Tag: flush toilet

  • 4 Penyebab Flush Toilet Macet dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Toilet duduk memiliki 2 tombol flush di belakang untuk mengeluarkan air bilasan. Tombol ini memudahkan pengguna agar tidak perlu menyiram air secara manual ke dalam lubang.

    Bagaimana jika tiba-tiba air bilasan tersebut tidak keluar setelah tombol ditekan berkali-kali? Apa yang salah?

    Ternyata kerusakan pada flush itu bisa terjadi karena beberapa faktor diantaranya rantai flush terputus, permukaan air rendah, sumbatan rim jet, hingga penyumbatan saluran pembuangan.


    Tetapi semua kerusakan tersebut memiliki solusi agar dapat berfungsi kembali. Mengutip dari yourrepair.co, pada Jumat (26/1), begini cara mengatasi flush toilet yang tidak berfungsi.

    1. Rantai tuas toilet terputus

    Toilet duduk yang flushnya menggunakan tuas, biasanya terdapat rantai di dalamnya yang menghubungkan tuas dengan sistem pompa.

    Apabila rantai tersebut longgar hingga terputus, maka saat pengguna menekan tuas tidak akan terasa beban.

    Tuas tersebut ringan dan bisa memutar 360 derajat. Air pun tidak akan keluar untuk membersihkan dalam lubang toilet.

    Cara mengatasinya adalah melepaskan tutup tangki toilet tempat tuas flush toilet berada. Periksa sambungan antara tuas dan penutupnya. Jika rantai hanya terlepas, maka bisa dipasang kembali. Uji coba dulu sebelum tangki ditutup kembali. Apabila rantai terputus, pengguna harus membeli rantai baru dan memasangnya kembali.

    2. Permukaan air rendah

    Normalnya, tangki bisa mengisi kembali air dengan sendirinya. Dengan begitu setiap menarik tuas atau tombol, air otomatis keluar.

    Tetapi, saat pasokan air di dalam tangki tersebut sedikit, air yang keluar di dalam lubang tidak akan deras. Bahkan ada yang tidak keluar.

    Cara mengatasinya adalah memeriksa persediaan air di dalam tangki masih mengalir. Lalu periksa keran di kamar mandi apakah air mengalir normal atau mengecil. Jika keran lain di rumah juga mengalami masalah, bisa jadi pipa air tersumbat.

    3. Penyumbatan rim Jet

    Menurut The Spruce, rim jet adalah lubang kecil yang terletak di bagian bawah toilet. Ini adalah akses air untuk masuk ke dalam lubang toilet dari tangki saat tuas atau tombol ditekan.

    Ternyata akses tim jet ini bisa saja tersumbat kotoran. Solusi untuk mengatasi hal ini adalah memberikan cuka pada bagian dalam rim jet untuk memecah endapan kotoran di dalamnya. Setelah bersih, coba tes banyaknya air yang keluar dengan menekan tuas untuk membilas lubang.

    4. Tersumbat benda padat

    Air dari flush toilet sulit keluar bisa jadi karena benda padat dibuang ke dalam lubang. Toilet menjadi tersumbat dan menganggu sistem air dari flush ini.

    Cara mengatasinya adalah dengan menyedot toilet tersumbat. Bisa menggunakan baking soda dan cuka, plumbing snake, dan sedot WC.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakar Ingatkan Tutup Dudukan Toilet Setelah Dipakai! Alasannya Bikin Merinding



    Jakarta

    Kita selalu diajarkan untuk selalu menutup dudukan toilet setelah digunakan. Selain hal ini merupakan etika umum, para ahli juga memperingatkan agar tidak membiarkan bagian dudukan toilet terbuka (terutama saat menyiram).

    Alasannya, hal ini dapat menyebabkan Toilet Plume.

    Apa itu Toilet Plume?

    Dikutip dari situs resmi Mirror UK, Senin (12/2/2024), air di dalam toilet dapat bercampur dengan limbah, baik itu urin atau kotoran. Partikel kecil dari campuran tersebut akan memancar ke udara ketika kita menyiramnya. Nah, penyebaran partikel inilah yang sering disebut dengan istilah Toilet Plume.


    Hal ini sangat berbahaya sebab kotoran manusia dapat mengandung sejumlah bakteri penyebab penyakit, termasuk E. dan Staphylococcus.

    Pada 2019, para peneliti di University College Cork menguji partikel udara pada toilet umum selama seminggu. Mereka menemukan bahwa menutup dudukan toilet dapat mengurangi jumlah limbah yang tercecer saat proses penyiraman sebesar 30-60 persen.

