Tag Archives: gantung

Sulap Dinding Rumah Jadi Playground Kucing, Begini Caranya


Jakarta

Hewan peliharaan telah menjadi bagian penting dari banyak keluarga saat ini. Hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi tren desain serta dekorasi rumah yang dibuat ramah hewan.

Banyak orang kini memasang fasilitas seperti bak mandi khusus anjing, catio (teras kucing), dan berbagai elemen lain untuk memastikan kenyamanan hewan peliharaan mereka di rumah.

Nah, saat ini ada pula pemilik rumah yang mulai berkreasi dengan membuat dinding kucing.


Apa Itu Dinding Kucing?

Dinding kucing dapat disesuaikan dan dirancang sesuai selera, namun umumnya terdiri dari beberapa rak yang dipasang berdekatan, memungkinkan kucing untuk melompat dari satu titik ke titik lainnya.

Dengan kata lain, ini semacam playground agar kucing bisa bermain di rumah.

Pengaturan yang lebih kompleks sering kali mencakup tempat tidur gantung untuk bersantai, tangga untuk memanjat, serta area berkarpet yang bisa dicakar.

Melansir Better Homes Garden, pada Minggu (20/10/2024), dalam beberapa tahun terakhir, dinding kucing semakin populer di TikTok dengan lebih dari 150 juta unggahan ber-tag #CatShelves.

Popularitas ini sebagian besar didorong oleh faktor hiburan, karena memasang dinding kucing bisa diibaratkan menciptakan panggung untuk video kucing lucu, di mana pemilik dapat menyaksikan kucing mereka melompat-lompat dan menjelajahi area bermain baru mereka.

Dinding kucing juga memberikan solusi praktis, terutama jika kamu tinggal di ruang yang terbatas. Kamu hanya membutuhkan dinding kosong (beberapa desain dinding kucing bahkan menyediakan rak untuk dekorasi manusia).

Alih-alih menempatkan menara kucing besar di rumah, dinding kucing bisa menjadi pilihan yang lebih hemat ruang dan anggaran.

Rak-rak ini dapat sepenuhnya disesuaikan dengan ruang dan kebutuhan kucing kamu. Jika kucing kamu cenderung malas, kamu bisa menyediakan tempat untuk tidur dan bersantai.

Namun, jika kucing kamu aktif dan suka memanjat, rak tradisional dan tangga panjat mungkin menjadi pilihan yang lebih cocok.

Cara Membuatnya

Jika kamu ingin menambahkan dinding kucing di rumah, langkah pertama adalah merencanakan secara detail elemen yang akan disertakan.

Sebelum memulai pemasangan, pastikan kamu telah menyiapkan semua komponen yang diperlukan serta tata letaknya.

Pertimbangkan kemampuan dan kebutuhan kucing kamu, pastikan tempat bertengger dipasang cukup dekat agar kucing dapat melompat dengan mudah tanpa risiko cedera.

Dinding kucing sebaiknya menarik dan sedikit menantang untuk menjaga minat kucing, namun tetap bisa dilewati dengan aman.

Setelah rencana siap, kamu dapat mulai membangun. Pemasangan rak atau tali sebagian besar sama seperti pemasangan rak biasa di dinding, namun karena kucing akan melompat dan memanjat, pastikan semua terpasang dengan aman.

Gunakan perangkat keras yang kuat, seperti jangkar drywall, untuk menahan beban kucing kamu agar rak tidak jatuh atau rusak.

Untuk hasil yang lebih tahan lama, temukan tiang di dinding untuk memasang rak dan tempat bertengger. Gunakan level dan pensil untuk menandai posisi sebelum memulai pemasangan.

Kamu juga memerlukan bor untuk membuat lubang awal dan memasang sekrup serta braket.

Setelah semua terpasang, kamu bisa mendekorasinya dengan mainan atau alas garuk sesuai keinginan.

Berkreasilah seluas yang kamu bisa karena, ada banyak inspirasi yang bisa kamu temukan untuk menciptakan taman bermain yang menyenangkan bagi kucing kamu, dan kamu akan menikmati melihat mereka bermain di lintasan rintangan baru mereka.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

6 Ide Menarik Optimalkan Penyimpanan untuk Kamar Tidur Kecil


Jakarta

Memiliki kamar tidur kecil membuat kamu harus berhati-hati dalam hal penyimpanan barang di kamar kamu. Pastikan kamu memiliki tempat untuk setiap barang dan meletakkan setiap barang pada tempatnya untuk menciptakan suasana kamar tidur bebas dari kekacauan.

