Tag: gejala

  • Jamur di Plafon Kamar Mandi Bahaya buat Kesehatan, Begini Cara Atasinya



    Jakarta

    Plafon kamar mandir menjadi salah satu area yang sering terkena jamur. Salah satu alasannya karena kondisi kamar mandi yang lembap ataupun ada kebocoran di atap.

    Nah buat kamu yang penasaran apakah kamar mandi kamu atapnya berjamur bisa dilihat apakah ada noda-noda kecoklatan atau warna yang kontras dengan plafon. Biasanya jamur ini bisa bertambah banyak tergantung pada besar area lembap.

    Jika ada jamur di atap kamar mandi kamu jangan dianggap sepele. Sebab itu bisa berisiko bagi kesehatan. Mulai dari batuk, bersin, hidung tersumbat, mata gatal, iritasi kulit, gangguan pernapasan, sakit kepala, dan gejala mirip alergi lainnya.


    Lagi pula membasmi jamur pada plafon kamar mandi ternyata tidak sulit. Dilansir The Spruce, berikut ada cara menghilangkan jamur di plafon kamar mandi.

    Cara Menghilangkan Jamur sari Plafon Kamar Mandi Drywall (Papan Gipsum) Yang Dicat

    1. Campurkan Larutan Pembersih

    Larutan pembersih jamur mudah kamu temukan, bahkan ada yang instan. Namun, jika kamu ingin membuat sendiri larutan pembersih tersebut. Caranya dengan menyiapkan sabun pencuci puring dan pemutih klorin. Campurkan kedua larutan tersebut ke dalam sebuah wadah berisi air hangat dengan perbandingan 1:2:1.

    Setelah itu, masukkan larutan pembersih ke dalam botol. Semprotkan larutan tersebut pada plafon yang berjamur. Diamkan seharian, lalu semprot lagi hingga terlihat perubahannya.

    Saat membersihkan jamur, kamu harus memakai alat pelindung seperti masker wajah, kacamata pelindung, dan sarung tangan. Selain itu, pastikan ventilasi di kamar mandi dalam keadaan terbuka atau berfungsi agar kamar mandi tidak lembap dan area yang dibersihkan bisa cepat kering.

    2. Periksa Noda Secara Teratur

    Jamur tidak akan hilang dalam satu kali penyemprotan. Kamu perlu menyemprotkan larutan pembersih secara berulang hingga noda tersebut hilang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Membasmi Tungau Kasur Tanpa Vacuum Cleaner



    Jakarta

    Tungau adalah salah satu serangga yang berukuran sangat kecil yang biasanya hidup dan berkembang biak di tempat tidur. Kasur yang terlihat bersih belum tentu bebas tungau yang bisa menimbulkan penyakit.

    Mengganti seprai secara rutin bisa membasmi tungau di tempat tidur. Tungau juga biasanya bisa dibasmi menggunakan vacuum cleaner yang menggunakan sinar UV.

    Namun, ada juga cara-cara lain yang bisa membasmi tungau tanpa vacuum cleaner. Apa saja?


    Sebelum membahasnya, penting untuk diketahui apa bahaya dari tungau dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan.

    Meski ukurannya kecil, tungau bisa menggigit berbagai bagian tubuh manusia, seperti leher, wajah, tangan, perut, hingga kaki.

    Gigitan tungau bisa menimbulkan sejumlah gejala, di antaranya gatal pada area yang digigit, munculnya benjol kemerahan, serta iritasi kulit. Efek terburuknya, gigitan tungau bisa memicu gejala kesehatan, seperti scabies atau kudis, eksim, alergi kulit, asma, dan gangguan tidur.

    Cara Membersihkan Tungau di Kasur Tanpa Vacuum Cleaner

    1. Sesuaikan suhu ruangan

    Tungau menyukai tempat lembab. Inilah mengapa penting untuk mengatur suhu ruangan agar hewan kecil ini tidak semakin nyaman dan berkembangbiak. Pastikan kamar tidur memiliki aliran udara yang baik, kamu juga bisa menggunakan dehumidifier.

