Tag: galian

  • Kisaran Harga Pasir Bangka per 1 Truk Terbaru 2025


    Jakarta

    Pasir merupakan salah satu bahan material yang digunakan dalam membangun rumah. Pasir untuk konstruksi bangunan terdiri dari berbagai macam jenis, salah satunya adalah pasir bangka.

    Sesuai namanya, pasir ini berasal dari Kepulauan Bangka Belitung. Pasir bangka memiliki tekstur halus dan lembut serta disebut punya kualitas yang sangat baik sehingga ideal digunakan dalam konstruksi.

    Warna pasir bangka cukup beragam karena tergantung dari tempat galian serta kondisi cuaca saat penggalian pasir. Ada pasir yang berwarna putih bersih, cokelat, cokelat keputihan, dan kuning kecokelatan. Namun, lebih banyak ditemukan pasir bangka berwarna putih.


    Dalam konstruksi, pasir bangka kerap digunakan untuk pembuatan beton, plester, cor, dan lain sebagainya. Apabila kamu ingin membeli pasir jenis ini sebaiknya ketahui dulu kisaran harganya di toko bangunan.

    Untuk lebih lengkapnya, cek kisaran harga pasir bangka terbaru per 1 truk dalam artikel ini.

    Kisaran Harga Pasir Bangka per 1 Truk

    Ada banyak toko bangunan yang menjual pasir bangka. Sejumlah toko bahkan menyediakan pasir ini dalam berbagai warna, yakni putih, krem, dan kuning kecokelatan.

    Secara umum, pasir bangka dijual dalam hitungan per truk. Dalam satu truk dapat mengangkut sekitar 6,5-7 meter kubik (m3) pasir bangka.

    Untuk harga pasir bangka dapat berbeda-beda tergantung kualitas, ada yang menjual kualitas premium hingga super. Selain itu, perbedaan harga juga tergantung dari wilayah penjualan.

    Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Rabu (2/7/2025), berikut kisaran harga pasir bangka per 1 truk di 2025:

    • Pasir bangka super wilayah Jakarta-Tangerang: Rp 2.850.000/truk
    • Pasir bangka super wilayah Depok-Bekasi: Rp 2.950.000/truk
    • Pasir bangka super wilayah Cibitung-Bogor: Rp 3.000.000/truk.
    • Pasir bangka premium putih: Rp 1.930.000/truk
    • Pasir bangka grade A cokelat: Rp 1.845.000/truk
    • Pasir bangka super krem: Rp 1.900.000/truk
    • Pasir bangka super kuning kecokelatan: Rp 2.675.000/truk.

    Sebagai catatan, harga di atas bisa mengalami perubahan sewaktu-waktu tergantung dari kebijakan toko bangunan. Selain itu, harga yang tertera masih berupa estimasi, sehingga bisa terjadi perbedaan di sejumlah wilayah.

    Itu dia kisaran harga pasir bangka terbaru per 1 truk di 2025. Sebelum membelinya, pastikan detikers sudah berkonsultasi dengan kontraktor agar bisa membeli pasir sesuai kebutuhan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencegah Air Sumur Berwarna Kuning dan Berbau



    Jakarta

    Air sumur masih menjadi sumber utama kebutuhan air bersih bagi sebagian besar masyarakat, mulai dari untuk mandi, mencuci, hingga memasak. Namun, tak sedikit penghuni rumah yang mengeluhkan air sumur berwarna kuning dan mengeluarkan bau tak sedap. Jika dibiarkan, hal ini bisa berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup sehari-hari.

    Air bersih yang layak konsumsi seharusnya tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Jika air sumur di rumahmu tidak memenuhi kriteria ini, bisa jadi sumber air sudah terkontaminasi oleh bakteri atau zat kimia dari dalam tanah.

    Lantas, bagaimana cara mencegah dan mengatasi air sumur yang berbau dan berwarna?


    Penyebab Air Sumur Berbau dan Berwarna

    Menurut Minnesota Department of Health, ada dua penyebab umum air sumur menjadi bau dan berubah warna:

    Gas Hidrogen Sulfida (H₂S)

    Gas ini membuat air beraroma seperti telur busuk. H₂S bisa muncul secara alami akibat proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan bebatuan. Jika kadar gas ini tinggi, air bisa berbahaya untuk digunakan.

    Bakteri Sulfur

    Bakteri ini membantu memproduksi gas H₂S dan merangsang pertumbuhan bakteri lain, seperti bakteri besi. Akibatnya, sistem perpipaan bisa tersumbat lendir, dan muncul noda hitam atau korosi pada logam di rumah.

    Cara Mengatasi dan Mencegah Air Sumur yang Bau dan Kuning

    Jika air sumur di rumah sudah menunjukkan tanda-tanda bau, keruh, atau menimbulkan kerak hitam pada pipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit bisa berfungsi sebagai disinfektan untuk menjernihkan sekaligus menghilangkan bau pada air sumur. Namun, setelah ditambahkan kaporit, air tidak bisa langsung digunakan. Tunggu beberapa hari sampai baunya benar-benar hilang.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bakteri penyebab bau kerap menempel di dinding sumur. Kamu bisa menggunakan cairan klorin untuk membersihkannya secara menyeluruh agar air kembali jernih dan bebas aroma tak sedap.