Penting untuk merapikan tempat tidur penyimpanan pakaian kamu, jangan lupa untuk menyediakan tempat penyimpanan untuk barang-barang lainnya. Hal ini membuat kamar tidur kamu tidak terlihat berantakan dan kacau.

Melansir The Spruce, Minggu (20/10/2024), berikut beberapa ide penyimpanan untuk kamar tidur kecil kamu agar tetap rapi dan mudah di akses.


Pilih Meja Penyimpanan

Saat memilih perabotan kamar tidur, sebaiknya carilah meja yang dilengkapi dengan tempat penyimpanan internal, seperti laci atau tempat kamu dapat menyimpan barang-barang.

Meja samping tempat tidur kayu memiliki kompartemen penyimpanan tersembunyi di balik bagian depan anyaman yang dapat ditarik kebawah, sehingga bagian atasnya untuk beberapa barang lainnya.

Penyimpanan Buku

Menambahkan rak berbentuk L yang berfungsi sebagai penyimpanan buku, tempat memajang karya seni, dan sandaran kepala.

Rak tersebut menyatu dengan dinding putih sekaligus memberikan struktur, sementara isinya menambahkan warna pada kamar tidur yang terang, cerah, dan membuatnya menjadi kompak.

Dinding Penyimpanan

Jika kamu merenovasi kamar tidur kecil, pertimbangkan untuk mengalokasikan seluruh dinding untuk menjadi tempat penyimpanan yang dibuat khusus. Sehingga hal ini dapat memanfaatkan setiap centi ruang yang tersedia.

Rak Terbuka

Di kamar tidur, pastikan untuk menata rak dengan rapi dan tertata sedemikian rupa sehingga kamar tidur tidak terasa acak-acakan atau kacau yang dapat mengganggu tidur kamu.

Menambahkan rak terbuka di ruang kamar tidur bisa digunakan untuk menyimpan dan memajang buku serta dekorasi yang kamu inginkan.

Tata Ruang Penyimpanan Kamu

Meskipun penyimpanan lemari lebih mementingkan keteraturan daripada estetika yang diberikan, jangan lupa untuk mencari peluang untuk meningkatkan suasana hati kamu dengan pencahayaan dan dekorasi.

Gantung Barang Sehari-hari

Di kamar tidur kecil, carilah kesempatan untuk memajang barang-barang yang sering digunakan dengan menggantungnya di dinding.

Rak pasak kayu yang digantung di dinding menyediakan tempat untuk menyimpan perhiasan dan syal, sementara bangku dengan penyimpanan tersembunyi di bawahnya berfungsi ganda sebagai tempat duduk.

Gunakan Kepala Tempat Tidur

Kepala tempat tidur dengan ruang penyimpanan akan terintegrasi yang membantu kamu memaksimalkan setiap centi kamar tidur kamu. Sehingga hal ini akan membantu kamu dalam masalah penyimpanan yang terbatas.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Cara Memilih dan Meletakkan Lampu Kamar untuk Suasana yang Nyaman


Jakarta

Pencahayaan merupakan salah satu elemen yang menciptakan kenyamanan dan keindahan dalam sebuah kamar. Tak hanya berfungsi sebagai sumber cahaya, lampu juga bisa memberikan suasana yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter penghuninya.

Sehingga, pemilihan lampu yang tepat penting untuk diketahui. Simak cara memilih dan meletakkan lampu kamar berikut ini.

Cara Memilih dan Meletakkan Lampu Kamar

Saat mendekorasi kamar, lampu menjadi salah satu bagian yang bisa dirancang untuk mempercantik tampilan kamar. Ada beberapa lampu yang biasa digunakan dalam kamar yaitu yang diletakkan di atas, untuk membaca, dan berhias (make up).


Lampu Atas

Lampu atas berfungsi sebagai sumber penerangan utama yang menerangi seluruh ruangan. Berikut cara memilih lampu atas untuk kamar tidur:

1. Pemilihan Lampu

Desainer Anna Franklin dalam laman The Spruce menjelaskan, pada ruangan yang besar sebaiknya menggunakan lampu berukuran sama misal lampu gantung anyaman rotan. Jika ruang berukuran kecil dengan langit-langit rendah, bisa dipilih lampu yang lebih kecil dan tidak menempel di atas ruangan. Terkait model, situs Family Handyman menyarankan pemilihan lampu berdesain rata untuk ketinggian kamar 2 meter atau kurang (flush mount light).

2. Posisi Lampu

Posisikan lampu di tengah ruangan untuk pencahayaan yang seimbang. Pastikan ada jarak yang cukup antara langit-langit dan dinding. Mengutip laman Rejuvenation, untuk ruangan dengan langit-langit yang tinggi bisa menggunakan lampu gantung untuk menambah daya tarik visual serta mengisi ruangan.

