Tag: elektronik

  • Pahami Pengertian, Jenis, dan Fungsinya


    Jakarta

    Sistem kelistrikan yang ada di setiap bangunan rumah hingga perkantoran tak terlepas dari risiko korsleting. Untuk itu, terdapat satu komponen penting yang berperan sebagai pengaman instalasi listrik, namanya MCB atau Mini Circuit Breaker.

    Adanya MCB dalam sistem listrik antara lain adalah untuk memutus arus listrik berlebih secara otomatis yang berpotensi menyebabkan korsleting. MCB sendiri memiliki beragam jenis dan fungsi. Apa saja jenis dan fungsinya? Simak di artikel berikut.

    Pengertian MCB Listrik

    Miniature Circuit Breaker atau kerap disingkat MCB merupakan sebuah alat dalam instalasi listrik yang berfungsi sebagai pembatas sekaligus pengaman dari arus listrik pendek. Mengutip dari buku Instalasi Listrik Industri oleh Djoko Laras Budiyo Taruno dkk, MCB dilengkapi dengan komponen relay elektromagnetik dan Thermis atau bimetal.


    Ketika terdapat aliran berlebih, komponen bimetal akan melengkung dan memutuskan kontak MCB (trip). Selain komponen relay elektromagnetik dan bimetal, terdapat juga solenoid yang berperan untuk memutuskan MCB saat terjadi aliran listrik singkat.

    Secara umum, MCB terdiri atas 9 arus nominal, diantaranya adalah 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, dan 32A. Berdasarkan penjelasan pada buku Transmisi dan Distribusi oleh Hendro Widiarto, arus nominal tersebut ditentukan dari besarnya aliran yang dapat dihantarkan. Karena banyak yang menggunakan daya listrik 450 VA (Volt Ampere), sebagian besar pelanggan PLN di Indonesia masih menggunakan MCB dengan arus nominal 2A (ampere).

    Jenis-jenis MCB Listrik

    Komponen MCB terbagi menjadi beberapa jenis sesuai karakteristik tripnya. Adapun jenis-jenis MCB listrik yang dirangkum dari laman Wilsoncables adalah sebagai berikut:

    1. MCB Tipe B

    MCB Tipe B merupakan jenis MCB standar yang biasa dipasang pada bangunan domestik. Tipe MCB ini akan mengalami putus jaringan transmisi listrik atau trip ketika arus beban listrik lebih besar 3-5 kali lipat dari arus maksimum atau arus nominal.

    2. MCB Tipe C

    MCB Tipe C cenderung lebih banyak dijumpai pada perangkat listrik dengan arus yang lebih tinggi, seperti misalnya lampu, motor, dan lain sebagainya. Listrik jeglek atau trip pada jenis MBC ini dapat terjadi saat aliran listrik 5-10 kali lebih besar dari arus nominal MCB.

    3. MCB Tipe D

    Jenis MCB listrik berikutnya adalah MCB Tipe D. Tipe MCB ini bisa ditemukan pada peralatan listrik yang menghasilkan lonjakan arus besar seperti pada perangkat kapasitor, transformator, peralatan las, atau mesin X-Ray. MCB Tipe D berpotensi mengalami trip ketika aliran listrik lebih besar 10-20 kali lipat dari beban yang seharusnya.

    4. MCB Tipe K

    MCB tipe K merupakan opsi komponen MCB yang bagus untuk berbagai jenis mesin. MCB tipe ini akan mengalami perubahan trip saat lonjakan arus mencapai 8-12 kali lebih besar dari batas maksimum beban yang direkomendasikan.

    5. MCB Tipe Z

    Berbeda dengan tipe MCB sebelumnya,MCB tipe Z bersifat khusus dan hanya diperuntukkan bagi perangkat-perangkat tertentu yang rentan terhadap korsleting, seperti semikonduktor. MCB tipe ini juga lebih sensitif, ia akan trip atau jeglek saat lonjakan arus mencapai 2-3 kali lipat lebih besar dari beban arus yang seharusnya.

