Tag: estetika

  • Bingung Pilih Lantai Keramik atau Vinyl? Ini Perbandingan Lengkapnya!



    Jakarta

    Pemilihan material lantai sering kali menjadi dilema saat membangun atau merenovasi rumah. Tidak hanya soal estetika, lantai juga menentukan kenyamanan hingga daya tahan hunian dalam jangka panjang.

    Dua material yang kerap dibandingkan adalah keramik dan vinyl. Keduanya sama-sama populer, namun punya karakter berbeda yang bisa mempengaruhi suasana rumah secara keseluruhan.

    Masih bingung pilih yang mana? Yuk simak!


    Tampilan Mirip, Karakter Berbeda

    Keramik sudah lama menjadi standar lantai di banyak rumah Indonesia. Material ini dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi sehingga kuat dan tahan lama. Sementara itu, lantai vinyl kini semakin diminati karena tampilannya yang modern dan harganya yang cenderung murah.

    Melansir halaman The Spruce, Senin (03/11/2025), keramik masih dianggap unggul dari segi tampilan dan nilai estetika jangka panjang, terutama jika menggunakan keramik yang berkualitas tinggi. Sementara vinyl dinilai dapat menjadi alternatif bagi penghuni yang menginginkan tampilan hangat dengan kesan natural seperti kayu.

    Ketahanan dan Kenyamanan

    Salah satu keunggulan utama keramik adalah daya tahannya. Mengutip The Spruce, keramik dapat bertahan lebih dari 40 tahun jika dirawat dengan baik. Material ini juga tahan air dan panas sehingga aman digunakan di area lembab seperti dapur atau kamar mandi. Kekurangannya, permukaan keramik cenderung keras dan dingin saat diinjak, sehingga terasa kurang nyaman untuk mereka yang sering beraktivitas tanpa alas kaki.

    Sebaliknya, vinyl terkenal lebih ramah kaki. Mengutip situs Ranney Blair, permukaan vinyl terasa lebih hangat dan empuk, serta lebih senyap ketika diinjak. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Namun, vinyl memiliki umur pakai lebih pendek dibanding keramik dan bisa mengalami kerusakan jika terendam air terlalu lama, kecuali pada varian waterproof.

    Pemasangan dan Perawatan

    Dari sisi pemasangan, keramik membutuhkan proses yang lebih kompleks dan biasanya melibatkan tukang profesional. Nat di antara keramik juga perlu perhatian ekstra karena rentan kotor seiring waktu.

    Sebaliknya, vinyl dikenal sebagai material yang mudah dipasang, bahkan bisa dilakukan sendiri untuk beberapa jenisnya. Melansir halaman Mannington, teknologi pemasangan click system membuat vinyl lebih praktis dan menghemat waktu renovasi. Vinyl juga cenderung lebih mudah dibersihkan karena tidak memiliki nat seperti keramik.

    Mana yang Harus Dipilih?

    Pada akhirnya, pilihan antara keramik dan vinyl kembali pada kebutuhan hunian masing-masing. Keramik cocok bagi yang mencari material tahan lama dengan tampilan elegan. Di sisi lain, vinyl lebih ideal bagi penghuni yang mengutamakan kenyamanan, dan instalasi yang praktis.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 3 Tips Posisikan Tempat Tidur di Kamar Supaya Estetik dan Fungsional


    Jakarta

    Posisi tempat tidur menentukan estetika dan fungsionalitas kamar tidur. Kalau sampai salah menentukan posisi tempat tidur, bisa-bisa kamar tidur malah terlihat sempat dan tidak proporsional.

    Nah, justru posisi tempat tidur yang sesuai akan membantu membuat suasana kamar tidur lebih nyaman untuk istirahat. Lalu, bagaimana cara memposisikan tempat tidur yang tepat?

    Ayo simak tips posisikan tempat tidur di kamar berikut ini, dikutip dari Real Simple, Jumat (28/6/2024).


    Tips Posisikan Tempat Tidur di Kamar

    1. Pilih Tempat Tidur Sesuai Ukuran Kamar

    Menurut desainer interior dan founder House of Honey, Tamara Honey, memilih ukuran tempat tidur yang tepat sangat penting. Setidaknya jarak minimum di samping tempat tidur sekitar 30 inci dan 36 inci dari kaki tempat tidur.

    2. Jangan Taruh Tempat Tidur di Pojok

    Menurut Honey, dengan menempatkan tempat tidur di bagian pojok bisa menimbulkan beberapa tantangan fungsionalitas, seperti hilangnya tempat penyimpanan dan membatasi aksesibilitas. Namun jika luas ruangan terbatas, maka menempatkan tempat tidur di pojok ruangan bisa menjadi pilihan yang tepat.

