Tag: fasad

  • Berapa Ukuran Standar Jendela Rumah? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Jendela termasuk elemen penting dari sebuah rumah. Keberadaannya memiliki peran besar, antara lain sebagai jalur masuknya cahaya matahari dan sirkulasi udara ke dalam hunian.

    Pemasangan jendela rumah tidak boleh asal, melainkan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya ukuran jendela. Ukuran jendela harus dipertimbangkan lantaran mampu mempengaruhi tampilannya secara keseluruhan. Lantas, berapa ukuran jendela rumah standar yang pas?

    Fungsi Jendela Rumah

    Mengutip buku Make Over Fasad Rumah oleh Arieni Lestari, dkk, fungsi utama jendela yaitu jalan masuk sinar matahari ke dalam rumah dan jalur sirkulasi udara yang baik. Ukuran dan peletakan jendela juga mempengaruhi fungsinya ini.


    Jendela yang bukannya sempit memiliki kemampuan minim dalam memasukkan cahaya. Terlebih jika material yang digunakan tidak tembus sinar. Sebab itu, kaca bening menjadi pilihan yang bagus jika menginginkan sinar matahari masuk ke dalam ruang.

    Bukaan jendela juga mempengaruhi kelancaran sirkulasi udara. Sistem bukaan pivot dapat menjadi jalur keluar masuk udara yang lebih banyak Posisi peletakan jendela yang tepat memungkinkan pula udara mengalir masuk ke seluruh ruangan dan rumah bisa terhindar dari kepengapan.

    Fungsi jendela lainnya jika dilihat dari segi desain yaitu sebagai elemen estetis pada fasad bangunan. Jendela yang menyatu dengan elemen desain lain mampu membentuk kesatuan konfigurasi fasad harmonis yang meningkatkan nilai artistik desain.

    Ukuran Standar Jendela Rumah

    Dilansir BTN Properti, ukuran standar jendela rumah umumnya 80 x 120 cm. Jendela berukuran ini cocok ditempatkan pada bagian depan rumah seperti ruang tamu.

    Terdapat pula ukuran jendela untuk tiap-tiap ruangan rumah. Seperti jendela kamar tidur, ukuran idealnya yaitu 60 x 80 cm, 40 x 90 cm, dan 50 x 100 cm. Untuk ukuran jendela dapur sekitar 50 x 70 cm. Sementara kamar mandi bisa diberikan jendela berukuran 30 x 30 cm atau 40 x 50 cm.

    Jendela sebenarnya bisa dibuat dengan ukuran lebih besar, tapi pastikan privasimu tidak terganggu ya. Jika menginginkan ukuran yang besar di kamar tidur misalnya, kamu dapat menempatkan jendela membelakangi spot pribadi. Peletakan jendela di kamar mandi pun disarankan berada di posisi cukup tinggi agar privasi terjaga.

    Tips Menentukan Ukuran Jendela Rumah

    Proporsi jendela dan dinding sekelilingnya memang perlu diperhatikan saat menentukan ukuran jendela, tetapi bukan hanya itu. Dikutip dari buku Seri Rumah Ide: Jendela terbitan Imelda Akmal Architecture Writer Studio, ukuran jendela hunian juga bisa disesuaikan dengan dimensi tubuh penghuni rumah.

    Jendela umumnya lebih tinggi dari kepala dan bagian bawahnya sejajar dengan pinggang. Kalau ingin membesarkan ukuran jendela untuk memaksimalkan akses view ke area luar, kamu dapat membagi ukuran jendela ke unit-unit yang lebih kecil. Sehingga jendela terlihat lebih proporsional dengan ukuran skala manusia.

    Di sisi lain, ukuran jendela juga perlu mampu sebagai emergency exit, terutama di hunian tempat tinggal. Bila terjadi situasi darurat, kamu dapat menyelamatkan diri dengan keluar rumah melalui jendela. Sebab itu, ukuran jendela bisa diusahakan berukuran sesuai tubuh penghuninya

    Nah, itu tadi penjelasan ukuran jendela rumah standar yang dapat dipertimbangkan saat membuat jendela rumah.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Inspirasi Desain Rumah Mungil 2 Lantai yang Cantik dan Aesthetic


    Jakarta

    Rumah mungil dua lantai menjadi salah satu arsitektur yang banyak diminati. Dengan sentuhan desain yang tepat, rumah yang berukuran tidak besar bisa tetap tampil cantik dan aesthetic tanpa perlu mengorbankan kenyamanan.

