Tag: fitur

  • Ini Cara Menghitung Luas Bangunan dengan Mudah dan Akurat


    Jakarta

    Dalam membangun sebuah rumah, detikers wajib mengetahui luas bangunan tersebut. Namun, ada beberapa orang yang tak tahu cara menghitung luas bangunan.

    Sebenarnya, menghitung luas bangunan terbilang mudah, asalkan sudah mengetahui rumusnya. Tentu, ada rumus khusus dalam menghitung luas bangunan.

    Tapi seiring perkembangan teknologi, kini detikers juga bisa memanfaatkan software (perangkat lunak) untuk menghitung luas bangunan. Hasil perhitungannya juga cepat dan akurat, sehingga meminimalisir kesalahan perhitungan.


    Lantas, bagaimana cara menghitung luas bangunan? Simak cara-caranya dalam artikel ini.

    Cara Menghitung Luas Bangunan

    Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menghitung luas bangunan. Dilansir situs Sinarmas Land, berikut cara-caranya:

    1. Menggunakan Rumus Matematika

    Cara paling sederhana adalah dengan menggunakan rumus matematika. Kalau detikers masih ingat, rumus tersebut sudah diajarkan oleh guru ketika masih duduk di bangku sekolah.

    Untuk bangunan berbentuk persegi panjang atau persegi, rumusnya adalah:

    Luas = Panjang x Lebar

    Sementara untuk bangunan yang berbentuk segitiga, kamu bisa menggunakan rumus sebagai berikut:

    Luas = 1/2 x Alas x Tinggi

    Apabila bangunan berbentuk tidak beraturan, misalnya trapesium, maka menggunakan rumus sebagai berikut:

    1/2 x (jumlah rusuk sejajar) x panjang bangunan

    2. Menggunakan AutoCAD

    Cara selanjutnya adalah menggunakan AutoCAD. Sebagai informasi, AutoCAD merupakan perangkat lunak khusus desain yang memiliki berbagai fitur mumpuni, salah satunya mengukur luas bangunan.

    Karena menggunakan teknologi, maka hasil perhitungannya jauh lebih akurat. Simak cara menghitungnya di bawah ini:

    • Unduh AutoCAD di PC/laptop
    • Jika sudah, buka AutoCAD. Sebelumnya, pastikan telah memiliki denah bangunan yang akan dihitung. Pastikan denah bangunan harus rapi agar hasil perhitungannya akurat
    • Kemudian buat garis putus-putus pada denah bangunan
    • Tandai seluruh garis putus-putus tersebut
    • Klik opsi ‘PL’ atau Polyne dan tekan enter
    • Lalu klik opsi ‘LI’ atau List dan tekan enter
    • Secara otomatis luas bangunan akan muncul di layar.

    3. Menggunakan Roda Pengukur

    Cara berikutnya adalah dengan menggunakan roda pengukur. Alat ini memiliki bentuk seperti skuter dan bisa dipakai untuk mengukur panjang sebuah objek.

    Untuk mengukur luas bangunan, detikers cukup mengelilingi bangunan yang akan dihitung sambil mencatat panjang dari putaran roda pengukur. Pastikan kamu mengawali dan mengakhiri perhitungan dari titik yang sama, sehingga hasilnya akurat.

    Tips Menghitung Luas Bangunan agar Akurat

    Menghitung luas suatu bangunan harus teliti dan hati-hati. Sebab, salah sedikit saja dapat mempengaruhi konstruksi bangunan.

    Agar tidak salah, berikut tips menghitung luas bangunan agar hasilnya akurat:

    • Gunakan alat ukur yang tepat untuk menghitung luas bangunan.
    • Ukur luas bangunan sebanyak dua kali agar memastikan keakuratan hasilnya.
    • Apabila ragu dengan hasil perhitungan secara manual, gunakan software AutoCAD untuk memastikan kembali luas bangunan.

    Itu dia cara menghitung luas bangunan dengan mudah dan hasilnya akurat. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (fds/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Banyak Jenis Colokan Listrik, Ternyata Ini Bedanya


    Jakarta

    Setiap rumah biasanya mempunyai serangkaian alat elektronik, mulai dari kulkas, TV, hingga lampu. Nah, ada komponen kecil yang penting banget buat menyalakan alat elektronik, yaitu stop kontak listrik atau juga disebut colokan.

    Ternyata ada banyak jenis colokan listrik, lho. Jenis colokan yang dipakai bisa berbeda berdasarkan negara tempat kamu berada ataupun kapasitas listrik yang dibutuhkan.

    Saat memilih stop kontak untuk rumah, kamu perlu mempertimbangkan kebutuhan daya perangkat dan sesuaikan dengan jenis sirkuit yang ada.


    Lalu, apa saja jenis-jenis colokan listrik? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

    Jenis-jenis Colokan Listrik Kapasitas Listrik

    Jenis stop kontak dibedakan berdasarkan tingkat keamanannya. Melansir situs Just Energy, Rabu (28/8/2024), berikut jenis-jenis stop kontak yang perlu kamu ketahui.

    1. Stop Kontak 15 Ampere

    White Electrical Outlet and Wall Plate at the white wallWhite Electrical Outlet and Wall Plate at the white wall Foto: Getty Images/iStockphoto/JaysonPhotography

    Stop kontak jenis ini merupakan standar umum dengan dua slot paralel. Stop kontak jenis ini seringkali digunakan untuk perangkat sehari-hari, seperti lampu baca dan peralatan ringan lainnya.

