Tag: gali

  • Ini Alasan Kamu Perlu Bikin Biopori di Rumah, Banyak Manfaatnya


    Jakarta

    Lubang resapan biopori berfungsi untuk menimbun sampah organik. Kamu bisa dengan mudah membuat lubang ini di sekitar rumah.

    Penggiat Lingkungan dan Pendiri Rumah SOPAN menjelaskan cara membuat biopori di rumah. Pertama, gali lubang vertikal sedalam 1,2 meter dengan diameter 10 cm menggunakan bor khusus.

    Kemudian, pasang casing untuk menahan agar tanah tidak longsor. Lalu, tutup lubang biopori menggunakan tutup berlubang untuk mencegah tikus masuk.


    Biopori Rumah SOPANBiopori Rumah SOPAN Foto: 20detik

    “Biopori itu dibuat mudah sekali. Pertama dibor dengan bor buatan kami itu sedalam 1,2 meter. Setelah bor kita lubangi baru kita kasih casing,” kata Sony kepada detikcom di Rumah SOPAN, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi belum lama ini.

    Selain mudah dibuat, biopori sangat manfaat bagi lingkungan rumah, lho. Yuk, simak apa saja manfaat punya biopori.

    Manfaat Bikin Biopori di Rumah

    1. Mengurai Sampah Organik

    Lubang resapan biopori bisa diandalkan untuk menguraikan sampah organik, terutama sampah dapur. Lubang ini mampu mengurai sampah secara alami dalam beberapa hari saja.

    Mengisi lubang resapan biopori dengan sampah organikMengisi lubang resapan biopori dengan sampah organik Foto: 20detik

    “Kita di rumah SOPAN ini punya 80 lubang biopori, kali 10 kilo (muatan sampah) per lubang itu sudah 800 kilogram. Kita bisa 800 kilogram (sampah organik) per hari kita bisa kelola. Dan itu dalam 4 hari langsung habis di lubang sampah biopori,” katanya.

    2. Menyuburkan Tanah

    Saat proses penguraian, sampah organik sebenarnya sedang berubah menjadi kompos. Nah, kompos ini mengandung berbagai kandungan yang dapat menyuburkan tanah.

    “Tanah kita subur. Karena apa? Kompos kita masukkan langsung ke tanah. Sampah-sampah kita masukkan ke tanah jadi kompos. Jadi dia menyuburkan tanah,” ucapnya.

    Dengan begitu, kamu akan lebih mudah menumbuhkan tanaman di pekarangan rumah.

    “Kita bisa menyuburkan tanaman di sekitarnya yang kita tanam di dekat letak, letaknya lubang biopori,” tuturnya.

    3. Mempercepat Penyerapan Air

    Selain itu, lubang resapan biopori mempercepat penyerapan air ke dalam tanah. Sebab ada lubang sebagai akses masuk air yang mudah.

    Tanah pekarangan pun menjadi lembap dan kandungan air terjaga. Bagi pengguna sumur air pun tidak perlu khawatir kekeringan.

    “Jadi tanah kita kalau bisa dia meresap hujan sebanyak-banyaknya, itu disebutlah kita memanen air hujan. Air hujan nggak bisa dipanen kenapa? Karena nggak ada yang bisa diserap,” jelasnya.

    4. Mencegah Genangan Air

    Lalu, penyerapan air hujan yang lancar akan mencegah terbentuk genangan air. Sony mengingatkan genangan air bisa berbahaya karena bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak.

    “Kalau ada ada genangan yang lengkung gitu, tidak terserap dengan tanah karena tanahnya keras kan? Nah ini (tempat) malaria (penyebab) demam berdarah itu tidur di situ. Karena (nyamuk) demam berdarah itu kan cuma satu hari bisa berkembang biak,” tuturnya.

    Oleh karena itu, Sony menyarankan agar membuat lubang resapan biopori di area tanah yang rawan muncul genangan air.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hal yang Perlu Kamu Perhatikan Kalau Mau Renovasi Rumah Tanpa Arsitek



    Jakarta

    Merenovasi rumah menggunakan arsitek mungkin menjadi keinginan banyak orang. Namun, ada saja kendalanya, misalnya terkait dengan biaya.

    Lalu, apa yang harus dilakukan kalau mau merenovasi rumah tanpa arsitek?

    Founder Studio Piksat, Pikat Satriadji memberikan beberapa tips bagi kalian yang ingin merenovasi rumah tanpa bantuan arsitek. Pertama, banyak belajar.


    “Mau nggak mau harus belajar. Kita cari tahu tren-tren sekarang seperti apa, kita cari tahu (rumah) apa yang kita mau itu harus diapain, referensi cari yang banyak, gali semuanya,” tuturnya kepada detikcom.

