Tag: gara-gara

  • Tata Kotak Perkakas Biar Pekerjaan Kamu Cepat Selesai



    Jakarta

    Kotak perkakas yang berantakan seringkali bikin stres. Apa lagi bila dalam kondisi darurat, perkakas yang kita butuhkan sulit dicari gara-gara kotak perkakas yang kita miliki berantakan dan tidak tertata dengan baik.

    Meski kamu bukan orang yang sering mengutak-atik perkakas atau hanya sesekali membutuhkannya, membiasakan diri dalam mengatur kotak perkakas secara rapi dan terorganisasi rupanya tetap diperlukan.

    Itu bisa membantu pekerjaan kamu selesai lebih cepat selesai.


    Caranya ada di infografis berikut ini ya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Ini 4 Tips Mengurangi Kelembapan Udara di Dapur


    Jakarta

    Rumah yang kurang sirkulasi udara bisa menimbulkan kelembapan. Salah satu ruangan yang lembap adalah dapur.

    Dilansir dari Livingetc, dapur berkontribusi hingga 25 persen terhadap kelembapan rumah. Udara yang lembap mempengaruhi kondisi dapur, misalnya timbulnya masalah pada interior dapur.

    Tentu kamu tidak ingin perabotan kamu rusak gara-gara lembap, ‘kan? Oleh karena itu, penting untuk menjaga kelembapan di dapur.


    Lalu, bagaimana cara mengurangi kelembapan di dapur? Yuk, simak tipsnya berikut ini.

    Cara Mengurangi Kelembapan di Dapur

    Inilah tips mengurangi tingkat kelembapan udara di dapur.

    1. Buka Jendela Dapur

    Pastikan ada ventilasi yang baik untuk mengurangi tingkat kelembapan di dapur. Jika cuaca sedang cerah, buka jendela agar udara segar masuk. Hal ini menciptakan sirkulasi udara, sehingga dapat menurunkan tingkat kelembapan berlebih di dapur.

    2. Masak dengan Panci Tertutup

    Langkah sederhana seperti menutup panci ketika memasak bisa mencegah kelembapan pada dapur. Menahan uap air saat memasak akan mengurangi pelepasan kelembapan sekaligus mempercepat waktu memasak. Demikian juga ketika makanan sudah matang, menutup makanan akan menjaganya tetap hangat dan dapur bebas lembap.

    3. Mengeringkan Piring

    Siapa sangka, sekadar mengubah kebiasaan mencuci piring bisa membantu mengurangi kelembapan di dapur. Disarankan untuk tidak menjemur piring di dapur, karena hal ini akan menambah kelembapan di udara.

    Kamu bisa menggunakan rak pengering di dekat jendela atau di bawah kipas langit-langit. Cara ini mempercepat proses penguapan air, sehingga piring cepat kering.

    4. Pajang Tanaman Hias

    Selain langkah pencegahan, kamu bisa mengurangi tingkat kelembapan dengan memajang tanaman hias di dapur. Kamu dapat menggunakan tanaman penyerap air seperti bunga lili atau pakis Boston sebagai dekorasi dapur.

    Tanaman tersebut bisa mengurangi tingkat kelembapan secara alami dengan menyerap uap air melalui daunnya. Namun, pastikan untuk tidak menyiram terlalu banyak air pada tanaman, karena kelembapan tanah yang berlebihan dapat memberikan efek sebaliknya.

    Lalu, sebaiknya tidak meletakkan terlalu banyak tanaman. Hal ini justru akan menambah kelembapan udara, sehingga perlu dibatasi jumlahnya.

    Itulah beberapa cara mengurangi kelembapan udara di dapur. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah AC Rumah Dicuci Secara Rutin? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) kini sudah banyak digunakan di rumah-rumah untuk mendinginkan ruangan. Seiring penggunaan, AC rumah harus dicuci secara rutin agar tetap berfungsi dengan baik.

