Tag Archives: efek

Mau Turunkan BB, Mending Minum Kopi Hitam atau Teh Hitam? Ini Penjelasannya


Jakarta

Kebanyakan orang kerap mempermasalahkan berat badan. Untuk menurunkannya, kopi hitam dan teh hitam menjadi pilihan karena rendah kalori.

Keduanya merupakan minuman kaya kafein, tanpa gula, dan kaya akan antioksidan. Keduanya sering dikaitkan dapat menurunkan berat badan.

Lantas, mana yang benar-benar lebih baik untuk menurunkan berat badan?


Kopi Hitam Vs Teh Hitam

Kopi hitam memberikan dorongan kuat pada metabolisme tubuh, meningkatkan pembakaran lemak, dan dapat menekan nafsu makan. Di sisi lain, memadukan kafein dengan senyawa pada teh hitam yang unik, seperti katekin dan theaflavin, dapat memberikan dorongan yang lebih lembut untuk membakar lemak.

Namun, penelitian belum mencapai kesepakatan. Beberapa menunjukkan efek kopi yang lebih kuat, sementara yang lain menyoroti peran pendukung dari kandungan teh. Berikut perbandingan keduanya yang dikutip dari Times of India.

1. Metabolisme dan Pembakaran Kalori

Kopi hitam mengandung kafein yang tinggi, sekitar 95 mg per cangkir. Minuman ini dapat meningkatkan laju metabolisme sebesar 3-13 persen selama beberapa jam, sehingga dapat membakar lebih banyak kalori bahkan saat beristirahat.

Sebaliknya, teh hitam mengandung lebih sedikit kafein yakni sekitar 47 mg. Tetapi, teh hitam tetap menawarkan peningkatan metabolisme yang ringan berkat kandungan kafein dan senyawa seperti theaflavin di dalamnya.

2. Terkait Oksidasi Lemak dan Penurunan Berat Badan

Kafein dalam kopi meningkatkan oksidasi lemak, yakni lemak yang digunakan untuk energi. Beberapa penelitian menunjukkan penurunan lemak tubuh dengan mengonsumsi beberapa cangkir setiap hari.

Sementara itu, katekin dan theaflavin dalam teh hitam juga dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak dan mengurangi lemak tubuh, meskipun buktinya masih terbatas.

3. Penekan Nafsu Makan

Kafein dalam kopi hitam dapat menekan rasa lapar dan mengurangi asupan kalori. Di sisi lain, teh hitam dapat meningkatkan rasa kenyang berkat antioksidan dan kafein yang ringan.

Namun, efek penekan nafsu makan dari teh hitam cenderung lebih halus.

4. Peningkatan Olahraga dan Performa

Kafein meningkatkan performa fisik, baik untuk kekuatan maupun daya tahan. Hal ini membantu seseorang tetap aktif dan membakar lebih banyak kalori selama latihan atau olahraga.

Meskipun kadar kafein yang lebih rendah dalam teh hitam juga dapat meningkatkan performa olahraga, efeknya lebih lembut. Selain itu, teh hitam mengandung L-theanine yang menenangkan untuk mengurangi rasa gelisah.

5. Antioksidan dan Dampak Kesehatan

Kopi kaya akan asam klorogenat, yang mendukung metabolisme lemak dan menawarkan manfaat antioksidan. Teh hitam juga mengandung polifenol kuat, seperti katekin dan theafavin, yang dapat membantu mengurangi penyimpanan lemak serta meningkatkan kesehatan usus.

Ini berpotensi membentuk manajemen berat badan yang lebih baik.

6. Perbandingan Bukti Ilmiah

Sebuah meta-analisis menunjukkan bahwa teh hijau terbukti memiliki manfaat penurunan berat badan. Tetapi, teh hitam dan kopi tidak signifikan mengungguli plasebo.

Namun, sebuah studi intervensi terpisah menemukan bahwa kopi menyebabkan penurunan indeks massa tubuh (IMT) dan lemak tubuh yang signifikan selama enam bulan. Sementara teh hijau menunjukkan efek yang lebih ringan.

7. Memilih Berdasarkan Gaya Hidup dan Sensitivitas

Jika lebih suka dorongan energi yang kuat, pilihlah kopi hitam. Tetapi, disarankan untuk tetap berhati-hati jika kafein sudah menyebabkan gelisah atau sulit tidur.

Jika lebih menginginkan ketenangan atau kafein lebih sedikit, L-theanine dalam teh hitam dapat memberikan dorongan lebih halus. Tetapi, membuat seseorang tetap waspada dan rileks, yang sempurna untuk malam hari atau orang dengan toleransi kafein yang rendah.

