Tag: fondasi rumah

  • 3 Jenis Fondasi Rumah dengan Biaya Bangun, Mana yang Lebih Kuat?


    Jakarta

    Mendirikan rumah impian memerlukan perencanaan yang matang, termasuk pemilihan jenis fondasi yang sesuai.

    Fondasi adalah elemen kunci yang tidak hanya menopang struktur rumah tetapi juga melindungi dari ancaman kelembapan, beku tanah, dan serangan hama. Tanpa fondasi, rumah bisa terperosok ke dalam tanah atau rusak akibat air hujan, serangga, tikus, atau hama lainnya yang menumpuk.

    Apa Itu Fondasi Rumah?

    Secara definisi, fondasi rumah merupakan bagian yang menopang struktur rumah yang umumnya dibangun di bawah permukaan tanah.


    Melansir Reinbrecht Homes, Senin (15/1/2024), setiap fondasi rumah harus mampu melakukan tiga hal sebagai berikut.

    Menopang struktur di atasnya.

    Mencegah air tanah masuk.

    Berfungsi sebagai penghalang terhadap air dan uap tanah.

    Jenis-Jenis Fondasi Rumah

    Seperti bagian rumah lainnya, fondasi memiliki berbagai jenis dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Umumnya, ada 3 jenis fondasi yang banyak digunakan.

    Melansir Reinbrecht Homes, Senin (15/1/2024), berikut 3 jenis fondasi rumah yang harus kamu ketahui, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

    1. Fondasi Slab Beton

    Fondasi slab beton merupakan salah satu jenis fondasi rumah paling umum. Fondasi jenis ini memerlukan persiapan lahan yang paling sedikit untuk memulai pembangunan.

    Selain itu, pemasangannya sederhana dibandingkan dengan jenis fondasi rumah lainnya. Hal ini membuat fondasi slab populer di kalangan pemilik rumah karena harganya yang relatif terjangkau.

    Seperti semua fondasi, slab dimulai dengan pengecoran footing beton setinggi 24 inci di bawah garis selesai yang diproyeksikan. Setelah footers dicor, setidaknya dua lapisan blok beton diletakkan di atas footers. Setelah blok diletakkan, semua pipa internal dipasang. Kemudian, ditambahkan pengisi batu, diikuti oleh empat inci beton yang dicor di atasnya.

    Kelebihan Fondasi Slab Beton

    Harga

    Secara umum, fondasi slab adalah opsi termurah. Fondasi jenis ini bisa menjadi pilihan yang sangat baik jika anggaran menjadi prioritas.

    Rendah Perawatan

    Dari semua jenis fondasi, fondasi slab memerlukan perawatan paling sedikit sehingga menambah nilai harganya.

    Cepat

    Fondasi slab lebih mudah dan cepat dibangun, yang berarti biaya lebih rendah dan kemungkinan waktu penyelesaian rumah lebih cepat.

    Kekurangan Fondasi Slab Beton

    Potensi Biaya Perbaikan Tinggi

    Umumnya, sistem perpipaan tertanam di bawah fondasi slab. Hal ini membuat perbaikan fondasi mahal karena harus menembus slab beton untuk mencapai pipa. Namun, dengan teknologi baru seperti sistem perpipaan PEX yang semakin banyak digunakan oleh pembangun, kemungkinan perlu mengakses di bawah fondasi slab kamu jauh lebih kecil daripada sebelumnya.

    Rentan pada Cuaca Buruk

    Fondasi slab menawarkan perlindungan minimal terhadap rumahmu dari badai dan peristiwa cuaca buruk lainnya.

    2. Fondasi Crawl Space

    Rumah dengan fondasi crawl space ditinggikan beberapa kaki dari tanah. Seperti slab, footing dicor, kemudian blok diletakkan untuk membuat fondasi yang menopang dinding struktur.

    Membangun fondasi crawl space akan menghemat biaya dibandingkan dengan sebuah basement, tetapi tidak selalu waktu, karena membutuhkan waktu sekitar sama lama dengan pembangunan fondasi basement penuh.

    Kelebihan Fondasi Crawl Space

    Utilitas yang Mudah Diakses

    Mengatasi kelemahan terbesar dari fondasi slab, fondasi crawl space memudahkan akses ke kabel listrik, pipa, dan saluran udara rumahmu, sehingga memudahkan perbaikan dan peningkatan di masa depan.

    Lantai yang Lebih Hangat

    Tidak seperti fondasi slab, lantai pertama rumah yang dibangun di atas fondasi crawl space tidak akan terasa seperti dibangun di atas beton. Bahkan, lantainya cenderung lebih hangat.