    2. Stop Kontak 20 Ampere

    Memiliki arus listrik sebesar 20 Ampere, stop kontak ini sangat ideal digunakan untuk peralatan dapur berat. Perlu diingat, pemasangan stop kontak ini harus pada sirkuit 20 Ampere pula untuk mencegah terjadinya risiko kebakaran.

    3. Stop Kontak GFCI

    A new GFCI electrical outlet.A new GFCI electrical outlet. Foto: Getty Images/skhoward

    Stop kontak GFCI (ground fault circuit interrupter) menawarkan perlindungan terhadap bahaya air dengan memutus aliran listrik saat mendeteksi lonjakan arus sehingga sangat cocok digunakan untuk ruangan yang rentan terhadap kelembaban.

    4. Stop Kontak AFCI

    Stop kontak AFCI (arc fault circuit interrupter) berbentuk mirip dengan GFCI. Colokan ini dilengkapi dengan fitur keselamatan untuk mengidentifikasi bahaya listrik dan mematikan aliran listrik saat terdeteksi masalah, seperti overheating.

    Jenis-jenis Colokan Listrik Berdasarkan Negara

    Selain itu, sudah menjadi informasi umum bahwa setiap negara memiliki jenis stop kontak yang berbeda-beda. Ada berbagai jenis stop kontak, mulai dari tipe A hingga tipe O.

    Electric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectorsElectric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectors Foto: Getty Images/Sensvector

    Mengutip dari Lightning Bug Electric, berikut adalah stop kontak dan gaya steker standar umum di dunia.

    Tipe A – Kanada, Amerika Serikat, Jepang, dan Meksiko

    Tipe B – Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko

    Tipe C – banyak digunakan di seluruh Asia, Eropa, dan Amerika Selatan

    Tipe D – India

    Tipe E – Belgia, Ceko, Prancis, Polandia, dan Slowakia

    Tipe F – Umumnya digunakan di Eropa dan Rusia

    Tipe G – Banyak digunakan di Jazirah Arab dan Inggris, serta di Irlandia, Malaysia, Malta, dan Singapura

    Tipe H – Israel, Jalur Gaza, dan Tepi Barat

    Tipe I – Australia, Argentina, Cina, dan Selandia Baru

    Tipe J – Hanya digunakan di Liechtenstein dan Swiss

    Tipe K – Hanya digunakan di Denmark dan Greenland

    Tipe L – Hanya digunakan di Chili dan Italia

    Tipe M – Hanya digunakan di Afrika Selatan

    Tipe N – Pilihan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) untuk steker universal standar. Terutama digunakan di Brasil dan Afrika Selatan.

    Tipe O – Hanya digunakan di Thailand

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Salah Pilih Perangkat Biar Ruang Keluarga di Rumah Bikin Betah



    Jakarta

    Berkumpul bersama keluarga menjadi sebuah momen yang istimewa untuk menciptakan kenangan yang tak terlupakan. Beragam kegiatan dilakukan guna menyempurnakan momen kumpul keluarga seperti menonton film, berkaraoke, hingga bermain games. Untuk aktivitas tersebut dibutuhkan perangkat penunjang yang tepat.

    Pabrikan elektronik Sharp telah hadir selama 112 tahun di dunia dengan berbagai produk untuk memudahkan aktifitas maupun lifestyle keluarga. Selama itu pula Sharp terus berinovasi mengembangkan berbagai produk untuk menyesuaikan dengan kemajuan dan tuntutan zaman.

    Untuk menunjang kehangatan di ruang keluarga, Sharp menghadirkan Immersive Audio Visualization Mini Exhibition di Main Atrium Bintaro Jaya Xchange Mall. Melalui event ini masyarakat diajak untuk mendapatkan experience terkait produk yang tepat untuk membawa pengalaman hiburan di yang up-level.


    “Melalui pengalaman melihat, mendengar, dan menyentuh secara lansung konsumen bisa merasakan kalau produk audio visual Sharp memiliki beberapa keunggulan melalui inovasi dan kualitas produk yang bisa memberikan pengalaman baru khususnya di living room setiap keluarga,” ujar Andry Adi Utomo, National Sales Senior GM PT Sharp Electronics Indonesia dalam keterangannya kepada detikproperti, Minggu (21/9).

    Di dalam booth yang didesain playful dan fungsional, konsumen diajak untuk mendapatkan experience dan gambaran langsung bila produk audio visual Sharp diaplikasikan di rumah.
    Ada beragam model Smart TV untuk disesuaikan dengan kebutuhan ruang di rumah. Untuk dua produk andalan Sharp Aquos Xled yaitu 4T-C65GU8500X dan 4T-C75GU8500X telah dilengkapi dengagn teknologi Mini LED dengan ribuan lampu dan lebih dari 500 zona dimming untuk menghasilkan brighness tinggi dan kontras tajam. Quantum Dot juga disematkan untuk kualitas warna superior dengan fitur tambahan Dolby Vision IQ yang menyesuaikan kecerahan dan warna otomatis serta Dolby Atmos untuk audio 3D imersif yang menjadikan pengalaman menonton lebih maksimal.

    Sharp juga memperkenalkan Aquos TRU 4K GN7000X dalam ukuran 55 dan 65 inci yang ideal untuk gamer. Dengan panel 120 Hz dan Deep Chroma Display yang menawarkan 1 miliar warna, TV ini memberikan tampilan smooth dan kualitas setara QLED. Fitur Dolby Vision IQ dan Dolby Atmos juga hadir meningkatkan kualitas visual secara otomatis sesuai pencahayaan ruangan dan audio yang seimbang dan detail.