Lampu Baca

Lampu baca memberi pencahayaan yang terfokus untuk membaca atau bekerja di tempat tidur. Cara memilih dan meletakkan lampu baca adalah sebagai berikut.

1. Pemilihan Lampu

Untuk ruangan tidur yang kecil, gunakan lampu dinding atau lampu gantung di samping tempat tidur yang bisa dicolokkan ke stopkontak. Sementara, untuk ruangan yang lebih besar bisa menggunakan lampu meja. Pastikan lampu bisa disesuaikan dan memberi pencahayaan yang memadai.

Pilih lampu baca yang sesuai dengan gaya kamar tidur. Kamu bisa memilih desain yang modern atau tampilan yang lebih tradisional. Pastikan lampu bisa meningkatkan suasana d dalam ruangan

2. Posisi Lampu

Letakkan lampu baca di ketinggian yang nyaman untuk membaca di tempat tidur. Lampu dinding harus dipasang sekitar 76 cm-92 cm di atas kasur, sementara lampu meja diletakkan setinggi mata saat duduk di tempat tidur.

Lampu Hias

Lampu hias dapat mempercantik ruangan kamar tidur. Pilih lampu yang sesuai dengan skala kamar tidur.

1. Pemilihan Lampu

Ketika memilih lampu, baik lampu meja atau lampu lantai, pilih desain yang cocok dengan kamar tidur. Pastikan lampu tersebut selaras dengan estetika kamar secara keseluruhan.

2. Posisi Lampu

Tempatkan lampu hias secara strategis untuk menciptakan titik fokus dan meningkatkan suasana ruangan. Gunakan lampu meja di meja rias atau meja tulis dan lampu lantai di sudut kamar. Jika berminat, kamu juga bisa menggunakan lampu tempel untuk yang menyorot sebuah karya seni untuk menarik perhatian ke area tertentu

Itulah cara memilih dan meletakkan lampu tidur agar kamar nyaman. Selamat mencoba detikers.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

5 Tanaman Gantung yang Bisa Tumbuh di Tempat Minim Cahaya


Jakarta

Memiliki tanaman di dalam rumah bisa membuat tampak asri dan segar. Jika tidak ada tempat untuk menaruh tanaman di dalam rumah, kamu bisa menggantungnya lho!

Nah, ada beberapa tanaman gantung yang bisa bertahan hidup tanpa harus terkena sinar matahari secara langsung. Hal ini sangat cocok untuk ditaruh di dalam ruangan atau saat musim hujan agar kamu tidak repot-repot memindahkan tanaman ke dalam maupun luar ruangan.

Berikut ini ada beberapa tanaman gantung yang bisa bertahan hidup tanpa harus terkena cahaya matahari langsung.


1. Boston Fern

Fern hanging on the living room wall. Copy space. Fern concept. Plants concept.Boston Fern. Foto: Getty Images/iStockphoto/GideoniJunior

Dilansir Better Homes & Gardens, tanaman yang satu ini bisa hidup di dalam ruangan tanpa sinar matahari langsung. Boston fern menyukai udara lembap, jadi kamu bisa menyemprotnya dengan air secukupnya setiap hari agar daunnya tidak kering.

2. English Ivy

Ivy stems branches hanging down from an old stone wall, Glasgow Scotland England UKEnglish Ivy Foto: Getty Images/ZICC

Tanaman ini bisa tumbuh di dalam maupun luar ruangan. Jika ditaruh di dalam ruangan, tanaman ini juga bisa bertahan di tempat yang minim cahaya.

3. Heartleaf Philodendron

Tropical 'Philodendron Hederaceum Micans' houseplant with heart shaped leaves with velvet texture in gray flower pot on coffee tablePhilodendron Foto: Getty Images/iStockphoto/Firn

Philodendron merupakan tanaman yang mudah dirawat. Apalagi jenis Philodendron yang memiliki bentuk daun berbentuk hati ini tidak perlu banyak sinar matahari untuk tumbuh subur, jadi kamu tidak perlu khawatir jika di rumah memiliki cahaya yang minim.

4. String of Hearts

Ceropegia woodii also called String of Hearts or Chain of Hearts, modern house plant in a flowerpot against white wall, verticalCeropegia woodii atau String of Hearts Foto: Getty Images/iStockphoto/Lana_M

Tanaman berbentuk hati ini sangat cocok untuk dijadikan tanaman gantung. String of heart bisa tumbuh sangat panjang, jadi kamu bisa menaruhnya di tempat yang tinggi agar tampak lebih cantik.