    3. Perdalam Galian Sumur

    Air kuning dan keruh bisa terjadi karena sumur terlalu dangkal. Pertimbangkan menggali lebih dalam dan melapisi dinding sumur dengan beton agar tidak mudah tercemar air permukaan.

    4. Disinfeksi Secara Menyeluruh

    Jika bau masih membandel, lakukan disinfeksi menggunakan larutan klorin yang lebih kuat. Untuk hasil maksimal dan aman, sebaiknya gunakan jasa profesional yang ahli dalam sterilisasi air sumur.

    5. Buat Sumur Baru

    Jika semua cara sudah dicoba dan sumber air masih tercemar, membuat sumur baru bisa jadi solusi terakhir. Cari lokasi berbeda yang lebih steril atau pertimbangkan untuk berlangganan air bersih dari penyedia layanan resmi.

    Dengan perawatan dan tindakan yang tepat, air sumur yang kuning dan berbau bisa dihindari. Pastikan untuk selalu rutin mengecek kondisi air di rumah agar tetap aman dan sehat untuk digunakan sehari-hari.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Cegah Air Sumur dan PAM Menguning Serta Berbau



    Jakarta

    Salah satu kebutuhan rumah tangga yang utama adalah ketersediaan air bersih. Air bersih bisa dipakai untuk mencuci, memasak, minum juga mandi.

    Oleh sebab itu, air yang digunakan harus bersih dan tidak mengandung senyawa-senyawa berbahaya. Saat ini, sumber air yang paling umum adalah berasal dari sumur atau perusahaan air minum (PAM).

    Apa jadinya bila air menguning atau berbau? Bolehkah tetap dipakai? Apa yang harus dilakukan?


    Penyebab Air Sumur Berbau dan Berwarna

    Menurut Minnesota Department of Health, ada dua penyebab umum air sumur menjadi bau dan berubah warna:

    Gas Hidrogen Sulfida (H₂S)

    Gas ini membuat air beraroma seperti telur busuk. H₂S bisa muncul secara alami akibat proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan bebatuan. Jika kadar gas ini tinggi, air bisa berbahaya untuk digunakan.

    Bakteri Sulfur

    Bakteri ini membantu memproduksi gas H₂S dan merangsang pertumbuhan bakteri lain, seperti bakteri besi. Akibatnya, sistem perpipaan bisa tersumbat lendir, dan muncul noda hitam atau korosi pada logam di rumah.

    Cara Mengatasi dan Mencegah Air Sumur yang Bau dan Kuning

    Jika air sumur di rumah sudah menunjukkan tanda-tanda bau, keruh, atau menimbulkan kerak hitam pada pipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit bisa berfungsi sebagai disinfektan untuk menjernihkan sekaligus menghilangkan bau pada air sumur. Namun, setelah ditambahkan kaporit, air tidak bisa langsung digunakan. Tunggu beberapa hari sampai baunya benar-benar hilang.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bakteri penyebab bau kerap menempel di dinding sumur. Kamu bisa menggunakan cairan klorin untuk membersihkannya secara menyeluruh agar air kembali jernih dan bebas aroma tak sedap.

    3. Perdalam Galian Sumur

    Air kuning dan keruh bisa terjadi karena sumur terlalu dangkal. Pertimbangkan menggali lebih dalam dan melapisi dinding sumur dengan beton agar tidak mudah tercemar air permukaan.

    4. Disinfeksi Secara Menyeluruh

    Jika bau masih membandel, lakukan disinfeksi menggunakan larutan klorin yang lebih kuat. Untuk hasil maksimal dan aman, sebaiknya gunakan jasa profesional yang ahli dalam sterilisasi air sumur.

    5. Buat Sumur Baru

    Jika semua cara sudah dicoba dan sumber air masih tercemar, membuat sumur baru bisa jadi solusi terakhir. Cari lokasi berbeda yang lebih steril atau pertimbangkan untuk berlangganan air bersih dari penyedia layanan resmi.

    Dengan perawatan dan tindakan yang tepat, air sumur yang kuning dan berbau bisa dihindari. Pastikan untuk selalu rutin mengecek kondisi air di rumah agar tetap aman dan sehat untuk digunakan sehari-hari.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Air Sumur Berbau dan Berwarna? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Rumah harus punya aliran air bersih buat menunjang aktivitas penghuninya. Namun, terkadang ada sejumlah rumah yang air sumurnya berbau dan berwarna.

    Kondisi seperti itu bisa bikin penghuni rumah ragu-ragu untuk menggunakan airnya. Sebab, dikhawatirkan air tidak bersih dan mengandung senyawa berbahaya buat dikonsumsi.

    Lantas, kenapa air bisa berbau dan berwarna ya? Lalu, bagaimana cara mengatasi air seperti itu?