    2. Gunakan cara alami

    Kamu juga bisa memanfaatkan garam sebagai solusi untuk membasmi tungau. Caranya cukup dengan menyemprotkan larutan garam ke bagian yang kira-kira dihinggapi tungau lalu tunggu beberapa saat. Alternatif lainnya bisa dengan menggunakan minyak lavender.

    3. Cuci seprai dengan air panas

    Hal yang bisa dilakukan untuk membasmi tungau adalah dengan rutin mencuci perlengkapan tidur seperti sprei dan sarung bantal guling dengan air panas. Kamu juga bisa menambahkan deterjen anti-bakteri agar tungau benar-benar mati total dan mencegah perkembangbiakannya muncul.

    4. Jemur kasur

    Sinar matahari bisa membuat tungau mati. Ini juga cara lain yang bisa kamu lakukan tanpa perlu menggunakan vacuum cleaner. Kamu bisa menjemur kasur di bawah paparan sinar matahari agar kelembaban kasur berkurang serta membunuh tungau. Sebelumnya, pastikan cuaca tidak terlalu panas sehingga tidak akan merusak kasur.

    5. Semprot disinfektan

    Cara terakhir membersihkan tungau di kasur tanpa vacuum cleaner adalah menggunakan cairan disinfektan di area kamar atau di area hewan ini bersarang. Kandungan zat kimia dalam cairan tersebut bisa efektif membunuh tungau serta mencegah serangga kecil ini muncul kembali.

    Demikianlah beberapa cara yang bisa kamu diterapkan untuk membersihkan tungau di kasur tanpa vacuum cleaner. Semoga informasinya bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanda Saklar Lampu Rusak dan Harus Segera Diganti



    Jakarta

    Saklar lampu merupakan perangkat mekanis yang digunakan untuk menyalakan dan mematikan lampu. Tidak jarang saklar lampu mengalami kerusakan, dikarenakan saklar lampu digunakan berulang-ulang kali.

    Beberapa gejala saklar lampu yang rusak sedikit lebih samar dan ada beberapa yang terlihat jelas. Ada beberapa tanda yang bisa kamu lihat untuk mengidentifikasi masalah saklar yang kamu alami.

    Melansir The Spruce, berikut beberapa tanda peringatan yang paling umum sehingga dapat mengidentifikasi kerusakan saklar.


    Saklar Lama Merespon dan Lampu Berkedip

    Jika lampu perlu waktu beberapa saat untuk menyala atau lampu berkedip saat menyalakan lampu, hal ini dapat menjadi pertanda komponen logam di dalamnya sudah aus.

    Tanpa titik kontak logamnya, saklar tidak dapat lagi membuat sambungan yang diperlukan untuk melengkapi jalur listrik yang memungkinkan lampu menyala. Sebaiknya saklar tetap diganti meskipun kedipan hanya terjadi sesekali.

    Tuas Saklar Macet

    Jika tuas saklar mulai susah untuk digunakan dan kahilangan ketukannya, mekanisme saklar kemungkinan aus atau sambungan kabelnya mungkin kendor.

    Mulailah dengan memeriksa sekrup pemasangan saklar, pastikan sekrup terpasang dengan kencang. Jika kamu mengencangkannya dan saklar masih terasa tidak pas, saatnya memeriksa kabel dan mengganti saklar.

    Bau Terbakar

    Bau terbakar merupakan tanda serius dari saklar yang rusak dan dapat disebabkan oleh komponen yang meleleh, kabel yang terbuka atau rusak, kelebihan beban, dan percikan api. Hal ini harus segera diatasi untuk mencegah resiko kebakaran listrik.

    Gunakan panel layanan utama rumah kamu untuk segera mematikan daya ke saklar, dan hubungi teknisi listrik untuk membantu memperbaiki masalah dan mengganti saklar.

    Pemutus Sirkuit Terputus

    Saat saklar lampu rusak, saklar dapat mulai menarik arus berlebih dalam waktu singkat untuk mencoba menyalakan perlengkapannya sehingga dapat membebani sirkuit tempatnya berada dan menyebabkan daya terputus.

