Tag: gagang pintu

  • 5 Benda yang Harus Dibersihkan Setiap Bulan Menurut Ahli


    Jakarta

    Membersihkan rumah merupakan hal yang wajib dilakukan. Saat membersihkan rumah, ada barang-barang yang harus dibersihkan setiap bulan.

    Barang-barang tersebut harus sering dibersihkan karena beberapa hal, misalnya cepat berdebut. Lantas, barang apa saja yang harus dibersihkan setiap bulan?

    Dilansir dari Southern Living berikut ini informasinya.


    1. Tempat Sampah

    In de zorgIlustrasi tempat sampah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

    Jangan salah ya, tempat sampah juga harus dibersihkan lho! Saat membersihkannya juga jangan asal, bagian dalam dan luarnya harus dibersihkan dengan baik.

    “Bahkan dengan pelapis, tempat sampah tetap bau. Kami menyarankan untuk membilas dan menggosoknya setiap bulan. Isi air panas, tambahkan sedikit sabun cuci piring, dan semprotkan disinfektan untuk mengusir bau dan mencegah bakteri,” kata ahli kebersihan di Sparkly Maids San Antonio, Jessica Gonzalez, dikutip dari Southern Living, Senin (14/7/2025).

    Sementara itu, ahli kebersihan di CottageCare Scott Schrader menyarankan untuk mengeringkan tempat sampah di bawah sinar matahari untuk membantu menghilangkan bau.

    2. Lemari Dapur

    lemari dapur panel terangkat atau Raised Panel Kitchen Cabinetlemari dapur Foto: via Kitchen Cabinet Kings

    Lemari dapur ternyata bisa menjadi tempat perkembangbiakan bakteri tanpa kamu sadari. Maka dari itu, Gonzalez menyarankan untuk membersihkannya sebulan sekali.

    “Bersihkan area ini dengan pembersih lemak yang lemah atau cuka encer, lalu keringkan sepenuhnya. Ini akan menjaga dapur Anda tetap bersih di antara pembersihan mendalam,” ungkapnya.

    3. Mesin Cuci

    Ilustrasi Tips Memilih Mesin CuciIlustrasi Mesin Cuci Foto: iStock

    Mesin cuci juga harus dibersihkan setiap bulan lho detikers. Schrader mengatakan poin utama bagian mesin cuci yang harus dibersihkan adalah tempat detergen dan gasket atau karet mesin cuci.

    “Jamur dan kotoran deterjen menumpuk di sini cukup cepat. Bersihkan laci deterjen dengan larutan cuka hangat, dan periksa karet gasketnya untuk melihat apakah ada kotoran. Pembersihan bulanan akan mengurangi bau dan mesin cuci Anda akan berfungsi dengan baik,” jelas Schrader.

    Sementara Gonzalez mengingatkan untuk tidak melupakan bagian seperti tutup, kenop, serta bagian atas mesin cuci.

    4. Gagang Pintu

    Ilustrasi gagang pintu rumahIlustrasi gagang pintu rumah Foto: via Pixabay

    Gagang pintu disarankan untuk dibersihkan sebulan sekali karena bisa terdapat banyak bakteri. Sebab, bagian tersebut yang paling sering dipegang oleh orang rumah.

    “Gunakan larutan disinfektan atau pembersih berbahan dasar alkohol lainnya, bersihkan titik-titik ini sebulan sekali. Ini hanya membutuhkan sedikit waktu, tetapi dapat meningkatkan kesehatan ruangan Anda secara signifikan,” kata Shcrader.

    5. Baling-baling Kipas

    kipas angin gantungkipas angin gantung Foto: kipas angin gantung

    Kalau di rumah memakai kipas angin, jangan lupa bersihkan baling-balingnya setiap bulan. Sebab, debu rentan menumpuk pada baling-baling kipas apalagi kalau sering digunakan.

    Cara membersihkannya bisa dengan lap atau sarung bantal yang sudah tidak dipakai untuk mengumpulkan debu.