    Fungsi MCB Listrik

    Setelah tadi membahas pengertian dan jenis-jenis MCB, berikut beberapa fungsi penting dari MCB dalam sistem listrik yang perlu diketahui:

    1. Pengaman dari Arus Pendek

    Seringkali kebakaran pada bangunan rumah atau pasar bersumber dari masalah hubungan arus pendek atau korsleting. Korsleting dapat terjadi karena sejumlah faktor, misalnya saja akibat mengambil sumber listrik langsung dari tiang listrik, sehingga arus listrik langsung dilewatkan ke saklar dan diteruskan ke lampu atau perangkat elektronik lain.

    Selain itu, bunga api juga dipicu karena tidak adanya pengaman yang mencegah instalasi listrik dari korsleting akibat beban arus yang melebihi batas kemampuan kabel. Karena itulah, MCB hadir sebagai pengaman sistem listrik dari risiko korslet.

    2. Sakelar Utama dalam Rumah

    Selain sebagai pengaman yang mencegah dari hubungan arus pendek, MCB juga memiliki fungsi penting sebagai saklar utama yang ada dalam setiap rumah. Dengan MCB, kita dapat memutus semua aliran listrik dalam rumah ketika ingin memasang lampu atau kotak-kontak (steker). Kemudian, MCB juga penting untuk memutus aliran listrik sementara saat meninggalkan rumah.

    3. Mengamankan Beban Berlebih

    Fungsi berikutnya dari MCB yaitu untuk memutus beban arus listrik berlebih. Biasanya, pelanggan telah mengontrak listrik dengan besar daya tertentu dengan PLN. Contohnya, pelanggan mengontrak daya sebesar 450 VA (Volt Ampere). Maka, saat daya yang digunakan sudah lebih dari 450 VA, MCB akan trip atau putus secara otomatis. Kabel pun akan disesuaikan dengan besar daya yang dikontrak oleh pelanggan.

    4. Mendistribusikan Energi Listrik

    Manfaat terakhir dari adanya MCB adalah untuk membagikan atau menyuplai energi listrik ke ruangan-ruangan dalam rumah secara merata. Pembagian energi listrik ini dilakukan dengan tujuan agar jaringan instalasi listrik dapat bertahan lama dan meminimalisir menumpuknya beban pada kabel instalasi listrik.

    Selain itu, MCB juga membantu mencegah pemadaman listrik secara keseluruhan dalam rumah, sehingga line MCB lain masih bisa berfungsi normal ketika terjadi korsleting. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam buku Pemikiran-pemikiran yang Tersisa karya Guru-guru SMA/SMK/PK-PLK Jawa Timur.

    Dari pembahasan di atas, dapat dipahami bahwa penggunaan MCB sangat penting dalam menjaga efisiensi dan keamanan sistem listrik. Maka dari itu, pastikan untuk memilih jenis MCB yang tepat dan berkualitas tinggi bagi instalasi listrik di rumah atau kantor detikers ya.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Salah Pilih Kabel Listrik Bisa Bawa Petaka di Rumah


    Jakarta

    Memilih kabel listrik yang tepat untuk rumah adalah hal krusial yang sering diabaikan.

    Padahal, kesalahan dalam memilih kabel bisa menimbulkan berbagai risiko yang berbahaya, mulai dari kerusakan perangkat hingga kebakaran rumah.

    Overheating yang Berpotensi Kebakaran

    Salah satu risiko terbesar dari pemilihan kabel yang tidak sesuai adalah overheating. Kabel yang tidak mampu menahan arus listrik berlebih dapat memanas dengan cepat, melansir familyhandyman.com, tukang listrik biasanya menggunakan alat penguji tegangan non kontak, dan kamu juga sebaiknya memiliki alat tersebut.


    Jika dibiarkan, suhu tinggi ini dapat menyebabkan isolasi kabel terbakar, yang akhirnya berujung pada kebakaran rumah. Pastikan memilih kabel dengan kapasitas yang sesuai dengan beban listrik di rumah, konsultasikan dengan teknisi listrik jika kamu tidak yakin dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

    Korsleting Listrik

    Korsleting listrik terjadi ketika aliran listrik yang tidak sesuai atau arus pendek mengalir di dalam rangkaian. Ini biasanya disebabkan oleh penggunaan kabel yang tidak mampu menahan beban arus listrik yang besar. Korsleting tidak hanya dapat merusak perangkat elektronik, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran.