    Meski berdiri di lahan yang tidak terlalu besar, berbagai area rumah mungil minimalis pun bisa difungsikan dengan baik. Lantas, bagaimana contoh desain rumah mungil 2 lantai yang cantik dan aesthetic?

    Rumah Mungil 2 Lantai Cantik dan Aesthetic

    Meski mungil, desain-desain rumah ini begitu cantik dan aesthetic. Menurut buku Home Ideas Rumah 2 Lantai oleh D’Maximus Arc, 114 Denah Pilihan Rumah


    1. Rumah Belakang

    Rumah mungil dua lantaiRumah mungil dua lantai Foto: (Buku Home Ideas Rumah 2 Lantai oleh D’Maximus Arc)

    Rumah ini berada di lahan memanjang ke belakang. Konsep rumahnya menonjolkan garasi rumah yang tertutup, sementara ruang utamanya berada di belakang garasi.

    Desain rumah ini bisa digunakan di area perkotaan dengan tingkat kebisingan yang tinggi pada jalan depannya. Pada bagian depannya memiliki halaman yang luas.

    Lantai satu nya bisa diisi dengan dapur, ruang makan, ruang tamu, kamar tidur, dan carport. Sementara di lantai dua nya, diisi dengan dua kamar tidur, kamar mandi, dan ruang keluarga.

    2. Rumah Sudut

    Rumah mungil dua lantaiRumah mungil dua lantai Foto: (Buku Home Ideas Rumah 2 Lantai oleh D’Maximus Arc)

    Desain rumah sudut bisa digunakan di lahan hook berbentuk persegi. Lantai satunya bisa diisi dengan ruang teras, ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur. Sementara itu, pada lantai dua terdapat kamar tidur dan ruang kerja.

    Lokasi rumah yang berada di sudut mampu mengekspos tampilan fasad rumah dari dua arah. Pada gambar rumah, dari sisi samping terdapat kaca besar yang diberi shading dan disusun horizontal dari alumunium.

    3. Rumah Letter H

    Rumah mungil dua lantaiRumah mungil dua lantai Foto: (Buku 114 Denah Pilihan Rumah

    Konsep utama pada rumah ini yaitu membuat ruangan-ruangan utamanya saling berhubungan. Pada desain rumah, diletakkan innercount, sebagai jalur sirkulasi udara dan tempat masuknya pencahayaan alami.

    Lantai satu bisa diisi dengan carport, ruang tamu, ruang keluarga, taman, dapur, kamar mandi dan ruang makan. Sementara. lantai dua diisi dengan dua kamar tidur dan kamar mandi. Masing-masing kamar tidur di lantai 2 memiliki bukaan ke taman di lantai satu sehingga mendapatkan pencahayaan dan pengudaraan alami.

    4. Rumah Unik di Lahan Sempit

    Rumah mungil dua lantaiRumah mungil dua lantai Foto: (Buku Home Ideas Rumah 2 Lantai oleh D’Maximus Arc)

    Rumah ini berada di lahan sempit dengan ukuran lebar 6 m. Meski lahan yang dimiliki tidak besar, tapi mengolah ruang di dalamnya bisa mengakomodasi ruang-ruang yang fungsional. Mulai dari dua ruang tidur, ruang tamu, ruang keluarga serta dapur yang menjadi satu.

    Ruang tamunya menjorok ke dalam an memberi ruang di depannya untuk area carport. Sementara, ruang keluarga di lantai satu dan ruang tidur lantai dua dibuat menonjol ke depan untuk memaksimalkan ruang di dalamnya.

    5. Rumah Fasad Minimalis Kotak dan Garis

    Rumah mungil 2 lantaiRumah Mungil 2 lantai Foto: (Buku Home Ideas Rumah Bertingkat Minimalis oleh Dany Maximus, dkk)

    Tampilan fasad depan tampak minimalis dengan bentuk kotak dan garis. Jendela di lantai satu berbentuk memanjang. Hal tersebut dipilih agar sisi bawah jendela bisa dimanfaatkan untuk peletakan sofa ruang keluarga yang dipepetkan ke arah dinding.

