Tag: gelas

  • Catat Ya! 6 Barang Baru Ini Harus Dicuci Dulu Sebelum Dipakai


    Jakarta

    Barang-barang yang baru dibeli sebaiknya harus dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai. Meskipun suka tergoda untuk langsung memakai barang baru, tetapi ternyata penting lho untuk mencucinya sebelum digunakan.

    Mengutip dari situs The Spruce, terdapat 6 barang yang harus dicuci sebelum digunakan.

    Peralatan Dapur dan Makan

    Peralatan dapur dan makan, seperti gelas, botol minum, piring, mangkuk, wadah penyimpanan, panci, wajan, dan lainnya harus dicuci sebelum digunakan untuk pertama kalinya. Gunanya adalah untuk memastikan bahwa debu dan partikel sisa dari proses produksi atau pengemasan telah hilang dan tidak masuk ke dalam makanan.


    Seprai

    Seprai baru harus dicuci sebelum digunakan. Hal ini untuk memastikan sisa-sisa bahan kimia, kotoran, dan debu yang terbawa dari pabrik hilang sepenuhnya. Tentu saja juga senantiasa menjaga tempat tidur tetap bersih dan higienis.

    Alat Pembersih

    Mungkin benda ini sering terlewat. Alat pembersih seperti kain pel, kain mikrofiber, spons, hingga kemoceng yang baru dibeli juga penting dicuci. Alat pembersih menyimpan debu dan bakteri akibat proses pembuatannya karena memang dirancang untuk menangkap dan menahan debu atau partikel lain sehingga rentan kotor.

    Handuk

    Meski handuk baru kelihatannya bersih, ternyata tetap perlu dicuci. Hal ini untuk memastikan debu, partikel, dan bakteri hilang sepenuhnya.

    Pakaian

    Pakaian baru dibeli atau pakaian bekas dari orang lain wajib dicuci sebelum digunakan kembali oleh pemiliknya. Khususnya pakaian dalam dan pakaian olahraga. Sebab, pakaian menyimpan kuman karena proses pembuatan hingga penyaluran ke toko. Selain itu, kita juga tidak pernah tahu siapa saja yang sudah menjajal pakaian ini sebelum kita membelinya.

    Perlengkapan Bayi

    Bayi sangat sensitif terhadap apa saja. Itu sebabnya perlengkapan bayi seperti selimut, pakaian, dot, mainan, botol, dan sebagainya harus dicuci dengan bersih sebelum dipakai. Pastikan mencuci dengan sabun yang lembut dan aman serta gunakan air hangat untuk memastikan bakteri dan kuman hilang.

    Itulah beberapa benda-benda yang harus dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan untuk pertama kalinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Merawat Marmer agar Tidak Gores dan Tetap Mengkilap


    Jakarta

    Marmer adalah jenis batuan yang sering digunakan di rumah dan bangunan mewah. Meskipun, harganya mahal, banyak orang tertarik dengan keindahan yang ditawarkan oleh batu tersebut.

    Batuan yang terbuat dari dari batu kapur atau dolomit yang melalui proses pemanasan dan tekanan yang ekstrem ini memiliki cara perawatan khusus dan beda dengan jenis batuan lain.

    Penggunanya pasti tak mau marmer lecet atau pecah karean biaya perbaikan dan penggantiannya pasti mahal.


    Dilansir Homes and Garden, berikut beberapa hal yang harus dihindari agar marmer tidak tergores dan rusak.

    1. Hindari dari Cairan Asam

    Marmer sebaiknya dihindari dari cairan asam, terutam dari kopi, jus, atau anggur. Jika ada cairan asam yang tumpah, nodanya akan sulit dibersihkan karena akan muncul pori-pori dan lubang pada permukaannya hingga merubah warna pada marmer tersebut.

    Hal ini juga berlaku untuk alat kebersihan di rumah. Pakai bahan pembersih yang pH nya netral. Hindari penggunaan cuka, air jeruk lemon, atau produk berbahan dasar pemutih karena dapat menghilangkan lapisan penyegel dan melemahkan lapisan batu, yang menyebabkan goresan permanen.

    2. Hindari Memotong Tanpa Alas

    Saat hendak memotong buah, sayuran, daging, dan bahan lainnya sebaiknya jangan di atas marmer. Gunakan talenan atau alas lain karena ujung dari pisau bisa membuat goresan pada permukaan marmer. Hal ini juga berlaku pada barang-barang yang dapat digerakkan di atas lantai seperti meja, kursi, kipas angin yang ujungnya lancip. Dikhawatirkan ketika digerakkan menimbulkan goresan.

    3. Tidak Boleh Terkena Panas Terlalu Lama

    Lindungi marmer di rumah dari panas terutama dari panci atau wajan yang baru dipakai memasak. Panas yang terlalu tinggi dapat menimbulkan perubahan warna pada panci dan wajan. Hal ini juga berlaku pada piring, mangkok, dan gelas yang berisi air atau makanan panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Penyebab Piring Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berkali-kali


    Jakarta

    Setelah makan, piring dan gelas wajib dicuci sampai bersih. Namun terkadang, bau sisa makanan masih suka menempel di piring walau sudah dicuci berkali-kali.

    Secara tampilan, piring dan gelas mungkin terlihat bersih dan kinclong dan siap diletakkan ke lemari makan. Namun jangan terkecoh, sebab piring tersebut belum sepenuhnya bersih karena masih mengeluarkan aroma tak sedap.

    Lantas, apa penyebab piring masih bau walau sudah dicuci berkali-kali? Lalu bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Piring Masih Bau Walau Sudah Dicuci

    Ada sejumlah hal yang membuat piring tetap bau meski sudah dicuci. Dilansir situs Real Simple, Senin (12/5/2025) berikut penyebabnya:

    1. Dishwasher dan Kitchen Sink Kotor

    Penyebab yang pertama bisa diakibatkan mesin pencuci piring (dishwasher) sudah kotor. Sebab, bau dari dishwasher bisa menempel di piring meski sudah dicuci.

    Maka dari itu, sebaiknya bersihkan dishwasher setidaknya empat kali dalam setahun, terutama pada bagian filternya. Pastikan juga saluran pembuangan air tidak tersumbat.

    Selain itu, kitchen sink yang kotor juga dapat menyebabkan piring menjadi bau. Sebelum mencuci piring, segera bersihkan kitchen sink agar tidak ada sisa makanan atau piring kotor yang menumpuk. Tak hanya mencegah bau, cara ini juga bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel.

    2. Spons Sudah Kotor

    Spons digunakan untuk mencuci piring dan gelas yang kotor. Seiring penggunaan, spons juga akan menjadi kotor dan harus diganti dengan yang baru.

    Jika piring sudah dicuci tapi masih mengeluarkan bau, mungkin dikarenakan spons cuci piring sudah jelek dan kusam. Satu-satunya cara adalah dengan membeli spons yang baru.

    3. Piring Tidak Dicuci dengan Benar

    Faktor berikutnya karena piring tidak dicuci dengan benar. Mungkin saat itu kamu sedang malas atau terburu-buru untuk pergi, sehingga piring tidak dicuci sampai bersih. Alhasil, masih ada sisa noda makanan yang menempel di permukaan. Hal itulah yang membuat piring mengeluarkan aroma tak sedap.

    4. Noda Membandel

    Ada sejumlah noda membandel di piring yang sulit dibersihkan, seperti sisa bumbu kari atau saus sambal yang sudah mengering. Meski sudah dicuci dengan sabun dan menggunakan spons, biasanya noda tersebut tidak mudah hilang. Jadi, detikers harus mencucinya berulang kali dan pastikan noda sudah hilang.

    Cara Menghilangkan Bau di Piring

    Bau tak sedap yang menempel di piring tentu bikin kesal. Namun jangan khawatir, berikut sejumlah cara untuk menghilangkan bau di piring:

    1. Pakai Air Panas

    Air panas diklaim ampuh untuk mengatasi bau tak sedap di piring. Selain itu, air panas juga dapat menghilangkan sisa-sisa minyak dan kotoran yang menempel.

    Namun, jangan mengandalkan air panas saja untuk mencuci piring karena bau tak sepenuhnya menghilang. Lakukan pencucian ulang dengan air mengalir dan sabun agar baunya hilang.

    2. Pilih Sabun Cuci Piring yang Berkualitas

    Mungkin selama ini kamu menggunakan sabun cuci piring yang harganya terjangkau, tapi kualitasnya kurang bagus. Alhasil, piring masih tetap bau meski sudah dicuci berkali-kali.

    Salah satu solusinya adalah dengan membeli sabun cuci piring yang berkualitas baik. Baca label produk untuk mengetahui kandungan zat aktif seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang diklaim efektif menghilangkan lemak dan minyak.

    3. Simpan Piring dengan Benar

    Setelah dicuci, simpan piring di tempat yang aman dan benar. Pastikan piring telah dilap dan disimpan dalam kondisi kering. Sebab, menyimpan piring dalam keadaan masih basah dapat menyebabkan timbulnya jamur dan lumut.

    4. Buang Piring yang Retak

    Piring yang sudah retak, pecah, atau rusak sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Sebab, retakan pada piring bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang menyebabkan bau.

    Itulah empat penyebab piring masih bau meski sudah dicuci berkali-kali. Semoga bermanfaat!

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Begini Cara Bersihkan Microwave Pakai Cuka Putih


    Jakarta

    Microwave menjadi alat yang diandalkan buat memanaskan makanan. Setelah digunakan berulang kali, bekas minyak dan makanan bisa menumpuk di dalam microwave.

    Oleh karena itu, sebaiknya penghuni rumah membersihkan microwave secara berkala. Minimal bersihkan microwave sebulan sekali dan mengelap eksterior microwave setiap kali membersihkan dapur.

    Menjaga kebersihan microwave nggak susah kok. Berikut ini cara mudah membersihkan microwave, dikutip dari Real Simple.


    Cara Bersihkan Microwave

    Inilah langkah-langkah untuk menghilangkan bekas makanan dan bau pada microwave.

    1. Semprotkan Cairan pada Noda dan Tumpahan

    Semprotkan cairan pembersih ke noda membandel dan tumpahan di dalam microwave. Cairan pembersih bisa dibuat sendiri dengan mencampurkan 1:1 cuka putih dan air.

    2. Siapkan Mangkuk Berisi Cairan Pembersih

    Isi mangkuk dengan dengan dua gelas air dan dua sendok makan cuka putih. Kalau nggak punya cuka putih, penghuni rumah bisa menggantinya dengan perasan lemon segar.

    Tip: Tambahkan sendok kayu kecil ke dalam mangkuk atau masukkan tusuk gigi ke dalam campuran tersebut. Hal ini akan membuat gelembung-gelembung menempel pada kayu saat air memanas, sehingga mencegah air menjadi terlalu panas dan ‘meledak’.

    3. Panaskan Cairan dengan Microwave

    Selanjutnya, masukkan mangkuk berisi cairan itu ke microwave untuk dipanaskan dengan tenaga tinggi selama tiga menit. Lalu, diamkan selama 15 menit tanpa membuka pintu microwave. Cara ini akan membantu menghilangkan noda membandel di dalam microwave.

    4. Keluarkan Mangkuk dan Turntable

    Keluarkan mangkuk berisi cairan tersebut menggunakan sarung tangan, tapi jangan buang cairannya. Keluarkan juga turntable dari dalam microwave, lalu simpan kedua barang itu.

    5. Bersihkan Interior

    Gunakan kain mikrofiber yang sudah dibasahi dengan campuran air cuka putih untuk mengelap interior microwave. Jika masih ada noda membandel, penghuni rumah bisa menggunakan bagian kasar pada spons untuk menggosok noda.

    6. Cuci Turntable

    Cuci turntable di wastafel menggunakan sabun cuci piring, air panas, dan spons. Kemudian, keringkan turntable menggunakan lap dan taruh kembali ke dalam microwave.

    7. Bersihkan Eksterior Microwave

    Untuk bagian luar microwave, semprotkan cairan pembersih serbaguna ke kain, lalu lap permukaannya. Khusus microwave berbahan stainless steel, penghuni rumah bisa mengelap dengan kain yang sudah dibasahi campuran air dan sabun cuci piring.

    Itulah langkah-langkah mudah membersihkan microwave di dapur. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Ampuh Bersihkan Noda Minyak di Dinding Dapur


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu area di dalam rumah yang mudah kotor. Apalagi jika detikers gemar memasak dengan minyak yang banyak, bisa saja minyak meletup dan menempel di dinding dapur.

    Apabila dinding dapur tidak dilapisi dengan keramik, maka noda minyak sangat mudah menempel di dinding. Selain terlihat kotor, jika tidak segera dibersihkan maka bisa menimbulkan jamur.

    Ada sejumlah cara mudah untuk membersihkan noda minyak yang menempel di dinding dapur. Bagaimana caranya? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Cara Bersihkan Noda Minyak di Dinding Dapur

    Jika terdapat banyak noda minyak yang menempel di dinding dapur, jangan khawatir. Sebab, ada beberapa cara mudah untuk membersihkannya.

    Dilansir situs Teka Cleaning dan How Stuff Works, berikut cara ampuh bersihkan noda minyak pada dinding dapur:

    1. Tepung

    Jika kamu sedang memasak dan minyak meletup mengenai dinding dapur, segera bersihkan dengan tepung. Cukup dengan menaburkan ke titik-titik yang terdapat noda minyak, lalu diamkan selama 5-10 menit agar tepung menyerap minyak. Setelah itu, bersihkan sisa tepung dengan lap kering.

    Sebagai catatan, cara ini hanya berhasil jika noda minyak belum kering atau masih basah.

    2. Baking Soda

    Apabila noda minyak sudah mengering, kamu tetap bisa membersihkannya dengan baking soda. Sebab, soda kue dapat ampuh melarutkan lemak tanpa merusak permukaan yang dibersihkan.

    Untuk menghilangkan noda minyak di dinding, cukup campurkan 3 sendok makan soda kue dengan 1 gelas air ke dalam wadah. Setelah itu, gunakan spons untuk menggosok noda lemak di dinding secara perlahan.

    3. Sabun Cuci Piring

    Sabun cuci piring juga bisa digunakan untuk membersihkan noda minyak pada dinding. Caranya juga mudah, cukup teteskan sabun ke titik-titik yang terdapat noda, lalu diamkan sekitar 30 menit. Setelah itu, bersihkan dinding dengan air bersih dan keringkan menggunakan kain lap.

    4. Garam dan Sabun Cuci Piring

    Agar lebih ampuh membersihkan noda minyak, kamu bisa mengkombinasikan garam dan sabun cuci piring. Untuk cara pakainya, campurkan sekitar 2-3 sendok makan garam dan sabun cuci piring secukupnya ke dalam wadah, lalu aduk hingga merata sampai berbusa.

    Setelah itu, gosok cairan tersebut ke dinding yang penuh noda minyak dengan spons sampai bersih. Setelah itu, bilas dengan air dan keringkan menggunakan kain lap.

    5. Cuka

    Cara berikutnya adalah menggunakan cuka. Bahan ini dinilai ampuh untuk membersihkan noda minyak yang membandel pada dinding. Sebab, asam pada cuka dapat melarutkan minyak yang sudah mengering, sehingga dapat digosok dengan spons.

    Cara pakainya cukup dengan menuangkan cuka putih di area yang penuh noda minyak, lalu diamkan sekitar 5 menit agar cuka meresap. Setelah itu, gosok dengan spons lembut agar noda menghilang.

    6. Jeruk Lemon

    Selain dijadikan minuman segar, jeruk lemon juga disebut ampuh menghilangkan noda di dinding dapur. Cukup menggunakan air jeruk lemon yang dituang ke dalam botol spray, lalu semprotkan ke titik yang penuh noda minyak. Diamkan selama beberapa menit dan lap menggunakan kain hingga kering.

    7. Cuka dan Baking Soda

    Perpaduan cuka dan baking soda juga bisa dipilih untuk membersihkan noda minyak. Soalnya, kedua bahan itu dapat memecah residu minyak yang menempel pada dinding sehingga lebih mudah dibersihkan.

    Cukup campurkan cuka dan baking soda ke dalam wadah dan aduk hingga merata, lalu oleskan pada dinding yang terdapat noda minyak dan diamkan selama beberapa menit. Setelah itu, gosok dengan spons dan bilas dengan air sampai bersih.

    Demikian tujuh cara ampuh bersihkan noda minyak pada dinding dapur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Kebiasaan yang Bikin Barang di Dapur Tetap Kotor Meski Sudah Dibersihkan


    Jakarta

    Membersihkan perangkat memasak di dapur dan perlengkapan makan dengan dicuci ternyata nggak menjamin kebersihannya. Kuman dan bakteri tetap bisa menempel pada barang-barang tersebut dan membuatnya tidak higienis.

    Hal ini biasanya disebabkan karena kebiasaan-kebiasaan yang salah ketika membersihkan atau menyimpan barang tersebut. Dilansir Food Network, berikut beberapa kebiasaan yang dapat membuat perlengkapan makan dan dapur tetap kotor meski sudah dibersihkan.

    1. Membersihkan Blender Asal-asalan

    Blender yang dicuci dengan asal-asalan kebanyakan tidak akan bersih dan higienis. Menurut Studi Kuman Rumah Tangga Internasional NSF pada 2013 lalu, menemukan bahwa blender yang dibersihkan secara asal-asalan ternyata menyisakan jejak salmonella sekitar 36 persen dan 43 persen di antaranya meninggalkan jamur atau ragi.


    Cara yang benar untuk membersihkan blender adalah dengan membuka semua komponen bagian atas yakni wadah bumbu, bilah tajam, dan badannya. Bilas blender dengan air panas yang sudah dicampur dengan sabun. Setelah itu cuci dengan sabun seperti mencuci piring biasa. Bilas lagi dengan air hangat. Tunggu hingga kering dan pasang semua komponen seperti semula sebelum disimpan di tempat yang bersih.

    2. Meletakkan Gelas Terbalik

    Banyak orang berfikir apabila meletakkan gelas dengan kondisi terbalik justru mencegah benda tersebut terkontaminasi dari debu dan bakteri. Ternyata kenyataannya justru sebaliknya.

    Bagian atas gelas merupakan area yang rapuh sehingga ketika diletakkan terbalik bagian atas akan menanggung beban di atasnya. Khawatirnya bagian atas bisa retak karena tidak sekuat bagian bawah. Sebaiknya letakkan gelas seperti ketika menggunakannya. Untuk memastikan kebersihannya, tutup bagian atas agar debu dan bakteri tidak ada yang menempel.

    3. Menaruh Pisau Bersih di Blok Kayu

    Saat ini terdapat inovasi tempat penyimpanan kayu yang dari segi penampilan aman dan rapih yakni blok kayu berlubang. Namun, model penyimpanan seperti ini tidak disarankan karena blok kayu tersebut terbuka dan mudah terkontaminasi bakteri dan jamur.

    Jika tetap ingin memaki blok kayu, pilih yang tertutup. Selain itu, sering bersihkan blok tersebut dengan menggunakan air sabun hangat, dan gunakan sikat kecil untuk menggosok slotnya. Bilas dengan air dingin. Lalu, bersihkan dengan campuran air dan pemutih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Campuran 3 Bahan Ini Ampuh Bersihkan Jendela Sampai Kinclong


    Jakarta

    Pada umumnya, banyak pemilik rumah yang membersihkan jendela dengan cairan khusus pembersih kaca. Cairan ini punya zat yang dapat mengikis kotoran dan membuat jendela terlihat lebih bersih dan kinclong.

    Meski begitu, harga cairan tersebut terkadang cukup mahal. Apabila membeli cairan yang harganya murah terkadang kurang efektif untuk membasmi kotoran membandel di jendela.

    Namun jangan khawatir, kamu dapat menggunakan tiga bahan sederhana yang disebut ampuh membersihkan jendela. Penasaran apa saja bahan tersebut? Simak dalam artikel ini.


    3 Bahan Sederhana yang Ampuh Bersihkan Jendela

    Dikutip dari Good Housekeeping, Jumat (4/7/2025), tiga bahan sederhana yang ampuh membersihkan jendela adalah cuka, sabun cuci piring, dan air. Kombinasi ketiganya dinilai ampuh untuk mengatasi debu dan noda di jendela.

    Sejumlah penelitian mengungkapkan kandungan asam pada cuka dapat mengangkat noda dan kotoran, sedangkan air dapat melarutkan kotoran serta zat asam agar tidak menempel di jendela. Untuk jenis cuka yang dipilih bisa menggunakan cuka putih atau cuka apel.

    Jika jendela sudah sangat kotor dan ada noda yang sulit hilang, kamu bisa menambahkan cairan pembersih cuci piring. Bagi kamu yang tidak suka aroma cuka dapat menambahkan minyak esensial seperti jeruk, serai, lavender, atau papermin.

    Ingin tahu cara menggunakan ketiga bahan tersebut untuk membersihkan jendela? Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • 2 gelas air
    • 1/2 cangkir cuka putih atau cuka apel
    • 2 tetes sabun cuci piring
    • 1-2 tetes minyak esensial sesuai keinginan (opsional)
    • Setelah itu, campurkan semua bahan ke dalam wadah dan tuang ke dalam botol semprot
    • Sebelum digunakan, kocok botol terlebih dahulu dan semprotkan ke seluruh permukaan jendela.

    Apabila kamu tinggal di lingkungan yang airnya mengandung kadar mineral tinggi, disarankan memakai air suling untuk membersihkan jendela. Selain itu, air suling bisa digunakan dalam jangka waktu lama sehingga kamu tak perlu repot-repot membuatnya lagi.

    Kamu juga bisa menambahkan alkohol dengan kandungan 70% ke dalam botol semprot. Kandungan alkohol yang tinggi dinilai efektif mengangkat kotoran dan debu yang menempel di jendela dengan cepat.

    Demikian tiga bahan sederhana yang bisa digunakan untuk membersihkan jendela secara ampuh. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Disedot! Ini 4 Hal yang Sebaiknya Dijauhi Vacuum Cleaner



    Jakarta

    Penyedot debu sering jadi andalan saat bersih-bersih rumah. Praktis, cepat, dan bisa mengangkat kotoran sampai ke sudut-sudut sempit. Tapi, tahukah kamu? Tidak semua jenis kotoran bisa dibersihkan dengan vacuum cleaner. Salah-salah, justru bisa merusak mesinnya!

    Dilansir dari The Spruce, ada empat jenis benda yang sebaiknya tidak dibersihkan menggunakan penyedot debu. Berikut penjelasannya:

    1. Pecahan Kaca

    Saat barang pecah belah seperti gelas atau piring jatuh, biasanya akan meninggalkan serpihan kecil yang tajam. Jangan sedot pakai vacuum ya! Pecahan kaca bisa merusak bagian dalam mesin bahkan sampai merobek kantong debunya. Lebih aman gunakan sapu dan pengki, lalu bersihkan sisa halusnya dengan kain mikrofiber.


    2. Rambut atau Bulu Hewan

    Memang menyebalkan kalau lantai penuh rambut atau bulu hewan. Tapi menyedotnya bisa membuat mesin cepat rusak! Rambut cenderung menyumbat komponen dalam penyedot debu, menurunkan daya hisap, dan bikin mesin cepat panas.

    3. Tumpahan Cairan

    Vacuum cleaner standar tidak didesain untuk menyedot cairan. Air bisa merusak komponen listrik di dalamnya, bahkan memicu tumbuhnya jamur dan bau tak sedap. Gunakan tisu atau kain lap untuk mengeringkannya terlebih dahulu.

    4. Tanah atau Debu Pot

    Tanah yang tercecer saat menyiram tanaman jangan langsung disedot, ya. Bisa jadi ada kerikil kecil di dalamnya yang berpotensi merusak filter atau kipas vacuum. Lebih aman dibersihkan secara manual dengan sapu.

    Selalu baca petunjuk penggunaan alat elektronik di rumah. Gunakan vacuum cleaner sesuai fungsinya agar lebih awet dan tidak cepat rusak.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bahan Dapur yang Ampuh Hilangkan Noda Kuning di Lantai Kamar Mandi


    Jakarta

    Menjaga kebersihan kamar mandi sangatlah penting agar tidak menimbulkan noda kuning di lantai. Soalnya, noda kuning itu tak hanya membuat tampilan kamar mandi jadi jelek, tapi juga bikin licin sehingga berbahaya.

    Noda kuning tersebut bisa menjalar ke dinding, kloset, hingga bak mandi yang bersinggungan langsung dengan lantai kamar mandi. Penyebabnya karena beberapa hal, seperti pertumbuhan jamur, lumut, sisa kerak sabun yang tidak ikut terbuang dengan air, campuran minyak tubuh, penumpukan kelembapan, dan endapan mineral air sadah untuk rumah yang kondisi airnya kurang bersih.

    Namun jangan khawatir, noda kuning di lantai kamar mandi dapat dibersihkan dengan bahan sederhana. Apa saja bahan tersebut? Simak dalam artikel ini.


    Bahan Sederhana untuk Membersihkan Noda Kuning di Lantai Kamar Mandi

    Ada sejumlah bahan sederhana dan mudah didapat yang diklaim ampuh mengatasi noda kuning di lantai kamar mandi. Dikutip dari Express dan Get Set Clean, berikut bahan-bahannya:

    1. Soda Kue

    Soda kue atau baking soda dikenal sebagai bahan yang ampuh mengangkat noda membandel. Cara pakainya cukup tuang dua sendok makan soda kue ke dalam wadah yang telah diisi air, lalu aduk hingga soda kue larut.

    Setelah itu, siram larutan tersebut ke seluruh lantai kamar mandi. Gosok lantai dengan sikat dengan gerakan memutar, bisa menggunakan sikat khusus lantai dan sikat gigi bekas untuk area yang sempit. Kemudian, bilas lantai dengan air bersih agar seluruh noda kuning tersapu.

    2. Cuka

    Selain digunakan untuk bahan masak, cuka juga bisa dimanfaatkan untuk mengangkat noda kuning di lantai kamar mandi. Langkah ini disarankan jika soda kue kurang efektif untuk mengatasi noda kuning.

    Untuk cara penggunaannya, campur satu sendok makan cuka dengan dua sendok makan soda kue, kemudian tuang ke dalam wadah yang sudah berisi air. Lalu, siram larutan tersebut ke seluruh lantai kamar mandi dan gosok pakai sikat lantai. Terakhir, bilas lantai dengan air bersih agar seluruh noda kuning tersapu.

    3. Perasan Jeruk Lemon

    Air perasan jeruk lemon juga bisa digunakan untuk membersihkan noda kuning di lantai kamar mandi. Sifatnya yang asam disebut efektif membasmi noda membandel.

    Agar lebih efektif, disarankan menggunakan campuran soda kue dan jeruk lemon. Caranya dengan mencampur dua sendok makan soda kue dan dua gelas air jeruk lemon ke dalam wadah, lalu aduk sampai merata.

    Siram larutan tersebut ke lantai kamar mandi, kemudian gosok menggunakan sikat lantai. Diamkan selama kurang lebih 45 menit agar soda kue dan air jeruk lemon bereaksi. Terakhir, bilas lantai kamar mandi dengan air bersih agar seluruh noda kuning ikut tersapu.

    Bahan yang Tidak Aman Digunakan untuk Membersihkan Lantai Kamar Mandi

    Sejumlah pakar melarang penggunaan pemutih, amonia, dan pembersih yang terlalu asam untuk membersihkan noda kuning di lantai kamar mandi. Bahan-bahan tersebut dinilai terlalu keras, dapat merusak, dan menurunkan kualitas keramik, terutama jika pelapis keramik memiliki kualitas yang rendah.

    Demikian tiga bahan sederhana yang ampuh membersihkan noda kuning di lantai kamar mandi. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • WC Mampet Bisa Diperbaiki Pakai Garam, Begini Caranya


    Jakarta

    Cara mengatasi WC yang mampet tidak perlu sampai dibongkar. Saat ini, banyak cara yang bisa diikuti dan terbukti berhasil untuk mengatasinya. Salah satunya adalah dengan memakai garam. Lho, emang bisa?

    Dilansir Apartment Therapy, garam adalah salah satu bahan yang terbukti ampuh untuk mengatasi WC mampet. Bahan alami ini juga disebut dapat menghilangkan bau tak sedap akibat penumpukan kotoran pada pipa pembuangan.

    Jenis garam yang digunakan berbeda dengan garam masakan yang biasa tersedia di dapur. Untuk masalah WC mampet harus memakai garam epsom atau garam Inggris. Garam satu ini mengandung magnesium, sulfur, dan oksigen. Sementara, garam dapur untuk masakan mengandung natrium klorida.


    Penggunaan bahan-bahan alami seperti garam ini juga berdampak baik untuk lingkungan karena tidak mencemari.

    Cara Mengatasi WC Mampet dengan Garam Epsom

    Garam epsom tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan bahan lain yang membantu Menekan kotoran masuk ke dalam septic tank, yakni baking soda. Berikut langkah menggunakan garam epsom untuk mengatasi WC mampet.

    1. Siapkan setengah cangkir soda kue dan setengah cangkir garam epsom ke wadah yang nantinya mudah untuk dituang.

    2. Tambahkan air pada campuran 2 bahan tersebut

    3. Tuang larutan soda kue, garam epsom, dan air ke dalam WC

    4. Siapkan air hangat, jangan yang mendidih sebanyak 6 gelas. Apabila air sudah tidak mendidih tuang ke dalam WC

    5. Diamkan campuran tersebut selama maksimal semalaman atau 8 jam.

    6. Reaksi garam epsom, soda kue, dan air dapat menimbulkan suara gelembung yang tidak biasa, tetapi hal tersebut wajar pada WC

    7. Setelah minimal 8 jam, siapkan satu gelas air hangat. jangan mendidih dan tuang ke dalam WC. Bilas juga dengan air biasa.

    Selain memakai garam epsom, ada banyak cara lain untuk mengatasi WC mampet, berikut di antaranya.

    1. Tuangkan Sabun & Air Panas

    Selain garam epsom, coba pakai sabun cuci piring yang dicampur dengan air panah. Ingat, saat menuangkan air panas sebaiknya tidak dalam kondisi mendidih karena dapat merusak pipa pembuangan. Setelah kedua bahan tersebut dituang ke dalam WC, tunggu selama beberapa menit saja sebelum dibilas dengan air biasa.

    2. Pemutih dan Detergen Bubuk

    Bahan campuran kedua adalah pemutih dan detergen bubuk. Caranya cukup mudah yakni dengan menuangkan beberapa cangkir pemutih dan satu cangkir detergen bubuk ke dalam mangkuk. Tunggu 20-30 menit, lalu coba siram ke dalam WC.

    3. Manfaatkan Kawat Hanger

    Jika detikers tidak punya alat-alat di atas, kalian bisa memanfaatkan kawat hanger untuk menyingkirkan sumbatan di WC. kawat ini dapat difungsikan sebagai ular pipa toilet. Modifikasi terlebih dahulu bentuk kawat hanger agar bisa dimasukkan ke saluran toilet. Untuk mencegah goresan pada porselen, lilitkan kain di sekeliling pengaitnya.

    Masukkan ke lubang dan carilah penyebab sumbatan, kemudian sodok kawat lebih dalam hingga sumbatan terurai. Lihat apakah cairan di WC usudah turun atau belum. Apabila sudah lancar siram WC untuk mengurai kotoran-kotoran di pipa yang masih tertinggal.

    Demikian tadi Cara mengatasi WC mampet tanpa harus bongkar. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com