    Gunakan kabel dengan standar yang sudah teruji kualitasnya dan mampu menahan arus listrik yang diperlukan. Periksa juga instalasi listrik secara berkala untuk memastikan semua kabel dalam kondisi baik.

    Kerusakan Perangkat Elektronik

    Memilih kabel dengan spesifikasi yang salah, terutama yang tidak sesuai dengan kebutuhan arus listrik, bisa menyebabkan kerusakan perangkat elektronik. Ini disebabkan oleh arus listrik yang tidak stabil, yang membuat perangkat cepat rusak atau bahkan terbakar.

    Kamu bisa menggunakan kabel dengan ukuran yang tepat sesuai daya yang dibutuhkan oleh perangkat. Misalnya, untuk perangkat besar seperti AC dan kulkas, gunakan kabel dengan diameter yang lebih besar.

    Kejutan Listrik (Sengatan Listrik)

    Bahaya lain yang tak kalah serius adalah kejutan listrik. Ini bisa terjadi jika kabel yang dipilih tidak memiliki isolasi yang baik atau rusak. Risiko ini bisa sangat berbahaya, terutama jika penghuni rumah secara tidak sengaja menyentuh kabel yang terkelupas.

    Pilihlah kabel dengan isolasi yang tebal dan berkualitas baik. Hindari penggunaan kabel yang murah dan tidak jelas mereknya, karena biasanya memiliki kualitas isolasi yang buruk.

    Biaya Perbaikan yang Tinggi

    Memilih kabel yang salah bukan hanya menimbulkan risiko keselamatan, tetapi juga berdampak pada biaya perbaikan yang tinggi. Perangkat yang rusak akibat arus listrik yang tidak stabil atau korsleting membutuhkan biaya perbaikan atau penggantian yang mahal.

    Jangan berhemat pada kualitas kabel. Meskipun kabel berkualitas mungkin lebih mahal, ini adalah investasi jangka panjang yang akan melindungi rumah dan perangkat kamu dari kerusakan lebih lanjut.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Berbagai Jenis Kabel yang Ada di Rumah



    Jakarta

    Kabel merupakan komponen penting dalam instalasi listrik dan elektronik.

    Setiap jenis kabel memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda, tergantung pada kapasitas daya serta penggunaannya.

    Kabel Listrik

    Ilustrasi Colokan ListrikIlustrasi Colokan Listrik Foto: Foto: Getty Images/iStockphoto/smolaw11

    Kabel listrik adalah kabel yang digunakan untuk menyalurkan daya listrik dari sumber listrik ke peralatan elektronik, melansir wilsoncables.com, tanpa adanya kabel listrik, kita mungkin tidak bisa memanfaatkan fungsi peralatan dengan optimal.


    Kabel ini dirancang untuk menahan tegangan tinggi dan kuat dalam instalasi rumah, kantor, hingga industri.

    Contoh kabel listrik :

    Kabel NYM : Kabel ini memiliki isolasi ganda dan tahan terhadap air dan suhu, ideal untuk instalasi listrik permanen di rumah.

    Kabel NYY : Cocok untuk instalasi bawah tanah atau di luar ruangan, kabel ini memiliki pelindung ekstra agar tahan terhadap kerusakan fisik dan cuaca.

    Daya : Mulai dari 300V hingga 1000V.

    Fungsi: Menyalurkan daya listrik dari panel distribusi ke berbagai perangkat listrik seperti lampu, AC, dan mesin-mesin industri.

    Kabel Data

    cable to charge electronic gadgets and transfer data connectioncable to charge electronic gadgets and transfer data connection Foto: Thinkstock

    Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair): Kabel ini umum digunakan dalam instalasi jaringan komputer dan telekomunikasi.

    Kabel Coaxial: Digunakan untuk transmisi sinyal televisi dan internet.