    Kekurangan Fondasi Crawl Space

    Rentan terhadap Kelembapan

    Bahkan dengan instalasi penghalang uap terdepan, masih mungkin bagi fondasi crawl space untuk memicu pertumbuhan jamur dan fungi.

    Sedikit Perlindungan dari Badai

    Seperti fondasi slab, fondasi crawl space membuat struktur rumahmu sedikit atau tidak ada perlindungan dari cuaca buruk.

    3. Fondasi Basement

    Fondasi asement, secara harfiah, adalah lubang delapan kaki (atau lebih dalam) yang berakhir dengan slab beton.

    Untuk waktu yang lama, dinding basement dibangun dengan blok beton. Sebagai hasilnya, mereka rentan terhadap kegagalan struktural dan kebocoran seiring bertambahnya usia.

    Kebanyakan fondasi basement dibangun dengan dinding beton cor, yang secara virtual mengeliminasi sebagian besar masalah fondasi rumah yang terkait dengan integritas struktural dan penetrasi kelembapan.

    Fondasi basement sangat baik untuk mengankurkan properti ke tanah sambil memperpanjang fondasi di bawah garis beku daerah tersebut, yang membantu menjaga integritas fondasi dari waktu ke waktu.

    Kelebihan Fondasi Basement

    Lebih Luas dan Murah

    Argumen terbesar untuk fondasi basement adalah luas tambahan yang didapat dan dengan biaya per meter persegi yang jauh lebih rendah daripada bagian lain rumah.

    Akses Mudah untuk Perbaikan

    Fondasi basement lebih mudah bagi teknisi untuk melakukan perbaikan pada utilitas rumahmu sambil berdiri daripada merangkak di fondasi crawl space atau menggali fondasi slab.

    Perlindungan dari Badai

    Baik bagi kamu, para penghuni, maupun rumahmu, fondasi basement adalah tempat perlindungan yang baik dari pengaruh cuaca sambil tetap memberikan fondasi yang kuat untuk rumahmu.

    Kekurangan Fondasi Basement

    Biaya Fondasi yang Lebih Tinggi

    Fondasi basement adalah fondasi paling mahal dibandingkan jenis fondasi lainnya.

    Potensi Banjir

    Tanpa pompa sumur resapan, fondasi basement bisa berpotensi banjir. Untuk melawan banjir, kamu bisa menyiapkan cadangan daya baterai, generator, atau aliran air cadangan. Dalam kasus kebanyakan, skenario terbaik untuk mencegah banjir adalah memastikan aliran air alami berjalan dengan lancar.

    Kurangnya Cahaya Alami

    Jika kamu mengubah basementmu menjadi ruang hidup, kamu mungkin harus mencari cara kreatif untuk membawa sedikit cahaya ke dalam ruang tersebut.

    Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis fondasi rumah yang harus kamu ketahui. Membangun rumah adalah investasi besar dan memilih pondasi yang tepat adalah langkah awal menuju rumah impian. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanda Fondasi Rumah Sudah Rusak, Jangan Abaikan!



    Jakarta

    Fondasi rumah adalah hal mendasar tetapi krusial untuk membuat sebuah bangunan dapat berdiri kokoh. Penting sekali bagi rumah memiliki struktur yang kuat agar tidak mudah hancur.

    Namun, fondasi rumah bisa saja tidak terpasang dengan baik ataupun kondisi tanah berubah, sehingga dapat mempengaruhi bentuk maupun ketahanan rumah. Beberapa kerusakan yang mungkin terkesan sepele di sekitar rumah ternyata bisa saja menandakan adanya masalah dengan fondasi rumah.

    Pastikan untuk memperhatikan kondisi rumah untuk mengidentifikasi ciri-ciri fondasi yang bermasalah. Berikut ini beberapa tanda yang perlu diwaspadai karena bisa berarti adanya masalah pada fondasi rumah, dilansir dari laman family handyman, Jumat (29/3/2024).


    1. Rumput Liar Dekat Fondasi Rumah

    Rumput liar yang tumbuh secara acak di pekarangan rumah mungkin suatu hal yang biasa. Akan tetapi, patut dicurigai jika ada kumpulan rumput liar yang tumbuh dekat fondasi rumah.

    Hal itu bisa disebabkan ada kelembapan pada area tersebut yang berpotensi menimbulkan masalah pada pondasi. Lebih dari itu, kalau ada tumbuhan liar pada fondasi, maka masalahnya lebih besar karena ada retakan di dalamnya.

    2. Masalah Drainase

    Drainase rumah biasanya paling sering membutuhkan perawatan. Masalah yang tampak kecil pada drainase mungkin bagian dari persoalan yang lebih besar. Adapun masalah dengan drainase bisa disebabkan oleh saluran pembuangan utama yang tersumbat atau pipa bocor.

    Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan medan akibat kontraksi atau perluasan tanah, sehingga berdampak pada fondasi secara keseluruhan. Sebaiknya meminta tukang ledeng profesional untuk segera memperbaikinya.

    3. Pintu dan Jendela Tersangkut

    Membetulkan pintu atau jendela yang tersangkut sebetulnya perkara mudal. Akan tetapi, masalah tersebut tetap mencirikan masalah yang serius. Jika semua pintu atau jendela bermasalah, itu suatu pertanda fondasi rumah berubah dan tidak lagi berbentuk persegi sempurna.

    4. Lantai Tidak Rata

    Lantai yang tidak rata menjadi salah satu tanda masalah fondasi yang mudah diidentifikasi di rumah. Kamu bisa menguji permukaan lantai tidak rata apabila tumpahan air di lantai mengalir ke satu arah. Meski kondisi lantai seperti ini cukup umum, sebaiknya memastikan sumber permasalahannya dengan ahlinya.

    5. Retak di Sekitar Rumah

    Selain itu, adanya retak di sekitar rumah seperti pada lantai dan dinding bisa menandakan adanya masalah fondasi. Retakan pada lantai kemungkinan besar disebabkan oleh fondasi rumah.

    Sementara retakan pada eksterior rumah tergantung pada arah retakannya. Maka, segera pastikan dengan ahlinya sebelum kondisi rumah semakin parah.

    Demikian ciri-ciri fondasi rumah bermasalah yang perlu kamu ketahui agar segera melakukan langkah perbaikan. Semoga membantu!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan 4 Hal Ini Setelah Rumah Terendam Banjir, biar Nggak Menyesal!


    Jakarta

    Masuk musim hujan, beberapa wilayah yang rawan banjir harus bersiaga. Beberapa rumah pasti terendam banjir saat curah hujan meningkat.

    Rumah yang sering terkena banjir pasti berisiko mengalami kerusakan. Mulai dari munculnya noda air di dinding, perabotan yang berjamur, hingga lumpur berserakan di lantai.

    Agar rumah tetap terawat meski sering terendam banjir, dilansir Flood Info, berikut beberapa hal yang kamu lakukan pada rumah setelah banjir surut.


    1. Periksa Kabel Listrik di Rumah

    Saat kamu membersihkan rumah, hal paling penting adalah listrik harus menyala. Namun, hati-hati saat menyalakan listrik di rumah, terutama pada sistem kabel yang terendam air. Sebaiknya panggil tenaga profesional untuk mengecek.

    2. Periksa Gas

    Selain listrik, gas juga harus diperiksa karena benda satu ini jika mengalami kebocoran dapat berbahaya. Ada baiknya, saat melihat tanda genangan, gas di rumah bisa diamankan dahulu.

    Apabila mencium bau menyengat dari gas, keluarkan ke tempat terbuka. Bisa jadi gas terlalu lama berada di tempat tertutup yang minim ventilasi. Apabila kamu tidak berani menyentuh gas, kamu bisa meminta bantuan pemadam kebakaran atau orang yang mengerti soal tabung gas.

    3. Selalu Gunakan Sarung Tangan dan Alas Kaki Tertutup

    Air yang menggenang atau bekas genangan biasanya bisa menjadi sumber penyakit. Sebab, kebanyakan air tersebut berasal dari selokan atau tempat pembuangan di dekat rumah. Tentu, airnya tidak bersih dan bisa saja sudah terkontaminasi dengan mikroorganisme.
    Sebaiknya gunakan sarung tangan lateks dan alas kaki yang tertutup. Jika masih ada genangan, pakai alas kaki seperti boots setinggi mata kaki.

    4. Cek Retakan pada Fondasi Rumah

    Saat memasuki rumah, kamu perlu mengecek kondisi dinding hingga ke bagian langit-langitnya. Biasanya cat yang kurang baik saat terkena air terlalu lama dapat retak atau muncul tonjolan. Lalu, bisa pula muncul noda bekas air, jamur, dan retakan.

    Tips Perbaikan Rumah yang Terkena Banjir

    Jika kamu memiliki asuransi banjir, foto kondisi rumah untuk bukti klaim asuransi. Namun, apabila kamu tidak memiliki asuransi, maka semua perbaikan harus ditanggung sendiri, tetapi kamu bisa meminta bantuan ahli agar perbaikannya maksimal.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hal yang Harus Dilakukan Usai Rumah Terendam Banjir



    Jakarta

    Hingga hari ini curah hujan masih terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan di daerah Puncak Bogor baru saja terjadi banjir bandang dan Jakarta ikut terkena imbasnya dari banjir kiriman,

    Nah bagi detikers yang rumahnya mengalami kebanjiran dan berpotensi kebanjiran sebaiknya waspada. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan jika rumah habis terkena banjir dilansir dari Flood Info.

