Tag Archives: efek

Cara Ini Ampuh Kurangi Porsi Makan Tanpa Merasa Lapar, Cocok Buat yang Lagi Diet

Jakarta

Banyak orang mencari cara untuk menjaga pola makan yang sehat, terutama dalam upaya mengelola berat badan atau meningkatkan kesehatan. Beberapa strategi sederhana dan praktis dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu mencapai tujuan ini.

Mulai dari memilih porsi makanan hingga melatih kesadaran saat makan, langkah-langkah berikut dapat menjadi solusi yang efektif. Berikut adalah tips mengurangi porsi makan tanpa rasa lapar, dikutip dari Healthline.

1. Isi Setengah Piring dengan Sayuran

Sayuran mengandung banyak air dan serat yang mengenyangkan, namun rendah kalori.


Mengganti setengah dari porsi pati atau protein dengan sayuran non-tepung memungkinkan konsumsi makanan dalam jumlah yang sama sambil mengurangi asupan kalori. Penelitian menunjukkan bahwa jumlah makanan yang dikonsumsi memengaruhi rasa kenyang.

Dalam sebuah studi, peserta diberikan jumlah pasta yang sama tetapi dengan variasi proporsi sayuran. Hasilnya, peserta mengonsumsi kalori lebih sedikit saat porsi sayuran lebih banyak tanpa menyadarinya.

2. Konsumsi Protein

Penelitian menunjukkan bahwa protein memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan karbohidrat atau lemak.

Sebuah studi pada 2012 menemukan bahwa makanan dengan 20-30 persen kalori dari protein membuat peserta merasa kenyang lebih lama dibandingkan makanan dengan kandungan protein lebih rendah.

Memanfaatkan sifat protein ini dapat dilakukan dengan mengonsumsinya di setiap waktu makan atau camilan. Pilih sumber protein rendah lemak seperti telur, unggas tanpa kulit, produk susu, ikan, atau makanan laut.

Sumber protein nabati seperti kacang-kacangan, tahu, dan selai kacang juga bisa menjadi pilihan alternatif.

3. Pilih Air Putih saat Makan

Mengonsumsi minuman berkalori tinggi seperti soda atau jus tidak membuat kenyang tetapi menambah kalori ekstra. Pada orang dewasa, minum air putih sebelum makan dapat membantu mengurangi asupan makanan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang minum sekitar dua gelas air sebelum sarapan mengonsumsi 13 persen kalori lebih sedikit ketika makan dibandingkan mereka yang tidak.

Meski efek ini kurang terlihat pada usia muda, mengganti minuman manis dengan air tetap efektif untuk mengurangi asupan kalori secara keseluruhan. Minumlah air putih atau minuman tanpa kalori lain untuk memenuhi kebutuhan cairan tanpa menambah kalori.

4. Awali dengan Sup Sayuran atau Salad

Mengawali makan dengan sup atau salad bisa membantu mengurangi total asupan kalori.

Sebuah studi menunjukkan bahwa peserta yang makan sup sebelum hidangan utama mengonsumsi 20 persen lebih sedikit kalori dibandingkan yang langsung makan hidangan utama.

Hal serupa ditemukan pada salad. Salad kecil sebelum makan pasta mengurangi asupan kalori hingga 7 persen, sementara salad besar mengurangi hingga 12 persen.

Sup dan salad yang kaya serat dan air dapat membantu membatasi konsumsi kalori berikutnya. Namun, perhatikan penggunaan saus salad yang dapat menambah kalori.

5. Gunakan Piring dan Garpu Lebih Kecil

Ukuran piring dan alat makan dapat memengaruhi jumlah makanan yang dikonsumsi. Penelitian menunjukkan bahwa piring cenderung diisi sekitar 70 persen penuh, terlepas dari ukurannya.

Menggunakan piring kecil membuat porsi makanan terlihat lebih besar sehingga dapat membantu mengurangi asupan. Penelitian juga menemukan bahwa penggunaan sendok besar mendorong konsumsi lebih banyak, sedangkan menggunakan garpu kecil membantu mengurangi asupan makanan.

Manfaatkan ilusi ini untuk mendukung pola makan yang lebih sehat.

6. Latih Kesadaran saat Makan

Kebiasaan makan sambil terganggu, seperti menonton televisi, dapat meningkatkan konsumsi makanan. Sebaliknya, makan dengan penuh kesadaran membantu lebih peka terhadap rasa kenyang dan lapar.

Mindfulness membantu membedakan rasa lapar fisik dan emosional. Saat merasa ingin makan, refleksi apakah benar-benar lapar atau hanya bosan atau terpengaruh emosi lain. Strategi seperti berjalan, olahraga ringan, atau membuat jurnal dapat membantu mengelola kebiasaan makan emosional.

Sediakan waktu khusus untuk makan, nikmati setiap rasa, dan fokus pada sinyal tubuh.

7. Tambahkan Bumbu ke Makanan

Menggunakan bumbu seperti cabai dapat membantu mengurangi nafsu makan. Capsaicin, senyawa aktif dalam cabai, terbukti menurunkan rasa lapar dan meningkatkan pengendalian asupan kalori.

Dalam sebuah penelitian, partisipan yang makan cabai merah pedas mengonsumsi 190 kalori lebih sedikit saat makan berikutnya. Selain cabai, jahe juga memiliki efek serupa. Studi pada pria dengan berat badan berlebih menunjukkan konsumsi teh jahe saat sarapan membantu mengurangi rasa lapar.

Tambahkan bumbu alami ke dalam makanan untuk mendukung pengendalian nafsu makan dengan cara yang sederhana.

(kna/kna)

Sumber : health.detik.com

Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto

7 Rekomendasi Asupan Segar Bernutrisi, Bantu Jaga Kondisi Saat Cuaca Terik Menyengat

Jakarta

Suhu di banyak wilayah Indonesia terasa menyengat dalam beberapa hari terakhir. Siang hari bisa mencapai lebih dari 35 derajat Celsius, membuat tubuh gampang lelah dan dehidrasi.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi panas ekstrem ini diperkirakan mulai berkurang menjelang akhir Oktober hingga awal November 2025, seiring bertambahnya tutupan awan dan datangnya hujan ringan di sejumlah daerah.

Selama cuaca masih panas, menjaga pola makan sangat penting agar tubuh tetap segar dan tidak mudah drop. Konsumsi jenis makanan ini sehari-hari memberikan pengaruh besar pada daya tahan tubuh, keseimbangan cairan, dan kenyamanan pencernaan.


Pentingnya Makanan yang Tepat Saat Cuaca Terik

Tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap normal saat suhu udara meningkat. Proses pendinginan tubuh dilakukan dengan cara berkeringat, membuat cairan serta elektrolit seperti natrium, kalium, dan magnesium ikut berkurang. Jika tidak digantikan melalui makanan dan minuman yang sesuai, konsentrasi menurun, tubuh gampang lemas, pusing, bahkan dehidrasi.

Selain itu, panas berlebih juga memicu stres oksidatif di dalam sel tubuh. Kondisi ini terjadi ketika produksi radikal bebas meningkat akibat paparan panas dan sinar ultraviolet. Karena itu, tubuh membutuhkan makanan kaya air, vitamin, dan antioksidan untuk membantu menjaga metabolisme tubuh tetap stabil di tengah cuaca terik.

Beberapa jenis makanan dan minuman justru bisa membuat tubuh semakin lelah saat suhu udara panas. Makanan tinggi garam bisa membuat tubuh menyerap dan menahan air lebih banyak dan cepat merasa haus. Begitu juga dengan makanan berlemak dan gorengan yang bikin tenggorokan tidak nyaman dan tubuh butuh waktu lama untuk mencerna.

