Tag: gayung

  • Mana Lebih Bersih, Sehat dan Hemat Air?


    Jakarta

    Seiring perkembangan zaman dan teknoloji, tren cara mandi pun berubah. Dulu, masyarakat mandi menggunakan gayung, namun kini mandi pakai shower semakin digemari.

    Mandi menggunakan shower dianggap modern, dan selaras dengan perkembangan zaman. Meski demikian, masih ada juga yang tetap pada prinsipnya yaitu mandi pakai gayung.

    Sebenarnya, apa perbedaan, kelebihan dan kekurangan mandi pakai shower dan gayung?


    Dikutip dari Rumah Sae,berikut perbedaan mandi pakai shower dan menggunakan gayung

    Jumlah Air yang Dipakai

    Ada perbedaan jumlah liter air yang diperlukan antara mandi menggunakan shower dan gayung ini, berikut perkiraannya:

    Banyaknya air yang digunakan jika mandi menggunakan shower:

    Perkiraan mandi menggunakan shower dapat memancurkan air sebanyak 9,5 liter per menit.

    Asumsinya, seseorang mandi menggunakan shower, diperkirakan selama 1 menit mengguyurkan air ke kepala dan seluruh tubuh, 2 menit untuk membersihkan shampo dan sabun, dan 2 menit untuk membilasnya.

    Total lama memancurkan air dari shower ketika mandi yaitu selama 3 menit.

    3 x 9,5 liter = 28,5 liter

    Jadi selama 3 menit shower akan memancurkan air sebanyak 28,5 liter.

    Banyaknya air yang digunakan jika mandi menggunakan gayung:

    Satu gayung rata-rata berkapasitas 1,5 liter air.

    Perkiraan jika seseorang mandi menggunakan gayung:

    2 gayung air untuk cuci muka

    3 gayung air untuk mengguyur kepala

    3 gayung air untuk mengguyur badan

    7 gayung air untuk membersihkan shampo di kepala dan mengguyur muka

    5 gayung air untuk membersihkan sabun di seluruh bagian tubuh

    10 gayung air untuk membilas

    3 gayung air untuk lain-lain, seperti cuci tangan atau lainnya

    Jadi air yang digunakan 2 + 3 + 3 + 7 + 5 + 10 + 3 = 33 gayung air.

    Total air yang digunakan 33 x 1,5 liter = 49,5 liter.

    Jadi jika seseorang ketika mandi menggunakan air sebanyak 32 gayung, maka total air yang dihabiskan yaitu 49,5 liter.

    Segi kesehatan

    Jika dilihat dari segi kesehatan, secara normal mandi menggunakan shower atau gayung sebenarnya sama saja.

    Hanya saja mandi menggunakan shower memerlukan lebih sedikit tenaga ketimbang menggunakan gayung karena tak perlu menciduk air dari bak mandi atau tempat penampung air.

    Maka bagi orang memiliki kendala fisik atau lanjut usia, mandi menggunakan shower lebih mudah dilakukan karena tak perlu menciduk air.

    Tetapi bagi orang yang sedang tidak memiliki kendala fisik atau bukan lanjut usia, mandi menggunakan gayung lebih sehat karena dapat melatih otot terutama tangan yaitu ketika menciduk air menggunakan gayung.

    Segi kebersihan

    Pada kondisi normal tanpa gangguan fisik, mandi menggunakan shower lebih mudah dalam menggosok tubuh bersamaan dengan mengguyurkan air daripada menggunakan gayung. Memungkinkan kedua tangan dapat digunakan menggosok tubuh bersamaan sembari mengguyurkan air, sehingga lebih cepat bersih.

    Jika menggunakan gayung, maka hanya dapat menggunakan satu tangan untuk menggosok tubuh ketika mengguyurkan air.

    Tetapi jika shower beraliran rendah, maka lebih bersih jika menggunakan gayung karena tekanan air lebih kuat sehingga lebih efektif meluruhkan kotoran.

    Mandi menggunakan shower beraliran rendah justru membutuhkan banyak air sehingga akan lebih boros air dan waktu ketimbang menggunakan gayung.

    Air pada bak mandi kemungkinan juga tak sebersih yang keluar dari shower, karena percikan saat mandi atau aktifitas di kamar mandi lainnya dapat masuk ke dalam bak mandi.

    Segi kesucian airnya

    Percikan air saat beraktifitas di kamar mandi bisa saja masuk ke dalam bak mandi, sehingga memungkinkan najis masuk ke dalam bak mandi.

    Kemungkinan juga bak mandi bisa kemasukan kotoran cicak, bahkan kecoak jika rumah kurang bersih.

    Jika bak mandi ada kotoran cicaknya, itu berarti harus mengurasnya dulu sehingga akan membutuhkan lebih banyak air dan waktu.

    Dengan demikian mandi menggunakan shower lebih terjaga kesucian airnya daripada menggunakan gayung, apalagi jika digunakan untuk bersuci dari hadas besar tentu akan lebih mudah menggunakan shower daripada memakai gayung.

    Demikian perbedaan mandi pakai gayung dan shower. Semua pilihan dikembalikan lagi ke kamu, lebih nyaman mandi pakai yang mana: gayung atau shower. Semoga bermanfaat.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Bisa Tidur Gegara Suara Katak di Sekitar Rumah? Begini Cara Usirnya



    Jakarta

    Pernahkah kamu mendengar suara katak pada malam hari di pekarangan rumah? Biasanya suaranya cukup nyaring tetapi tidak begitu sering. Katak mengeluarkan suara pada malam hari saat katak mencoba menarik perhatian dan mengganggu tidur pasangannya.