Kesimpulannya, kopi hitam mungkin lebih unggul dalam hal pembakaran lemak yang cepat, peningkatan metabolisme, pengendalian nafsu makan, dan dukungan kebugaran. Tetapi, minuman ini mengandung kafein yang lebih kuat, yang berpotensi menyebabkan kegelisahan atau gangguan tidur pada individu yang sensitif.

Teh hitam, dengan kafein yang lebih lembut dan antioksidan yang menenangkan, menawarkan dukungan yang lebih ringan. Tetapi, itu tetap sangat berpengaruh untuk manajemen berat badan.

Manfaat tambahannya bagi usus dan antioksidan menjadikannya pilihan yang bijaksana bagi mereka yang memprioritaskan kesehatan secara keseluruhan daripada peningkatan energi yang intens.

Pilihlah apa yang disukai dan baik untuk kesehatan tubuh. Tetapi, tetap dipadukan dengan diet sehat, olahraga teratur, dan kebiasaan yang sehat untuk hasil yang nyata dan bisa bertahan lama.

(sao/kna)



Sumber : health.detik.com

Teh Hijau Vs Kopi Tanpa Gula, Lebih Ampuh Mana Turunkan BB? Ini Kata Studi

Jakarta

Jika ingin menurunkan berat badan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengubah pola makan, termasuk mengganti pilihan makanan dan minuman. Bagi yang gemar mengonsumsi teh atau kopi, ahli gizi sering merekomendasikan teh hijau dan kopi hitam sebagai alternatif yang lebih sehat.

Keduanya dikenal dapat membantu proses penurunan berat badan sekaligus berperan sebagai katalis pembakaran lemak. Namun, di antara keduanya, mana yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan? Dikutip dari Times of India, begini penjelasannya.

1. Teh Hijau

Teh ini telah lama digunakan untuk menurunkan berat badan. Sebuah studi yang dipublikasikan di British Journal of Nutrition, menemukan, konsumsi teh hijau secara rutin dapat memberikan efek positif terhadap berat badan. Dalam meta-analisis terhadap 22 uji coba acak, peneliti mencatat konsumsi teh hijau menghasilkan penurunan berat badan rata-rata sebesar 1,23 kg dibandingkan dengan plasebo.


Kandungan epigallocatechin gallate (EGCG) dalam teh hijau terbukti efektif dalam mengurangi lemak tubuh, rasio pinggang-pinggul, lingkar pinggang, serta indeks massa tubuh (IMT).

Tak hanya itu, mereka yang sudah memulai perjalanan menurunkan berat badan, teh hijau dapat membantu mempertahankan hasil yang telah dicapai.

Menurut studi yang dipublikasikan di Obesity Research, teh hijau terbukti mampu meningkatkan metabolisme dan oksidasi lemak selama fase pemeliharaan, sehingga mendukung kestabilan berat badan dalam jangka panjang.

2. Kopi Tanpa Gula

Penelitian menyatakan, tingkat metabolisme yang tinggi sebesar 3 hingga 11 persen, dapat menyebabkan menekan rasa lapar dan secara keseluruhan mengurangi asupan kalori. Sebuah studi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan konsumsi empat cangkir kopi hitam atau kopi tanpa gula per hari dapat mengurangi lemak tubuh hingga sekitar 4 persen.

Sementara itu, menurut jurnal yang dipublikasikan di Critical Reviews in Food Science and Nutrition, kopi juga berkontribusi pada peningkatan metabolisme serta penurunan IMT dan lemak tubuh.

Kopi tanpa gula juga dapat menurunkan risiko berbagai penyakit seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Peningkatan konsumsi satu kopi tanpa gula dikaitkan dengan penurunan berat badan sekitar 0,12 kg.

Meskipun teh hijau dan kopi hitam terbukti sangat efektif dalam menurunkan berat badan, teh hijau memiliki lebih banyak manfaat dalam hal kesehatan secara keseluruhan, khususnya antioksidan dan penurunan berat badan.

(suc/suc)



Sumber : health.detik.com

Teh Hijau Vs Kopi Tanpa Gula, Lebih Ampuh Mana Turunkan BB? Ini Kata Studi

Jakarta

Jika ingin menurunkan berat badan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengubah pola makan, termasuk mengganti pilihan makanan dan minuman. Bagi yang gemar mengonsumsi teh atau kopi, ahli gizi sering merekomendasikan teh hijau dan kopi hitam sebagai alternatif yang lebih sehat.

Keduanya dikenal dapat membantu proses penurunan berat badan sekaligus berperan sebagai katalis pembakaran lemak. Namun, di antara keduanya, mana yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan? Dikutip dari Times of India, begini penjelasannya.

