Tag: ember

  • 4 Alasan Laron Serbu Rumah Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, kamu akan lebih sering menemukan laron terutama pada saat malam hari. Hewan yang termasuk koloni rayap ini banyak muncul di musim hujan karena mencari kehangatan. Maka dari itu, banyak dari mereka yang terbang ke arah lampu jalan atau lampu rumah.

    Dilansir detikFood, laron ketika masih menjadi rayap, rumah mereka biasanya berada di tempat kering, seperti kayu atau di bawah tanah. Saat hujan tiba, sarang atau rumah mereka basah karena terkena air hujan.

    Ternyata selain mencari kehangatan, hewan kecil ini juga mencari pasangan lho. Apabila mereka gagal menemukan pasangan, laron akan mati. Saat sudah menemukan pasangan, mereka akan menanggalkan sayap mereka. Setelah itu, mereka akan membuat koloni baru dengan berkembang biak.


    Selain karena mencari kehangatan, dilansir detikJateng, berikut beberapa alasan laron datang ke rumah.

    1. Sumber Makanan

    Sebagai salah satu koloni rayap, laron tertarik pada kayu sebagai sumber makanan utama. Sumber makanan lainnya adalah tanaman-tanaman di halaman rumah seperti pohon mati, kayu bakar, dan jenis tanaman yang tertentu.

    2. Sumber Air

    Meskipun nyaman tinggal di tempat kering, tetapi laron tetap membutuhkan air. Mereka mencari rumah yang memberikan akses mudah ke air. Maka dari itu, saat ada ember berisi air penuh, mereka mendekat.

    3. Jalan Masuk ke Rumah

    Saat sudah melihat koloni laron, kamu harus memastikan pintu dan celah lainnya di depan rumah tertutup. Kamu juga bisa menggunakan jaring-jaring. Mereka tertarik pada celah-celah di rumah untuk mencari sumber kehangatan dan makanan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Mudah Bersihkan Sisa Stiker di Berbagai Permukaan Benda


    Jakarta

    Menempelkan stiker di jendela, meja, maupun pintu kerap dilakukan, baik itu untuk keindahan maupun yang lainnya. Namun, jika sudah bosan maka stiker akan dilepas. Akan tetapi, terkadang sisa stiker masih tersisa di benda-benda tersebut.

    Bekas stiker tersebut justru bisa membuat tampilan rumah kurang bagus atau terlihat kotor. Meski demikian, jangan khawatir karena ada cara mudah untuk membersihkannya.

    Berikut ini cara membersihkan sisa stiker di berbagai permukaan benda dilansir dari berbagai sumber.


    1. Pakai Air Hangat

    Dilansir The Spruce, jika label atau stiker yang menempel di permukaan kaca dapat direndam di ember atau bak cuci, rendam di air hangat dengan beberapa tetes sabun cuci piring. Label yang terbuat dari kertas biasanya akan mudah dibersihkan pada permukaan kaca setelah direndam satu jam.

    Kalau permukaan kacanya tidak bisa direndam, kamu basahkan tisu dan taruh di atas stiker atau label itu. Diamkan selama 30 menit dan periksa apakah labelnya sudah bisa dilepas atau belum.

    Kamu juga bisa mengangkat stiker atau label dengan ujung kartu kredit atau pisau tumpul. Nah, kalau sudah tidak ada perekat yang tersisa, kamu bisa bersihkan permukaan kaca dengan pembersih kaca dan kain mikrofiber.

    2. Pakai Uap Panas

    Beberapa perekat akan mudah lepas jika terkena panas maupun uap panas. Kamu bisa pakai pengering rambut atau hairdryer, heat gun, atau setrika uap dan arahkan ke stiker selama 1-2 menit. Setelah perekat mulai meleleh, segera kelupas stiker dengan pengikis. Sebab, jika sudah dingin kemungkinan perekatnya akan menempel kembali.

    3. Pakai Minyak, Mentega, atau Selai Kacang

    Membersihkan residu stiker juga bisa pakai berbagai macam minyak sayur, mentega, margarin, atau bahkan minyak kacang. Oleskan beberapa tetes minyak ke tisu dan basahkan stiker atau gosokkan lemak padat (margarin atau mentega atau selai kacang) pada stiker.

    Selanjutnya, tutup bagian yang sudah di basahkan dengan bungkus plastik dan rekatkan dengan selotip. Diamkan setidaknya selama 30 menit lalu kikis stiker tersebut. Cuci dengan air sabun hangat atau bersihkan dengan pembersih kaca.

    4. Pakai Alkohol Gosok atau Alkohol Isopropil

    Gunakan beberapa tetes alkohol isopropil atau alkohol gosok pada kapas atau tisu dan basahkan stiker. Setelah stiker mulai basah, tunggu minimal 10 menit dan gunakan pengikis plastik untuk melepas label dan perekatnya. Jangan gosok terlalu kencang karena bisa menggores kaca.