Hindari minuman berkafein tinggi, karena dapat meningkatkan pengeluaran urine dan memperparah dehidrasi. Sementara itu, minuman manis berlebihan justru menghambat penyerapan cairan.

Rekomendasi Makanan dan Minuman Sehat Saat Cuaca Terik

Makanan yang sesuai untuk kondisi panas memiliki kandungan air tinggi, kaya vitamin dan mineral, serta mudah dicerna. Kandungan air di dalam buah dan sayur membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang. Vitamin C dan antioksidan berperan melindungi sel dari kerusakan akibat stres panas, sementara kalium dan magnesium membantu menyeimbangkan cairan dalam tubuh.

Pilih makanan yang segar dan alami tanpa banyak pemanis tambahan. Konsumsi langsung atau dibuat jus tanpa gula lebih dianjurkan agar nutrisi tidak rusak oleh panas.

1. Semangka

Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) Semangka mengandung sekitar 92 persen air dan kaya akan elektrolit alami seperti kalium dan magnesium. Semangka bisa bantu menurunkan suhu tubuh dan mempercepat pemulihan cairan tubuh setelah melakukan aktivitas fisik di cuaca panas. Kandungan likopen dan vitamin C di dalamnya juga berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari stres oksidatif.

2. Melon

Buah ini juga termasuk kelompok buah tinggi air dengan kadar air hingga 91 persen. Melon mengandung vitamin A dan C yang baik untuk imunitas, serta kalium yang menjaga keseimbangan elektrolit.

3. Jeruk dan Lemon

Buah sitrus kaya akan vitamin C dan flavonoid, yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi efek oksidatif akibat paparan sinar matahari. Kandungan air jeruk mencapai 87 persen, sehingga efektif membantu hidrasi tubuh. Asam sitrat di dalamnya juga membantu menyeimbangkan pH tubuh saat cuaca ekstrem.

4. Timun (Ketimun)

Meski sering dianggap sayur, timun secara botani termasuk buah. Kandungan airnya mencapai 98%, salah satu yang tertinggi di antara tanaman segar. Timun mengandung antioksidan seperti cucurbitacin dan lignan yang berperan menurunkan inflamasi ringan akibat panas.

5. Air Kelapa

Kandungan elektrolit alami seperti kalium dan magnesium yang penting untuk mengganti cairan tubuh yang hilang lewat keringat. Menurut studi dari Jurnal Sports tahun 2023, efektivitas air kelapa dalam menjaga hidrasi sebanding dengan minuman olahraga komersial, dengan keunggulan alami tanpa tambahan pemanis buatan.

6. Infused Water

Air mineral dengan tambahan irisan buah seperti lemon, timun, apel, kiwi, atau strawberi memberi sensasi segar sekaligus membantu tubuh lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan harian. Aroma buah di dalamnya membuat tubuh terasa lebih relaks saat cuaca sedang sangat terik.

7. Teh dingin

Teh mengandung antioksidan katekin dan polifenol yang membantu melawan radikal bebas akibat panas berlebih. Tambahan sedikit gula ke dalam teh dingin membantu mengembalikan energi yang hilang akibat termoregulasi yang dilakukan tubuh.

(mal/up)

Sumber : health.detik.com

Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
image : unsplash.com / Jonas Weckschmied

Sering Susah Tidur? Melatonin dan Nutrisi Lain dalam Makanan Ini Bantu Atasi Insomnia


Jakarta

Banyak yang mengalami susah tidur akibat kebiasaan begadang atau terlalu banyak menatap layar sebelum tidur. Namun itu bukan satu-satunya penyebab susah tidur, sebab ternyata nutrisi juga berpengaruh.

Tubuh punya sistem biologis yang cukup kompleks untuk membuat kita merasa mengantuk. Ada jam alami tubuh (ritme sirkadian), hormon, sinyal saraf, suasana hati, hingga kestabilan metabolisme yang semuanya saling berkaitan. Maka, kalau salah satunya terganggu, bisa sulit tidur atau terasa tidak nyenyak.

Menariknya, makanan yang kita konsumsi bisa ikut berperan dalam sistem tersebut. Ada beberapa zat gizi yang membantu menenangkan sistem saraf, menstabilkan suasana hati, dan mendukung produksi hormon yang memicu rasa kantuk alami.


Berikut penjelasannya.

1. Melatonin

Melatonin sering dipahami sebagai hormon pengatur siklus tidur yang diproduksi tubuh saat malam tiba. Namun, beberapa makanan ternyata juga mengandung melatonin, karena tumbuhan menggunakan senyawa ini untuk mengatur ritmenya terhadap cahaya. Kadarnya memang kecil, tapi cukup untuk memberikan efek, terutama saat jadi bagian dari kebiasaan makan sehari-hari.

Sumber melatonin:

Tart cherry adalah salah satu buah sumber melatonin yang paling banyak diteliti. Jenis ceri yang rasanya lebih asam ini dibahas dalam American Journal of Therapeutics tahun 2012. Konsumsi jus tart cherry dua kali sehari selama dua minggu membantu memperpanjang durasi tidur dan meningkatkan rasa nyenyak saat tidur.

Kacang pistachio juga memiliki konsentrasi melatonin yang cukup tinggi dibanding kacang-kacangan yang lain, seperti disebutkan di dalam jurnal Nutrients tahun 2022. Sementara itu, oat, barley, dan jagung mengandung sedikit melatonin dan mendukung produksi melatonin di dalam tubuh.

2. Triptofan

Sebelum melatonin terbentuk, tubuh memerlukan serotonin, dan serotonin terbentuk dari asam amino bernama triptofan. Inilah alasan beberapa makanan terasa menenangkan, bukan karena kandungan gula atau lemaknya, tetapi karena tubuh sedang memproses triptofan menjadi serotonin yang membuat tubuh terasa rileks.

Sumber tritofan:

Triptofan banyak ditemukan dalam telur, ikan, unggas, susu, keju, serta kacang-kacangan. Prosesnya lebih optimal ketika dikonsumsi bersama karbohidrat kompleks dalam porsi yang sesuai. Kombinasi ini membantu triptofan dikirim menuju otak dengan lebih mudah, sehingga tubuh lebih rileks menjelang tidur.

3. Vitamin B6

Tanpa vitamin B6, triptofan tidak bisa diubah menjadi serotonin dengan cepat. Kekurangan vitamin ini membuat tubuh sulit menurunkan metabolisme tubuh walaupun fisik sudah terasa lelah.

Studi ilmiah dalam Journal of Clinical Sleep Medicine tahun 2018 menunjukkan bahwa kecukupan vitamin B6 berhubungan dengan kualitas tidur yang lebih stabil dan nyenyak. Dengan kata lain, vitamin B6 bekerja dalam regulasi suasana hati dan kesiapan mental untuk beristirahat, bukan sekadar memicu rasa kantuk.

Sumber vitamin B6:

Vitamin B6 banyak terdapat pada pisang, salmon, ayam, kacang merah, dan kentang.

4. Magnesium

Magnesium berperan sebagai mineral yang membantu otot dan saraf melepaskan ketegangan atau dalam kondisi jenuh. Magnesium membantu tubuh beralih ke mode istirahat dengan cara menurunkan aktivitas saraf dan otot yang sudah lelah digunakan seharian.

Sumber magnesium:

Magnesium banyak ditemukan pada sayuran hijau, almond, dark chocolate, biji-bijian, serta kacang hitam.