1. Teh Hijau

Teh ini telah lama digunakan untuk menurunkan berat badan. Sebuah studi yang dipublikasikan di British Journal of Nutrition, menemukan, konsumsi teh hijau secara rutin dapat memberikan efek positif terhadap berat badan. Dalam meta-analisis terhadap 22 uji coba acak, peneliti mencatat konsumsi teh hijau menghasilkan penurunan berat badan rata-rata sebesar 1,23 kg dibandingkan dengan plasebo.


Kandungan epigallocatechin gallate (EGCG) dalam teh hijau terbukti efektif dalam mengurangi lemak tubuh, rasio pinggang-pinggul, lingkar pinggang, serta indeks massa tubuh (IMT).

Tak hanya itu, mereka yang sudah memulai perjalanan menurunkan berat badan, teh hijau dapat membantu mempertahankan hasil yang telah dicapai.

Menurut studi yang dipublikasikan di Obesity Research, teh hijau terbukti mampu meningkatkan metabolisme dan oksidasi lemak selama fase pemeliharaan, sehingga mendukung kestabilan berat badan dalam jangka panjang.

2. Kopi Tanpa Gula

Penelitian menyatakan, tingkat metabolisme yang tinggi sebesar 3 hingga 11 persen, dapat menyebabkan menekan rasa lapar dan secara keseluruhan mengurangi asupan kalori. Sebuah studi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan konsumsi empat cangkir kopi hitam atau kopi tanpa gula per hari dapat mengurangi lemak tubuh hingga sekitar 4 persen.

Sementara itu, menurut jurnal yang dipublikasikan di Critical Reviews in Food Science and Nutrition, kopi juga berkontribusi pada peningkatan metabolisme serta penurunan IMT dan lemak tubuh.

Kopi tanpa gula juga dapat menurunkan risiko berbagai penyakit seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Peningkatan konsumsi satu kopi tanpa gula dikaitkan dengan penurunan berat badan sekitar 0,12 kg.

Meskipun teh hijau dan kopi hitam terbukti sangat efektif dalam menurunkan berat badan, teh hijau memiliki lebih banyak manfaat dalam hal kesehatan secara keseluruhan, khususnya antioksidan dan penurunan berat badan.

(suc/suc)



Sumber : health.detik.com

Pejuang Body Goals, Ini Cara Efektif Menurunkan BB Tanpa Perlu Kelaparan Seharian

Jakarta

Banyak orang yang mencoba perubahan pola makan dengan melakukan intermittent fasting atau puasa intermiten. Hal tersebut dilakukan untuk menurunkan berat badan atau meningkatkan kesehatan.

Namun, sebuah studi dalam European Journal of Nutrition menunjukkan bahwa mengurangi asupan karbohidrat, bahkan hanya beberapa kali dalam seminggu, bisa memberi manfaat metabolisme yang serupa dengan puasa.

Studi ini melibatkan 12 peserta berusia 20-65 tahun yang mengalami obesitas. Dikutip dari Very Well Health, para peserta tersebut melakukan tiga diet dalam satu hari, yaitu diet standar, diet rendah karbohidrat, dan diet rendah karbohidrat serta rendah kalori.


Dari hasil dua diet karbohidrat, tubuh peserta menggunakan lemak sebagai energi dan kadar trigliserida menurun. Temuan tersebut menunjukkan bahwa seseorang tidak perlu mengurangi kalori untuk mendapatkan manfaat ini.

“Ini berarti pemotongan karbohidrat secara berkala sebagai cara puasa metabolik bisa lebih berkelanjutan dan memberi manfaat lebih dari sekedar mereka yang mau menurunkan berat badan.” kata salah satu penulis dan profesor madya gizi di University of Surrey di Inggris, Adam Collins, PhD.

Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Mengurangi Karbohidrat

Biasanya, tubuh akan memecah karbohidrat menjadi glukosa untuk energi. Saat karbohidrat dikonsumsi secara berlebihan, sebagian kelebihannya akan disimpan sebagai lemak.

Namun, jika tubuh tidak mengonsumsi cukup karbohidrat, maka lemak yang tersimpan akan digunakan sebagai energi. Sehingga, proses ini bisa meningkatkan penurunan berat badan atau pengendalian kadar gula darah dan insulin dengan lebih baik.

Namun, Collins mengatakan dalam studi ini, pola makan rendah karbohidrat diimbangi dengan konsumsi lemak tinggi agar total kalori tetap setara.

“Oleh karena itu, Anda mungkin membakar lebih banyak lemak yang Anda makan daripada lemak di dalam tubuh Anda. Meskipun demikian, kami menunjukkan peningkatan yang sebanding dalam pembersihan lemak dan pembakaran lemak melalui pembatasan karbohidrat,” kata Collins.

Apakah Efektif?

