Tag: furniture

  • Tips Merawat Furnitur HPL Biar Awet



    Jakarta

    Merawat furnitur HPL ( High Pressure Laminated) penting dilakukan. Tentu hal ini dilakukan agar furniture tetap terlihat baru dan terawat dengan baik. Namun, dibutuhkan juga perawatan yang tepat agar tidak merusak motif cantik dari HPL.

    Namun, jangan khawatir! Berikut ada beberapa tips untuk merawat furniture HPL. Simak sampai selesai ya!

    Apa itu Furnitur HPL?

    Melansir dari Aica, Rabu (27/12/2023), Furniture HPL (High-Pressure Laminate) adalah jenis furniture yang menggunakan bahan HPL untuk material pelapis bagian terluar. Material dekoratif ini terbuat dari kraft paper (kertas ramah lingkungan) kemudian di-press dengan tekanan tinggi setelah melalui berbagai proses. Furniture HPL biasanya digunakan dalam lingkungan yang sering terpapar air atau kelembaban, seperti dapur, kamar mandi, dan ruang cuci.


    Tips Merawat Furnitur HPL Biar Awet

    Masih dilansir dari situs yang sama, berikut tips merawat furnitur HPL agar lebih awet.

    1. Jangan Gunakan Bahan Kimia Keras untuk Membersihkan

    Tips pertama merawat furnitur HPL adalah hindari penggunaan bahan kimia yang keras dan kasar untuk membersihkan furniture yang menggunakan HPL. Untuk membersihkannya, kamu cukup gunakan lap yang lembut dan basah untuk membersihkan permukaan furniture, untuk noda yang sedikit membandel bisa gunakan sabun biasa lalu bilas bersih dan lap hingga kering.

    Saat membersihkan, jangan menggosok permukaan furnitur HPL dengan kuat, karena hal ini dapat merusak lapisan laminasi dan menggores permukaan.

    2. Jangan Diamkan Cairan Tumpah Terlalu Lama

    Selain itu, jangan membiarkan bekas noda cairan tumpah di atas permukaan furniture HPL, karena material ini terbuat dari ‘kertas’ dan masih berpori sehingga sangat memungkinkan untuk noda dapat meresap. Segera mungkin bersihkan tumpahan cairan tersebut dengan kain lembut yang sudah dibasahi dengan air. Jangan diamkan terlalu lama karena dapat membuat cairan tersebut meresap dan meninggalkan noda.

    3. Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung

    Penting juga untuk menghindari paparan panas dan sinar matahari langsung pada furniture HPL. Hal ini dapat membuat warna furniture menjadi pudar dan lapisan laminasi terkelupas. Karena pada umumnya HPL tidak memiliki lapisan anti UV, pastikan untuk menaruh furniture HPL pada tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

    Namun di beberapa produk telah tersedia HPL dengan lapisan anti UV, sehingga pastikan kamu memilih spesifikasi produk HPL yang sesuai dengan penggunaannya.

    4. Jauhkan Furniture dari Benda Tajam

    Selain itu, jangan gunakan benda tajam atau keras seperti pisau atau gunting untuk memotong atau mengiris sesuatu di atas permukaan furniture HPL. Terutama untuk meja dan kabinet dapur yang terbuat dari HPL. Hal ini hanya merusak lapisan laminasi dan membuat permukaan furniture rusak.

    Apabila HPL tergores maka akan membuat lubang yang nantinya akan menjadi celah untuk masuknya air, dalam jangka panjang hal ini akan menimbulkan jamur di bagian belakang lapisan HPL bahkan bisa membuat material furniture (terutama material kayu atau partikel board) akan rusak akibat kontak dengan air rembesan tersebut.

    5. Hindari Beban Terlalu Berat diatas Material HPL

    Terakhir, pastikan untuk menghindari penempatan benda berat di atas furniture HPL. Benda berat dapat merusak lapisan laminasi dan membuat furniture menjadi tidak rata. Jadi, pastikan untuk menghindari penempatan benda berat seperti tumpukan buku dan alat elektronik berat pada furniture yang menggunakan material HPL.

    Demikian tips merawat furnitur HPL Biar Awet. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Alasan Furniture Kayu Jadi Idola


    Jakarta

    Keindahan furnitur kayu tetap bertahan dari zaman dahulu hingga sekarang, dan tetap menjadi pilihan utama bahan furnitur daripada baja, batu, besi, plastik, dan lain-lain.