    Sayangnya, beberapa orang kerap lupa atau justru enggan mencuci AC miliknya. Meskipun masih mengeluarkan udara sejuk, tetapi jika AC tidak dicuci maka bisa saja rusak di kemudian hari.

    Untuk mencuci AC pun juga tidak bisa sembarangan. Biasanya, terdapat jasa cuci AC rumah dengan tarif yang berbeda-beda, tergantung dari jenis AC yang digunakan.


    Lantas, perlukah AC rumah dicuci secara rutin? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Perlukah AC Rumah Dicuci Secara Rutin?

    Dilansir situs HydroKleen, para ahli dibidang AC menyarankan agar perlu mencuci AC setidaknya 2-3 bulan sekali. Meski dirasa tidak ada kerusakan pada AC yang kamu miliki, bukan berarti AC tidak dicuci hingga berbulan-bulan.

    Meski begitu, frekuensi mencuci AC bisa berbeda-beda tergantung dari pemakaian dan kondisi ruangan tempat AC dinyalakan. Jika udara di ruangan termasuk kotor dan banyak debu, maka detikers perlu mencuci AC lebih sering lagi.

    Hal ini juga berlaku jika kamu menempatkan AC di ruangan merokok. Agar AC tetap bekerja secara optimal, pastikan filter AC dibersihkan maksimal tiga bulan sekali.

    Perlu diingat, AC dapat menyimpan debu dan kotoran seiring penggunaan, terutama di beberapa komponen seperti koil dan filter udara. Jika jarang dibersihkan, tak hanya bikin AC terasa tidak sejuk tapi juga dapat mengeluarkan partikel debu yang membahayakan kesehatan.

    Pentingnya Mencuci AC Secara Rutin

    Sama halnya seperti barang elektronik lainnya, AC perlu dirawat agar bisa mendinginkan udara secara maksimal. Nah, salah satu cara merawat AC adalah dengan membersihkannya.

    Dilansir laman Aqua Elektronik, berikut mengapa pentingnya mencuci AC secara rutin:

    1. AC Lebih Awet

    Filter AC yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menyebabkan kotoran dan debu yang menumpuk. Jika dibiarkan, maka sering waktu dapat membebani kerja mesin AC.

    Selain itu, menumpuknya kotoran dan debu dapat berisiko terjadinya overheating pada evaporator hingga menyebabkan muncul bunga es pada AC. Maka dari itu, AC harus dicuci secara berkala.

    2. Mengurangi Biaya Listrik

    Karena AC kotor dapat membebani kinerja mesin, hal ini juga turut memengaruhi daya listrik yang digunakan untuk menghidupkan AC. Alhasil, biaya listrik bisa membengkak setiap bulannya hanya gara-gara AC jarang dibersihkan.

    3. AC jadi Lebih Sejuk

    Fungsi utama AC adalah untuk menyejukkan udara. Jika AC tidak dibersihkan secara rutin maka bisa memengaruhi kesejukan udaranya.

    Perlu diingat, salah satu tanda-tanda AC harus dicuci adalah ketika dalam kondisi menyala tapi udara yang terhembus tidak dingin atau justru terasa panas. Kalau sudah terjadi, maka sebaiknya AC segera dicuci.

    4. Mencegah AC Mudah Rusak

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, AC yang kotor dapat mengganggu kinerjanya. Jika AC terus menyala dalam keadaan kotor, hal ini membuat komponen AC jadi cepat rusak dan aus.

    Apabila AC sudah rusak, maka siap-siap saja harus merogoh kocek dalam-dalam. Soalnya, biaya perbaikan AC yang rusak juga tidak murah.

    Demikian penjelasan tentang pentingnya mencuci AC rumah secara rutin. Jadi, jangan lupa untuk mencuci AC agar udara tetap dingin.

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jarang Diperhatikan, Ini Pentingnya Bersihkan Talang Air Secara Rutin


    Jakarta

    Talang air punya fungsi penting dalam sebuah hunian. Air hujan yang turun di atap dapat dialirkan ke bawah melalui talang air. Setelah itu, air akan diarahkan ke saluran atau got untuk dibuang, sehingga tidak memenuhi perkarangan rumah yang bisa menyebabkan genangan.