5. Omega-3

Omega-3 berpengaruh pada fleksibilitas membran sel saraf dan stabilitas neurotransmitter di otak. Ketika saraf lebih fleksibel, sinyal yang membawa ketenangan dapat berjalan lebih efektif. Penelitian yang terbit di jurnal Nutrients tahun 2020, omega-3 membantu menurunkan kadar hormon stres dan mendukung tubuh memasuki keadaan istirahat secara alami.

Sumber omega-3:

Sumber terbaiknya adalah ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan mackerel. Pada sumber nabati, omega-3 juga ditemukan dalam chia seed, flaxseed, dan kenari, meski perlu dikonversi terlebih dahulu di dalam tubuh.

Kesimpulan

Tubuh memang punya mekanisme alami untuk tidur, tetapi mekanisme ini bekerja optimal jika didukung zat gizi yang tepat. Konsumsi tryptophan, magnesium, vitamin B6, melatonin, dan omega-3 berperan membantu menenangkan tubuh, menjaga suasana hati tetap stabil, serta memberi sinyal bahwa sudah waktunya istirahat saat tubuh mengalami kesulitan untuk tidur atau ketika merasa tidur tidak nyenyak.

Zat gizi ini tidak perlu dicari dari suplemen. Makanan sehari-hari seperti ikan, pisang, yogurt, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan kacang sudah sangat cukup untuk membantu tubuh tidur lebih nyaman. Penuhi kebutuhan zat gizi tadi tidak dalam satu waktu makan atau satu jenis sumber makanan tertentu sebelum tidur, tapi dengan pola makan yang sehat.

@detikhealth_official Tidur yang berkualitas adalah kunci untuk hari yang produktif. Tapi apa sih rahasia tidur nyenyak yang sebenarnya?🤔💤 #kualitastidur #produktivitas #tidurideal #insomnia ♬ suara asli – detikHealth

(mal/up)



Sumber : health.detik.com

Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
image : unsplash.com / Jonas Weckschmied

Tips Simpel Penuhi Gizi Seimbang, Bisa Diterapkan ‘Si Paling Gen Z’ Sekalipun


Jakarta

Gen Z identik dengan gaya hidup yang serba cepat, dinamis, dan tidak bisa lepas dengan teknologi. Dengan kondisi tersebut, bagaimana Gen Z bisa memenuhi kebutuhan gizi seimbang?

Mulai dari belajar, bekerja, hingga bersosialisasi, Gen Z melakukan semuanya secara digital dan serba instan. Wajar jika dalam banyak kesempatan, mereka cenderung makan seadanya dan kurang memperhitungkan kebutuhan nutrisi.

Data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan, yaitu 96,7 persen penduduk Indonesia masih kurang makan buah dan sayur. Kondisi ini menggambarkan bahwa pola makan belum seimbang, dan Gen Z termasuk kelompok yang sering melewatkan makanan bergizi seimbang.


Gen Z sering tidak sarapan atau hanya dengan kopi susu atau minuman manis di pagi hari, mengganti makan siang dengan roti kekinian, bahkan memilih makanan cepat saji karena dianggap praktis.

Tubuh membutuhkan asupan gizi yang lengkap agar bisa berfungsi optimal dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Ketidakseimbangan asupan bisa berdampak pada kelelahan, gangguan konsentrasi, dan penurunan daya tahan tubuh.

Apa itu Gizi Seimbang

Konsep gizi seimbang bukan hal yang rumit. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa pola makan seimbang mencakup pemenuhan kebutuhan zat gizi sesuai usia, jenis kelamin, aktivitas, dan kondisi kesehatan seseorang. Setiap zat gizi memiliki peran penting bagi tubuh dan perlu dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai anjuran.

Prinsip ini ditunjukkan melalui konsep Isi Piringku, yaitu setengah piring berisi buah dan sayur, sepertiga berisi karbohidrat seperti nasi, kentang, atau umbi, dan seperenam lainnya diisi sumber protein seperti ikan, ayam, tahu, atau tempe. Komposisi ini memastikan tubuh memperoleh energi, serat, serta vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan setiap hari.

Keseimbangan gizi juga mencakup kecukupan cairan dan kebersihan makanan. Minum cukup air, menjaga jam makan teratur, serta memilih bahan segar merupakan bagian dari perilaku gizi seimbang yang sering diabaikan oleh anak muda.

Tantangan Gen Z

Kehidupan Gen Z yang serba cepat membuatnya bergantung pada makanan instan dan jajanan praktis. Apalagi dengan adanya platform pesan antar makanan yang memudahkan, tapi disisi lain menumbuhkan kebiasaan makan tanpa kendali.

Kebiasaan lain yang cukup sering ditemukan adalah keinginan menurunkan berat badan dengan cara cepat. Diet ekstrem yang sering dilakukan sebagian Gen Z dengan membatasi makanan tertentu secara berlebihan. Cara seperti ini bisa mengganggu metabolisme tubuh dan menimbulkan efek samping jangka panjang. Pola makan yang seimbang jauh lebih aman dan efektif untuk menjaga berat badan serta mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.

Cara Simple Terapkan Gizi Seimbang

Menjalani gaya hidup sehat tidak harus mahal dan repot. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan Gen Z untuk mulai menerapkan gizi seimbang setiap hari.

1. Mulai dari sarapan sehat

Sarapan tidak harus berat atau rumit. Sepiring nasi dengan telur dan sayur tumis, lalu makan 1 buah jeruk sudah cukup memberi energi untuk beraktivitas di pagi hari.

2. Gunakan konsep Isi Piringku

Setengah piring diisi buah dan sayur, sepertiga bagian untuk karbohidrat, dan seperenam lainnya untuk protein. Pola ini mudah diingat dan bisa diterapkan di rumah maupun saat makan di luar.

3. Batasi minuman manis

Minuman seperti boba, kopi gula aren, atau soda tinggi kalori namun minim zat gizi. Pilih air putih, infused water, atau teh tawar sebagai pengganti yang lebih sehat.

4. Cerdas dalam memilih cemilan

Saat lapar di sela waktu belajar atau kerja, konsumsi cemilan bernutrisi seperti kacang mede, yoghurt, atau buah potong.

5. Perhatikan waktu makan

Menjaga jadwal makan membantu mengatur kadar gula darah agar tetap stabil. Hindari kebiasaan makan larut malam atau melewatkan jam makan karena dapat mengganggu pencernaan.

6. Mindful eating

Nikmati makanan tanpa distraksi dari layar handphone. Kebiasaan ini membantu mengenali rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan.

7. Tetap aktif bergerak

Gizi seimbang akan memberi manfaat lebih besar bila diiringi aktivitas fisik. Jalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan selama 30 menit setiap hari sudah cukup membantu metabolisme tubuh tetap baik.

Gizi Seimbang dan Produktivitas Gen Z

Asupan gizi yang baik berpengaruh langsung terhadap performa belajar, kerja, hingga suasana hati. Penelitian yang terbit di Journal of Nutrition and Metabolism tahun 2023 menyebutkan bahwa kekurangan zat gizi mikro seperti zat besi, vitamin D, dan vitamin B kompleks dapat menurunkan fokus, meningkatkan rasa lelah, dan memicu gangguan emosi.

Pola makan bergizi dapat membantu menjaga stamina dan konsentrasi. Asupan omega-3 dari ikan, protein dari telur, serta serat dari sayur dan buah terbukti mendukung fungsi otak serta memperbaiki kualitas tidur. Tubuh yang tercukupi gizinya akan lebih mudah mengatur emosi dan menghadapi tekanan.

