Tag: galon

  • Kok Bisa Air Minum di Galon Berlumut? Penyebab hingga Cara Cegahnya



    Jakarta

    Banyak orang menggunakan galon untuk memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari di rumah. Selain praktis, galon air minum juga bisa diisi ulang berkali-kali.

    Namun, banyak orang yang masih abai terhadap kebersihan galon air minum. Galon air minum yang tidak terawat bisa membuat lumut tumbuh subur. Hal tersebut membuat air minum jadi terkontaminasi dan bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

    Nah, agar galon bersih dari lumut, kamu harus tahu penyebab galon air minum bisa berlumut dan bagaimana cara merawatnya. Mari simak penjelasan berikut!


    Penyebab Galon Air Minum Berlumut

    Mengutip dari Tanindo, Senin (22/1/2024), berikut beberapa penyebab galon air minum bisa berlumut.

    Perawatan Filter yang Tidak Sesuai

    Cara membersihkan galon yang berlumut sangat bergantung pada kondisi air bakunya serta jumlah penjualan galon setiap harinya.

    Semakin rendah kualitas air baku dan banyak penjualan, maka kamu harus sering membersihkan tabung filter. Sementara untuk pergantian media filternya bisa kamu lakukan antara 1,5 hingga 2 tahun sekali.

    Jumlah Penyaring Air Tak Sesuai

    Jika kondisi dari air bakunya jernih, serta kadar pH sesuai pada air normal yakni pada rentang 6.5 sampai 8.5. Namun, lumut dapat tumbuh subur jika air bakunya adalah air PAM atau dari sumur bor dalam kondisi yang keruh. Maka, jumlah penyaringnya bisa kamu perlukan akan lebih banyak.

    Sering Terpapar Sinar Matahari

    Sebenarnya, faktor utama yang menyebabkan galon berlumut adalah terlalu sering terpapar sinar matahari. Seperti yang sudah kamu ketahui, bahwa lumut merupakan tanaman yang membutuhkan sinar matahari untuk melakukan fotosintesis. Jadi, semakin sering tangki air terpapar sinar matahari secara langsung, maka akan semakin besar kemungkinan galon ditumbuhi lumut.

    Bahaya Galon Air Minum yang Berlumut

    Galon air minum yang berlumut tentunya membuat kualitas airnya menjadi tak layak untuk dikonsumsi. Apalagi jika kamu meminumnya tanpa mengetahuinya, akan ada bahaya kesehatan yang mengancam. Berikut beberapa diantaranya.

    Beresiko Mengalami Keracunan

    Filter air dan galon yang berlumut dapat menyebabkan kamu keracunan. Pasalnya, kualitas air yang tidak terjamin mutunya pasti akan mengandung virus dan bakteri berbahaya. Sehingga akan menimbulkan risiko keracunan lebih besar.

    Mengalami Infeksi Saluran Pencernaan

    Selain bisa menyebabkan keracunan, filter air dan galon yang kotor bisa menyebabkan berkembangnya bakteri escherichia coli atau E.Coli yang menyebabkan infeksi saluran pencernaan.

    Cara Membersihkan Galon Air Minum yang Berlumut

    Penggunaan galon air dalam waktu yang cukup lama tanpa adanya perawatan yang tepat tentunya bisa membuat galon menjadi kotor dan lumutan. Berikut ini ada beberapa cara membersihkan galon berlumut yang bisa kamu coba:

    Pilih Penyaringan Air yang Tepat

    Cara membersihkan galon yang lumutan pertama adalah dengan melakukan penyaringan air dengan tepat. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, galon yang kotor dan berlumut bisa terjadi karena penyaringan airnya yang tidak sempurna.

    Jika air yang kamu gunakan berasal dari sumur atau PDAM, maka kamu perlu menggunakan lebih banyak penyaring. Hal ini karena air dari kedua sumber tersebut biasanya berwarna lebih keruh.

    Pada proses penyaringan pun juga harus memperhatikan dari mana air itu berasal. Jika air berasal dari pegunungan yang warnanya lebih jernih, maka kamu bisa menggunakan pasir silika dan karbon aktif sebagai bahan penyaring.

    Rawat Galon Air Minum Secara Berkala

    Untuk mencegah galon air minum kamu tidak lumutan lagi, jangan lupa untuk selalu melakukan perawatan secara rutin. Terutama untuk bagian filternya yang tergantung pada darimana air yang kamu gunakan tersebut.