    Untuk menemani produk TV-nya, ada juga speaker dan subwoofer profesional yang menawarkan kualitas suara luar biasa untuk sistem speaker indoor dan outdoor. Dengan suara besar, speaker ini ideal untuk konser musik, ballroom, studio musik, dan acara lainnya yang memerlukan audio berkualitas tinggi.

    Bagi penggemar karaoke maupun acara keluarga, ada juga model party speaker yang dilengkapi fitur dapat disesuaikan untuk kebutuhan rumah ataupun profesional untuk menjadikan berbagai acara keluarga lebih meriah. Mengutip www.id.sharp, dengan rangkaian produk di living room ini akan membuat keceriaan kepada seluruh keluarga.

    Product Strategy AUVI & Smartphone Head Division Ardy menambahkan, ada banyak promo menarik selama event pameran untuk melengkapi berbagai perangkat di ruang keluarga seperti cicilan 0 persen, cicilan tanpa bunga, bonus GoPay, flash sale, lucky dip, dan sebagainya,

    “Sharp memiliki rangkaian produk dengan kualitas gambar TV dan suara untuk berkaraoke, menonton box office, bermain games yang kompetitif, dan lainnya. Bukan hanya menghadirkan rangkaian produk yang tepat, Sharp hadir dengan konsep one stop entertainment bagi keluarga Indonesia,” pungkasnya.

    Sebagai informasi, Sharp hadir di Indonesia sejak tahun 1970. Saat ini Sharp memiliki 23 kantor cabang, 8 sub cabang, 24 kantor servis, 47 Sharp Direect Service Stationn(SDSS), 517 Sharp Authorized Service Station (SASS), dan 48 Sharp Service Representative (SSR) yang tersebar di Indonesia.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Apa Itu Segitiga Dapur, Tujuan, hingga Tata Letaknya


    Jakarta

    Banyak orang yang tidak mengetahui apa itu konsep segitiga dapur. Kamu mungkin pernah melihatnya, tetapi kamu tidak menyadari hal itu.

    Segitiga dapur yang juga dikenal dengan segitiga kerja dapur mengutamakan pergerakan antara ke wastafel, kulkas, dan oven. Segitiga dapur bisa digunakan untuk kamu mengetahui tata letak barang agar memudahkan dalam pergerakan.

    Melansir The Spruce, Sabtu (28/09/2024), tujuan dan relevansi segitiga dapur yang bisa kamu gunakan untuk mengetahui tata letak peralatan yang ada di dapur kamu.


    Apa Tujuan Segitiga Dapur?

    Segitiga dapur berfungsi untuk memastikan bahwa ketiga fitur, seperti kulkas, wastafel, dan oven cukup berdekatan sehingga kamu memiliki akses yang mudah.

    Menurut Emily Ruff, pendiri Cohesively Curated Interiors, menjelaskan aturan praktis segitiga dapur di mana setiap sisi segitiga harus panjangnya empat hingga sembilan kaki dan tidak ada sisi yang berpotongan lebih dari 12 inci.

    Segitiga dapur sangat penting dalam hal penataan yang tepat untuk semua tugas dapur kamu.

    Apakah Tata Letak Segitiga Dapur Masih Digunakan?

    Meskipun segitiga dapur dipandang sebagai tatanan ideal, namun hal itu tidak selalu diterapkan pada ruang dapur masa kini.

    “Denah lantai terbuka, dapur yang lebih besar, dan penambahan peralatan, seperti microwave, mesin pencuci piring, kulkas, dan oven ganda, telah mengubah cara para profesional mendesain dapur,” kata Mary Gordon, wakil presiden InSite Builders & Remodeling, dikutip dari The Spruce.

    Di rumah yang lebih sempit, segitiga dapur tidak memungkinkan. Namun, metode segitiga dapur dapat diadaptasi.

    “Segitiga harus selalu dihormati. Segala sesuatunya perlu dilebarkan sedikit, dan segitiga mungkin perlu diubah menjadi bintang atau serangkaian segitiga,” katanya.

    Metode segitiga dapur bisa diterapkan juga tergantung dengan gaya hidup seseorang, sehingga tidak semua cocok dengan metode segitiga dapur ini.

    “Salah satu faktornya adalah apakah satu orang memasak pada satu waktu atau apakah biasanya ada dua orang atau lebih yang memasak bersama. Pertimbangan lain adalah jumlah anggota keluarga dan apakah semua orang berkumpul di dapur saat memasak dan menyiapkan makanan,” ujarnya.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Ya Jenis Colokan Listrik di Setiap Negara Berbeda? Simak Ulasannya


    Jakarta

    Di dunia ini, terdapat berbagai jenis colokan listrik yang digunakan di berbagai negara. Perbedaan tersebut sering membuat orang bingung, terutama saat bepergian ke luar negeri. Apa saja jenis-jenis colokan listrik yang umum dan mengapa lubangnya bisa berbeda-beda?

    Simak pembahasan berikut yang akan mengulas secara detail mengenai jenis-jenis colokan listrik yang paling sering digunakan serta alasan perbedaan desainnya.