    1. Periksa Kabel Listrik di Rumah

    Saat kamu membersihkan rumah, hal paling penting adalah listrik harus menyala. Namun, hati-hati saat menyalakan listrik di rumah, terutama pada sistem kabel yang terendam air. Sebaiknya panggil tenaga profesional untuk mengecek.


    2. Periksa Gas

    Selain listrik, gas juga harus diperiksa karena benda satu ini jika mengalami kebocoran dapat berbahaya. Ada baiknya, saat melihat tanda genangan, gas di rumah bisa diamankan dahulu.

    Apabila mencium bau menyengat dari gas, keluarkan ke tempat terbuka. Bisa jadi gas terlalu lama berada di tempat tertutup yang minim ventilasi. Apabila kamu tidak berani menyentuh gas, kamu bisa meminta bantuan pemadam kebakaran atau orang yang mengerti soal tabung gas.

    3. Selalu Gunakan Sarung Tangan dan Alas Kaki Tertutup

    Air yang menggenang atau bekas genangan biasanya bisa menjadi sumber penyakit. Sebab, kebanyakan air tersebut berasal dari selokan atau tempat pembuangan di dekat rumah. Tentu, airnya tidak bersih dan bisa saja sudah terkontaminasi dengan mikroorganisme.
    Sebaiknya gunakan sarung tangan lateks dan alas kaki yang tertutup. Jika masih ada genangan, pakai alas kaki seperti boots setinggi mata kaki.

    4. Cek Retakan pada Fondasi Rumah

    Saat memasuki rumah, kamu perlu mengecek kondisi dinding hingga ke bagian langit-langitnya. Biasanya cat yang kurang baik saat terkena air terlalu lama dapat retak atau muncul tonjolan. Lalu, bisa pula muncul noda bekas air, jamur, dan retakan.

    Tips Perbaikan Rumah yang Terkena Banjir

    Jika kamu memiliki asuransi banjir, foto kondisi rumah untuk bukti klaim asuransi. Namun, apabila kamu tidak memiliki asuransi, maka semua perbaikan harus ditanggung sendiri, tetapi kamu bisa meminta bantuan ahli agar perbaikannya maksimal.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Meninggikan Rumah Bisa Jadi Solusi Hadapi Banjir, tapi Jangan Asal!



    Jakarta

    Mempunyai rumah di kawasan rawan banjir bisa membuat penghuni waswas ketika turun hujan deras. Nah, salah satu solusi efektif melindungi rumah dari banjir adalah meninggikan bangunan.

    Daripada khawatir rumah beserta harta benda terendam banjir, kamu bisa meninggikan rumah untuk menghindari air masuk. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan kalau ingin meninggikan rumah. Misalnya, apakah fondasi rumah perlu dibongkar untuk meninggikan rumah?

    Menurut CEO SobatBangun Taufiq Hidayat, menentukan fondasi dibongkar atau tidak saat meninggikan rumah tergantung dari ketinggian air banjir. Untuk itu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah melihat atau mencari tahu ketinggian air banjir di kawasan tersebut. Setelah itu, kamu baru bisa menentukan desain elevasi lantai rumah.


    Taufiq menuturkan fondasi rumah tidak selalu harus dibongkar ketika ditinggikan. Apabila jarak antara plafon dengan lantai cukup tinggi, kamu tidak perlu membongkar fondasi rumah.

    “Misalnya tinggi plafon rumah 4 meter, kalau naiknya (lantai) cuma 80 cm, itu atap nggak perlu dibongkar juga, itu lebih cepat (selesai meninggikan rumah),” ujar Taufiq kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Berbeda halnya kalau jarak antara plafon dengan lantai cukup dekat. Kondisi tersebut mengharuskan fondasi rumah dibongkar.

    “Misalnya (lantai rumah) ditinggiin 1 meter, berartikan mesti diurug 1 meter, lantainya berubah naik 1 meter, itu harus diurug, dipasang keramik lagi. Selama dipasang keramik kan ada plafon, tinggi plafon yang misalnya 3 meter jadi sisa 2 meter, mentok nanti kepalanya. Ya mesti ditinggiin juga plafonnya,” tuturnya.

    “Kalau plafon ditinggikan, itu cukup nggak keadaan atap, kuda-kuda rumahnya? Kalau misalnya nggak cukup, ya mesti dibongkar atasnya, dimodifikasi,” tambahnya.