    Jika masih ada sisa-sisa lem, oleskan kembali alkohol ke residu yang ada. Setelah selesai, kamu bisa mengelap permukaan kaca dengan kain mikrofiber untuk menghilangkan perekatnya.

    5. Pasta Gigi

    Dilansir Reader Digest, pasta gigi memiliki sifat abrasif yang bisa digunakan untuk membersihkan residu stiker. Namun, metode pasta gigi ini tidak boleh digunakan pada pakaian dan kayu yang belum dipoles.

    6. Aseton (Pembersih Cat Kuku)

    Cairan pembersih kuat seperti aseton bisa kamu gunakan untuk membersihkan residu stiker pada permukaan kaca dan beberapa pakaian.

    Perlu diperhatikan bahwa aseton dapat melarutkan beberapa bahan plastik dan polimer. Oleh karena itu, sebaiknya kamu tidak menggunakan metode ini untuk membersihkan residu stiker pada dinding yang dicat

    Caranya, ujilah terlebih dahulu pada area kecil. Jika bahan permukaan tempat residu stiker menempel tidak bereaksi buruk, oleskan aseton pada bola kapas, lalu gosok residu stikernya hingga bersih.

    7. Cuka

    Cuka, salah satu bahan alami yang sering digunakan sebagai cairan pembersih ini juga bisa membantu untuk membersihkan residu stiker.

    Caranya sangat mudah sekali. Cukup basahi kain atau spons dengan air cuka, lalu gosok residu stiker secara perlahan menggunakan kain yang sudah dibasahi tadi.

    Itulah beberapa cara menghilangkan stiker di permukaan benda. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pakai 3 Bahan Ini Saat Bersihkan Noda di Kayu, Pokoknya Jangan!


    Jakarta

    Kayu adalah salah satu material yang pasti ditemukan di rumah. Mulai dari fondasi, perabotan, hingga hiasan di rumah, pasti ada yang terbuat dari kayu. Hal ini dikarenakan tampilannya yang indah dan masa pakainya yang lama.

    Namun, perawatan kayu berbeda dengan material lain. Kamu perlu berhati-hati jika menggunakan bahan pembersih tambahan. Sebab, kayu rawan keropos dan lembap.

    Melansir dari The Spruce, terdapat beberapa bahan yang sebaiknya dihindari saat akan membersihkan kayu, berikut di antaranya.


    1. Minyak Zaitun

    Minyak Zaitun Bisa Kadaluarsa, Perhatian 5 Cara Memakai dan MenyimanMinyak Zaitun Bisa Kadaluarsa, Perhatian 5 Cara Memakai dan Menyiman Foto: Getty Images/iStockphoto/dulezidar

    Mungkin jarang di antara kalian mendengar minyak zaitun bisa digunakan sebagai bahan pembersih. Padahal minyak satu ini banyak manfaatnya. Minyak satu ini bisa untuk membersihkan peralatan masak hingga noda menempel.

    Kamu harus ingat, minyak zaitun tidak bisa untuk membersihkan permukaan kayu. Minyak ini merupakan minyak non-kering yang akan tetap basah di lemari sehingga akan menarik debu dan membuat kayu cepat rusak.

    Sebagai gantinya kamu bisa memakai minyak jeruk, kenari, dan biji rami yang disebut lebih aman untuk membersihkan kayu. Saat minyak mengering, mereka membentuk lapisan pelindung yang keras pada kayu.

    2. Soda Kue

    Perbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin KuePerbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin Kue Foto: Getty Images/iStockphoto/ossphotostock

    Soda kue merupakan bahan yang terkenal dapat membersihkan noda yang cukup jitu. Namun, untuk material kayu, justru akan menimbulkan goresan kecil dan warna kusam pada lapisannya. Lama-lama dapat mengikis lapisan kayu kemudian menjadi keropos dan rusak.

    3. Cuka

    white vinegar on wood table topwhite vinegar on wood table top Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim

    Meskipun cuka adalah bahan alami yang ampuh membersihkan noda, jangan lupa bahwa cuka bersifat asam. Jika dipakai tanpa diencerkan atau dicampur dengan air, cuka dapat merusak lapisan kayu jika bersentuhan.

    Cara Efektif Membersihkan Noda pada Kayu

    Jika kamu ingin menggunakan bahan-bahan alami, kamu bisa menggunakan air panas dan sabun cuci piring.

    Caranya dengan mencampurkan satu atau dua tetes sabun cuci piring ke dalam ember berisi air panas. Gunakan sabut gosok nilon untuk menghilangkan noda. Bilas dan keringkan lemari setelah selesai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Mudah Hilangkan Bau Tak Sedap di Kamar Mandi, Pernah Coba?


