Tag Archives: elon musk

Elon Musk Lolos dari Gugatan Manipulasi Dogecoin!


Jakarta

Elon Musk dan perusahaannya Tesla lolos dari gugatan yang menuding mereka melakukan manipulasi harga kripto dogecoin, yang menyebabkan kerugian miliaran dolar AS. Keputusan tersebut dikeluarkan pada Kamis malam oleh Hakim Distrik AS Alvin Hellerstein di Manhattan.

Sejumlah investor menuduh orang terkaya di dunia itu menggunakan unggahan Twitter (sekarang X) dan membayar influencer untuk bertransaksi menggunakan dogecoin yang dikendalikannya. Ia juga dituding sengaja menaikkan harga dogecoin lebih dari 36.000% selama dua tahun dan kemudian membiarkannya jatuh.

Dilansir dari Reuters, Jumat (30/8/2024), Elon Musk kerap mengeluarkan pernyataan ke publik soal dogecoin yang mempengaruhi perdagangannya. Hal itu termasuk saat dia menjual dogecoinnya setelah mengganti logo Twitter dengan logo dogecoin Shiba Inu yang mendongkrak harga hingga 30%.


Hellerstein menilai cuitan Elon Musk yang menyebut dogecoin adalah mata uang masa depan dan bisa digunakan membeli Tesla adalah aspirasional dan berlebihan, tidak faktual dan rentan untuk dipalsukan. Artinya, kata dia, tidak ada investor yang dapat mengandalkan tweet tersebut untuk mengajukan klaim penipuan sekuritas.

Hellerstein menolak gugatan tersebut dengan prasangka, yang berarti tidak dapat diajukan lagi. Investor awalnya meminta US$ 258 miliar dan telah mengubah keluhan mereka sebanyak empat kali dalam dua tahun. Pengacara penggugat belum menanggapi permintaan komentar.

Sementara itu, pengacara Elon Musk mengatakan tidak ada yang salah dengan tweet kliennya yang tidak berbahaya dan sering kali konyol. Mereka juga mengatakan tidak ada bukti Musk memiliki dua rekening karena melakukan perdagangan mencurigakan, atau bahwa dia atau Tesla pernah menjual dogecoin.

Sejumlah investor diketahui melayangkan gugatan class action terhadap Elon Musk. Bos Tesla ini dituduh melakukan insider trading dan memanipulasi mata uang kripto Dogecoin hingga menimbulkan kerugian mencapai miliaran dolar Amerika Serikat (AS).

Para investor ini menuduh Musk melakukan manipulasi dengan memanfaatkan unggahan di Twitter, membayar influencer online, kemudian lewat penampilannya pada 2021.

(ily/das)



Sumber : finance.detik.com

Bitcoin Mendekati All Time High, Pakar Sebut Ini Faktor Penyebabnya


Jakarta

Menjelang penutupan bulan Oktober 2024, bitcoin (BTC) melanjutkan kenaikannya, mendekati level all-time high di sekitar US$73.750. Pada hari ini, harga BTC mencapai US$72.785 sebelum sedikit turun dan bertengger di angka US$72.290 pada pukul 08.00 WIB.

Bahkan dalam 24 jam terakhir, bitcoin mengalami penguatan sebesar 2,80% dan naik 7,5% dalam seminggu terakhir. Secara Year to Date (YTD) kenaikan bitcoin tercatat sekitar 66%.

Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha mengatakan momentum penguatan ini muncul di tengah optimisme pasar menjelang pemilihan umum di Amerika Serikat pada 5 November mendatang. Diperkirakan Pemilu Amerika Serikat akan berdampak pada kebijakan ekonomi dan sektor keuangan AS, termasuk pasar kripto.


Kenaikan ini juga dapat dikaitkan dengan sentimen ‘risk-on’ di tengah ekspektasi bahwa suku bunga The Fed mungkin akan kembali memotong suku bunganya sebesar 25 bps pada FOMC 7 November, yang memberikan ruang bagi Bitcoin untuk terus bergerak naik.

“Dari perspektif teknikal, Bitcoin telah berhasil breakout dari resistance trendline descending broadening wedge pattern hingga sempat mencapai US$72.785. Saat ini, terdapat potensi pelemahan terlebih dahulu yang dapat membawa BTC untuk menguji ulang area resistance trendline sebelumnya, yang kini juga menjadi area support di level US$ 69.000. Jika berhasil rebound maka besar peluang BTC untuk mencetak new All Time High dalam beberapa hari kedepan,” kata Panji dalam keterangan tertulis, Rabu (30/10/2024).

Dia mengatakan dalam beberapa bulan terakhir, produk ETF ini berhasil menarik miliaran dolar ke pasar kripto, terutama setelah penundaan persetujuan di awal tahun.

“ETF kripto memberikan cara baru bagi investor institusi untuk masuk ke pasar kripto yang sebelumnya dianggap terlalu berisiko,” ujar Panji.