Meski mendapat hasil yang bermanfaat, temuan ini berasal dari sebuah penelitian kecil dan singkat. Jadi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami jangka panjang dari pengurangan karbohidrat secara berkala.

“Sangat sulit untuk mengatakan dari subjek yang mengikuti ini selama satu hari, apakah efek ini akan bertahan selama berminggu-minggu jika seseorang melakukannya lebih lama,” kata ahli endokrinologi bersertifikat dan asisten profesor klinis di departemen kedokteran NYU Langone Health, Joanne Bruno, MD, PhD.

Pasalnya, dalam studi ini, orang yang mengikuti diet karbohidrat membatasi asupan karbohidrat hingga 50 gram per hari selama dua hari. Padahal, pedoman diet menyarankan bahwa seseorang yang melakukan diet 2.000 kalori harus mengonsumsi 130 gram karbohidrat setiap hari. Perlu diketahui membatasi karbohidrat hingga 50 gram atau kurang per hari bisa menyebabkan kekurangan gizi.

Sehingga, Bruno menyarankan untuk mencari pola diet yang bisa dijalankan dalam jangka panjang. Biasanya, diet tersebut mencakup berbagai kelompok makanan dan zat gizi makro yang fokus pada makanan utuh, nabati, dan tidak diolah.

(elk/kna)



Sumber : health.detik.com

5 Alasan Protein Paling Efektif Menurunkan Berat Badan

Jakarta

Bagi yang ingin menurunkan berat badan secara alami, mengurangi porsi makan saja tidak cukup. Butuh pengaturan yang tepat, dan memperbanyak asupan protein adalah pilihan paling efektif menurut para pakar.

Protein merupakan salah satu makronutrien penting dalam menu makan sehari-hari. Fungsinya antara lain menjaga kesehatan tulang, otot, dan kulit. Kebutuhan tiap individu berbeda, dipengaruhi banyak faktor mulai dari usia, jenis kelamin, hingga ukuran tubuh.

Kaitannya dengan berat badan, banyak pakar merekomendasikan untuk memperbanyak protein jika ingin cepat kurus secara alamiah dan sehat. Dikutip dari Health.com, berikut ini alasannya.


1. Bikin cepat kenyang

Beberapa penelitian mengaitkan diet tinggi protein dengan rasa kenyang lebih cepat. Salah satunya karena protein meningkatkan hormon yang memicu rasa kenyang seperti Glucagon Like Peptide 1 (GLP-1) sebagaimana obat-obat diabetes mutakhir yang belakangan banyak dipakai untuk pasien obesitas.

2. Meningkatkan pembakaran kalori

Saat seseorang mengonsumsi makanan, tubuhnya menggunakan kalori untuk mencerna, menyerap, dan memetabolisme. Efek ini dikenal sebagai thermic effect of food (TEF). Protein memiliki TEF lebih tinggi dibanding lemak dan karbohidrat, yang berarti tubuh membakar kalori lebih banyak untuk mencerna protein.

3. Meningkatkan massa otot

Jaringan otot secara aktif membakar kalori lebih banyak dibanding lemak. Menggabungkan latihan beban dengan diet tinggi protein bisa mencegah hilangnya massa otot saat menjalankan program menurunkan berat badan.

4. Mendorong metabolisme

Bahkan saat tidak sedang beraktivitas secara fisik, jaringan otot tetap membakar lebih banyak kalori. Riset menunjukkan, diet tinggi protein bisa meningkatkan daily energy expenditure hingga 70-200 kalori.

5. Mencegah berat badan naik lagi

Menurunkan berat badan memang berat, tapi lebih berat lagi mempertahankannya untuk tidak naik lagi. Sebuah penelitian menyebut rata-rata seseorang mengalami peningkatan berat badan kembali sebanyak 50 persen dalam 2 tahun, dan 80 persen dalam 5 tahun. Diet tinggi protein mencegah hal itu terjadi.

(up/up)



Sumber : health.detik.com

5 Jus untuk Diet yang Bikin Pagimu Menyegarkan

Jakarta

Salah satu faktor yang membuat diet efektif adalah olahraga dan pola makan yang benar. Salah satu yang mudah dan enak dikonsumsi adalah jus buah atau sayuran.

Masing-masing buah dan sayuran mengandung nutrisi yang berbeda-beda. Kandungan yang baik untuk pelaku diet antara lain serat, mineral, vitamin, dan antioksidan.

Terutama karena seratnya, jus buah dan sayuran bisa membuat perut kenyang sehingga dapat mengendalikan nafsu makan. Nutrisi penting lainnya juga membuat tubuh tetap tercukupi kebutuhannya.


Apa saja jus buah dan sayur yang bagus untuk diet dan membuat pagi kamu jadi menyegarkan? Simak dalam artikel ini.