    “Selipkan sarung bantal bekas di atas baling-baling dan tarik perlahan ke bawah, debu akan menempel di sarung bantal. Lalu, lap baling-baling dengan kain mikrofiber lembap. Melakukan hal ini setiap bulan akan sangat membantu menjaga kualitas udara di rumah Anda, terutama di kamar tidur,” ujar Schrader.

    Itulah beberapa benda yang harus dibersihkan setiap bulan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Mengenal Jenis-jenis Gagang Pintu Serta Kelebihannya


    Jakarta

    Gagang pintu ada banyak jenisnya. Setiap jenis yang tersedia menyesuaikan kebutuhan dan fungsi. Mulai dari yang minimalis sampai modern.

    Nah, buat kamu yang mau punya pintu dengan gagang (handle) menarik dan sesuai preferensi kamu. Berikut beberapa jenis gagang pintu yang bisa kamu pertimbangkan. Yuk! Simak pembahasan lanjut berikut.

    Fungsi Gagang Pintu

    Melansir dari Kenari Djaja, Rabu (29/11/2023), gagang pintu mempunyai beberapa fungsi vital berikut.


    1. Mempermudah Mengendalikan Pintu

    Peran pertama yang umum diketahui masyarakat dengan adanya gagang pada pintu adalah untuk menghandle atau mengendalikan pintu. Umumnya pintu dibuka dan ditutup dengan cara ditarik, didorong, atau digeser ke kanan dan ke kiri.

    Pengendalian ini tentu sulit dilakukan pada pintu yang tidak memiliki gagang. Sehingga mengendalikan pintu menjadi peran utama yang memang wajib ada pada handle pintu.

    2. Menambah Nilai Estetik Ruangan

    Tak cuma untuk mengendalikan pintu. Jenis dan model gagang pintu yang tepat dapat menambah nilai estetik eksterior ruangan. Handle yang unik dan menarik bisa mendukung tampilan ruangan yang indah dari luar sebelum pintu dibuka.

    Terlebih saat ini jumlah produsen handle pintu sangat banyak sehingga memunculkan kreasi-kreasi menarik dari model dan keindahan bentuknya.

    3. Meningkatkan Keamanan Ruangan

    Gagang atau handle pintu juga berperan meningkatkan keamanan dalam ruangan. Ini disebabkan karena kunci rumah sebagian besar memang menyatu pada bagian gagangnya. Apabila tidak ada handle pintu, maka tidak ada media yang bisa digunakan untuk menempel kunci pada pintu.

    Bahkan semua jenis kunci pintu selalu dibuat menyatu pada gagangnya. Mulai dari kunci manual, kunci otomatis, hingga kunci berupa password.

    Jenis-jenis Gagang Pintu

    Gagang pintu dapat dibedakan berdasarkan penggunaannya serta material. Masih melansir situs yang sama, berikut beberapa jenis gagang pintu.
    Macam-Macam Handle Pintu Berdasarkan Penggunaannya

    Sebagai bahan pertimbangan sebelum memilih, perhatikan jenis-jenis handle pada pintu berdasarkan pengguanaanya berikut ini.

    Gagang Pintu Tarik

    1. Handle Tarik

    Gagang PintuGagang Pintu Foto: Istimewa/Kenaridjaja

    Handle pertama adalah jenis gagang pintu tarik. Modelnya sangat sederhana dengan ciri khas adanya ruang yang sangat luas di bagian tengahnya sebagai tempat memegang pintu. Handle ini banyak ditemukan pada lemari, loker, serta pintu kaca yang banyak digunakan di tempat umum seperti minimarket.

    Namun model handle ini terpisah dengan kuncinya sehingga apabila ingin memberikan kunci pintu pemasangannya terpisah dengan handlenya. Adapun beberapa kelebihan dari handle tarik ini adalah:

    • Tangan bisa leluasa membuka pintu dengan ruang yang luas.
    • Bisa menggunakan bahan apapun.
    • Bentuknya sangat simpel.
    • Cocok untuk segala pintu termasuk yang minimalis.
    • Knob Hitam

    2. Handle Kenop Klasik

    Gagang PintuGagang Pintu Foto: Istimewa/Kenaridjaja

    Handel dengan kenop ini termasuk model gagang pintu yang mewah pada masanya. Sesuai namanya, gagang pintu ini diaplikasikan bersamaan dengan kenop berbentuk bulat di sebelahnya. Apabila ingin membuka atau menutup pintu, maka kenop tersebut harus lebih dahulu diputar.