Dilansir The Spruce, tanaman ini bisa tumbuh di tempat yang tidak terkena cahaya matahari secara langsung.

5. Pothos

Neoplants Neo P1Pothos Foto: Dok. Neoplants

Tanaman ini merupakan salah satu tanaman indoor yang paling populer. Hal itu karena perawatannya yang mudah dan tidak harus diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung. Tanaman pothos akan tampak lebih cantik jika digantung karena batangnya akan menjalar ke bawah.

Itulah beberapa tanaman gantung yang bisa hidup di tempat minim cahaya. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Mudah! 7 Langkah Perbaiki Kipas Gantung yang Goyang



Jakarta

Mempunyai kipas langit-langit atau kipas gantung memang cukup sulit untuk merawatnya. Kipas langit-langit yang goyang tidak efektif dan mengganggu, serta dapat berbahaya jika jatuh dari langit-langit.

Mengetahui cara memperbaiki kipas langit-langit yang goyang memastikan kipas tersebut tahan lama, beroperasi dengan aman, dan penanganan udara yang efisien.

Melansir The Spruce, berikut langkah-langkah mudah memperbaiki kipas langit-langit yang goyang sehingga tidak membahayakan penghuni rumah.


1. Matikan Daya ke Kipas Langit-Langit

Matikan aliran listrik ke kipas langit-langit dengan mematikan pemutus arus pada panel layanan listrik.

2. Tutupi Lantai

Tutupi lantai tepat di bawah kipas langit-langit dengan kain penutup atau lembaran plastik.

3. Bersihkan Bilah Kipas

Bersihkan bilah kipas dengan kemoceng yang dapat diperpanjang, Pegang bilah kipas yang bebas dengan satu tangan untuk menstabilkan kipas. Mulailah dari bagian tengah dan tarik kemoceng ke luar hingga debu jatuh dair bilah kipas.

4. Lepaskan Kanopi

Lepaskan kanopi dengan terlebih dahulu melepas cincin penutup kanopi. Kanopi adalah bagian logam berbentuk kubah yang menempel pada langit-langit yang menutupi braket pemasangan dan bola gantung.

5. Periksa Stabilitas Braket Pemasangan

Pegang braket pemasangan dan goyangkan untuk memeriksa kestabilannya. Jika kamu dapat mengakses loteng dengan senter, hal ini adalah cara alternatif untuk memeriksa kekuatan benda-benda ini.

6. Periksa Bola Gantung

Angkat kipas langit-langit dengan batang penurun untuk memastikan bola gantungan terpasang dengan benar di braket. Bola gantung dirancang agar fleksibel di dalam braket pemasangan, sehingga kipas dapat digantung dengan rata.

7. Ganti Komponen dan Uji Kipas

Pasang kembali kanopi dan cincin kanopi. Nyalakan kembali daya pada panel listrik, dan pastikan kipas langit-langit tidak goyang sehingga aman saat digunakan.

Jika kipas langit-langit masih tidak bisa digunakan atau berbahaya bagi penghuni rumah, mintalah layanan perbaikan atau teknisi untuk memeriksa kerusakan yang lebih dalam.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Perbedaan Plafon Drop Ceiling dan Flat Ceiling, Lebih Pilih Mana?


Jakarta

Selain berguna sebagai atap penutup, plafon juga berfungsi sebagai dekorasi agar ruangan lebih rapi dan menarik. Karena itu tak jarang plafon dibuat dengan berbagai material, model, dan desain yang disesuaikan selera pemilik rumah.

Cara pemasangan plafon juga beragam dan yang paling populer yaitu drop ceiling dan flat ceiling. Tiap-tiap pemasangannya memberikan hasil dan kesan berbeda. Lantas, apa bedanya plafon drop dan flat ceiling?

Perbedaan Plafon Drop Ceiling dan Flat Ceiling

Mengutip catatan detikcom, Gary Streck, dan Armstrong Ceilings, berikut bedanya plafon drop ceiling dan flat ceiling:


1. Model

Drop ceiling merupakan teknik pemasangan plafon yang digantung di bawah langit-langit utama. Sehingga model plafonnya agak turun dan menutupi struktur atasnya.

Adapun plafon flat ceiling dipasang sejajar dan rata. Tidak ada tonjolan maupun pola, hanya permukaan yang halus.

2. Material

Plafon drop ceiling biasanya menggunakan material ringan seperti panel PVC. Lembaran eternit atau ubin akustik yang menggantung ditopang oleh tali atau kabel terbuat dari logam ringan.