    Penyebab Air Berbau dan Berwarna

    Inilah dua penyebab air berbau dan berwarna menurut Minnesota Department of Health.

    Gas Hidrogen Sulfida (H2S)

    Jika mencium aroma seperti telur busuk pada air, kemungkinan itu disebabkan oleh gas hidrogen sulfida (H2S). Gas tersebut muncul secara alami akibat proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan bebatuan. Air akan berbahan untuk digunakan kalau mengandung gas ini dalam kadar yang tinggi.

    Bakteri Sulfur

    Bakteri sulfur membantu memproduksi gas H₂S dan merangsang pertumbuhan bakteri lain seperti bakteri besi. Alhasil, sistem perpipaan dapat tersumbat lendir dan muncul noda hitam atau korosi pada logam di rumah.

    Cara Mengatasi Air Sumur Berbau dan Berwarna

    Jika air di rumah bau, keruh, atau menimbulkan kerak hitam pada pipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit berfungsi sebagai disinfektan yang dapat menjernihkan sekaligus menghilangkan bau pada air sumur. Setelah menambahkan kaporit ke sumur, penghuni perlu menunggu beberapa hari sampai baunya hilang untuk menggunakan airnya.

    2. Disinfeksi secara Menyeluruh

    Kalau air masih berbau, lakukan disinfeksi menggunakan larutan klorin yang lebih kuat. Sebaiknya gunakan jasa ahli sterilisasi air sumur untuk mendapat hasil maksimal dan aman.

    3. Bersihkan Dinding Sumur

    Selain itu, pemilik dapat menggunakan cairan klorin untuk membersihkan dinding sumur secara menyeluruh. Sebab, bakteri penyebab bau kerap menempel pada dinding sumur.

    4. Perdalam Galian Sumur

    Sumur yang terlalu dangkal bisa jadi penyebab air keruh dan kuning. Pemilik dapat menggali sumur lebih dalam dan melapisi dinding sumur dengan beton agar air tidak mudah tercemar air permukaan.

    5. Buat Sumur Baru

    Terakhir, pemilik bisa mempertimbangkan untuk membuat sumur baru kalau segala upaya tidak berhasil. Cari lokasi berbeda yang lebih steril atau berlangganan air bersih dari penyedia layanan resmi.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi air sumur yang berbau dan berwarna. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cek Harga Pasir Bangka untuk Bangunan per 1 Truk di 2025


    Jakarta

    Pasir merupakan bahan baku utama yang digunakan dalam membangun rumah. Perlu diketahui, pasir bangunan juga terdiri dari beberapa jenis, salah satunya pasir bangka.

    Sesuai namanya, pasir jenis ini berasal dari Kepulauan Bangka Belitung. Pasir bangka memiliki ciri khas tekstur yang halus dan lembut, serta diklaim punya kualitas yang sangat baik sehingga ideal digunakan dalam konstruksi bangunan.

    Pasir bangka punya warna yang berbeda-beda karena tergantung dari tempat galian serta kondisi cuaca saat menggali pasir. Ada pasir bangka berwarna putih bersih, cokelat, cokelat keputihan, dan kuning kecokelatan. Umumnya lebih banyak pasir bangka putih yang dijual di toko-toko bangunan.


    Jika berencana ingin membeli pasir bangka untuk bahan material bangunan, sebaiknya cek dahulu kisaran harga yang terbaru di 2025 dalam artikel ini.

    Harga Pasir Bangka per 1 Truk Terbaru 2025

    Biasanya pasir bangka dijual dalam hitungan per truk. Dalam satu dump truck dapat mengangkut sekitar 6,5-7 meter kubik pasir bangka.

    Harga pasir bangka dapat berbeda-beda tergantung dari kualitasnya, ada yang kualitas premium hingga super. Lalu, perbedaan harga juga tergantung dari lokasi penjualan.

    Dari pantauan detikProperti di berbagai toko bangunan online, Selasa (18/11/2025), berikut kisaran harga pasir bangka per 1 truk terbaru di 2025:

    • Pasir bangka grade Super wilayah Jakarta: Rp 1.850.000-1.950.000 per truk
    • Pasir bangka grade Premium wilayah Jakarta: Rp 2.150.000-2.850.000 per truk
    • Pasir bangka grade Premium wilayah Depok-Bekasi: Rp 2.950.000 per truk
    • Pasir bangka grade Premium wilayah Cibitung-Bogor: Rp 3.000.000 per truk
    • Pasir bangka putih: Rp 1.950.000 per truk
    • Pasir bangka krem: Rp 2.050.000 per truk
    • Pasir bangka cokelat: Rp 1.900.0000 per truk.

    Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dari masing-masing kebijakan toko bangunan. Selain itu, harga yang tertera masih berupa estimasi di wilayah Jabodetabek saja, sehingga dapat terjadi perbedaan harga di sejumlah wilayah lainnya.

    Demikian kisaran harga pasir bangka terbaru per 1 truk di November 2025. Sebelum membelinya, pastikan detikers sudah berkonsultasi dengan kontraktor agar bisa membeli pasir sesuai kebutuhan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com