    Electric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectorsElectric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectors Foto: Getty Images/Sensvector

    Tipe A (Amerika Utara, Jepang)

    Colokan tipe A adalah salah satu yang paling umum di Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang, colokan ini memiliki dua pin paralel tanpa ground, dan digunakan dalam sistem listrik dengan tegangan 100-127 volt. Karena tidak memiliki ground, colokan ini kurang cocok untuk perangkat yang membutuhkan perlindungan tambahan terhadap lonjakan arus listrik.


    Tipe B (Amerika Utara, Jepang)

    Tipe B mirip dengan tipe A tetapi memiliki pin ketiga sebagai ground, melansir sciencefocus.com, colokan besar yang kita gunakan sekarang berasal dari periode setelah Perang Dunia Kedua. Saat itu, banyak rumah yang perlu dibangun kembali setelah perang.

    Pin ini berfungsi untuk menambah keamanan, terutama pada perangkat yang membutuhkan arus besar seperti komputer atau peralatan rumah tangga. Standar ini juga digunakan di Amerika Utara dan Jepang.

    Tipe C (Eropa, Asia, Amerika Selatan)

    Tipe C dikenal sebagai colokan dua pin bulat dan merupakan salah satu jenis yang paling umum di Eropa, Asia, dan beberapa negara Amerika Selatan, colokan ini kompatibel dengan sistem tegangan 220-240 volt dan tidak memiliki ground. Meskipun umum, tipe C biasanya hanya digunakan pada perangkat berdaya rendah.

    Tipe D (India)

    Colokan listrik tipe D digunakan di India dan beberapa negara lain. Bentuknya terdiri dari tiga pin besar, salah satunya adalah ground, ini dirancang untuk perangkat yang membutuhkan lebih banyak daya dan tegangan tinggi, dengan standar 220-240 volt.

    Tipe E dan F (Eropa Kontinental)

    Colokan tipe E dan F adalah dua pin bulat dengan sistem ground yang berbeda. Tipe E digunakan di Prancis dan Belgia, sementara tipe F banyak digunakan di Jerman dan negara-negara Eropa lainnya, kedua tipe ini bekerja dengan tegangan 220-240 volt dan memiliki fitur grounding yang baik untuk keamanan.

    Tipe G (Inggris, Malaysia)

    Colokan tipe G memiliki tiga pin berbentuk persegi dan merupakan standar di Inggris, Irlandia, Malaysia, dan beberapa negara lain. Sistem ini memiliki ground dan dirancang untuk tegangan tinggi (220-240 volt), membuatnya sangat aman untuk perangkat besar.

    Tipe I (Australia, Selandia Baru, Argentina)

    Tipe I memiliki dua atau tiga pin, dan digunakan di Australia, Selandia Baru, dan Argentina. Colokan ini didesain untuk perangkat yang beroperasi pada 220-240 volt, dan menawarkan opsi dengan atau tanpa ground.

    Tipe L (Italia)

    Colokan tipe L terdiri dari tiga pin bulat, yang biasa digunakan di Italia. Desain ini mendukung tegangan 220-240 volt dan menawarkan proteksi ground yang baik.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Macam-macam Colokan Listirk dan Tempat yang Pas untuk Dipasang


    Jakarta

    Colokan listrik atau stop kontak diperlukan di setiap bangunan, baik itu gedung maupun di rumah. Namun, sebelum memasangnya kamu harus jenis-jenis colokan listrik dan tempat yang pas untuk memasangnya.

    Jenis colokan yang dipakai bisa berbeda berdasarkan negara tempat kamu berada ataupun kapasitas listrik yang dibutuhkan. Saat memilih stop kontak untuk rumah, kamu perlu mempertimbangkan kebutuhan daya perangkat dan sesuaikan dengan jenis sirkuit yang ada.


    Lalu, apa saja jenis-jenis colokan listrik? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

    Jenis-jenis Colokan Listrik Berdasarkan Kapasitas

    Jenis stop kontak dibedakan berdasarkan tingkat keamanannya. Melansir situs Just Energy, Rabu (28/8/2024), berikut jenis-jenis stop kontak yang perlu kamu ketahui.

    1. Stop Kontak 15 Ampere

    White Electrical Outlet and Wall Plate at the white wallWhite Electrical Outlet and Wall Plate at the white wall Foto: Getty Images/iStockphoto/JaysonPhotography

    Stop kontak jenis ini merupakan standar umum dengan dua slot paralel. Stop kontak jenis ini seringkali digunakan untuk perangkat sehari-hari, seperti lampu baca dan peralatan ringan lainnya.

    2. Stop Kontak 20 Ampere

    Memiliki arus listrik sebesar 20 Ampere, stop kontak ini sangat ideal digunakan untuk peralatan dapur berat. Perlu diingat, pemasangan stop kontak ini harus pada sirkuit 20 Ampere pula untuk mencegah terjadinya risiko kebakaran.

    3. Stop Kontak AFCI

    Stop kontak AFCI (arc fault circuit interrupter) berbentuk mirip dengan GFCI. Colokan ini dilengkapi dengan fitur keselamatan untuk mengidentifikasi bahaya listrik dan mematikan aliran listrik saat terdeteksi masalah, seperti overheating.

    4. Stop Kontak GFCI

    A new GFCI electrical outlet.A new GFCI electrical outlet. Foto: Getty Images/skhoward

    Stop kontak GFCI (ground fault circuit interrupter) menawarkan perlindungan terhadap bahaya air dengan memutus aliran listrik saat mendeteksi lonjakan arus sehingga sangat cocok digunakan untuk ruangan yang rentan terhadap kelembaban.

