Tag Archives: forbes home

Dari Mana Debu di Rumah Berasal? Bisa Jadi Ini Sumbernya


Jakarta

Membersihkan rumah dari debu rasanya tidak ada habisnya. Setiap sudut rumah harus dibersihkan setiap hari agar bebas debu.

Rumah memang harus rajin dibersihkan agar tidak ada debu yang menumpuk dan mengotori rumah. Sebab, benda kecil ini dapat membuat rumah kotor dan kesehatan penghuni terganggu.

Namun, dari mana sebenarnya asal debu dan bagaimana cara mencegahnya? Simak penjelasannya berikut ini.


Sumber Debu di Rumah

Inilah beberapa sumber debu dan tips mencegahnya, dikutip dari Forbes Home.

1. Tungau Debu

Debu di rumah bisa saja berasal dari kumpulan tungau debu. Serangga ini memakan kulit mati manusia yang terlepas.

Manusia biasanya melepaskan 1,5 gram kulit mati dari tubuh dan ditemukan pada seprai, bantal, dan matras. Oleh karena itu, penghuni perlu rajin membersihkan permukaan kain.

2. Polusi

Polusi yang berasal dari knalpot mobil atau emisi pabrik bisa masuk ke dalam rumah melalui jendela. Apalagi kalau rumah berada dekat jalanan ramai.

Partikel polusi akan menjadi debu di dalam rumah. Penghuni dapat menggunakan air purifier untuk membersihkan udara dari polusi.

3. Kain

Kain dapat menjadi sarang debu sekaligus juga sumbernya. Bahan kain pada gorden, handuk, seprai, maupun pakaian bisa melepaskan partikel-partikel kecil yang menjadi debu.

4. Jalanan dan Tanah

Selain itu, partikel debu juga bisa dari jalanan seperti tanah, pasir, dan batu. Partikel tersebut terbawa ke dalam rumah karena menempel pada pakaian ataupun sepatu.

Cara mencegah debu masuk rumah bisa dengan menutup celah pintu dan jendela. Lalu hindari menggunakan sepatu di dalam rumah.

5. Rambut Hewan Peliharaan

Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing sering meninggalkan jejak rambut di sekitar rumah. Rambut tersebut akan berterbangan di udara atau menempel pada furniture. Penghuni dapat mengurangi intensitas rambut hewan dengan rajin menyisir dan memandikan peliharaannya.

6. Serbuk Sari

Serbuk sari dari tanaman bertebaran di udara lalu masuk ke rumah melalui pintu atau jendela. Coba gunakan layar jendela atau air purifier sebagai filter serbuk sari agar tidak menjadi debu di rumah.

Itulah beberapa sumber debu di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Rumah Suka Diserbu Kaki Seribu? Ini Penyebab dan Cara Basminya


Jakarta

Kaki seribu adalah antropoda yang mempunyai banyak kaki. Makhluk kecil ini terkadang ditemukan merayap di dalam rumah.

Meski bukan hewan yang berbahaya, kehadiran kaki seribu membuat sebagian penghuni nggak nyaman. Ada penghuni yang merasa jijik atau ngeri kalau melihat kaki seribu.

Bagi penghuni yang tidak suka kaki seribu, ada baiknya tahu penyebab kemunculannya. Dengan begitu, penghuni tahu cara mencegah kaki seribu masuk rumah.


Lalu, kenapa kaki seribu menyerbu rumah ya? Simak penjelasannya berikut ini.

Penyebab Kaki Seribu Masuk Rumah

Inilah beberapa faktor penyebab kaki seribu datang ke rumah.

1. Ada Celah di Rumah

Dikutip dari Forbes Home, kaki seribu bisa masuk rumah melalui retakan atau celah pada bangunan rumah seperti fondasi dan pintu. Pastikan untuk menutup celah yang bisa menjadi akses masuk kaki seribu. Selain itu, perbaiki saluran air di rumah yang memungkinkan kaki seribu masuk.

2. Rumah Lembap

Kaki seribu hidup di tempat yang lembap. Nah, rumah yang lembap merupakan tempat yang menarik bagi mereka.

Penghuni sebaiknya menjaga tingkat kelembapan dengan ‘mengeringkan’ bagian-bagian rumah, termasuk kamar mandi. Penghuni juga bisa memanfaatkan dehumidifier untuk menghilangkan kelembapan di rumah.

3. Ada Tanaman Membusuk

Kaki seribu merupakan pemakan bahan organik yang sudah mati atau membusuk (saprofit). Penghuni dapat mencegah kedatangannya dengan menyingkirkan rerumputan busuk atau lapisan kompos.