Hingga kini, momentum positifETFbitcoin spot masih berlanjut terbukti bahwa adanyainflow sebesar US$479 juta pada perdagangan Senin (28/10/2024). Hal itu melanjutkan tren positif minggu lalu dengan lonjakan arus masuk hingga US$997 juta dalam periode perdagangan 21-25 Oktober 2024, dikutip dariSoSo Value.

Bitcoin mencapai rekor tertinggi baru di angka US$73,737 pada bulan Maret tepat dua bulan setelah ETF ini diluncurkan. Namun, aset ini mengalami tekanan pasca ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian mengenai suku bunga yang masih tinggi. Namun, keputusan bank sentral untuk menurunkan suku bunga bulan lalu kembali meningkatkan minat investor pada aset berisiko seperti bitcoin.

Dia pun optimistis hal itu bisa membuat bitcoin dan altcoin akan naik signifikan dalam beberapa waktu ke depan.

“Lingkungan suku bunga rendah memungkinkan investasi berisiko seperti kripto lebih menarik karena biaya pinjaman yang lebih rendah,” jelasnya.

Altseason 2024: Momentum bagi Altcoin?

Tidak hanya bitcoin yang mengalami kenaikan, altcoin diprediksi akan kembali bersinar layaknya altcoin season di tahun 2021 di mana ketika itu DeFi dan NFT menjadi sorotan. Saat ini, dominasi bitcoin (BTC.D) di pasar kripto telah mencapai angka 59,52%, mendekati 60%, angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Namun, kondisi ini juga membuka spekulasi mengenai datangnya ‘altseason’ atau periode di mana altcoin seperti Ethereum dan Solana cenderung mencatatkan performa yang lebih baik dibandingkan bitcoin.

“Pola ini sering kali terjadi setelah Bitcoin mencapai puncaknya, di mana investor mulai beralih ke aset kripto lain atau altcoin,” ungkapnya.

Pola teknikal rising wedge wedge yang terlihat dalam BTC.D menandakan potensi koreksi BTC.D yang bisa membuka jalan bagi altseason.

“Jika dominasi Bitcoin menurun, ini bisa menjadi sinyal awal altseason, di mana altcoin memiliki peluang untuk tumbuh dengan cepat,” lanjut Panji.

Beberapa altcoin utama seperti Ethereum, Solana, hingga meme coin dapat menjadi pilihan menarik bagi trader.

BTC Siap Cetak Rekor Tertinggi Baru?

Dia mengatakan dengan dukungan ETF dan tren peningkatan minat investor institusi membuat bitcoin berada di jalur untuk mencapai rekor tertinggi baru. Potensi untuk menembus level rekor baru tentu ada, terutama jika bitcoin berhasil bertahan di atas level US$70,000.

“Namun, investor juga harus berhati-hati terhadap potensi koreksi yang bisa terjadi kapan saja, terutama di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Dengan demikian, kombinasi antara faktor teknikal dan sentimen pasar menjelang pemilu akan menjadi penentu apakah bitcoin mampu bertahan atau bahkan mencetak rekor baru dalam waktu dekat,” tutupnya.

Lihat Video: Elon Musk Dinyatakan Tak Bersalah Atas Tudingan Manipulasi Dogecoin

[Gambas:Video 20detik]

(anl/ega)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Pecah Rekor Lagi Jadi US$ 76.000, Ini Penyebabnya


Jakarta

Harga Bitcoin (BTC) kembali mencapai rekor tertinggi atau All Time High (ATH) pada harga US$76.000, atau sekitar Rp1,2 Miliar yang didorong oleh beberapa faktor. Di antaranya, kemenangan Donald Trump pada pemilihan presiden AS, serta meningkatnya minat dari kalangan institusional.

Hal ini disebabkan oleh sentimen positif yang menguat di pasar kripto. Ekspektasi investor terkait hasil Pilpres AS di mana Donald Trump mengungguli Kamala Harris.

Trump dikenal memiliki sikap mendukung kebijakan yang pro terhadap aset digital dan sektor teknologi, sehingga memberikan pengaruh positif terhadap pasar kripto.


Selain itu, Trump juga berencana untuk membentuk cadangan Bitcoin nasional dan menjadikan Amerika sebagai pemimpin global dalam hal aset Bitcoin. Selain faktor politik, pergerakan dana institusional di pasar juga menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga Bitcoin belakangan ini.

Data dari Farside Investors menunjukkan bahwa pada 6 November 2024, ETF Bitcoin mencatat arus masuk sebesar US$621,9 juta pasca kemenangan Trump meningkat. CEO Indodax, Oscar Darmawan, menilai bahwa fenomena ini mencerminkan betapa kuatnya pengaruh peristiwa politik AS terhadap harga Bitcoin.