    Kekuatan dan usia pakai yang dimiliki oleh furnitur kayu menjadi alasan utama banyak masyarakat yang memilih bahan ini. Banyak yang memilih bukan karena sekadar tren, tapi karena tampilannya yang tak lekang oleh waktu.

    Dilansir dari Asian paints, Senin (26/2/2024), keindahan kayu bisa menaikkan mood dan suasana seluruh ruangan. Furnitur kayu menawarkan keanggunan pada ruangan manapun, dan berikut adalah beberapa alasan kamu bisa jadikan furnitur kayu sebagai titik fokus ruangan mu.

    1. Daya tahan

    Keuntungan utama dari furnitur kayu adalah sangat tahan lama dan kuat. Kalau kamu mau berinvestasi pada furnitur seperti meja makan, atau sofa untuk ruang tamu atau bahkan lemari pakaian untuk kamar tidurmu, lebih baik memilih kayu jati, atau jenis kayu solid kuat lainnya.


    Agar furnitur bertahan lebih lama harus dirawat dengan baik, hindari terkena sinar matahari langsung atau lembab. Semir kayu untuk memastikan tampilannya selalu seperti baru.

    2. Cocok untuk semua area

    Tidak seperti bahan furnitur lain, kayu terlihat bagus di hampir semua jenis suasana dan dalam desain apapun – industri, bohemian, tradisional, modern, kontemporer, dll. Apa pun gaya desainmu, furnitur kayu adalah pilihan yang tepat.

    3. Ramah lingkungan

    Dilansir dari EdgeWork Creative, kalau kamu mau berkontribusi terhadap lingkungan, maka pilihan yang tepat jatuh kepada furnitur kayu. Karena kayu tumbuh secara alami, bahan ini memiliki bau dan toksisitas yang sangat rendah, sehingga aman tidak hanya bagi alam tetapi juga bagi anak-anak dan orang tua.

    4. Tampilan elegan alami

    Kayu memiliki corak dan tekstur butiran yang indah sehingga membuatnya menonjol dibandingkan bahan furnitur lainnya. Inilah kenapa tampilan dari furnitur kayu tidak pernah ketinggalan zaman. Pengaplikasian cat kayu bisa menonjolkan polanya dan membuat furnitur kayu terlihat semakin indah.

    5. Perawatan mudah

    Furnitur kayu membutuhkan pembersihan dan perawatan yang mudah. Selama kamu tidak memaparkannya ke sinar matahari langsung atau terhindar dari kelembaban. Furnitur kayu juga tetap kokoh dan utuh di segala kondisi iklim. Kamu hanya perlu membersihkan dengan kain lembut dan semir kayu secara rutin.

    Berdasarkan beberapa keuntungan yang telah disebutkan di atas, kita menjadi tahu bahwa memilih furnitur kayu adalah pilihan yang bijak untuk kamu yang masih bingung menentukan pilihan. Kamu mungkin harus membayar mahal di awal, tapi furnitur kayu adalah investasi jangka panjang yang layak untuk mengisi rumahmu.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Furniture yang Wajib Ada di Apartemen Kecil dengan Satu Kamar Tidur


    Jakarta

    Salah satu bagian menyenangkan dari membeli atau menyewa apartemen adalah mengisinya dengan berbagai furnitur. Apalagi kalau apartemen didapatkan dalam keadaan belum furnished, sehingga kamu bisa memilih furnitur sesuai selera.

    Nah, sekarang yang mungkin menjadi pertanyaan adalah perabotan apa saja yang kamu akan butuhkan dalam sebuah apartemen. Terlebih untuk apartemen berukuran kecil dengan satu kamar tidur.

    Untuk mengisi apartemen kecil, sebaiknya memilih furnitur yang praktis dan multifungsi supaya bisa memadai kehidupan tanpa memakan banyak tempat. Berikut ini beberapa furnitur yang wajib ada di apartemen kecil dengan satu kamar tidur, dikutip dari laman Inhabitr pada Minggu (14/4/2024).


    1. Sofa

    Sofa yang muat untuk tiga orang sangat cocok untuk mengisi ruang tamu apartemen. Akan lebih baik lagi kalau sofa dapat diubah menjadi tempat tidur untuk tamu.

    2. Meja Kopi

    Meja kopi berukuran sedang cukup penting untuk dimiliki di ruang tamu apartemen. Kamu bisa menggunakan meja ini untuk berbagai hal, termasuk menjadi area ngobrol dengan keluarga atau tamu, tempat bermain game, bahkan tempat makan.