Selain mendukung produktivitas, keseimbangan gizi juga berperan dalam menjaga kesehatan mental. Beberapa studi menunjukkan hubungan antara pola makan sehat dengan penurunan risiko stres dan depresi. Jadi, memperhatikan apa yang dimakan bukan hanya soal menjaga bentuk tubuh, tapi juga menjaga kesejahteraan psikologis.

Pola Makan Seimbang, Gaya Hidup Keren

Menjalani gizi seimbang bukan berarti harus menjauhi makanan kekinian yang disukai Gen Z. Semua tetap bisa dinikmati dengan bijak selama tidak berlebihan dan diimbangi makanan bergizi dan sehat di waktu lain.

Gaya hidup sehat akan terasa realistis jika dijalani dengan fleksibiel. Tidak perlu diet ekstrem atau menu mahal, cukup dengan mengatur porsi, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta menjaga hidrasi.

Generasi Z memiliki pengaruh besar dalam membentuk tren gaya hidup masa depan. Dengan langkah kecil yang konsisten, Gen Z dapat menjadikan gizi seimbang bukan sekadar kewajiban, tapi gaya hidup sehat yang mendukung produktivitas dan kebahagiaan.

(mal/up)



Sumber : health.detik.com

Tips Simpel Penuhi Gizi Seimbang, Bisa Diterapkan ‘Si Paling Gen Z’ Sekalipun


Jakarta

Gen Z identik dengan gaya hidup yang serba cepat, dinamis, dan tidak bisa lepas dengan teknologi. Dengan kondisi tersebut, bagaimana Gen Z bisa memenuhi kebutuhan gizi seimbang?

Mulai dari belajar, bekerja, hingga bersosialisasi, Gen Z melakukan semuanya secara digital dan serba instan. Wajar jika dalam banyak kesempatan, mereka cenderung makan seadanya dan kurang memperhitungkan kebutuhan nutrisi.

Data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan, yaitu 96,7 persen penduduk Indonesia masih kurang makan buah dan sayur. Kondisi ini menggambarkan bahwa pola makan belum seimbang, dan Gen Z termasuk kelompok yang sering melewatkan makanan bergizi seimbang.


Gen Z sering tidak sarapan atau hanya dengan kopi susu atau minuman manis di pagi hari, mengganti makan siang dengan roti kekinian, bahkan memilih makanan cepat saji karena dianggap praktis.

Tubuh membutuhkan asupan gizi yang lengkap agar bisa berfungsi optimal dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Ketidakseimbangan asupan bisa berdampak pada kelelahan, gangguan konsentrasi, dan penurunan daya tahan tubuh.

Apa itu Gizi Seimbang

Konsep gizi seimbang bukan hal yang rumit. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa pola makan seimbang mencakup pemenuhan kebutuhan zat gizi sesuai usia, jenis kelamin, aktivitas, dan kondisi kesehatan seseorang. Setiap zat gizi memiliki peran penting bagi tubuh dan perlu dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai anjuran.

Prinsip ini ditunjukkan melalui konsep Isi Piringku, yaitu setengah piring berisi buah dan sayur, sepertiga berisi karbohidrat seperti nasi, kentang, atau umbi, dan seperenam lainnya diisi sumber protein seperti ikan, ayam, tahu, atau tempe. Komposisi ini memastikan tubuh memperoleh energi, serat, serta vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan setiap hari.

Keseimbangan gizi juga mencakup kecukupan cairan dan kebersihan makanan. Minum cukup air, menjaga jam makan teratur, serta memilih bahan segar merupakan bagian dari perilaku gizi seimbang yang sering diabaikan oleh anak muda.

Tantangan Gen Z

Kehidupan Gen Z yang serba cepat membuatnya bergantung pada makanan instan dan jajanan praktis. Apalagi dengan adanya platform pesan antar makanan yang memudahkan, tapi disisi lain menumbuhkan kebiasaan makan tanpa kendali.

Kebiasaan lain yang cukup sering ditemukan adalah keinginan menurunkan berat badan dengan cara cepat. Diet ekstrem yang sering dilakukan sebagian Gen Z dengan membatasi makanan tertentu secara berlebihan. Cara seperti ini bisa mengganggu metabolisme tubuh dan menimbulkan efek samping jangka panjang. Pola makan yang seimbang jauh lebih aman dan efektif untuk menjaga berat badan serta mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.

Cara Simple Terapkan Gizi Seimbang

Menjalani gaya hidup sehat tidak harus mahal dan repot. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan Gen Z untuk mulai menerapkan gizi seimbang setiap hari.

1. Mulai dari sarapan sehat

Sarapan tidak harus berat atau rumit. Sepiring nasi dengan telur dan sayur tumis, lalu makan 1 buah jeruk sudah cukup memberi energi untuk beraktivitas di pagi hari.

2. Gunakan konsep Isi Piringku

Setengah piring diisi buah dan sayur, sepertiga bagian untuk karbohidrat, dan seperenam lainnya untuk protein. Pola ini mudah diingat dan bisa diterapkan di rumah maupun saat makan di luar.

3. Batasi minuman manis

Minuman seperti boba, kopi gula aren, atau soda tinggi kalori namun minim zat gizi. Pilih air putih, infused water, atau teh tawar sebagai pengganti yang lebih sehat.

4. Cerdas dalam memilih cemilan

Saat lapar di sela waktu belajar atau kerja, konsumsi cemilan bernutrisi seperti kacang mede, yoghurt, atau buah potong.

5. Perhatikan waktu makan

Menjaga jadwal makan membantu mengatur kadar gula darah agar tetap stabil. Hindari kebiasaan makan larut malam atau melewatkan jam makan karena dapat mengganggu pencernaan.

6. Mindful eating

Nikmati makanan tanpa distraksi dari layar handphone. Kebiasaan ini membantu mengenali rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan.

7. Tetap aktif bergerak

Gizi seimbang akan memberi manfaat lebih besar bila diiringi aktivitas fisik. Jalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan selama 30 menit setiap hari sudah cukup membantu metabolisme tubuh tetap baik.

Gizi Seimbang dan Produktivitas Gen Z

Asupan gizi yang baik berpengaruh langsung terhadap performa belajar, kerja, hingga suasana hati. Penelitian yang terbit di Journal of Nutrition and Metabolism tahun 2023 menyebutkan bahwa kekurangan zat gizi mikro seperti zat besi, vitamin D, dan vitamin B kompleks dapat menurunkan fokus, meningkatkan rasa lelah, dan memicu gangguan emosi.

Pola makan bergizi dapat membantu menjaga stamina dan konsentrasi. Asupan omega-3 dari ikan, protein dari telur, serta serat dari sayur dan buah terbukti mendukung fungsi otak serta memperbaiki kualitas tidur. Tubuh yang tercukupi gizinya akan lebih mudah mengatur emosi dan menghadapi tekanan.

Selain mendukung produktivitas, keseimbangan gizi juga berperan dalam menjaga kesehatan mental. Beberapa studi menunjukkan hubungan antara pola makan sehat dengan penurunan risiko stres dan depresi. Jadi, memperhatikan apa yang dimakan bukan hanya soal menjaga bentuk tubuh, tapi juga menjaga kesejahteraan psikologis.

Pola Makan Seimbang, Gaya Hidup Keren

Menjalani gizi seimbang bukan berarti harus menjauhi makanan kekinian yang disukai Gen Z. Semua tetap bisa dinikmati dengan bijak selama tidak berlebihan dan diimbangi makanan bergizi dan sehat di waktu lain.

Gaya hidup sehat akan terasa realistis jika dijalani dengan fleksibiel. Tidak perlu diet ekstrem atau menu mahal, cukup dengan mengatur porsi, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta menjaga hidrasi.