    Kelebihan gagang pintu kenop klasik ini adalah:

    • Desainnya unik.
    • Memiliki gaya yang antik.
    • Cocok untuk desain pintu dan ruangan yang klasik.

    3. Handle Tanpa Tuas

    Gagang PintuGagang Pintu Foto: Istimewa/Kenaridjaja

    Gagang pintu tidak harus menggunakan tuas untuk membuka atau menutupnya dengan mudah. Ada juga handle tanpa tuas yang memiliki cekungan di tengahnya untuk memasukkan jari dan mengaplikasikan pintu.

    Handle tanpa tuas ini tidak bisa digunakan pada semua jenis pintu, karena model aplikasinya yang lebih sesuai untuk jenis pintu geser. Kelebihan gagang pintu tanpa tuas adalah:

    • Desain minimalis.
    • Penggunaan praktis.
    • Proses membuka pintu geser bisa terdengar lebih kalem dan halus.
    • Lever Handle Rose

    4. Handle Lever on Rose

    Gagang PintuGagang Pintu Foto: Istimewa/Kenaridjaja

    Lever on Rose merupakan jenis gagang pintu yang tidak menggunakan piringan di belakangnya. Sebagai gantinya, dibalik tuas sudah ada ornamen kecil yang biasanya berbentuk persegi ataupun bulat. Ornamen inilah yang berfungsi menyembunyikan instalasi pintu agar terlihat lebih rapi dari luar.

    Kelebihan yang bisa didapatkan dengan menggunakan gagang pintu Lever on Rose adalah:

    • Desain simpel.
    • Cocok digunakan untuk semua jenis pintu.
    • Tampilan lebih modern dan kekinian.
    • Harga lebih ekonomis.
    • Lever Handle Plate Clasic

    5. Handle Lever on Backplate

    Gagang PintuGagang Pintu Foto: Istimewa/Kenaridjaja

    Kebalikan dari Lever on Rose, gagang pintu yang satu ini dilengkapi dengan piringan besar di belakang tuasnya. Biasanya piringan tersebut berbentuk persegi panjang yang memanjang ke bawah. Sementara pada bagian bawahnya ada ruangan yang sudah disediakan sebagai rumah kunci.

    Gagang pintu ini paling banyak digunakan oleh semua kalangan karena beberapa kelebihan berikut:

    • Bisa dikreasikan menjadi model sederhana, minimalis, hingga mewah.
    • Tingkat keamanan cukup baik.
    • Mudah diaplikasikan.
    • Pemasangan lebih mudah.

    Macam-macam Handle Pintu Berdasarkan Materialnya

    Apabila dilihat dari segi material pembentuknya, gagang pintu yang saat ini banyak digunakan hanya dibedakan menjadi 3 jenis, diantaranya:

    1. Handle Bahan Kuningan

    Gagang PintuGagang Pintu Foto: Istimewa/Kenaridjaja

    Bahan kuningan umum digunakan oleh masyarakat menengah hingga ke bawah. Ini disebabkan karena harganya yang lebih terjangkau dan mudah didapatkan. Selain itu, bahan kuningan juga memiliki warna keemasan yang membuatnya terlihat lebih menarik oleh sebagian orang.

    Secara umum, kelebihan bahan kuningan sebagai gagang pintu adalah:

    • Bahan ringan.
    • Mudah dibentuk.
    • Mudah dipasang.
    • Harga sangat terjangkau.
    • Bisa memberikan kesan mewah dengan warna gold.

    2. Handle Bahan Besi

    Gagang PintuGagang Pintu Foto: Istimewa/Kenaridjaja

    Gagang pintu dengan bahan besi tidak terlalu banyak digunakan. Meskipun daya tahannya cukup baik, material besi juga dianggap terlalu berat sehingga menambah beban pintu ketika diaplikasikan. Apalagi untuk jenis gagang pintu yang menggunakan bahan besi asli tanpa campuran.

