Tag: gaharu kontruksindo utama

  • Jangan Mau Bayar 100% Kontraktor di Awal, Lebih Aman Pakai Metode Ini



    Jakarta

    Pembangunan rumah merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan modal yang besar yang besar. Pengerjaannya tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan perlu bantuan orang yang memang berpengalaman di bidang ini yakni kontraktor.

    Saat memakai jasa kontraktor konon katanya segala halnya harus jelas dalam sebuah kontrak kerja sebelum pembangunan rumah dilakukan. Sebab, banyak ditemukan kontraktor-kontraktor tak bertanggung jawab, sementara biaya bangun rumah tak murah.

    Profesional kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki mengatakan kesepakatan yang paling utama saat mengajukan kerjasama dengan kontraktor adalah hindari membayar penuh jasanya di muka.


    “Jangan bayar 100 persen di awal” ujarnya kepada detikcom, Rabu (13/9/2023) lalu.

    Hal ini berdasarkan beberapa pengalamannya banyak ditemukan proyek renovasi atau pembangunan rumah yang mangkrak ditinggal kontraktor. Pemilik rumah tentu akan dirugikan karena rumah yang dititipkan oleh kontraktor belum jadi dan ditinggal begitu saja, sementara uang jasanya sudah diserahkan semua.

    “Banyak kan kejadian, kontraktornya hilang setelah terima pembayaran 100 persen di awal. Kalau gini, konsumennya yang dirugikan,” sambung dia.

    Sebagai jalan keluar, ia menyarankan kita sebagai pemilik proyek agar menjanjikan pembayaran secara bertahap yang terbagi dalam beberapa termin atau waktu. Cara menentukan waktunya pun tak boleh asal atau sesuka salah satu pihak. Oleh karena itu, penting bagi pemilik rumah untuk mengetahui ilmu pertukangan karena idealnya pembayaran diberikan setiap terlihat perkembangan pada pembangunan.

    “Katakan setiap 25 persen baru dibayar, nanti 25 persen lagi dibayar. Jadi ada 4 kali bayar,” jelasnya memberikan contoh.

    Cara ini jauh lebih aman karena apabila ada hasil kerja yang tak sesuai bisa langsung minta perbaikan sehingga kerusakan yang lebih besar dan kerugian bisa dihindari. Apabila tidak dapat menilai perkembangan pada pembangunan tersebut, pemilik rumah dapat meminta review atau penjelasan terhadap setiap prosesnya. Lebih baik lagi, jika pada saat pemeriksaan, pemilik rumah bisa mendatangkan orang yang ahli untuk melakukan pengecekan bersama.

    Dengan cara ini, Panggah menjelaskan, konsumen bisa memperoleh hasil yang optimal dari proyek pembangunan atau renovasi rumah impiannya dan meminimalisir timbulnya kerugian selama proses pekerjaan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Pilih Kontraktor yang Amanah untuk Bangun dan Renovasi Rumah


    Jakarta

    Memilih kontraktor yang tepat adalah faktor penting untuk kelancaran pembangunan rumah. Saat kita memilih kontraktor yang amanah, bisa diandalkan, dan jujur, pembangunan rumah dapat selesai tepat waktu dan tanpa drama.

    Bagi yang belum tahu, dilansir detikBali, kontraktor adalah badan khusus yang bertugas melakukan aktivitas pengadaan, baik untuk barang fisik maupun jasa, dan mendapat upah sesuai dengan nilai kontrak yang telah disepakati kedua pihak.

    Kontraktor kerap menjadi pilihan untuk pembangunan rumah dari 0. Bisa pula kontraktor dipilih saat ingin merenovasi rumah seperti saat menambah lantai atau memperluas rumah.


    Saat memilih kontraktor, melihat harga jasa saja tidak cukup. Banyak kontraktor yang bisa memberikan harga murah atau janji-janji manis lainnya justru bisa saja sering menipu konsumen.

    Lantas, bagaimana cara memilih kontraktor yang terpercaya?

    Menurut Novianti, seorang pegawai pemerintahan sekaligus content creator masak dan home decor, memberikan pengalamannya saat mencari kontraktor. Ia berkata susah-susah gampang untuk menemukan kontraktor yang cocok. Berdasarkan pengalaman pribadi, ia menemukan kontraktor pilihannya saat melihat tetangganya sedang membangun rumah.

    Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa tips dari Novi saat memilih kontraktor yang tepat untuk membangun rumah.