    Area lantai satu difungsikan untuk ruang tamu, ruang keluarga, dapur, dan kamar mandi. Sementara, lantai dua diisi dengan tiga kamar tidur, satu kamar tidur utama dan dua kamar tidur anak.

    6. Rumah dengan Fasad Batu Alam

    Rumah mungil dua lantaiRumah mungil dua lantai Foto: (Buku 114 Denah Pilihan Rumah

    Rumah yang ada pada gambar hanya memiliki ukuran luas 60 m2. Lantai satu diisi dengan carport, ruang keluarga, kamar mandi, dan dapur. Ruang keluarga juga difungsikan sebagai ruang tamu.

    Sementara itu, pada lantau dua terdapat kamar tidur utama, kamar tidur anak, dan ruang cuci. Konsep fasad batu alam diaplikasikan pada rumah sebagai aksen bangunan.

    7. Rumah Pelana

    Rumah mungil dua lantaiRumah mungil dua lantai Foto: (Buku 114 Denah Pilihan Rumah

    Rumah ini mengusung konsep privat dimana kamar tidur utama dan kamar tidur anak berada di lantai atas. Sementara, pada lantai satu diisi dengan ruang tamu, ruang keluarga, dapur, hingga ruang makan.

    Ruang-ruang ini diletakkan tanpa sekat sehingga terlihat luas. Area ruang keluarganya didesain berdekatan dengan dapur dan ruang makan.

    Itulah beberapa rekomendasi desain rumah mungil yang cantik dan aesthetic. Kamu paling suka desain yang mana nih detikers?

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Itu Fasad Rumah? Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenisnya


    Jakarta

    Bagian depan rumah adalah bagian terpenting pada eksterior rumah. Pernahkah kamu mendengar kata fasad atau dalam bahasa Inggris facade saat bicara soal rumah? Nah, fasad adalah tampilan depan rumah.

    Tampilan depan rumah ini menentukan kesan pertama pada rumah. Karena sebelum masuk ke dalam rumah, kita pasti melihat eksterior rumah yang salah satunya fasad itu tadi.

    Pada dasarnya, fasad adalah tampilan depan rumah. Namun, bila dibahas lebih jauh, fasad punya pengaruh yang besar terhadap rumah. Berikut penjelasan soal fasad


    Pengertian Fasad Rumah

    Fasad adalah bagian depan rumah yang dilihat dari luar wujudnya. Fasad rumah ini adalah salah satu bagian terpenting pada rumah karena bagian luar ini menjadi kesan pertama bagi semua orang yang melihatnya dengan kasat mata. Kesan ini justru yang memberikan definisi pada karakter atau gaya sebuah rumah tersebut.

    Kata fasad sendiri berasal dari bahasa perancis yang memiliki arti “depan” atau “wajah” , yang secara umum didefinisikan sebagai bagian luar dari sebuah bangunan (eksterior).

    Kegunaan atau Fungsi Fasad Rumah

    Bagian eksterior sebuah properti merupakan fungsi penting pada fasad. Fasad juga memiliki beragam fungsi yang sangat berguna bagi pemilik rumah, salah satu kegunaannya adalah menjaga privasi bagian dalam pemilik hunian. Selain itu, berikut ini adalah kegunaan fungsi fasad lainnya.

    Fasad Rumah Sebagai Kesan Pertama

    Elemen ini adalah fungsi pertama dari sebuah fasad yakni menjadi sebuah kesan bagi siapapun yang melihatnya pertama kali. Fasad dapat membuat rumah Kamu memiliki daya tarik dan bisa memberikan kesan positif hanya dengan kasat mata, selain itu ini juga bisa menjadi poin tambahan untuk menaikkan nilai harga suatu rumah.

    Fasad Rumah Sebagai Pelindung

    Fasad merupakan salah satu bagian rumah yang berfungsi sebagai pelindung dari cuaca baik panas, hujan, dingin bahkan serta perubahan iklim seperti angin kencang misalnya. Fasad juga bisa mencegah cahaya matahari langsung masuk ke dalam rumah sehingga suhu di dalam ruangan tetap terjaga dan stabil.

    Fasad Rumah Sebagai Penentu Suhu Dalam Rumah

    Walaupun fasad memiliki fungsi yang berhubungan dengan bagian luar rumah, fasad ternyata juga mempengaruhi suhu atau iklim di dalam rumah juga, lho.