    Selain bagian dalam rumah, Taufiq menyebut bagian garasi juga perlu diperhatikan. Menurutnya, garasi juga perlu ikut ditinggikan agar mobil tidak terkena banjir. Namun, perlu dilihat juga apakah carport tersebut bisa ditinggikan atau tidak.

    “Memungkinkan nggak carport-nya ditinggiin? Kalau kondisi jalannya tetap kan malah susah masuk mobilnya, karena curam (jalan dari garasi ke jalan depan rumah),” ucapnya.

    Taufiq kembali menegaskan sebelum meninggikan rumah, sebaiknya mencatat ketinggian air banjir yang masuk ke dalam rumah. Setelahnya, baru merencanakan desain elevasi rumahnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Batu Bata Belum Tentu Lebih Bagus dari Hebel, Ini Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Fondasi yang kuat ditentukan pada material yang digunakan. Biasanya untuk pembangunan rumah banyak yang menggunakan hebel atau batu bata sebagai material utama fondasi rumah. Lantas, di antara keduanya mana yang lebih baik?

    Sebelum mengetahui kelebihan dan kekurangan, lebih baik kenali dahulu apa itu hebel dan batu bata.

    Hebel

    Truk bermuatan hebel yang terguling di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur sudah dievakuasi. Lalu lintas yang sempat macet sudah kembali normal.TIlustrasi hebel. Foto: Lamhot Aritonang

    Dilansir laman Loftybuildinggroup, bata hebel atau bata ringan merupakan beton ringan aerasi (Autoclaved Aerated Concrete). Material ini terbuat dari pasir, semen, kapur, dan gypsum. Hebel umumnya tersedia dalam bentuk balok. Warna dari hebel sendiri adalah putih ke abu-abuan. Ukuran dari hebel jauh lebih besar dan panjang. Namun, material ini jauh lebih ringan.


    Batu Bata

    Tembok Batu Bata dengan Pola English BondTembok Batu Bata dengan Pola English Bond Foto: Getty Images/Jose Pouwels

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), batu bata adalah tanah liat yang diaduk sampai halus, kemudian dicetak, dikeringkan, lalu dibakar. Biasanya dipakai untuk membuat dinding dan sebagainya. Bentuknya persegi panjang berwarna coklat kemerahan.

    Kelebihan dan Kekurangan Hebel dan Batu Bata

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizki, masing-masing material ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, hingga saat ini banyak yang masing memakai keduanya.

    Untuk lebih jelasnya berikut kelebihan dan kekurangan hebel dan bata merah.

    Kelebihan Hebel

    – Harga yang lebih terjangkau jika dibeli satuan

    – Memiliki ketahanannya cukup baik

    – Lebih ringan daripada batu bata

    Kekurangan Hebel

    – Ukurannya yang lebih besar dari batu bata.

    Kelebihan Batu Bata

    – Mudah ditemukan di toko-toko bangunan

    – Ukuran lebih kecil

    Kekurangan Batu Bata

    – Materialnya murah menyerap air sehingga mudah membuat dinding lembab dan berjamur

    – Harganya lebih mahal daripada hebel

    – Lebih berat dari hebel

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Pohon yang Aman Ditanam di Rumah Tanpa Merusak Fondasi


    Jakarta

    Menanam pohon di rumah bisa menjadi salah satu cara untuk membuat pekarangan asri dan adem. Selain itu, adanya pohon di rumah juga bisa mempercantik hunian.

    Apabila menanam pohon buah, tentunya buah yang dihasilkan bisa langsung dikonsumsi secara gratis. Namun yang jadi masalah, terkadang akar pohon yang ditanam bisa merusak fondasi rumah.

    Jangan khawatir, karena ada beberapa pohon, baik pohon hias maupun pohon buah, yang aman ditanam di rumah tanpa merusak fondasi. Pohon apa saja kah itu? Berikut ini informasinya.

    1. Pohon Apel

    Ilustrasi Pohon ApelIlustrasi Pohon Apel Foto: Getty Images/Martin Wahlborg

    Dilansir dari Love The Garden, pohon apel menyukai area yang terkena sinar matahari penuh dan terlindungi dari angin kencang. Walau tanaman ini bisa tumbuh di tanah kering, penyiraman masih perlu dilakukan.


    2. Pohon Kersen

    Pohon KersenPohon Kersen Foto: Istimewa

    Pohon kersen atau ceri kampung juga cocok ditanam di rumah. Daunnya yang cukup rimbun, batangnya bisa mencapai 12 meter, serta dahannya tumbuh mendatar dan menggantung juga cocok untuk dijadikan tempat berteduh.