    1. Pilih Kontraktor yang Amanah

    Aspek pertama yang harus dilihat saat mencari kontraktor adalah cari tahu apakah perusahaan tersebut amanah atau tidak. Hal ini untuk menghindari proyek gagal di tengah jalan atau dibangun asal-asalan. Novi juga membagikan tips menyeleksi kontraktor yang paling cocok dengannya yakni melihat dari penawaran jasa yang paling bagus dan sesuai dengan budget yang dimiliki.

    “Cari kontraktor itu harus yang amanah dan bisa dipercaya. Karena itu kan istilahnya yang utama,” kata Novi pada Jumat (9/2/2024) lalu.

    2. Sering Diskusi dengan Kontraktor

    Ia menekankan ketika mencari kontraktor, pemilik rumah juga harus memiliki rancangan rumah yang akan dibangun atau direnovasi sehingga memiliki bayangan untuk mengawasi dan menjelaskan kepada kontraktor.

    Kemudian, jelaskan sejelas mungkin ide yang dimiliki ke kontraktor. Disarankan pemilik rumah memiliki gambar atau sketsa rumah yang telah dikonsultasikan kepada arsitek. Dengan begitu, kesalahpahaman dapat dicegah.

    Ketika pembangunan berjalan, pemilik rumah juga harus mengecek progresnya dan selalu berkomunikasi dengan kontraktor tersebut.

    “Diskusi, coba kerja sama yang baik dengan kontraktornya biar tidak mangkrak,” tuturnya.

    3. Pintar-pintar Cari Bahan

    Selain biaya untuk jasa kontraktor, pemilik rumah juga harus mengeluarkan biaya untuk material bangunannya. Jangan sampai hanya mengandalkan kontraktor karena bisa saja tidak cocok dengan budget atau malah ditipu.

    “Kita juga harus pintar-pintar cari bahan yang lebih murah tapi bisa sesuai dengan budgetnya tapi sesuai dengan keinginan kita,” ujarnya.

    Ciri-ciri Kontraktor yang Harus Dihindari

    Terpisah, Profesional Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki menyampaikan ciri-ciri kontraktor yang perlu dihindari karena kemungkinan tidak amanah.

    1. Tidak Memiliki Izin Usaha

    Sebagai penyedia jasa, kontraktor seharusnya memiliki izin usaha. Perusahaan yang tak memiliki izin usaha akan sulit untuk memastikan kinerjanya dan meminta pertanggung jawabannya karena tidak tercatat secara resmi dan diakui di mata hukum.

    2. Tidak Punya Portofolio Hasil Kerja

    Jangan coba-coba memakai jasa kontraktor yang belum memiliki pengalaman sebelumnya. Novi juga mengatakan hal serupa, jika hasil pekerjaan sebelumnya bisa menjadi pertimbangan besar. Cara melihat portofolio tersebut, bisa melalui media sosial, company profile, testimoni langsung dari yang sudah memakai jasa mereka, dan lainnya.

    3. Tim yang Bekerja Bersamanya Bermasalah dan Tidak Kompeten

    Kontraktor tidak mungkin bekerja sendirian, mereka memiliki tim bahkan mempunyai jaringan tukang-tukang yang biasa bekerja pada proyek mereka. Kalian bisa mengecek tukang-tukang tersebut apakah memang sering bekerja dengan kontraktor tersebut atau juga baru bekerja.

    Bisa pula cek tim kontraktor tersebut apakah lengkap yakni memiliki arsitek, design interior, estimator, purchasing, logistik, dan engineering.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Batu Bata Belum Tentu Lebih Bagus dari Hebel, Ini Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Fondasi yang kuat ditentukan pada material yang digunakan. Biasanya untuk pembangunan rumah banyak yang menggunakan hebel atau batu bata sebagai material utama fondasi rumah. Lantas, di antara keduanya mana yang lebih baik?

    Sebelum mengetahui kelebihan dan kekurangan, lebih baik kenali dahulu apa itu hebel dan batu bata.

    Hebel

    Truk bermuatan hebel yang terguling di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur sudah dievakuasi. Lalu lintas yang sempat macet sudah kembali normal.TIlustrasi hebel. Foto: Lamhot Aritonang

    Dilansir laman Loftybuildinggroup, bata hebel atau bata ringan merupakan beton ringan aerasi (Autoclaved Aerated Concrete). Material ini terbuat dari pasir, semen, kapur, dan gypsum. Hebel umumnya tersedia dalam bentuk balok. Warna dari hebel sendiri adalah putih ke abu-abuan. Ukuran dari hebel jauh lebih besar dan panjang. Namun, material ini jauh lebih ringan.