    Ini terjadi tergantung pada material yang digunakan pada fasad misalnya seperti kayu atau batu, terbukti bisa membuat suhu rumah tetap stabil karena ada efek menyerap yang memberikan kelembaban di dalamnya.

    Selain kelembapan, pemilihan material ada juga yang bisa menyimpan panas selama siang hari sehingga ini bisa dimanfaatkan untuk menjaga suhu ruangan tetap hangat saat malam hari. Fasad juga bisa membantu udara di dalam rumah tetap segar dan bersih.

    Fasad Rumah Sebagai Estetika

    Fasad bisa menjadi sebuah karakter dan ciri khas pemilik rumah tersebut. Fungsi ini membuat rumah memiliki identitas yang berbeda dari rumah yang lain sehingga bisa memberikan kesan bagi orang yang melihatnya dan mampu meningkatkan kualitas hidup pemilik rumah.

    Bagian – bagian Utama atau Komponen Fasad Rumah

    Bagian- bagian yang dimaksud ini mencakup beberapa komponen yang menghasilkan struktur rumah dan membuatnya menjadi sebuah fasad itu sendiri. Komponen ini yang membantu fasad tersebut memiliki fungsi. Bagian – bagian utama ini mencakup sebagai berikut :

    Pintu Masuk

    Bagian ini merupakan akses keluar masuk rumah dan membantu memberikan perlindungan privasi dari pandangan masyarakat luar. Pintu memiliki beragam desain dan biasanya hanya ada satu pada suatu rumah. Pintu juga bisa memberikan cahaya alami dan menghindari cuaca dan iklim yang ekstrim seperti hujan dan angin kencang.

    Jendela

    Bagian ini bisa menambah keindahan dan karakter sebuah rumah. Namun, fungsi utama dari jendela adalah mengatur pencahayaan dan masuknya udara ke dalam rumah.

    Dinding

    Dinding merupakan komponen utama sebagai pelindung rumah dan membentuk sebuah struktur kuat yang mampu menahan beban seperti lantai atau atap rumah. Dinding ini akan menghasilkan sebuah insulasi suhu dan suara sehingga membuat rumah menjadi lebih tenang dan nyaman.

    Tritan atau Penopang Atap

    Atap tambahan atau juga disebut tritan merupakan atap tambahan yang letaknya berada diatas pintu dan jendela yang memiliki fungsi untuk melindungi pintu dan jendela dengan cara menopangnya dari hujan atau angin.

    Sun Shading

    Bagian fasad ini merupakan peredam sinar matahari yang masuk ke dalam rumah. Peneduh matahari bisa bermacam-macam seperti tirai atau gorden, kaca cermin, atau awning. Komponen Ini membantu menghindari rumah dari terik matahari dan memberikan pendinginan sehingga ini juga bisa menghemat biaya listrik.

    Jenis Material Fasad Rumah

    Fasad memiliki jenis-jenis material yang membentuk konstruksi sebuah rumah. Beberapa jenis material yang biasanya digunakan antara lain sebagai berikut :

    Batu Bata

    Batu bata adalah jenis material yang umum dipakai dan membuat struktur rumah menjadi kokoh. Jenis ini sering dipakai karena kemampuan menahannya yang baik pada beban lantai atas dan atap rumah.

    Dari segi estetika, batu bata juga mempunyai tampilan yang elegan dan klasik sehingga fasad rumah tampak kuat dan unik.

    Kayu

    Kayu bisa menopang beban dan menjaga struktur rumah tetap ideal. Jenis kayu ini bisa memberikan rumah tampak lembut dan hangat.

    Batuan

    Jenis ini merupakan material yang sering dipilih karena memiliki ketahanan dan kekuatan yang lama. Ini menjadi nilai tambahan bagi pemilik rumah karena tidak perlu melakukan perawatan yang ekstra agar kualitas material terjaga. Batuan membuat rumah kamu memberikan kesan yang klasik dan elegan.

    Logam

    Material jenis ini memiliki tekstur yang halus dan licin sehingga mudah untuk dibersihkan dari kotoran dan debu sehingga membuat kesan rumah menjadi modern dan futuristik.

    Keramik

    Jenis ini merupakan material yang sudah ada sejak zaman dahulu, tepatnya saat zaman mesir kuno. Jenis ini memiliki daya tahan yang baik dan bisa dibuat menjadi berbagai bentuk menarik dan bisa menambah nilai estetika fasad rumah Kamu.