“Ketika Bitcoin mencapai rekor harga tertingginya, ini menunjukkan kepercayaan dan harapan yang besar dari para investor. Faktor politik, seperti kemenangan Trump yang pro kripto pada Pilpres AS, memberikan dorongan psikologis yang signifikan di pasar,” ungkap Oscar. Oscar juga menggarisbawahi peran penting institusi besar dalam adopsi Bitcoin.

“Adopsi Bitcoin bukan hanya didorong oleh para investor ritel, tetapi juga semakin kuat di kalangan institusi keuangan, terutama setelah adanya pengajuan ETF Spot Bitcoin dari perusahaan besar seperti BlackRock. Hal ini menunjukkan perubahan persepsi institusi terhadap aset kripto yang kini dilihat sebagai instrumen investasi jangka panjang,” tambah Oscar.

Oscar menguraikan bahwa permintaan dari kalangan institusional, yang cenderung lebih stabil dan berjangka panjang, memberikan dampak terhadap keberlanjutan harga Bitcoin di level tinggi. “Ketika institusi mulai berinvestasi dalam Bitcoin, mereka membawa likuiditas yang lebih besar dan legitimasi ke pasar kripto. Ini menjadi bukti bahwa Bitcoin semakin diterima di kalangan mainstream dan bukan sekadar aset spekulatif semata,” jelas Oscar.

Sebagai platform perdagangan aset digital terbesar di Indonesia, Indodax mengingatkan para investor untuk tetap berhati-hati dalam berinvestasi dan mempertimbangkan risiko yang ada akibat volatilitas pasar kripto. Indodax terus berkomitmen untuk menyediakan akses mudah ke aset digital serta memastikan keamanan dan transparansi dalam setiap transaksi bagi para pengguna

Simak juga video: Elon Musk Dinyatakan Tak Bersalah Atas Tudingan Manipulasi Dogecoin

[Gambas:Video 20detik]

(kil/rrd)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Cetak Rekor Lagi, Diprediksi Bisa Tembus Rp 1,5 M


Jakarta

Harga mata uang kripto, Bitcoin, tembus di atas US$ 89.000 atau Rp 1,39 miliar (kurs Rp 15.700) usai kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS). Harga Bitcoin diperkirakan terus naik hingga US$ 100.000 atau Rp 1,57 miliar.

Dikutip dari CNBC, Senin (12/11/2024), Coin Metrics melaporkan nilai kripto sempat naik hingga 12% ke posisi US$ 89.174. Bahkan belum lama ini, mencapai titik tertinggi baru di US$ 89.623.

Ether naik lebih dari 7% menjadi US$ 3.371,79 setelah kenaikan 30% dalam seminggu terakhir. Token keuangan terdesentralisasi yang terkait dengan Cardano naik 4,7%. Dogecoin terus naik, naik hampir 24%.


Dalam sesi perdagangan reguler pada Senin, Coinbase ditutup naik 19,8%, sementara MicroStrategy naik lebih dari 25,7%. Kedua saham tersebut lebih tinggi dalam perdagangan yang diperpanjang.

Kepala Keuangan dan Pasar di platform investasi Hargreaves Lansdown, Susannah Streeter, mencatat bahwa kenaikan kripto terjadi di tengah euforia pasar yang dipicu oleh kemenangan Trump minggu lalu.

“Janjinya untuk berinvestasi penuh pada kripto telah membawa Bitcoin ke rekor baru,” kata Streeter.

Selama kampanye, Trump memberikan banyak janji kepada industri kripto, termasuk menjadikan AS sebagai Ibu Kota Kripto. Ia juga bersikeras bahwa semua Bitcoin harus ditambang di negara tersebut.

Dia juga berjanji untuk melengserkan Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS Gary Gensler, yang telah melakukan pendekatan agresif terhadap kripto. Langkah ini dijanjikannya meskipun presiden tidak memiliki kewenangan untuk melakukannya.

Beberapa analis memperkirakan kripto terus meningkat. Disebut-sebut nilai Bitcoin dapat melesat hingga US$ 100.000 pada akhir tahun, menandai tonggak sejarah baru.

“Sebagian alasannya (kenaikan nilai kripto) adalah karena sifat pemerintahan Trump yang ramah terhadap kripto, yang diharapkan oleh para investor akan menghasilkan kejelasan regulasi di AS,” katanya.

Simak juga video: Elon Musk Dinyatakan Tak Bersalah Atas Tudingan Manipulasi Dogecoin

[Gambas:Video 20detik]

(shc/ara)



Sumber : finance.detik.com

Elon Musk Dapat Jabatan dari Donald Trump, Dogecoin Langsung Meroket!


Jakarta

Harga Dogecoin melonjak tinggi pada Selasa malam usai Presiden AS terpilih Donald Trump mengumumkan pembentukan Departemen Efisiensi Pemerintah (Department of Government Efficiency), yang ia sebut sebagai ‘DOGE’.