Pilihan Jus Buah dan Sayur untuk Diet

Dikutip dari Healthline, berikut daftar jus buah dan sayur untuk diet optimal dan menyegarkan diminum di pagi hari:

1. Jus Wortel

Wortel sering kali dimasak bersama sayuran lainnya. Rasanya yang agak manis membuatnya lebih disukai daripada sayuran hijau yang cenderung tawar maupun pahit.

Selain dimasak, wortel juga enak diolah dengan cara dijus. Jus wortel mengandung serat yang tinggi sehingga perut menjadi tahan kenyang lebih lama, sehingga bisa mengendalikan nafsu makan.

Terlebih wortel juga kaya vitamin A serta beta-karoten yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh, salah satunya adalah kesehatan mata.

2. Jus Semangka

Jus semangka juga nikmat diminum setelah berolahraga di pagi hari. Semangka yang rendah kalori membuat detikers tak perlu khawatir bobotnya akan naik.

Semangka juga mengandung banyak air yang dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang, sehingga mencegah dehidrasi. Selain itu, perut juga akan terasa kenyang dan menunda lapar.

Kandungan mikronutrien dalam semangka pun penting untuk tubuh, antara lain kalium, vitamin A, dan vitamin C.

3. Jus Bayam

Bayam tak hanya cocok dimasak menjadi sayur bening, bayam juga enak diolah sebagai jus. Jus bayam kaya akan serat dan rendah kalori.

Sebuah studi menunjukkan jus sayuran seperti bayam dapat mengurangi risiko kenaikan berat badan. Kandungan antioksidan pada bayam juga dapat melindungi tubuh dari peradangan dan kerusakan akibat radikal bebas.

4. Jus Buah Bit

Buah bit mengandung nitrat yang baik untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan otot. Nitrat ini juga bagus untuk menurunkan tekanan darah dengan cara melebarkan pembuluh darah agar sirkulasi menjadi lebih lancar.

Kandungan kalori dari buah bit ini rendah dan kaya akan serat. Kombinasi ini tepat jika dikonsumsi oleh para pelaku diet.

5. Jus Seledri

Seledri biasanya hanya digunakan sebagai pelengkap masakan. Namun daun ini juga enak dibuat jus. Kalorinya yang sangat rendah membuatnya cocok buat detikers yang sedang diet.

Beberapa studi menunjukkan bahwa makanan dan minuman rendah kalori dapat menunjang proses pembakaran lemak dan penurunan berat badan. Kandungan antioksidannya pun dapat mengurangi efek stres oksidatif dan melawan peradangan.

Itulah tadi 5 jus untuk para pelaku diet yang cocok diminum saat pagi hari. Imbangi pola makan sehat ini dengan olahraga teratur agar diet dapat berjalan sukses.

(bai/row)



Sumber : health.detik.com

Viral Vitamin D3 Disebut Bisa Bantu Turunkan BB, Dokter Gizi Bilang Gini


Jakarta

Baru-baru ini viral video di media sosial TikTok yang menyebut konsumsi vitamin D3 dapat membantu menurunkan berat badan.

Video tersebut menuai beragam komentar dari warganet. Beberapa di antaranya mengamini klaim itu, tetapi tak sedikit juga warganet yang mempertanyakannya.

“Di umur berapa kalian tahu kalau konsumsi vitamin D3 itu sangat membantu penurunan berat badan? Ini testimoni jujur ya selama gua program penurunan berat badan, selain intermittent fasting, jalan 10 ribu langkah sehari, kalori defisit,” ujar sang pengunggah dalam akun TikToknya @shexxxxxx, dilihat detikcom Senin (3/2/2025).


Meski begitu, pengunggah akun video tersebut mengklaim vitamin D3 yang dikonsumsi bukan sebagai obat penurunan berat badan, melainkan vitamin dan suplemen yang berfungsi untuk membantu menurunkan berat badan.

“Kalau kamu harap konsumsi vitamin D3, kamu langsung kurus, nggak kayak gitu. Kamu harus tetap olahraga, kamu harus tetap intermittent fasting, kamu harus tetap defisit kalori,” kata pengunggah tersebut.

Lantas, benarkah bisa membantu proses penurunan berat badan?

Dokter spesialis gizi Johanes C Chandrawinata, SpGK, mengatakan banyak penelitian yang menunjukkan bahwa IMT(indeks massa tubuh) dan kadar lemak tubuh yang tinggi dihubungkan dengan kadar vitamin D darah yang lebih rendah. Mengapa demikian?

“Ada pendapat yang mengatakan mungkin pengidap obesitas cenderung kurang asupan makanan kaya vitamin D. Ada pula yang menunjukkan perbedaan perilaku pengidap obesitas jarang terpapar matahari dan kemampuan konversi vitamin D oleh sinar matahari di kulit kurang,” katanya saat dihubungi detikcom, Senin (3/2).

