Tag: gas metana

  • Kapan Septic Tank Perlu Dikuras agar Tidak Meledak? Pemilik Perlu Tahu!


    Jakarta

    Septic tank berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan rumah, sebagai bagian dari sistem pembuangan rumah. Septic tank berfungsi untuk menampung limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan.

    Di tempat septic tank pula terjadi proses penguraian kotoran yang menghasilkan gas metana. Karena itu, septic tank berisiko meledak jika tidak rutin dikuras dan minim saluran udara berkualitas. Saluran udara menjamin gas metana bisa dikeluarkan dari septic tank, sementara pengurasan untuk menghindari sumbatan.

    Kapan Septic Tank Perlu Dikuras?

    Pemilik PT Argajasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank, Basuki mengatakan bahwa penyedotan septic tank dilakukan sesuai kebutuhan berdasarkan jenis septic tank yang digunakan. Ada dua jenis septic tank yang biasa ditemui di rumah, yaitu model konvensional dan biotank.


    1. Septic Tank Konvensional

    Septic tank konvensional dasarnya menggunakan tanah. Kotoran, tinja, atau limbah yang masuk septic tank diresapkan ke tanah. Pemiliknya tak perlu sering menguras septic karena tidak akan penuh, meski telah digunakan 10-20 tahun.

    “Kalau bicara berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” katanya kepada detikProperti.

    2. Septic Tank Biotank

    Berbeda dengan septic tank konvensional, septic tank biotank membutuhkan perawatan lebih intens. Biotank adalah septic tank yang bentuknya seperti toren air.

    Di dalam septic tank biotank ada filtrasi yang berfungsi untuk mengurai kotoran. Septic tank jenis ini perlu dikuras minimal 1 sampai 2 tahun sekali, supaya tidak lekas penuh.

    “Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, jadi dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” papar Basuki.

    Dapat disimpulkan, saat yang tepat untuk menguras septic tank tergantung dari jenisnya. Septic tank biotank memerlukan pengurasan lebih sering dibandingkan yang konvensional.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Ini Tanda Ada Gas Saat Gali Sumur Bor



    Jakarta

    Sumur bor adalah salah satu cara mendapatkan sumber air bersih dengan menggali tanah. Siapa sangka, mengebor air ternyata bisa sampai memicu munculnya api alias sumur bor terbakar.

    Ahli Geologi dan Pemerhati Lingkungan Asep Mulyana mengatakan kejadian seperti itu sebenarnya sesuatu yang wajar terjadi ketika mengebor sumur. Menurutnya, api muncul lantaran ada gas metana atau gas rawa yang keluar dari lubang.

    “Kemungkinan besar ini gas alam yang tidak migrasi dari sumbernya di kedalaman tertentu, dia berpindah tempat ke daerah permukaan shallow. Bagi kami orang geologi ya (kedalaman) 30-50 (meter). Pada saat masyarakat itu mengebor air terus pada saat mereka ketemu di zona yang ada gas ‘alam liar’ terus dibor keluarlah (gas) dengan air,” ujar Asep kepada detikProperti, Minggu (24/11/2024).


    Menurutnya, gas yang keluar dari sumur bor sebenarnya tidak berbahaya dan tidak akan mencemari air. Munculnya gas dapat ditandai bunyi berdesis serta bau tidak sedap dari campuran gas sulfida.

    Selain itu, gas juga bisa mendorong air keluar dari lubang sumur, sehingga orang mengira mendapatkan air artesis yang mengalir tanpa pompa. Justru air keluar dengan sendirinya bisa menjadi indikasi keluarnya gas alam.

    “Kalau orang awam ngebor yang penting bolongi berapa meter dapat air artesis nggak perlu dipompa, (padahal air) terbawa (gas yang) ingin keluar. (Air yang keluar) Seakan artesis mancar. Biasanya artesis keluar (orang) senang sambil ngerokok, (malah) tersambar (api),” jelasnya.