    Batu Bata

    Tembok Batu Bata dengan Pola English BondTembok Batu Bata dengan Pola English Bond Foto: Getty Images/Jose Pouwels

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), batu bata adalah tanah liat yang diaduk sampai halus, kemudian dicetak, dikeringkan, lalu dibakar. Biasanya dipakai untuk membuat dinding dan sebagainya. Bentuknya persegi panjang berwarna coklat kemerahan.

    Kelebihan dan Kekurangan Hebel dan Batu Bata

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizki, masing-masing material ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, hingga saat ini banyak yang masing memakai keduanya.

    Untuk lebih jelasnya berikut kelebihan dan kekurangan hebel dan bata merah.

    Kelebihan Hebel

    – Harga yang lebih terjangkau jika dibeli satuan

    – Memiliki ketahanannya cukup baik

    – Lebih ringan daripada batu bata

    Kekurangan Hebel

    – Ukurannya yang lebih besar dari batu bata.

    Kelebihan Batu Bata

    – Mudah ditemukan di toko-toko bangunan

    – Ukuran lebih kecil

    Kekurangan Batu Bata

    – Materialnya murah menyerap air sehingga mudah membuat dinding lembab dan berjamur

    – Harganya lebih mahal daripada hebel

    – Lebih berat dari hebel

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangun Rumah Perlu Arsitek atau Cukup Tukang? Ini Penjelasan Para Ahli



    Jakarta

    Ketika ingin memiliki rumah, pilihannya adalah membeli rumah yang sudah jadi atau membangun sendiri. Jika melihat di lapangan, kebanyakan lebih memilih untuk membangun rumah sendiri. Pemiliknya mencari lahan kosong, lalu menggaet tenaga profesional yang memahami soal konstruksi untuk membangun rumah.

    Mungkin yang ada di pikiran banyak orang, saat membangun rumah, kita hanya perlu mencari tukang yang andal. Lalu, membeli materialnya. Namun, sebelum membangun rumah, kita perlu membuat desain bukan? Desain rumah merupakan panduan ketika membangun rumah, kemudian butuh konsultasi mengenai material yang bisa digunakan. Profesi yang cocok untuk bagian ini tidak lain adalah arsitek.

    Jadi, ketika membangun rumah kita butuh arsitek atau tukang saja sudah cukup?


    Arsitek Denny Setiawan mengatakan, dalam setiap pembangunan wajib ada andil arsitek di dalamnya. Baik dalam menggambar hingga pembangunan selesai. Arsitek bukan hanya bertugas untuk menggambar desain rumah, melainkan memastikan bangunan tersebut aman ditempati. Mereka juga berkewajiban mengawasi pembangunan dan memberi arahan kepada kontraktor serta tukang dalam pembangunan.

    “Arsitek itu tidak hanya mampu menggambar dan memvisualisasikan, tapi mereka harus sudah diuji oleh Dewan Arsitek Indonesia bahwa mereka capable (mampu) untuk melakukan pekerjaan arsitektur. Ujian itu juga menyangkut pada kemampuan teknis dalam hal pengawasan,” katanya kepada detikProperti, Rabu (28/5/2025).

    Setiap arsitek juga wajib memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) yang berlaku selama 5 tahun. Setelah itu, arsitek wajib memperbaruinya dengan mengikuti ujian. Cara ini juga bermanfaat untuk memperbarui pengetahuan mereka dengan ilmu arsitektur yang baru dan kekinian.

    Keberadaan arsitek tidak hanya penting dalam proses pembangunan atau renovasi, mereka juga ada yang bertanggung jawab dalam desain tata ruang kawasan atau kota hingga desain furniture atau perabotan.

    Denny mengatakan tukang juga penting, tukang merupakan pekerja konstruksi yang memiliki keterampilan dalam membangun atau memperbaiki bangunan. Namun, dalam pembangunan rumah, keduanya harus terlibat bersama-sama.