“Lagi pula ada beberapa enzim yang diperlukan untuk mengubah vitamin D menjadi bentuk aktifnya mungkin lebih rendah pada pengidap obesitas,” katanya lagi.

Meski begitu, lanjut dr Johanes, penelitian tahun 2012 mengemukakan bahwa bila kadar vitamin D pengidap obesitas disesuaikan dengan ukuran tubuh, maka tidak terdapat perbedaan kadar vitamin D antara pengidap obesitas dan mereka yang memiliki berat badan normal.

Pengidap obesitas yang turun berat badannya, kata dr Johanes, kemungkinan akan mengalami kenaikan kadar vitamin D di dalam darah, sesuai dengan besarnya penurunan berat badan.

“Kadar vitamin D darah sedikitnya 20 ng/ml (50nmol/L) dianggap cukup untuk menjaga kekuatan tulang dan kesehatan secara keseluruhan,” imbuhnya.

Tak hanya itu, dr Johanes juga mengemukakan ada penelitian pada 218 pengidap obesitas dan overweight selama 1 tahun dan semuanya menjalani diet defisit kalori dan olahraga. Setengah peserta diberikan suplemen vitamin D, dan yang lainnya diberikan plasebo.

Pada akhir penelitian ternyata mereka yang diberikan suplemen vitamin D turun berat badan lebih banyak rata-rata 3,2 kg lebih daripada yang diberikan plasebo.

“Ada beberapa teori yg mencoba menjelaskan efek vitamin D terhadap penurunan berat badan. Beberapa penelitian menunjukkan vitamin D mungkin berpotensi mengurangi pembentukan sel lemak baru di dalam tubuh. Vitamin D juga dapat menekan penyimpanan sel lemak sehingga mengurangi akumulasi lemak,” katanya.

“Selain itu, vitamin D dapat meningkatkan kadar serotonin yang berperan menurunkan nafsu makan dan meningkatkan rasa kenyang, menurunkan berat badan dan menurunkan asupan kalori. Juga, kadar vitamin D darah yang lebih tinggi dihubungkan dengan meningkatnya kadar testosteron, hal mana memacu penurunan berat badan

Di sisi lain, dr Johanes mengatakan hanya dengan diet defisit kalori yang disertai jalan 10 ribu langkah per hari sudah pasti bisa membantu menurunkan berat badan.

(suc/kna)



Sumber : health.detik.com

Mau Coba Diet TWS yang Viral? Ini Menu Makan dan Latihannya

Jakarta

Diet TWS adalah singkatan dari “two weeks” diet atau program penurunan berat badan. Tagar #TWSProgram pun sempat heboh di media sosial beberapa waktu lalu.

Hasil diet ini dianggap menawarkan berat badan bak pramugari. Kenali lebih dalam mengenai diet TWS ini yuk!

Kenapa Program Diet TWS Mahal?

Dari catatan detikHealth, alasan program diet TWS mahal adalah karena wajib untuk minum suplemen protein. Itulah yang jadi salah satu alasan yang membuat program diet ini terkenal mahal. Tak heran, jika diet TWS disebut juga sebagai diet sultan.


Pada dasarnya, diet TWS adalah program diet yang menekankan keseimbangan antara asupan nutrisi yang tepat dengan aktivitas fisik yang rutin.

Berikut adalah rekomendasi menu makanan diet TWS:

1. Perbanyak Makan Sayuran Hijau dan Buah

Perbanyak konsumsi sayuran hijau atau suplemen serat. Dilansir MedicineNet, sayuran dan buah kaya akan serat akan membuat kita merasa kenyang lebih lama.

Selain itu, sayuran dan buah juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang memberi efek positif bagi tubuh.

2. Makan Sumber Protein

Protein menjadi komponen utama dalam diet TWS, karena protein memberikan rasa kenyang.

Dalam hal ini, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak energi untuk mencerna protein daripada karbohidrat. Makannya, tubuh menggunakan lebih banyak kalori untuk mencerna serta menyerap protein. Unggas dan ikan direkomendasikan.

3. Makan Ikan

Telah disinggung sebelumnya bahwa program TWS menekankan pada protein. Maka dari itu konsumsilah ikan, karena merupakan sumber protein yang baik.

Selain itu, ikan juga kaya akan lemak omega-3. Ikan sarden, salmon, dan trout bisa jadi pilihannya.

4. Hindari Makanan Manis

Makanan dan minuman manis sangat berkontribusi pada penambahan berat badan. Alternatifnya, ganti dengan pemanis alami seperti madu atau buah.