Melansir dari CNBC International, Rabu (13/11/2024), Trump mengatakan CEO Tesla Elon Musk dan mantan kandidat presiden dari Partai Republik Vivek Ramaswamy, akan memimpin departemen tersebut.

“Mereka akan membuka jalan bagi pemerintahan saya untuk membongkar birokrasi pemerintah, memangkas peraturan yang berlebihan, memotong pengeluaran yang boros, dan merestrukturisasi Badan-Badan Federal,” jelas Trump.


Dogecoin terakhir naik hampir sebesar 20% dan telah menjadi salah satu pemenang terbesar pasca pemilu, memperoleh 153% sejak hari pemilu dibandingkan dengan bitcoin yang kenaikannya sebesar 30% pada periode yang sama. Dogecoin juga melampaui XRP minggu ini untuk menjadi cryptocurrency terbesar keenam berdasarkan kapitalisasi pasar.

Memecoin dipandang sebagai ukuran minat ritel dan selera risiko terhadap kripto. Ketika aktivitas memecoin meningkat, biasanya hal ini menunjukkan bahwa investor ritel berpartisipasi dan memiliki keinginan untuk berspekulasi lebih jauh mengenai kurva risiko.

Trump awalnya melontarkan gagasan komisi efisiensi pada bulan September. Sejak itu, Musk telah mengunggah di kanal media sosialnya X, menyebut komisi tersebut sebagai Departemen Efisiensi Pemerintah atau D.O.G.E.

Dogecoin memperoleh relevansi pada tahun 2021 setelah dukungan Musk dan sensasi terus-menerus di media sosial, yang sejak itu menjadi katalis besar bagi koin tersebut. Pada bulan Mei tahun itu, unggahan Musk memicu kenaikan Dogecoin ke level tertinggi sepanjang masa sebesar 67 sen per Coin Metrics.

Meskipun sebelumnya Musk menyebut Dogecoin sebagai ‘sebuah hiruk pikuk’, membuat harganya anjlok. Pasar kripto lainnya sedang jeda dari reli pasca-pemilu. Bitcoin diperdagangkan datar di sekitar US$ 87.000, setelah sempat menyentuh US$ 90.000 pada perdagangan sore hari. Saham kripto Coinbase dan Strategi Mikro masing-masing lebih rendah sebesar 1% dan 2%, dalam perdagangan yang diperpanjang.

(fdl/fdl)



Sumber : finance.detik.com

5 Rekomendasi Aplikasi Kripto Terbaik, Mumpung Harga Bitcoin Naik


Jakarta

Kripto masih menjadi salah satu pilihan utama untuk investasi di tahun 2024. Seiring meningkatnya minat terhadap aset digital, memilih aplikasi trading kripto yang andal sangat penting.

Selain jumlah aset yang tersedia, pastikan aplikasi memiliki fitur lengkap dan lisensi resmi untuk keamanan bertransaksi. Berikut ini adalah 5 aplikasi trading kripto di Indonesia yang bisa kamu pertimbangkan seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Pluang


Pluang Foto: Pluang

Pluang menawarkan lebih dari 1000+ aset, termasuk 350+ koin kripto, saham AS, ETF, reksa dana, dan emas, cocok bagi investor yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka dengan berbagai variasi aset tersebut. Keberagaman ini juga memberikan fleksibilitas bagi pengguna pemula maupun pro untuk menyesuaikan strategi investasi mereka.

Bagi investor maupun trader menengah hingga expert, bisa mengakses Pro Features dari aplikasi yang menawarkan biaya dan spread terendah ini. Pro Features Pluang mencakup web trading tercanggih dengan dukungan advanced orders dalam mode terlengkap di pasar saat ini, seperti Market, Limit, Stop Market, dan Stop-Limit.

Selain itu, pengguna juga mungkin untuk menyesuaikan trading watchlist mereka serta menggunakan lebih dari 100 indikator di chart tanpa batasan, semuanya secara gratis. Sementara itu, pengguna baru juga akan mendapat penawaran menarik dari Pluang berupa 0% biaya transaksi kripto dan saham AS. Hal ini menjadikannya pilihan yang sangat ramah baik untuk pemula maupun profesional.

Pluang juga sangat mengutamakan keamanan dan legalitas. Aplikasi ini menjadi salah satu yang pertama di Indonesia dengan lisensi penuh sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK). Lisensi ini adalah bentuk perlindungan bagi investor, memastikan perdagangan aset kripto di Pluang telah resmi, dan memenuhi ketentuan perizinan dari Bappebti. Selain itu, lisensi ini membuktikan Pluang telah memenuhi standar operasional dan teknologi yang handal, sehingga memberikan jaminan keamanan bagi penggunanya.