Sementara flat ceiling umumnya terbuat dari material gypsum atau papan triplek yang permukaannya datar.

3. Kesan

Karena digantung, plafon drop menciptakan ruang sehingga ruangan tampak lebih luas. Pemasangan langit-langit satu ini cocok diterapkan pada rumah minimalis tapi ingin terkesan lapang.

Meski tampak sederhana, plafon datar memberikan kesan minimalis modern. Pemasangan seperti ini ideal bagi yang menginginkan atap bersih. Ruangan sempit dengan langit-langit rendah cocok menggunakan tipe flat ceiling karena menciptakan kesan lebih terbuka dan lega.

4. Dekorasi Tambahan

Tipe drop ceiling dapat ditambahkan dekorasi seperti lampu LED pada selasar lebih rendah, di samping lampu utama di sela-sela struktur utama, untuk menciptakan cahaya yang lembut.

Lampu gantung atau kipas angin bisa dipasang pada plafon flat sebagai pemanis langit-langit yang simpel. Jika tidak, lampu dinding dan pajangan dapat disematkan pada tembok sehingga ruangan lebih hidup dan seimbang.

Plafon ruang tamu.Ilustrasi plafon flat ceiling Foto: Unsplash

Kekurangan dan Kelebihan Plafon Drop Ceiling

Drop ceiling memiliki kelebihan, sebagai berikut:

  • Lebih mudah diganti jika bagian plafon gantung mengalami kerusakan.
  • Plafon yang turun memudahkan akses ke jalur AC, kabel kelistrikan, atau sistem perpipaan.
  • Desain dan tampilannya lebih mudah diubah jika bosan. Hanya dengan mengganti struktur yang lebih rendah.

Selain kelebihan, plafon drop punya kekurangan, yaitu:

  • Ketinggian ruangan menjadi berkurang.
  • Panel plafon gantung umumnya tidak terlalu kokoh sehingga tidak bertahan lama.
  • Debu dan kotoran mudah menumpuk di sela kisi-kisi.

Kekurangan dan Kelebihan Plafon Flat Ceiling

Plafon flat ceiling punya kelebihan, meliputi:

  • Lebih mudah dipasang dan dibersihkan.
  • Cocok dengan berbagai konsep dan gaya ruangan atau rumah.

Plafon ini juga memiliki kekurangan, antara lain:

  • Terkadang terasa sangat polos.
  • Punya detail arsitektur yang terbatas.
  • Retakan atau kerusakan bisa lebih terlihat jelas.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

5 Barang yang Haram Diletakkan di Teras Rumah



Jakarta

Memiliki teras yang berada di depan rumah bisa dipakai untuk bersantai. Agar semakin nyaman, taman bisa didekorasi sesuai dengan selera dan keinginan kita.

Namun, dalam mendekorasi teras depan rumah, harus memperhatikan nilai estetika dan fungsionalitas. Ada juga beberapa barang yang tidak boleh diletakkan di teras.

Dilansir dari The Spruce, berikut barang-barang yang tak boleh ditaruh di teras rumah.


1. Furniture Berlapis Kain

Furniture yang dilapisi kain pelapis lebih baik digunakan di ruang berjemur, bukan teras. Saat mendekorasi teras, sebaiknya gunakan furniture dengan bantal yang dapat dilepas untuk dibersihkan.

Disarankan untuk memilih tekstil dengan peringkat kinerja luar ruangan yang tahan terhadap jamur dan pudar.

2. Furniture Ringan

Saat memilih furniture untuk diletakkan di teras rumah, sebaiknya hindari memilih furniture yang terlalu ringan.

“Meskipun lebih mudah untuk ditata ulang, barang-barang yang ringan tidak cocok untuk kondisi berangin dan dapat membuat ruangan tampak tidak teratur atau lebih buruk lagi, merusak barang-barang dan properti,” kata Margie Kaercher, pendiri Hearth & Honey Homes.

Carilah furniture yang cukup mudah dipindahkan sesuai kebutuhan, namun tidak akan tertiup angin.

3. Tanaman Berlebihan

Tanaman dapat membuat suatu ruangan tampak cantik, tetapi terlalu banyak justru dapat menimbulkan masalah di teras. Jangan gunakan semua jenis tanaman sehingga menciptakan suasana seperti hutan.

Saat memajang tanaman di teras, kamu bisa memajang tanaman dengan memanfaatkan seluruh ruang. Coba dengan beberapa tanaman pot di tanah serta beberapa tanaman gantung untuk menarik perhatian ke atas dan memanfaatkan ketinggian teras.