    Jika pemutus arus bekerja lebih dari satu kali, itu pertanda ada yang salah dengan saklarnya. Periksa apakah sambungan kabel saklar lampu kamu aman dan terpasang dengan benar, lalu ganti saklar jika masalah berlanjut.

    Kerusakan yang Jelas

    Tanda-tanda keausan lain yang mengindikasikan saklar lampu rusak dapat dilihat di sekitar pelat saklar dan dikenali tanpa melepas apapun atau memeriksa kabel apapun.

    Jika kamu melihat retakan, perubahan warna, bekas terbakar, hangus, atau saklar tampak goyang saat digunakan, sebaiknya saklar harus segera diganti.

    Itu dia tanda-tanda saklar rusak dan perlu untuk diganti. Semoga Bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Hilangkan Bau Apek di Rumah Usai Ditinggal Mudik


    Jakarta

    Rumah yang ditinggalkan berhari-hari karena perjalanan jauh seperti mudik Lebaran biasanya berisiko muncul bau tak sedap saat pintu rumah kembali dibuka. Baunya seperti bau apek karena rumah lama tidak dibuka atau karena minimnya sirkulasi udara.

    Bau apek tidak bisa dianggap sepele. Bau ini dapat berpengaruh pada kesehatan penghuni rumah karena bau tersebut berasal dari pertumbuhan jamur di tempat yang lembap. Jamur yang tengah aktif tersebut dapat melepaskan spora dan senyawa organik volatil (VOC) ke udara.

    Menghirup zat-zat ini dapat berpengaruh pada sistem pernapasan seperti muncul gejala seperti batuk, bersin, mengi, dan bahkan memperburuk asma atau alergi.


    Oleh karena itu, setelah pulang mudik, dilansir Cleanpedia, sehabis membuka pintu langsung lakukan hal-hal ini untuk menghilangkan bau apek dari rumah.

    1. Cari Sumber Bau

    Saat kamu mencium bau apek setelah membuka pintu. Coba telusuri seluruh bagian rumah untuk mengetahui sumber bau berasal. Biasanya jamu menyukai tempat lembap seperti kamar mandi, wastafel, area perpipaan, atau keran.

    Untuk lebih akurat, kamu juga bisa mendatangkan ahli yang lebih memahami teknik membersihkan jamur di rumah.

    2. Buka Semua Ventilasi

    Agar spora dari jamur tidak banyak terhirup, lekas buka jendela, pintu, dan ventilasi lainnya di rumah. Biarkan udara segar masuk.

    Buka juga semua gorden dan tirai, untuk membiarkan cahaya matahari masuk! Jangan lupa untuk membuka ruang tertutup seperti lemari, kabinet, dan lemari pakaian untuk menghindari pertumbuhan jamur.

    3. Nyalakan Kipas Angin dan Dehumidifier

    Untuk mempercepat udara segar masuk ke dalam rumah dan mendorong udara panas, coba menyalakan kipas. Sementara untuk mengurangi udara lembap di rumah bisa menggunakan alat dehumidifier.

    4. Bersihkan Rumah

    Rumah yang ditinggal selama beberapa hari pasti berdebu meskipun ruangan dalam keadaan tertutup. Tumpukan debu juga bisa menjadi sarang berkembangbiak jamur. Bersihkan rumah dengan menggunakan sapu, penyedot debu, atau dilap.

    5. Letakkan Lemon

    Aroma lemon dapat membuat rumah terasa lebih segar. Daripada membeli produk instan, coba buat aroma lemon alami dengan cara merebus kulit lemon di panci berisi air. Kemudian, tunggu hingga aroma tercium. Baru setelah itu letakkan jeruk tersebut di beberapa area di rumah.

    6. Soda Kue

    Ada cara instan lain untuk menghilangkan bau apek di rumah yakni dengan sepiring soda kue yang dapat menyerap bau. Untuk area tertutup yang lebih kecil seperti lemari, lemari memakai sepiring kecil soda kue juga sudah cukup. Tunggu salaam 24 jam sampai kelembapan terserap maksimal.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanda-tanda Septic Tank Penuh dan Rawan Meledak


    Jakarta

    Untuk menghindari kejadian septic tank meledak, kita harus selalu memperhatikan keadaan septic tank. Septic tank tidak boleh dibiarkan terlalu penuh jika tidak ingin meledak.