    Jika kamu menggunakan air dari pegunungan, maka kamu bisa melakukan perawatan 2 sampai 3 bulan sekali. Tetapi, jika kamu menggunakan air dari PDAM atau sumber lain dengan air yang cenderung keruh, maka kamu perlu melakukan pembersihan 1 minggu sekali.

    Pembersihan filter ini juga tergantung dari jumlah galon yang terjual. Jadi, jika jumlah galon terjual kurang dari 50 per harinya, maka kamu bisa melakukan pembersihan filter 1 minggu sekali saja. Namun, jika penjualan lebih dari 50 galon, maka kamu bisa melakukan pembersihan filter 2 minggu sekali.

    Jauhkan Galon Air Minum dari Paparan Sinar Matahari Langsung

    Selanjutnya, jangan biarkan galon air minum terpapar sinar matahari secara langsung. Selain dari sinar matahari secara langsung, ternyata pantulan sinar dari lantai keramik juga bisa menjadi penyebab galon berlumut lho!

    Lebih baik kamu meletakkan galon air minum pada ruangan dengan ventilasi yang bagus. Sebab, ventilasi yang cukup dapat mencegah lumut tumbuh.

    Hal tersebut juga berlaku pada galon yang sudah terisi dengan air. Jika galon sudah berisi air dan berada dalam ruangan yang panas serta terpapar sinar matahari secara langsung. Maka, hal ini akan memicu tumbuhnya lumut karena pantulan panas akan mengenai galon.

    Sikat Galon Air Minum Secara Berkala

    Cara terakhir adalah dengan membersihkannya dengan sikat galon khusus. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan pasir bersih sebanyak 2 hingga 3 genggam. Masukkan pasir bersih tersebut ke dalam galon dan tambahkan sedikit air. Setelah itu, guncang-guncangkan galon sampai lumutnya menghilang.

    Demikian penyebab galon air minum berlumut dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Dispenser Galon Atas atau Bawah Mana yang Lebih Baik? Ini Bedanya


    Jakarta

    Dispenser adalah alat yang mempermudah penggunanya untuk mengambil air tanpa perlu mengangkat galon setiap hendak minum. Dispenser juga penggunaannya sangat efisien dan beberapa diantaranya menyediakan fitur penyediaan air panas dan dingin.

    Tidak heran jika dispenser tersedia hampir di setiap rumah, selain karena fungsinya yang efisien, juga dispenser memiliki 2 tempat meletakkan galon yakni di atas dan di bawah.

    Keduanya sama-sama bisa mengeluarkan air dengan mudah. Adanya dua cara meletakkan galon di dispenser ini sebagai pilihan bagi pengguna yang tidak bisa mengangkat galon air yang berat seperti lansia, ibu hamil, atau orang yang cedera. Pemasangan galon biasanya bisa meminta bantuan dari petugas yang mengantarkan ke rumah, tetapi tidak semua penjual galon memiliki layanan ini.


    Sebelum memutuskan untuk menggunakan dispenser galon di atas atau di bawah ketahui kelebihan dan kekurangannya menurut situs cookindocs.com yang dikutip pada Rabu (21/2/2024) sebagai berikut.

    Kelebihan Dispenser Galon Atas

    1. Meletakkan galon atas cukup dengan mengganti dengan tutup berlubang dan badan galon dipasang secara terbalik.
    2. Harga dispenser dengan letak galon di atas lebih murah dan terjangkau.
    3. Lebih mudah mengetahui kapan air perlu diisi ulang.

    Kekurangan Dispenser Galon Atas

    1. Dispenser galon atas membutuhkan waktu lama untuk membuat air panas karena bagian atas yang terbuka membuat sirkulasi pemanasan dan pendinginannya lebih lama.
    2. Mengangkat galon yang tengahnya berlubang pasti membuat air berceceran di lantai jika galon terkena guncangan. Selain itu, mengangkat galon berat bisa membuat membuat punggung sakit.
    3. Dispenser galon atas perlu dibersihkan secara rutin karena debu biasa menumpuk di sekitar lubang. Sebaiknya setiap mengganti galon air, dispenser juga dibersihkan.

    Kelebihan Dispenser Galon Bawah

    1. Desain galon ini memasukkan galon dari bawah dan tidak perlu diangkat. Dispenser ini menyediakan ruang kosong di bagian bawah dan ada selang yang berfungsi untuk memompa air naik ke atas.
    2. Galon dan air terjamin kebersihannya karena tempat galon tertutup.
    3. Proses pemanasan dan pendinginan air jauh lebih cepat karena galon berada di tempat yang tertutup.