    3. Lampu Berdiri

    Apartemen kecil terkadang bisa terasa sumpek dan membosankan. Akan tetapi, kamu bisa menghias ruangan dengan pencahayaan dari lampu berdiri untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman. Lampu berdiri bisa ditaruh di mana saja dan bisa menjadi hiasan yang melengkapi apartemen.

    4. Tempat Tidur

    Tentu saja furnitur yang tidak boleh ketinggalan adalah tempat tidur untuk mengisi satu kamar di dalam apartemen. Kamu bisa memilih tempat tidur berukuran twin atau queen untuk apartemen kecil.

    5. Laci Pakaian

    Tempat penyimpanan sangat penting untuk memaksimalkan ruang apartemen yang kecil. Jika ingin apartemen tidak terasa sesak dengan barang-barang, pastikan untuk menyimpan pakaian di laci dengan ruang yang luas.

    6. Meja Makan dan Kursi

    Memilih meja makan dan kursi untuk apartemen kecil memang sedikit menantang. Pastikan untuk membeli meja akan dan kursi yang memadai untuk tamu-tamu yang mungkin datang, namun tidak memakan terlalu banyak tempat ketika kamu sedang sendirian.

    7. Meja Kecil

    Meja kecil di samping sofa ataupun tempat tidur bisa sangat berguna di dalam apartemen kecil. Kamu dapat menaruh berbagai printilan barang seperti kunci, ponsel, ataupun tas supaya tidak tergeletak begitu saja di lantai.

    Itulah beberapa furnitur yang wajib ada untuk mengisi apartemen kecil dengan satu kamar tidur. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Pertimbangan Bikin Interior Rumah Ramah Lingkungan & Berkelanjutan


    Jakarta

    Topik tentang lingkungan merupakan isu yang cukup digemborkan di Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk desain interior. Menerapkan menjadi prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan oleh masyarakat.

    Menurut Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Rohadi, menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan perlu memahami makna dari kata sustain itu sendiri. Ia mengimbau jangan karena berusaha sustain justru malah menimbulkan kerugian.

    “Kita harus ngerti, sustain itu sampai kapan. Jangan sampai untuk kita sustain, tapi malah membuang energi yang banyak. Contohnya mobil, kalau mobil sekian tahun memang harus ganti, kalau nggak ganti ya repot,” ujar Rohadi kepada detikcom belum lama ini.


    Menerapkan gaya hidup berkelanjutan berarti harus memperhatikan masa pakai, cara menggunakannya kembali, hingga cara mendaur ulang barang atau dalam hal ini furnitur atau komponen interior lainnya.

    Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan membuat desain interior yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    1. Kebutuhan

    Rohadi menjelaskan hal pertama yang dipikirkan ketika hendak merancang interior ruangan adalah memikirkan kebutuhan ruangan untuk menunjang kehidupan penghuni rumah. Renungkan bagaimana memfungsikan setiap ruangan di rumah serta apa yang bisa ditambahkan memudahkan aktivitas di dalamnya.

    “Seandainya rumah tinggal yang dibutuhkan apa? Ruang apa? Ruang multifungsi atau ruang per ruang itu kebutuhannya. Ruang makan, ruang keluarga, ruang bermain dan sebagainya. Bisa nggak ruang-ruang itu dijadikan satu? Ada nggak ruang-ruang yang harus khusus, ruang-ruang yang benar-benar untuk privacy kita?” katanya.

    2. Desain

    Lalu, untuk memenuhi kebutuhan itu, pengguna memikirkan bagaimana komponen-komponen interior akan membantu memudahkan kehidupannya. Misalkan suatu menggunakan teknologi untuk mempersingkat waktu, seperti membuka pintu atau menyalakan lampu menggunakan remot ataupun saklar. Menentukan furnitur tidak bisa sembarangan, melainkan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kepraktisan di dalam rumah.

    “Dilihat dari furniturnya, desainnya seperti apa, bentukan-bentukannya, flow-nya seperti apa. Karena itu juga menyangkut kepada masalah sirkulasi udara, sirkulasi orang masuk-keluar (ruangan), sirkulasi keamanan dan sebagainya. Dan akhirnya kita bisa menentukan furnitur yang kita butuhkan itu untuk menunjang hidup kita,” jelasnya.