    Berikut tanda-tanda septic tank penuh dan rawan meledak.

    Apa itu Septic Tank?

    Singkatnya, septic tank merupakan tempat pembuangan kotoran manusia dengan tujuan untuk menjaga lingkungan. Seperti yang kita tau, limbah yang masuk melalui kloset akan dipindahkan menuju ke dalam septic tank melalui pipa.


    Tanda-Tanda Septic Tank Penuh dan Rawan Meledak

    Muncul Bau Tak Sedap

    Tanda pertama untuk mengetahui septic tank penuh adalah munculnya aroma tak sedap dari lubang ventilasi. Septic tank yang baik dilengkapi dengan pipa ventilasi sebagai sirkulasi membatu untuk masuknya bakteri pengurai dalam septic tank dan membantu keluarnya gas sisa pengolahan limbah. Normalnya pipa ventilasi septic tank mengeluarkan aroma kurang sedap namun jika aroma sudah sangat menyengat maka hal ini dikarenakan septic tank sudah mulai penuh.

    Saluran Air Tersumbat

    Tanda selanjutnya adalah saluran air yang tersumbat. Ketika kita menyiram air pada kloset dan air tidak ada pergerakan turun dengan lambat hal ini bisa karena terjadi sumbatan.

    Limbah Muncul di Permukaan Kloset

    Jika kamu menjumpai limbah atau sampah muncul di kloset dalam beberapa waktu namun belum ada yang menggunakan kloset tersebut bisa jadi ini indikasi bahwa septic tank sudah mulai penuh. Akibatnya limbah tidak bisa mengalir sempurna ke dalam septic tank dan akan muncul kembali kepermukaan kloset meskipun sudah disiram dengan air.

    Air yang Menyusut Pada Mangkuk Toilet

    Keberadaan air pada mangkuk kloset dapat menjadi tanda bahwa septic tank dalam keadaan normal. Untuk mengetahui septic tank mu penuh, kamu dapat coba untuk menyiram kloset menggunakan air. Perhatikan pada mangkuk yang ada di bagian dalam kloset tersebut, jika terjadi perubahan air yang ada pada mangkuk kloset atau air menyusut secara perlahan, maka bisa dipastikan bahwa septic tank sudah terisi penuh oleh kotoran.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Jemur Baju di Depan Rumah, Ini 5 Risikonya


    Jakarta

    Kita mungkin sering melihat orang menjemur baju di depan rumah. Hal ini seringkali dianggap praktis, bukan?

    Tapi, ada beberapa alasan mengapa kebiasaan ini sebaiknya dihindari. Tidak hanya mengganggu pemandangan hingga masalah kesehatan.

    Alasan Tidak Boleh Baju Jemur Baju di Depan Rumah

    Berikut adalah beberapa alasan untuk mempertimbangkan agar tidak menjemur baju di depan rumah:


    1. Menganggu Estetika

    Jemuran baju berdiri atau tali jemuran bagi sebagian orang bisa merusak pemandangan lingkungan. Karena biasanya terlihat tumpukan baju di halaman depan atau tergantung di pagar.

    Hal ini memberikan kesan berantakan dan kurang teratur. Faktor ini juga tentu akan menurunkan nilai estetika dari rumah itu sendiri.

    Di beberapa lingkungan atau area perumahan juga ada aturan mengenai menjemur baju di depan rumah yang ditetapkan oleh Asosiasi Pemilik Rumah (HOA) atau perhimpunan pemilik rumah di suatu komunitas atau kompleks perumahan.

    Menjemur baju di depan rumah dapat dianggap mengganggu pemandangan atau merusak kesan visual. Umumnya, peraturan ini juga bertujuan untuk meningkatkan nilai properti di lingkungan tersebut.

    Cara ini dilakukan untuk memastikan bahwa area publik tetap terlihat rapi dan teratur. Oleh karena itu, penghuni yang melanggar aturan ini bisa dikenakan sanksi, di mana ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan bersama.