    Asep mengatakan gas tersebut bisa dibiarkan keluar dan akan habis dengan sendirinya dalam kurun waktu 1-2 minggu. Salah satu tandanya adalah air berhenti keluar karena tidak ada tekanan dari gas. Namun, ia menegaskan agar pekerja maupun warga tidak boleh menyalakan api di sekitar sumur selama masa pengeboran dan masa tunggu memastikan gas keluar.

    “Itu salah satu standar operasional prosedur baik ngebor air atau minyak nggak boleh ada yang ngerokok atau sundutan api,” katanya.

    Apabila sumur bor terbakar karena tersulut api, sebenarnya dapat dibiarkan sampai gasnya habis. Apabila ada kandungan air di dalam sumurnya pun masih bisa dipakai dengan mengeluarkannya menggunakan pompa.

    Akan tetapi api yang muncul dapat merusak lingkungan dan bisa membahayakan warga sekitar. Oleh karena itu, demi keamanan, sumur bor tersebut dapat ditutup dengan cara grouting, yakni menumpahkan campuran pasir dan semen ke dalam sumur. Ia pun menyarankan mencari titik sumur bor lain minimal 500 meter dari lokasi awal untuk mencegah kejadian serupa.

    Sebelumnya, ada insiden sumur bor yang terbakar di Sumenep. Fenomena ini terjadi di tanah tegal milik Maulidi (50) di Desa Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih. Sumur bor tersebut memiliki kedalaman sekitar 53 meter.

    Kejadian ini bermula saat pemilik alat bor gantung, Astoni hendak membuka besi bor untuk pelebaran casing pada Rabu (20/11). Ia mendengar suara seperti angin dari dalam sumur yang telah digali selama sekitar lima hari. Ia pun mencium aroma gas, sehingga memutuskan untuk tidak melanjutkan pekerjaannya.

    Sumur bor tersebut kemudian diberi paralon sepanjang 120 cm untuk mencegah air hujan masuk ke dalamnya pada Kamis (21/11). Lalu, Maulidi berniat membuka paralon yang dipasang sebelumnya sambil merokok sekitar pukul 17.00 WIB.

    “Tiba-tiba gas yang keluar dari lubang paralon menyambar rokok Maulidi, sehingga mengeluarkan api dengan ketinggian sekitar 1 meter,” kata Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti dikutip dari detikJatim.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Tahu Belum Pemicu Septic Tank Meledak? Ini Biang Keroknya!



    Jakarta

    Pernahkah kamu mendengar kejadian septic tank meledak di rumah? Hal seperti itu biasanya terjadi saat sedang menyedot septic tank.

    Septic tank sendiri merupakan tempat penampungan air limbah. Di dalamnya terjadi proses penguraian, sehingga tak heran kalau ada unsur-unsur yang dapat menyebabkan ledakan.

    Lantas, apa pemicu ledakan pada septic tank? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Pemicu Septic Tank Meledak

    Inilah penyebab septic tank bisa meledak di rumah.

    1. Gas Metana

    Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho menjelaskan ada unsur gas metana yang terakumulasi di dalam tangki karena tidak ada pipa hawa sebagai ventilasi. Septic tank tanpa pipa hawa seperti itu tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Adapun gas metana bersifat mudah terbakar.

    “Bahan mudah terbakarnya apa? Gas metana. Terus ada oksigen di udara karena terbuka dari manhole,” kata Endro kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Selain itu, ledakan juga bisa terjadi di kamar mandi. Endro menjelaskan hal tersebut kemungkinan besar karena septic tank tidak mempunyai pipa hawa, sehingga gas metana keluar melalui sela-sela pipa kamar mandi. Kemudian, ledakan akhirnya terjadi saat unsur pemicu lengkap dengan ada api yang menyala di kamar mandi.

    2. Api

    Ia mengungkapkan ledakan pada septic tank yang pernah terjadi sebelumnya disebabkan oleh petugas yang memasukkan benda terbakar ke dalam tangki untuk membuktikan proses penyedotan sudah selesai.

