Tag: exhaust fan

  • Posisi yang Pas buat Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi


    Jakarta

    Memasang exhaust fan di kamar mandi perlu dilakukan. Hal itu untuk menghilangkan kelembapan di kamar mandi.

    Tanpa exhaust fan, kamar mandi bisa semakin lembap dan memicu pertumbuhan jamur, lumut, bercak air di langit-langit, lantai, dan dinding. Adanya exhaust fan ini bisa mencegah kondisi lembap dan bau apek.

    Nah, agar bisa berfungsi maksimal, ada beberapa tempat yang pas untuk memasang exhaust fan di kamar mandi. Di mana saja posisinya?


    Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.

    Di Area Paling Lembap

    Exhaust fan sebaiknya terletak di area kamar mandi yang lembap. Biasanya, area ini adalah area mandi atau yang terdapat shower maupun bathtub.

    Tujuannya adalah untuk menghilangkan udara basah dan lembap yang bisa menyebabkan jamur atau kerusakan akibat kelembapan.

    Di Saluran Pembuangan Terdekat

    Exhaust fan bisa dipasang di sisi atau atap rumah. Rencanakan lokasi exhaust fan kamar mandi sehingga saluran memiliki rute terpendek dan langsung, bisa lewat dinding atau atap. Sebab, saluran yang panjang justru bisa membuat exhaust fan kurang efektif dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kondensasi di dalam saluran.

    Jika dipasang di atap, pastikan tidak ada penghalang apapun seperti skylight, cerobong asap, maupun pemanas air. Memasang exhaust fan di dinding maupun atap tidak masalah, namun saluran pembuangan yang lebih pendek lebih baik.

    Itulah area yang pas untuk memasang exhaust fan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Lokasi Andalan buat Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi


    Jakarta

    Exhaust fan merupakan kipas yang digunakan untuk mengeluarkan udara panas dan kelembapan pada ruangan. Perangkat ini banyak digunakan di kamar mandi.

    Menurut arsitek Denny Setiawan, exhaust fan sangat berguna untuk mengurangi kelembapan di kamar mandi. Exhaust fan ini bisa menjadi solusi untuk kamar mandi yang kekurangan ventilasi udara.

    “Musuh dari kamar mandi itu bukan luasnya kesempitan, tapi kelembaban yang tidak keluar oleh ventilasi alami dan cahaya matahari sebagai disinfektan, membuat kamar mandi terasa lembab dan pengap. Kamar mandi yang pengap dan lembab Ini kemudian akan membawa penyakit bagi penggunanya,” kata Denny saat dihubungi Jumat (20/12/2024).


    Cara menghidupkan exhaust fan tidak sulit karena ada yang sudah otomatis menyala ketika lampu kamar mandi menyala sehingga tidak perlu menekan tombol apa pun.

    Untuk memaksimalkan kerjanya, exhaust fan harus dipasang di lokasi yang tepat. Dilansir The Spruce, berikut tempat yang tepat memasang exhaust fan.

    1. Plafon atau Atap Kamar Mandi

    Pemasangan exhaust fan sebenarnya tidak membutuhkan tempat yang luas. Diletakkan di bagian plafon juga bisa. Biasanya posisi ini cocok untuk lokasi kamar mandi yang terhimpit di antara 2 ruang sehingga tidak bisa sembarangan membuat lubang. Ketika memasang exhaust fan, siapkan juga saluran pembuangan yang langsung mengarah keluar.

    2. Area Paling Lembap di Kamar Mandi

    Bagi yang memiliki kamar mandi yang luas bahkan seluas kamar tidur. Pasti di dalamnya terdapat area basah dan kering. Exhaust fan lebih cocok diletakkan di area yang basah dan paling mudah lembap. Area tersebut berada di dekat shower, bak mandi, atau keran. Letak exhaust fan tersebut bisa dipasang di plafon atau di atas shower.