Tidak hanya menawarkan kelengkapan variasi dan kelas aset, aplikasi yang dipercaya oleh lebih dari 11 juta pengguna ini menawarkan fitur terbaru yang membedakan dari kompetitor, yaitu Opsi Saham Amerika (US Stock Options). Meski masih dalam tahap beta, fitur ini termasuk salah satu yang terbaru di Indonesia, dan memungkinkan trader untuk memperoleh keuntungan baik saat pasar saham naik maupun turun.

Bagi pengguna dengan Nilai Investasi Bersih minimum Rp 100.000.000 akan secara otomatis tergabung dalam program eksklusif Pluang Plus. Terdapat berbagai keuntungan spesial yang didapatkan seperti akses ke pertemuan online ataupun offline oleh sesama investor, petinggi Pluang serta financial influencer dan expert. Pengguna Pluang Plus juga bisa menikmati biaya transaksi Saham AS yang lebih rendah dibanding pengguna reguler.

2. Pintu

Investor pemula di dunia kripto bisa mencoba aplikasi Pintu yang fokus pada kemudahan penggunaan. Pintu menawarkan lebih dari 300+ koin kripto dan fleksibilitas yang cukup luas bagi penggunanya. Salah satu fitur unggulan Pintu termasuk Web3 yang merupakan crypto wallet yang menggunakan teknologi multi-party computation (MPC).

Ini memudahkan pengguna untuk mengakses berbagai dApps, mendukung beberapa jaringan blockchain (Ethereum, BNB Smart Chain, Polygon, dll), serta mengelola aset crypto dan NFT dengan pelengkap lapisan keamanan tambahan Firewall. Pintu juga memiliki fitur Price Alert yang memungkinkan pengguna mendapat notifikasi saat harga aset kripto mencapai level tertentu. Fitur ini dapat membantu pengambilan keputusan trading dengan cepat.

Untuk keamanan yang lebih optimal, Pintu memiliki 2FA dan Google Authenticator. Aplikasi ini menjadi pilihan populer bagi mereka yang baru memulai investasi di aset digital dengan tampilan yang sederhana dan fitur-fitur yang fokus pada kripto.

3. Indodax

Indodax merupakan salah satu platform kripto terbesar dan tertua di Indonesia yang menawarkan lebih dari 410+ koin kripto dengan volume perdagangan harian yang tinggi. Aplikasi ini terkenal akan fitur Pro-nya yang menawarkan pengalaman trading secara lebih mendalam. Selain itu, dukungan integrasi dengan Trading View dan Web Trading untuk analisis harga yang lebih akurat.

Bukan hanya fitur Pro, Indodax juga menawarkan program Indodax Prioritas yang memberikan special fee bagi pengguna prioritas. Fitur unggulan lainnya termasuk Crypto Earn, yang memungkinkan pengguna mendapatkan bunga dari aset kripto yang disimpan.

4, Tokocrypto

Tokocrypto merupakan aplikasi trading kripto yang berkolaborasi dengan Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia. Aplikasi ini menawarkan lebih dari 340+ koin kripto dan berbagai pilihan aset untuk pengguna, yang menjadikannya salah satu platform terlengkap di Indonesia.

Beberapa fitur unggulannya adalah Crypto Earn, Order Book, serta dukungan untuk Advanced Order dan Web Trading. Tokocrypto juga menawarkan biaya transaksi lebih rendah bagi pengguna prioritas lewat program Tokocrypto VIP.

5. Reku

Berikutnya, Reku adalah platform kripto yang menawarkan lebih dari 175+ koin kripto. Aplikasi ini terkenal dengan layanan Reku VIP OTC, yang memberikan special fee bagi pengguna prioritas. Terdapat fitur Packs dalam Reku yang memudahkan pengguna, khususnya investor pemula, untuk membeli aset-aset saham pilihan dalam satu kategori. Selain itu, ada pula fitur Crypto Staking yang memungkinkan pengguna memperoleh bunga dari aset digital mereka.

Reku memiliki keamanan berlapis melalui 2FA dan Google Authenticator. Aplikasi ini tetap menjadi pilihan yang solid untuk pengguna yang mencari platform trading kripto sederhana namun efektif.

Kelima aplikasi di atas menawarkan berbagai keunggulan dalam hal fitur, keamanan, dan jumlah aset yang tersedia. Namun, Pluang menjadi yang menonjol karena diversifikasi asetnya, spread dan biaya terendah, serta fitur-fitur canggih seperti Pro Features dan Opsi Saham Amerika.

Sementara itu, Pintu unggul di Web 3 dan Reku dengan fitur Packs mereka. Sisanya, Indodax dan Tokocrypto unggul dalam jumlah koin kripto yang ditawarkan serta Crypto Earn. Dari kelima aplikasi tersebut, pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa mempertimbangkan fitur-fitur unggulan serta keamanan yang disediakan oleh masing-masing platform.