    3. Material

    Lebih lanjut, Rohadi menyebut para desainer penting sekali menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan serta aman bagi manusia. Sebagaimana memilih cat rumah atau furnitur, harus hati-hati jangan sampai memilih bahan yang mengandung senyawa berbahaya.

    “Kita juga tidak bisa sembarangan memberikan cat-cat yang tidak ramah lingkungan. Dalam artian toxic. Mungkin dengan minyak, pelarutnya dari minyak dan sebagainya. Dalam satu ruangan, kalau kita tidur kita hirup, ya kan? Nah,itu juga penting untuk kita cermati,” ucapnya.

    Maka, memilih bahan atau material yang alami juga tidak menjamin suatu furniture atau interior lebih ramah lingkungan atau berkelanjutan. Sudah banyak bahan-bahan yang modern sudah memikirkan aspek kelanjutan suatu barang.

    “Bahan-bahan yang antibakterial, antivirus, dan sebagainya itu sudah ada. Dan tentunya ramah lingkungan juga sudah ada. Pinter-pinternya para desainer, pinter-pinternya para pemakai aja,” ungkapnya.

    4. Estetika

    Setelah memahami kebutuhan kriteria dari furnitur atau desain interior, pengguna baru mempelajari tentang warna, estetika, serta faktor ergonomik lainnya. Hal ini menjadi pertimbangan tambahan untuk memastikan kenyamanan pengguna.

    5. Harga

    Terakhir, sesuaikan kemampuan dengan desain interior yang sudah bisa memenuhi kebutuhan dan kenyamanan penghuni rumah. Rohadi menuturkan jangan jadikan harga pertimbangan di awal, melainkan kebutuhan dan kenyamanan terlebih dulu.

    “Kalau mahal tapi kita membuat kita nyaman, why not? Ya walaupun mahal, memang harus gitu kan?” imbuhnya.

    Pasalnya, persoalan harga masih dapat dinego serta diusahakan secara bertahap dengan menentukan prioritas. Berbagai furnitur dapat dibeli di kemudian hari sesuai kemampuan.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Fenomena Fast Furniture: Pengertian dan Bahayanya


    Jakarta

    Fast furniture mengacu pada furnitur murah yang diproduksi dengan cepat yang dirancang agar terjangkau, trendi, dan banyak tersedia untuk konsumen. Bukan rahasia lagi yang memainkan peran penting dalam mempopulerkan fast furniture adalah platform media sosial dan influencer dekorasi rumah.

    Dengan berbagi penemuan furnitur murah dan trendi di media sosial, hal ini akan memicu minat dan pembelian konsumen. Seperti halnya fast fashion yang kerap diproduksi memakai bahan dan proses produksi yang hemat biaya, jadi bisa dijual dengan harga yang relatif murah.

    Permasalahan Fast Furniture

    Dilansir dari IndieGetup, Minggu (12/5/2024) Environmental Protection Agency (EPA), punya statistik yang mengejutkan bagi kita dan lingkungan. 12 juta ton perabot rumah tangga dibuang oleh orang Amerika tiap tahunnya.


    Dari tumpukan besar itu, sekitar 9 juta ton bahan yang bisa didaur ulang seperti kaca, kain, kulit, dan logam. Tentu saja, kebanyakan berasal dari fast furniture.

    Sejak tahun 1960-an, jumlah sampah furnitur sudah melesat melonjak nyaris lima kali lipat. Bukan rahasia lagi kalau kemunculan fast furniture beriringan dengan lonjakan limbah ini.

    Kain-kainnya mengandung bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan seperti formaldehid, neurotoksin, dan logam berat alias polutan yang paling terkenal. Bahkan, busa yang dipakai sebagai isi bantal mengandung racun.

    Semua bahan kimia berbahaya tersebut bisa menumpuk seiring waktu dan menyebabkan “sick building syndrome” atau sindrom gedung sakit. Kondisi di mana penghuni bangunan mengalami ketidaknyamanan dan permasalahan kesehatan sebab waktu yang dihabiskan dalam bangunan. EPA mengatakan hal ini lebih buruk daripada polusi udara di luar ruangan.

    Fast furniture adalah masalah yang sangat memprihatinkan sebab menjadi ancaman bagi kesehatan dan mencemari bumi dengan bermacam bahan kimia berbahaya.

    Kenapa Fast Furniture Buruk Bagi Lingkungan?

    1. Penggundulan Hutan

    Industri fast furniture terkenal sebab merusak keindahan hutan. Tiap tahunnya, ada sekitar 7 miliar pohon ditebang dan yang menyedihkannya adalah pohon-pohon tersebut tidak ditanam kembali.