    Sayangnya, tak semua pemilik rumah mau mengecek kondisi talang air. Padahal bisa saja talang air dipenuhi oleh sampah, ranting, atau daun.

    Apabila talang air jarang dibersihkan maka bisa menyebabkan air mampet. Alhasil, air hujan yang turun di atap tidak bisa mengalir ke bawah dan memicu genangan. Kalau kondisi ini dibiarkan terus menerus maka bisa berdampak pada atap hingga fondasi rumah.


    Maka dari itu penting untuk mengecek dan membersihkan talang air. Lantas, seberapa rutin talang air harus dibersihkan? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Pentingnya Membersihkan Talang Air Secara Rutin

    Talang air yang tersumbat karena sampah dan kotoran membuat air mengalir ke samping dan masuk ke bawah atap, merembes ke loteng, atau bocor lewat celah-celah fondasi. Alhasil, gara-gara talang air mampet membuat atap dan fondasi rumah ikut rusak.

    Dilansir laman Better Homes & Gardens, Kamis (12/6/2025), secara umum membersihkan talang air dilakukan setiap 1-2 kali dalam setahun. Artinya, kamu bisa mengecek kondisi talang air setiap enam bulan sekali.

    Namun, hal ini tergantung dari kondisi lingkungan di rumah. Apabila terdapat pohon tinggi yang tumbuh di halaman, maka detikers harus lebih sering membersihkan talang air minimal 4-5 kali dalam setahun atau setiap dua bulan sekali.

    Selain dibersihkan, sebaiknya periksa juga kondisi talang air apakah ditemukan ada kerusakan seperti bengkok, bolong, atau melengkung. Jika ditemukan kerusakan, segera perbaiki talang air.

    Waktu terbaik untuk membersihkan talang air adalah saat musim kemarau karena jarang terjadi turun hujan. Di musim itu biasanya banyak daun atau ranting yang berguguran sehingga dapat dibersihkan segera. Langkah ini dilakukan agar talang air dapat berfungsi optimal ketika turun hujan.

    Tanda-tanda Talang Air Harus Dibersihkan

    Karena terletak di atap, terkadang pemilik rumah malas untuk mengecek kondisi talang air. Padahal kalau sudah mampet atau rusak, hal itu justru bisa merusak material hunian yang lain.

    Ada tanda-tanda ketika talang air sudah harus dibersihkan. Seperti apa? Cek di bawah ini:

    1. Muncul luapan air ketika turun hujan karena talang air tersumbat oleh daun atau ranting.
    2. Muncul kerusakan pada atap, dinding, halaman, dan fondasi rumah karena talang air meluap sehingga tidak dapat mengalir dengan baik.
    3. Talang air rusak dan berubah bentuk jadi melengkung atau menggantung. Hal ini dapat terjadi karena sampah yang menumpuk dan tak mampu menahan beban berat.
    4. Muncul berbagai hewan seperti tikus dan nyamuk di talang air. Hal ini bisa mengindikasikan adanya sarang alami seperti daun basah dan ranting pohon.
    5. Terlihat tumpukan daun dan kotoran di talang air. Segera buat rencana untuk membersihkan talang air demi mencegah mampet.

    Itulah alasan penting mengapa talang air perlu dibersihkan secara berkala. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Benda Ini Jangan Ditaruh di Bawah AC Kalau Nggak Mau Rusak


    Jakarta

    Meletakkan benda di bawah AC sebenarnya sah-sah saja. Meski begitu, tidak semua benda terbilang aman jika diletakkan di bawah AC langsung.

    AC memang mengeluarkan udara yang dingin sehingga dapat menyejukkan ruangan. Namun, udara dingin itu justru dapat merusak beberapa benda penting. Kalau dibiarkan terus-menerus bisa jadi benda kesayanganmu malah rusak.