Saksikan juga video: Elon Musk Dinyatakan Tak Bersalah Atas Tudingan Manipulasi Dogecoin

[Gambas:Video 20detik]

(akn/ega)



Sumber : finance.detik.com

Presiden El Salvador Pamer Cuan Rp 5,2 T dari Bitcoin, Begini Respons Elon Musk


Jakarta

Presiden El Salvador Nayib Bukele memamerkan pencapaiannya usai Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan all time high (ATH) dan menembus level psikologis US$ 100.000.Hal tersebut itu pun direspons salah satu orang terkaya dunia, Elon Musk.

Melalui unggahan di akun X (dulunya Twitter) pribadinya, Bukele membagikan tangkapan layar atas kepemilikan BTC senilai US$ 603,34 juta atau setara Rp 9,53 triliun (kurs Rp 15.800). Terlihat nilainya kini meroket 117,74% secara year to date (ytd).

Bukele sendiri terkenal sebagai investor besar Bitcoin. Dari unggahan tersebut, juga terlihat bahwa total keuntungan yang diperolehnya selama berinvestasi sebesar US$ 333,59 juta atau setara Rp 5,27 triliun.


Unggahan tersebut ternyata mendapat respons dari CEO Tesla, Elon Musk. Dikenal sebagai sosok yang pro kripto, ia turut berkomentar terhadap pencapaian dari investasi Bukele.

“Impressive (menakjubkan),” ujar Musk melalui akun X pribadinya, dikutip Kamis (5/12/2024).

Harga bitcoin sendiri telah mengalami kenaikan sejak kemenangan Donald Trump di Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS). Sejak pengumuman kemenangan, harganya telah melonjak lebih dari 40%. Janji Trump untuk mendorong regulasi yang ramah kripto dan menjadikan Bitcoin sebagai cadangan aset nasional memicu optimisme di pasar.

Sementara itu, dikutip dari Coinmarketcap, harga Bitcoin hari ini mencapai US$ 103.587 atau setara Rp 1,64 miliar pada pukul 11.05. Kondisi ini pun menyebabkan para investor kini tengah berpesta menikmati hasilnya.

Kondisi ini juga didorong oleh optimisme pasat usai Trump memilih Paul Atkins untuk mengepalai Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), menggantikan Gary Gensler. Adapun Atkins sendiri dipandang sebagai pilihan yang ramah terhadap kripto untuk posisi tersebut.

Kenaikan ini telah mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin di atas US$ 2 triliun untuk pertama kalinya, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu aset paling berharga di dunia. Meskipun pertumbuhannya pada 2024 cukup signifikan, namun bukan yang paling dramatis dalam sejarah Bitcoin. Bitcoin pernah mengalami lonjakan 1.900% pada tahun 2017 dan lonjakan 1.250% selama pandemi COVID-19.

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Efek Trump Kerek Harga Bitcoin Tembus Rp 1,6 M


Jakarta

Bitcoin melonjak ke rekor tertinggi hingga di atas US$ 106.000 atau lebih dari Rp 1,6 miliar pada awal perdagangan Asia pada hari Senin (16/12/2024). Hal ini lantaran didorong oleh komentar dari Presiden terpilih Donald Trump yang menyatakan bahwa ia berencana untuk membuat cadangan strategis bitcoin Amerika Serikat (AS), yang serupa dengan cadangan minyak strategisnya.

Bitcoin yang menjadi mata uang kripto terbesar dan paling terkenal di dunia ini mencapai level tertinggi hingga sebesar US$ 106.533 dan terakhir diperdagangkan seharga US$ 105.688.

“Kita berada di wilayah langit biru di sini. Angka berikutnya yang dicari pasar adalah US$ 110.000. Kemunduran yang ditunggu-tunggu banyak orang tidak terjadi, karena sekarang kita punya berita ini.” kata Analis IG, Tony Sycamore, melansir dari Reuters pada Senin (16/12/2024).


“Kami akan melakukan sesuatu yang hebat dengan kripto karena kami tidak ingin Tiongkok atau negara lain – bukan hanya Tiongkok tetapi negara lain yang mengadopsinya – dan kami ingin menjadi pemimpinnya,” kata Trump kepada CNBC akhir pekan lalu.

Trump berencana membangun cadangan kripto yang serupa dengan cadangan minyak. Negara-negara lain juga telah mempertimbangkan cadangan strategis mata uang kripto.

Presiden Rusia Vladimir Putin awal bulan ini mempertanyakan perlunya menyimpan cadangan negara dalam mata uang asing, dan mengatakan bahwa investasi dalam negeri dalam bentuk cadangan tersebut lebih menarik.

Putin mengatakan pemerintahan AS saat ini meremehkan peran dolar AS sebagai mata uang cadangan dalam perekonomian global dengan menggunakannya untuk tujuan politik, sehingga memaksa banyak negara beralih ke aset alternatif, termasuk mata uang kripto.

“Misalnya bitcoin, siapa yang bisa melarangnya? Tidak ada siapa-siapa,” kata Putin.

Namun ada yang skeptis, karena Ketua The Federal Reserve, Jerome Powell, menyamakan bitcoin dengan emas awal bulan ini.