    2. Pemborosan Air

    Proses manufaktur memerlukan air yang sangat banyak. Kebanyakan pemborosan air ini digunakan selama proses pewarnaan, terutama kalau menyangkut kain. Diperlukan 22 galon air untuk menghasilkan satu pon plastik.

    3. Polusi Lingkungan

    Mungkin saja sofa yang kamu punya berisi busa poliuretan, yang memiliki VOC (senyawa organik yang mudah menguap). Bahan tahan api seperti PBDE (polybrominated fire retardant), terkenal sebab menimbulkan debu beracun yang mengganggu.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Atur Furniture Biar Ruangan Jadi Nyaman dan Nggak Sempit


    Jakarta

    Layout ruangan adalah aspek penting untuk membuat desain interior yang bagus. Peletakan furniture dan benda-benda di dalam ruangan bukan cuma harus rapi juga terlihat harmonis.

    Melansir dari These Four Walls, Kamis (16/5/2024) desain ruangan semestinya dibuat agar praktis dan nyaman digunakan oleh penghuni rumah. Nah, begini cara mengatur berbagai furniture di rumah biar layout ruangan lebih terpadu dan nggak sempit.

    Cara Mengatur Furniture

    1. Tentukan Fungsi Ruang

    Awali dengan menentukan fungsi sebuah ruangan beserta kegiatan yang akan dilakukan di dalamnya. Kegiatan itu bisa dikelompokkan menurut zona-zona ruangan. Hal ini akan membantu menentukan penempatan furniture sesuai zona.


    2. Posisikan Furniture Besar Dulu

    Mulai dengan menempatkan perabotan besar dulu, seperti tempat tidur, sofa, dan meja makan. Perabotan ini merupakan benda terpenting dalam ruangan. Maka, pastikan menaruhnya di tempat terbaik sebelum menambah barang-barang lebih kecil di sekitarnya.

    3. Jalur Ruangan

    Ketika mengatur barang-barang, pastikan mempertimbangkan alur ketika berjalan mengelilingi ruangan. Jangan sampai penghuni merasa terhalang saat berjalan. Oleh karena itu, tentukan jalur yang jelas dan ruang yang cukup lebar untuk orang berlalu lalang.

    4. Tak Harus Menampel Tembok

    Mungkin kamu pengin menaruh furniture menempel ke tembok agar ruangan terasa luas. Namun, tidak harus seperti itu sebab ruangan bisa berkesan dingin dan kurang nyaman. Coba taruh furniture agak ke dalam ruangan biar ruangan lebih cozy.

    5. Ruang Kosong

    Setelah menempatkan semua furniture, mungkin kamu akan menemukan ada ruang kosong. Nah, kamu bisa memanfaatkan ruang ini dengan menaruh tanaman ataupun tempat penyimpanan tambahan. Akan tetapi, tidak apa-apa membiarkan sedikit ruang kosong agar rumah tidak terlihat sumpek.

    6. Keseimbangan Ruangan

    Jangan taruh terlalu banyak perabotan di satu sisi, melainkan perhatikan keseimbangan ruangan. Sebaiknya mendistribusikan benda-benda besar secara merata untuk mendapat ruangan yang seimbang.

    7. Bereksperimen

    Mungkin layout pertama belum cocok, maka kamu bisa bereksperimen dengan beberapa variasi tata letak barang. Jika merasa layout ruangan tidak cocok, bisa kamu ubah dengan cara lainnya.

    Begitulah cara mengatur furniture supaya ruangan terasa nyaman dan tidak sempit. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini Kalau Mau Beli Furniture Outdoor


    Jakarta

    Memiliki furniture atau perabotan luar ruangan terkadang dibutuhkan, apalagi kalau kamu punya halaman belakang maupun halaman depan. Namun, ada beberapa kesalahan yang harus dihindari jika kamu memiliki furniture outdoor.

    Menyeimbangkan antara estetika dengan daya tahan merupakan kunci saat memilih furniture outdoor. Sebab, jika memilih furniture yang salah justru bisa merusak tampilan atau bahkan perlu mengeluarkan uang untuk perbaikan.

    Dilansir dari Real Simple, Senin (17/6/2024), berikut ini kesalahan yang harus dihindari saat mau membeli furniture outdoor.