    Ingin tahu apa saja benda yang tidak boleh ditaruh di bawah AC? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Benda Ini Jangan Ditaruh di Bawah AC Kalau Nggak Mau Rusak

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, Minggu (6/7/2025), berikut sejumlah benda yang tidak aman jika ditaruh tepat di bawah AC:

    1. Furnitur Besar

    Meletakkan furnitur berukuran besar di bawah AC sangat tidak disarankan. Furnitur seperti lemari atau rak buku diyakini dapat menghalangi udara sejuk untuk mengalir ke seluruh ruangan.

    Alhasil, ruangan tidak akan terasa dingin meski AC sudah diatur ke suhu paling rendah. Jadi, sebelum memasang AC pastikan letaknya tidak di bawah furnitur besar.

    2. Kompor dan Oven

    Peralatan seperti kompor dan oven dapat mengeluarkan suhu panas ketika digunakan. Jika kamu memasang AC di dekat kedua barang tersebut maka harus bekerja lebih ekstra untuk mendinginkan ruangan. Di sisi lain, tagihan listrik bisa membengkak gara-gara harus mengatur suhu AC paling rendah.

    3. Barang Elektronik

    Beberapa orang sering meletakkan barang elektronik seperti TV, komputer, atau konsol game di bawah AC. Alasannya karena udara dingin dari AC dapat mendinginkan benda elektronik tersebut yang terus digunakan hampir setiap hari.

    Padahal, meletakkan barang elektronik di bawah AC justru dapat memengaruhi suhu ruangan. Apalagi jika barang elektronik tersebut terus digunakan selama berjam-jam, selain membuat ruangan terasa hangat sekaligus berisiko merusak barang itu sendiri karena dipakai non-stop.

    4. Tanaman Hidup

    Meletakkan tanaman hidup di bawah AC juga tidak disarankan. Aliran udara dingin dari AC secara langsung bisa berdampak langsung pada kesehatan, pertumbuhan, dan penampilan tanaman hias.

    Padahal tanaman hias dapat hidup di lingkungan yang hangat dan lembap. Udara yang terlalu dingin justru membuat tanaman dehidrasi serta membuat daunnya mengerut, layu, kering, atau berubah warna.

    Itulah empat benda yang jangan ditaruh di bawah AC karena dapat merusaknya. Semoga menambah pengetahuan detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Gatal Usai Mandi? Bisa Jadi Gara-Gara Toren Air Berlumut


    Jakarta

    Toren atau disebut juga tandon air merupakan alat yang berfungsi sebagai wadah menyimpan air bersih. Toren air dapat ditemukan dengan mudah di banyak rumah penduduk.

    Penggunaan toren air dapat memudahkan masyarakat untuk memperoleh air bersih. Namun, sering kali ditemukan toren air yang berlumut sehingga yang keluar justru air kotor dan berwarna hijau.

    Kualitas air tersebut tentu tidak bisa digunakan untuk mandi dan mencuci. Jika air tetap digunakan maka bisa memicu penyakit seperti kulit gatal-gatal dan gangguan saluran pencernaan. Mau tak mau kamu harus membersihkan toren air dari sisa-sisa lumut yang menempel.


    Sebagai pemilik rumah, penting juga untuk mengetahui sejumlah penyebab toren air menjadi berlumut. Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.

    Penyebab Toren Air Berlumut

    Adanya lumut di dalam toren air bukan tanpa sebab. Dikutip dari catatan detikProperti, berikut sejumlah penyebab toren air berlumut:

    1. Sinar Matahari

    Toren air yang terpapar sinar matahari secara langsung bisa memicu lumut. Pada umumnya, banyak warga yang menempatkan toren air di bawah sinar matahari langsung, sehingga tak heran kalau ditumbuhi lumut seiring waktu.

    Solusi dari masalah ini adalah memasang pelindung toren agar tidak terpapar sinar matahari. Kamu juga bisa memilih tandon air berwarna gelap agar dapat menghalangi cahaya masuk ke dalam toren.