    Kekurangan Dispenser Galon Bawah

    1. Dispenser galon bawah memiliki teknologi tambahan untuk membantu air naik ke atas. Selain itu pemasangannya yang jauh lebih aman membuat peminatnya meningkat sehingga harga galon ini jauh lebih mahal.

    2. Ketersediaan air harus sering di cek karena tidak terlihat dari luar.

    3. Lebih sulit dibersihkan karena biasanya bagian-bagian tertentu tidak bisa dibersihkan karena berat dan memang tidak bisa dilepas.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Memilih Tandon Air yang Bagus dan Tepat untuk Rumah


    Jakarta

    Tandon air adalah tangki penyimpanan air yang biasanya digunakan di rumah, gedung, atau bangunan lainnya. Tandon air disebut juga toren air.

    Tandon ini berfungsi untuk menampung air bersih, dari sumur, saluran air, atau dari penyedia air umum. Maka dari itu, memilih tandon air yang tepat menjadi langkah penting untuk memastikan pasokan air yang cukup dan berkualitas di rumah.

    Cara Memilih Tandon Air

    Dikutip dari laman Water Runner dan Penguin (salah satu produsen tangki air di Indonesia), berikut adalah beberapa tips dalam memilih tandon air:


    1. Menentukan Ukuran Tandon Air

    Menentukan ukuran tangki penyimpanan air dilakukan menilai kebutuhan air rumah tangga.

    Hal ini bisa kamu pertimbangkan dengan berapa jumlah penghuni di rumah, pola penggunaan air harian, serta aktivitas spesifik apa pun yang mungkin membutuhkan pasokan air lebih banyak (seperti berkebun atau punya ternak).

    Mengukur kebutuhan air akan meletakkan dasar untuk memilih ukuran tangki yang tepat.

    2. Mempertimbangkan Variasi Musiman dan Situasi Darurat

    Memperhitungkan variasi musiman dan skenario darurat, juga termasuk dalam langkah untuk memilih tandon air. Jadi, saat musim kemarau, kapasitas penyimpanan yang lebih besar akan sangat berharga.

    Selain itu pilihlah bahan/jenis tangki air yang bisa bebas lumut, memiliki tingkat perlindungan UV tertinggi, dan memiliki garansi panjang.

    3. Kesediaan Ruang

    Besar kecilnya tangki air juga perlu disesuaikan dengan ruang yang tersedia. Pasalnya, kepraktisan dan ruang yang tersedia berperanan penting.

    Perkirakan tempat pemasangan tangki perlu di mempertimbangkan dimensi, bentuk, dan peraturan setempat mengenai penempatan tangki.

    Hal ini bertujuan untuk memastikan tangki bisa dipasang, dengan sempurna di rumah tanpa mengurangi fungsionalitas.

    4. Mengantisipasi Kebutuhan Masa Depan

    Berinvestasi dalam wadah air untuk rumah tangga juga termasuk komitmen jangka panjang. Maka dari itu, memilih tangki dengan ruang yang cukup untuk pertumbuhan akan memastikan sistem penyimpanan air tetap relevan dan efektif seiring dengan kebutuhan terus berubah.

    5. Menghitung Kapasitas Tangki

    Menghitung kapasitas tangki yang tepat bisa dengan mencari keseimbangan antara memenuhi kebutuhan, sekaligus menyediakan cadangan untuk permintaan tak terduga.

    Untuk penggunaan tandon air rumah tangga pada umumnya, standar industri menyarankan kisaran 50-100 galon per orang per hari. Namun, hal ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dan keadaan.

    6. Warna Tangki

    Tandon air ukurannya cukup besar untuk terlihat dari luar rumah. Oleh karena itu, warnanya juga perlu disesuaikan dengan tema eksterior rumah. Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu tampilan eksterior rumah.

    7. Material Tersertifikasi

    Pemilihan tandon air juga perlu, yakni yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), Food Grade dan BPA Free. Dengan begitu air bisa aman digunakan untuk berbagai keperluan.

    8. Konsultasi dengan Ahli

    Sekiranya masih bingung dan ragu, mintalah saran dari para profesional dalam bidang penyimpanan air.