“Orang-orang tidak menggunakannya sebagai bentuk pembayaran, atau sebagai penyimpan nilai. Ini sangat fluktuatif, dan bukan pesaing dolar,” ujar Powell.

Sebagai informasi, bitcoin telah melonjak lebih dari 50% sejak pemilu pada 5 November 2024, yang menyaksikan Trump terpilih bersama dengan banyak kandidat pro-kripto lainnya. Nilai total pasar mata uang kripto telah meningkat hampir dua kali lipat sepanjang tahun ini hingga mencapai rekor lebih dari US$ 3,8 triliun.

Trump bulan ini menunjuk pejabat Gedung Putih untuk artificial intelligence (AI) dan mata uang kripto, yaitu mantan eksekutif PayPal David Sacks, dan teman dekat penasihat Trump sekaligus CEO Tesla Elon Musk. Trump juga mengatakan dia akan mencalonkan pengacara pro-kripto Washington Paul Atkins untuk mengepalai Komisi Sekuritas dan Bursa.

(eds/eds)



Sumber : finance.detik.com

Begini Ramalan Pergerakan Aset Kripto di Tahun 2025


Jakarta

Tahun lalu merupakan tahun yang cerah untuk investor dan trader kripto di seluruh dunia. Termasuk investor kripto di Indonesia. Pasalnya berbagai aset kripto naik signifikan, seperti bitcoin hingga altcoin.

Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin mengungkapkan secara keseluruhan, industri kripto mengalami kenaikan signifikan. Data Laporan Tahunan Industri kripto dari CoinGecko memperlihatkan, total kapitalisasi pasar kripto tahun 2024 naik 97,7% atau mencapai US$3,40 triliun di penutup kuartal-IV 2024.

Kenaikan kapitalisasi pasar ini tercermin juga dari meningkatnya rata-rata volume perdagangan di kuartal-IV 2024 yang naik 128,2% dari kuartal-III 2024 sebesar US$88 miliar menjadi US$200,7 miliar.


Peningkatan volume transaksi kripto secara global juga didorong oleh dinamika ekonomi dan politik global di Amerika khususnya terpilihnya Presiden Amerika Serikat (AS) ke-47 Donald Trump yang diproyeksikan lebih ramah terhadap industri kripto.

Beberapa kebijakan yang mencuri perhatian adalah Trump menunjuk tokoh-tokoh yang pro-kripto seperti Elon Musk masuk dalam jajaran pemerintahannya. Selain itu, ada usulan membentuk strategic national bitcoin reserve atau cadangan strategis Bitcoin. Berbagai usulan dan kebijakan pro-kripto ini mendorong kenaikan harga-harga aset kripto.

Masih dalam Laporan CoinGecko, beberapa narasi aset kripto yang mengalami kenaikan signifikan dan menjadi pemimpin di tahun 2024 adalah kripto AI, di mana rata-rata dari total 10 token dengan kapitalisasi pasar terbesar mampu memberikan Return of Investment (ROI) hingga 2,940%. Disusul oleh sektor Meme yang memberikan rata-rata ROI hingga akhir tahun 2024 sebesar 2,185%.

“Token AI menjadi pemimpin di industri kripto karena banyak faktor pendukung yang meningkatkan daya tarik investor. Pertama dari inovasi teknologi yang ditawarkan seperti ChatGPT, hingga kemunculan pesaingnya DeepSeek yang mengguncang industri AI. Inovasi AI lainnya yakni AI Agent yaitu sistem kecerdasan buatan yang beroperasi secara mandiri dan bisa melakukan banyak tugas-tugas tertentu juga menjadi game-changer di industri ini,” ujar Timo dalam keterangannya, Senin (10/2/2025).

Timo menambahkan, meski narasi AI tumbuh pesat, token Meme juga masih mendapat perhatian besar dari komunitas seperti token Dogecoin yang naik 255% dan Popcat naik hingga 9,954% dalam 12 bulan terakhir. Narasi token Meme dan kenaikannya tidak lepas dari dominasi ekosistem token Solana (SOL).

“Mengutip laporan CoinGecko, transaksi SOL meningkat di kuartal-IV 2024 hingga 152% dengan volume perdagangan sebesar US$219 miliar mengungguli Ethereum di kisaran US$184,3 miliar,” ujar dia.

Dari sisi perdagangan kripto di Indonesia juga mencatatkan peningkatan positif. Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat transaksi kripto di Indonesia naik signifikan sekitar 335,91% dari tahun 2023 ke 2024 atau nilai transaksi sebesar Rp650,61 triliun.