    Jakarta

    Salah satu masalah yang sering ditemukan di kamar mandi adalah bau. Sebenarnya ini hal lumrah terjadi mengingat kamar mandi adalah ruangan untuk bersih-bersih dan buang air. Namun, kamu tetap perlu solusi untuk mengatasi bau tidak sedap yang sering tercium di kamar mandi.

    Mencegah kamar mandi berbau juga bagian dari standar kebersihan kamar mandi. Apabila kamar mandi harus dan bersih baik kamu dan tamu yang akan menggunakan kamar mandi tidak akan terganggu dan mual selama di dalam sana.

    Dikutip dari Apartment Therapy, begini tips membuat kamar mandi wangi.


    1. Rajin Bersihkan Kamar Mandi

    Kunci kebersihan kamar mandi adalah dengan sering membersihkannya. Membersihkan kamar mandi dari kotoran secara rutin akan sangat membantu mencegah timbulnya bau. Mulai dari lantai, dinding, gayung, ember, shower, toilet, hingga saluran pembuangannya harus dibersihkan. Jika terdapat wastafel dan cermin di dalam kamar mandi, bagian ini juga tidak boleh dilewatkan.

    2. Buat Sirkulasi Udara

    Sirkulasi ruangan yang baik dapat menghilangkan bau tidak sedap. Meskipun kebanyakan kamar mandi ukurannya kecil, kamu tetap perlu membuat sirkulasi pada salah satu sisinya agar kamar mandi tidak lembap dan tidak pengap. Kamu juga bisa menambahkan kipas exhaust atau membuka jendela dan pintu sesering mungkin.

    3. Hilangkan Bau di Toilet

    Sebenarnya bau dari toilet bisa hilang setelah beberapa menit. Namun, apabila kamar mandi tersebut akan langsung dipakai setelah kamu keluar, pasti malu rasanya mereka mencium bau yang tidak sedap.

    Kamu bisa menetralisir bau dengan bahan pembersih alami seperti soda kue dan cuka. Cukup tambahkan sekitar satu cangkir soda kue ke saluran pembuangan, dan biarkan selama beberapa jam. Setelah itu, tuangkan secangkir cuka putih, tunggu lima menit, dan bilas dengan air panas.

    4. Beri Pengharum Ruangan

    Pengharum ruangan juga penting diletakkan di kamar mandi. Kamu bisa memakai pengharum semprot atau yang hanya perlu diletakkan saja. Namun, pastikan bau yang kamu pilih tidak begitu mengganggu saat dihirup.

    5. Tidak Meletakkan Handuk di Kamar Mandi

    Terkadang sumber bau apek bisa berasal dari handuk yang lembap. Kalau kamu terbiasa meninggalkan handuk di kamar mandi, pastikan untuk sering menggantinya. Namun, sebaiknya handuk yang basah dijemur dahulu dan dibawa saat hendak digunakan.

    6. Pajang Tanaman Hias

    Tanaman hias bukan hanya untuk pajangan, melainkan bisa sebagai filter udara. Bahkan beberapa tanaman hias juga menguarkan bau yang wangi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Mencuci Seprai yang Benar Biar Bersih dan Nyaman


    Jakarta

    Mencuci seprai perlu dilakukan secara rutin. Hal itu dilakukan supaya kamu bisa tidur dengan nyaman dan menjaga kebersihan alas tidur.

    Saat mencucinya pun tidak bisa sembarangan, perlu memperhatikan bahan seprai. Misalnya seperti bahan katun dan linen yang cenderung mudah dicuci. Namun, seprai bahan linen cenderung menyusut jika menggunakan mesin pengering panas.

    Sementara itu, seprai dari sutra dan satin perlu kehati-hatian. Kamu mencucinya dengan suhu yang rendah dan siklus putaran yang lebih lambat ditambah dengan detergen khusus.


    Maka dari itu, penting mengetahui cara mencuci seprai untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Dikutip dari Homes & Gardens, berikut ini cara mencuci seprai.

    Cara Mencuci Seprai

    1. Mencuci di Mesin Cuci

    Kamu bisa mencuci seprai di mesin cuci. Jangan masukkan terlalu banyak cucian di mesin cuci. Kalau bisa, cuci seprai sendiri, jangan dicampur dengan pakaian karena bisa memudarkan warna dan hindari mencuci bersamaan dengan pakaian yang memiliki ritsleting karena bisa merusak seprai.