    Dibalik kelemahan ini, handle dengan bahan besi juga memiliki beberapa kelebihan, yaitu:

    • Memiliki daya tahan yang sangat kuat pada benturan.
    • Tahan cuaca pada jenis besi murni.
    • Tidak mudah berjamur dan luntur.

    3. Handle pintu Bahan Aluminium

    Gagang PintuGagang Pintu Foto: Istimewa/Kenaridjaja

    Perkembangan beragam pintu dan jendela bahan alumunium menuntut produsen untuk turut memproduksi gagang pintu alumunium agar beratnya seimbang. Tidak heran kalau bahan ini hanya dibuat dan diperuntukkan pada pintu alumunium saja.

    Kelebihan dari gagang pintu alumunium ini juga sangat banyak, yaitu:

    • Memiliki warna asli yang elegan.
    • Bahannya sangat ringan
    • Aplikasi mudah.
    • Harga sangat terjangkau.
    • Tahan lama.
    • Tidak mudah berkarat.

    4. Handle Bahan Stainless

    Gagang PintuGagang Pintu Foto: Istimewa/Kenaridjaja

    Bahan stainless saat ini sangat populer dijadikan sebagai handle atau gagang pintu. Bahkan hampir semua bangunan dan ruangan modern menggunakan pintu dengan gagang pintu yang berbahan stainless.

    Tentu saja penggunaan yang sangat banyak ini bukan tanpa alasan. Ada banyak sekali kelebihan yang akan didapatkan dengan memakai handle berbahan stainless, di antaranya:

    • Tahan lama.
    • Tahan cuaca dan benturan.
    • Tidak berkarat dan bebas bakteri.
    • Desain menarik.
    • Warna elegan.

    Macam-macam Handle Pintu yang Berkualitas

    Dari sekian banyak gagang pintu yang ada di pasaran, tidak semuanya memiliki kualitas yang baik. Agar kamu tidak kecewa dengan kualitas gagang pintu yang buruk, bisa membelinya di Kenari Djaja secara online atau melihat produknya terlebih dahulu melalui website resminya.

    Adapun macam-macam gagang pintu berkualitas yang disediakan di sini adalah

    Gagang pintu dengan bahan asli. Semua gagang pintu yang dijual di sini menggunakan bahan asli, bukan tiruan. Jadi kualitasnya tidak perlu diragukan lagi, sekalipun material utamanya adalah kuningan dan besi.

    Gagang pintu dengan jaminan garansi. Kami juga menawarkan jenis gagang pintu berkualitas dengan jaminan garansi yang menguntungkan pelanggan jadi tidak perlu khawatir dengan kualitas produknya.

    Gagang pintu dengan kunci pin. Handle atau gagang pintu berkualitas yang menggunakan kunci pin juga tersedia di sini untuk memenuhi kebutuhan ruangan yang lebih aman dan praktis.

    Demikianlah jenis-jenis handle pintu yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan budget yang disediakan. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Tahu Perbedaan dan Fungsi Kenop dan Handle Pintu? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Gagang pintu memiliki banyak jenisnya. Di Indonesia sendiri gagang pintu yang paling banyak ditemui adalah berbentuk kenop dan handle.

    Kenop biasa digunakan di pintu kamar mandi dan interior. Sedangkan handle digunakan pada pintu utama. Kenapa demikian?

    Sebelum membahas perbedaannya, ketahui lebih dulu perbedaan bentuk dari kenop dan handel. Melansir dari fastercapital.com, pada Jumat (2/2/2024) ini perbedannya.


    Kenop Pintu

    Gagang PintuKenop Pintu Foto: Istimewa/Kenaridjaja

    Kenop adalah benda kecil berbentuk bulat yang biasanya digunakan di dalam ruangan seperti pada lemari, laci, dan pintu. Cara pemakaiannya ada yang bisa diputar permukaannya, ada pula yang hanya sekadar gagang pendorong pintu.

    Handle pintu

    Gagang PintuHandle Pintu Foto: Istimewa/Kenaridjaja

    Sementara handle adalah gagang pintu panjang yang horizontal. Apabila diberi tekanan, handle bergerak ke bawah dan ketika dilepas akan kembali ke tempat semula.