    Jenis-jenis Colokan Listrik Berdasarkan Negara

    Selain itu, sudah menjadi informasi umum bahwa setiap negara memiliki jenis stop kontak yang berbeda-beda. Ada berbagai jenis stop kontak, mulai dari tipe A hingga tipe O.

    Electric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectorsElectric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectors Foto: Getty Images/Sensvector

    Mengutip dari Lightning Bug Electric, berikut adalah stop kontak dan gaya steker standar umum di dunia.

    Tipe A – Kanada, Amerika Serikat, Jepang, dan Meksiko

    Tipe B – Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko

    Tipe C – banyak digunakan di seluruh Asia, Eropa, dan Amerika Selatan

    Tipe D – India

    Tipe E – Belgia, Ceko, Prancis, Polandia, dan Slowakia

    Tipe F – Umumnya digunakan di Eropa dan Rusia

    Tipe G – Banyak digunakan di Jazirah Arab dan Inggris, serta di Irlandia, Malaysia, Malta, dan Singapura

    Tipe H – Israel, Jalur Gaza, dan Tepi Barat

    Tipe I – Australia, Argentina, Cina, dan Selandia Baru

    Tipe J – Hanya digunakan di Liechtenstein dan Swiss

    Tipe K – Hanya digunakan di Denmark dan Greenland

    Tipe L – Hanya digunakan di Chili dan Italia

    Tipe M – Hanya digunakan di Afrika Selatan

    Tipe N – Pilihan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) untuk steker universal standar. Terutama digunakan di Brasil dan Afrika Selatan.

    Tipe O – Hanya digunakan di Thailand

    Tempat yang Cocok untuk Pasang Colokan Listrik

    Dilansir Horizon Services, berikut ini adalah tempat yang pas untuk memasang stop kontak di rumah.

    1. Ruang Keluarga

    Ruang keluarga adalah biasanya membutuhkan banyak colokan listrik. Misalnya untuk TV, video game, hingga layanan internet. Pertimbangkan posisi stop kontak di tengah setiap dinding, dan sudut ruangan.

    2. Kamar Tidur

    Sebaiknya pasang colokan listrik di sisi tempat tidur. Kemungkinan kamu akan membutuhkan colokan yang mudah dijangkau dari tempat tidur untuk mengisi daya HP, lampu, dan perangkat lainnya.

    3. Ruang Kerja

    Penempatan stop kontak sangat penting saat merencanakan kantor atau ruang kerja di rumah. Pertimbangkan untuk menempatkan stop kontak di sepanjang setiap dinding agar kamu bisa fleksibel dalam menempatkan furniture.

    4. Kamar Mandi

    Letakkan stop kontak di dekat meja kamar mandi untuk mencegah tersandung kabel. Pastikan juga stopkontak jauh dari jangkauan shower atau bak mandi untuk mencegah terkena cipratan air.

    5. Dapur

    Dapur sebaiknya memiliki stop kontak yang ditempatkan dengan jarak sekitar 500 meter sepanjang setiap meja dapur. Kamu bisa menempatkan stop kontak listrik di atas lemari, bawah lemari, atau di dinding tempat memasang peralatan elektronik.

    Itulah informasi mengenai macam-macam colokan listrik serta tempat yang pas untuk memasangnya di rumah. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Cek Tagihan dan Pembayaran Tagihan PDAM Lewat Online


    Jakarta

    Tarif PDAM berbeda-beda di setiap daerah di Indonesia tergantung dengan kebijakan pemerintah. Sebelum membayarnya, kamu bisa mengecek tagihan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terlebih dahulu secara online.

    Mengecek tagihan PDAM bisa dilakukan dengan mudah. Kamu bisa melakukannya melalui internet di situs resmi PDAM maupun e-commerce.

    Hal yang perlu disiapkan untuk melihat tagihan PDAM adalah nomor pelanggan yang tertera pada lingkaran meteran kaca. Sebaiknya setiap rumah yang menggunakan PDAM menghafal atau mencatatnya karena tulisan di meteran kaca bisa pudar seiring berjalannya waktu.


    Berikut cara cek tagihan dan pembayaran PDAM.

    Cek Tagihan PDAM Melalui Situs Resmi

    Pengecekan melalui situs PDAM kamu tidak perlu memiliki akun resmi, cukup buka alamat situs, sebagai contoh situs resmi PDAM Jakarta, pamjaya.co.id.

    1. Buka situs resmi PDAM sesuai domisili.
    2. Pilih kelompok tarif dan ukuran meter air.
    3. Masukkan penggunaan air per meter kubik.
    4. Pilih hitung.
    5. Setelah itu, rincian pemakaian air per meter kubik dan perkiraan total tagihan akan keluar.

    Cek Tagihan dan Pembayaran PDAM melalui Aplikasi Tokopedia

    1. Pastikan kamu sudah mengunduh dan memiliki akun Tokopedia.
    2. Pilih menu “Tagihan”.
    3. Pilih “Air PDAM”.
    4. Cari kota tempat tinggalmu.
    5. Masukkan Nomor Pelanggan.
    6. Setelah itu tagihan PDAM akan muncul.

    Cek Tagihan dan Pembayaran PDAM melalui Aplikasi Gojek

    1. Pastikan kamu sudah mengunduh dan memiliki akun Gojek.
    2. Pilih menu “GoTagihan”.
    3. Cari logo PDAM atau fitur bernama PDAM.
    4. Pilih Kabupaten atau kota tempat domisili.
    5. Masukkan nomor pelanggan.
    6. Setelah itu tagihan PDAM akan muncul.
    7. Lanjutkan dengan pembayaran.