Generasi Z memiliki pengaruh besar dalam membentuk tren gaya hidup masa depan. Dengan langkah kecil yang konsisten, Gen Z dapat menjadikan gizi seimbang bukan sekadar kewajiban, tapi gaya hidup sehat yang mendukung produktivitas dan kebahagiaan.

(mal/up)



Sumber : health.detik.com

Sama-sama H2O, Kenapa Air Mineral Rasanya Beda-beda? Ternyata Ini Alasannya

Jakarta

Banyak yang mengira air putih itu tidak punya rasa. Padahal kalau dicoba dengan cermat, tiap air bisa terasa berbeda. Ada yang manis, agak pahit, bahkan ada yang sedikit asin. Perbedaan itu bukan sugesti, tapi benar-benar dipengaruhi oleh kandungan mineral di dalam air.

Air minum tidak hanya terdiri dari H₂O murni. Di dalamnya terdapat berbagai mineral alami seperti kalsium, magnesium, natrium, bikarbonat, hingga sulfat. Komposisi mineral ini berbeda-beda tergantung sumber air, jenis batuan yang dilewati, dan proses pengolahan. Dari sinilah rasa unik tiap air berasal.


Kenapa Air Agak Berasa

Penelitian yang dipublikasikan di Water Research tahun 2020, komposisi ion dalam air menentukan persepsi rasa di lidah manusia. Beberapa mineral tertentu bisa menimbulkan sensasi manis, asin, hingga pahit.

Tetapi, jumlah total padatan terlarut atau total dissolved solids (TDS) juga mempengaruhi. Air dengan TDS terlalu rendah akan terasa hambar, sedangkan yang tinggi bisa agak memiliki rasa dan bahkan bisa terasa tidak segar. Berikut beberapa jenis mineral dan efeknya terhadap rasa air:

1. Sodium (Na⁺)

Air dengan kadar natrium tinggi akan terasa asin. Beberapa air tanah di daerah pesisir sering memiliki rasa ini karena pengaruh intrusi air laut.

2. Kalsium (Ca²⁺)

Memberi rasa agak pahit, tetapi segar. Kalsium adalah mineral penting bagi tulang, tapi dalam air, konsentrasinya tinggi bisa membuat rasa air terasa sedikit pahit.

3. Bikarbonat (HCO₃⁻)

Air yang banyak mengandung bikarbonat biasanya terasa sedikit manis dan lembut di mulut. Kandungan ini juga membantu menetralkan keasaman, sehingga rasa airnya tidak tajam. Banyak air pegunungan yang terasa agak manis karena kadar bikarbonatnya yang tinggi.

4. Magnesium (Mg²⁺)

Menimbulkan sedikit rasa pahit. Meskipun begitu, air yang mengandung magnesium tetap terasa segar ketika diminum dan bermanfaat bagi tubuh karena berperan dalam fungsi otot dan sistem saraf.

5. Sulfat (SO₄²⁻)

Meninggalkan rasa getir atau agak pahit di ujung lidah. Jika kadarnya terlalu tinggi, air bisa terasa tidak enak dan menimbulkan efek pencahar ringan.

Sumber Air Juga Menentukan Rasa

Air kemasan dari pegunungan, sumur, atau sistem penyulingan punya profil rasa yang berbeda karena melalui batuan dan tanah dengan komposisi mineral unik. Misalnya, air dari daerah kapur memungkinkan mengandung lebih banyak kalsium dan magnesium, sedangkan air yang melewati batuan vulkanik kaya akan bikarbonat.

Proses perjalanan air di alam juga berpengaruh besar. Ketika air meresap melalui lapisan tanah dan batuan, air melarutkan berbagai mineral di sepanjang jalurnya. Karena itu, air dari dua sumber yang berbeda, meskipun sama-sama jernih, bisa memiliki rasa yang berbeda.

Daerah dengan kandungan besi yang tinggi pada tanah bisa membuat air terasa seperti logam, sedangkan daerah dengan kadar sulfat tinggi bisa menimbulkan rasa getir. Inilah sebabnya air dari satu daerah bisa punya cita rasa khas yang tidak sama di tempat lain.

Proses filtrasi juga dapat berpengaruh. Air yang disaring terlalu banyak hingga kehilangan mineralnya bisa terasa hambar. Karena itu, beberapa merek air mineral menambahkan kembali unsur mineral atau remineralisasi agar rasanya tetap segar dan alami.

Lidah Mampu Membedakan Rasa Air

Meski tampak tidak berwarna dan tidak beraroma, air ternyata bisa menstimulasi reseptor rasa di lidah. Penelitian dari Jurnal Chemical Senses tahun 2018 menjelaskan bahwa lidah manusia memiliki reseptor yang peka terhadap perubahan ion yang terkandung di dalam air minum.

Saat air dengan komposisi mineral tertentu menyentuh lidah, reseptor ini merespons perubahan pH dan elektrolit, lalu mengirim sinyal ke otak sebagai sensasi rasa. Itu sebabnya, seseorang bisa membedakan air mineral alami dengan air sulingan hanya dari sensasi di mulut, walau tanpa sadar.

Menariknya, sensitivitas ini bisa meningkat dengan kebiasaan. Orang yang rutin minum air mineral alami, bisa langsung mengenali perbedaan kecil dalam rasa air, misalnya saat airnya terasa agak manis karena kandungan bikarbonat atau lebih hambar karena kehilangan mineral yang terkandung.

Selain itu, suhu air juga bisa berpengaruh pada persepsi rasa. Air dingin bisa menekan sensasi getir atau asin, sementara air suhu ruang bisa membuat mineral di dalam air minum lebih mudah terdeteksi oleh reseptor lidah.

(mal/up)



Sumber : health.detik.com

Telur Tidak Boleh Dimakan dengan Pisang, Benarkah? Ini Faktanya


Jakarta

Telur dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani yang praktis dan bernutrisi tinggi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam salah satu unggahan di media sosial, bahkan menganjurkan sarapan 2 butir telur rebus setiap hari.

Di Indonesia, popularitas telur sebagai lauk maupun campuran makanan sudah tidak diragukan lagi. Namun begitu, ada beberapa anggapan yang keliru yang membuat sebagian orang membatasi diri atau bahkan menghindari sumber nutrisi murah meriah ini.

Salah satunya terkait kombinasinya dengan bahan makanan atau minuman yang lain. Misalnya dalam beberapa konten viral di media sosial, telur tidak disarankan untuk dikonsumsi bersama dengan pisang, daging, dan gula.


Benarkah kombinasi telur dengan makanan tertentu bisa menyebabkan efek berbahaya? Ini faktanya.

1. Telur Tidak Boleh Dimakan dengan Gula?

Mitos.

Faktanya, telur yang dicampur gula kemudian dikocok adalah teknik yang umum dalam banyak resep masakan, terutama pada kue dan dessert. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mencampur telur dan gula dapat menghasilkan senyawa berbahaya dalam tubuh.

Justru, yang perlu diperhatikan adalah asupan gula harian, bukan kombinasinya dengan telur. Kementerian Kesehatan merekomendasikan batas konsumsi gula tambahan tidak lebih dari 10 persen dari total energi harian (4 sendok makan/50 gram).

Konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolik, tetapi risiko ini bersifat kumulatif, bukan muncul dari satu kali makan tinggi gula.

Jadi, telur dan gula tidak berbahaya saat dikonsumsi bersamaan, yang perlu dijaga adalah jumlah gula yang digunakan.