4. Lampu Dalam Ruangan

Area yang memiliki pencahayaan yang baik memang menjadi terlihat menarik, namun tidak semua lampu cocok untuk teras. Ada beberapa jenis lampu yang tidak dirancang khusus untuk kondisi luar ruangan.

“Perangkat ini rentan terhadap kerusakan akibat kelembapan, yang seiring waktu dapat menyebabkan korsleting atau karat,” kata Kaercher.

Pendekatan yang bisa dilakukan adalah memilih lampu tanpa kabel yang dapat digunakan di dalam ruangan, tetapi mudah dibawa ke teras sesuai kebutuhan tanpa perlu colokan.

5. Elektronik

Menyimpan barang elektronik di teras bukanlah ide yang bijak, karena faktor-faktor seperti kelembapan, hujan, dan matahari. Simpan speaker portabel di dalam rumah saat kamu tidak berada di teras, jangan meletakkannya secara permanen.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Gantung atau Lipat? Ini Tips Menyimpan Pakaian dengan Rapi



Jakarta

Kita terkadang bingung tentang cara terbaik untuk menyimpan pakaian di lemari, antara menggantung atau melipat pakaian. Simak panduan ini yang akan membahas kelebihan dan kekurangan dari kedua metode tersebut, serta memberikan tips praktis untuk menyortir dan menyimpan semua pakaian kamu dengan efisien.

Barang yang Harus Selalu Digantung

Pertama-tama, mari kita lihat isi lemari kamu. Kemudian, jenis pakaian apa saja yang sebaiknya digantung di gantungan baju.

Kain yang Ringan dan Lembut

Melansir dari Martha Stewart, semua jenis pakaian yang terbuat dari kain yang mengalir perlu perlakuan khusus. Pakaian yang terbuat dari sutra, sifon, atau bahan ‘mengalir’ lainnya.


Biasanya berupa gaun atau blus sebaiknya digantung. Kamu disarankan untuk membayangkan bagaimana kain tersebut bergerak saat tertiup angin, jika kain itu terlihat melayang atau menari, maka sebaiknya tidak dilipat dan disimpan dalam laci.

Kain Linen

Kain linen dikenal mudah kusut, sehingga lebih baik untuk menggantung semua pakaian berbahan linen di lemari. Menggantung kain linen membantu mencegah kerutan yang tidak perlu.

Kain linen hampir selalu memerlukan setrika agar tampil optimal. Oleh karena itu, gantung semua pakaian linen kamu.

Celana

Meskipun celana jeans tidak selalu memerlukan ruang di lemari kamu, penting untuk menggantung semua celana lainnya, seperti celana panjang yang lebih formal.

Celana formal dan kasual sebaiknya selalu digantung. Kamu bisa menggantungnya secara lurus atau melipatnya di gantungan.

Blus

Jika kamu ingin blus cantik kamu terhindar dari lipatan dan kerutan yang mengganggu, pastikan untuk menggantungnya. Blus sebaiknya selalu digantung, karena hal ini akan membantu mencegah kerutan yang lebih parah.

Jaket

Jaket adalah barang yang cukup besar, dan jika kamu mencoba melipatnya untuk disimpan di lemari, hal ini tidak hanya dapat menyebabkan kerutan serta berisiko merusak strukturnya, tetapi juga akan memakan banyak ruang.

Semua jenis jaket sebaiknya digantung. Baik itu blazer, jaket jeans, atau pakaian luar lainnya, semua itu terlalu besar untuk dilipat.

Gaun

Sebagian besar gaun kamu, meski tidak semuanya, sebaiknya mendapatkan ruang vertikal di lemari kamu. Secara umum, gaun harus selalu digantung.

Namun, pengecualiannya adalah gaun sweater tebal atau gaun berat lainnya. Jika digantung, gaun tersebut bisa melar. Sebaiknya lipat gaun ini untuk mencegah hal itu.

Pakaian yang Harus Selalu Dilipat

Setelah mengetahui pakaian mana yang sebaiknya digantung, kini saatnya membahas jenis pakaian yang harus dilipat, dimulai dengan sweater musim dingin kamu yang lebih tebal.

Sweater Tebal

Lipatlah untuk menjaga integritas strukturalnya sekaligus menghemat ruang di lemari kamu. Sweater yang sangat tebal sebaiknya dilipat, meskipun ada teknik khusus untuk menggantung sweater dengan lembut agar tidak meninggalkan bekas, metode ini biasanya tidak intuitif bagi banyak orang.

Selain itu, sweater tebal dapat memakan ruang yang cukup besar, sering kali setara dengan enam blus yang digantung atau lebih.