    Kedua, jangan terlalu percaya dengan orang lain. Ketiga, harus sabar dan diskusikan dengan orang di rumah. Hal itu dilakukan agar hasil rumah yang direnovasi sesuai dengan yang diharapkan.

    “Jadi ketika mau nge-hire kontraktornya atau mandornya atau tukang bangunannya ini, si yang punya rumah bisa menjelaskan dengan lebih detail ke si tukangnya ini, ‘mas saya mau bikin ini begini, nanti pakai ini ya’,” kata Pikat.

    “Misalnya ‘mas kalau pakai ini panas, mending pakai ini aja’ ‘enggak tapi saya baca gini gini gini’ kan jadi ada counternya, tidak hanya percaya dari satu arah,” sambungnya.

    Keempat, rencanakan dengan matang, mulai dari desain yang diinginkan hingga budget yang akan dikeluarkan. Dengan rencana yang matang serta eksekusi yang tepat, tentunya renovasi rumah yang diinginkan bisa tercapai, tanpa harus ‘nyasar’ ketika melakukannya.

    “Jadi tetap ditulis semuanya, coba direncanakan sebaik mungkin, sebisanya, atau mungkin punya temen yang punya pengalaman renovasi rumah gitu kan, (bisa) tukar pikiran. Sabar dulu aja,” paparnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sama-sama Sumber Air, Ini Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali


    Jakarta

    Setiap rumah wajib memiliki sumber air bersih untuk menunjang kebersihan penghuni dan seisi rumah. Sumber air bersih bisa didapat dari sumur yang terbagi menjadi dua jenis, yakni sumur bor dan sumur gali.

    Seperti namanya, sumur bor dibuat dengan cara dibor menggunakan mesin. Sedangkan sumur gali dibuat dengan teknik menggali secara manual.

    Sumur bor pun menjadi sumber air andalan, terutama ketika musim kemarau tiba. Menurut Hasan seorang tukang sumur bor di kawasan Bogor, sumur bor lebih banyak keuntungannya dibanding sumur gali.


    “Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Lalu, apa saja perbedaan antara sumur bor dan sumur gali? Simak penjelasan berikut ini ya.

    Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

    1. Dimensi Lubang

    Sumur bor dibuat menggunakan mesin bor membuat proses pembuatan lebih mudah menentukan kedalaman tanah yang sampai menemukan sumber air. Sementara sumur gali yang mengandalkan tenaga manual memiliki keterbatasan, sehingga sumur tidak bisa terlalu dalam.

    “Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” ujar Hasan.

    “Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” tambahnya.

    2. Debit Air

    Sumur gali dibuat membentuk diameter sumur yang besar, sehingga membuat debit air semakin besar agar bisa memenuhi kebutuhan. Sedangkan debit air dari sumur bor mengandalkan pompa untuk menyalurkan air.

    “Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” jelasnya.

    3. Waktu Pengerjaan

    Memang biaya pembuatan sumur gali terhitung lebih murah karena dapat dilakukan secara manual dengan menggali sendiri. Akan tetapi, pengerjaan dengan kedalaman dua puluh meter dapat membutuhkan berhari-hari untuk menyelesaikannya.

    Di sisi lain, penggalian sumur bor relatif lebih cepat karena menggunakan mesin bor. Kedalamannya pun tidak masalah selama menemukan sumber air bersih yang dibutuhkan.

    Itulah perbedaan sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Tahu Belum? Ini 3 Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali


    Jakarta

    Sumber air bersih di rumah bisa didapatkan dengan berbagai cara, salah satunya dari sumur yang mengambil air dari dalam tanah. Nah, terdapat dua jenis sumur, yakni sumur bor dan sumur gali.

    Perbedaan utama antara keduanya adalah sumur bor dibuat dengan mesin bor dan sumur gali dengan penggalian manual. Tentunya, kedua jenis sumur itu memiliki keunggulannya masing-masing.

    Namun, Hasan seorang tukang sumur bor di kawasan Bogor menilai sumur bor lebih banyak keuntungannya dibanding sumur gali. Sumur bor pun menjadi sumber air andalan, terutama ketika musim kemarau tiba.


    “Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Lantas, apa perbedaan antara sumur bor dan sumur gali? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

    Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

    Inilah beberapa perbedaan dari sumur bor dan sumur gali.

    1. Dimensi Lubang

    Pembuatan sumur bor menggunakan mesin bor, sehingga prosesnya lebih mudah untuk menentukan kedalaman tanah yang sampai menemukan sumber air. Sementara itu, sumur gali mengandalkan tenaga manual memiliki keterbatasan yang mengakibatkan sumur tidak bisa terlalu dalam.

    “Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” ujar Hasan.

    “Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” tambahnya.

    2. Debit Air

    Bentuk lubang sumur gali memiliki diameter yang besar, sehingga debit air semakin besar agar bisa memenuhi kebutuhan. Adapun debit air dari sumur bor mengandalkan pompa untuk menyalurkan air.