    Contoh – contoh Fasad

    Penampilan fasad ini dipilih tergantung selera setiap orang dengan mempertimbangkan estetika dan kebutuhan yang ingin ditampilkan oleh pemilik rumah. Berikut ini beberapa contoh fasad yang bisa menjadi inspirasi untuk Kamu ketika membangun rumah.

    Fasad Klasik

    Desain fasad ini memberikan kesan mahal dan berkelas dan biasanya material yang digunakan berupa kayu dan batu. Desain ini disusun dengan simetris dan rapi bak istana sehingga membuat rumah terlihat mewah dan elegan.

    Fasad Modern

    Desain fasad modern paling banyak digunakan oleh rumah-rumah zaman sekarang dan biasanya menggunakan material kaca dan baja. Desain ini menambah kesan kekinian dan biasanya menonjolkan garis-garis yang mencolok dan horizontal, sehingga tampilannya tidak membosankan dan terkesan dinamis.

    Fasad Vernakular

    Desain fasad ini biasanya memiliki sentuhan adat dan budaya setempat. Biasanya material yang ditonjolkan yaitu batu dan kayu yang membuat bentuknya memiliki keunikan dan ciri khas.

    Fasad Minimalis

    Fasad minimalis fokus utamanya adalah kesederhanaan dan modern jadi tidak memberikan sentuhan yang terlalu detail. Garis-garis pada desain fasad ini terkesan simpel tetapi elegan sehingga tampilannya banyak diminati oleh semua orang.

    Fasad Kontemporer

    Desain ini biasanya campuran dari setiap contoh desain yang ada, baik klasik, minimalis, maupun modern. Kontemporer ini biasanya berbentuk unik dan tidak terikat dengan aturan-aturan desain sehingga memiliki kesan yang bebas dan kreatif.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengukur Tinggi Ideal Plafon Agar Rumah Sejuk dan Tak Pengap


    Jakarta

    Plafon rumah adalah atap yang terlihat dari dalam rumah. Plafon ini juga sering disebut sebagai langit-langit rumah. Biasanya rumah-rumah di Indonesia memakai plafon berwarna putih yang terbuat dari gypsum.

    Saat kamu hendak memasang plafon, tidak bisa dilakukan sembarang. Ketinggiannya harus diperhitungkan agar sirkulasi udara maksimal di dalam rumah. Bahkan disarankan plafon sebaiknya dibuat setinggi mungkin.

    Rumah dengan plafon rendah terkesan sempit dan sesak. Sementara langit-langit yang tinggi membuat hunian tampak luas dan lega. Lantas, berapa tinggi plafon yang pas? Adakah tinggi ideal plafon rumah?


    Tinggi Ideal Plafon Rumah

    Direktur Utama PT Sanskara Bumi Perkasa, Harismawan Akbar Dwiatmojo, mengatakan tinggi ideal plafon rumah sebaiknya tidak kurang dari 2,4 meter (m) dari lantai. Selain dilihat dari jarak, ketinggian plafon yang ideal juga dipengaruhi oleh iklim wilayah di rumah itu berada. Sebagai contoh di Indonesia, sebaiknya ketinggiannya sekitar 2,8-3,2 meter untuk daerah yang bersuhu panas dan 2,4-2,5 meter untuk daerah yang lebih dingin.

    “Untuk rumah di daerah dingin sebenarnya dapat dibuat lebih pendek karena mampu menangkap panas sehingga dapat hemat energi. Untuk bangunan rumah di daerah tropis dibuat sebaliknya, agar sirkulasi udara lebih lancar dan udara panas tidak terperangkap di dalam rumah,” tuturnya seperti yang dikutip Rabu (11/9/20224).

    Dikutip dari Alexander and Pearl, untuk rumah yang berada di daerah yang lebih dingin dari Indonesia, plafon yang disarankan adalah yang rendah sehingga memberikan rasa hangat dan nyaman. Namun, perlu diingat plafon yang rendah membuat ruangan terasa sempit dan tidak disarankan untuk memasukkan perabotan yang terlalu tinggi.