2. Telur Tidak Boleh Dimakan bersama Daging?

Mitos.

fried bacon and eggs in iron skillet shot with selective focusMasalahnya bukan pada kombinasi telur dan daging, tapi bagaimana cara mengolahnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/rez-art

Mengombinasikan telur dan daging sebenarnya bukan masalah dari sisi keamanan atau penyerapan nutrisi. Keduanya sama-sama sumber protein yang baik

Yang perlu diperhatikan sebenarnya adalah total asupan lemak jenuh dalam satu kali makan, terutama bila daging yang digunakan adalah daging berlemak seperti sosis, bacon, daging giling berlemak, atau daging olahan.

Selain itu, cara memasak seperti menggoreng dalam minyak banyak dapat menambah kalori total dan memengaruhi kadar kolesterol dalam darah bila dilakukan sering dan dalam jangka panjang.

Telur sendiri mengandung lemak, tetapi sebagian besar berupa lemak tak jenuh yang relatif lebih ramah untuk kesehatan dalam menurunkan kadar kolesterol jahat. Sementara daging olahan cenderung mengandung lemak jenuh lebih tinggi.

Jadi, konteks kesehatannya bukan pada konsumsi telur dan daging secara bersamaan, melainkan pada pemilihan jenis daging, cara pengolahan, dan frekuensi konsumsinya dalam pola makan harian.

3. Telur Tidak Boleh Dimakan dengan Pisang?

Mitos.

Healthy food. Boiled eggs and sliced bananas on a plate.Kombinasi telur dan pisang sering menjadi pilihan dalam menu diet yang sehat. Foto: Getty Images/Muhamad Zulkarnaen

Pisang adalah sumber karbohidrat dan telur merupakan sumber protein. Menggabungkan telur dan pisang tidak menimbulkan beban pencernaan yang berlebih. Keduanya kaya zat gizi, dan tubuh dapat mencerna protein dari telur serta karbohidrat dan serat dari pisang secara bersamaan tanpa masalah.

Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kombinasi keduanya dapat memperlambat pencernaan atau memberatkan lambung.

Pisang memberikan karbohidrat, serat, kalium, dan vitamin B6, sementara telur menyediakan protein lengkap dan lemak sehat. Saat dimakan bersamaan, keduanya bisa membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga kerap digunakan sebagai menu sarapan atau camilan setelah olahraga.

Jika seseorang merasa kembung atau berat setelah mengonsumsi keduanya, kondisi tersebut umumnya lebih berkaitan dengan sensitivitas pencernaan masing-masing individu, bukan kombinasi makan pisang dan telur. Pada orang dengan gangguan lambung atau GERD (Gastro Esofagheal Reflux Disease) yang sensitif, konsumsi makanan padat dalam satu waktu memang bisa membuat perut terasa tidak nyaman.

4. Telur Tidak Boleh Dikonsumsi bersama Susu Kedelai?

Pada kebanyakan orang, ini mitos.

Source of Protein : Soy milk ,tofu and egg  on soy beans backgroundSusu kedelai (sari kedelai) dan telur sama-sama merupakan sumber protein yang baik. Foto: Getty Images/PeoGeo

Protein kedelai memiliki nilai cerna yang baik dan dapat menjadi sumber asam amino esensial. Journal of Nutrition tahun 2022 menunjukkan bahwa kualitas protein kedelai bahkan sebanding dengan protein hewani tertentu, terutama jika dikonsumsi dalam pola makan beragam.

Sementara itu, protein telur memiliki Protein Digestibility Corrected Amino Acid Score (PDCAAS) mendekati 1,0, yang berarti hampir seluruh asam amino yang terkandung di dalamnya dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh.

Keduanya tidak saling menghambat penyerapan maupun kerja enzim pencernaan ketika dikonsumsi bersamaan. Kombinasi telur dan susu kedelai (sari kedelai) bahkan sudah lama menjadi bagian dari pola makan di Jepang, Korea, dan China tanpa adanya bukti klinis yang menunjukkan gangguan pencernaan atau penurunan kualitas protein.

Di Indonesia, Pedoman Gizi Seimbang dan konsep Isi Piringku justru menganjurkan konsumsi protein hewani dan nabati dalam satu kali waktu makan untuk melengkapi kebutuhan asam amino dan mendukung keragaman pangan. Mengkombinasikan telur dengan susu kedelai termasuk pola makan yang aman, seimbang, dan bernilai gizi baik.

5. Telur Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Teh?

Ada benarnya.

Teh memang sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan makanan sumber zat besi, termasuk telur. Alasannya berkaitan dengan kandungan tanin dalam teh. Tanin dapat membentuk ikatan dengan zat besi di saluran cerna, sehingga tubuh lebih sedikit menyerap zat besi dari makanan.

Tinjauan dalam American Journal of Clinical Nutrition tahun 2021 menunjukkan bahwa konsumsi teh saat makan dapat menurunkan penyerapan zat besi hingga 70 persen, terutama jika tehnya diseduh pekat atau diminum setiap kali makan.

(mal/up)



Sumber : health.detik.com

Awas! 3 Minuman Ini Menyegarkan, Tapi Bisa Merusak Ginjal kalau Berlebihan


Jakarta

Cuaca panas ekstrem yang melanda beberapa wilayah Indonesia akhir-akhir ini membuat banyak orang jadi lebih sering mencari minuman segar. Suhu yang bisa menembus 35 derajat Celcius bikin tubuh cepat haus dan kehilangan cairan. Tak heran, minuman dingin seperti minuman bersoda, kopi susu kekinian, hingga jus buah kemasan jadi pilihan instan untuk menghilangkan dahaga.

Namun, di balik sensasi segarnya, tidak semua minuman baik untuk dikonsumsi terlalu sering, apalagi saat cuaca panas. Di saat tubuh kekurangan cairan, ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring sisa metabolisme dan menjaga keseimbangan elektrolit. Jika kondisi ini diperparah dengan asupan minuman tinggi gula, kafein, atau zat aditif, beban ginjal bisa meningkat dan dalam jangka panjang memicu gangguan fungsi.

Beberapa jenis minuman bahkan diam-diam bisa mempercepat kerusakan ginjal bila diminum berlebihan. Yuk, kenali jenis-jenis minuman yang sebaiknya dibatasi agar ginjal tetap sehat, terutama di tengah cuaca panas seperti sekarang.


1. Minuman Bersoda

Segelas soda memang terasa menyegarkan, apalagi saat cuaca panas yang terjadi belakangan ini. Namun dibalik rasanya yang manis dan segar, soda termasuk salah satu minuman yang paling berisiko bagi ginjal. Kandungan gula dan asam fosfat yang tinggi di dalamnya dapat memicu resistensi insulin dan meningkatkan kadar asam urat yang bisa menjadi batu ginjal. Dua hal ini yang berperan besar dalam penurunan fungsi ginjal.

Penelitian di Clinical Journal of the American Society of Nephrology tahun 2019 menemukan bahwa konsumsi rutin minuman tinggi gula meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis. Jenis minuman bersoda berwarna gelap juga mengandung asam fosfat yang dapat mengganggu keseimbangan mineral tubuh dan menyebabkan batu ginjal.

Untuk alternatif yang lebih aman, coba pilih infused water dengan potongan lemon atau mentimun. Sensasi segarnya tetap ada, tanpa tambahan gula dan fosfat.

2. Minuman Energi dan Minuman Berkafein

Minuman energi sering dijadikan pilihan bagi yang sedang butuh dorongan tenaga instan. Tapi terlalu sering mengonsumsinya bisa membuat organ ginjal kelelahan. Kombinasi gula, kafein, dan zat aditif di dalamnya meningkatkan risiko dehidrasi dan gangguan elektrolit.