    Sementara itu, kontraktor sekaligus CEO Sobat Bangun Taufiq Hidayat menyatakan tukang perlu diawasi oleh seseorang yang dapat memastikan kelancaran pembangunan yakni arsitek dan kontraktor. Sebab, tukang bangunan hanya dibutuhkan tenaga kerjanya saja dan tidak perlu melalui proses konsultasi maupun tanda tangan kontrak sebab jasa ini tidak memiliki izin usaha. Hal ini bisa menyulitkan jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

    “Sementara itu, jika Kamu sempat untuk mengawasi semua baik dari pengelolaan, material, tenaga kerja, upah, dan lain-lain. Maka Kamu bisa pakai jasa tukang bangunan yang hanya tenaga kerjanya saja yang kamu butuhkan. Biasanya penggunaan jasa tukang bangunan ini tidak memiliki izin usaha, tetapi melalui mulut ke mulut sesuai rekomendasi. Pilihan jasa tukang bangunan juga bisa dilihat kredibilitasnya dari sertifikasi tukang bangunan,” ucap Taufiq.

    Terpisah, Profesional Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki menyampaikan, tukang bangunan bukan opsi yang tepat untuk menyerahkan pembangunan rumah yang dimulai dari 0. Mereka tidak memiliki kepastian dalam menilai estimasi pengerjaan dan komitmen. Belum lagi angka biaya pengeluaran yang dapat melebar kemana-mana.

    “Lainnya dengan tukang bangunan, karena nggak ada kesepakatan kontrak dan transparansi kemungkinan juga ada kasus seperti ditinggal mandor, dan jika hal itu terjadi tidak ada badan hukum yang bisa mengurus hal itu. Dari segi biaya tidak menentu dan berpotensi angka biaya rumah jebol,” ucap Panggah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lebih Aman dan Bawa Hoki, Ini Alasan Pintu Rumah Sebaiknya Dibuka ke Dalam



    Jakarta

    Pintu merupakan komponen penting pada rumah sebagai akses keluar dan masuk. Jika diperhatikan pintu ada yang bisa dibuka ke luar atau ditarik ke dalam. Bahkan di toko modern, pintu bisa dibuka dengan didorong dan ditarik.

    Di antara kedua cara tersebut, adakah yang lebih baik atau lebih disarankan untuk dipakai di rumah?

    Profesional Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Fikri menyarankan pintu di rumah sebaiknya memakai cara terbuka ke dalam. Jadi pintu tersebut dibuka dengan ditarik ke dalam.


    Alasannya cara ini lebih aman karena jika terjadi hal-hal darurat atau mengancam, pintu bisa ditutup dengan mudah. Kemudian, dari segi feng shui disebut dapat membawa rezeki ke dalam rumah.

    Sebagai informasi, feng shui merupakan konsep China kuno yang mengatur mengenai cara menata ruang agar tercipta keseimbangan energi di lingkungan hidup kita. Dalam feng shui, pintu merupakan jalan utama energi baik (chi) masuk ke rumah.

    “Kalau dari sisi arsitek, pintu dibuka ke dalam cocok untuk rumah pribadi karena lebih baik dari segi kenyamanan, keamanan, bahkan feng shui,” katanya kepada detikcom, Rabu (23/8/2023) lalu.

    Pintu yang dibuka ke dalam ini sangat disarankan diterapkan pada pintu utama rumah. Selain itu, pintu jenis ini juga bisa digunakan pada pintu kamar tidur dan pintu kamar mandi.

    Di sisi lain, pintu yang dibuka ke arah luar juga bisa dipakai di rumah. Lokasinya bisa di pintu pagar dan pintu belakang. Sebab, bentuk pintu dibuka ke arah luar memudahkan proses evakuasi. Oleh karena itu, tidak heran jika bentuk pintu seperti ini banyak ditemui di bangunan publik, seperti rumah sakit, bioskop,toko, atau tempat makan.

    “Untuk pintu dibuka keluar, hanya untuk public place seperti bioskop, rumah sakit, dan sebagainya. Karena untuk keselamatan kerja, pintu dibuka keluar agar memudahkan evakuasi orang,” jelasnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jenis Material Atap Rumah Paling Populer di Indonesia, Mana yang Paling Awet?


    Jakarta

    Memilih material atap rumah tidak boleh sembarangan. Sebab, taruhannya adalah keselamatan penghuni yang akan menempati rumah tersebut.

    Jika diperhatikan, material atap yang digunakan rumah-rumah di Indonesia cukup beragam, bisa terlihat dari warna atap dan bentuknya. Namun, yang paling terkenal adalah genteng tanah liat yang berwarna orange kecoklatan.

    Kira-kira jenis material atap apa saja yang banyak dipakai dan disarankan oleh ahli? Berikut daftarnya.