    “Istilahnya mungkin menunjukkan tadinya (septic tank) ada isi, sekarang sudah berkurang isinya. Dengan caranya adalah salah, dia (petugas) mengambil koran, kemudian koran dibakar, kemudian dilempar ke dalam. Nah, itu salah,” ucapnya.

    Menurutnya, cara mengecek isi tanki bisa dengan menyalakan senter ke lubang kontrol. Lalu, bisa juga menggunakan tongkat panjang dimasukkan ke dalam manhole.

    Kemudian dalam proses penyedotan, SOP atau prosedur operasi standar tidak memperkenankan ada yang merokok di dekat lokasi sebagai bentuk kehati-hatian. Dengan begitu sebaiknya tidak menyulutkan api di dalam ataupun sekitar septic tank saat penyedotan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengapa Septic Tank Bisa Meledak? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya



    Jakarta

    Kasus septic tank meledak sudah beberapa kali terjadi di Indonesia. Penyebab septic tank meledak bermacam-macam.

    Pertanyaannya kenapa septic tank bisa meledak? Lalau bagaimana cara mencegahnya?

    Sebelum mengetahui tentang itu, perlu dipahami dulu apa itu septic tank dan kegunaannya?


    Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, tangki septik adalah bak kedap air yang berfungsi sebagai tempat penampungan limbah kotoran manusia. Melalui tangki septik, kotoran manusia akan tertampung di dalamnya.

    Nantinya, bagian cairnya akan keluar dari tangki septik dan diresapkan ke sumur resapan. Apabila tidak memungkinkan, maka dibuat suatu filter untuk mengelola cairan tersebut.

    Lantas, bagaimana bentuk dan ukuran septik tank yang baik?

    Tangki septik terdiri dari 2 jenis, yaitu tangki septik sistem tercampur dan terpisah. Tangki septik sistem tercampur maksudnya adalah tangki septik yang digunakan dari buangan air limbah rumah tangga yang meliputi mandi, cuci, kakus. Sementara itu, tangki septik terpisah adalah tangki septik yang digunakan hanya dari buangan kakus alias kotoran manusia.

    Melansir dari SNI 2398:2017, ada beberapa kriteria standar bentuk dan ukuran untuk tangki septik, di antaranya yaitu:

    • Bentuk segi empat dengan panjang x lebar 2:1 sampai 3:1
    • Lebar minimal 0,75 meter
    • Panjang minimal 1,5 meter
    • Tinggi minimal 1,5 meter termasuk ambang batas 0,3 meter
    • Volume disesuaikan dengan jumlah penghuni. Misalnya, jika suatu rumah dihuni oleh 5 orang, maka ukuran tangki dengan periode pengurasan 3 tahun menggunakan tangki septik sistem terpisah maka diperlukan tangki septik ukuran panjang 1,6 meter, lebar 0,8 meter, dan tinggi 1,3 meter.

    Ketika membangun tangki septik juga pastikan ada saluran udara yang baik. Sebab, air limbah yang ditampung pada tangki septik menghasilkan gas metana (CH4) yang jika tidak dikeluarkan, maka tangki septik berpotensi untuk meledak.

    Gas metana juga punya sifat mudah terbakar, sehingga harus dihindarkan dari sumber api atau bahan mudah terbakar lainnya.

    Selain itu, jarak dari tangki septik ke sumber air bersih minimal 10 meter. Hal ini supaya air bersih tidak tercemar dengan isi dari tangki septik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Septic Tank Harus Dikuras? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Pemilik rumah perlu tahu kapan septic tank perlu dikuras. Bila tidak, septic tank yang penuh akan menimbulkan risiko berbahaya seperti meledak dan meluap.

    Septic tank berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan rumah, sebagai bagian dari sistem pembuangan rumah. Septic tank berfungsi untuk menampung limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan.

    Di tempat septic tank pula terjadi proses penguraian kotoran yang menghasilkan gas metana. Karena itu, septic tank berisiko meledak jika tidak rutin dikuras dan minim saluran udara berkualitas. Saluran udara menjamin gas metana bisa dikeluarkan dari septic tank, sementara pengurasan untuk menghindari sumbatan.