    Alasan plafon rendah tidak cocok di Indonesia dikarenakan suhu panas bisanya terperangkap di plafon rumah. Semakin dekat dengan plafon, maka penghuni rumah akan sering merasakan panas dan pengap. Sebagai gantinya, kamu bisa membuat banyak ventilasi udara seperti jendela atau lubang di beberapa sisi rumah agar ada pergantian udara.

    Sebaliknya, plafon yang tinggi membuat rumah terasa lega dan terbuka. Hunian juga terkesan lebih luas, megah, dan sirkulasi udaranya bagus.

    Tinggi rendahnya plafon juga berpengaruh pada pencahayaan rumah. Plafon yang tinggi pemasangan jendela akan mengikuti dengan luas fasad rumah. Semakin tinggi fasadnya, maka sinar matahari bisa masuk lebih mudah. Sementara itu, Hunian apabila plafon pendek, pencahayaan dari matahari akan masuk secukupnya.

    Cara Menghitung Tinggi Ideal Plafon Rumah

    Jika kamu membangun rumah sendiri, cara menghitung tinggi plafon rumah bisa dilakukan dengan menjadikan tinggi badan sebagai patokan. Caranya tambahkan ukuran tinggi badan dengan 76 centimeter (cm).

    Sebagai contoh tinggi badan kamu misalnya 180 cm. Maka 180 + 76 cm = 256 cm atau setara 2,56 m. Maka 2,56 meter adalah tinggi ideal plafon rumah Z.

    Tinggi plafon ini juga bisa jadi acuan untuk acuan di ruangan lain seperti kamar tidur atau kamar mandi.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Biang Kerok Fasad Rumah Bisa Kusam dan Rusak!


    Jakarta

    Fasad adalah bagian terluar rumah atau wajah dari bangunan yang terlihat dari luar. Tentu, bagian ini harus terlihat bagus dan terawat.

    Namun, bagian ini juga rentan rusak, kusam, atau bahkan berjamur. Risiko-risiko seperti itu mungkin saja terjadi mengingat fasad sering terpapar sinar matahari, lembap karena air hujan, dan lain sebagainya. Ternyata, selain hal-hal itu, ada hal lain yang bisa menyebabkan fasad rumah cepat rusak, kusam, dan berjamur. Melansir dari Building Transformation, berikut di antaranya.

    1. Susunan Fondasi Yang Rusak

    Celah pada fondasi dapat menjadi akses air masuk ke dalam susunan fondasi rumah. Perlu diingat, dalam fondasi rumah, tidak hanya terdiri dari batu, ada pula besi yang rentan terkena air karena dapat menyebabkan korosi. Apabila ada celah di antara fondasi, air dapat mudah masuk ke bagian dalam. Air tersebut juga bisa menyebabkan bocor atau rembesan. Seiring waktu akan muncul jamur dan bekas jalan air yang dapat merusak tampilan fasad rumah.


    2. Batu yang Dicat

    Batu bata yang dicat bisa menyebabkan material ini tidak dapat bernapas dan mencegah keluarnya air di dinding. Alhasil karena terlalu sering terjadi pengendapan air, jamur dengan mudah tumbuh sehingga lapisan cat akan berubah warna dan jadi lebih kusam. Selain itu, bentuk fasad juga bisa berubah karena pengeroposan pada batu bata.

    3. Talang Air Rusak

    Biasanya pada bagian fasad akan dilengkapi dengan talang air sehingga jalan keluarnya air lebih rapi. Apabila fasad tidak memiliki talang air atau jalur tersebut rusak, air akan jatuh ke bawah tanpa arah. Bahkan bisa saja, air justru menggenang di atas fasad rumah. Lembap dapat menyebabkan pertumbuhan jamur, air yang mengalir pada fasad rumah secara terus menerus juga akan meninggalkan bekas sehingga tampilan rumah jadi kusam dan bernoda.

    4. Tidak Dilapisi Cat Anti Bocor

    Biasanya untuk bagian outdoor, cat yang digunakan berbeda dan ditambah pelindung yakni lapisan anti bocor. Cat ini dapat mencegah kemungkinan rusak dan menyebabkan masalah serius pada fasad, pondasi, bahkan struktur bangunan. Tanpa ada lapisan cat anti bocor, warna dari fasad akan cepat berubah dan berubah jadi kusam.