    Jenis-jenis Material Atap

    1. Genteng Tanah Liat

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyebutkan genteng memiliki banyak tipe, di antaranya beton, keramik, tanah liat, dan metal. Setiap jenis genteng mempunyai berat, massa jenis, karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing.

    Tipe genteng yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah genteng tanah liat. Genteng tanah liat berwarna orange dan kecoklatan apabila usia pemakaiannya sudah cukup lama. Genteng tanah liat dijual satuan di pasaran. Untuk harganya, dilihat dari beberapa toko e-commerce, Kamis (3/7/2025), genteng tanah liat dijual mulai dari Rp 1.500-3.500 per buah.

    2. Spandek

    Dilihat dari situs daftar rumah subsidi SiKumbang, banyak rumah memakai material atap dari spandek. Material ini terbuat dari seng, aluminium, dan uPVC (unplasticized polyvinyl chloride), dan baja ringan. Tampilannya seperti seng, tetapi lebih tahan lama, kokoh, dan ringan. Selain itu, spandek juga tahan terhadap api.

    Menurut Kontraktor Wildan, rumah-rumah biasanya memakai ukuran 5 meter yang harga per lembarnya mulai dari Rp 250-325 ribu per meter. Namun, Wildan mengatakan ketebalan spandek ada yang di bawah dan setara asbes, jadi tidak begitu tahan lama. Namun, apabila tidak ada banyak tekanan dan angin kencang, jenis atap satu ini masih tetap aman digunakan.

    3. Genteng Glazur atau Genteng Glossy

    Genteng glazur, kata Wildan, merupakan genteng yang tampilan atasnya mengkilap dan warnanya beragam, rata-rata berwarna cerah. Kelebihan genteng glazur sama dengan genteng tanah liat, hanya berbeda pada tampilannya. Genteng glazur juga lebih direkomendasikan daripada genteng beton. Kekurangan dari tipe ini adalah cukup berbahaya jika berjalan di atasnya karena permukaannya yang licin terutama setelah terkena air.

    Sementara untuk harganya masih terjangkau. Genteng glazur atau glossy dijual mulai dari Rp 3.500-9.500 per buah.

    4. Bitumen

    Bitumen merupakan jenis atap yang terbuat dari modifikasi bahan aspal. Wildan mengatakan bitumen dapat membuat tampilan atap jauh terlihat lebih rapi. Atap bitumen cara pemasangan memiliki proses yang panjang karena memerlukan sekitar 3 lapisan.

    Kelebihan dari bitumen adalah tahan lama, ramah lingkungan, cocok untuk rumah tipe kecil, dan memiliki banyak jenis. Kekurangannya, atap bitumen harganya cukup mahal, yakni sekitar mulai dari Rp 160-450 per lembarnya.

    5. Genteng uPVC

    Wildan juga menyebut genteng uPVC sebagai salah satu atap rumah yang aman dipakai. Genteng berbahan dasar uPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride) merupakan atap yang memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap korosi yang disebabkan karena air terutama hujan. Atap ini cocok untuk rumah-rumah di negara beriklim tropis.

    Keunggulan dari genteng tipe ini adalah minim suara dan panas. Namun, untuk ketebalan, genteng uPVC ini tidak jauh berbeda dengan spandek sehingga ada risiko patah jika terkena tekanan berlebih.

    Untuk harganya sendiri mulai dari Rp 100-417 ribu per lembarnya. Genteng satu ini memiliki banyak warna, ukuran, dan ketebalan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Bangun Atap yang Kuat, Tak Mudah Ambruk dan Terbang Tertiup Angin


    Jakarta

    Atap rumah berfungsi untuk melindungi penghuni dari terpaan cuaca, baik hujan maupun sengatan matahari. Untuk itu, bagian rumah harus kuat agar tidak rusak.

    Saat angin kencang mengembus, genteng bisa bergeser atau terbang. Belum lagi hujan deras bisa bikin atap ambruk.

    Lantas, bagaimana cara membangun atap rumah yang kuat menahan cuaca? Simak tipsnya berikut ini.


    Tips Bangun Genteng yang Kuat

    Inilah cara membuat atap yang kuat menurut kontraktor.

    1. Pasang Rangka Atap dari Baja Ringan

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyarankan untuk membuat rangka atap menggunakan bahan baja ringan. Bahan ini dapat membuat struktur atap lebih kuat karena tidak akan lapuk seperti kayu.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ujar Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk. Meski demikian, pemasangan rangka atap tetap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan jarak antar baja ringan sudah cukup menahan bobot genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” ucapnya.