    Selain dari bentuk dan cara memberikan tekanan agar pintu terbuka, fastercapital.com menyebutkan beberapa perbedaan lain yang akan jadi alasan kuat kenapa pintu utama rumah saat ini lebih banyak menggunakan handle daripada kenop.

    Perbedaan Kenop dan Handle Pintu

    1. Fungsi

    Kenop dan handle memiliki fungsi yang berbeda, meski sama-sama sebagai pegangan pintu. Kenop umumnya lebih mudah digenggam dan diputar. Sehingga cocok digunakan di lemari dan laci.

    Sebaliknya, handle menawarkan area permukaan genggaman yang lebih panjang. Hal ini menjadikannya ideal untuk pintu yang lebih besar dan berat yang memerlukan usaha untuk membuka atau menutup.

    2. Desain

    Kenop yang berdesain bulat ada yang bisa diputar permukaannya dan ada pula yang hanya sebagai tumpuan. Layaknya sebuah kancing di baju, desain kenop ini terlihat lebih elegan saat dipasang di interior kayu.

    Berbeda dengan handle yang memiliki tampilan yang lebih ramping dan memanjang. Handle juga membutuhkan ruang yang luas apabila ada penutup di depannya.

    3. Estetika

    Keduanya memiliki estetika jika digunakan pada konsep rumah yang cocok. Kenop cenderung memberikan tampilan yang lebih tradisional atau klasik, sedangkan handle dapat memberikan kesan lebih modern atau kontemporer.

    Sebelum memilih menggunakan kenop atau handle, lebih baik cari banyak referensi pemasangannya di internet agar tidak bingung saat menyesuaikan dengan konsep rumah sendiri.

    4. Cara Pemasangan

    Jika berbicara tentang cara pemasangannya, kenop jauh lebih mudah dipasang karena hanya memerlukan satu sekrup untuk dipasang di kabinet atau laci. Apabila dipasang di pintu, kenop putar akan dipasang juga di balik pintu dan keduanya akan berputar ke arah yang sama.

    Sementara handle memiliki 2 bagian yakni tempat masuknya kunci dan gagangnya. Maka saat dipasang perlu dibor untuk memastikan pemasangannya aman. Apalagi untuk handle elektronik atau handle dengan kunci sensor (smart door handle).

    5. Biaya

    Dari segi biaya, kenop umumnya lebih murah dibandingkan handle. Maka dari itu, kenop lebih banyak dipakai untuk gagang di interior rumah dan kamar mandi daripada handle. Namun biaya ini menyesuaikan dengan jenis bahan, desain, dan kegunaannya.

    Bentuk kenop terdiri dari kenop dua sisi pintu, satu sisi pintu, dengan sistem pengunciannya memiliki lubang dan tombol di tengah, ada yang bisa diputar permukaan gagangnya dan ada yang hanya untuk peganganan saat mendorong pintu.

    Handle pun demikian, ada yang berbentuk pegangan tarik, pegangan tuas, pegangan pintu, hingga pegangan jendela.

    Demikian perbedaan dan kesamaan kenop dan handle pintu

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Bahan Gagang Pintu dan Keunggulannya, Pilih yang Paling Bagus


    Jakarta

    Gagang pintu adalah pegangan yang mempermudah akses membuka dan menutup pintu. Kualitas gagang pintu perlu diperhatikan agar dapat digunakan dalam waktu yang lama dan tidak mudah berkarat meski ada perubahan suhu.

    Setiap bentuk gagang pintu juga muncul dengan jenis bahan yang beragam. Dengan begitu konsumen dapat menyesuaikan biaya, keinginan, dengan jenis gagang pintu yang tersedia di pasaran.

    Pemilihan bahan gagang pintu sebaiknya disesuaikan dengan lokasi penempatannya di interior atau eksterior (bagian luar rumah).


    Mengutip dari thelockshop.com, pada Jumat (2/2/2024), berikut beberapa bahan gagang pintu beserta kelebihan dan kekurangannya yang bisa dijadikan bahan pertimbangan sebelum menggunakannya.