    2. Air Baku yang Kotor

    Jika air yang digunakan untuk mengisi toren punya kualitas buruk, maka lumut dapat tumbuh di dalamnya. Hal ini karena air mengandung jamur sehingga lumut dapat tumbuh lebih cepat.

    Bahkan, air bersih pun juga bisa menyebabkan tandon jadi berlumut karena ada beberapa partikel tanah yang ikut terbawa saat memompa air. Solusinya adalah dengan rutin menguras toren minimal 3-4 bulan sekali.

    3. Udara Lembap

    Udara lembap juga menjadi pemicu tumbuhnya lumut di dalam toren. Ditambah lagi jika posisi toren berada di bawah sinar matahari langsung, maka lumut dapat tumbuh dengan cepat.

    Demi mencegah tandon air berlumut di kemudian hari, sebaiknya dilakukan pengecekan secara berkala. Selain itu, pastikan toren air sudah ditutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang bisa masuk ke dalam.

    Demikian tiga penyebab toren air di rumah jadi berlumut. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Benda Ini Jangan Ditaruh di Bawah AC, Bikin Tagihan Listrik Bengkak!


    Jakarta

    Hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan AC bukan hanya soal pengaturan suhu, melainkan posisi AC tersebut. Posisi AC bukan hanya untuk menentukan arah angin berhembus, posisi tersebut sebaiknya tidak mengenai benda-benda tertentu karena bisa membuat tagihan listrik naik.

    Dilansir Better Homes & Gardens berikut beberapa benda yang tidak boleh diletakkan tepat di bawah AC.

    Benda Ini Jangan Ditaruh di Bawah AC

    1. Furnitur Besar

    Furniture besar di sini dimaksudkan adalah lemari, rak buku, atau benda yang cukup tinggi dan besar yang dapat menghalangi udara AC mengalir ke seluruh ruangan. Rak dan lemari memang tidak akan mudah rusak hanya karena udara dingin AC, tetapi AC akan bekerja lebih keras agar ruangan bisa dingin merata.


    2. Kompor dan Oven

    Pemasangan AC pada dapur juga tidak bisa sembarangan karena terdapat dua elemen yang bertolak belakang di ruangan ini. Elemen pertama adalah api yang menimbulkan panas, dan kedua adalah angin dari AC yang menyejukkan ruangan. Sebaiknya AC tidak diarahkan langsung ke kompor, oven, pemanggang roti, microwave, atau penanak nasi.

    Peralatan tersebut dapat mengeluarkan suhu panas ketika digunakan. Jika kamu memasang AC di dekat kedua barang tersebut, AC harus bekerja lebih ekstra untuk mendinginkan ruangan. Di sisi lain, tagihan listrik bisa membengkak gara-gara harus mengatur suhu AC paling rendah.

    3. Barang Elektronik

    Setiap ruangan tidak bisa terlepas dari keberadaan barang elektronik seperti TV, konsol game, laptop, dan komputer. Ternyata meletakkan perangkat elektronik tepat di bawah AC itu tidak dianjurkan karena AC akan bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan dan benda elektronik tersebut yang juga menghasilkan panas

    4. Tanaman Hidup

    Tidak semua tanaman bisa hidup di ruangan AC. Aliran udara dingin dari AC secara langsung bisa berdampak langsung pada kesehatan, pertumbuhan, dan penampilan tanaman hias. Ada jenis tanaman yang menyukai hidup di lingkungan yang hangat dan lembap. Udara yang terlalu dingin justru membuat tanaman dehidrasi serta membuat daunnya mengerut, layu, kering, atau berubah warna.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Simak juga Video ‘Meski di Ruang Ber-AC, Tubuh Tetap Mengeluarkan Cairan Lho’:

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Muncul Rayap di Rumah? Ini Cara Ampuh Mengatasinya


    Jakarta

    Rayap merupakan salah satu jenis serangga yang sering ditemukan di dalam rumah, terutama di tempat-tempat tersembunyi. Meski berukuran kecil, serangga ini dapat mengganggu kenyamanan hingga merusak hunian.