    2. Cuaca yang Bisa Berubah

    Dilansir Homes and Gardens, pertimbangan cuaca juga termasuk alasan kenapa sebaiknya tidak menjemur pakaian di luar. Cuaca yang terlalu terik bisa membuat baju jadi luntur hingga membuat debu bisa mudah menempel.

    Selain itu, hujan yang tiba-tiba juga terkadang membuat pakaian yang sudah kering jadi basah lagi. Hal ini seringnya membuat kita harus mencucinya lagi.

    Cerah, sedikit berangin, dan kering adalah cuaca ideal untuk menjemur pakaian di luar ruangan.

    3. Membuat Kotoran dan Debu Lebih Mudah Menempel

    Masalah cuaca seperti hujan dan angin juga akan menerbangkan kotoran dan debu ke pakaian yang baru dicuci. Ini merupakan salah satu risiko jika kita menjemur pakaian di depan rumah.

    Menjemur pakaian di depan rumah atau area yang benar-benar terbuka juga rentan terhadap serbuan serangga seperti burung dan kotorannya, lalat, nyamuk, hingga serangga lainnya.

    4. Memungkinkan Muncul Masalah Kesehatan

    COO dan Pakar kebersihan di The Maids, Ken Doty, mengatakan bahwa pada bulan-bulan musim panas dan musim semi, serbuk sari juga menyebabkan alergen.

    Serbuk tersebut umumnya bisa tersangkut di baju, dan menularkannya ke seluruh rumah. Hal ini tidak hanya akan memperparah gejala alergi, namun bisa mengakibatkan kamu harus menghilangkan noda serbuk sari dari kain alias mencuci lagi.

    5. Berisiko Membuat Baju Bau Apek dan Pertumbuhan Jamur

    Baju yang dijemur di luar akan terpapar langsung dengan udara luar. Namun, udara di luar tidak selalu segar dan terkontrol,

    Paparan sinar matahari yang intens atau pakaian yang tidak kering sempurna (lembap) bisa menyebabkan bau yang tidak sedap pada pakaian dan pertumbuhan jamur.

    Selain itu, lingkungan luar yang kotor atau berdebu juga dapat menyebabkan baju menyerap bau yang tidak diinginkan.

    Mengingat kita tidak punya kendali atas kelembapan di luar, mesin pengering pakaian terkadang bisa lebih baik mengeringkan pakaian di dalam ruangan.

    Lalu, Jemur Baju Sebaiknya Di Mana?

    Mengutip laman The National, jika ingin menjemur pakaian di dalam ruangan rumah maka pastikan ruangan tersebut memiliki ventilasi yang baik. Idealnya, area yang paling hangat dan berventilasi paling baik.

    Hindari tempat yang lembap atau memiliki aliran udara yang sedikit, contohnya ruang bawah tanah (kecuali kamu telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan ventilasi dan mengurangi kelembapan di area tersebut).

    Buka jendela, agar udara segar dapat bersirkulasi dan membantu keluarnya kelembapan. Hal ini bisa menghindari reaksi alergi, jamur atau lumut pada kain.

    Apabila cuaca terlalu dingin atau tidak memungkinkan untuk membuka jendela, maka pertimbangkan untuk menggunakan kipas angin untuk memperlancar aliran udara. Cara ini juga membantu mempercepat proses pengeringan dan mengurangi risiko kelembapan.

    Jika ingin menjemur di luar ruangan, pastikan areanya terlindung dengan aliran udara yang baik, seperti balkon atau teras.

    Sinar matahari yang baik juga akan membantu baju lebih cepat kering dan membunuh bakteri dan jamur penyebab bau.

    Selain itu, berinvestasilah pada jemuran pakaian yang kokoh, gantungan pakaian yang digantung di langit-langit, maupun rak yang dipasang di dinding.