    1. Kuningan

    Penggunaan kuningan pada gagang pintu ternyata cocok untuk pintu di bagian dalam rumah. Selain kuat, kuningan juga dipercaya bisa membunuh kuman.

    Sebab logam seperti kuningan, seng, tembaga, dan perak bersifat oligodinamik yakni kemampuan untuk menghambat atau mematikan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus.

    Kelebihan lainnya dari kuningan adalah tidak mudah berkarat dan warna kuningnya tidak mudah memudar.

    Namun, gagang pintu dari kuningan memang sebaiknya digunakan di dalam ruangan karena perubahan suhu berpotensi meningkatkan korosi.

    2. Stainless Steel

    Bahan stainless steel cocok untuk digunakan di luar rumah. Sifat stainless steel tahan terhadap perubahan suhu, harga yang terjangkau, dan tahan karat. Hanya saja, kekurangan stainless steel hanya tersedia warna yang mengkilap karena bahan ini diletakkan sebagai lapisan terluar pegangan pintu.

    3. Aluminium

    Gagang pintu mengkilat bukan hanya berasal dari stainless steel, melainkan ada pula yang terbuat dari aluminium.

    Sayangnya bahan aluminium ini lebih mahal karena ketahanannya dari korosi lebih baik dari stainless steel. Aluminium juga mudah dibersihkan dan cocok digunakan pada pintu luar ruangan atau tempat publik.

    4. Kaca

    Jarang ditemukan bukan berarti tidak pernah digunakan. Kaca juga bisa digunakan sebagai pegangan pintu. Namun memang, alasan kaca jarang digunakan adalah mudah dibobol.

    Seperti sifat dasar kaca, bahan ini mudah pecah dan berbahaya karena memiliki serpihan yang tajam. Bahan ini tetap digunakan sebagai gagang pintu karena mengedepankan estetikanya. Selain itu, gagang pintu berbahan kaca juga mahal harganya karena dibuat dengan tangan satu per satu.

    5. Kayu

    Kayu adalah salah satu bahan gagang pintu yang lumayan banyak digunakan. Namun, lebih baik bahan jenis ini untuk bagian di dalam rumah.

    Sebab kayu cepat lapuk apabila dihadapkan dengan perubahan suhu yang ekstrem, rawan dirusak rayap, dan mudah terbakar.

    6. Plastik

    Meski ringan, gagang pintu ada yang terbuat dari plastik. Lokasi yang tepat untuk memasang gagang pintu berbahan plastik bagian dalam rumah.

    Bahan plastik berpotensi rusak apabila terkena api dan panas, selain itu saat terkena hantaman benda keras dan tajam, permukaannya pun dapat rusak.

    7. MDF

    MDF (Medium Density Fibreboard) adalah kumpulan serpihan kayu yang dipadatkan. Bahan jenis ini cukup ringan dan bisa menjadi alternatif pengganti kayu.

    Namun, sama seperti kayu bahan ini lebih baik digunakan di dalam rumah sebab berpotensi rusak saat lembab.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Pakai Tukang! Ini 3 Cara Atasi Pintu yang Susah Terkunci


    Jakarta

    Setiap meninggalkan rumah, pintu sebaiknya dalam keadaan terkunci agar lebih aman. Namun pernahkah kamu mengalami pintu rumahmu tidak mau terkunci dalam sekali putaran?

    Biasanya pintu dalam sekali putar akan terdengar bunyi klik, tetapi sekarang saat diputar justru terasa keras dan bagian di dalamnya tidak masuk ke lubang kunci karena posisi tidak pas.

    Masalah pintu tidak mau terkunci ini biasanya disebabkan karena kait pintu tidak pas dengan pelat striker di kerangka pintu. Bisa juga karena gagang pintu yang longgar, kunci yang kotor, atau adanya pemuaian pada logam.


    Melansir dari weekand.com, Jumat (12/4/2024) berikut beberapa cara mengatasi pintu yang susah terkunci tanpa bantuan tukang.

    1. Periksa Pelat Striker Pintu

    Pelat striker pintu adalah baja yang dipasang di sekitar lubang pada kerangka pintu yang menempel dinding. Pelat striker ini tidak bisa bergerak karena sudah menempel pada kayu, aluminium, atau bahan lainnya.