    Jangan lupa untuk menggunakan tempat penyimpanan di bawah tempat tidur dan sandaran kepala yang bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan.

    3. Tempat Tidur Terlihat saat Masuk ke Kamar

    Menempatkan tempat tidur menghadap pintu masuk kamar bisa menjadi pilihan, sehingga kamu bisa melihat keseluruhan desain dalam sekejap. Kamu bisa menggunakan sandaran kepala yang bagus, dekorasi karya seni, atau wallpaper yang indah agar terlihat lebih menarik.

    “Kamu bisa merasakan keseluruhan ruangan dan itu membuatnya begitu menarik dan hampir terasa seperti sebuah destinasi,” ujar desainer interior Kate Dawson, dikutip dari Real Simple.

    Itulah beberapa hal yang bisa dipertimbangkan dalam mengatur posisi tempat tidur di kamar. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Warna Keramik Lantai Teras yang Bagus Sesuai Konsep Rumah


    Jakarta

    Memilih warna keramik lantai teras yang bagus menjadi langkah penting dalam mempercantik tampilan rumah. Ketepatan warna tidak hanya menambah estetika, namun juga menciptakan suasana yang nyaman.

    Hal ini tentu akan menciptakan kesan tersendiri, terutama saat menyambut tamu yang datang. Oleh karena itu, simak beberapa warna keramik lantai teras rumah yang bisa jadi referensi.

    Rekomendasi Warna Keramik Lantai Teras

    Disarankan untuk menggunakan warna lantai yang kontras dengan warna taman atau tempat duduk luar ruangan. Berikut adalah ide warna keramik lantai teras populer yang dikutip dari laman Pexio:


    1. Putih

    teras rumahIlustrasi lantai teras keramik berwarna putih. Foto: Getty Images/MIXA/MIXA

    Warna putih jadi salah satu rekomendasi warna lantai teras, yang memberikan kesan bersih dan lapang. Warna akan cocok untuk teras ingin menonjolkan kesan minimalis modern. Selain itu, putih juga jadi warna yang mudah dipadukan dengan berbagai warna lainnya.

    2. Cokelat

    Teras rumahTeras rumah dengan keramik cokelat. Foto: Getty Images/Fotokia

    Cokelat adalah warna hangat yang memberikan kesan alami dan nyaman untuk teras rumah. Warna ini cocok untuk rumah yang memiliki konsep tradisional atau rustic.

    3. Abu-abu

    Cozy Lounge Outside. 3d RenderIlustrasi teras dengan keramik abu-abu. Foto: Getty Images/asbe

    Jika ingin warna netral, pilihlah warna abu-abu. Warna ini cukup banyak disukai orang, karena menawarkan kesan modern dan elegan. Abu-abu sangat cocok untuk rumah dengan desain kontemporer atau minimalis.

    4. Hijau

    Warna ini menimbulkan kesan yang segar dan menenangkan. Hijau akan cocok untuk teras ingin menghadirkan nuansa alami ke dalam rumah.

    5. Hitam

    Bagi sebagian orang, warni ini mungkin bukan pilihan yang biasa untuk teras. Namun, jika warna hitam digunakan dengan benar, warna ini bisa memberikan kesan yang modern yang tetap indah.

    Tips Memilih Lantai Keramik untuk Teras

    Dikutip dari Club Ceramic, berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih ubin teras keramik:

    1. Perimbangkan Gaya

    Ketika memilih lantai, kamu juga perlu memilih gaya, ukuran, atau desain yang sesuai. Terutama dengan estetika keseluruhan ruang.

    Desain ubin yang rumit mungkin tidak akan terlihat menarik di teras, terutama bagi yang memiliki rumah dan taman minimalis.

    2. Pilih Keramik yang Berkualitas

    Pastikan kamu melihat peringkat Porcelain Enamel Institute (PEI) atau skema peringkat kekuatan dan daya tahan keramik. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ubin tersebut cukup kuat untuk menahan kondisi luar ruangan.

    Jika memperkirakan teras akan sering dilalui orang, pilih ubin dengan PEI yang lebih tinggi. Contoh, ubin dengan PEI 3/1500 atau 4/6000 punya ketahanan yang lebih tinggi terhadap abrasi permukaan dan ketahanan yang lebih lama di teras.

    3. Perhatikan Ketahanan Selip dan Tekstur

    Kita juga perlu mempertimbangkan tekstur dan ketahanan selip. Ubin dengan lapisan akhir matte maupun permukaan bertekstur, bisa pilihan yang sangat baik karena antiselip.