    Itulah cara cek tagihan dan pembayaran PDAM. Jangan sampai lupa membayar ya detikers!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Cantumkan Alamat Lengkap saat Jual Rumah? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Ketika menjual rumah, biasanya pemilik mencantumkan alamat properti yang akan dijual. Ada yang mencantumkan dengan lengkap ada juga yang hanya mencantumkan daerahnya saja.

    Proses pemasaran rumah saat ini lebih mudah dengan adanya internet. Namun, harus hati-hati karena bisa saja alamat rumah yang terpampang dibuat untuk tindak kejahatan.

    Para penjahat bisa dengan mudah mengambil gambar dari rumah yang sedang dijual melalui alamat lengkap yang dicantumkan oleh penjual.


    Lantas, sebenarnya perlu nggak sih mencantumkan alamat lengkap saat menjual rumah?

    Menurut Vice President Xavier Marks Home, Nina Kuntjoro, apabila rumah yang dijual kosong boleh-boleh saja mencantumkan alamat lengkap. Namun, jika rumah masih dihuni sebaiknya tidak ditulis secara detail.

    “Kalau ada yang nanya, baru nanti sama client kita ketemu di mana gitu, biar liat lokasinya bareng. Kalau misal di Cipete, nah Cipete kan luas tuh, yaudah tulisnya Cipete aja. Atau misal ditambah dekat apa, di jalan apa, masukkin aja tapi nggak usah detail kasih alamatnya,” terang Nina saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Selain alamat rumah yang dicantumkan, ada beberapa detail yang harus diberitahu saat dijual. Nina mengatakan, pada umumnya standar detail yang harus ditulis saat memasarkan sebuah rumah baru cenderung harus lebih detail dibandingkan dengan rumah lama atau rumah second.

    Ia menuturkan, detail yang harus ditulis saat menjual rumah baru itu berupa keterangan lengkap fasilitas rumah tersebut, seperti detail jumlah ruangan, fitur rumah, dan lainnya. Sementara itu, untuk rumah lama biasanya hanya cukup mencantumkan jumlah ruangan saja.

    “Kalau rumah baru, cantumkan keterangan fasilitas apa saja yang ada di dalam rumah. Seperti ruangan kamar tidur, kamar mandi, garasi, carport, daya listriknya berapa. Biasanya detail lebih seperti spek (spesifikasi) rumahnya juga dicantumkan seperti apa. Kalau rumah lama sih biasanya nggak dicantumin, cuma tempat tidur, kamar mandi, gitu aja,” kata Nina.

    Selain itu, Nina juga menyarankan para penjual rumah untuk lebih bijak dalam menjaga dokumen penting supaya rumah tersebut terhindar dari kejahatan berlebih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Menghitung Kebutuhan AC Sesuai Besar Ruangannya


    Jakarta

    Memilih AC yang tepat untuk ruangan bukan sekadar soal merek atau fitur tambahan, tetapi juga tentang memastikan kapasitas pendinginannya sesuai dengan ukuran ruangan. Kesalahan dalam menghitung kebutuhan AC bisa menyebabkan ketidaknyamanan, baik karena ruangan tetap terasa panas atau justru terlalu dingin dan boros listrik.

    Salah satu faktor utama dalam menentukan kebutuhan AC adalah kapasitas pendinginan yang diukur dalam satuan BTU/h (British Thermal Unit per Hour). Semakin besar ruangan, semakin tinggi pula BTU yang diperlukan agar suhu tetap sejuk. Selain itu, daya listrik dan posisi ruangan juga berpengaruh dalam menentukan ukuran PK (Paard Kracht) yang tepat untuk AC.

    Pengertian PK AC dan BTU

    Sebagai perangkat elektronik, AC memerlukan daya listrik agar dapat berfungsi dengan optimal. Salah satu aspek penting dalam memilih AC adalah memahami satuan PK, yang digunakan untuk mengukur kapasitas pendinginan perangkat ini.


    Dalam laman Quality Technic dijelaskan bahwa PK merupakan kependekan dari Paard Kracht, yang dalam bahasa Belanda berarti tenaga kuda. Dalam konversi, 1 PK setara dengan 735,5 watt atau sekitar 0,986 HP (Horse Power), yang hampir sama dengan 1 HP dalam sistem Inggris.

    Selain PK, terdapat satuan lain yang sering digunakan dalam pengukuran kapasitas AC, yaitu BTU (British Thermal Unit). Dikutip dari laman berbagai perusahaan merek elektronik AC, BTU adalah ukuran energi yang digunakan AC untuk menurunkan atau menaikkan suhu ruangan dalam satu jam. Semakin tinggi nilai BTU, semakin kuat kapasitas pendinginan AC.

    Meskipun di Indonesia satuan PK lebih umum digunakan, BTU tetap menjadi acuan dalam menentukan daya AC. Berikut adalah perbandingan standar antara PK AC dan nilai BTU/h (British Thermal Unit per Hour), yang merupakan satuan untuk mengukur kapasitas pendinginan AC dalam satu jam:

    • AC ½ PK = ± 5.000 BTU/h
    • AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h
    • AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h
    • AC 1 ½ PK = ± 12.000 BTU/h
    • AC 2 PK = ± 18.000 BTU/h.

    Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa semakin besar ukuran PK, semakin dingin udara yang dapat dihasilkan oleh AC. Maka, perlu dipastikan bahwa daya listrik mencukupi agar tidak boros energi. Dengan memahami perhitungan BTU, pengguna dapat memilih AC dengan ukuran PK yang sesuai, sehingga mendapatkan pendinginan maksimal tanpa pemborosan daya.

    Menghitung Kebutuhan AC Sesuai Besar Ruangannya

    Mengetahui ukuran PK yang tepat sangat penting agar AC dapat berfungsi secara optimal dan menjaga suhu ruangan tetap nyaman. Selain memastikan pendinginan yang efektif, perhitungan PK AC juga membantu dalam menentukan daya listrik yang dibutuhkan, menghindari risiko kerusakan unit, serta memperpanjang masa pakai AC.

    Sebaliknya, jika ukuran PK tidak sesuai dengan luas ruangan, kinerja AC bisa terganggu, menyebabkan suhu tidak stabil dan konsumsi listrik menjadi tidak efisien. Agar pendinginan optimal, ukuran PK AC harus disesuaikan dengan luas ruangan. Banyak orang mengira bahwa semakin besar PK AC, maka semakin dingin ruangan. Padahal, pemilihan PK yang tidak sesuai bisa berdampak pada efisiensi energi dan daya tahan AC itu sendiri.

    Sebelum masuk ke perhitungannya, mari kita kenali lagi beberapa faktor utama dalam memilih AC:

    • BTU/h (British Thermal Unit per Hour): Satuan yang menunjukkan kapasitas pendinginan AC dalam satu jam untuk mengurangi panas dalam ruangan
    • Daya listrik (Watt): Besaran tenaga listrik yang dibutuhkan saat AC beroperasi
    • PK Kompresor: Singkatan dari “Paard Kracht” (Bahasa Belanda) atau Horse Power dalam Bahasa Inggris, yang menunjukkan daya kompresor AC.

    Berikut adalah panduan umumnya:

    • AC ½ PK → untuk ruangan 0-10 m²
    • AC ¾ PK → untuk ruangan 11-13 m²
    • AC 1 PK → untuk ruangan 14-17 m²
    • AC 1 ½ PK → untuk ruangan 18-23 m²
    • AC 2 PK → untuk ruangan 24-34 m²
    • AC 2 ½ PK → untuk ruangan 35-45 m².

    Selain itu, ada beberapa cara untuk menentukan ukuran PK AC yang sesuai, salah satunya dengan menghitung kebutuhan BTU berdasarkan luas ruangan. Berikut caranya:

    1. Menghitung Luas Ruangan

    Menentukan kebutuhan AC berdasarkan luas ruangan dapat membantu dalam menghitung besar BTU, daya listrik, serta kapasitas PK yang diperlukan. Untuk mengetahui kapasitas AC yang sesuai, dapat digunakan rumus berikut:

    Panjang (P) × Lebar (L) × 537 BTU/h

    Rumus ini mengacu pada standar tinggi ruangan di Indonesia, yaitu sekitar 2,5 – 3 meter. Namun, faktor eksternal seperti jumlah orang dalam ruangan, seberapa sering pintu dibuka, dan ventilasi udara juga dapat mempengaruhi efektivitas pendinginan. Setelah mendapatkan hasil perhitungan dalam satuan BTU/h, angka tersebut kemudian dicocokkan dengan kapasitas pendinginan AC dalam tabel berikut:

    PK AC = Daya Pendingin (BTU/h) = Ukuran Ruangan (m²)
    1/2 PK = ± 5.000 BTU/h = 10 m²
    3/4 PK = ± 7.000 BTU/h = 14 m²
    1 PK = ± 9.000 BTU/h = 18 m²
    1 1/2 PK = ± 12.000 BTU/h = 24 m²
    2 PK = ± 18.000 BTU/h = 36 m²

    2. Menghitung PK AC dengan Rumus

    Selain metode luas ruangan, perhitungan PK AC juga dapat dilakukan dengan rumus berikut:

    Kebutuhan PK AC = (P × T × I × L × E) ÷ 60

    Keterangan:
    P = Panjang ruangan (dalam kaki)
    T = Tinggi ruangan (dalam kaki)
    I = Faktor insulasi (10 untuk ruangan berinsulasi, 18 untuk ruangan tanpa insulasi)
    L = Lebar ruangan (dalam kaki)
    E = Nilai berdasarkan arah hadap dinding terpanjang:
    • 16 (hadap utara)
    • 17 (hadap timur)
    • 18 (hadap selatan)
    • 20 (hadap barat)

    Itulah tadi penjelasan tentang menghitung PK AC yang tepat. Perhitungan ini sangat penting untuk memastikan kenyamanan ruangan, efisiensi energi, serta memperpanjang usia pemakaian AC. Pastikan kamu menggunakan perhitungan BTU yang sesuai dengan luas ruangan agar mendapatkan pendinginan yang optimal tanpa pemborosan listrik.

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Jenis-Jenis Colokan Listrik, Jangan Salah Pilih untuk Rumahmu!



    Jakarta

    Colokan listrik atau stop kontak memiliki banyak jenis. Pemasangan juga tidak bisa sembarangan, ada jenis dan posisi yang pas untuk memasangnya. Jadi sebelum kita memasang colokan listrik lebih baik memikirkannya dengan matang.