    Simak juga Video ‘Review Tren Pakaian Di Hari Lebaran:

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Karpet di Rumah Bisa Jadi Sarang Hama Berbahaya! Ini Cara Menanggulanginya



    Jakarta

    Karpet merupakan salah satu elemen untuk melapisi lantai rumah. Menggunakan karpet bisa membuat nyaman penghuninya. Namun, perlu diwaspadai sebab pada karpet terdapat kumbang karpet yang merupakan hewan berbahaya.

    Kenapa berbahaya? Hal ini karena kumbang karpet merupakan serangga kecil berbentuk oval yang bisa terbang ke dalam rumah dan meninggalkan larva pada karpet atau permukaan lain. Kumbang karpet dan larvanya dapat menyebabkan iritasi kulit dan gejala alergi pada manusia. Selain itu, mereka juga bisa merusak bahan serat alami, seperti bulu, kulit, katun, sutra, dan wol.

    Namun, tidak hanya pada karpet. Dilansir dari situs The Spruce, kumbang karpet juga bisa ditemukan pada area berikut ini:


    Bunga Alami

    Jika kamu mau membawa masuk bunga segar yang baru dipetik. Coba goyangkan bunga itu untuk mengetahui apakah ada kumbang karpet di dalamnya. Biasanya, kumbang karpet bersembunyi di dalam untuk memakan serbuk sari.

    Jendela

    Kumbang karpet dewasa sangat memungkinkan terbang ke dalam. Oleh karena itu, usahakan menutup rapat jendela dan pintu khususnya pada musim panas.

    Makanan di Karpet

    Singkirkan makanan apapun dari karpet, sebab larva yang bersembunyi pada karpet merupakan pemakan yang rakus. Singkirkan juga pada bulu hewan peliharaan dan buku.

    Pakaian Kotor

    Pakaian kotor yang terbuat dari sutra, wol, bulu, kulit, dan kain felt juga bisa menjadi sumber makanan bagi kumbang karpet terutama jika kondisinya sangat kotor atau ada noda makanan. Jaga kebersihan pakaian dan cucilah secara teratur untuk memastikan bahwa pakaian kotor tidak mengundang kumbang karpet.

    Perabotan Bahan Serat

    Jika kamu ada kursi atau karpet berbahan serat alami, sutra, atau wol maka perhatikan baik-baik. Apalagi jika perabotan itu sudah berusia lama, maka bisa dihinggapi oleh larva kumbang karpet.

    Kumbang karpet yang muncul biasanya tidak diketahui, maka terdapat ciri-ciri adanya kumbang karpet di rumah, yakni:

    • Cacing kecil berburu di lantai, lemari, atau di sekitar dapur.
    • Lubang pada barang atau pakaian berserat alami
    • Kumbang dewasa yang berkumpul di sekitar jendela.

    Untuk menghindari munculnya kumbang karpet, kamu bisa beli karpet atau furnitur yang terbuat dari kain sintetis dan bersihkan dengan penyedot debu secara teratur. Kamu juga harus membersihkan bagian bawah furnitur terutama jika ada bulu hewan peliharaan. Selain itu, jaga dapur tetap bersih dan bebas dari tumpahan biji-bijian dan tepung.

    Itu dia cara mengetahui serta mencegah munculnya kumbang karpet di rumah. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Sebaiknya Dijauhkan dari Anabul dan Anak-anak, Bisa Keracunan!


    Jakarta

    Terdapat beberapa tanaman hias yang berbahaya bagi hewan peliharaan dan anak-anak. Penyebabnya bukan hanya karena tampilan atau bau dari tanaman tersebut, melainkan apabila tanaman tersebut dikonsumsi.

    Seperti yang kita tahu, anak-anak seperti balita suka meraih benda apa pun di sekitarnya. Jika mereka mencabut daun tanaman yang disebut berbahaya ini, dapat akan timbul gejala-gejala yang membuat tubuh tak nyaman. Lalu, hewan peliharaan seperti kucing dan anjing tidak hanya memakan daging, terkadang mereka kerap memakan atau menggigit tanaman.

    Khawatirnya apabila tanaman-tanaman berbahaya ini berada di jangkauan hewan dan anak-anak, kemudian tanpa pengawasan dapat membahayakan keselamatan mereka.