4. Ada Genangan Air

Dilansir dari Southern Living, genangan air menarik perhatian kaki seribu. Sebaiknya periksa genangan air di sekitar fondasi rumah dan segera hilangkan.

Lalu, perbaiki pipa atau keran yang bocor di dalam rumah. Penghuni dapat memasang pelindung percikan, saluran pembuangan, atau pipa untuk mencegah genangan air di sekitar rumah.

Cara Basmi Kaki Seribu

Jika rumah diserbu kaki seribu, penghuni bisa membasminya dengan mudah. Berikut ini cara menyingkirkan kaki seribu.

1. Buang Kaki Seribu

Cara paling mudah untuk basmi kaki seribu adalah mengangkat dan membuangnya ke luar rumah. Penghuni dapat memakai alat bantu seperti penyedot debu buat membuang kaki seribu.

2. Cairan Pengusir Kaki Seribu

Senyemprotkan cairan atau butiran insektisida pada fondasi dan dinding luar rumah. Langkah ini membantu mencegah serangga masuk ke dalam rumah.

Selain itu, minyak esensial dan cabai rawit bisa menjadi opsi bahan alami buat basmi kaki seribu. Taburkan atau semprotkan bahan tersebut di area yang rawan dilalui kaki seribu.

Itulah penyebab dan cara mengatasi kaki seribu. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Lebih Bagus Mana, CCTV Kabel atau Wireless? Ini Plus Minusnya



Jakarta

CCTV merupakan kamera pengawas yang saat ini menjadi perangkat keamanan penunjang yang fungsinya sangat penting. Sudah banyak gedung-gedung, perumahan, hingga jalanan yang memakai CCTV untuk memantau apa pun yang terjadi di lokasi tersebut.

Jenis CCTV ada dua macam yakni CCTV kabel dan wireless (nirkabel). Perbedaannya adalah dari cara mengaktifkan perangkat tersebut. CCTV kabel merupakan kamera yang cara kerjanya harus disambungkan ke listrik melalui kabel. Sementara itu, CCTV wireless sudah bisa menggunakan jaringan jarak jauh seperti Wi-Fi tanpa perlu kabel. Lantas, di antara kedua jenis CCTV ini, mana yang lebih baik?

Menurut Engineer CCTV Hikvision Nalendra Fahlevie, jenis CCTV yang lebih baik adalah CCTV kabel karena minim gangguan dan kualitas gambar yang dihasilkan lebih baik.


“Pertama kalau misalkan memang dia provider kan kadang-kadang suka ada gangguan. Kadang-kadang suka nge-down. Kalau misalkan kita pakai kabel nggak usah mikirin gitu. Kedua untuk gambar dia jernih,” kata Nalendra saat ditemui di saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

CCTV kabel juga tidak menggunakan banyak daya, meskipun harus selalu terhubung ke listrik. Apabila mati lampu, pemiliknya bisa menyambungkan ke UPS (Uninterruptible Power Supply) atau Catu Daya Tak Terputus.

“Kalau misalkan memang mau ada backup (daya ketika mati lampu), pakai UPS yang 1kVA aja yang untuk computer, cukup Itu,” ujarnya.

Untuk kekurangannya, CCTV kabel memerlukan biaya yang cukup besar untuk pemakaiannya.

Terpisah, dilansir Forbes Home, kelebihan dari CCTV kabel juga sama seperti penjelasan di atas, yakni video dan audionya jauh lebih jernih.

Sementara itu, CCTV nirkabel atau wireless penggunaannya memanfaatkan Wi-Fi rumah. Setelah Wi-Fi menerima sinyal, sinyal tersebut dikirim ke server cloud, tempat rekaman dapat dilihat secara real-time atau diarsipkan untuk dilihat nanti. Beberapa kamera memiliki kartu micro SD internal yang menyimpan rekaman dalam jumlah terbatas.

Di sinilah kekurangannya, untuk menghemat daya, kamera ini hanya merekam saat mendeteksi sinyal dan baterai sewaktu-waktu bisa habis. Tantangan yang lain adalah kamera ini mudah diretas apalagi jika berada di tempat umum atau area yang tidak semua orang bisa masuk.

Sinyal juga bisa terhalang oleh benda-benda padat seperti dinding, lantai, dan barang sehingga bisa saja mengalami gangguan sinyal.

Namun, kelebihannya tentu tetap ada, yakni lebih fleksibel, mudah untuk ditingkatkan dan menambahkan lebih banyak kamera. Selain itu, penyusup tidak dapat memotong kabel karena tidak ada.

Itulah perbandingan CCTV kabel dan wireless, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com