    1. Tidak Mengukur Ruangan

    Sebelum membeli furniture, sebaiknya mengukur ruangan terlebih dahulu, tidak peduli perabotan yang dibeli berukuran kecil maupun besar. Tanpa ukuran yang tepat, furniture yang dibeli bisa saja terlalu kecil atau terlalu besar.

    2. Tidak Peduli Material yang Digunakan

    Saat membeli furniture, apalagi furniture outdoor, harus ketahui dulu material yang tepat. Kalau bisa pilih material yang tahan cuaca panas maupun hujan.

    “Untuk furniture luar ruangan, jati adalah pilihan kayu terbaik karena daya tahan dan keindahannya yang tahan lama,” kata Presiden di Ballard Designs, Karen Mooney, dikutip dari Real Simple.

    Kamu bisa menyimpan furniture di gudang atau garasi jika sedang tidak digunakan. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan penutup supaya furniture outdoor tetap dalam keadaan yang bagus.

    4. Asal Membeli Furniture dengan Harga Murah

    Furniture outdoor biasanya memiliki harga yang cukup mahal karena daya tahan yang kuat dan tidak mudah rusak. Jangan sampai karena harga yang murah, kamu tergiur membelinya tanpa memperhatikan material yang digunakan.

    “Jika kamu membeli hanya berdasarkan harga, kemungkinan besar barang-barangnya tidak akan tahan lama dan perlu diganti hanya dalam beberapa musim. Jadi pilihlah (furniture) kualitas tinggi sesuai anggaran kamu,” papar Mooney.

    Itulah beberapa kesalahan yang harus dihindari saat ingin membeli furniture outdoor. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pertimbangkan 4 Hal Ini buat Beli Sofa yang Cocok Sama Interior Rumah


    Jakarta

    Sofa menjadi furniture yang tidak luput untuk melengkapi interior rumah seperti ruang tamu dan ruang keluarga. Perabot andalan ini berfungsi sebagai tempat untuk duduk dan bersantai bersama keluarga maupun teman-teman di rumah.

    Kalau kamu berencana membeli sofa, sebaiknya melakukan beberapa pertimbangan terlebih dahulu. Dari warna yang serasi hingga bahan sofa yang nyaman perlu dipikirkan matang-matang supaya bisa memilih sofa terbaik.

    Lalu, apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli sofa? Yuk, simak tips berikut ini yang dilansir dari Living Cozy, Selasa (18/6/2024).


    Tips Membeli Sofa Terbaik

    1. Warna Dinding

    Tentu salah satu pertimbangan utama ketika membeli sofa adalah warnanya. Desainer Interior dari Mackenzie Collier Interiors, Rasha Rizwan menyarankan untuk mempertimbangkan warna dinding dan palet warna ruangan secara keseluruhan saat memilih sofa. Jika punya warna dinding netral. Kamu bisa bebas memilih warna sofa.

    “Anda memiliki lebih banyak kebebasan untuk memilih warna sofa yang melengkapi ruangan,” kata Rizwan, dikutip Living Cozy.

    Namun, jika warna dindingnya ‘berani’ atau bermotif, yang terbaik adalah memilih sofa warna solid dengan shade warna yang saling melengkapi.

    2. Tujuan Sofa

    Tak sekadar membeli sofa, kamu perlu menentukan tujuan sofa sebagai pelengkap ruangan. Seorang Penata Interior dan Presenter TV Maxine Brady, dengan pengalaman 20 tahun di dunia desain, menekankan pentingnya tujuan sofa di ruangan kamu.

    “Apakah kamu ingin sofa kamu menonjol? Atau menyatu? Apakah kamu ingin sofa kamu menjadi pilihan desain atau tempat praktis dan nyaman untuk bersantai?” tuturnya.

    Untuk membantu mengambil keputusan, Brady merekomendasikan untuk membuat board atau papan di Pinterest dan mengeksplorasi warna yang membuat kamu tertarik atau melihat warna yang ada di ruangan yang kamu sukai.

    3. Warna Dekorasi, Tekstur, dan Ukuran Ruangan yang Ada

    Selain itu, desain interior ruangan perlu menjadi pertimbangan sebelum menambahkan sofa. Rozit Arditi, seorang Desainer Interior dan Pendiri Arditi Design menyarankan untuk memulai dengan permadani (jika ada) dan memutuskan bahan sofa terbaik untuk kebutuhan kamu.

    “Kami tertarik menggunakan tekstur pada karpet, sehingga bahan sofa biasanya lebih netral bagi kami,” jelasnya.