    2. Periksa Ada Noda atau Tidak

    Sebelum dicuci, sebaiknya periksa seprai dulu apakah ada noda atau tidak. Jika ada noda, sebaiknya bersihkan noda terlebih dahulu. Kamu bisa mencampurkan baking soda dengan air untuk membentuk cairan kental atau pasta dan taruh di seprai yang ada nodanya.

    “Biarkan mengering sampai terkelupas. Sikat pasta kering dan masukkan seprai ke siklus pencucian biasa,” kata Pemilik Pure Freedom, Andrew Bramley, dikutip dari Homes & Gardens.

    3. Masukkan Detergen Secukupnya

    Detergen yang dimasukkan ke dalam mesin cuci tergantung dari banyaknya cucian yang dicuci. Sebaiknya, ikuti rekomendasi takaran pada kemasan detergen.

    Terlalu banyak detergen dapat menyebabkan penggunaan air berlebih dan penumpukan kotoran pada pipa bagian dalam mesin cuci yang bisa menyebabkan kerusakan. Kamu juga bisa tidak menggunakan pelembut pakaian karena dapat mengurangi daya serap alami dan melemahkan kain.

    4. Perhatikan Suhu dan Putaran Mesin Cuci

    Penting untuk memeriksa suhu yang disarankan pada label perawatan seprai karena beberapa kain akan menyusut jika dicuci dengan air panas. Sebab, mencuci dengan air panas dapat membunuh kuman hingga tungau. Sementara itu, seprai sutra harus dicuci dengan tangan atau dimasukkan ke dalam mesin cuci dengan pengaturan untuk mencuci wol atau bahan halus. Suhunya tidak lebih dari 30ºC.

    5. Keringkan Seprai

    Idealnya, seprai dikeringkan di bawah sinar matahari. Hal ini untuk menjaga kesegarannya.

    “Seprei idealnya berada di bawah sinar matahari dan angin sepoi-sepoi, tapi ingat jika seprai Anda diwarnai, balikkan bagian dalam ke luar untuk mengurangi risiko warna memudar di bawah sinar matahari,” kata Direktur Pelaksana Peters’ Cleaners Vicky Whiter.

    Bisakah Mencuci Seprai Pakai Air Panas?

    Biasanya, air yang suhunya hangat bisa membuat seprai dengan warna cerah lebih cepat pudar. Maka dari itu, sebaiknya cuci seprai dengan warna cerah dengan air dingin.

    Pencucian seprai dengan air panas juga bisa membuat seprai justru menciut dan mempersingkat masa pakainya. Jadi, jangan sering-sering cuci seprai pakai air panas ya detikers.

    Kapan Cuci Seprai Pakai Air Panas?

    Saat Orang Sakit

    Dilansir dari Real Simple, kamu bisa mencuci seprai dengan air panas ditambah dengan detergen apabila kasur tersebut ditempati oleh orang sakit. Mencuci seprai dengan air panas ditambah pemutih dengan klorin bisa membunuh bakteri dan virus, contohnya seperti salmonella dan rotavirus.

    Ada Serangan Kutu

    Air panas juga bisa membunuh kutu dengan efisien dan cepat. Jika kasur kamu ‘diserang’ kutu kasur, kamu bisa mencuci seprai dengan air panas dan keringkan dengan suhu yang paling panas.

    Ada Noda

    Beberapa noda bisa dibersihkan lebih mudah dengan menggunakan air panas. Misalnya, seprai kamu terkena noda kopi, kamu bisa membersihkan noda tersebut lebih dulu dengan air panas.

    Namun, tidak semua noda bisa dibersihkan dengan air panas, misalnya noda darah. Noda darah jika dicuci dengan air panas justru bisa membuatnya tidak bisa hilang. Maka dari itu, kalau mau membersihkan noda darah lebih baik pakai air dingin.

    Cara Membersihkan Noda pada Seprai

    Jika terdapat noda pada seprai, sebaiknya hilangkan noda dulu baru dicuci dengan mesin cuci. Dilansir dari The Spruce, berikut ini cara membersihkannya.

    1. Noda Darah

    Hindari mencuci seprai dengan air panas jika ada noda darah. Lebih baik rendam bagian yang ada noda darah pada air dingin. Selanjutnya, oleskan noda dengan hidrogen peroksida lalu bilas.

    2. Noda Kosmetik

    Oleskan campuran air dan detergen cair ke noda, lalu gosok perlahan. Ulangi hingga noda riasan hilang, lalu cuci seperti biasa.

    3. Noda Kopi

    Campurkan 1 liter air, 1/2 sendok teh detergen cair, dan 1 sendok makan cuka putih ke dalam ember atau mangkuk. Rendam bagian seprai yang terkena noda dan biarkan terendam selama 15 menit. Bilas dan ulangi jika perlu, lalu cuci seprai seperti biasa.

    Itulah cara mencuci seprai yang baik agar tetap bersih dan nyaman. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Area yang Bisa Dibersihkan Pakai Baking Soda


    Jakarta

    Baking soda merupakan salah satu bahan yang biasa dipakai untuk membuat kue. Ternyata bahan ini memiliki kegunaan lain yang tak kalah penting yakni bisa membersihkan noda di berbagai permukaan barang.

    Bagi kamu yang masih bingung, di dalam baking soda terdapat zat tepung yang berfungsi sebagai penyerap bau dan abrasif ringan yang dapat menghilangkan kotoran yang menempel dengan cepat tanpa merusak permukaan. Maka dari itu, baking soda bisa dipakai pada makanan dan benda keras.

    Lantas, benda apa saja yang bisa dibersihkan memakai baking soda?


    Dilansir dari situs BHG, berikut beberapa kegunaan baking soda.

    1. Membersihkan Shower

    Kalau kamu sadari, barang-barang di kamar mandi sering terlihat kotor dengan noda-noda berwarna putih. Noda tersebut merupakan bekas dari sabun. Noda ini biasanya tidak mudah hilang apabila dibersihkan dengan sabun. Bahan yang ampuh untuk membersihkan noda ini adalah baking soda. Caranya cukup mudah yakni dengan mencampurkan sedikit baking soda dengan satu tetes sabun cuci piring di atas kain microfiber. Remas hingga muncul busa kemudian gosok dinding shower.

    2. Mengatasi Pipa yang Mampet

    Pipa yang mampet bisa diatasi tanpa bantuan tukang. Kamu bisa menggunakan baking soda yang sudah dilarutkan ke dalam air panas. Lalu air tersebut dituang ke dalam saluran yang pipanya tersumbat. Diamkan selama 15 menit kemudian bilas dengan air panas untuk menghilangkan bau apeknya.

    3. Mengepel Lantai

    Jika di lantai kamu banyak noda membandel yang tidak bisa dihilangkan dengan cairan pembersih biasa. Coba campurkan ½ cangkir baking soda ke dalam ember berisi air panas. Lalu gunakan seperti mengepel lantai biasa.

    4. Menghilangkan Panci Gosong

    Noda minyak memang susah untuk dibersihkan. Ternyata baking soda dapat menghilangkan noda minyak dalam sekali dibersihkan. Caranya masukkan cuka ke dalam microwave hingga panas lalu tabur baking soda dan cuka tadi di panci. Tunggu selama 30 menit lalu lap dengan spons basah kemudian bilas hingga bersih.

    5. Membersihkan Lantai Kamar Mandi

    Jika lantai kamu mulai berbau tidak enak atau terlalu licin, itu pertanda kamu harus segera membersihkan kamar mandi. Jika tidak ada larutan pembersih, kamu bisa memakai baking soda. Caranya dengan campuran sabun cuci dengan baking soda. Lalu gosok lantai dengan sikat basah. Bilas semua permukaan lantai dengan air hangat. Lap dinding dan lantai dengan kain microfiber kering. Bersihkan tirai shower dengan kain microfiber lembap yang ditaburi soda kue kemudian bilas dengan air panas.

    6. Menghilangkan Bau Sepatu

    Kamu pasti menyadari jika sepatu pun bisa berbau. Penyebabnya karena berkembangnya bakteri setelah lama digunakan. Untuk menghilangkan bau di sepatu kamu, taburkan baking soda ke dalam sepatu secara merata dan diamkan semalaman.

    7. Membersihkan Permukaan yang Dicat

    Permukaan yang dicat membutuhkan perlakuan khusus untuk dibersihkan agar tidak merusak catnya. Taburkan baking soda di atas spons lembab dan gosok perlahan di atas permukaan yang terdapat noda kotor setelah itu lap dengan kain kering. Cara ini ampuh buat noda minyak, sidik jari,dan tinta.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Cairan Pembersih, Kamu Bisa Pel Lantai Pakai Bahan Dapur Ini


    Jakarta

    Lantai adalah salah satu bagian rumah yang harus sering dibersihkan karena cepat kotor. Selain menyapu, kamu perlu mengepel lantai untuk menghilangkan kotoran dan kuman di lantai dengan pembersih.

    Namun, kamu nggak harus pakai cairan pembersih khusus, lho. Ada bahan-bahan di dapur yang bisa menjadi alternatif pembersih lantai.

    Lalu, bahan dapur apa saja yang dapat digunakan buat pel lantai? Yuk, simak daftarnya berikut ini seperti yang dikutip dari Real Simple dan Cleanipedia.


    5 Bahan Dapur untuk Mengepel Lantai

    1. Baking Soda

    Perbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin KuePerbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin Kue Foto: Getty Images/iStockphoto/ossphotostock

    Baking soda bisa jadi andalan untuk membersihkan noda membandel dan noda minyak pada lantai rumah. Caranya, taburkan beberapa sendok baking soda ke noda pada lantai, lalu teteskan sedikit air untuk menimbulkan reaksi pada baking soda.

    Setelah itu, gosok dengan pel hingga noda hilang dan lantai keramik tak kusam lagi. Kamu juga bisa menambahkan minyak kayu putih pada campuran baking soda dan air untuk membantu membunuh kuman dan bakteri.

    2. Minyak Serai

    Minyak serai merupakan bahan dapur lainnya yang bisa kamu gunakan untuk membersihkan lantai. Selain membantu membunuh kuman, serai juga punya aroma segar yang dijamin mencegah bau tak sedap dari rumah Anda. Sebagai nilai tambah, serai juga punya manfaat mengusir serangga, lho.

    3. Cuka Putih

    White vinegar in a glass bottle. White background. Organic cleaner.White vinegar in a glass bottle. White background. Organic cleaner. Foto: Thinkstock

    Cuka putih bukan hanya untuk memasak, tetapi juga merupakan pahlawan pemusnah bakteri untuk lantai keras, seperti ubin dan laminat. Dengan tingkat keasaman pH dua hingga tiga, cuka putih bisa menghilangkan kotoran tanpa merusak lapisan lantai. Penggunaan cuka putih cocok untuk lantai tile, vinyl, linoleum, dan laminat. Kamu cukup mencampurkan ½ cangkir cuka per 3 liter air. Kelebihannya, kamu tidak perlu membilas lantai setelah dipel.

    4. Boraks

    Jika kamu menghadapi noda dan kotoran yang sulit, boraks adalah solusi pembersih yang kuat. Mirip dengan baking soda, Boraks memiliki sifat sedikit abrasif dan mampu menghilangkan noda serta bau tak sedap. Penggunaan boraks cocok untuk lantai ubin, beton, batu yang tersegel, vinyl, dan linoleum. Campurkan ⅛ cangkir boraks per 3 liter air. Setelah dipel, pastikan lantai dibilas dengan air biasa untuk menghindari residu.

    5. Minyak Lavender

    Sejak lama, lavender dikenal memiliki khasiat untuk kesehatan. Minyak lavender mengandung khasiat sebagai antibiotik, antiseptik, antivirus, dan antibakteri. Karena itulah, minyak lavender juga bisa digunakan untuk membersihkan lantai. Kamu cukup mencampurkan air dan cuka, lalu menambahkan sedikit minyak lavender untuk membersihkan lantai.

    Campur saja lima sampai enam tetes minyak lavender dengan 1 ember air hangat dan secangkir cuka putih. Lantai rumah pun akan jadi bersih dan harum.

    Hal yang Perlu Diingat

    Meskipun bahan-bahan tersebut aman digunakan secara terpisah, penting untuk memperhatikan keamanan saat mencampurkannya dengan cairan pembersih lantai.

    Beberapa kombinasi tertentu bisa menghasilkan senyawa beracun sehingga pastikan untuk membaca petunjuk penggunaan dan hindari mencampur bahan-bahan yang tidak cocok.

    Itulah beberapa bahan dapur yang bisa digunakan untuk bersihkan lantai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Alami Ampuh Usir Kecoak, Bisa Pakai Bawang Putih!


    Jakarta

    Keberadaan kecoak di rumah kerap meresahkan penghuni yang ada di dalamnya. Hal itu karena hewan tersebut dapat membawa penyakit dan keberadaannya sering diasosiasikan dengan rumah yang kotor.

    Kamu bisa mengusirnya tanpa harus membunuhnya. Beberapa bahan alami ini bisa digunakan untuk mengusir kecoak dari rumah, salah satunya bawang putih. Hal itu karena bawang putih mengeluarkan aroma yang tidak disukai kecoak.

    Selain itu masih ada bahan-bahan alami lainnya yang bisa mengusir kecoak. Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini informasinya.


    Bahan Alami untuk Usir Kecoak

    1. Minyak Daun Mint

    Peppermint essential oil and fresh peppermint flowers on the wooden boardPeppermint essential oil. Foto: iStock

    Minyak daun mint atau peppermint oil bisa menghalangi kecoak masuk ke dalam rumah. Dilansir dari Homes & Gardens, Entomolog dan Direktur Teknis Braman Termite & Pest Elimination, Natasha Wright, menyarankan untuk mencampurkan 15 tetes peppermint oil dengan 295 ml air sebelum menyemprotkan ke bagian rumah yang ada kecoak.

    2. Perasaan Lemon

    manfaat konsumsi air lemon hangatIlustrasi perasan lemon. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Campurkan 2-3 sendok makan perasan lemon dengan air pada sebuah ember. Setelah dicampur, pel area yang ada kecoanya dengan campuran tersebut.

    “Lemon memiliki anti-patogen secara alami yang dapat membuat kecoa menjauh,” tutur Wright.

    Di sisi lain, kalian juga harus membersihkan rumah secara teratur, khususnya bagian dapur. Sebab, kecoa menyukai tempat yang kotor.

    3. Bawang Putih

    Garlic Cloves and Bulb for food cooking in the kitchenIlustrasi bawang putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/graphixchon

    Dilansir dari The Pest Informer, bawang putih juga bisa dipakai sebagai bahan mengusir kecoak. Kamu bisa menggeprek beberapa siung bawang putih dan meletakkannya di sudut-sudut kamar mandi, terutama dekat saluran air.

    4. Daun Salam

    6 Manfaat Rebusan Daun SalamDaun Salam. Foto: iStock

    Daun salam diketahui juga bisa dipakai untuk mengusir kecoak lho! Caranya, tumbuk daun salam sampai halus dan taburkan di kamar mandi atau dekat tempat kecoak keluar.

    Selain itu, kamu juga bisa merebus daun salam dan menyemprotkan air rebusan ke sudut-sudut kamar mandi agar kecoak enggan datang kembali.

    Itulah beberapa bahan alami yang bisa mengusir kecoak dari rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Habis Ngepel Malah Bau Amis? Ini Cara biar Lantai Bersih dan Wangi


    Jakarta

    Lantai yang bersih mencerminkan kondisi rumah yang higienis terawat. Nah, bagian rumah ini cepat sekali kotor, sehingga harus rajin dibersihkan dengan cara menyapu dan mengepel lantai.

    Namun, kalau tidak dibersihkan dengan benar, lantai yang terlihat bersih bisa berbau, lho. Jika kamu mengalami hal yang sama, kamu perlu melakukan langkah-langkah ekstra agar lantai bersih maksimal.

    Lalu, bagaimana cara mengepel lantai yang benar agar bau amis tak muncul bau amis? Yuk, simak tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari Cleanipedia.


    Tips Pel Lantai Jadi Bersih dan Wangi

    Inilah beberapa tips agar lantai tidak bau amis setelah dipel.

    1. Jaga Kebersihan Kain Pel

    Bau tak sedap pada lantai bisa saja muncul akibat kain pel yang sudah kotor. Kain pel yang tidak bersih tentu nggak bisa menjaga kebersihan lantai. Maka dari itu, pel yang kamu harus menjaga kebersihan pel.

    Segera bilas kain pel lalu jemur hingga kering setelah digunakan. Cuci pel secara rutin dengan deterjen untuk menjaga agar kain pel tetap bersih dan bebas dari kuman. Pel sebaiknya diganti setiap 3 bulan sekali.

    Saat disimpan, pel sebaiknya diletakkan menghadap ke atas agar lebih cepat kering dan tidak lembab. Pel yang lembap akibat disimpan dengan cara yang salah akan menyebabkan bau tidak sedap yang menempel di lantai Kamu.

    2. Pel Lantai Menggunakan Air Bersih

    Salah satu penyebab utama munculnya bau tak sedap pada lantai adalah penggunaan air yang kotor dan untuk mengepel lantai. Jadi, bila air yang Kamu gunakan untuk mengepel sudah butek dan berbau, segera ganti air tersebut dengan air yang bersih. Kamu juga bisa menggunakan air hangat, sehingga kotoran yang menempel di lantai keramik bisa dibersihkan dengan lebih mudah.

    3. Jaga Kebersihan Ember

    Setelah digunakan, ember yang Kamu gunakan untuk mengepel sebaiknya segera dibilas, dibersihkan, dan dikeringkan. Lalu, kamu bisa menjemurnya di bawah sinar matahari untuk membantu sanitasi pel.

    Bila ember tak dibersihkan secara rutin, ember akan berkerak dan kotor di bagian dalamnya akibat sisa sabun dan kotoran yang tertinggal. Nah, ember bekas pel yang kotor ini juga bisa menyebabkan bau tak sedap pada air yang digunakan untuk mengepel, lalu pada akhirnya menyebabkan bau tak sedap pada lantai Kamu.

    4. Gunakan Pel dengan Tepat

    Lantai keramik sangat umum digunakan pada rumah di Indonesia karena jenis lantai ini juga lebih fleksibel dibersihkan dengan berbagai jenis kain pel. Tapi bila lantai rumah Kamu terbuat dari jenis lantai lain, bersihkan lantai kamu dengan jenis pel yang tepat.

    Selain itu, gunakan gerakan yang tepat saat membersihkan lantai sesuai dengan alat pel yang Kamu gunakan. Bila Kamu menggunakan pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali, bersihkan lantai dengan gerakkan menyerupai angka delapan.