    5. Meletakkan Tanaman Rambat di Fasad

    Bagi kamu yang meletakkan tumbuhan rambat di rumah, perlu berhati-hati karena akar yang menempel dapat merusak cat dinding. Selain itu, air yang mengenai cat saat menyiram juga dapat menodai fasad. Lebih baik tambahkan media rambatan di depan dinding fasad rumah agar lebih aman.

    6. Asap dan Polusi

    Rumah yang berada di dekat jalan raya atau lokasi proyek lebih mudah kotor karena debu atau kotoran kecil yang melayang dan menempel di fasad rumah. Kondisi fasad yang kusam karena asap, debu, atau polisi bisa saja dibersihkan hanya dengan air, tetapi jika terdapat noda yang cukup tebal, memerlukan pelindung anti air.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Bisa Bikin Rumah Makin Cantik


    Jakarta

    Adanya tanaman di rumah bisa memberikan kesan adem dan asri. Meletakkan tanaman di depan pintu rumah juga bisa mempercantik fasad.

    Nah, ada beberapa tanaman yang cocok untuk diletakkan di depan pintu rumah. Apa saja? Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.

    Bunga Tulip

    Tulip flower background, Colorful tulips meadow nature in spring, close upBunga Tulip. Foto: iStock

    Bunga tulip yang warna-warni bisa mempercantik fasad rumah. Bunga ini juga bisa tumbuh hingga mencapai setinggi 3 kaki atau 91 cm.


    Dracaena

    Four dracanea marginata indoor plants in flowerpots on window sillDracaena. Foto: Getty Images/iStockphoto/janzwolinski

    Tanaman hijau ini bisa menjadi pilihan untuk diletakkan di depan pintu. Dracaena cocok diletakkan di luar ruangan dan tahan akan cuaca panas. Namun, jangan diletakkan di tempat yang terkena matahari langsung, kamu bisa meletakkannya di tempat yang teduh atau ada kanopinya.

    Fern atau Tanaman Paku

    Fern hanging on the living room wall. Copy space. Fern concept. Plants concept.Fern. Foto: Getty Images/iStockphoto/GideoniJunior

    Tanaman ini cocok untuk digantung di area pintu masuk. Jika ingin meletakkan di luar, jangan di tempat yang terkena sinar matahari langsung.

    Caladium atau Keladi

    Caladium planters-red and white. Horizontal.Caladium. Foto: Getty Images/iStockphoto/Joe_Potato

    Tanaman berwarna merah muda ini bisa memperindah tampilan rumah. Nah, kalau mau ditaruh di depan rumah kamu bisa meletakkannya di tempat yang tidak terkena matahari langsung karena tumbuhan ini menyukai suhu yang hangat.

    Begonia

    Beautiful mixture of various vibrant colored flowers in a hanging baskets on a house wall. Red and orange begonias, pink and purple petunias and pinkish geranium. Begonia. Foto: Getty Images/iStockphoto/hopsalka

    Tanaman yang memiliki beragam warna ini cocok untuk membuat tampilan rumah tampak ‘hidup’. Begonia menyukai suhu yang hangat, jadi pastikan suhu di daerah rumah kamu tidak terlalu dingin ya.

    Itulah beberapa tanaman yang cocok diletakkan di depan pintu masuk.

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Beli Rumah Bekas? Ketahui 5 Tanda Bangunan yang Lama Tak Diurus


    Jakarta

    Tidak semua orang mampu untuk membeli rumah karena harganya yang mahal. Solusinya, beberapa orang lebih memilih membeli rumah bekas yang harganya biasanya lebih rendah dari pasaran.

    Namun, jangan mudah tergiur dengan harga yang rendah karena bisa jadi perlu adanya banyak perbaikan yang nilainya lebih besar daripada membeli rumah baru.

    Seperti halnya di Eropa, banyak rumah dijual seharga secangkir kopi yakni Rp 17 ribu, tetapi pemerintah setempat mengharuskan pemilik barunya melakukan renovasi yang nilainya mencapai miliaran.


    Untuk menghindari hal seperti ini, sebaiknya sebelum membeli rumah bekas, konsumen harus mengecek kondisi rumah terlebih dahulu. Usahakan membeli rumah yang terawat. Sebab, rumah yang tak terawat biasanya berpotensi harus direnovasi.

    Dilansir Bluenote Painting, berikut ciri-ciri rumah yang kurang terurus dan membutuhkan perawatan.