    Lantas, tanaman apa saja yang sebaiknya dijauhkan dari anak-anak dan hewan? Dilansir Real Simple berikut daftarnya.

    1. Palem Sagu

    beautiful green tropical palm tree in a potbeautiful green tropical palm tree in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/Solstizia

    Tanaman palem sagu atau sikas sagu (Cycas revoluta) memiliki bentuk dahan yang melebar. Tanaman ini bisa tumbuh setinggi orang dewasa. Oleh karena itu, banyak yang memajang tanaman ini di dalam ruangan karena cukup besar tetapi mudah perawatannya.

    Namun, hati-hati tanaman satu ini beracun bagi hewan dan manusia. Bagian yang harus dihindari adalah bijinya. Di dalamnya terdapat zat bernama sitosin yang apabila dimakan bisa menyebabkan muntah-muntah, diare, atau gejala yang lebih parah.

    Apabila hewan peliharaan atau anak-anak memakan bagian apapun dari tanaman, bukan bijinya, tetap harus periksa ke dokter untuk segera mendapat penanganan.

    2. Kaktus Pensil

    Ilustrasi kaktusIlustrasi kaktus pensil. Foto: Getty Images/Jobrestful

    Tanaman kaktus terkadang dihindari dari anak-anak karena permukaannya yang berduri. Di samping itu, ada lho jenis kaktus yang lain, lebih kecil dan ramping batangnya tetapi tak kalah berbahaya. Tanaman ini memang tidak memiliki daun hanya batang yang ramping. Nama tanaman ini adalah kaktus pensil.

    Di balik tampilannya yang unik, hati-hati dengan getahnya yang muncul dari ujung batang. Getah ini berwarna putih yang apabila terkena di tangan akan terasa kesat dan lengket. Untuk kulitnya sensitif getah ini dapat menimbulkan iritasi bagi manusia dan hewan. Jauhnya getah ini dari area wajah karena jika terkena di mata dapat menimbulkan kebutaan.

    3. Kuping Gajah

    fresh elephant ear leaffresh elephant ear leaf Foto: Getty Images/iStockphoto/kuarmungadd

    Kuping gajah juga sering disebut dengan anthurium. Tanaman ini memiliki bentuk daun yang lebar dan berserat mirip telinga gajah. Daunnya pun tidak hanya hijau, melainkan banyak warna, seperti merah, pink, hingga coklat kemerahan.

    Di balik keindahannya ternyata kuping gajah mengandung asam oksalat, asparagin, dan asam amino yang bisa menyebabkan sensasi terbakar pada kulit, rasa gatal, gangguan pernapasan, hingga menutup jalur napas.

    4. Philodendron

    house plant heart leaf Philodendron vine in white potPhilodendron Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

    Philodendron adalah tanaman yang perawatannya cukup mudah dan cocok untuk diletakkan di dalam rumah. Namun, di dalam tanaman ini terdapat kandungan kalsium oksalat yang dapat menyebabkan iritasi apabila dikonsumsi. Selain itu, bisa juga bereaksi pada kulit dengan menimbulkan bengkak.

    5. Tanaman Ivy

    Ivy, Flower Pot, Indoors, Plant, Potted PlantIvy Foto: Getty Images/Haizhan Zheng

    Tanaman Ivy memiliki bentuk daun yang cantik yakni seperti bintang. Tanaman ini termasuk tanaman rambat. Hati-hati ketika memegangnya karena tanaman ivy dapat mengeluarkan getah. Di dalam mengandung falcarinol yang bisa berdampak dermatitis.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Remeh! Begini Cara dan Waktu Tepat Mencuci Selimut



    Jakarta

    Selimut merupakan salah satu kain tebal yang digunakan untuk menghangatkan tubuh terutama ketika sedang tidur. Kain yang tebal dan jarang terlihat noda membuat orang selalu mengira selimut tetap bersih sehingga lupa untuk mencuci. Padahal, walau kelihatan bersih, selimut justru menyimpan banyak debu di dalamnya.

    Untuk itu, selimut juga perlu dicuci secara rutin seperti kain yang lain. Namun, kapan sebaiknya selimut harus dicuci?