    Eleanor Potter dari Plumb World, mengatakan jika setelah menggunakan toilet orang harus selalu ingat untuk mendorong dan menutup tutup dudukan sebelum flush atau menyiramnya. Dia mengatakan ini akan membantu untuk mencegah kontaminasi ke permukaan lainnya seperti seperti handuk, lantai, dan bahkan bak mandi.

    “Jelas bahwa hal sesederhana menutup dudukan toilet bisa berdampak besar pada kebersihan dan keselamatan kesehatan kita secara keseluruhan,” tambahnya. “Meski tampak sepele, hal ini bisa mengurangi penyebaran kuman dan infeksi di dalam rumah”

    Tips Membersihkan Dudukan Toilet

    Memang menyiram toilet dengan bagian dudukan yang tertutup bisa mempercepat penumpukan endapan mineral. Pengendapan ini biasanya menjadi noda kuning kecoklatan. Meskipun noda ini tidak berbahaya bagi kesehatan, namun noda tersebut tidak sedap untuk dipandang.

    Namun kamu tak perlu risau, seorang ahli kebersihan Nancy Ememery di Drench punya solusi mudah untuk menjaga toilet kamu tetap bersih. Dia merekomendasikan membuat campuran pembersih dengan bahan alami berupa baking powder dan cuka putih.

    “Kamu dapat membiarkannya bekerja selama lima menit, kemudian bilas dan bersihkan dengan kain mikrofiber, noda kuning pun terangkat,” tambahnya. Untuk noda kerak kuning yang lebih gelap’, kamu bisa mengulangi prosesnya sampai bersih.

    Demikian alasan mengapa dudukan toilet tidak boleh dibiarkan terbuka. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Kloset Harus Tertutup Saat Menekan Tombol Flush? Ini Kata Ahli



    Jakarta

    Kloset duduk memiliki penutup yang berfungsi untuk mencegah penyebaran kuman, bau, dan cipratan air. Banyak yang menyarankan ketika kita hendak menyiram lubang kloset, sebaiknya penutup tersebut diturunkan hingga lubang tersebut tertutup. Kira-kira apa ya alasannya?

    Dilansir Better Homes and Garden, seorang CEO dan pemilik AK Building Service, Shari Cedar, mengatakan ketika flush ditekan dan air keluar untuk membersihkan lubang kloset akan muncul aerosol yang mengandung bakteri dan virus ke permukaan kamar mandi dan udara di sekitar. Oleh karena itu, lebih baik kloset dalam keadaan tertutup.

    Sebagai informasi, aerosol merupakan partikel halus di udara yang dapat membawa patogen seperti E. coli, C. difficile, norovirus, dan adenovirus, di udara dan di seluruh kamar mandi.


    Namun, Arianna Castro, seorang manajer komunikasi ilmiah di P&G, mengungkapkan dalam studi The American Journal of Infection Control bahwa menutup tutup toilet sebelum menyiram tidak benar-benar mengurangi penyebaran partikel virus.

    Kajian tersebut tetap menyarankan kloset perlu diberi disinfektan secara teratur untuk membunuh partikel-partikel kuman yang mungkin menempel di kamar mandi.

    Castro menekankan menutup kloset ketika menyiram memang hanya membatasi jangkauan semburan, tetapi risiko penyebarannya tetap dapat terjadi karena beberapa kuman dapat bertahan pada air kloset setelah beberapa kali penyiraman.

    “Lebih buruk lagi, beberapa kuman bertahan di air toilet selama beberapa kali pembilasan, yang berarti risikonya tidak hilang setelah satu kali pembilasan. Bagaimana jika Anda menggunakan toilet umum tanpa penutup? Kuman itu akan menyebar ke mana-mana,” jelas Cedar, seperti yang dikutip Sabtu (5/4/2025).

    Sebuah penelitian dari University of Colorado melakukan uji coba untuk mengetahui efek dari penyebaran partikel kuman dan bakteri saat flush ditekan. Mereka menggunakan laser berdaya tinggi untuk memvisualisasikan efeknya.

    Ternyata partikel kuman dan bakteri tersebut dapat berceceran ke segala arah dengan kecepatan 20 meter per detik, mencapai ketinggian 14 meter hanya dalam waktu 8 detik.

    Jadi, Cedar maupun Castro mengatakan lebih baik menutup kloset saat hendak menyiram. Meskipun tidak menjamin kamar mandi aman dari bakteri, setidaknya partikel kuman dan bakteri tidak jatuh ke area yang lebih jauh di kamar mandi. Mereka setuju bahwa tidak ada salahnya menutup tutup toilet saat menyiram toilet.

    “Berdasarkan penelitian yang ada, saya rasa sangat disarankan untuk menutup toilet saat menyiramnya guna meminimalkan penyebaran patogen melalui udara dan meningkatkan praktik kebersihan yang lebih baik,” tutur Castro.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com