    Sebab, rayap merupakan serangga pemakan kayu sehingga furniture atau perabotan kayu di rumah jadi rusak dan berlubang. Bahkan, rayap juga bisa menggerogoti atap rumah yang masih menggunakan kayu.

    Agar furniture kesayanganmu di rumah tidak rusak gara-gara dimakan rayap, sebaiknya segera basmi serangga tersebut sebelum kerusakan makin bertambah parah.


    Ingin tahu kenapa ada banyak rayap yang muncul di rumah? Lalu bagaimana cara atasinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Kenapa Ada Banyak Rayap di Rumah

    Sebagai informasi, ada tiga jenis rayap yang umum menyerang rumah, yaitu rayap kayu lembap, rayap kayu kering, dan rayap tanah. Meski sama-sama tertarik pada kayu, tetapi ketiga jenis rayap itu memiliki sejumlah perbedaan.

    Dilansir situs Orkin, rayap kayu kering cenderung mencari kayu yang kondisinya kering, sedangkan kayu lembap jadi incaran para rayap kayu basah. Lain halnya dengan rayap tanah yang harus berada di tanah lembap dan mencari apa pun kayu yang terdapat di tanah.

    Setelah mengetahui jenis-jenisnya, berikut sejumlah alasan mengapa rayap sering kali muncul di rumah:

    1. Kondisi Rumah yang Lembap

    Udara lembap menjadi alasan utama mengapa ada banyak rayap di rumah. Pada umumnya, rayap kayu basah akan masuk ke dalam untuk mencari kayu yang bisa dimakan.

    Jumlah rayap bisa semakin banyak jika furniture di rumah umumnya menggunakan material kayu. Ditambah lagi udara lembap yang membuat rayap semakin puas menggerogoti perabotan kayu.

    2. Muncul Retakan atau Celah di Rumah

    Adanya retakan pada dinding menjadi kesempatan bagi rayap untuk masuk ke rumah. Mereka akan mencari kayu yang lembap untuk sumber makanan mereka.

    Celah pada jendela atau pintu juga bisa dilalui oleh serangga kecil tersebut. Oleh sebab itu, penting untuk menambal retakan pada dinding serta menutup celah terbuka di jendela.

    3. Ada Pipa Air yang Bocor

    Pipa air yang bocor di rumah bisa menyebabkan area di sekitar menjadi lembap. Kondisi tersebut sangat ideal bagi rayap untuk masuk dan berkembang biak di rumah.

    Populasi rayap di rumah bisa semakin bertambah jika struktur atap masih menggunakan kayu. Seiring waktu, struktur bangunan bisa rusak dan akhirnya roboh karena habis dimakan rayap.

    Cara Membasmi Rayap di Rumah

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membasmi rayap di rumah. Dikutip dari Better Homes & Gardens, berikut langkah-langkahnya:

    1. Pakai Cat Kayu Anti Rayap

    Langkah pertama adalah menggunakan cat kayu anti rayap untuk furniture dengan material kayu. Pastikan seluruh permukaan furniture, terutama bagian belakang telah dilapisi cat kayu agar tidak digerogoti rayap sehingga tahan lama.

    2. Hindari Area Lembap di Rumah

    Guna mencegah rayap datang ke rumah, pastikan seluruh ruangan di rumah tidak lembap. Dengan begitu, furniture kayu tak akan digerogoti oleh serangga kecil tersebut.

    Cek juga bagian langit-langit rumah karena rayap sering bersembunyi di tempat tersebut. Jika ditemukan rayap dalam jumlah banyak, segera panggil pest control atau layanan pengendali hama.

    3. Bersihkan Selokan

    Penting untuk membersihkan selokan secara berkala. Sebab, selokan yang tersumbat oleh sampah membuat air tidak mengalir dengan lancar. Kondisi ini dapat menciptakan genangan air yang masuk ke rumah dan membasahi furniture kayu, sehingga menarik rayap untuk memakannya.