“Di tengah peningkatan di seluruh lini industri kripto dan potensi pertumbuhan pasar kripto yang positif, kami mengimbau investor tetap bijak dalam berinvestasi kripto dan menerapkan strategi yang tepat agar dapat memaksimalkan perkembangan nilai portofolionya. Berbagai narasi kripto seperti token AI atau token Meme meski tahun lalu mengalami kenaikan yang pesat, tentu banyak sekali catatan yang perlu diperhatikan seperti apakah utilitas project tersebut kuat dan inovatif, hingga bagaimana komunitas mendukung project tersebut. Investasi kripto memiliki risiko yang tinggi, penting bagi kita semua untuk mengatur risiko yang ada,” jelas Timo.

Dia menyebutkan investasi aset kripto adalah instrumen yang berisiko tinggi dengan nilai aset yang dapat berfluktuasi secara signifikan dari waktu ke waktu. Penting untuk mempelajari dan melakukan riset secara mendalam, gunakan uang dingin, dan hindari Fear of Missing Out (FOMO). Pastikan berinvestasi pada platform yang berlisensi resmi seperti aplikasi PINTU.

Secara Year-on-Year (YoY) Januari 2024 – Januari 2025, total trading volume di PINTU meningkat pesat lebih dari 150% dengan Monthly Trading User (MTU) juga naik lebih dari 100%. Token-token utama yang menjadi pilihan user PINTU dalam periode tersebut adalah token AI dengan kenaikan volume trading lebih dari 1200%, disusul oleh token Meme yang naik hingga 230%.

(kil/kil)



Sumber : finance.detik.com

Tesla Rugi Triliunan Gegara Jual Bitcoin Terlalu Cepat


Jakarta

Tesla tampaknya salah langkah dalam urusan investasi kripto. Perusahaan mobil listrik besutan Elon Musk itu menjual 75% kepemilikan bitcoinnya pada pertengahan 2022-tepat ketika harga sedang anjlok. Kini, nilai bitcoin melonjak tajam dan keputusan tersebut membuat Tesla kehilangan potensi keuntungan hingga miliaran dolar AS.

Mengutip CNBC.com, Jumat (25/7/2025), dalam laporan keuangan terbaru, Tesla menyebut aset digitalnya kini bernilai US$ 1,24 miliar. Nilai itu naik dari US$ 722 juta tahun lalu, namun jauh lebih kecil dibanding potensi yang bisa didapat jika mereka tetap menyimpan seluruh bitcoinnya.

Bitcoin saat ini diperdagangkan di atas US$ 119.000 per koin, naik hampir enam kali lipat dari level saat Tesla melepas sebagian besar aset kriptonya. Jika perusahaan tidak buru-buru menjual, nilai kepemilikan bitcoin mereka bisa mencapai sekitar US$ 5 miliar, alih-alih US$ 1,24 miliar. Bahkan bitcoin senilai US$ 936 juta yang sempat dikonversi ke kas kini nilainya lebih dari US$ 3,5 miliar.


Tesla membeli bitcoin senilai US$ 1,5 miliar pada awal 2021, menyebut aset digital itu punya “potensi jangka panjang” dan sebagai strategi diversifikasi kas. Elon Musk bahkan sempat mengerek harga bitcoin naik 20% dalam sehari hanya dengan menambahkan tagar #bitcoin di bio Twitter-nya (kini X).

Namun situasi berubah drastis di 2022. Lonjakan inflasi dan suku bunga tinggi membuat investor kabur dari aset berisiko. Tesla pun menjual tiga perempat bitcoinnya saat harga tertekan, untuk memperkuat posisi kas di tengah jatuhnya pasar saham dan kripto.

Sekarang, ketika bitcoin kembali melejit-didukung oleh kebijakan longgar dari pemerintahan Donald Trump dan wacana pembentukan cadangan strategis bitcoin nasional-Tesla hanya bisa gigit jari.

Meski begitu, bitcoin tetap menyumbang US$ 284 juta dalam keuntungan kuartal II 2025, saat laba bersih Tesla tercatat US$ 1,17 miliar. Tapi jumlah itu tetap terlihat kecil jika dibandingkan potensi keuntungan yang terlewat.

Di sisi lain, Tesla juga sedang menghadapi tantangan bisnis utama. Pendapatan mobil turun dua kuartal berturut-turut, saham merosot 8% usai laporan keuangan dirilis, dan sudah anjlok 25% sepanjang tahun ini-terburuk di antara saham-saham teknologi papan atas.

Proyek ambisius seperti robotaxi dan robot humanoid “Optimus” masih butuh waktu dan biaya besar. Sementara kebijakan Trump soal tarif dan insentif kendaraan listrik berpotensi makin menekan bisnis inti Tesla ke depan.

Tesla belum memberikan komentar resmi soal keputusan investasinya di bitcoin. Elon Musk pun hampir tidak pernah menyebut bitcoin lagi di X dalam tiga tahun terakhir. Terakhir pada Maret 2022, dia hanya menulis, “Saya masih punya dan tidak akan jual Bitcoin, Ethereum, atau Doge.”

(rrd/rrd)



Sumber : finance.detik.com