    “Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” jelasnya.

    3. Waktu Pengerjaan

    Meski pembuatan sumur gali lebih murah, pengerjaan dengan kedalaman dua puluh meter dapat membutuhkan berhari-hari untuk menyelesaikannya. Pasalnya penggalian dilakukan sendiri secara manual.

    Berbeda halnya dengan penggalian sumur bor yang relatif lebih cepat karena menggunakan mesin bor. Kedalamannya pun tidak masalah selama menemukan sumber air bersih yang dibutuhkan.

    Itulah perbedaan sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Mirip tapi Tak Sama, Ini 3 Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali



    Jakarta

    Sumber air bersih bisa didapatkan dari dalam tanah. Untuk memperoleh air tersebut, pemilik rumah bisa membuat sumur bor atau sumur gali.

    Kedua sumur itu dibuat dengan menggali lubang yang dalam. Nah, perbedaan utamanya ada pada cara menggali lubang. Sumur bor dibuat dengan mesin bor dan sumur gali dengan penggalian manual.

    Meski sama-sama mengeluarkan air dari dalam tanah, kedua jenis sumur itu memiliki keunggulan masing-masing.


    Seorang tukang sumur bor di kawasan Bogor, Hasan, mengatakan sumur bor lebih banyak keunggulan dibanding sumur gali. Apalagi ketika musim kemarau, sumur bor menjadi sumber air andalan.

    “Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Namun, apa perbedaan sumur bor dan sumur gali? Simak penjelasannya berikut ini

    Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

    Inilah beberapa perbedaan dari sumur bor dan sumur gali.

    1. Debit Air

    Sumur gali memiliki diameter lubang yang besar, sehingga debit air semakin besar buat memenuhi kebutuhan. Berbeda dari sumur bor yang mengandalkan pompa untuk menyalurkan air, sehingga debit air bisa lebih kencang.

    “Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” ucapnya.

    2. Dimensi Lubang

    Kemudian, proses pembuatan sumur bor lebih mudah untuk menentukan kedalaman tanah hingga mencapai sumber air karena menggunakan mesin. Sementara itu, sumur gali mengandalkan tenaga manual, sehingga ada keterbatasan yang membuat sumur tidak bisa terlalu dalam.

    “Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” katanya.

    “Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” sambung Hasan.

    3. Waktu Pengerjaan

    Pembuatan sumur gali dengan kedalaman dua puluh meter bisa menghabiskan waktu berhari-hari. Proses itu memakan waktu lama karena penggalian dilakukan secara manual.

    Sementara itu, pembuatan sumur bor relatif lebih cepat karena memakai mesin bor. Kedalaman lubang tidak menjadi masalah selagi bisa menemukan sumber air.

    Itulah perbedaan antara sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Sumur Bor vs Sumur Gali, Mana yang Lebih Baik buat Rumah?


    Jakarta

    Rumah membutuhkan pasokan air bersih untuk kebutuhan penghuninya. Air tersebut bisa didapatkan dari berbagai sumber, salah satunya dengan membuat sumur air di rumah.

    Untuk membuat sumur air, pemilik rumah bisa memilih antara dua jenis, yaitu sumur bor dan sumur gali. Pembuatan sumur boro menggunakan mesin bor, sedangkan sumur gali dengan teknik gali secara manual.

    Menurut Hasan, tukang sumur bor di kawasan Bogor, sumur bor punya banyak keunggulan daripada sumur gali. Jenis sumur tersebut menjadi sumber air yang diandalkan ketika musim kemarau.


    “Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Memang apa saja perbedaan antara sumur bor dan sumur gali? Berikut ini penjelasannya.

    Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

    Inilah beberapa hal yang membedakan sumur bor dengan sumur gali.

    1. Dimensi Lubang

    Pembuatan sumur bor dengan mesin memudahkan tukang untuk menentukan kedalaman buat menemukan sumber air. Berbeda halnya dengan sumur gali yang tidak bisa dibuat terlalu dalam karena pembuatannya menggunakan tenaga manual.

    “Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” katanya.

    “Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” Sambung Hasan.

    2. Waktu Pengerjaan

    Membuat sumur gali memang lebih murah ketimbang sumur bor karena pakai cara manual. Namun, pengerjaannya cukup lama, bisa berhari-hari untuk menggali sumur sedalam dua puluh meter.

    Sementara itu, penggalian sumur bor lebih cepat dengan bantuan mesin. Dengan begitu, proses penggalian lebih cepat. Kedalaman lubang pun tidak menjadi kendala selama sumber air bersih ditemukan.

    3. Debit Air

    Sumur gali dibuat dengan diameter yang besar sehingga memungkinkan debit air juga besar. Sementara itu, besarnya debit air sumur bor mengandalkan pompa air.

    “Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” tuturnya.

    Itulah perbedaan antara sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com