    Keberadaan katak sebenarnya bermanfaat karena hewan ini merupakan predator serangga. Lalat, nyamuk, laba-laba, hingga tawon adalah makanannya. Namun, ada beberapa orang yang tidak menyukai keberadaan katak karena geli melihat wujudnya.

    Jika kamu termasuk salah satunya, dilansir The Spruce, berikut cara mengusir katak dari pekarangan.


    1. Singkirkan Genangan Air

    Katak menyukai area yang dekat dengan sumber air. Ia membutuhkan air untuk membasahi tubuhnya. Genangan air ini bukan hanya yang berada di tanah, air yang berada di dalam wadah seperti gayung, botol minum bekas, ember, atau benda lainnya.

    2. Hindari Tumpukan Barang di Halaman

    Sama seperti hewan lainnya, katak juga mencari tempat-tempat tersembunyi. Semakin sedikit barang di pekarangan atau kebun, tidak memberikan mereka peluang untuk bersembunyi apalagi berkembang biak. Maka, simpan barang-barang yang tidak terpakai di tempat yang tepat atau buang sehingga tidak memenuhi rumah.

    3. Rawat Kebun dan Pekarangan

    Selain tidak ada tumpukan barang tak terpakai di pekarangan, kamu juga harus rajin merawat kebun atau pekarangan. Pangkas tanaman yang terlalu lebat sehingga tidak menjadi tempat persembunyian katak.

    4. Matikan Lampu Luar Ruangan

    Katak akan terbantu mencari mangsa apabila di kebun atau pekarangan dilengkapi lampu yang banyak. Kamu boleh memasang lampu di pekarangan atau kebun, tetapi jangan terlalu banyak. Lampu dapat membantu mereka menemukan makanan yakni serangga.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamar Mandi Lembap Sarangnya Bakteri, Begini Cara Agar Tetap Kering



    Jakarta

    Kamar mandi yang ukurannya cukup luas biasanya terdiri dari area basah dan kering. Namun, kebanyakan rumah di Indonesia tidak memiliki ruang yang luas untuk kamar mandi sehingga umumnya hanya memiliki kamar mandi basah.

    Selain itu, umumnya letak kamar mandi berada di tengah atau di dalam rumah tanpa memiliki ventilasi yang memadai. Jika ada ventilasi, letaknya di atas pintu kamar mandi dan ukurannya tidak begitu besar.

    Kondisi tersebut membuat kamar mandi lembap dan sulit untuk kering. Kamar mandi yang selalu basah, baik lantai dan dindingnya mudah sekali berjamur dan berlumut. Risikonya adalah kamar mandi terlihat kotor, lantainya licin, dan bisa muncul bau tak sedap.


    Oleh karena itu, kamar mandi yang bisa mengering setelah digunakan sangat dianjurkan. Kamar mandi yang kering berarti tidak ada genangan di lantai. Pengeringan ini bisa terjadi dengan sendirinya terutama jika kamar mandi tidak digunakan selama 30 menit hingga berjam-jam. Namun, apabila kamar mandi digunakan sejam sekali, memang tidak akan selalu kering.

    Direktur HomeWork Wahyu Achadi mengatakan setiap kamar mandi harus diupayakan menjadi ruang yang kering. Hal ini untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

    “Dengan kondisi kering bakteri dan virus tidak mudah berbiak,” katanya kepada detikcom, Kamis (19/10/2023).

    Tips membuat kamar mandi dapat cepat kering bisa dengan beberapa cara. Pertama pastikan kamar mandi memiliki ventilasi agar sirkulasi udara di dalam bagus. Bentuk ventilasi ini adalah jendela yang tidak tembus pandang, tetapi udara bisa masuk dan keluar atau memasang exhaust fan.

    Cara kedua adalah membagi kamar mandi menjadi area basah dan kering. Area basah merupakan tempat shower atau bak mandi. Sementara area kering tempat kloset dan wastafel.

    Ketiga, Wahyu menyarankan tidak perlu memasang bak mandi. Ganti dengan pancuran air (shower) sementara kloset harus dilengkapi pembilas semprot (jet washer) sehingga tidak perlu gayung atau bak penampungan air di dekatnya.

    “Jet washer membuat proses berbilas menjadi lebih terarah dan cipratan air tidak keluar dari lubang kloset,” sambung dia.

    Selain itu, material yang digunakan untuk perangkat sanitasi juga dipilih yang mudah dibersihkan. Jangan lupa area shower dibuat lebih rendah dibandingkan area kering untuk memudahkan air mengalir dan lantai kamar mandi bisa kering dengan lebih cepat.

    “Supaya air tidak menyiprat ke mana-mana bisa digunakan shower screen atau tirai yang tersedia dalam berbagai bahan seperti plastic, akrilik, hingga kaca. Shower screen ini menjadi pemisah antara area basah dan kering, jangan lupa shower screen juga perlu dibersihkan berkala supaya tidak berjamur,” jelas dia.

    Apabila ingin membuat area basah dan kering di kamar mandi, tidak butuh kamar mandi yang terlalu luas, ukuran 1×3 meter sudah cukup. Area kering ini bisa berukuran 1,5×1,5 m, terdiri dari kloset dan wastafel dilengkapi cermin serta rak-rak dan lemari kecil di sisi lain yang dekat dengan pintu. Sisanya untuk area basah dengan shower.

    Terakhir, letakkan head shower di sudut dalam posisi diagonal termasuk tempat sabun dan sampo untuk mendapatkan area mandi (basah) yang lebih lapang dan lebih efisien.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com