    1. Pekarangan Ditumbuhi Rumput Liar Tinggi

    Tanda paling meyakinkan jika rumah tersebut telah lama tidak diurus adalah di halaman rumahnya banyak rumput liar tumbuh. Rumah yang terawat setidaknya sebulan sekali bagian halaman akan dibersihkan. Kondisi pekarangan rumah bisa mencerminkan bagaimana perawatan rumah.

    2. Cat Eksterior Rumah Memudar atau Mengelupas

    Tanda kedua dapat dilihat dari kondisi cat eksterior pada fasad rumah. Jika kondisinya memudar dan mengelupas berarti kualitasnya cat yang dipakai kurang baik, terlalu lembap, ada kebocoran, dan tidak terurus.

    3. Cat Interior Rumah yang Rusak

    Kemudian, konsumen juga perlu mengecek interior rumah terutama kondisi catnya. Cat interior biasanya lebih tahan lama daripada cat eksterior karena kondisinya yang berada di dalam bangunan. Apabila kondisi cat interior sama buruknya dengan eksterior, maka perlu ada perbaikan besar-besaran pada rumah.

    4. Bagian Rumah Tak Berfungsi

    Cek juga bagian penting pada rumah seperti sistem kelistrikan, air, dan pembuangan. Apabila ketiga sistem tersebut tidak berfungsi dengan baik, maka nantinya perlu ada perbaikan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Balkon Rumah yang Hadap ke Pekarangan Tetangga Bisa Diperkarakan



    Jakarta

    Balkon merupakan area terbuka yang biasa ditemukan di rumah bertingkat atau rumah vertikal. Bentuknya seperti teras di rumah tapak, tempat di mana penghuni rumah bisa leluasa melihat keluar.

    Tidak ada kewajiban sebuah rumah perlu memiliki balkon. Banyak rumah bertingkat memilih untuk tidak membuat balkon. Namun, ada pula yang membuatnya sebagai pelengkap dan menambah tampilan arsitektur fasad rumah.

    Namun, satu hal yang perlud diperhatikan adalah saat membuat balkon penentuan arah hadapnya tidak bisa dilakukan sembarangan. Terdapat arah yang sebaiknya dihindari karena pemilik rumah bisa saja digugat karena melanggar privasi orang lain.


    Advokat hukum, Andi Saputra yang dihubungi oleh detikcom pada Senin (04/09/2023) lalu mengatakan bahwa ada aturan mengenai arah hadap balkon yang harus dihindari yakni balkon yang menghadap langsung ke pekarangan orang lain.

    Pekarangan adalah halaman yang berada di depan, samping, atau belakang rumah yang biasanya dibuat tertutup misalnya ditutupi dengan dinding, pagar, atau tanaman. Dari luar, pekarangan bisa disembunyikan karena penutup yang lebih tinggi daripada tubuh manusia. Namun, pekarangan ini tetap memiliki celah untuk dapat terlihat apabila posisinya dari atas.

    Aturan yang melarang membuat balkon menghadap pada pekarangan tetangga tertera pada Pasal 647 KUHPerdata.

    Orang tidak diperbolehkan mempunyai pemandangan langsung ke pekarangan tetangga yang tertutup atau terbuka, maka tak boleh ia memperlengkapi rumahnya dengan jendela, balkon atau perlengkapan lain yang memberikan pemandangan ke pekarangan tetangga itu, kecuali bila tembok yang diperlengkapinya dengan hal-hal itu jaraknya lebih dari dua puluh telapak dari pekarangan tetangga tersebut.”

    Selain aturan di atas, ada juga aturan lain yang disebut dalam Pasal 648 KUH Perdata yang berbunyi:

    Dan jurusan menyamping atau dari jurusan menyerang orang tidak boleh mempunyai pandangan atas pekarangan tetangga, kecuali dalam jarak lima telapak.”

    Jika tetangga atau salah satu dari kalian memiliki masalah seperti itu dan tidak nyaman dengan posisi balkon rumah tetangga, penyelesaiannya adalah dengan membicarakan secara baik-baik melalui musyawarah mufakat dahulu. Apabila tidak ditemukan penyelesaian, baru setelah itu bisa membawa perkara ini ke meja hijau dengan melayangkan gugatan perdata kepada yang bersangkutan.

    Ini sesuai hukum acara yang ada sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUH Perdata yang berbunyi:

    Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut“.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com