5. Kurangi Makan Lemak Jenuh

Lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol dalam darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung. Rata-rata pria tidak boleh mengkonsumsi lemak jenuh sebanyak 30 gram sehari, sedangkan wanita tidak lebih dari 20 gram.

Lemak jenuh ditemukan pada makanan seperti potongan daging merah berlemak, sosis, mentega, keju, krim.

6. Beralih ke Produk Biji-bijian Utuh

Cobalah untuk menghindari produk gandum, karena tubuh mengubah gandum menjadi gula. lebih cepat daripada biji-bijian lainnya. Maka beralihlah ke produk biji-bijian utuh.

7. Konsumsi Cairan yang Cukup

Air jadi salah satu asupan terbaik dalam upaya menurunkan berat badan. Air bermanfaat dalam membantu membersihkan racun dari tubuh dan meningkatkan fungsi saluran pencernaan.

8. Rutin Melakukan Sarapan

Sarapan berperan penting untuk membuat tubuh tetap bugar. Saat sarapan, pilihlah makanan tinggi serat, rendah lemak, gula, dan garam.

9. Kurangi Konsumsi Garam

Kelebihan garam akan menyebabkan retensi air dalam tubuh. Di mana, air membentuk sekitar 55-60 % dari berat tubuh.

Jadi, saat sedang berusaha menurunkan berat badan hindari mengkonsumsi garam selama minggu.

Selain menjaga pola makanan yang sehat, diet TWS perlu dibarengi dengan olahraga. Berikut adalah rekomendasi latihan yang bisa dilakukan saat menjalankan diet TWS:

  • Latihan push up
  • Latihan tuck-ups
  • Skipping (lompat tali).

Perlu diingat, sebelum memutuskan untuk menjalani program diet, kamu mungkin ingin berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui berapa banyak bb yang perlu diturunkan. Ahli yang berkualifikasi akan memberikan cara terbaik untuk mencapainya.

(khq/fds)



Sumber : health.detik.com

Mau Coba Diet TWS yang Viral? Ini Menu Makan dan Latihannya

Jakarta

Diet TWS adalah singkatan dari “two weeks” diet atau program penurunan berat badan. Tagar #TWSProgram pun sempat heboh di media sosial beberapa waktu lalu.

Hasil diet ini dianggap menawarkan berat badan bak pramugari. Kenali lebih dalam mengenai diet TWS ini yuk!

Kenapa Program Diet TWS Mahal?

Dari catatan detikHealth, alasan program diet TWS mahal adalah karena wajib untuk minum suplemen protein. Itulah yang jadi salah satu alasan yang membuat program diet ini terkenal mahal. Tak heran, jika diet TWS disebut juga sebagai diet sultan.


Pada dasarnya, diet TWS adalah program diet yang menekankan keseimbangan antara asupan nutrisi yang tepat dengan aktivitas fisik yang rutin.

Berikut adalah rekomendasi menu makanan diet TWS:

1. Perbanyak Makan Sayuran Hijau dan Buah

Perbanyak konsumsi sayuran hijau atau suplemen serat. Dilansir MedicineNet, sayuran dan buah kaya akan serat akan membuat kita merasa kenyang lebih lama.

Selain itu, sayuran dan buah juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang memberi efek positif bagi tubuh.

2. Makan Sumber Protein

Protein menjadi komponen utama dalam diet TWS, karena protein memberikan rasa kenyang.

Dalam hal ini, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak energi untuk mencerna protein daripada karbohidrat. Makannya, tubuh menggunakan lebih banyak kalori untuk mencerna serta menyerap protein. Unggas dan ikan direkomendasikan.

3. Makan Ikan

Telah disinggung sebelumnya bahwa program TWS menekankan pada protein. Maka dari itu konsumsilah ikan, karena merupakan sumber protein yang baik.

Selain itu, ikan juga kaya akan lemak omega-3. Ikan sarden, salmon, dan trout bisa jadi pilihannya.

4. Hindari Makanan Manis

Makanan dan minuman manis sangat berkontribusi pada penambahan berat badan. Alternatifnya, ganti dengan pemanis alami seperti madu atau buah.

5. Kurangi Makan Lemak Jenuh

Lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol dalam darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung. Rata-rata pria tidak boleh mengkonsumsi lemak jenuh sebanyak 30 gram sehari, sedangkan wanita tidak lebih dari 20 gram.

Lemak jenuh ditemukan pada makanan seperti potongan daging merah berlemak, sosis, mentega, keju, krim.

6. Beralih ke Produk Biji-bijian Utuh

Cobalah untuk menghindari produk gandum, karena tubuh mengubah gandum menjadi gula. lebih cepat daripada biji-bijian lainnya. Maka beralihlah ke produk biji-bijian utuh.

7. Konsumsi Cairan yang Cukup

Air jadi salah satu asupan terbaik dalam upaya menurunkan berat badan. Air bermanfaat dalam membantu membersihkan racun dari tubuh dan meningkatkan fungsi saluran pencernaan.

8. Rutin Melakukan Sarapan

Sarapan berperan penting untuk membuat tubuh tetap bugar. Saat sarapan, pilihlah makanan tinggi serat, rendah lemak, gula, dan garam.

9. Kurangi Konsumsi Garam

Kelebihan garam akan menyebabkan retensi air dalam tubuh. Di mana, air membentuk sekitar 55-60 % dari berat tubuh.

Jadi, saat sedang berusaha menurunkan berat badan hindari mengkonsumsi garam selama minggu.

Selain menjaga pola makanan yang sehat, diet TWS perlu dibarengi dengan olahraga. Berikut adalah rekomendasi latihan yang bisa dilakukan saat menjalankan diet TWS:

  • Latihan push up
  • Latihan tuck-ups
  • Skipping (lompat tali).

Perlu diingat, sebelum memutuskan untuk menjalani program diet, kamu mungkin ingin berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui berapa banyak bb yang perlu diturunkan. Ahli yang berkualifikasi akan memberikan cara terbaik untuk mencapainya.

(khq/fds)



Sumber : health.detik.com

Viral Diet 90-30-50, Ini Rekomendasi Menu Makanan dari Pakar


Jakarta

Media sosial belakangan tengah ramai dengan fenomena diet 90-30-50 yang diklaim efektif menurunkan berat badan hingga 8 kg dalam waktu dua bulan saja. Metode diet ini dilakukan dengan cara mengombinasi makanan-makanan seperti protein, serat, dan lemak sehat.

Sebagai informasi, diet 90-30-50 diperkenalkan oleh seorang ahli diet di Amerika Serikat Courtney Kassis pada 2023. Dirinya menciptakan diet ini karena didiagnosis mengidap penyakit Hashimoto, yang menyebabkan ia kesulitan menurunkan berat badan.

Menurut Courtney, metode diet ini mengharuskan seseorang mengatur pola makan dengan asupan 90 gram protein, 30 gram serat, dan 50 gram lemak. Sejak melakukan metode diet ini, Courtney mengaku sukses menurunkan berat badan dari 58 kg menjadi 50 kg dalam waktu kurang lebih dua bulan.


Dikutip dari Times of India, ahli gizi Catherine Gervacio, RND mengatakan kandungan protein yang cukup pada metode ini memang efektif untuk mendukung pemeliharaan, perbaikan, dan rasa kenyang.

“Rekomendasi umum adalah 0,8 hingga 1 gram per satu kg berat badan untuk orang dewasa,” kata Gervacio.

“Mengenai serat, jumlahnya (pada metode diet ini) cukup untuk mengatur gula darah, meningkatkan kesehatan usus, dan meningkatkan rasa kenyang. Kebanyakan orang tidak memenuhi anjuran 25 gram (untuk wanita) dan 38 gram (untuk pria) setiap hari,” sambung dia.

Mengenai lemak sehat, ahli diet Trista Best, MPH, RD, LD mengatakan seseorang harus memprioritaskan lemak sehat jika ingin mengikuti metode diet ini. Best juga merekomendasikan untuk membatasi lemak jenuh dan menghindari lemak trans.

“Lemak sehat meliputi lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal seperti yang bisa ditemukan di ikan salmon, biji chia, tahu, almond, dan alpukat,” kata Best.

Berikut makanan-makanan yang dianjurkan untuk diet 90-30-50. Namun, perlu dicatat bahwa hasil dari metode diet ini mungkin akan berbeda pada masing-masing orang, tergantung dengan kondisi kesehatan dan sistem metabolisme masing-masing.

  • Protein: daging ayam, daging sapi, telur, kalkun, yogurt Yunani, dan keju cottage.
  • Serat: sayuran berdaun hijau, brokoli, kembang kol, biji chia, biji rami, kacang almond, dan buncis.
  • Lemak sehat: kacang-kacangan dan selai kacang, biji-bijian, alpukat, minyak zaitun.

Ahli gizi diet Shelley Balls, MDA, RDN, LDN mengatakan metode ini diet terbilang “sangat efektif” untuk membantu menurunkan berat badan. Pasalnya, mengonsumsi protein yang cukup memang bisa membantu menjaga massa otot.

Balls menambahkan konsumsi serat harian yang cukup dapat membantu seseorang untuk merasa kenyang lebih lama. Efek anti-inflamasi pada lemak sehat juga efektif dalam membantu menurunkan berat badan seseorang.

(dpy/naf)



Sumber : health.detik.com