    Jika pintu tidak mau terkunci, coba lihat apakah pelat striker pintu longgar atau terlepas. Pelat striker pintu yang bergeser akan membuat ukuran lubang berubah sehingga kaitan dari pintu tidak masuk. Cek juga apakah ada benda atau hewan yang menghambat lubang di pelat striker pintu.

    2. Cek Engsel Pintu

    Spot kedua yang perlu kamu cek adalah engsel pintu yang menyangga pintu bergerak. Engsel yang longgar tentu membuat ukuran pintu dengan kerangka tidak pas. Bisa jadi terlalu turun sehingga posisi pengait dan pelat striker pintu tidak pas.

    Coba lepaskan sekrup pada satu engsel. Kemudian, letakkan selembar karton di bawah pintu agar tidak terlalu miring. Pasang lagi engsel dan kencangkan sekrupnya. Cabut karton, coba tutup pintunya. Jika kaitnya tidak sepenuhnya terkunci, kamu perlu menambahkan karton lagi di bawah pintu agar posisi kembali pas. Cara lainnya kamu bisa agak mengangkat gagang pintu saat mengunci.

    3. Lepaskan Gagang Pintu

    Jika masalah bukan dari pelat striker pintu berarti kamu perlu membongkar gagang pintu. Mungkin saja gagangnya yang longgar. Pakai obeng, pisau dempul tipis. Komponen kecil seperti sekrup simpan di tempat yang benar agar tidak hilang. Sekrup gagang pintu yang perlu dicek dan dilepas terletak di bagian dalam rumah dan biasanya di pinggiran badan gagang pintu.

    Pakai pisau dempul atau obeng ke dalam badan gagang pintu yang panjang. Cungkil perlahan badan gagang pintu hingga menyisakan bagian pintu yang bolong. Jika tidak ada retak, bolong, atau keropos pada pintu dan gagang pintu, pasang kembali seperti semula dengan sekrup yang lebih kencang.

    Itulah cara mengatasi pintu yang susah terkunci. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Engsel Sejajar dengan Gagang Pintu Bikin Cepat Rusak? Begini Faktanya



    Jakarta

    Pintu memiliki engsel yang membantu pintu dapat berdiri tegak dan bisa dibuka tutup dengan aman. Ternyata pemasangan engsel ini tidak bisa sembarangan lho. Konon katanya engsel yang berada di tengah tidak boleh sejajar dengan gagang pintu karena bisa menyebabkan pintu rusak. Lantas, benarkah demikian?

    Menurut arsitek Denny Setiawan, menjelaskan penggunaan engsel sejajar dengan gagang pintu berarti terdapat 3 engsel pada pintu tersebut. Engsel yang sejajar dengan gagang adalah engsel tengah. Biasanya model pemasangan engsel seperti ini memakai jenis engsel kupu-kupu.

    Ia menuturkan pemasangan engsel tengah sejajar dengan gagang pintu tidak selalu membuat pintu rusak, tergantung pada apa yang terjadi pada pintu tersebut.


    “Nggak juga sih, tergantung kasusnya. Tapi sepengalaman kami ketika melihat perhitungan beban dan lain-lain, memang sebaiknya tidak sejajar dengan gagang pintu,” kata Denny kepada detikProperti, Rabu (26/3/2025).

    Denny menjelaskan untuk pemasangan engsel kupu-kupu seharusnya engsel tengah berada agak ke atas, bukan di tengah. Hal ini dikarenakan pintu bagian atas memiliki beban yang lebih berat daripada bagian bawah. Dengan komposisi tersebut, saat pintu digerakkan beban yang ditanggung engsel akan setara.

    “Karena secara beban bagian atas itu menampung beban yang lebih besar jauh daripada di bagian bawah,” jelasnya.

    Terkait jarak antar engsel, Denny menyarankan untuk berkonsultasi dengan pihak produsen atau layanan pemasangan pintu yang lebih tahu mengenai produk pintu tersebut.

    Ia menambahkan engsel pintu memiliki beberapa macam. Selain engsel kupu-kupu yang bentuknya menempel di pintu dan dinding, ada pula engsel tanam dan pivot.