    Mereka akan memberikan informasi tentang peraturan setempat, menawarkan rekomendasi berdasarkan situasi, dan memastikan bahwa kamu memilih tangki penyimpanan air yang paling sesuai dengan kebutuhan.

    Itu tadi penjelasan seputar cara memilih tandon air yang tepat. Dengan pertimbangan yang baik, ini akan membantu kalian dalam penyimpanan air yang disesuaikan dengan gaya hidup. Semoga membantu.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Memilih Tandon Air yang Bagus dan Tepat untuk Rumah


    Jakarta

    Tandon air adalah tangki penyimpanan air yang biasanya digunakan di rumah, gedung, atau bangunan lainnya. Tandon air disebut juga toren air.

    Tandon ini berfungsi untuk menampung air bersih, dari sumur, saluran air, atau dari penyedia air umum. Maka dari itu, memilih tandon air yang tepat menjadi langkah penting untuk memastikan pasokan air yang cukup dan berkualitas di rumah.

    Cara Memilih Tandon Air

    Dikutip dari laman Water Runner dan Penguin (salah satu produsen tangki air di Indonesia), berikut adalah beberapa tips dalam memilih tandon air:


    1. Menentukan Ukuran Tandon Air

    Menentukan ukuran tangki penyimpanan air dilakukan menilai kebutuhan air rumah tangga.

    Hal ini bisa kamu pertimbangkan dengan berapa jumlah penghuni di rumah, pola penggunaan air harian, serta aktivitas spesifik apa pun yang mungkin membutuhkan pasokan air lebih banyak (seperti berkebun atau punya ternak).

    Mengukur kebutuhan air akan meletakkan dasar untuk memilih ukuran tangki yang tepat.

    2. Mempertimbangkan Variasi Musiman dan Situasi Darurat

    Memperhitungkan variasi musiman dan skenario darurat, juga termasuk dalam langkah untuk memilih tandon air. Jadi, saat musim kemarau, kapasitas penyimpanan yang lebih besar akan sangat berharga.

    Selain itu pilihlah bahan/jenis tangki air yang bisa bebas lumut, memiliki tingkat perlindungan UV tertinggi, dan memiliki garansi panjang.

    3. Kesediaan Ruang

    Besar kecilnya tangki air juga perlu disesuaikan dengan ruang yang tersedia. Pasalnya, kepraktisan dan ruang yang tersedia berperanan penting.

    Perkirakan tempat pemasangan tangki perlu di mempertimbangkan dimensi, bentuk, dan peraturan setempat mengenai penempatan tangki.

    Hal ini bertujuan untuk memastikan tangki bisa dipasang, dengan sempurna di rumah tanpa mengurangi fungsionalitas.

    4. Mengantisipasi Kebutuhan Masa Depan

    Berinvestasi dalam wadah air untuk rumah tangga juga termasuk komitmen jangka panjang. Maka dari itu, memilih tangki dengan ruang yang cukup untuk pertumbuhan akan memastikan sistem penyimpanan air tetap relevan dan efektif seiring dengan kebutuhan terus berubah.

    5. Menghitung Kapasitas Tangki

    Menghitung kapasitas tangki yang tepat bisa dengan mencari keseimbangan antara memenuhi kebutuhan, sekaligus menyediakan cadangan untuk permintaan tak terduga.

    Untuk penggunaan tandon air rumah tangga pada umumnya, standar industri menyarankan kisaran 50-100 galon per orang per hari. Namun, hal ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dan keadaan.

    6. Warna Tangki

    Tandon air ukurannya cukup besar untuk terlihat dari luar rumah. Oleh karena itu, warnanya juga perlu disesuaikan dengan tema eksterior rumah. Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu tampilan eksterior rumah.

    7. Material Tersertifikasi

    Pemilihan tandon air juga perlu, yakni yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), Food Grade dan BPA Free. Dengan begitu air bisa aman digunakan untuk berbagai keperluan.

    8. Konsultasi dengan Ahli

    Sekiranya masih bingung dan ragu, mintalah saran dari para profesional dalam bidang penyimpanan air.

    Mereka akan memberikan informasi tentang peraturan setempat, menawarkan rekomendasi berdasarkan situasi, dan memastikan bahwa kamu memilih tangki penyimpanan air yang paling sesuai dengan kebutuhan.

    Itu tadi penjelasan seputar cara memilih tandon air yang tepat. Dengan pertimbangan yang baik, ini akan membantu kalian dalam penyimpanan air yang disesuaikan dengan gaya hidup. Semoga membantu.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com