    2. Pakai Genteng yang Berat

    Selain itu, Panggah menganjurkan untuk menggunakan genteng yang berat. Tujuannya, agar bobot genteng dapat menahan terpaan hujan deras dan angin kencang.

    “Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” katanya.

    3. Susun Genteng dengan Rapi

    Jika sudah memilih genteng yang tepat, penyusunannya dilakukan dengan cara saling menimpa satu dengan lainnya. Kemiringan genteng pun harus sesuai.

    “Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” tuturnya.

    Itulah cara membuat atap yang kuat sehingga tidak cepat rusak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Jenis Bahan Genteng buat Bangun Atap, Ini Plus Minusnya Menurut Kontraktor


    Jakarta

    Atap adalah bagian atas rumah yang melindungi seisi bangunan dari terpaan hujan dan panas matahari. Bagian rumah ini biasanya terbuat dari genteng yang disusun sedemikian rupa.

    Terdapat beragam jenis genteng berdasarkan bahannya. Pemilik bisa memilih genteng sesuai dengan konsep rumah dan kebutuhan.

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizky pernah menyebutkan beberapa tipe material genteng, seperti beton, keramik, tanah liat, dan metal. Setiap jenis genteng punya karakteristik tersendiri.


    Jika pemilik berencana membuat atap tapi bingung mau pakai bahan genteng apa, coba pertimbangkan kelebihan dan kekurangannya. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

    Jenis-jenis Material Genteng

    Inilah jenis-jenis bahan genteng beserta kelebihan dan kekurangannya menurut kontraktor.

    1. Genteng Tanah Liat Berkeramik

    Genteng KeramikGenteng Keramik Foto: Getty Images/iStockphoto/ewg3D

    Menurut Panggah, material terbaik untuk membangun atap rumah adalah genteng tanah liat berkeramik. Berbeda dari material tanah liat biasa, genteng ini mempunyai permukaan yang mengkilap. Genteng tersebut biasanya dipakai untuk rumah-rumah mewah karena bahannya tergolong premium.

    “Populer di Indonesia itu cocoknya adalah genteng tanah liat yang keramik. Tanah liat dan keramik ini mempunyai karakteristik pembuatan dari tanah liat dibentuk dan di-oven, jadi kadar airnya nol,” kata Panggah kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Kelebihan:

    • Bobot paling berat yang tidak mudah terbang tertiup angin
    • Berbahan solid yang mencegah retak dan bocor
    • Tampilan glossy yang estetik

    Kekurangan:

    • Boros penggunaan rangka atap karena berat
    • Harganya paling mahal

    Sementara itu, genteng tanah liat tradisional yang sering digunakan masyarakat Indonesia lebih ringan sehingga lebih mudah tertiup angin. Genteng tersebut terbuat dari tanah liat yang dibentuk dan dibakar, tetapi tanpa melalui proses oven. Tampilannya genteng tanah liat doff, berbeda dari versi keramik yang mengkilap.

    2. Genteng Beton

    Genteng BetonGenteng Beton Foto: Getty Images/iStockphoto/geargodz

    Lalu, genteng beton juga sering digunakan masyarakat Indonesia. Genteng ini termasuk segmentasi menengah dan bisa menjadi pilihan terbaik buat harga yang masih terjangkau.

    Kelebihan:

    • Tampilan estetik
    • Bobot cukup berat
    • Harga lebih terjangkau daripada genteng tanah liat berkeramik

    Kekurangan:

    • Boros rangka baja ringan karena harus ditopang dengan rangka yang rapat
    • Permukaan genteng mudah retak sehingga rawan bocor setelah pemakaian lama

    3. Genteng Metal

    Male Asian Construction worker installing roof tiles at construction siteGenteng Spandek Foto: Getty Images/Vithun Khamsong

    Kemudian, genteng metal bisa menjadi opsi bahan yang ekonomis. Jenis genteng ini hadir dalam beragam macam, seperti spandek metal, metal berpasir, metal seperti beton.

    Kelebihan:

    • Hemat baja ringan karena tidak perlu rangka yang rapat
    • Pemasangan genteng mudah dan cepat
    • Harga genteng paling terjangkau

    Kekurangan:

    • Penampilan genteng kurang estetik karena terlihat ringkih
    • Bobotnya ringan sehingga mudah terbang tertiup angin
    • Mudah robek kalau terkena angin kencang

    Itulah jenis-jenis material genteng yang bisa pemilik rumah pertimbangkan plus minusnya buat bikin atap. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com