    3. Dekat Jalur Pembuangan Terdekat

    Membuat ventilasi tidak susah, lubang yang cukup bisa membuang kelembapan kamar mandi. Namun jika memakai exhaust fan kamu tentu perlu jalur pembuangan. Maka pilih jalur yang paling pendek agar pembuangan cepat dan tidak ada yang terperangkap di jalurnya. Ukuran paling ideal untuk jalur ventilasi exhaust fan adalah 30 cm dari tutup ventilasi luar. Selain itu pastikan rute ventilasi tersebut lurus.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Fungsi Penting Exhaust Fan di Kamar Mandi, Beda dari Kipas Angin Biasa


    Jakarta

    Kelembapan merupakan musuh bagi bangunan terutama di area kamar mandi. Kondisi kamar mandi yang lembap dapat menyebabkan dinding dan plafon berjamur, lantai licin, hingga muncul bau tak sedap.

    Penyebab kamar mandi lembap adalah ruangan tersebut tidak pernah benar-benar kering karena tidak ada ventilasi yang dapat membantu angin dan panas keluar masuk. Tidak adanya ventilasi di kamar mandi disebabkan lokasi kamar mandi yang berhimpitan dengan ruangan lain atau memang karena tidak terpikirkan sebelumnya.

    Padahal solusi untuk mengatasi kelembapan bukan hanya dengan menggunakan ventilasi, melainkan bisa dengan perangkat elektronik seperti exhaust fan.


    Pentingnya Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi

    Dilansir dari Bob Vila, berikut beberapa manfaat pemakaian exhaust fan di kamar mandi.

    1. Pengganti Lubang Ventilasi

    Seperti namanya, exhaust fan merupakan kipas angin yang bisa menyala otomatis setiap menggunakan kamar mandi atau saat menyalakan lampu. Cara kerja exhaust fan adalah menyerap udara di dalam kamar mandi dan mengalirkan udara segar sehingga terjadi pertukaran udara. Exhaust van bisa menjadi solusi bagi ruangan yang tidak memiliki ventilasi yang memadai.

    2. Mencegah Kerusakan Struktur Bangunan

    Seperti yang disebut sebelumnya dengan memasang exhaust fan, kelembapan bisa dikurangi di kamar mandi. Kelembapan berlebih menyebabkan berbagai macam kerusakan-cat retak, wallpaper mengelupas, dan lemari melengkung. Dengan begitu, exhaust fan bisa mencegah kerusakan struktural dan permukaan kamar mandi.

    3. Mencegah Munculnya Jamur

    Penasaran nggak sih kenapa kamar mandi sering berbau apek padahal tidak ada sumber kotoran dan jarang dipakai? Penyebab utamanya adalah di dalam sana, sedang terjadi berkembangnya jamur. Kelembapan menyebabkan jamur mudah tumbuh. Tanda-tanda munculnya jamur adalah adanya noda-noda berwarna pada permukaan di kamar mandi. Bau apek tersebut berasal dari noda tersebut

    Exhaust fan dapat menyerap kelembapan berlebih secara efektif, melindungi kamar mandi dari kerusakan akibat air sekaligus membantu menghilangkan kabut dan bau pada cermin.

    Cara Memilih Exhaust Fan yang Cocok di Rumah

    1. Tentukan Jenis Exhaust Fan

    Exhaust fan memiliki beberapa macam dan bentuk. Jenis yang paling banyak di pasaran adalah kipas di langit-langit dan kipas angin in-line. Perbedaannya, exhaust fan di langit-langit itu berada tepat di plafon, sementara exhaust fan di in-line berada tidak jauh dari kamar mandi.

    2. Cari yang Hemat Energi

    Meskipun sangat membantu, sebaiknya cari exhaust fan yang tidak membebani tagihan listrik. Bagaimana pun exhaust fan adalah perangkat listrik yang akan digunakan setiap hari.

    3. Cek Fitur

    Saat ini cara untuk membedakan produk satu dengan lainnya adalah dengan melihat fitur tambahan pada produk tersebut. Sebagai contoh ada exhaust fan yang bisa menyala saat lampu dinyalakan, saat ada pergerakan di dalam ruangan, atau ketika kamar mandi terasa lembap.