    Engsel tanam mirip dengan engsel kupu-kupu, tetapi keberadaannya tidak terlihat apabila pintu tidak dibuka. Tampilan pintu akan jauh lebih rapih. Sementara itu, engsel pivot adalah jenis engsel yang dapat menggerakkan pintu pada satu titik, di bagian atas atau bawah pintu.

    Dari ketiga jenis engsel ini, Denny mengatakan semuanya bagus untuk pintu rumah, tetapi ia lebih menyarankan pintu sebaiknya memiliki 3 engsel yang menopang.

    “Kalau misalnya saya sebagai arsitek saya menyarankan biasanya satu pintu itu menggunakan tiga buah engsel. Ada dua di bagian atas dan satu di bagian bawah,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Benda Ini Suka Lupa Dibersihkan di Rumah Padahal Kotor Banget!


    Jakarta

    Banyak yang beranggapan kamar mandi adalah tempat terkotor di rumah. Nggak heran kalau penghuni akan rajin membersihkan ruangan ini. Padahal ada area lain yang juga kotor tapi suka terlewat buat dibersihkan.

    Sejumlah benda di rumah sering dipegang penghuni dalam kesehariannya. Namun tampilannya tak terlihat kotor sehingga penghuni bisa lupa membersihkannya. Benda itu bisa jadi tempat bersarang bakteri, lho. Oleh karena itu, pastikan untuk rajin membersihkan setiap sudut rumah ya.

    Apa saja benda yang kotor tapi sering lupa dibersihkan di rumah? Simak ulasannya berikut ini.


    Benda yang Suka Lupa Dibersihkan

    Inilah sederet barang yang rawan kotor karena jarang dibersihkan, dikutip dari Better Homes & Gardens.

    1. Meja

    Comfortable workplace with potted plantsIlustrasi meja. Foto: Getty Images/iStockphoto/mediaphotos

    Meja yang jarang dibersihkan bisa menjadi sarang kuman. Kalau penghuni sering bekerja di rumah, kuman tak hanya bersarang di komputer tetapi meja juga. Meja standar dapat mengandung 400 kali lebih banyak kuman dibandingkan dudukan toilet.

    2. Gagang Pintu

    Ilustrasi gagang pintu rumahIlustrasi gagang pintu rumah Foto: via Pixabay

    Tentunya penghuni rumah sering menyentuh gagang pintu. Bakteri yang menempel pada seseorang dapat berpindah ke gagang, lalu tersentuh oleh orang berikutnya.

    3. Saklar Lampu

    Ilustrasi saklar lampuIlustrasi saklar lampu Foto: Shutterstock

    Selain itu, saklar lampu juga sering disentuh berkali-kali sepanjang hari. Hal ini membuat saklar penuh dengan bakteri.

    4. Wastafel Dapur

    wastafelwastafel Foto: Getty Images/ben-bryant

    Wastafel dapur adalah salah satu area tertinggi yang terkontaminasi bakteri, seperti Salmonella dan E.coli. Sebab, tempat ini digunakan untuk mencuci sayur dan daging mentah. Lalu, banyaknya partikel makanan dan kelembapan menjadikannya tempat yang cocok buat kuman berkembang biak.

    5. Spons Dapur

    Spons pencuci piringSpons. Foto: Shutterstock/

    Meski sering terkena sabun, spons dapur bisa jadi benda yang sangat kotor di rumah. Spons dan kain lap ditemukan mengandung sebanyak 45 miliar mikroba bakteri per centimeter. Pasalnya, spons sangat berpori sehingga rawan mengundang kuman.

    6. Perlengkapan Tempat Tidur

    ilustrasi ranjang/kamar tidur/sepraiilustrasi seprai Foto: Getty Images/FreshSplash

    Jika penghuni tidak mengganti seprai dan sarung bantal selama seminggu, akan ada 17 ribu partikel lebih banyak bakteri pada sarung bantal daripada dudukan toilet. Pastikan untuk mencuci seprai setiap minggu dan sediakan sarung bantal ekstra untuk diganti lebih sering.

    Itulah benda yang harus rajin dibersihkan karena rawan kotor di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com