    Pastikan kamu menemukan warna lantai keramik teras yang bagus dan juga sesuai dengan selera dan estetika rumah secara keseluruhan, ya.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 8 Penyebab Cat Dinding Menggelembung dan Cara Mudah Mengatasinya


    Jakarta

    Cat rumah adalah pelindung terluar dinding. Selain melindungi, cat dinding juga mempercantik tampilan rumah. Sifatnya yang menempel pada dinding, ada beberapa risiko yang dapat merusak cat dinding, salah satunya adalah cat menggelembung.

    Cat menggelembung adalah keadaan cat yang semula rata dan mulus tiba-tiba membentuk bulatan besar seperti balon yang diisi udara. Biasanya cat menggelembung tidak langsung pecah terutama yang ukuran bulatannya masih kecil. Namun, ukuran apapun, cat menggelembung mengganggu estetika dinding di rumah. Lantas, apa yang harus dilakukan jika ada cat menggelembung pada dinding rumah?

    Penyebab Cat Menggelembung

    Dikutip dari House Beauty, Sabtu (6/7/2024) berikut beberapa penyebab cat dinding menggelembung.


    1. Cat yang Dipilih Tidak Sesuai

    Penyebab pertama cat dinding menggelembung adalah jenis cat yang digunakan tidak sesuai dengan dinding rumah. Misalnya jenis cat minyak dan lateks dipakai bersamaan. Alhasil keduanya tidak dapat menempel dan senyawanya tidak mengikat. Dengan demikian, setelah ditimpa permukaan dinding akan terlihat gelembung berisi udara.

    2. Tidak Membersihkan Sisa Cat Sebelumnya

    Sudah jadi rahasia umum, jika ingin mengecat dinding, kamu perlu membersihkan warna cat sebelumnya. Namun, biasanya langkah ini dilewati karena sulit dan membutuhkan waktu lama. Padahal cara ini bukan hanya membuat tampilan dinding lebih halus, melainkan menghilangkan kotoran yang menempel di dinding. Minyak atau kotoran bisa menjadi penyebab timbulnya gelembung sebab cat tidak dapat menempel sepenuhnya pada dinding yang berminyak.

    3. Tidak Pakai Cat Dasar

    Setelah cat sebelumnya terkelupas, kamu perlu melapisinya dengan cat dasar dahulu. Cat dasar penting untuk memperkuat lapisan warna pada tembok. Cat dasar ini juga perlu dipakai setelah cat selesai. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa cat dapat terkunci dan mencengkeram permukaan secara merata dan konsisten.

    4. Dinding yang Lembab

    Kemudian, ada kondisi lain yang bisa menyebabkan cat menggelembung yakni udara di sekitar dinding lembap, terutama pada saat hujan. Biasanya cat dinding luar sering mengalami cat menggelembung. Kelembapan berbentuk udara atau air terperangkap di lapisan cat dan membentuk kantong. Kamu perlu berhati-hati jika atap rumah mulai bocor karena potensi cat dinding menggelembung mungkin saja terjadi.

    5. Cat Terkena Suhu yang Terlalu Panas

    Selain lembap, cat menggelembung juga bisa timbul jika di sekitar dinding terlalu panas. Idealnya cat dinding berada dalam suhu 50-85 derajat. Jika berada di atas angka tersebut risikonya cat mengering secara tidak merata sehingga ada udara yang terperangkap di bawahnya.

    6. Menimpa Cat Lain yang Masih Basah

    Salah teknik pengecatan seperti menimpa cat yang masih basah juga merusak permukaan cat sebelumnya. Salah satu kerusakan tersebut terlihat dari terbentuknya gelembung. Oleh sebab itu, pastikan cat yang sudah dipoles dan dicat benar-benar kering sebelum mengaplikasikan lapisan berikutnya.

    7. Cat Diaduk Terlalu Lama

    Teknik pengecatan lainnya yang membuat cat menggelembung adalah cat diaduk terlalu lama sebelum dipakai. Mengaduk cat terlalu lama dan terlalu cepat secara berlebihan dapat menimbulkan masuknya gelembung udara ke dalam cat yang muncul di dinding.

    8. Salah Memilih Rol Cat

    Penyebab lainnya adalah salah memilih rol cat. Kuas dan cat dirancang berbeda-beda agar pada saat digunakan, cat bisa merata tanpa tercipta bertekstur. Maka dari itu, tanyakan kepada petugas toko bangunan atau tempat kamu membeli cat agar hasilnya sesuai harapan.

    Cara Mengatasi Cat Gelembung

    Jika mendapati cat di rumah menggelembung, kamu bisa memecah gelembung tersebut dengan mengikisnya. Gunakan ampelas agar lebih cepat. Jika di bawah cat menggelembung ada retakan, sebaiknya tambal dahulu. Setelah permukaan dinding kembali rata seperti semula, amplas kembali.

    Jangan lupa oleskan dengan cat dasar atau primer, pastikan cat benar-benar mengering dan tidak lembab. Lalu aplikasikan ulang cat dengan lapisan berikutnya. Tunggu sampai mengering, baru kamu bisa menimpa cat baru lagi jika dibutuhkan.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi cat dinding menggelembung. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Macam-macam Teknik Mengecat Dinding Berdasarkan Alatnya


    Jakarta

    Mengecat dinding perlu dilakukan untuk menambah estetika rumah. Saat mengecat, ternyata ada teknik-tekniknya tersendiri lho tergantung dari alat yang digunakan.

    Beberapa alat yang umum digunakan saat mengecat seperti kuas, roller, hingga dalam bentuk spray. Ketiganya memiliki teknik tersendiri agar memberikan hasil yang bagus.

    Dilansir dari Instagram resmi Kementerian PUPR @kemepupr yang diunggah pada Rabu (17/7), berikut ini teknik-teknik pengecatan berdasarkan alatnya.


    Pakai Kuas

    Man painting interior of home in gray paintMan painting interior of home in gray paint Foto: Getty Images/Bill Oxford

    Saat menggunakan kuas untuk mengecat, kamu bisa melakukan hal-hal berikut ini.

    – Celupkan kuas ke dalam cat hingga 1/3 panjang bulu
    – Ketuk sisi kaleng untuk menghilangkan cat berlebih
    – Sapukan kuas dengan menekan secara perlahan dan menariknya sesuai arah yang diinginkan
    – Lanjutkan hingga menutup semua area
    – Biarkan mengering, oleskan lapisan kedua atau ketiga jika diperlukan

    Pakai Roller

    Young woman with hearing aid, during reconstruction of apartment, enjoying while painting her wallsYoung woman with hearing aid, during reconstruction of apartment, enjoying while painting her walls Foto: Getty Images/Sladic

    Saat mengecat menggunakan roller paint, kamu bisa menggunakan cara berikut ini.

    – Tuangkan cat ke dalam baki
    – Celupkan rol ke baki dan gerakkan hingga cat membasahi rol dengan merata
    – Oleskan rol dengan pola zigzag vertikal atau W tanpa mengangkat rol dari permukaan. Hal itu untuk meratakan cat ke seluruh area
    – Biarkan mengering, oleskan lapisan kedua atau ketiga jika perlu

    Pakai Spray atau Penyemprot

    Artist paints gold in a temple area in Thailand,  Gold is an auspicious color for Buddhists.Ilustrasi mengecat pakai spray Foto: Getty Images/0802290022

    Saat mengecat menggunakan spray atau penyemprot, kamu bisa menggunakan cara berikut ini.

    – Tuangkan cat ke dalam tabung penyemprot
    – Atur tekanan udara sesuai standard
    – Atur jarak dengan permukaan dan semprotkan cat pada sudut tegak lurus
    – Supaya merata, posisikan agar hasil semprotan menumpuk sekitar 50% dari semprotan sebelumnya
    – Semprotkan lapisan kedua/ketiga bila perlu

    Nah, sebelum mengecat dinding, sebaiknya kamu perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini supaya hasilnya maksimal.

    – Pastikan permukaan yang akan dicat bersih dan bebas dari kotoran/partikel/debu
    – Gunakan primer/undercoat sesuai standard
    – Encerkan cat sesuai rekomendasi dan aduk rata

    Itulah beberapa teknik yang bisa digunakan saat mengecat dinding berdasarkan alat yang digunakan. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Gerah, Ini 6 Cara Jitu Tangkal Sinar Matahari Masuk Rumah


    Jakarta

    Indonesia telah memasuki musim kemarau yang artinya intensitas hujan akan menurun dan paparan sinar matahari semakin terik dan terasa panas. Cuaca panas bisa membuat ruangan yang ada di dalam rumah terasa panas.

    Posisi rumah penting untuk diperhitungkan, supaya rumah tidak terlalu terpapar sinar matahari yang menyengat. Bagi rumah yang menghadap timur atau barat bisa saja terpapar sinar matahari yang cukup intens pada pagi maupun sore hari.

    Lantas, bagaimana cara menangkal sinar matahari supaya rumah tidak terlalu panas?


    “Untuk mengoptimalkan kenyamanan, hadap rumah di Indonesia sebaiknya ke arah utara-selatan,” kata Direktur Home-Works Wahyu Achadi kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    “Terpapar sinar matahari langsung cukup lama akan membuat suhu udara di dalam rumah panas,” lanjut Wahyu.

    Wahyu mengatakan bahwa ada beberapa rekayasa yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak buruk dari paparan sinar matahari langsung ke dalam rumah. Berikut ini beberapa cara untuk menghalau sinar matahari masuk ke dalam rumah.

    Cara Tangkal Sinar Matahari Masuk Rumah

    1. Menanam Pohon

    Pohon bisa membantu untuk mengurangi pancaran sinar matahari yang masuk ke rumah. Biasanya, rumah yang menghadap ke arah barat akan sangat silau dari pukul 14.30 sampai 16.30.

    Jenis pohon yang disarankan adalah yang tumbuh meninggi dengan tajuk ranting tidak melebar, seperti palem, bambu, glodokan tiang, atau pucuk merah yang mudah dibentuk.

    “Fungsi pohon ini juga bukan hanya menahan sinar matahari, tapi juga menyerap polusi, penyedia oksigen, hingga buffer suara dari luar,” jelas Wahyu.

    2. Tanaman Rambat

    Tanaman rambat dapat menjadi alternatif jika menanam pohon tidak memungkinkan. Agar dapat mempercantik rumah, kamu harus memperhatikan estetika tanaman dengan rajin merapikan sudut-sudut rambatannya. Jika tidak, tanaman rambat malah akan memberikan kesan seperti rumah yang tidak terawat.

    “Selain bisa menahan sinar matahari yang masuk, tanaman rambat juga bisa mempercantik tampilan ataupun fasad rumah,” jelas Wahyu.

    3. Optimalkan Teras

    Untuk mengurangi dampak buruk sinar matahari, fungsi teras dapat dioptimalkan dengan meletakkan banyak tanaman di dalam pot. Dengan begitu, sinar matahari dapat tersaring sebelum masuk ke rumah.

    “Dengan banyak tanaman di teras juga membuat udara yang masuk ke dalam rumah lebih segar,” jelas Wahyu.

    4. Kisi-Kisi

    Rekayasa yang dapat dilakukan selanjutnya adalah dengan membuat kisi-kisi sebagai celah udara. Kisi-kisi ini dipasang di area teras atau dinding bagian depan rumah untuk menghambat cahaya matahari yang menyilaukan.

    “Cahaya yang silau bisa dihambat dengan keberadaan kisi-kisi sebagai secondary skin pada bagian dinding terluar yang akan menyaring sinar matahari,” kata Wahyu.

    5. Overstek atau Kanopi

    Kamu bisa juga memasang overstek atau kanopi untuk mengurangi cahaya matahari yang masuk.

    “Overstek atau kanopi bisa menjadi solusi dengan membuat semacam bidang transparan atau seunscreen dengan bentuk vertikal maupun horizontal,” kata Wahyu.

    Untuk rumah bergaya tropis, gunakan overstek atau kanopi yang lebar. Sementara itu, rumah minimalis sebaiknya menggunakan overstek atau kanopi di atas jendela.

    6. Kaca Film

    Sebagai solusi terakhir, kamu juga bisa memasang kaca film jika pancaran sinar matahari yang masuk terlalu kuat. Kaca film ini dipasang pada jendela besar di depan rumah. Di bagian dalam rumah, kamu juga bisa memasang gorden transparan (vitrase).

    Itulah beberapa rekayasa yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak buruk dari paparan sinar matahari langsung ke dalam rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanda Rumah Harus Segera Direnovasi


    Jakarta

    Rumah adalah tempat tinggal yang harus dibuat nyaman dan aman. Renovasi adalah salah satu cara untuk mengupgrade rumah menjadi lebih besar dan lebih nyaman.

    Selain itu, renovasi juga harus dilakukan bila kita menemukan tanda-tanda kerusakan pada rumah kita. Nah, kapan waktu itu datang?

    Pemilik rumah harus tahu waktu dan tanda-tanda rumah harus segera direnovasi bila tak mau ada kerusakan yang lebih besar.


    Melansir dari laman Architecture Beast, berikut adalah 6 tanda rumah kamu perlu renovasi.

    1. Atap atau Genteng Bocor

    Atap atau genteng yang bocor adalah salah satu tanda besar rumah kamu perlu renovasi. Biasanya, kebocorannya ditandai dengan bintik-bintik air di langit-langit. Umumnya genteng memang harus diganti setiap 30 tahun sekali, tapi jika sudah banyak genteng kamu yang bocor kamu perlu segera memperbaikinya. Dalam beberapa kasus, atap yang bocor bisa menjadi pertanda adanya masalah yang lebih serius, sehingga perlu untuk segera dilakukan renovasi pada atap.

    2. Perlu Ruang Tambahan

    Ruang tambahan diperlukan saat kamu memiliki keluarga yang sedang berkembang. Ketika anak sudah remaja, mereka akan memerlukan kamar sendiri sehingga rumah kamu memerlukan renovasi untuk ruang tambahan. Renovasi untuk menambah ruangan pada rumah juga bisa mengubah tata letak rumah kamu, jadi hal ini bisa menjadi solusi juga untuk kamu yang butuh suasana dan tampilan rumah yang baru.

    3. Perbaikan Kecil yang Terus Berulang

    Perbaikan-perbaikan kecil di rumah adalah hal yang tidak bisa dihindari. Namun, jika kamu terus-menerus memperbaiki masalah yang sama setiap saat, ini bisa menjadi tanda bahwa rumah kamu memerlukan renovasi. Selain itu, melakukan renovasi juga bisa membantu kamu menghindari biaya berulang dan menjaga rumah kamu tetap berfungsi dengan efisien.

    4. Lantai Sudah Dalam Kondisi Buruk

    Hal lain yang menandakan bahwa kamu memerlukan renovasi adalah ketika lantai menjadi bobrok. Dibandingkan dengan bagian rumah lainnya, lantai biasanya lebih tahan lama. Namun seiring berjalannya waktu, lantai juga bisa rusak dan perlu untuk diganti. Selain dari sisi fungsional, merenovasi lantai juga bisa menambah nilai estetika pada rumah.

    5. Pipa Bocor

    Ketika pipa mulai bocor, itulah saatnya kamu untuk memanggil tukang ledeng dan melakukan renovasi. Sayangnya, banyak pemilik rumah yang menunda perbaikan pipa hingga masalahnya semakin parah. Meskipun hal ini mungkin tampak tidak penting pada saat itu, pipa yang rusak dapat merusak dan membahayakan fondasi rumah kamu.

    6. Banyaknya Rayap dan Hama

    Salah satu tanda yang tidak dapat disangkal bahwa rumah perlu renovasi adalah ketika kamu sering menemukan bukti adanya serangan rayap, terutama bagi kamu yang banyak menggunakan kayu sebagai furnitur rumah. Rayap dapat menyebabkan kerusakan besar pada rumah, sehingga memerlukan biaya perbaikan yang mahal. Oleh karena itu kamu harus membasmi serangan rayap terlebih dahulu sebelum memulai renovasi rumah.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Cocok untuk Rumah Minim Cahaya


    Jakarta

    Merawat tanaman di dalam rumah membawa manfaat yang banyak untuk penghuni rumah, seperti mengurangi stres dan membantu memurnikan udara. Menata tanaman dengan benar juga meningkatkan estetika desain rumah.

    Seringkali merawat tanaman dalam ruangan memiliki tantangan dalam hal ruang dan cahaya matahari. Memilih tanaman yang cocok untuk hal tersebut memang cukup sulit, karena biasanya tanaman harus mendapatkan cahaya secara rutin.

    Ada banyak pilihan tanaman yang dapat kamu pilih untuk memulai merawat tanaman dalam ruangan. Dilansir dari The Spruce, Sabtu (14/09/2024), berikut beberapa rekomendasi tanaman dalam ruangan yang cocok untuk kamu.


    1. Monstera Deliciosa

    Concept of urban jungle, growing plants at homeMonstera Foto: Getty Images/iStockphoto/Damian Lugowski

    Monstera Deliciosa merupakan tanaman berdaun besar dan berjenjang, tanaman ini memberikan kesan tropis dan dapat tumbuh hingga 10 kaki saat dewasa.

    Meskipun tanaman ini menyukai cahaya terang dan tidak langsung, terlalu banyak sinar matahari langsung dapat membakar dedaunannya yang mengagumkan. Jauhkan tanaman ini dari hewan peliharaan kamu, karena tanaman ini beracun untuk hewan peliharaan jika tertelan.

    2. Spider Plant (Chlorophytum comosum)

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Tanaman ini menjadi tanaman favorit bagi penyuka tanaman dalam ruangan. Tanaman hias klasik, serbaguna, dan mudah dirawat. Tanaman laba-laba atau spider plant ramah untuk hewan peliharaan, cukup kompak jika ditempatkan dalam satu ruangan.

    Tanaman ini mudah untuk diperbanyak dari tunas. Tanaman laba-laba retro dengan dedaunannya yang halus, seperti rumput, dan menjuntai, sangat cocok untuk ditambahkan ke gantungan tanaman kamu.

    3. Snake Plant (Dracaena trifasciata)

    Cozy home interior decor, Sansevieria (snake plant) in ceramic pots on a white table on the background of a bed with decorative pillows, modern design on a sunny dayCozy home interior decor, snake plant in ceramic pots on a white table on the background of a bed with decorative pillows, modern design on a sunny day Foto: Getty Images/iStockphoto/Inna Luzan

    Jika kamu tidak yakin dengan kemampuan merawat tanaman hias, tetapi kamu ingin memiliki tanaman untuk membuat kesan struktural di ruangan kamu, tanaman ini cocok untuk kamu pilih.

    Dedaunannya yang memiliki bentuk seperti pedang biasanya berwarna hijau tua dengan tepi berwarna kuning, menjadi titik fokus yang minimalis dan modern. Dengan kebiasaan tumbuh tegak, tanaman ini dapat masuk ke dalam ruang kecil.

    Penyiraman berlebih membuat tanaman ini cepat mati. Untuk menyiram tanaman lidah mertua atau snake plant, tunggu hingga tanah benar-benar kering.

    4. Cast Iron Plant (Aspidistra elatior)

    A group of Aspidistra plants in the nursery area of the Alcazar gardens in Seville.A group of Aspidistra plants in the nursery area of the Alcazar gardens in Seville. Foto: Getty Images/iStockphoto/Alphotographic

    Sesuai namanya, tanaman ini lebih tahan kekeringan dan lebih sulit mati. Hindari dari sinar matahari langsung dan jangan menyiram secara berlebihan.

    Tanaman ini tumbuh dengan lambat, hal ini cocok untuk kamu yang memiliki ruangan kecil. Daunya yang gelap dan mengkilap dapat mencapai panjang lebih dari setengah meter setelah dewasa.

    5. Pohon Naga (Dracaena marginata)

    Four dracanea marginata indoor plants in flowerpots on window sillFour dracanea marginata indoor plants in flowerpots on window sill Foto: Getty Images/iStockphoto/janzwolinski

    Pohon naga tahan di lingkungan yang kering. Tanaman ini cukup tinggi dan tegak serta dedaunan yang memanjang dan tipis.

    Tanaman yang anggun dan menonjol ini memiliki semburat merah pada tepi daunnya. Tanaman ini tumbuh subur di tempat yang terkena cahaya terang tetapi tidak langsung.

    Itulah rekomendasi lima tanaman dalam ruangan yang cocok untuk rumah kamu.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Rekomendasi Kombinasi Warna Cat Kusen Pintu dan Jendela Rumah


    Jakarta

    Kusen pintu dan jendela seringkali menjadi elemen yang terlupakan saat merancang desain eksterior rumah. Padahal, warna pada pintu dan jendela berperan penting dalam mempertegas karakter hunian.

    Memilih kombinasi yang tepat pada warna cat kusen pintu dan jendela bisa memperkuat kesan pertama yang diberikan sebuah rumah. Kombinasi warna cat yang bagus juga bisa meningkatkan estetika pada rumah.

    7 Rekomendasi Kombinasi Warna Cat Kusen Pintu dan Jendela

    Jika sedang mencari kombinasi warna cat kusen pintu dan jendela, kamu bisa melihat rekomendasi ini. Berikut contoh beserta gambarnya


    1. Abu-abu Mutiara-Putih

    Kombinasi warna pintu dan jendelaKombinasi warna pintu dan jendela Foto: (John Granen-Better Home & Gardens).png

    Mengutip laman Better Home & Gardens, palet warna yang tenang memunculkan kesan simetri dan menciptakan gaya modern. Cat abu-abu pada pintu dan putih di bagian jendela bisa memberikan kesan yang mewah.

    2. Hijau Sage dan Krem

    Kombinasi warna pintu dan jendelaKombinasi warna pintu dan jendela Foto: (Jay Wilde:Better Home & Gardens)

    Dinding berwarna salmon ini bisa dipadukan dengan pintu berwarna hijau sage. Ditambah, jendela berwarna krem menawarkan kombinasi yang tidak mencolok.

    3. Abu-abu Muda-Putih

    Kombinasi warna pintu dan jendelaKombinasi warna pintu dan jendela Foto: (John Granen-Better Home & Gardens)

    Warna abu-abu, coklat kemerahan dan putih begitu hangat ketika dipadukan. Dalam gambar ini, warna coklat kemerahan membentuk garis luar jendela dan di sekitar pintu. Sementara warna putih di bingkai jendela memberikan kecerahan pada fasad.

    4. Coklat Muda dan Coklat tua

    Kombinasi warna pintu dan jendelaKombinasi warna pintu dan jendela Foto: (Emily Followil/Better Home & Gardens)

    Pada desain ini pintunya dicat warna coklat yang berpadu cantik dengan dinding berwarna salmon. Pada bagian kanan dan kiri terdapat jendela dengan perpaduan warna coklat yang berbeda dan dengan tambahan penutup jendela berwarna hijau.

    5. Biru Kobalt-Putih

    Kombinasi warna pintu dan jendelaKombinasi warna pintu dan jendela Foto: (David Tsay/Better Home & Gardens).png

    Biru kobalt pada bagian pintu berpadu cantik dengan warna putih di dinding dan jendela. Warna birunya membuat pintu masuk tampak mempesona dengan jendela kotak-kotak dengan lis putih.

    6. Coklat-Hijau Ivy

    Kombinasi warna pintu dan jendelaKombinasi warna pintu dan jendela Foto: (Jay Wilde/Better Home & Gardens)

    Warna hijau ivy terlihat serasi dengan dinding hijau zaitun, sehingga berbagai warna hijau berpadu menjadi satu. Sementara, di bagian depan, pintunya menggunakan warna coklat yang netral.

    7. Biru Dongker dan Putih

    Kombinasi warna pintu dan jendelaKombinasi warna pintu dan jendela Foto: (David land: Better Home & Gardens).png

    Dinding bata dan warna biru dongker pada pintu terkesan tradisional namun elegan. Jendelanya diberi warna putih dan penutup yang senada dengan pintu. Warna putihnya juga senada dengan pintu masuk pagar kayu rumah.

    Itulah beberapa rekomendasi warna cat kusen pintu dan jendela yang bisa menambah estetika rumah. Semoga informasi ini menginspirasimu ya.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mengecat Pintu Rumah Biar Ciamik


    Jakarta

    Mengecat aksen warna-warni adalah cara yang terjangkau dan menyenangkan untuk mempercantik rumah kamu, termasuk bagian pintu. Pintu dengan warna atau desain yang menarik bisa memanjakan mata penghuni maupun tamu rumah.

    Dilansir dari This Old House, Kamis (26/09/2024), panduan untuk kamu memilih warna dan ide aksen kreatif untuk pintu di rumah kamu.

    Pilih Warna yang Tepat

    Pertimbangkan Estetika Ruangan

    Saat memilih warna untuk aksen pintu, pertimbangkan skema warna dan gaya ruangan yang ada. Perhatikan warna dinding, furniture, dan dekorasi untuk memastikan warna yang kamu pilih melengkapi ruangan.


    Jika ruangan kamu memiliki palet netral, aksen pintu yang berani dapat menambahkan warna tanpa membuat ruangan tampak berlebih.

    Pilih Warna Komplementer

    Untuk menciptakan tampilan yang kohesif, pilih warna yang serasi. Kamu dapat menggunakan roda warna untuk menemukan warna yang saling melengkapi atau memilih nuansa yang berbeda dari roda yang sama untuk efek monokromatik.

    Jangan takut bereksperimen dengan kombinasi warna yang tidak terduga untuk menciptakan desain yang unik dan menarik.

    Ide Aksen Pintu Kreatif

    Desain Dua Warna

    beautiful old green front door, coffered, made of wood, with skylightIlustrasi pintu 2 warna Foto: Getty Images/iStockphoto/Gabriele Grassl

    Kamu jangan takut untuk bereksperimen, gunakan desain dua warna yang berbeda, seperti pemblokiran warna horizontal atau vertikal, atau ciptakan efek kusen dengan mengecat tepi luar pintu dengan warna yang kontras.

    Efek Gradasi

    Locked two-toned grey wood paneled entrance to a moss-covered brick building on the outskirts of Hanoi, Vietnam. Ilustrasi pintu warna gradasi Foto: Getty Images/iStockphoto/Kathryn Wanders

    Menciptakan efek gradasi halus dengan memadukan dua atau lebih corak warna yang sama dari atas ke bawah atau dari samping ke samping pintu. Hal ini akan membuat pintu kamu menjadi lebih menarik dan kreatif.

    Pola Geometris

    Gunakan selotip pelukis untuk membuat pola geometris yang berani, seperti segitiga, chevron, atau berlian untuk tampilan yang modern dan artistik.

    Tambahkan Aksen Metalik

    Tambahkan tekstur atau kilau pada ruangan kamu, pertimbangkan untuk memasukkan aksen metalik ke dalam desain cat kamu. Cat metalik tersedia dalam berbagai corak, seperti emas, perak, perunggu, dan tembaga.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com