Magnesium banyak ditemukan pada sayuran hijau, almond, dark chocolate, biji-bijian, serta kacang hitam.

    5. Omega-3

    Omega-3 berpengaruh pada fleksibilitas membran sel saraf dan stabilitas neurotransmitter di otak. Ketika saraf lebih fleksibel, sinyal yang membawa ketenangan dapat berjalan lebih efektif. Penelitian yang terbit di jurnal Nutrients tahun 2020, omega-3 membantu menurunkan kadar hormon stres dan mendukung tubuh memasuki keadaan istirahat secara alami.

    Sumber omega-3:

    Sumber terbaiknya adalah ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan mackerel. Pada sumber nabati, omega-3 juga ditemukan dalam chia seed, flaxseed, dan kenari, meski perlu dikonversi terlebih dahulu di dalam tubuh.

    Kesimpulan

    Tubuh memang punya mekanisme alami untuk tidur, tetapi mekanisme ini bekerja optimal jika didukung zat gizi yang tepat. Konsumsi tryptophan, magnesium, vitamin B6, melatonin, dan omega-3 berperan membantu menenangkan tubuh, menjaga suasana hati tetap stabil, serta memberi sinyal bahwa sudah waktunya istirahat saat tubuh mengalami kesulitan untuk tidur atau ketika merasa tidur tidak nyenyak.

    Zat gizi ini tidak perlu dicari dari suplemen. Makanan sehari-hari seperti ikan, pisang, yogurt, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan kacang sudah sangat cukup untuk membantu tubuh tidur lebih nyaman. Penuhi kebutuhan zat gizi tadi tidak dalam satu waktu makan atau satu jenis sumber makanan tertentu sebelum tidur, tapi dengan pola makan yang sehat.

    @detikhealth_official Tidur yang berkualitas adalah kunci untuk hari yang produktif. Tapi apa sih rahasia tidur nyenyak yang sebenarnya?🤔💤 #kualitastidur #produktivitas #tidurideal #insomnia ♬ suara asli – detikHealth

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied