Tag: gelas

  • 3 Bahan Ini Ampuh Bersihkan Noda Warna Bekas Kopi dan Teh di Gelas


    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat bagian dalam gelas ada noda warna yang tidak bisa dibersihkan meskipun sudah digosok dan direndam air panas? Biasanya noda warna tersebut membekas pada gelas putih yang digunakan untuk minum kopi, teh, atau jamu.

    Melansir dari Express, kopi dan teh memiliki zat pewarna alami yang bisa melekat pada gelas bernama tannin atau asam tanat. Zat pewarna ini juga bisa membekas di gigi, maka dari itu mengonsumsi kopi terlalu sering dapat menyebabkan gigi jadi kekuningan.

    Hampir semua jenis teh, baik teh hitam, teh hijau maupun teh herbal mengandung tanin yang bisa menyebabkan warna kecokelatan pada gelas dan kekuningan pada gigi. Namun, perlu diketahui zat pewarna ini tidak berbahaya bagi tubuh, tetapi noda warna tersebut memang mengganggu estetika dan terlihat tidak bersih.


    Agar noda warna bekas kopi, teh, dan jamu tidak menempel di dalam gelas kamu harus mencucinya setelah digunakan. Endapan yang dibiarkan sampai kering atau bahkan berhari-hari membuat zat pewarna tannin semakin menempel.

    Jika sudah menempel, kamu perlu menggunakan bahan tambahan saat membersihkannya. Mengutip dari The Spruce pada Sabtu (13/4/2024), berikut cara membersihkan noda warna dari kopi, teh, dan jamu di dalam gelas atau cangkir.

    1. Taburkan Baking Soda

    Bahan pertama yang bisa digunakan adalah baking soda. Caranya dengan menaburkan soda kue seperempat gelas lalu tambahkan seperempat sendok air panas. Aduk hingga teksturnya seperti bubur bayi, jangan terlalu encer.

    Setelah itu ambil spons untuk menggosok permukaan dalam gelas yang terkena noda warna. Bilas gelas dengan air mengalir dan noda warna akan hilang.

    2. Pakai Spons Melamin

    Cara menghilangkan noda warna kopi, teh, dan jamu paling mudah adalah menggunakan spons melamin. Bentuknya sama seperti spons pada umumnya dan bisa menyerap air dengan baik, tetapi spons ini berwarna putih. Kamu cukup membasahi permukaannya lalu menggosok bagian dalam gelas dan bilas dengan air mengalir.

    Basahi spons melamin (Mr. Clean Eraser) dengan air. Gosok bagian dalam cangkir atau mug dengan lembut. Anda akan melihat noda berpindah dari cangkir ke spons.

    3. Tuang Cuka Putih

    Cuka putih adalah bahan yang sering digunakan untuk membersihkan noda membandel. Untuk membersihkan noda warna bekas kopi, teh, dan jamu di dalam gelas kamu bisa tuang cuka sampai gelas penuh.

    Tunggu hingga 30 menit lalu gosok pakai sikat yang kasar. Jangan lupa pakai sarung tangan agar tangan tidak terkena langsung dengan cairan cuka. Setelah itu bilas dengan air mengalir.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Taruh Gelas Terbalik di Rumah? Ini Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Menaruh gelas secara terbalik sering dilakukan setelah mencucinya. Terkadang, gelas yang sudah kering juga disimpan dengan cara terbalik juga.

    Menyimpan gelas secara terbalik masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangannya itu mencakup segala hal, mulai dari kebersihan, kemudahan, hingga keindahannya.

    Dilansir dari The Spruce, Sabtu (7/9/2024), berikut ini kelebihan dan kekurangan menaruh gelas secara terbalik di rumah.


    Kelebihan Menaruh Gelas Terbalik

    Mencegah Penumpukan Debu

    Menaruh gelas secara terbalik bisa mencegah terjadinya penumpukan debu. Menurut ahli kebersihan dan supervisor Fantastic Services, Petya Holevich, menaruh gelas secara terbalik merupakan yang paling praktis dan terbaik untuk dilakukan.

    “Saya secara khusus merekomendasikan penataan gelas terbalik untuk barang-barang seperti gelas minum sehari-hari dan gelas khusus. Jika tidak, kamu harus membersihkan debu setiap kali ingin minum segelas air, misalnya,” katanya, dikutip dari The Spruce.

    Sebagai catatan, jika lemari dapur dapat ditutup, maka menyimpan gelas berdiri tidak masalah. Namun, jika menyimpannya di rak terbuka sebaiknya menaruhnya secara terbalik.

    Lebih Enak Dipandang

    Selain mencegah penumpukan debu, menaruh gelas terbalik juga dinilai lebih enak dipandang. Apalagi, jika pintu lemari dapur terbuat dari kaca.

    Mencegah Gelas Terjatuh

    Pemilik perusahaan pembersih Tidy Casa, Ryan Knoll mengatakan tak hanya mencegah penumpukan debu, menaruh gelas secara terbalik juga bisa mencegahnya mudah terjatuh. Terlebih lagi jika bagian atasnya berat.

    Kekurangan Menaruh Gelas Secara Terbalik

    Menimbulkan Bau Apak

    Founder MaidForYou, Delah Gomasi menilai menaruh gelas secara terbalik memiliki kekurangannya tersendiri, yaitu menyebabkan bau apak. Sebelum gelas ditaruh secara terbalik, pastikan sudah kering terlebih dahulu.

    Sebab, jika menaruhnya saat masih basah maka bisa menyebabkan terperangkapnya kelembapan yang dapat menyebabkan bau apek atau jamur. Hal itu bisa terjadi terlebih jika kamu tinggal di iklim yang lembap.

    Pinggiran Gelas Rusak

    Menaruh gelas secara terbalik juga bisa membuat pinggirannya rusak. Maka dari itu, kamu harus menyimpannya dengan hati-hati apalagi jika gelas itu barang antik.

    Terkait penyimpanan peralatan gelas yang lebih mahal atau rapuh secara keseluruhan, ada tindakan pencegahan lain yang dapat dilakukan.

    “Pertimbangkan untuk membeli pelapis rak untuk perlindungan tambahan pada bahan yang rapuh,” kata Holevich.

    Pada akhirnya, cara kamu menyimpan gelas merupakan preferensi pribadi. Jadi, sesuaikan saja dengan keadaan dan kebutuhan kamu.

    Itulah kelebihan dan kekurangan menyimpan gelas secara terbalik di rumah.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Hilangkan Bau Bangkai Tikus di Rumah


    Jakarta

    Rumah terkadang menjadi tempat yang didatangi tikus. Nah, ketika ada tikus di dalam atau sekitar rumah, penting untuk bertindak dengan cepat. Sebab, jika ada tikus yang mati dapat mengeluarkan bau yang sangat busuk.

    Jika kamu kesulitan menemukan tempat tikus mati berada, akan lebih sulit lagi untuk membersihkan rumah kamu dari bau tidak sedap. Cara terbaik untuk mengidentifikasi asal bau adalah dengan mengikuti tempat bau yang paling kuat.

    Jika kamu tidak dapat menemukan tikus yang sudah mati, melansir The Spruce, Kamis (17/10/2024), berikut beberapa cara menghilangkan bau bangkai tikus di rumah.


    Buat Ventilasi Terbuka di Ruangan

    Garis pertahanan pertama yang terbaik adalah menciptakan lebih banyak aliran udara di ruangan yang baunya yang tidak sedap. Biarkan pintu dan jendela terbuka, dan nyalakan kipas angin di dekat area tersebut untuk mendatangkan lebih banyak udara segar.

    Minyak Esensial, Lilin, dan Semprotan

    Barang-barang ini tidak akan menghilangkan bau, tetapi mungkin dapat menutupinya dengan wangi yang lebih menyenangkan.

    Ampas Kopi Kering

    Ampas kopi menyerap bau dengan baik dan mengeluarkan aroma kopi yang menyenangkan. Taruh ampas kopi dalam mangkuk kecil di dekat area yang berbau untuk mengeluarkan aromanya.

    Soda Kue dan Cuka

    Soda kue dan cuka putih suling adalah penghilang bau alami. Buat larutan semprot buatan sendiri dari air dan cuka dengan perbandingan 50/50 atau campurkan satu sendok teh soda kue dengan dua gelas air.

    Gunakan semprotan di dekat area yang bau untuk mengurangi bau yang menyengat. Cara ini cukup mudah untuk mengurangi bau.

    Cara Mencegah Bau Bangkai Tikus

    Setelah mencium bau bangkai tikus, kamu mungkin ingin tahu cara mencegahnya terjadi lagi. Meskipun kamu dapat mencegah sepenuhnya, ada hal yang harus kamu lakukan untuk mengatasinya.

    Selalu tempatkan perangkap tikus di tempat yang terlihat sehingga kamu dapat dengan cepat melihat apakah ada tikus yang terperangkap dan mengeluarkannya dari rumah kamu.

    Hindari penggunaan racun tikus, tikus sering kali akan menelan racun tersebut dan kemudian mati saat masuk ke dalam dinding rumah kamu. Pilih perangkap atau pengusir tikus yang tidak beracun untuk mengusir tikus.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Asal Usul Kaca, Pernah Jadi Aksesoris Makam Raja Mesir



    Jakarta

    Kaca saat ini merupakan barang biasa yang kamu temukan di mana saja, seperti gelas, jendela, pintu, dan lain sebagainya. Kaca adalah bahan padat organik yang biasanya transparan atau tembus cahaya namun keras.

    Kaca dibuat dengan mendinginkan bahan-bahan cair seperti pasir silika dengan kecepatan yang cukup untuk mencegah pembentukan kristal yang terlihat. Pada awalnya, kaca merupakan barang yang sangat berharga bagi para raja.

    Dilansir dari Smithsonian Magazine, Senin (21/10/2024), ribuan tahun lalu firaun Mesir Kuno mengelilingi diri mereka dengan berbagai benda, termasuk yang berbahan kaca, bahkan saat meninggal. Makam Raja Tutankhamen menyimpan palet tulis dekoratif dan dua sandaran terbuat dari kaca padat.


    Nah, berikut ini adalah informasi lebih lanjut terkait asal usul kaca.

    Sejarah Kaca

    Melansir Britannica, sejarah kaca sebagai seni kreatif yang ditentukan oleh kemajuan teknis dalam pembuatanya. Kaca pertama kali dibuat sejak zaman dahulu kala, tetapi asalnya masih belum jelas.

    Manik-manik kaca Mesir merupakan benda kaca paling awal yang diketahui yaitui sekitar 2500 SM. Kemudian dalam peradaban Mesir, jenis kaca yang ditandai dengan pola benang berwarna seperti bulu atau zig-zag pada permukaan wadah kaca dibuat.

    Asal muasal kaca modern adalah di Alexandria pada masa Ptolemaik dan di Roma Kuno. Para pengrajin Alexandria menyempurnakan teknik yang dikenal sebagai kaca mosaik yang terdiri dari potongan-potongan kaca dengan warna berbeda yang dipotong melintang.

    Kaca millefiori yang potongan-potongan kacanya dipotong sedemikian rupa sehingga menghasilkan desain yang menyerupai bentuk bunga, merupakan salah satu jenis kaca mosaik.

    Kaca cetak juga dikembangkan lebih awal. Pembuatannya, kaca ditekan ke dalam cetakan untuk membentuk bentuk tertentu. Berbagai jenis dekorasi yang melibatkan ukiran dan warna juga dimungkinkan.

    Perkembangan besar berikutnya dalam sejarah kaca terjadi pada abad ke-15 di Venesia. Sejak abad ke-13, pulau Murano di Venesia menjadi pusat pembuatan kaca.

    Pada awalnya, para pembuat kaca Venesia memanfaatkan banyak teknik dekoratif kuno dan abad pertengahan untuk menghasilkan karya-karya berwarna dan ornamen yang kaya dengan motif khas Renaisans Italia.

    Akhir abad ke-17 hingga ke-20, Bohemia menjadi daerah penghasil kaca yang penting. Pada abad ke-17, Inggris membuat kaca dalam tradisi Venesia yang terkenal karena kesederhanaannya.

    Sekitar tahun 1675, pembuat kaca George Ravenscroft menemukan bahwa penambahan timbal oksida ke kaca jenis Venesia menghasilkan kaca yang lebih pada dan berat.

    Pada periode Art Nouveau, terjadi beberapa perubahan penting. Louis Comfort Tiffany menciptakan kaca favrile dengan bentuk mengalir yang berasal dari bentuk-bentuk alami dan permukaan yang berkilau.

    Hingga saat ini, perkembangan pada kaca tidak hanya digunakan untuk seni atau aksesoris saja. Barang-barang rumah tangga banyak dijumpai yang dibuat dari bahan dasar kaca, seperti gelas, pintu, dan lain sebagainya.

    Ketahanan dan fungsi yang dimiliki juga memiliki perkembangan, seperti kaca untuk aquarium yang memiliki ketahanan dan ketebalan yang sangat tinggi.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Membersihkan Mesin Cuci Berdasarkan Jenisnya, Lengkap!


    Jakarta

    Membersihkan mesin cuci perlu dilakukan. Dengan membersihkan mesin cuci dapat mencegah penumpukan kotoran, jamur, sisa detergen hingga endapan mineral dari air yang digunakan.

    Waktu yang tepat untuk membersihkan mesin cuci beragam, tergantung pada daerah tempat tinggal dan tipe mesin cuci yang digunakan. Jika kamu menggunakan mesin cuci yang memiliki pintu di bagian atas maka harus dibersihkan setidaknya 2 kali dalam setahun.

    Apabila kamu tinggal di daerah dengan air sadah, maka kamu harus membersihkannya setiap 3 bulan sekali untuk mencegah adanya endapan mineral. Sementara itu, jika kamu menggunakan mesin cuci dengan pintu depan harus membersihkannya setiap bulan.


    Mesin cuci harus lebih sering dibersihkan apabila pakaian yang dicuci sangat kotor atau kamu tinggal di daerah yang panas dan lembab di mana jamur akan lebih sering menjadi masalah. Selain membersihkan tabung mesin cuci, setiap dispenser atau tempat menaruh sabun juga harus dibersihkan setiap 4-6 minggu sekali agar tetap berfungsi dengan baik.

    Bagaimana cara membersihkan mesin cuci? Dilansir dari The Spruce berikut ini caranya.

    Bahan yang Dibutuhkan

    1. Untuk Mesin Cuci Pintu Atas

    – 1 liter pemutih klorin

    2. Untuk Mesin Cuci Pintu Depan

    – 1/2 cangkir pemutih klorin

    – Hidrogen peroksida (opsional)

    3. Untuk Dispenser Mesin Cuci

    – 1 cangkir cuka putih

    Alat-alat yang dibutuhkan

    1. Untuk Mesin Cuci Pintu Atas

    – Air panas

    – Gelas pengukur

    2. Untuk Mesin Cuci Pintu Depan

    – Kain lembut

    – Gelas pengukur

    – Air hangat

    3. Untuk Dispenser Mesin Cuci

    – Gelas pengukur

    – Sikat botol kecil (opsional)

    Cara Membersihkan Mesin Cuci Pintu Atas

    Mesin Cuci Dua Tabung Sharp Super Aquamagic ES-T85NT-PK/LC 8 kgMesin cuci pintu atas Foto: dok. Sharp Indonesia

    Untuk membersihkan mesin cuci pintu atas, pastikan tidak ada cucian maupun detergen di dispenser mesin cuci. Perlu diperhatikan, pastikan tidak menambahkan pemutih dan cuka dalam waktu bersamaan karena bisa menghasilkan gas klorin beracun yang sangat berbahaya. Buka pintu atau jendela atau nyalakan exhaust fan agar memiliki ventilasi yang baik.

    1. Isi Air Panas ke dalam Mesin Cuci

    Gunakan pengaturan mesin cuci untuk mengisi tabung mesin cuci dengan air panas, hentikan sebelum masuk proses penggilingan. Gunakan pengaturan suhu terpanas di mesin cuci kamu.

    2. Tambahkan Klorin Pemutih

    Tambahkan 1 liter klorin pemutih ke dalam air panas tanpa detergen.

    3. Jalankan Siklus Cuci Lengkap

    Biarkan mesin cuci menjalankan siklus pencucian dan putaran terlama sehingga mesin dapat membilas dan mengeringkan sepenuhnya. Pastikan pemutih telah hilang seluruhnya sebelum langkah berikutnya.

    4. Isi Lagi dengan Air Panas

    Gunakan pengaturan mesin cuci untuk mengisi tabung mesin cuci dengan air panas, hentikan sebelum masuk proses penggilingan.

    5. Jalankan Siklus Cuci Lengkap

    Biarkan mesin cuci menjalankan siklus pencucian dan putaran terlama sehingga mesin dapat membilas dan mengeringkan sepenuhnya.

    Cara Membersihkan Mesin Cuci Pintu Depan

    Ilustrasi Tips Memilih Mesin CuciMesin cuci pintu depan Foto: iStock

    1. Tambahkan Klorin Pemutih ke Dispenser

    Tambahkan 1/2 cangkir pemutih ke wadah detergen pada laci dispenser mesin cuci. Lalu, isi kompartemen dispenser pemutih dengan pemutih klorin hingga tingkat tertinggi.

    2. Jalankan Siklus Normal Mesin Cuci

    Atur mesin cuci untuk menjalankan siklus normal dengan air hangat.

    3. Lap Segel dan Pintu

    Setelah siklus selesai, gunakan kain lembut yang dapat menyerap untuk mengeringkan sekitar bukaan pintu mesin cuci, paking fleksibel, dan kaca pintu. Ini akan membantu memastikan sisa jamur (yang mungkin terbunuh oleh pemutih) dapat dihilangkan.

    Cara Membersihkan Dispenser Mesin Cuci

    Dispenser mesin cuci perlu dibersihkan secara teratur. Terlalu banyak detergen menyebabkan busa meluap sementara terlalu banyak cairan pelembut bisa meninggalkan noda biru atau berminyak pada pakaian dan pemutih justru bisa merusak pakaian berwarna. Berikut ini cara membersihkan dispenser mesin cuci.

    1. Pastikan tidak ada pakaian di dalam mesin cuci

    2. Panaskan 1 cangkir cuka putih di dalam microwave atau panci kecil

    3. Bersihkan dispenser mesin cuci

    Tuang cuka yang sudah di Panaskan ke dalam dispenser dan dimakan beberapa menit. Kamu juga bisa menggunakan 1 cangkir hidrogen peroksida yang tidak dipanaskan alih-alih cuka putih yang dipanaskan.

    4. Jalankan siklus normal pada mesin cuci

    Selanjutnya, jalankan mesin cuci dengan siklus normal. Cuka akan masuk ke dalam air cucian dan akan membantu menghilangkan penumpukan kotoran sebelum dibilas.

    5. Bersihkan dispenser yang bisa dilepas

    Jika kamu punya dispenser yang bisa dilepas, rendam di dalam cuka hangat dan bersihkan dengan air bersih. Lalu taruh kembali di dalam mesin cuci. Jika dispenser tidak bisa dilepas, Bersihkan dengan sikat botol.

    Itulah cara membersihkan mesin cuci. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! 4 Langkah Praktis Bersihkan Cermin Tanpa Sisa Noda Kerak



    Jakarta

    Banyak orang kesulitan saat membersihkan cermin tanpa meninggalkan noda dan debu. Teknik yang salah, alat pembersih yang tidak efektif, dan kurangnya persiapan adalah penyebab yang dapat membuat cermin tampak lebih kotor.

    Namun, dengan beberapa perubahan cepat pada metode pembersihan cermin, akan membuat cermin tampak berkilau tanpa adanya noda.

    Melansir Better Homes & Gardens, berikut langkah-langkah mudah dalam membersihkan cermin sehingga permukaannya berkilau.


    1. Siapkan Permukaan

    Sebelum memulai, luangkan beberapa detik untuk memeriksa permukaan cermin kamu. Pastikan apakah melihat debu, kotoran, dan sidik jari yang menempel di permukaan. Hal ini perlu membersihkan setiap noda terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembersihan.

    Untuk menghilangkan debu, gunakan kemoceng atau kain microfiber. Untuk membersihkan noda berbasis minyak, gunakan larutan pembersih untuk membersihkan setiap noda tanpa tersisa.

    Untuk mengikis sisa-sisa stiker, selotip, atau label, gunakan pembersih perekat atau alkohol. Saat menggunakan alkohol, oleskan dengan kain untuk menggosok sisa-sisanya. Gunakan alat pengikis atau kain pembersih kecil untuk menghilangkan noda.

    2. Pilih Solusi Pembersih yang Efektif

    Jika kamu membeli produk pembersih di toko, usahakan untuk membeli merek yang ditunjukkan untuk membersihkan cermin dan kaca.

    Kamu dapat membuat campuran dari bahan-bahan dasar rumah, yaitu dengan mencampurkan satu cangkir alkohol, satu gelas air, dan satu sendok makan cuka putih.

    3. Alat Pembersih yang Tepat

    Setelah menyemprotkan pembersih kaca pada cermin, penggunaan alat pembersih yang tepat adalah kunci untuk mendapatkan hasil akhir yang bersih tanpa noda. Jauhi handuk, tisu dapur, dan koran.

    Handuk cenderung meninggalkan sedikit kain, sementara menggunakan koran akan membuat tinta koran menempel pada permukaan cermin.

    Salah satu alat pembersih terbaik yang harus selalu tersedia adalah kain pembersih microfiber datar dan bebas serabut. Untuk memaksimalkan pembersihan, simpan satu untuk pembersihan basah dan kain kering untuk pemolesan.

    4. Bersihkan dari Atas ke Bawah

    Sebelum mulai mengelap, semprotkan kain langsung dengan larutan pembersih bukan ke cermin. Hal ini mencegah larutan menetes atau meresap ke tepi. Lalu, untuk hasil akhir bebas noda dan serat, bersihkan dari atas ke bawah dengan gerakan zig-zag.

    Selanjutnya, mulai dari atas dan lanjutkan ke bawah secara perlahan. Jangan membersihkan dengan gerakan memutar usahakan selalu membersihkan dari tepi ke tepi.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisa Cegah Banjir Saat Hujan, Ini Cara Bikin Sumur Resapan di Rumah



    Jakarta

    Sumur resapan air memiliki banyak manfaat bagi rumah. Jika musim hujan datang seperti sekarang, sumur resapan bisa membantu mencegah banjir. Sementara di musim kemarau sumur ini bisa menjadi tempat penampungan air.

    Koordinator Nasional Pengelolaan Sumber Daya Air Berketahanan Iklim dari USAID IUWASH Tangguh, Asep Mulyana menjelaskan sumur resapan air sangat bermanfaat untuk mengelola air hujan. Berbentuk lubang, sumur resapan air menjadi media untuk menampung air hujan atau air larian di permukaan tanah.

    “Sumber air hujan atau mengalir tidak terkontrol itu bisa menjadi sebuah cadangan air tanah untuk dimanfaatkan dan tabungan di musim kemarau,” ujar Asep kepada detikcom beberapa waktu yang lalu


    Sumur resapan ini berguna sebagai tabungan air daripada membiarkan air hujan mengalir hingga menimbulkan masalah seperti banjir dan genangan air. Lalu, bagaimana cara membuat sumur resapan air di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Membuat Sumur Resapan Air

    1. Tentukan Letak Sumur

    Asep mengatakan sumur resapan air idealnya berada di dataran paling rendah di halaman rumah. Maka, carilah letak yang rendah supaya air hujan mengalir ke arah sumur resapan air.

    Selain itu, pastikan sumur resapan memiliki jarak aman sesuai standar terhadap bangunan lain seperti fondasi rumah dan septic tank.

    2. Hitung Curah Hujan

    Untuk menentukan dimensi lubang resapan air, tergantung pada ukuran atap dan curah hujan suatu kawasan. Asep membagikan tips mudah menghitung curah hujan menggunakan gelas.

    “Simpan gelas di halaman rumah dari mulai hujan sampai berhenti hujan. Misalkan muncul (ketinggian) 5 cm, berarti intensitas curah hujan itu 5 cm di situ dalam sekali hujan,” katanya.

    Angka tersebut dikonversikan ke satuan meter, lalu dikalikan dengan luas atap rumah untuk menentukan volume lubang sumur resapan.

    3. Gali Lubang

    Selanjutnya, gali lubang dengan dimensi yang sesuai dengan volume tersebut. Dimensi ini bisa disesuaikan dengan ukuran lahan yang dimiliki. Kedalaman sumur bisa 1-2 meter sesuai kebutuhan dan bentuk lubang dapat berupa persegi panjang.

    4. Buat Dinding

    Kemudian, bangun tembok mengitari sumur untuk mengamankan bentuk sumur. Tembok ini terbuat dari bata dan memiliki kedalaman 50 cm. Sementara sisa dinding sumur dibiarkan tanpa tembok untuk memaksimalkan resapan air ke arah samping.

    5. Isi Lubang Sumur

    “Untuk mengamankan kondisi sumur di paling bawah dikasih 20-30 cm kerikil. Di atasnya lagi dikasih 20-30 cm ijuk. Fungsinya untuk menahan kotoran atau lumpur yang masuk,”

    Kalau air hujan yang masuk ke dalam sumur berasal dari atap yang disambungkan ke paralon, maka tidak perlu mengkhawatirkan kotoran dan lumpur memenuhi sumur.

    5. Pastikan Aliran Air

    Pastikan air hujan akan mengalir ke sumur resapan dengan membuat sumur di dataran rendah. Jika halaman rumah datar, air bisa dialirkan dengan membuat parit kecil yang mengarah ke lubang dinding sumur resapan.

    Selain itu, air hujan yang jatuh ke atap juga bisa dialirkan ke sumur dengan membuat talang air dan paralon.

    6. Tutup Permukaan

    Apabila permukaan sumur resapan akan difungsikan, misalkan parkiran motor atau tempat jemuran, maka permukaan sumur dicor seperti membuat septic tank. Maka, pengecoran juga menggunakan tulang besi dan manhole.

    Itulah cara membuat sumur resapan air untuk mengantisipasi masalah di kemudian hari. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Cuma Dibilas, Begini Cara Bersihkan Bathtub yang Benar


    Jakarta

    Bathtub merupakan wadah untuk berendam di kamar mandi. Alat sanitari ini masih digandrungi oleh masyarakat terutama yang memiliki kamar mandi yang luas.

    Saat kamu memiliki bathtub hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah kebersihannya. Sebab, permukaannya yang lebar dan terbuka mudah sekali kotor oleh debu atau percikan air. Selain itu, setelah digunakan biasanya ada bekas sabun, kulit mati, atau kotoran yang menempel di permukaannya.

    Bathtub sebaiknya dibersihkan setiap selesai digunakan. Cara membersihkannya pun mudah dan tidak memakan waktu lama. Dilansir Real Simple, berikut cara membersihkan bathtub.


    1. Singkirkan Semua Barang di Bathtub

    Pastikan di dalam bathtub atau di pinggirannya tidak ada alat mandi agar pada saat membersihkannya lebih mudah.

    2. Tambahkan Air dan Sabun

    Penting untuk memakai air hangat sebelum menggosok bathtub. Lalu, tambahkan pula seperempat gelas cangkir sabun cuci piring ke seluruh permukaannya.

    3. Gosok Permukaan Bathtub

    Setelah itu, gosok permukaannya menggunakan sikat yang tidak terlalu tajam. Bagian dalam dan luar harus dibersihkan juga.

    4. Rendam Bathtub dengan Larutan Cuka

    Jika bathtub kotor, kamu bisa mencampurkan cuka putih dan sabun cuci piring dengan perbandingan sekitar seperempat gelas. Sebelum dituang ke dalam bathtub, panaskan larutan tersebut ke dalam microwave sekitar 30 detik, lalu aduk. Pastikan larutan merata ke seluruh permukaannya baik di dalam dan luas. Diamkan selama 30 menit. Setelah itu gosok kembali.

    5. Bilas Bathtub

    Saat membilas bathtub, kamu bisa menggunakan air dingin atau air biasa. Cara ini lebih cepat menghilangkan busa daripada air hangat.

    Cara Menjaga Bathtub Tetap Bersih

    1. Rajin Membilas Bathtub

    Bilas bathtub setiap selesai digunakan agar sabun tidak menempel di permukaan. Apabila menemukan noda air sadah, kamu bisa mengelap bak mandi dengan handuk setelah membilasnya. Selain itu, cara ini juga ampuh untuk mencegah timbulnya jamur dan lumut.

    2. Pastikan Ada Ventilasi di Kamar Mandi

    Penting untuk menyalakan kipas angin di kamar mandi saat mandi atau berendam di bak mandi.

    3. Bersihkan Saluran Air di Kamar Mandi

    Selain area bathtub saluran air juga perlu dibersihkan agar tidak mampet dan berbau.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Remeh, Meletakkan 7 Benda Ini di Atas Kulkas Bisa Berbahaya


    Jakarta

    Kamu pasti pernah melihat bagian atas kulkas sering digunakan untuk meletakkan beberapa barang. Mulai dari hiasan dekorasi rumah hingga benda-benda dapur lainnya.

    Ternyata bagian atas kulkas ini seharusnya bersih dari benda-benda tak perlu. Bahkan kain penutup juga sebaiknya dihindari. Hal ini dikarenakan bagian atas kulkas berfungsi sebagai ventilasi atau tempat untuk melepaskan panas dari kulkas.

    Ventilasi ini berbeda dengan bentuk ventilasi di atas lubang di pintu dan jendela atau kipas angin di kamar mandi. Bagian ini dapat mengeluarkan panas agar bagian dalam kulkas terasa dingin. Dengan cara ini, kulkas dapat melakukan sirkulasi yang baik dan dapat mencegah kerusakan.


    Apabila meletakkan benda di atasnya, apalagi yang berukuran besar atau sama-sama yang menghasilkan panas, seiring waktu kondisi sistem pendingin di dalam kulkas akan terganggu dan performa mesinnya menurun.

    Dilansir The Croma, berikut beberapa benda yang sebaiknya tidak diletakkan di atas kulkas.

    1. Peralatan Rumah Tangga

    Banyak ditemukan, di bagian atas kulkas kerap diletakkan gelas, nampan, atau keranjang kecil. Ada pula yang meletakkan peralatan elektronik lainnya seperti oven atau blender di atas kulkas. Padahal kedua alat tersebut menghasilkan panah. Barang-barang ini sebaiknya tidak diletakkan di atas kulkas dan disimpan di rak penyimpanan. Benda-benda ini berisiko diletakkan di tempat yang tinggi terutama saat ada getaran. Lalu, panas yang dihasilkan oven dan blender juga berbahaya jika didekatkan.

    2. Barang Pembersih

    Cairan pembersih terutama yang mengandung bahan kimia sebaiknya diletakkan di tempat yang sejuk dan tidak ada reaksi panas. Selain itu, kulkas biasanya untuk meletakkan makanan segar. Apabila cairan pembersih tumpah dikhawatirkan bisa masuk ke dalam kulkas.

    3. Obat-obatan

    Sama seperti cairan pembersih, obat-obatan juga sebaiknya tidak diletakkan di atas kulkas. Benda ini seharusnya berada di suhu ruangan dan tidak bisa terpapar sinar matahari atau panas.

    4. Barang Dekorasi Rumah

    Seperti yang disebut sebelumnya kain penutup kulkas sebaiknya tidak perlu dipasang. Bahan kain hanya membuat panas dari kulkas tertahan. Selain itu, hindari meletakkan tanaman, bingkai foto, atau mainan miniatur di atasnya. Kulkas tidak perlu dihias oleh apa pun.

    5. Barang Pecah Belah

    Sama seperti peralatan dapur, barang pecah belah seperti gelas dan piring di atas kulkas tidak boleh ada di atas kulkas. Seperti yang kamu tau, kulkas beberapa kali dapat bergetar saat tegangan listrik tidak stabil. Kemudian, panas yang dihasilkan juga tidak aman untuk barang pecah belah yang mudah pecah.

    6. Makanan

    Menyimpan atau meletakkan makanan sebaiknya di dalam kulkas atau di meja. Piring yang terbuat dari kaca atau plastik berbahaya jika bersinggungan terlalu lama dengan bagian atas kulkas terutama yang kondisinya panas. Begitu pula dengan makanan kemasan. Lebih baik diletakkan di tempat yang suhunya sama seperti di lemari atau stoples.

    7. Stoples Plastik

    Pasti kamu pernah melihat stoples makanan kering diletakkan di atas kulkas agar mudah diambil. Padahal plastik sangat rentan terkena panas. Hal ini bisa merusak permukaan stoples dengan munculnya noda hitam di bawah stoples yang bersinggungan langsung dengan panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Setop 5 Kebiasaan Buruk Ini Saat Cuci Piring!


    Jakarta

    Mencuci piring adalah salah satu pekerjaan rumah yang sering dilakukan sehari-hari. Alat makan atau masak memang harus segera dibersihkan setelah digunakan.

    Namun, terkadang tanpa disadari kita melakukan kebiasaan yang justru membuat piring ataupun gelas tidak bersih maksimal. Belum lagi ada kebiasaan yang malah membuat kegiatan mencuci piring menjadi semakin berat.

    Lantas, apa saja kebiasaan buruk atau kesalahan ketika mencuci piring? Yuk, simak ulasannya berikut ini seperti yang dikutip dari Better Homes and Gardens.


    5 Kebiasaan Buruk Saat Cuci Piring

    Inilah beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat mencuci piring agar pekerjaan jadi lebih mudah dan efektif.

    Mencuci piring memang pekerjaan rumah tangga yang kurang disukai sebagian orang. Akan tetapi, sebaiknya segera menuntaskan cucian piring tanpa menunda terlalu lama.

    Sebab, makin lama piring dan alat masak yang kotor dibiarkan di wastafel dapat mengundang hewan atau serangga, bahkan jadi tempat bersarangnya kuman. Kuman dapat hidup hingga empat hari di permukaan bersih, tetapi dengan kontaminasi makanan maka akan hidup lebih lama.

    2. Menggunakan Spons Kotor

    Meskipun spons tampak bisa digunakan beberapa kali lagi, bukan berarti kamu perlu menggunakannya. Sebaiknya spons diganti secara berkala karena bisa menjadi tempat kuman berkembang biak. Selain itu, pastikan untuk selalu mencuci kain lap piring setelah pemakaian.

    3. Merendam Cucian

    Merendam cucian membantu menghilangkan noda dan sisa makanan yang membandel tergantung pada bahannya. Sebaiknya hindari merendam peralatan makan dan masak yang terbuat dari kayu dan cast iron.

    Selain menunda mencuci piring, membiarkan piring dan alat masak terendam di wastafel dapur tidak dianjurkan karena air bisa menjadi tempat bagi kuman untuk berkembang biak.

    4. Menggunakan Terlalu Banyak Sabun

    Ketika mencuci piring, sebenarnya tidak butuh menggunakan sabun terlalu banyak. Semakin banyak sabun berarti semakin banyak busa, sehingga akan memerlukan lebih banyak usaha untuk menghilangkan busanya. Terlebih kalau busa tidak dibersihkan dengan baik, maka akan menjadi residu pada piring.

    5. Menyimpan Cucian Basah

    Pastikan untuk mengeringkan atau membiarkan cucian piring kering sebelum menyimpannya di rak piring. Menyimpan cucian basah bisa membuat menambah kelembapan di dalam tempat penyimpanan piring yang akhirnya menimbulkan tumbuhnya jamur.

    Itulah beberapa kesalahan ketika mencuci piring yang perlu dihindari. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com