Kafein sendiri bersifat diuretik, sehingga membuat tubuh lebih sering buang air kecil. Jika cairan yang keluar tidak diganti dengan konsumsi cukup air putih, ginjal menjadi kekurangan cairan dan kesulitan membuang racun dengan optimal. Kondisi ini bisa memicu batu ginjal dalam jangka panjang.

Kopi juga aman dikonsumsi asal dalam batas wajar. Dua gelas per hari masih dianggap normal, tetapi jika sudah lebih dari lima, efek kafein dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani aliran darah menuju ginjal.

3. Jus Buah Kemasan/Minuman Rasa Buah

Jus buah memang menyehatkan, tapi tidak semua jus dibuat sama. Banyak produk kemasan yang ternyata mengandung lebih banyak gula daripada sari buah. Satu kemasan jus bisa mengandung hingga 30 gram gula tambahan, jumlah yang cukup untuk menaikkan kadar gula darah secara cepat dan membebani ginjal.

Beberapa jenis jus seperti cranberry dan grapefruit juga tinggi oksalat, senyawa yang dapat memicu pembentukan batu ginjal. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Nutrients tahun 2020 mencatat bahwa asupan tinggi oksalat tanpa cukup cairan bisa menggandakan risiko mengidap batu ginjal.

Pilih jus segar tanpa gula tambahan atau, lebih baik lagi, konsumsi buah utuh agar seratnya membantu menstabilkan kadar gula darah.

Tips Menjaga Ginjal

Menjaga ginjal tetap sehat sebenarnya tidak rumit. Kuncinya ada pada keseimbangan asupan cairan dan kebiasaan minum yang bijak. Berikut beberapa hal sederhana yang bisa diterapkan setiap hari:

1. Utamakan air putih

Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga ginjal bekerja optimal. Idealnya 6-8 gelas per hari, tapi kebutuhan ini bisa berbeda tergantung aktivitas dan kondisi tubuh. Saat cuaca panas atau banyak berkeringat, tubuh butuh lebih banyak cairan. Air membantu ginjal mengencerkan urine dan mencegah penumpukan mineral yang bisa membentuk batu ginjal.

2. Batasi minuman manis dan tinggi kafein

Minuman tinggi gula dan kafein memang memberi sensasi boost energi sesaat, tapi jika berlebihan, justru membuat ginjal bekerja lebih keras. Kelebihan gula bisa mempercepat resistensi insulin, sementara kafein yang terlalu tinggi dapat meningkatkan tekanan darah. Batasi konsumsi maksimal dua gelas kopi per hari, dan hindari menambahkan gula atau krimer berlebihan.

3. Perhatikan warna urine

Cara sederhana untuk menilai apakah tubuh cukup cairan adalah dengan memperhatikan warna urine. Jika berwarna bening atau kuning muda, artinya hidrasi cukup. Tapi kalau warnanya pekat dan berbau tajam, itu tanda tubuh kekurangan cairan.

4. Pilih minuman alami untuk variasi

Sesekali boleh menikmati teh herbal tanpa gula, air kelapa segar, atau infused water. Teh herbal mengandung antioksidan yang baik untuk tubuh, sedangkan air kelapa membantu menggantikan elektrolit alami tanpa adanya bahan kimia.

5. Hindari kebiasaan menahan haus

Beberapa orang menunda minum karena sibuk atau malas ke toilet. Padahal, menahan haus membuat konsentrasi zat sisa hasil metabolisme tubuh dalam darah meningkat dan ginjal harus bekerja ekstra keras untuk membuangnya. Biasakan juga minum sedikit demi sedikit sepanjang hari, bukan sekaligus dalam jumlah banyak.

6. Waspadai obat dan suplemen tertentu

Beberapa suplemen atau obat herbal bisa meningkatkan beban ginjal jika dikonsumsi tanpa pengawasan dokter, terutama yang mengandung protein tinggi atau zat kimia sintetis. Selalu baca label dan konsultasikan dulu sebelum dikonsumsi secara rutin.

Dengan langkah sederhana ini, ginjal bisa tetap bekerja optimal tanpa harus dibebani oleh kebiasaan minum yang salah.

(mal/up)



Sumber : health.detik.com

7 Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Makan Telur Rebus Tiap Hari


Jakarta

Telur rebus banyak menjadi pilihan sarapan bagi masyarakat Indonesia, dikarenakan cepat, murah, dan bergizi. Namun, banyak orang masih ragu apakah makan telur setiap hari baik untuk kesehatan? Atau malah sebaliknya, punya dampak merugikan?

Untuk menjawabnya, mari kupas manfaat telur rebus satu persatu.

1. Fungsi Kognitif Otak Membaik

Telur adalah salah satu sumber kolin terbaik. Zat gizi ini penting untuk pembentukan asetilkolin, neurotransmitter yang berperan dalam konsentrasi dan memori. Menurut studi dalam jurnal Behavioural Neurology, asupan kolin yang cukup dapat menurunkan risiko gangguan kognitif pada orang dewasa.


Selain itu, sebuah studi kohort menemukan bahwa konsumsi telur lebih dari satu butir per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko Demensia Alzheimer sebesar 47 persen, dengan kolin menjadi salah satu faktor utama dalam hubungan tersebut.

Dengan ini, konsumsi telur tiap hari tidak hanya memberikan efek kesehatan langsung, tapi juga memberikan efek kesehatan jangka panjang yaitu terhindar dari risiko Demensia Alzheimer. Demensia Alzheimer adalah penurunan daya ingat, perubahan dalam cara berpikir, berbicara, atau beraktivitas dan jenis demensia paling umum yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia.

2. Kolesterol Baik (HDL) Meningkat

Selama ini, kolesterol dalam telur sering disalahpahami sebagai penyebab utama tingginya kadar kolesterol dalam darah. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi rutin telur tidak meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah pada orang sehat. Sebaliknya, malah mengalami peningkatan kadar High Density Lipoprotein (HDL) atau orang awam mengenalnya sebagai kolesterol baik, yang dapat melindungi pembuluh darah.

Dikutip dari Jurnal Agriculture 2025, hal ini dikarenakan kandungan omega-3, lemak tak jenuh dan lecithin yang ada di dalam telur sangat baik dalam memperbaiki keseimbangan kolesterol dan menurunkan trigliserida dalam darah.

3. Terlindungi dari Kerusakan Retina Mata

Telur yang direbus mempertahankan bentuk kuning telur dan cenderung lebih aman dalam menghindari kerusakan antioksidan lutein dan zeaxanthin. Studi pada jurnal National Institutes of Health menunjukkan kedua antioksidan yang penting dalam menjaga kesehatan retina dari radikal bebas. Senyawa ini mampu menyaring cahaya biru yang berbahaya serta mencegah kerusakan oksidatif pada retina.

Menariknya, meski kandungan lutein telur lebih sedikit dibanding sayuran hijau, bioavailabilitasnya jauh lebih tinggi karena larut dalam lemak yang terkandung dalam kuning telur. Itu berarti tubuh lebih mudah menyerapnya, sehingga konsumsi telur rebus bisa efektif melindungi kesehatan mata.

4. Rambut dan Kulit Makin Sehat

Telur kaya akan asam amino sulfur, terutama metionin dan sistein. Zat ini berperan penting dalam pembentukan keratin yang menjaga kekuatan rambut dan kuku. Selain itu, sulfur juga diperlukan untuk metabolisme protein di seluruh tubuh.