    4. Lakukan Pengecekan Rutin

    Sebagai bentuk pencegahan, lakukan pengecekan rutin pada ruangan yang mudah lembap dan terdapat banyak furniture kayu. Cek juga bagian atap rumah guna memastikan tidak ada rayap yang bersarang.

    Jika menemukan ada celah atau lubang di beberapa titik, sebaiknya segera ditutup agar rayap tidak bisa masuk ke dalam rumah.

    Itulah alasan mengapa banyak rayap di rumah dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Viral Jemaah Istiqlal Dimarahi Petugas dengan Toa, Begini Kejadian Sebenarnya



    Jakarta

    Petugas Masjid Istiqlal Jakarta viral di media sosial karena diduga memarahi jemaah yang sedang istirahat. Pihak Istiqlal memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut.

    Dalam video yang beredar, terlihat petugas perempuan sedang memarahi sejumlah jemaah. Ia memarahi beberapa orang di lokasi dengan menggunakan pengeras suara toa.

    “Masa gara-gara saya teriak-teriak, kalau nggak mau dibangunin, nggak mau diganggu, tidur di rumah masing-masing. ngerti nggak? Kalau mau salat silakan. Mau baca Qur’an silakan,” ujar petugas tersebut.


    Video itu kemudian memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan cara petugas Masjid Istiqlal menegur jemaah yang sedang beristirahat.

    Kasubag Hukum Kerja Sama dan Humas Protokol Masjid Istiqlal, Andi M. Ali, mengatakan kejadian tersebut terjadi pada 16 Agustus 2025. Kala itu, petugas sedang melakukan rutinitas harian untuk membersihkan masjid.

    “Jadi untuk kenyamanan jama’ah, untuk kesehatannya juga, kita biasa bersih-bersih pagi-pagi gitu. Nah, SOP-nya yang lagi tidur atau yang sedang beristirahat, dibangunkan agar pindah ke lokasi lain,” kata Andi saat dikonfirmasi oleh detikcom, Jumat (29/8/2025).

    Namun, beberapa orang yang tak mengindahkan imbauan petugas. Sampai akhirnya, mereka mengambil sikap tegas.

    “Kebetulan yang di video itu, itu sudah peringatan ketiga. Jadi peringatkan sekali dengan baik-baik, tidak mau pindah. Sudah bangun, tidur lagi. Disamperin lagi akhirnya begitu juga, sama kedua kali,” beber Andi.

    Petugas akhirnya harus menaikkan nada suaranya karena peringatan secara baik-baik tidak efektif. Hal ini menegaskan bahwa video yang beredar di media sosial hanya potongan saja, tidak menampilkan kejadian dari awal.

    “Nah, ketiga kali mau bagaimana lagi, gitu kan. Ya, mungkin tidak bisa baik-baik, kita harus dengan sedikit keras suaranya seperti itu,” imbuh Andi

    “Yang ada di video itu hanya potongan saja sebetulnya, tidak dari awal. Nah, yang memvideokan itu memang jemaah yang kita sebutnya jemaah mukim,” lanjutnya.

    Andi juga mengatakan, orang-orang dalam video itu bukanlah jemaah yang datang untuk beribadah. Ia menyebut mereka hanya memanfaatkan masjid untuk beristirahat atau tidur.

    “Mohon maaf, mungkin tanda kutip gembel, ya. Jadi mereka numpang di Istiqlal hanya untuk istirahat, kegiatan rutin seperti itu. Itu bukan jemaah sebetulnya. Kalau jemaah itu kan datang untuk salat, untuk beribadah,” tegasnya.

    Atas kejadian tersebut, Andi mengimbau agar masyarakat patuh terhadap aturan yang berlaku. Jangan melanggar untuk kebaikan bersama.

    “Ya memang di setiap tempat umum apalagi memang ada peraturan-peraturannya, jadi mohon ditaati aja. Demi kenyamanan semua,” pungkasnya.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com