    Kamu juga perlu mempertimbangkan bentuk, warna, dan tekstur furnitur lain seperti meja kopi, meja samping, dan konsol media.

    Ukuran ruangan juga berperan saat memilih warna yang tepat untuk sofa di ruang tamu. Jika kamu memiliki ruangan kecil, warna sofa yang berani mungkin akan sedikit berlebihan, sebaiknya gunakan warna yang lebih netral atau minimalis seperti abu-abu muda karena lebih cocok.

    4. Bahan Sofa

    Bahan sofa yang tepat juga sangat penting untuk desain dan kepraktisan. Arditi menekankan pentingnya memilih kain yang kamu sukai yang tak lekang oleh waktu.

    Di sisi lain, Brady mengatakan pilih bahan yang tahan lama dan mudah dibersihkan untuk menjaga penampilan sofa dari waktu ke waktu.

    “Selalu carilah sofa dengan bahan yang tahan lama – yang dapat dibersihkan dari noda atau anti noda,” sarannya.

    Ingatlah bahwa kamu selalu dapat memperbarui sofa dengan bahan baru melalui ahli pelapis furnitur maupun dengan menggunakan sarung penutup sofa.

    Itulah beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum membeli sofa. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Cerdas Beli Dekor Rumah dengan Budget Terbatas


    Jakarta

    Harga barang-barang yang kian melambung dapat menjadi halangan bagi pemilik rumah yang ingin mendekorasi rumah. Sebab, membeli furniture bakal menguras kantong.

    Meski demikian, penulis buku desain ‘Live Beautiful’ Athena Calderone mengungkapkan ada cara untuk memanfaatkan budget yang ada walau terbatas.

    “Meskipun bisa terasa sangat menegangkan untuk mendekorasi dengan anggaran kecil, kabar baiknya adalah bahwa kendala bukan akhir dari segalanya. Faktanya, kendala justru sering menjadi sumber kreativitas sejati,” ucap Calderone dikutip dari CNBC, Kamis (27/6/2024)


    Lalu, bagaimana cara hemat dekorasi rumah dengan anggaran terbatas? Yuk, simak caranya berikut ini.

    Tips Hemat Beli Dekor Rumah

    1. Ketahui Kapan Harus Belanja dan Kapan Harus Menabung

    Desainer di Decorist, Elizabeth Herrera menyarankan agar orang-orang mengabaikan siklus tren dan mengikuti kata hati saat membeli furniture.

    “Dengan cara ini mereka tidak ingin mendekorasi ulang setiap beberapa tahun,” kata Herrera.

    Selain itu, orang-orang juga harus tahu barang mana yang layak untuk dibelanjakan.

    “Nggak apa-apa untuk membeli aksesori trendi dengan harga lebih rendah untuk menyegarkan ruangan, tetapi pertahankan potongan yang lebih besar tetap klasik,” tambah dia.

    Lebih mudah mengetahui kapan perabot inti, seperti sofa dan meja ruang makan Anda, dibeli dengan harga murah, kata para ahli.

    2. Pilih Barang yang Awet

    Pastikan juga furnitur yang kamu inginkan bertahan lama.

    “Pikirkan jangka panjang,” kata Becki Owens, seorang desainer interior di California.

    “Jika Kamu sabar dengan prosesnya dan berinvestasi dalam barang berkualitas saat Kamu bisa, Kamu akan memiliki barang yang bisa Kamu bangun. Saya memiliki barang-barang yang berusia 20 tahun di rumah saya,” tambah dia.

    Jika tujuannya adalah umur panjang, Owens juga merekomendasikan untuk membeli furnitur inti dengan bahan yang tahan lama dan warna netral.

    “Kamu selalu dapat mengubah lapisan dekoratif seperti tekstil saat tren berubah,” kata Owens.

    3. Beli Barang Bekas

    Calderone mengatakan dia pendukung besar membeli furniture bekas dari toko antik, secara langsung dan online.

    “Kamu akan terkejut betapa berharganya harta yang bisa kamu dapatkan dengan harga terjangkau,” katanya.

    Itulah beberapa tips membeli dekor rumah dengan budget terbatas. Semoga membantu!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali 6 Ciri Kasur yang Harus Diganti Agar Tidur Makin Nyenyak


    Jakarta

    Mempunyai kasur yang nyaman penting untuk menunjang aktivitas tidur. Namun, seiring bertambahnya usia kasur, kualitasnya bisa menurun hingga dapat mengganggu kualitas tidur penggunanya.