Pakaian Olahraga

Celana yoga, atasan olahraga, dan pakaian olahraga apa pun yang akan kamu gunakan di gym, sebaiknya dilipat. Menggantung pakaian ini bisa membuatnya tidak nyaman dan melar.

Celana Pendek

Meskipun kamu tidak perlu melipat celana pendek, sebenarnya tidak ada alasan untuk menggantungnya, jadi lebih baik jika celana pendek dilipat dan disimpan di lemari kamu. Celana pendek sebaiknya selalu dilipat karena tidak praktis untuk menggantungnya.

Pakaian yang Bisa Digantung atau Dilipat

Di sisi lain, ada beberapa jenis pakaian yang dapat dilipat atau digantung, tergantung pada ruang yang tersedia dan preferensi pribadi.

Kaos

Kaos adalah salah satu jenis pakaian yang bisa diperlakukan seperti itu. Kaos dapat digantung, dilipat, atau ditumpuk, dan menggantungnya pasti mengurangi kemungkinan kerutan.

Namun, sebagian besar kaos modern mengandung serat elastis seperti Lycra, sehingga mereka cenderung tidak mudah kusut, termasuk saat dilipat. Jika kamu memilih untuk menggantung kaos, pastikan menggunakan gantungan yang tepat.

Kamu direkomendasikan untuk memakai gantungan yang empuk. Pilihan yang lebih lembut dan lebar dapat membantu mencegah distorsi yang mungkin terjadi akibat gantungan yang sempit.

Jeans

Jeans adalah salah satu pakaian paling fleksibel di lemari pakaian kamu, hal ini sangat relevan ketika harus menyimpannya. Jeans adalah celana yang paling mudah dilipat karena biasanya lebih tebal dan akan mempertahankan bentuknya.

Tentu saja, beberapa orang lebih suka menggantungnya. Jika demikian, melipatkannya di gantungan adalah cara terbaik.

Syal

Jika kamu memiliki koleksi syal, kamu dapat melipat syal, menggulung, atau menggantungnya. Meskipun ada berbagai cara untuk menyimpan syal, ukuran syal sering kali menjadi faktor penentu apakah sebaiknya dilipat atau digantung.

Syal yang lebih besar, yang berfungsi sebagai selendang, sebaiknya dilipat karena lebih praktis untuk barang sebesar itu. Syal yang lebih kecil, yang dikenakan di leher, dapat dilipat dan disimpan di laci atau wadah, serta bisa juga digantung di gantungan syal.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Sering Jadi Sarang Debu, 6 Tempat Ini Harus Sering Dibersihkan!


Jakarta

Debu merupakan kumpulan partikel kecil yang berasal dari kotoran, pasir, kulit mati, hingga bulu hewan peliharaan. Debu bukan hanya membuat ruangan kotor, melainkan membawa penyakit apabila tidak sering dibersihkan.

Partikel debu biasanya berasal dari luar yang masuk melalui celah-celah di rumah. Bisa juga karena terbawa angin atau menempel pada benda-benda yang berasal dari luar.

Namun, ada pula tempat-tempat langganan debu bersarang yang jarang kamu sadari. Dilansir Southern Living, berikut beberapa tempat yang bisa menjadi sarang debu di rumah.


1. Dipan Tempat Tidur

Dipan tempat tidur merupakan kerangka tempat tidur yang biasanya terbuat dari kayu, besi, atau bahan lainnya. Sisi dipan biasanya tidak tertutupi dengan kain atau kasur. Tidak heran jika sisi-sisi ini mudah berdebu.

Namun, kamu perlu waspadai karena debu yang berkumpul di sisi-sisi dipan ini dapat mempengaruhi kualitas tidur penggunanya. Cara mencegahnya yakni dengan rajin membersihkan sisi-sisi tempat tidur setiap membereskan kasur. Kamu bisa menggunakan kain, mikrofiber basah, atau penyedot debu.

2. Gorden atau Tirai

Gorden dan tirai biasanya terbuat dari kain. Bahan seperti ini mudah sekali kotor dan debu mudah menempel di permukaannya. Kamu perlu rutin mengganti gorden dan mencucinya. Apabila bahan gorden bukan dari kain, kamu bisa membersihkannya setiap hari dengan kemoceng atau kain mikrofiber.

3. Dinding

Meskipun dinding bentuknya vertikal, debu bisa menempel dan tidak jatuh ke bawah. Kamu juga bisa melihat keberadaan debu pada dinding yang tidak pernah dibersihkan, terutama di bagian atas. Cara membersihkannya cukup mudah, kamu bisa memakai kain mikrofiber atau kemoceng dengan gagang yang panjang.