    Cara mengepel lantai seperti ini membantu Kamu menjangkau seluruh permukaan lantai dengan lebih menyeluruh. Sedangkan bila Kamu menggunakan alat pel yang terbuat dari spons, bersihkan lantai dengan gerakan maju mundur. Bila lantai dibersihkan dengan lebih baik, bau tak sedap pun lebih mudah dicegah.

    5. Gunakan Pembersih Lantai dengan Pewangi

    Lantai harus dibersihkan untuk mencegah secara rutin untuk mencegah berkembang biaknya kuman dan bakteri. Karena itu, pembersih lantai yang Kamu gunakan tak hanya harus mampu membersihkan kotoran, tapi juga membasmi kuman dan bakteri. Kamu juga dapat menggunakan pembersih lantai dengan pewangi agar lantai jadi bau harum dan segar.

    Itulah tips mengepel lantai dengan benar agar tidak bau amis.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Langkah Merawat Kain Pel Agar Selalu Bersih, Lantai Jadi Kinclong dan Wangi


    Jakarta

    Penggunaan kain pel yang bersih dilakukan saat mengepel lantai. Jangan sampai sudah susah-susah mengepel tapi lantai tetap kotor dan bau karena menggunakan kain pel yang sudah usang.

    Oleh karena itu, penting untuk merawat kain pel secara teratur supaya bersih, sehingga mengepel lantai jadi lebih efektif. Sebaiknya kamu segera membersihkan kain pel setelah selesai digunakan.

    Lantas, bagaimana cara merawat kain pel? Yuk, simak ulasannya berikut ini seperti yang dikutip dari Real Simple.


    Persiapkan Alat dan Bahan

    Sebelum membersihkan kain pel, kamu perlu menyiapkan alat dan bahan berikut ini.

    • Ember
    • Mesin cuci
    • Jemuran
    • Sarung tangan pelindung
    • Pembersih serba guna
    • Detergen
    • Cuka Pembersih cucian
    • Pemutih

    Cara Merawat Kain Pel

    Inilah tips merawat kain pel yang bisa kamu lakukan biar kain pel selalu bersih.

    1. Bersihkan Kain Pel Setelah Digunakan

    Setelah mengepel lantai, kamu bisa merendam kain pel ke dalam bak cuci atau ember berisi air hangat dan biarkan selama tiga menit. Jangan lupa gunakan sarung tangan pelindung untuk menghindari iritasi kulit.

    Lalu, peras kain pel hingga cukup kering. Celupkan dan peras beberapa kali untuk menghilangkan semua sisa sabun.

    Untuk kepala kain pel yang dapat dilepas, kamu bisa masukkan ke mesin cuci dan tambahkan detergen. Setelah dibersihkan, jemur kain pel hingga kering.

    2. Bersihkan Kepala Pel Secara Mendalam

    Isi penuh ember dengan air panas dan pembersih serbaguna. Ikuti petunjuk pemakaian tentang berapa banyak bahan pembersih yang harus digunakan.

    Rendam kain pel dalam larutan pembersih dan biarkan terendam setidaknya selama 10 menit agar pembersih dapat menghilangkan penumpukan kotoran. Isi ulang ember dengan air hangat segar dan bilas kain pel

    3. Sanitasi Kepala Pel

    Kamu perlu menyiapkan dua cangkir cuka, dua cangkir air panas, air dingin, dan campuran air panas dengan pemutih (hanya untuk kepala pel kapas). Rendam kain pel selama 10 menit, lalu tuang larutan pembersih, dan isi ulang ember dengan air hangat.

    Gosok kain pel agar noda hilang, kemudian bilas kepala pel hingga bersih. Peras kain pel dengan baik dan biarkan mengering dalam posisi tegak.

    4. Cara Menyimpan Kain Pel dengan Benar

    Setelah kain pel bersih dan kering, kamu perlu menyimpannya dengan benar. Setiap jenis kain pel memiliki cara penyimpanan yang berbeda.

    • Pel Spons : Selalu simpan spons pel dengan kepala menghadap ke atas untuk mencegahnya berubah bentuk. Jika spons mulai rusak, berbau, atau berubah warna.
    • Kepala Pel Kapas: Kepala pel kapas harus benar-benar kering sebelum menyimpannya dalam posisi tegak di tempat yang tidak berventilasi.
    • Kepala Pel Microfiber: Kepala pel microfiber melingkar atau tali harus disimpan tegak di ruang yang berventilasi baik. Kebanyakan kepala pel mikrofiber dapat bertahan hingga 200 kali penggunaan.

    Itulah cara merawat kain pel agar tetap bersih dan awet. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com