    Colokan listrik juga memiliki jenis yang berbeda di beberapa negara, kapasitas listriknya juga bisa berbeda. Saat memilih stop kontak untuk rumah, kamu perlu mempertimbangkan kebutuhan daya perangkat dan sesuaikan dengan jenis sirkuit yang ada.

    Jadi, seperti apa jenis-jenis colokan listrik? Yuk simak penjelasannya berikut ini.


    Jenis-jenis Colokan Listrik Berdasarkan Kapasitas

    Jenis stop kontak dibedakan berdasarkan tingkat keamanannya. Melansir situs Just Energy, Rabu (28/8/2024), berikut jenis-jenis stop kontak yang perlu kamu ketahui.

    1. Stop Kontak 15 Ampere

    White Electrical Outlet and Wall Plate at the white wallWhite Electrical Outlet and Wall Plate at the white wall Foto: Getty Images/iStockphoto/JaysonPhotography

    Stop kontak jenis ini merupakan standar umum dengan dua slot paralel. Stop kontak jenis ini seringkali digunakan untuk perangkat sehari-hari, seperti lampu baca dan peralatan ringan lainnya.

    2. Stop Kontak 20 Ampere

    Memiliki arus listrik sebesar 20 Ampere, stop kontak ini sangat ideal digunakan untuk peralatan dapur berat. Perlu diingat, pemasangan stop kontak ini harus pada sirkuit 20 Ampere pula untuk mencegah terjadinya risiko kebakaran.

    3. Stop Kontak AFCI

    Stop kontak AFCI (arc fault circuit interrupter) berbentuk mirip dengan GFCI. Colokan ini dilengkapi dengan fitur keselamatan untuk mengidentifikasi bahaya listrik dan mematikan aliran listrik saat terdeteksi masalah, seperti overheating.

    4. Stop Kontak GFCI

    A new GFCI electrical outlet.A new GFCI electrical outlet. Foto: Getty Images/skhoward

    Stop kontak GFCI (ground fault circuit interrupter) menawarkan perlindungan terhadap bahaya air dengan memutus aliran listrik saat mendeteksi lonjakan arus sehingga sangat cocok digunakan untuk ruangan yang rentan terhadap kelembaban.

    Jenis-jenis Colokan Listrik Berdasarkan Negara

    Selain itu, sudah menjadi informasi umum bahwa setiap negara memiliki jenis stop kontak yang berbeda-beda. Ada berbagai jenis stop kontak, mulai dari tipe A hingga tipe O.

    Electric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectorsElectric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectors Foto: Getty Images/Sensvector

    Mengutip dari Lightning Bug Electric, berikut adalah stop kontak dan gaya steker standar umum di dunia.

    Tipe A – Kanada, Amerika Serikat, Jepang, dan Meksiko

    Tipe B – Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko

    Tipe C – banyak digunakan di seluruh Asia, Eropa, dan Amerika Selatan

    Tipe D – India

    Tipe E – Belgia, Ceko, Prancis, Polandia, dan Slowakia

    Tipe F – Umumnya digunakan di Eropa dan Rusia

    Tipe G – Banyak digunakan di Jazirah Arab dan Inggris, serta di Irlandia, Malaysia, Malta, dan Singapura

    Tipe H – Israel, Jalur Gaza, dan Tepi Barat

    Tipe I – Australia, Argentina, Cina, dan Selandia Baru

    Tipe J – Hanya digunakan di Liechtenstein dan Swiss

    Tipe K – Hanya digunakan di Denmark dan Greenland

    Tipe L – Hanya digunakan di Chili dan Italia

    Tipe M – Hanya digunakan di Afrika Selatan

    Tipe N – Pilihan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) untuk steker universal standar. Terutama digunakan di Brasil dan Afrika Selatan.

    Tipe O – Hanya digunakan di Thailand

    Tempat yang Cocok untuk Pasang Colokan Listrik

    Dilansir Horizon Services, berikut ini adalah tempat yang pas untuk memasang stop kontak di rumah.

    1. Ruang Keluarga

    Ruang keluarga adalah biasanya membutuhkan banyak colokan listrik. Misalnya untuk TV, video game, hingga layanan internet. Pertimbangkan posisi stop kontak di tengah setiap dinding, dan sudut ruangan.

    2. Kamar Tidur

    Sebaiknya pasang colokan listrik di sisi tempat tidur. Kemungkinan kamu akan membutuhkan colokan yang mudah dijangkau dari tempat tidur untuk mengisi daya HP, lampu, dan perangkat lainnya.

    3. Ruang Kerja

    Penempatan stop kontak sangat penting saat merencanakan kantor atau ruang kerja di rumah. Pertimbangkan untuk menempatkan stop kontak di sepanjang setiap dinding agar kamu bisa fleksibel dalam menempatkan furniture.

    4. Kamar Mandi

    Letakkan stop kontak di dekat meja kamar mandi untuk mencegah tersandung kabel. Pastikan juga stopkontak jauh dari jangkauan shower atau bak mandi untuk mencegah terkena cipratan air.

    5. Dapur

    Dapur sebaiknya memiliki stop kontak yang ditempatkan dengan jarak sekitar 500 meter sepanjang setiap meja dapur. Kamu bisa menempatkan stop kontak listrik di atas lemari, bawah lemari, atau di dinding tempat memasang peralatan elektronik.

    Itulah informasi mengenai macam-macam colokan listrik serta tempat yang pas untuk memasangnya di rumah. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com