4. Kusen Pintu dan Jendela

Kusen pintu dan jendela merupakan bagian frame atau bingkai dari keduanya. Biasanya bagian atas dan dalam kusen sering berdebu karena jarang dibersihkan. Padahal kamu bisa lho membersihkan bagian ini dengan spons kering dan basah.

5. Ventilasi Udara

Debu masuk melalui ventilasi udara, tidak heran jika banyak debu yang menumpuk di sana. Pastikan untuk membersihkan ventilasi dengan kemoceng microfiber atau penyedot debu dengan sikat setidaknya sebulan sekali.

6. Bohlam

Menurut Departemen Energi AS, bohlam yang berdebu ternyata dapat mengurangi pencahayaan hingga 30%. Oleh karena itu, bohlam perlu sering dibersihkan.

Pada saat membersihkan bohlam lampu harus dalam keadaan mati, saluran listrik dicabut, dan menunggu bohlam hingga dingin. Bersihkan bohlam dengan mengusapnya menggunakan kain kering. Sementara untuk lampu gantung bisa disapu dengan kemoceng panjang.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

7 Tanaman yang Cocok untuk di Kamar Tidur dan Mudah Dirawat!


Jakarta

Menambahkan tanaman di dalam kamar tidur bisa memberikan kesan asri dan menyegarkan. Ada beberapa tanaman yang cocok untuk diletakkan di ruangan itu, misalnya seperti lidah mertua.

Lidah mertua cocok untuk ditaruh di kamar tidur karena mudah dirawat, tidak butuh sinar matahari langsung, dan tidak perlu banyak air. Sangat cocok untuk kamu orang yang sibuk.

Selain itu, masih ada tanaman lainnya yang cocok untuk di kamar. Namun, sebelum membeli tanaman harus mencari tahu dulu karena tiap tanaman memiliki karakteristik lingkungan yang cocok.


Dilansir dari Good Housekeeping, berikut ini tanaman yang cocok untuk ditaruh di kamar tidur.

1. Peace Lily

Spathe flower in flowerpot on wooden backgroundPeace lily. Foto: iStock

Tanaman yang satu ini sangat mudah dirawat. Tanaman peace lily bisa melembapkan udara dan memberikan aliran udara yang segar.

Tanaman ini cocok untuk diletakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Kamu juga cukup menyiramnya ketika tanah bagian atasnya kering.

2. Boston Fern

Studio photo shoot of a Nephrolepis exaltata Boston fern. Foto: Getty Images/iStockphoto/Benoitbruchez

Tanaman ini cocok untuk di kamar tidur karena tidak terlalu banyak cahaya yang masuk ke sana. Hal ini bisa membuat tanah tetap lembap karena tanaman ini memang cocok di area yang lembap.

3. English Ivy

Ivy, Flower Pot, Indoors, Plant, Potted PlantEnglish Ivy. Foto: Getty Images/Haizhan Zheng

Tanaman gantung ini juga cocok untuk mempercantik kamar tidur. Kamu bisa menaruhnya di meja nakas atau menggantungnya.

Tanaman ini butuh kelembapan, jadi jangan lupa untuk menyemprotkan air ya.

4. Lidah Buaya

Tanaman aloe vera atau lidah buayaTanaman aloe vera atau lidah buaya Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

Tanaman yang kaya akan manfaat ini juga bisa diletakkan di kamar tidur lho. Kamu bisa meletakkannya di dekat jendela karena lidah buaya butuh sinar matahari.

5. Pothos

Golden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and gardenGolden pothos or Epipremnum aureum. Foto: Getty Images/iStockphoto/FeelPic

Tanaman yang satu ini juga bisa ditaruh di kamar tidur. Kamu bisa menggantungnya agar kamar tampak lebih cantik.

Perawatannya juga mudah karena pothos bisa hidup di tempat dengan banyak cahaya maupun minim cahaya. Pastikan tanahnya kering dulu ya setiap mau disiram.

6. Lidah Mertua

Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designLidah mertua. foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

Tanaman ‘tahan banting’ ini cocok banget untuk ditaruh di kamar tidur. Kamu hanya butuh menyiramnya jika tanah sudah mengering.

7. Monstera

Monstera house potplant. or Cheese Plant. nice green urban jungle for green ECO concept interior at home.Monstera house potplant. or Cheese Plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/L Feddes

Monstera atau janda bolong juga pilihan yang tepat untuk ditaruh di kamar tidur. Tanaman ini bisa hidup di tempat minim cahaya dan cukup menyiramnya seminggu sekali.

Itulah 7 tanaman yang cocok untuk ditaruh di kamar tidur. Semoga bermanfaat ya!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com