    Menurut pakar binatu di SudShare, Laurie Fulford, seperti dikutip dari situs Homes and Gardens, waktu mencuci selimut tergantung dengan seberapa sering selimut tersebut menyentuh dengan tubuh manusia atau hewan.


    “Jika selimut tidak sering menyentuh tubuh manusia apalagi hewan peliharaan, maka aman untuk mencuci selimut setiap satu bulan sekali. Namun, jika sering bersentuhan dengan tubuh manusia atau hewan peliharaan maka perlu dicuci setiap satu hingga dua minggu sekali,” ujar Fulford.

    Mencuci selimut memang hal yang penting untuk menjaga selimut tetap bersih guna mencegah timbulnya gejala alergi terutama pada kulit. Bahkan, selimut tetap kotor jika tidak digunakan dan hanya disimpan di dalam lemari. Sebab, debu-debu akan menempel terutama pada lapisan selimut terluar. Debu inilah yang akhirnya dapat beterbangan dan menempel di udara, rambut, hingga kulit manusia.

    Walau mencuci selimut terdengar sulit karena bahannya yang tebal, kamu bisa gunakan jasa binatu. Akan tetapi, mencuci selimut sendiri sebetulnya tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut terdapat 3 tips untuk mencuci selimut.

    1. Pisahkan selimut dari pakaian lain. Hindari mencuci selimut dan seprai bersamaan.
    2. Jangan gunakan air panas saat mencuci karena dapat membuat selimut menyusut dan bahannya menjadi rusak.
    3. Pilih siklus halus pada mesin cuci agar selimut tetap lembut dan bebas serat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Noda Hitam di Ubin Kamar Mandi Bisa Jadi Black Mold, Begini Cara Atasinya!



    Jakarta

    Pernahkah melihat noda di area dinding atau kamar mandi berwarna hitam? Waspadai tanda-tanda black mold atau jamur hitam. Jamur yang muncul di dalam kamar mandi menandakan sirkulasi udara buruk dan terjadinya kelembapan yang berlebih.

    Dilansir dari situs Real Simple, pada Rabu (21/05/2025), membersihkan black mold harus hati-hati. Jika tak sengaja menghirup black mold atau membersihkan dengan tangan kosong dapat menyebabkan gejala alergi atau pernapasan.

    Gunakan masker, sarung tangan karet, dan pelindung mata saat membersihkan black mold. Jangan lupa nyalakan kipas angin atau buka pintu serta jendela untuk meningkatkan ventilasi.


    Membasmi black mold di kamar mandi dapat menggunakan beberapa bahan, seperti pemutih, cuka putih, dan soda kue.

    Adapun, dengan menggunakan pemutih perhatikan langkah berikut:

    1. Campuran satu cangkir pemutih dan air ke dalam ember besar.
    2. Celupkan spons ke dalam larutan kemudian oleskan spons pada bagian yang terkena jamur. Jangan lupa kenakan sarung tangan karet.
    3. Basahi bola kapas pada larutan lalu letakkan di atas jamur dan biarkan menempel selama 15 menit lalu gosok dengan sikat.
    4. Bilas dengan bersih dan biarkan mengering. Bila black mold masih ada, ulangi langkah ini.

    Sementara itu, membersihkan black mold dengan cuka putih ikuti langkah ini:

    1. Siapkan botol semprot lalu isi dengan cuka putih.
    2. Semprotkan cuka pada permukaan yang ada black mold dan biarkan selama satu jam.
    3. Semprot kembali cuka lalu gosok dengan sikat.
    4. Bilas permukaan dengan air.

    Selain itu, jika menggunakan soda kue dapat simak langkah di bawah ini:

    1. Campurkan ½ cangkir soda kue dengan beberapa sendok makan air. Sesuaikan takarannya hingga menjadi pasta kental.
    2. Oleskan pasta pada bagian terkena black mold dan diamkan selama 30 menit lalu gosok dengan sikat.
    3. Bilas menggunakan air bersih.

    Itulah beberapa cara mengatasi black mold di kamar mandi, semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com