    Kasur memang ada masanya bakal usang, seperti warnanya menguning, permukaan kendur, hingga pegas yang menyembul. Kalau hal seperti ini terjadi, jangan dibiarkan ya!

    Sebab, kasur yang usang bisa mengganggu kesehatan tubuh. Lantas, kapan saatnya mengganti kasur? Simak penjelasan berikut yang dilansir dari techradar, Jumat (28/6/2024).


    Ciri-ciri Kasur Usang yang Perlu Diganti

    1. Masa Pakai Kasur 10 Tahun atau Lebih

    Baik kasur murah ataupun mahal, semuanya memiliki massa pakai. Ada beberapa model lateks premium yang bisa bertahan selama 20 tahun, tetapi di luar model itu banyak yang perlu diganti seperti model innerspring yang masa pakainya hanya 5-7 tahun. Sedangkan model hybrid dan busa memori bisa bertahan selama 10 tahun.

    2. Tubuh Selalu Terasa Sakit dan Nyeri

    Jika tubuh kamu sering terasa sakit dan nyeri ketika bangun tidur, kemungkinan penyebab utamanya adalah kasur kamu sudah tidak layak dipakai. Kasur yang sudah tua biasanya sudah tidak mampu menopang tulang belakang dan titik tekanan, sehingga membuat tubuhmu sakit.

    Rasa sakit ini bisa mengganggu aktivitas kamu dan membuat kamu terbangun di malam hari untuk mencari posisi yang nyaman ketika ingin kembali tidur. Jika kamu terbangun terus selama seminggu, kemungkinan ada masalah pada kasur kamu.

    Namun, jika tubuh kamu terasa sakit seharian dan dalam jangka panjang, kemungkinan kamu perlu memeriksa ke dokter karena kemungkinan masalah tersebut bukan lagi berasal dari kasur kamu.

    3. Kasur Menggumpal atau Kendur

    Seiring bertambahnya usia kasur, kualitasnya akan mudah rusak dan membuat kasur kamu menggumpal dan kendur. Tentunya ini bisa berdampak pada kualitas tidur kamu menjadi terganggu.

    Untuk jangka waktu tertentu kamu bisa saja mengurangi kendurnya, tetapi ini tidak bisa memperbaiki sehingga kamu perlu mengambil tindakan dengan membeli kasur baru.

    4. Kasur menguning

    Seiring bertambahnya usia kasur kamu, pasti akan menunjukkan tanda menguning karena kasur mulai oksidasi. Proses ini alami terjadi karena oksigen di udara dan membuat kasur menjadi kuning.

    Noda oksidasi ini tidak berbau, tetapi sulit dihilangkan ketika dibersihkan. Sebaiknya kamu perlu memastikan terlebih dahulu jika noda tersebut bukan timbul karena faktor lain, seperti keringat, bakteri, jamur, atau tungau debu.

    Jika dapat dibersihkan, mungkin kamu hanya perlu menambahkan pelindung kasur dibanding langsung mengganti kasur dengan yang baru.

    5. Pegas Kasur Berderit dan Terasa Menyembul

    Masalah ini sering terjadi pada kasur pegas di dalamnya yang ditutupi lapisan busa. Busa dapat rusak dengan lebih cepat dibanding jenis kasur lainnya, dan ini bisa membuat adanya tekanan pada pegas sehingga kemungkinan kamu bisa merasakan pegas menyembul atau bahkan mulai menampakkan bentuknya saat kamu berbaring.

    6. Membuat Alergi

    Jika kamu penderita alergi, dan terasa semakin parah saat berbaring di tempat tidur, kemungkinan penyebabnya ada pada kasur. Terutama tanda-tanda ini terjadi jika masa pakai kasur kamu sudah tua sehingga kemungkinan tumbuhnya sarang jamur dan bakteri jika tidak rutin dirawat.

    Oleh karena itu, sebaiknya kamu perlu membersihkan kasur secara menyeluruh terlebih dahulu dengan menghilangkan debu, tungau, kulit mati, dan alergen lainnya. Lapisi juga kasur kamu dengan pelindung anti alergi.

    Perhatikan juga jika penyebab alergi kamu kambuh karena bantal atau bukan. Jika dari usulan berikut tidak memberikan perubahan, kemungkinan kamu perlu mengganti kasur dengan yang baru.

    Itulah 6 tanda kasur kamu sudah waktunya perlu diganti. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com