Selain itu, menurut Jurnal Antioxidant 2023, sulfur mendukung produksi glutation, antioksidan alami yang berfungsi sebagai “perisai” sel tubuh dari kerusakan. Jadi, makan telur rebus setiap hari tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan protein, tetapi juga mendukung kesehatan kulit, rambut, dan daya tahan tubuh.

5. Massa Otot Meningkat

Dikutip dari Everyday Health protein telur dikenal sebagai “protein sempurna” karena mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Studi membuktikan bahwa konsumsi telur utuh setelah olahraga mampu merangsang sintesis protein otot lebih efektif dibanding hanya putih telur saja.

Hal ini menjadikan telur rebus sebagai pilihan ideal untuk atlet maupun orang yang sedang menjalani program latihan kekuatan. Dengan kandungan protein tinggi namun rendah kalori, telur rebus membantu memperbaiki jaringan otot sekaligus mempertahankan massa otot.

6. Berat Badan Turun

Telur kaya protein dan relatif rendah kalori, sehingga bisa membantu membuat rasa kenyang lebih lama. Menurut penelitian International Journal of Environmental Research and Public Health, makan telur untuk sarapan membuat sekelompok orang dewasa yang kelebihan berat badan merasa lebih puas makan (kenyang) dan bisa mengurangi asupan kalori saat makan siang

Hal ini membuat telur rebus cocok dijadikan menu diet sehat, terutama bila dipadukan dengan sayur dan sumber karbohidrat kompleks.

7. Produksi Sel Darah Meningkat

Hasil penelitian Jurnal Wacana Kesehatan 2020 menunjukkan bahwa konsumsi telur dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah. Telur mengandung vitamin B12, folat, zat besi, dan protein yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Kekurangan nutrisi ini dapat memicu anemia dan menurunkan kapasitas tubuh mengangkut oksigen.

Kesimpulan

Makan telur rebus setiap hari dapat memberi banyak manfaat, mulai dari meningkatkan fungsi otak, melindungi mata, hingga mendukung kesehatan jantung dan otot. Meski demikian, bagi penderita diabetes atau kolesterol tinggi, jumlah konsumsi sebaiknya disesuaikan dan dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

(mal/up)



Sumber : health.detik.com

7 Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Makan Telur Rebus Tiap Hari


Jakarta

Telur rebus banyak menjadi pilihan sarapan bagi masyarakat Indonesia, dikarenakan cepat, murah, dan bergizi. Namun, banyak orang masih ragu apakah makan telur setiap hari baik untuk kesehatan? Atau malah sebaliknya, punya dampak merugikan?

Untuk menjawabnya, mari kupas manfaat telur rebus satu persatu.

1. Fungsi Kognitif Otak Membaik

Telur adalah salah satu sumber kolin terbaik. Zat gizi ini penting untuk pembentukan asetilkolin, neurotransmitter yang berperan dalam konsentrasi dan memori. Menurut studi dalam jurnal Behavioural Neurology, asupan kolin yang cukup dapat menurunkan risiko gangguan kognitif pada orang dewasa.


Selain itu, sebuah studi kohort menemukan bahwa konsumsi telur lebih dari satu butir per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko Demensia Alzheimer sebesar 47 persen, dengan kolin menjadi salah satu faktor utama dalam hubungan tersebut.

Dengan ini, konsumsi telur tiap hari tidak hanya memberikan efek kesehatan langsung, tapi juga memberikan efek kesehatan jangka panjang yaitu terhindar dari risiko Demensia Alzheimer. Demensia Alzheimer adalah penurunan daya ingat, perubahan dalam cara berpikir, berbicara, atau beraktivitas dan jenis demensia paling umum yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia.

2. Kolesterol Baik (HDL) Meningkat

Selama ini, kolesterol dalam telur sering disalahpahami sebagai penyebab utama tingginya kadar kolesterol dalam darah. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi rutin telur tidak meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah pada orang sehat. Sebaliknya, malah mengalami peningkatan kadar High Density Lipoprotein (HDL) atau orang awam mengenalnya sebagai kolesterol baik, yang dapat melindungi pembuluh darah.

Dikutip dari Jurnal Agriculture 2025, hal ini dikarenakan kandungan omega-3, lemak tak jenuh dan lecithin yang ada di dalam telur sangat baik dalam memperbaiki keseimbangan kolesterol dan menurunkan trigliserida dalam darah.

3. Terlindungi dari Kerusakan Retina Mata

Telur yang direbus mempertahankan bentuk kuning telur dan cenderung lebih aman dalam menghindari kerusakan antioksidan lutein dan zeaxanthin. Studi pada jurnal National Institutes of Health menunjukkan kedua antioksidan yang penting dalam menjaga kesehatan retina dari radikal bebas. Senyawa ini mampu menyaring cahaya biru yang berbahaya serta mencegah kerusakan oksidatif pada retina.

Menariknya, meski kandungan lutein telur lebih sedikit dibanding sayuran hijau, bioavailabilitasnya jauh lebih tinggi karena larut dalam lemak yang terkandung dalam kuning telur. Itu berarti tubuh lebih mudah menyerapnya, sehingga konsumsi telur rebus bisa efektif melindungi kesehatan mata.

4. Rambut dan Kulit Makin Sehat

Telur kaya akan asam amino sulfur, terutama metionin dan sistein. Zat ini berperan penting dalam pembentukan keratin yang menjaga kekuatan rambut dan kuku. Selain itu, sulfur juga diperlukan untuk metabolisme protein di seluruh tubuh.

Selain itu, menurut Jurnal Antioxidant 2023, sulfur mendukung produksi glutation, antioksidan alami yang berfungsi sebagai “perisai” sel tubuh dari kerusakan. Jadi, makan telur rebus setiap hari tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan protein, tetapi juga mendukung kesehatan kulit, rambut, dan daya tahan tubuh.

5. Massa Otot Meningkat

Dikutip dari Everyday Health protein telur dikenal sebagai “protein sempurna” karena mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Studi membuktikan bahwa konsumsi telur utuh setelah olahraga mampu merangsang sintesis protein otot lebih efektif dibanding hanya putih telur saja.

Hal ini menjadikan telur rebus sebagai pilihan ideal untuk atlet maupun orang yang sedang menjalani program latihan kekuatan. Dengan kandungan protein tinggi namun rendah kalori, telur rebus membantu memperbaiki jaringan otot sekaligus mempertahankan massa otot.

6. Berat Badan Turun

Telur kaya protein dan relatif rendah kalori, sehingga bisa membantu membuat rasa kenyang lebih lama. Menurut penelitian International Journal of Environmental Research and Public Health, makan telur untuk sarapan membuat sekelompok orang dewasa yang kelebihan berat badan merasa lebih puas makan (kenyang) dan bisa mengurangi asupan kalori saat makan siang

Hal ini membuat telur rebus cocok dijadikan menu diet sehat, terutama bila dipadukan dengan sayur dan sumber karbohidrat kompleks.

7. Produksi Sel Darah Meningkat

Hasil penelitian Jurnal Wacana Kesehatan 2020 menunjukkan bahwa konsumsi telur dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah. Telur mengandung vitamin B12, folat, zat besi, dan protein yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Kekurangan nutrisi ini dapat memicu anemia dan menurunkan kapasitas tubuh mengangkut oksigen.

Kesimpulan

Makan telur rebus setiap hari dapat memberi banyak manfaat, mulai dari meningkatkan fungsi otak, melindungi mata, hingga mendukung kesehatan jantung dan otot. Meski demikian, bagi penderita diabetes atau kolesterol tinggi, jumlah konsumsi sebaiknya disesuaikan dan dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

(mal/up)



Sumber : health.detik.com