    4. Kebisingan

    Sama seperti kipas angin pada umumnya, exhaust fan bisa menimbulkan suara. Beberapa produk memiliki suara yang mengganggu seperti mesin jet yang baru dihidupkan. Jadi sebelum benar-benar membeli sebaiknya cek dahulu kondisi exhaust fan ketika digunakan.

    5. Kapasitas Angin

    Cara memilih exhaust fan yang memiliki kapasitas angin yang pas untuk kamar mandi adalah dengan membandingkan dengan luas kamar mandi. Jadi sebelum membeli exhaust fan sebaiknya sudah mengetahui luas kamar mandi dan ketinggian dari lantai hingga plafon.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Membuat Rumah Tetap Sejuk Tanpa AC



    Jakarta

    Cuaca belakangan ini terasa makin ekstrem. Siang hari begitu panas menyengat, sementara sore hari bisa tiba-tiba berubah menjadi mendung dan lembap. Akibatnya, kondisi dalam rumah pun kerap terasa gerah dan pengap.

    Mengandalkan pendingin ruangan (AC) memang menjadi solusi cepat untuk mengatasi panas, namun penggunaan AC terus-menerus bisa berdampak pada tagihan listrik yang membengkak. Tak hanya itu, sirkulasi udara yang terlalu tertutup akibat AC juga bisa berpengaruh pada kesehatan, seperti kulit kering atau iritasi saluran pernapasan.

    Lalu, bagaimana agar rumah tetap terasa sejuk tanpa harus bergantung pada AC? Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan, dilansir berbagai sumber.


    1. Gunakan Kaca Film Surya

    Salah satu cara efektif mencegah panas masuk ke dalam rumah adalah dengan memasang kaca film surya pada jendela. Kaca film ini bekerja menghalau sinar matahari langsung, sehingga suhu di dalam rumah lebih terjaga.

    Meski sedikit mengurangi pencahayaan alami, kaca film modern saat ini tetap memungkinkan penghuni melihat jelas ke luar, hanya saja dari luar tampak lebih gelap.

    2. Sering Buka Jendela (di Waktu yang Tepat)

    Ventilasi alami tetap jadi kunci penting kenyamanan rumah. Namun, waktu membuka jendela juga perlu diperhatikan.

    Dilansir dari Real Simple, membuka jendela saat cuaca panas justru bisa membuat udara panas masuk. Sebaiknya, buka jendela di pagi hari atau menjelang malam saat udara mulai sejuk, agar aliran udara segar masuk dan sirkulasi di dalam rumah tetap lancar.

    3. Pasang Exhaust Fan

    Exhaust fan biasanya digunakan di dapur atau kamar mandi, tapi sebenarnya bisa dipasang di ruangan lain yang sering terasa pengap. Alat ini berfungsi menghisap udara panas dari dalam dan mengalirkannya ke luar ruangan, membantu udara sejuk masuk dan membuat ruangan lebih nyaman.

    4. Gunakan Tirai atau Gorden Cerah

    Selain kaca film, tirai juga bisa jadi pelindung tambahan dari paparan sinar matahari. Pilih tirai berwarna putih atau terang yang bisa memantulkan panas, bukan menyerapnya. Tirai juga bisa membantu menjaga privasi tanpa membuat ruangan jadi gelap total.

    5. Matikan Alat Elektronik yang Tidak Digunakan

    Tanpa disadari, alat elektronik seperti TV, lampu, komputer, hingga charger bisa menghasilkan panas yang menambah rasa gerah di dalam ruangan. Jadi, saat rumah terasa panas dan tidak nyaman, coba matikan peralatan yang tidak sedang digunakan.

    6. Letakkan Tanaman di Dalam Rumah

    Tanaman hias bukan hanya mempercantik ruangan, tapi juga membantu menyejukkan udara secara alami. Proses transpirasi tanaman-di mana air menguap lewat daun-dapat menurunkan suhu sekitar.

    Pilih tanaman dengan daun lebar seperti monstera, palem, atau peace lily. Letakkan di dekat jendela agar tetap mendapatkan sinar matahari.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com