    Pohon ini minim perawatan. Namun perlu dipangkas jika pohonnya terlalu besar.

    3. Pohon Tabebuya

    Bunga Tabebuya di GowaPohon tabebuya. Foto: Evelyn Djuranovik/detikSulsel

    Dilansir dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, akar pohon ini tidak menyebar dan bunga yang muncul berwarna warni selama musimnya, seperti warna pink, kuning, maupun putih tergantung dari jenis pohonnya.

    Perawatan pohon ini tidak sulit, hanya perlu penyiraman dan pemupukan. Pohon yang bisa mencapai tinggi 10 meter ini cocok ditanam di wilayah subtropis maupun tropis.

    4. Pohon Bugenvil

    Pohon Bougenville atau BougainvillaeaPohon Bougenville atau Bougainvillaea Foto: Getty Images/iStockphoto/grauy

    Pohon ini bisa tumbuh cepat di bawah sinar matahari. Tak hanya di tanah, tanaman ini juga bisa tumbuh di dalam pot.

    Tanaman bugenvil dapat tahan di iklim tropis. Dikutip dari Gardenia, perawatan pohon bugenvil hanya memerlukan sedikit penyiraman dan pemangkasan sesekali untuk mempertahankan bentuk serta memperbanyak bunganya.

    5. Pohon Bungur

    Pohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut crape myrtlePohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut crape myrtle Foto: Getty Images/magicflute002

    Pohon bungur juga cocok ditanam di halaman rumah. Sebaiknya, penghuni rumah menanam ini di tempat yang cukup luas dan tidak tertutup karena batangnya akan menjulang hingga 10-20 meter.

    Pastikan pohon ini mesti ditanam di area yang terkena cahaya matahari. Pohon ini mudah tumbuh dengan disiram rutin jika tidak turun hujan dan sesekali perlu dipangkas.

    Bunga pohon bungur tumbuh majemuk berwarna ungu hingga merah muda keunguan dengan menghasilkan aroma harum.

    Itulah beberapa pohon yang aman ditanam di rumah, tidak akan merusak fondasi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Harga Batu Kali per Meter Kubik Terbaru 2025


    Jakarta

    Dalam membangun sebuah rumah dibutuhkan fondasi yang kuat. Sebab, fondasi bertujuan untuk menyokong seluruh struktur bangunan yang berdiri di atasnya.

    Salah satu material yang banyak digunakan sebagai fondasi rumah adalah batu kali. Batu jenis ini disebut cocok untuk struktur ringan seperti hunian tapak.

    Harganya yang juga terjangkau membuat batu kali banyak dipilih masyarakat sebagai fondasi rumah. Ingin tahu harga batu kali terbaru di 2025? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Harga Batu Kali per Meter Kubik Terbaru 2025

    Secara umum, batu kali dijual dalam satuan per meter kubik (m3). Namun, ada juga beberapa toko bangunan yang menjual dalam satuan per truk atau per pick up.

    Untuk harga batu kali sendiri bisa berbeda-beda tergantung dari kualitas dan lokasi penjualan. Dengan begitu, terdapat perbedaan harga batu kali yang dijual di Jakarta dan Tangerang.

    Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Jumat (18/7/2025), berikut kisaran harga batu kali per meter kubik terbaru di 2025:

    • Batu kali belah: Rp 180.000-Rp300.000/m3
    • Batu kali belah wilayah Jakarta: Rp 1.899.000/truk (7 m3)
    • Batu kali belah wilayah Tangerang: Rp 1.899.000/truk (7 m3)
    • Batu kali belah wilayah Depok: Rp 1.999.000/truk (7 m3)
    • Batu kali belah wilayah Bekasi: Rp 1.899.000/truk (7 m3).

    Harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan toko bangunan. Biasanya, pihak toko akan memberikan harga yang lebih murah jika membeli batu kali dalam jumlah banyak untuk kebutuhan proyek konstruksi besar.

    Kelebihan dan Kekurangan Batu Kali Sebagai Fondasi Rumah

    Batu kali banyak digunakan sebagai fondasi rumah karena memiliki sejumlah kelebihan, seperti kokoh dan mudah didapat. Namun, ada beberapa kekurangan dari jenis batu ini yang perlu diketahui sebelum membelinya.

    Mengutip catatan detikProperti, berikut kelebihan dan kekurangan batu kali sebagai fondasi rumah:

    Kelebihan

    • Kuat
    • Tahan lama
    • Harga relatif murah
    • Mudah didapat di banyak toko bangunan.

    Kekurangan

    • Mudah timbul retakan pada bangunan
    • Perlu teliti dalam membelinya. Jika memiliih batu kali yang sempat terendam air maka dapat memengaruhi kekuatannya.

    Demikian kisaran harga batu kali per meter kubik terbaru 2025 untuk fondasi rumah. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Sepele! Ini Penyebab Muncul Retak Rambut di Dinding


    Jakarta

    Retak rambut atau garis-garis kecil di dinding sering muncul di banyak rumah. Ukurannya bisa bermacam-macam, ada yang kecil pendek dan ada juga yang kecil panjang.

    Muncul retak rambut pada dinding tidak bisa dianggap sepele. Seiring waktu, retak rambut di dinding bisa bertambah panjang dan lebar. Jika hal itu terjadi pada hunian kamu, maka sebaiknya segera dicek dan diperbaiki sebelum bertambah parah.

    Apa yang menyebabkan muncul retak rambut di dinding? Simak penjelasannya menurut pakar dalam artikel ini.


    Penyebab Retak Rambut di Dinding Rumah

    Wildan selaku tim konstruksi dari Rebwild Construction menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan retak rambut pada dinding rumah. Berikut penjelasannya:

    1. Permukaan Tanah

    Faktor yang pertama karena terjadinya pergerakan pada permukaan tanah. Kondisi alam ini bisa menyebabkan munculnya retak rambut pada dinding. Apabila pergerakan tanah yang terjadi cukup kuat maka dapat menimbulkan retakan lebih besar.

    “Karena struktur bangunan itu dibuat sedemikian rupa, jadi kalau ada penurunan tanah maka rumah itu turunnya bisa bareng. Berarti di sekeliling rumah strukturnya masih kuat, tapi di area yang retak ini strukturnya agak kurang kuat, makanya dia jadi retak dan turun,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, Rabu (3/9/2025).

    Demi mencegah terjadinya kerusakan pada struktur rumah, sebaiknya tidak membangun hunian di lokasi yang rawan terjadi pergerakan tanah. Namun sayang, masyarakat terkadang tidak mengecek kondisi wilayah tersebut dan baru menyadari setelah muncul retak rambut cukup besar di dinding.

    2. Pemilihan Material yang Salah

    Pemilihan material yang tidak tepat saat membangun rumah juga bisa menyebabkan retak rambut pada dinding. Untuk material dinding misalnya, Wildan mengatakan penggunaan bata yang tepat bisa memengaruhi kekuatan struktur dinding.

    “Kita bicara material dinding ya, itu ada yang dari coran, bata merah, bata ringan, dan batako. Biasanya kalau rumah pakai bata ringan sering muncul retak rambut karena sifatnya nggak tahan tekanan,” ujarnya.

    Wildan lebih merekomendasikan penggunaan material bata merah oven untuk dinding, khususnya bata oven yang bagian dalamnya berwarna hitam. Sebab, bata merah dinilai lebih kuat, bisa menahan panas, dan tidak mudah retak karena tekanan. Hanya saja, harga bata merah memang lebih mahal daripada bata ringan.

    3. Plester yang Kurang Baik

    Selain itu, retak rambut bisa disebabkan karena proses plester yang kurang baik. Sedikit informasi, plester merupakan tahapan melapisi susunan batu untuk dinding yang sudah selesai ditumpuk sehingga batu-batu tersebut tidak terlihat lagi.

    Retak rambut dapat muncul karena lapisan plester yang dioleskan terlalu kering sehingga tidak ada kelembapan meski hanya sedikit. Alhasil, acian tidak bisa menempel dengan sempurna dan menyebabkan retak rambut pada dinding.

    Wildan menyebut bahan baku yang digunakan untuk plester seperti pasir dan semen juga dapat memengaruhi kekuatan struktur dinding. Jika menggunakan bahan bangunan yang murah maka bisa muncul retak rambut karena tidak kuat menahan tekanan.

    “Kalau material yang dipakai bukan material yang murah karena biasanya ada yang plesterannya tuh pakai pasir ayak. Nah, sedangkan yang bagus tuh sekarang pasir bangka, cuma dia agak mahal memang,” tutur Wildan.

    Semen yang digunakan untuk plester dinding juga harus berkualitas, bila perlu yang mengusung grade A. Sebab, kekhawatiran akan retak rambut sering dianggap remeh pemilik rumah. Padahal, jika terus mengalami retak hingga lebar bisa menyebabkan rumah rata dengan tanah.

    “Retak rambut ini pasti awalnya kecil dan mungkin banyak yang nggak sadar. Tapi kalau misalkan memang sengaja didiamkan, lama-lama makin besar dan paling parahnya rumah bisa sampai ambruk,” imbuhnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Jenis Pohon yang Aman Ditanam di Halaman, Tak Merusak Fondasi Rumah


    Jakarta

    Tak jarang pemilik rumah ingin menanam pohon untuk menghiasi pekarangannya. Rumah bakal terlihat lebih asri dan adem kalau ada pohon di halaman.

    Namun, pemilik tak boleh asal memilih jenis pohon. Beberapa pohon berisiko merusak fondasi rumah karena akarnya dapat mengenai fondasi bangunan.

    Lantas, jenis pohon apa yang aman ditanam di halaman rumah? Simak penjelasannya berikut ini.


    Jenis Pohon yang Aman Ditanam di Halaman

    Inilah jenis-jenis pohon yang aman ditanam halaman karena akarnya tak merusak fondasi rumah, dilansir dari Boulder Contractors dan Gardener’s World.

    1. Pohon Palem

    Tropical Climate, Thailand, Beauty, Gardening, HorizontalPohon Palem Foto: Getty Images/iStockphoto/Supersmario

    Pohon palem cocok ditanam dekat rumah karena mempunyai akar berserat. Bentuk akar seperti itu tidak akan merusak fondasi rumah.

    Selain itu, tanaman ini cukup mudah dirawat karena tak perlu sering disiram, bahkan semakin basah justru jadi masalah bagi pohon tersebut. Kemudian, berikan pupuk, buang daun yang layu, dan memangkas tangkai tua yang berwarna cokelat.

    2. Pohon Ara

    Pohon tin atau ara atau pohon Jaya Sri Maha BodhiPohon tin atau ara Foto: CNN

    Pohon ara atau tin juga bisa jadi pilihan yang bagus buat ditanam di pekarangan. Pohon ini dapat tumbuh hingga 3-4 meter tanpa akan merusak fondasi rumah. Nilai plusnya lagi, pemilik nantinya bisa panen buah-buahan berwarna merah atau ungu, lho.

    3. Pohon Apel

    Ilustrasi Pohon ApelIlustrasi Pohon Apel Foto: Getty Images/Martin Wahlborg

    Selanjutnya, ada pohon apel yang menjadi opsi menarik apalagi kalau mau dapat banyak buah. Pohon ini bisa tumbuh di tempat yang terpapar sinar matahari langsung dan terlindungi dari angin kencang. Tanaman ini juga dapat bertahan di tanah yang kering, tetapi masih perlu sesekali disiram.

    4. Pohon Kersen

    Buah kersenBuah kersen Foto: Getty Images/iStockphoto/justhavealook

    Pemilik bisa coba tanam pohon kersen atau ceri kampung di dekat rumah. Pohon ini dapat tumbuh besar hingga 12 meter dan disertai daun yang cukup lebat. Cara rawat pohon kersen cukup dengan memangkasnya kalau sudah terlalu tinggi biar tidak merusak atap rumah.

    5. Pohon Tabebuya

    Pohon Tabebuya GowaPohon Tabebuya Gowa Foto: Evelyn Djuranovik/detikSulsel

    Lalu, pohon tabebuya juga jadi pilihan yang bagus karena akarnya tidak merusak fondasi rumah. Pohon ini bisa tumbuh mencapai 10 meter disertai bunga yang indah. Cara merawatnya hanya perlu disiram dan diberi pupuk secara rutin.

    6. Pohon Bugenvil

    Tabebuya dan bugenvil mekar bersaman di Alun-alun LumajangTabebuya dan bugenvil mekar bersaman di Alun-alun Lumajang Foto: Nurhadi Wicaksono/detikJatim

    Kemudian, ada pohon bugenvil cocok buat halaman rumah. Pemilik boleh menanamnya di dalam pot, tanah, atau keranjang gantung. Nantinya, pohon ini bakal tumbuh dengan cepat di bawah paparan sinar matahari.

    Pemilik tidak perlu sering menyiram tanaman ini. Namun, pemilik dapat memangkasnya sesekali untuk mempertahankan bentuknya.

    7. Pohon Bungur

    Pohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut crape myrtlePohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut crape myrtle Foto: Getty Images/magicflute002

    Terakhir, ada pohon bungur yang tak hanya aman tetapi juga membuat hunian sejuk, asri, dan cantik. Namun, sebaiknya tanam pohon bungur di tempat yang cukup luas karena ketinggiannya bisa mencapai 10 meter.

    Lalu, tanam pohon bungur di tempat yang terpapar sinar matahari ya. Siram pohon ini secara rutin dan sekali-kali pangkas batangnya.

    Itulah sederet jenis pohon yang cocok ditanam di halaman rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com