    Kapan Waktunya Kuras Septic Tank?

    Pemilik PT Argajasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank, Basuki mengatakan bahwa penyedotan septic tank dilakukan sesuai kebutuhan berdasarkan jenis septic tank yang digunakan. Ada dua jenis septic tank yang biasa ditemui di rumah, yaitu model konvensional dan biotank.

    1. Septic Tank Konvensional

    Septic tank konvensional dasarnya menggunakan tanah. Kotoran, tinja, atau limbah yang masuk septic tank diresapkan ke tanah. Pemiliknya tak perlu sering menguras septic karena tidak akan penuh, meski telah digunakan 10-20 tahun.

    “Kalau bicara berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” katanya kepada detikProperti.

    2. Septic Tank Biotank

    Berbeda dengan septic tank konvensional, septic tank biotank membutuhkan perawatan lebih intens. Biotank adalah septic tank yang bentuknya seperti toren air.

    Di dalam septic tank biotank ada filtrasi yang berfungsi untuk mengurai kotoran. Septic tank jenis ini perlu dikuras minimal 1 sampai 2 tahun sekali, supaya tidak lekas penuh.

    “Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, jadi dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” papar Basuki.

    Dapat disimpulkan, saat yang tepat untuk menguras septic tank tergantung dari jenisnya. Septic tank biotank memerlukan pengurasan lebih sering dibandingkan yang konvensional.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Dua Hal Ini Bisa Bikin Septic Tank Meledak



    Jakarta

    Kejadian septic tank meledak kerap terdengar di masyarakat. Biasanya kejadian seperti ini terjadi saat sedang menyedot septic tank.

    Septic tank merupakan tempat pengolahan limbah di rumah, sehingga muncul unsur yang rawan terbakar. Supaya hal ini nggak terjadi, pemilik rumah perlu tau apa yang menyebabkan septic tank meledak.

    Lantas, apa saja pemicu ledakan pada septic tank? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Septic Tank Meledak

    Inilah penyebab septic tank bisa meledak di rumah menurut ahli.

    1. Septic Tank Tanpa Pipa Hawa

    Spesialis Sanitasi Endro Adinugroho mengatakan septic tank mengandung gas metana yang mudah terbakar. Namun, gas ini bisa terakumulasi di dalam tangki karena tidak ada pipa hawa sebagai ventilasi. Septic tank tanpa pipa hawa seperti itu tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

    “Bahan mudah terbakarnya apa? Gas metana. Terus ada oksigen di udara karena terbuka dari manhole,” kata Endro kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Ia menambahkan ledakan juga bisa terjadi di kamar mandi. Hal itu kemungkinan besar karena septic tank tidak mempunyai pipa hawa, sehingga gas metana keluar melalui sela-sela pipa kamar mandi. Ledakan pun akhirnya terjadi saat unsur pemicu lengkap, yakni ada yang menyalakan api di dalam kamar mandi.

    2. Menyulut Api

    Selanjutnya, Endro mengatakan ledakan pada septic tank dipicu oleh api ketika menyedot septic tank. Ia menyebutkan salah satu kejadian ledakan di masyarakat, ada petugas yang memasukkan benda terbakar ke dalam tangki untuk membuktikan proses penyedotan sudah selesai.

    “Istilahnya mungkin menunjukkan tadinya (septic tank) ada isi, sekarang sudah berkurang isinya. Dengan caranya adalah salah, dia (petugas) mengambil koran, kemudian koran dibakar, kemudian dilempar ke dalam. Nah, itu salah,” ucapnya.

    Padahal, cara mengecek isi tanki bisa dengan memasukkan tongkat panjang ke dalam manhole. Cara lain adalah dengan menyalakan senter ke lubang kontrol.

    Endro menambahkan prosedur operasi standar tidak memperkenankan ada yang merokok di dekat lokasi penyedotan. Dengan begitu sebaiknya tidak menyulutkan api di dalam ataupun sekitar septic tank saat penyedotan.