    Daya: Tidak dirancang untuk menyalurkan daya tinggi, melainkan untuk sinyal atau data.

    Fungsi: Menghubungkan perangkat komunikasi atau jaringan, seperti komputer dan modem, untuk transfer data berkecepatan tinggi.

    Kabel Serat Optik (Fiber Optic Cable)

    Mendaur Ulang Sampah Kabel Serat OptikMendaur Ulang Sampah Kabel Serat Optik Foto: Ari Saputra

    Kabel serat optik adalah kabel modern yang digunakan untuk transmisi data dalam jumlah besar dan jarak jauh dengan sangat cepat. Kabel ini menggunakan cahaya untuk mengirimkan data, sehingga memiliki kecepatan lebih tinggi dibandingkan kabel tembaga.

    Daya: Kabel ini tidak menyalurkan daya listrik, melainkan sinyal cahaya.

    Fungsi: Digunakan dalam jaringan internet berkecepatan tinggi, jaringan telekomunikasi, serta dalam instalasi jaringan backbone antar server.

    Kabel HDMI

    High-Definition Multimedia Interface (HDMI) adalah kabel yang digunakan untuk mentransmisikan audio dan video digital antara perangkat seperti TV, komputer, konsol game, dan proyektor. Kabel ini mendukung transmisi data dengan kualitas tinggi.

    Daya: HDMI biasanya tidak dirancang untuk menyalurkan daya, namun beberapa versi terbaru dapat mengirimkan daya hingga 5V untuk mengoperasikan perangkat kecil seperti dongle streaming.

    Fungsi: Menyalurkan sinyal audio dan video berkualitas tinggi dari perangkat pemutar ke layar tampilan atau speaker.

    Kabel USB (Universal Serial Bus)

    USB TYPE-CUSB TYPE-C Foto: 20Detik

    Kabel USB adalah salah satu jenis kabel paling umum yang digunakan untuk menghubungkan perangkat elektronik seperti ponsel, komputer, dan perangkat periferal lainnya.

    Daya: Biasanya sekitar 5V hingga 20V tergantung pada versi USB.

    Fungsi: Menyalurkan daya dan data antara perangkat elektronik, seperti pengisian baterai ponsel atau transfer data antara komputer dan perangkat penyimpanan eksternal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Alasan Rumah Harus Pasang Aliran Listrik Terpisah Tiap Lantai



    Jakarta

    Rumah harus memiliki kapasitas listrik yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, apa pun perangkat elektronik yang akan digunakan dapat berfungsi. Salah satu yang bisa dilakukan agar aliran listrik sesuai dengan kebutuhan adalah dengan memasang MCB atau Miniature Circuit Breaker di beberapa tempat.

    Sebagai informasi, MCB merupakan komponen listrik yang dapat memutuskan aliran listrik di rumah. Biasanya aliran listrik yang mati disebabkan penggunaan yang berlebihan. Dengan satu tombol di MCB ini, kamu bisa mematikan dan menghidupkan lagi listrik di rumah. MCB ini letaknya di luar rumah.

    Menurut Produk Manager Produk Manager Schneider Electric Ivan Desian Kaulika, sebuah rumah yang memakai banyak perangkat elektronik, sebaiknya MCB-nya ditopang oleh beberapa MCB yang bekerja terpisah.


    Hal ini dikarenakan, rumah yang memiliki beberapa MCB dapat mencegah listrik di rumah mati seluruhnya apabila ada kerusakan. Jika masalah berada di lantai pertama, misalnya karena kebocoran listrik, maka yang perlu diperbaiki hanya lantai 1 saja. Listrik di lantai atas dapat beroperasi secara normal karena tidak terpengaruh.

    Cara ini juga dinilai cukup efektif karena biasanya perbaikan listrik memerlukan beberapa hari untuk datang ke rumah. Dengan hanya sebagian yang rusak, penghuni rumah tetap bisa beraktivitas seperti biasa, meskipun terbatas.

    “Jadi nggak satu rumahnya mati listriknya. Jadi kalau misalnya kita tahu matinya di situ, jadi tunggal listrik perbaikinya hanya di bagian itu saja. Jadi nggak perlu bongkar listrik satu rumah,” kata Ifan kepada detikProperti usai acara Innovation Talk: Rumah Nyaman Listrik Aman di Jakarta pada Rabu (2/10/2024).

    Lalu, alasan kedua adalah mencegah terjadinya korsleting listrik dan kebakaran di rumah.

    “Dengan makin banyak MCB, artinya dia kondisi korsletingnya lebih kecil kemungkinan terjadinya,” ujarnya.

    Cara menentukan jumlah MCB di rumah ditentukan dari jumlah kapasitas listrik yang dipakai di rumah. Semakin banyak perangkat listrik yang dipakai sebaiknya dipisah.

    Apabila rumah terdiri dari 2 lantai dan pemakaian listrik cukup besar dayanya, maka MCB sebaiknya dipisahkan. Dia menegaskan penentuan jumlah MCB per zona ini tidak ditentukan dari luas rumah.

    Lebih lanjut, dia menuturkan perangkat elektronik yang membutuhkan daya listrik yang besar adalah yang harus menghasilkan panas. Sebagai contoh water heater elektrik dan microwave. Selain itu, AC juga bisa menguras banyak daya listrik di rumah.

    “Elektronik yang paling banyak sebenarnya yang berhubungan dengan apa yang membuat panas. Water heater atau microwave, itu pasti pakai listrik aja. Atau yang membutuhkan gerak yang besar seperti AC,” pungkasnya.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Cek Aliran Listrik Aman atau Tidak, Biar Nggak Sering Jeglek!



    Jakarta

    Pemasangan instalasi listrik biasanya dilakukan bersamaan dengan pembangunan rumah karena peletakkannya di dalam. Terkadang bagi pembeli rumah siap huni, mereka tidak mengetahui kondisi instalasi yang dipasang aman atau tidak karena tidak mengawasi pembangunannya. Sementara, pengembang pasti mengatakan aman-aman saja.

    Lantas, bagaimana cara memastikan kondisi instalasi rumah aman atau tidak?

    Menurut, Business Vice President, Home and Distribution Schneider Electric Indonesia M. Farhan Lucky, hal paling mudah mengetahui instalasi listrik di rumah aman atau tidak adalah pada saat listrik di rumah turun atau jeglek. Biasanya, listrik yang suka jeglek dikarenakan kelebihan daya yang terpakai. Selain itu, jeglek juga bisa disebabkan karena kebocoran listrik.


    “Yang paling simple, untuk mengecek listrik rumah kita itu aman atau tidak adalah pada saat jeglek. Itu kayak kalau kita mau ngecek jantung kita, kita kan biasanya kan cek nadi kita tuh. Nah itu yang pertama tuh,” kata Farhan dalam acara ‘Innovation Talk: Rumah Nyaman Listrik Aman’ di Jakarta pada Rabu (2/10/2024).

    Biasanya listrik yang tiba-tiba mati masih bisa dihidupkan kembali dengan menarik tombol di MCB ke arah yang berlawanan. MCB adalah Miniature Circuit Breaker, sebuah komponen listrik yang dapat memutus arus listrik secara otomatis.

    Hadir di tempat yang sama, public figure dan influencer Andrew White, membagikan pengalamannya untuk mengecek instalasi listrik di rumah. Dia mengatakan caranya dengan menyalakan semua perangkat elektronik di rumah secara bersamaan.

    “Pas nyampe ke rumah yang KPR itu, nyalain aja semua AC-nya, kompornya, semua yang listrik-listrik itu,” imbuh Andrew.

    Dia menambahkan, apabila pada saat dinyalakan secara bersamaan, listrik di rumah langsung jeglek, kamu perlu minta pendampingan tenaga ahli untuk mengecek daya listrik di rumah dan berkonsultasi apakah perlu ditambah atau ada kesalahan lainnya.

    Produk Manager Produk Manager Schneider Electric Ivan Desian Kaulika juga turut menambahkan, pada saat pindahan rumah, terutama rumah siap huni, pemilik rumah harus memastikan tidak ada kabel listrik yang menjuntai. Apabila ada kabel yang terlihat di luar bangunan, maka itu sudah peringatan dan harus segera diperbaiki.

    “Harus lihat secara fisiknya. Ada yang di luar-luar nggak? Kalau lihat ada yang visible (terlihat) itu bahaya. Tetap ngga boleh ngecek sendiri. Harus (bersama) tukang listrik. Lihat kabelnya udah visible artinya red flag,” paparnya.

    Kemudian, tanda instalasi listrik tidak aman adalah pada saat memegang perangkat elektronik, kamu sering merasa tersetrum. Fenomena ini juga bisa menjadi pertanda.

    “Kemudian kalau menghidupkan alat elektronik kesetrum ngga? Itu bahaya, harus tanya ahli listrik. Itu biasanya pertanahannya nggak bener,” lanjutnya.

    Dia menegaskan selama melakukan pengecekan instalasi listrik, pemilik rumah harus didampingi oleh tenaga ahli agar lebih aman dan pasti. Meskipun sudah mengetahui beberapa tanda tadi, tetap perlu mendengar penilaian dari tenaga ahli mengenai kondisi instalasi listrik di rumah.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Antisipasi Sambaran Petir Biar Seisi Rumah Aman


    Jakarta

    Hujan lebat kerap kali disertai petir, sehingga berpotensi menyambar rumah. Meski kamu merasa aman berlindung di dalam rumah, fenomena ini bisa menyebabkan sejumlah kerusakan.

    Sambaran petir dapat menimbulkan kerusakan atap, korsleting listrik, bahkan kebakaran. Tentu kamu nggak akan mau mengalami hal seperti ini kan?

    Oleh karena itu, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi sambaran petir. Yuk, simak apa tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari Family Handy.


    Tips Antisipasi Sambaran Petir Kena Rumah

    Inilah cara mengantisipasi rumah tersambar petir agar rumah beserta isinya tidak rusak.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Penangkal petir adalah alat paling penting yang harus dipasang di rumah dan tidak boleh dilupakan terutama untuk bangunan tinggi. Bentuk penangkal listrik ini sederhana yakni sebuah batang logam yang ditancapkan di ujung atap.

    Batang itu dihubungkan ke kawat tembaga yang mengalir ke tanah, dihubungkan dengan batang logam lain yang terkubur di bawah tanah. Dengan begitu, tegangan dapat disalurkan dengan aman ke bumi. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Pasang Perangkat Pelindung Lonjakan Listrik

    Petir membawa muatan listrik yang besar, sehingga ada potensi terjadi lonjakan listrik di rumah kalau tersambar petir. Lonjakan listrik ekstrem dapat menyebabkan listrik di rumah padam hingga korsleting. Parahnya jika korsleting tersebut disertai ledakan dapat menyebabkan kebakaran.

    Solusinya adalah dengan memasang Surge Protector atau perangkat pelindung lonjakan arus. Pelindung ini dapat mencari, memblokir, dan mengalihkan tegangan di rumah. Alat ini sudah banyak dijual secara online dan mudah dipakai.

    3. Cabut Kabel Perangkat Elektronik

    Saat hujan disertai badai dan petir, sebaiknya tidak menyalakan perangkat elektronik seperti televisi, komputer, kabel pengisi daya ponsel, hingga peralatan portable. Sedangkan, untuk perangkat yang terkadang nggak bisa asal dimatikan yakni mesin cuci, pengering, dan kompor, atau kulkas sebenarnya masih aman asalkan tidak dipakai saat hujan badai.

    Itulah beberapa hal yang bisa kamu persiapkan untuk mengantisipasi hujan disertai petir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Barang Elektronik Ini Sebaiknya Dicabut dari Stop Kontak Usai Dipakai


    Jakarta

    Ada banyak perangkat elektronik yang terhubung ke stop kontak agar bisa menyala, mulai dari lemari es hingga komputer. Namun, ada sejumlah barang elektronik yang sebaiknya dicabut dari stop kontak setelah dipakai.

    Seperti kita tahu, barang-barang elektronik di rumah akan memakan daya listrik ketika dinyalakan. Bahkan, sejumlah benda elektronik punya watt yang cukup besar sehingga listrik cepat boros.

    Daripada tagihan listrik membengkak setiap bulannya, sebaiknya detikers mulai menerapkan hemat energi, salah satunya dengan mencabut barang-barang elektronik dari stop kontak usai dipakai. Apa saja barang-barang tersebut? Simak dalam artikel ini.


    Barang Elektronik yang Sebaiknya Dicabut dari Stop Kontak

    Dilansir situs Trulia, barang-barang elektronik yang selalu terhubung ke stop kontak dapat menambah tagihan listrik. Bahkan dalam kondisi mati sekalipun barang elektronik dapat memakan daya hanya dengan mencoloknya ke stop kontak, meski dayanya tidak sebesar saat menyala.

    Maka dari itu, disarankan untuk mencabut barang elektronik dari stop kontak setelah digunakan. Berikut daftar barang-barangnya yang dilansir Better Home & Gardens:

    1. Beberapa Peralatan Dapur

    Ada sejumlah peralatan dapur yang wajib terhubung ke listrik agar berfungsi optimal, seperti lemari es. Namun, ada juga peralatan dapur lainnya yang sebaiknya dicabut dari stop kontak ketika sudah digunakan.

    Beberapa peralatan dapur tersebut di antaranya microwave, coffee maker, rice cooker, hingga pemanggang roti. Jika sudah digunakan, sebaiknya cabut saja barang-barang tersebut dari stop kontak.

    Sebagai contoh, microwave yang tidak digunakan untuk memanaskan makanan masih tetap memakan daya. Sebab, terdapat jam digital yang selalu menyala selama 24 jam.

    2. Pengisi Daya atau Charger

    Pengisi daya atau charger smartphone dan laptop terkadang tidak dicabut dari stop kontak setelah digunakan. Beberapa orang menganggap jika hal itu tidak masalah, padahal secara tidak sadar dapat memakan daya listrik yang besar.

    Selain mengemat uang, mencabut charger dari stop kontak dapat mencegah terjadinya kerusakan pada charger itu sendiri. Sebab, charger yang digunakan untuk mengisi daya HP dan laptop mengeluarkan suhu cukup panas kalau tidak segera dicabut dari stop kontak.

    3. TV

    Banyak orang membiarkan TV tetap terhubung ke stop kontak, padahal barang elektronik tersebut jarang digunakan. Untuk menghemat energi, sebaiknya cabut TV dari stop kontak jika sedang tidak digunakan dalam waktu yang lama.

    Selain itu, jangan membiarkan TV tetap menyala saat tidur di malam hari. Beberapa orang sengaja menghidupkan TV agar dapat menemani tidur, akan tettapi mereka lupa jika langkah tersebut bikin boros listrik.

    4. Komputer

    Barang elektronik berikutnya adalah komputer. Apabila kamu berencana pergi dalam waktu lama dan meninggalkan komputer di rumah, sebaiknya cabut kelistrikan dari stop kontak untuk menghemat listrik. Cara ini juga bisa dilakukan setelah menggunakan komputer di malam hari.

    Membiarkan komputer dalam mode “Sleep” atau “Hibernate” pada dasarnya tidak membuat komputer benar-benar mati. Meski daya listrik yang dikeluarkan tidak besar, tetapi jika dibiarkan dalam waktu lama bisa memicu tagihan listrik membengkak.

    5. Peralatan Multimedia dan Hiburan

    Sebagian orang memiliki peralatan multimedia seperti home speaker dan soundbar di rumah. Jika memang tidak digunakan, sebaiknya cabut peralatan tersebut dari stop kontak.

    Selain itu, peralatan hiburan seperti konsol gim juga sebaiknya dicabut dari stop kontak jika tidak digunakan dalam waktu yang lama. Langkah ini guna menghemat daya listrik sekaligus menjaga perangkat tetap awet.

    Itulah lima perangkat elektronik di rumah yang sebaiknya dicabut dari stop kontak usai digunakan. Semoga bermanfaat!

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com