    Itulah pemicu septic tank meledak yang perlu pemilik rumah waspadai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tunggu Meledak, Ini Waktu yang Tepat Sedot Septic Tank


    Jakarta

    Septic tank merupakan penampungan limbah domestik atau kotoran tinja yang ditemukan pada setiap bangunan agar kotoran tidak mencemari lingkungan. Sama seperti tempat sampah, septic tank bisa penuh dan isinya harus dikurangi dengan cara disedot.

    Saat ini sudah banyak jasa penyedia sedot septic tank yang bisa dipanggil ke rumah. Mereka akan datang dengan mobil besar yang dapat menyimpan kotoran tinja dan membawa ke tempat khusus pengolahan.

    Penyedotan isi septic tank bukan hanya untuk mencegah isinya meluap saat sudah penuh, melainkan untuk keselamatan orang di sekitar dan properti. Di dalam septic tank, kotoran bukan hanya disimpan melainkan terjadi penguraian kotoran yang menghasilkan gas metana. Apabila isi septic tank sudah penuh dan gas metana ini dibiarkan menumpuk dan terus terproduksi dalam jumlah yang banyak, risikonya adalah terjadi ledakan. Kotoran akan berhamburan dan mengotori properti.


    Lantas, kapan waktu yang tepat untuk menyedot isi septic tank?

    Pemilik PT Argajasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank Basuki mengatakan terdapat dua jenis septic tank yang biasa ditemukan di rumah-rumah yakni biotank dan konvensional. Kedua jenis septic tank tersebut memiliki cara penyedotan yang berbeda, begini penjelasannya.

    1. Septic Tank Biotank

    Septic tank biotank berbentuk seperti toren air yang di dalamnya terdapat filtrasi untuk mengurai kotoran. Septic tank jenis ini perlu dikuras minimal 1 atau 2 tahun sekali agar tidak meluap.

    “Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, jadi dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” papar Basuki.

    2. Septic Tank Konvensional

    Berbeda dengan biotank, septic tank konvensional merupakan penampungan yang bentuknya tanah. Cara kerjanya sederhana, kotoran, tinja, atau limbah yang masuk septic tank diresapkan ke tanah. Pemiliknya tak perlu sering menguras septic karena tidak akan penuh, meski telah digunakan 10-20 tahun.

    “Kalau bicara berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” katanya kepada detikProperti.

    Dapat disimpulkan, waktu yang tepat untuk menguras septic tank tergantung dari jenisnya. Septic tank biotank memerlukan pengurasan lebih sering dibandingkan yang konvensional.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan Ini Dekat Septic Tank, Bisa Meledak!



    Jakarta

    Kabar septic tank meledak mungkin sudah tidak asing di telinga para penghuni rumah. Kejadian seperti itu memang bikin ngeri. Siapa sangka alat di bawah tanah yang tidak terlihat itu bisa bikin celaka.

    Septic tank sendiri adalah tempat untuk menampung limbah rumah tangga. Terjadi proses penguraian kotoran di dalamnya sehingga muncul unsur yang dapat menimbulkan ledakan.

    Jika tak ingin septic tank meledak, penghuni harus tahu penyebabnya. Ketahui juga pantangan untuk mencegah ledakan pada septic tank.


    Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho pernah menjelaskan ada unsur gas metana di dalam tangki. Gas ini bersifat mudah terbakar sehingga menjadi salah satu pemicu ledakan.

    “Bahan mudah terbakarnya apa? Gas metana. Terus ada oksigen di udara karena terbuka dari manhole,” kata Endro kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Gas metana bisa terakumulasi kalau tidak ada pipa hawa sebagai ventilasi. Model septic tank seperti ini tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

    Endro pun mengungkapkan kalau ledakan yang pernah terjadi sebelumnya disebabkan oleh petugas penyedot septic tank memasukkan benda terbakar ke dalam tangki itu. Hal itu dilakukan untuk membuktikan proses penyedotan sudah selesai. Padahal, seseorang tidak boleh menyalakan api di dalam ataupun sekitar septic tank saat penyedotan.

    “Istilahnya mungkin menunjukkan tadinya (septic tank) ada isi, sekarang sudah berkurang isinya. Dengan caranya adalah salah, dia (petugas) mengambil koran, kemudian koran dibakar, kemudian dilempar ke dalam. Nah, itu salah,” ujarnya.

    Cara mengecek isi tangki dapat dilakukan dengan menyalakan senter ke lubang kontrol. Lalu, bisa juga menggunakan tongkat panjang dimasukkan ke dalam manhole.

    Selain itu, prosedur operasi standar juga tidak memperkenankan ada yang merokok di dekat lokasi penyedotan septic tank. Langkah ini sebagai bentuk kehati-hatian terhadap risiko ledakan.

    Endro menambahkan ledakan dapat terjadi di kamar mandi. Hal itu kemungkinan besar karena septic tank tidak ada pipa hawa sehingga gas metana keluar melalui sela-sela pipa kamar mandi. Ledakan pun terjadi saat unsur pemicu lengkap dengan adanya api, misalnya ketika penghuni merokok di kamar mandi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Septic Tank Bisa Meledak, Jangan Lakukan Kesalahan Fatal Ini!



    Jakarta

    Septic tank adalah sistem pengolahan limbah yang berada di bawah tanah. Penghuni rumah mesti berhati-hati karena tangki tersembunyi ini ada risiko untuk meledak.

    Proses penguraian kotoran di dalam septic tank menghasilkan unsur yang bisa menimbulkan ledakan. Namun septic tank nggak serta merta akan meledak kok, melainkan ada pemicunya.

    Lalu, apa saja kesalahan yang bikin septic tank meledak? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Septic Tank Meledak

    Inilah beberapa hal yang perlu dihindari agar septic tank tidak meledak menurut ahlinya.

    1. Bikin Septic Tank Tidak Sesuai Standar

    Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho pernah mengatakan ada gas metana di dalam septic tank. Gas tersebut mudah terbakar sehingga berisiko menimbulkan ledakan.

    “Bahan mudah terbakarnya apa? Gas metana. Terus ada oksigen di udara karena terbuka dari manhole,” kata Endro kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Gas metana akan terakumulasi di dalam tangki kalau tidak ada pipa hawa sebagai ventilasi. Hal ini biasanya terjadi kalau tangki tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

    2. Menyalakan Api Saat Sedot Septic Tank

    Berkaca dari kasus ledakan yang pernah terjadi, Endro mengatakan hal itu disebabkan oleh petugas penyedot septic tank memasukkan benda terbakar ke dalam tangki. Padahal, seseorang tidak boleh menyalakan api di dalam ataupun sekitar septic tank saat penyedotan.

    Petugas juga tidak dibolehkan merokok ketika proses penyedotan. Langkah ini untuk mencegah risiko ledakan.

    Menurutnya, petugas memasukkan benda terbakar ke tangki untuk membuktikan proses penyedotan sudah selesai. Seharusnya petugas bisa mengecek isi tangki dengan menyorotkan senter ke lubang control atau memasukkan tongkat Panjang ke dalam manhole.

    “Istilahnya mungkin menunjukkan tadinya (septic tank) ada isi, sekarang sudah berkurang isinya. Dengan caranya adalah salah, dia (petugas) mengambil koran, kemudian koran dibakar, kemudian dilempar ke dalam. Nah, itu salah,” ucapnya.

    3. Merokok di Kamar Mandi

    Selain itu, ledakan juga bisa terjadi di kamar mandi. Kejadian ini kemungkinan besar disebabkan oleh septic tank tidak ada pipa hawa sehingga gas metana keluar melalui sela-sela pipa kamar mandi.

    Ledakan akan terjadi saat penghuni rumah menyalakan api di ruangan berisi gas metana. Contoh kejadiannya, ledakan terjadi ketika penghuni merokok di kamar mandi yang ada gas metananya.

    Itulah beberapa hal yang perlu dihindari untuk mencegah ledakan septic tank. Semoga bermanfaat!

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com