Tag: gempa

  • Hebel Vs Bata Merah, Mana yang Lebih Kokoh?



    Jakarta

    Material yang kokoh dan tahan lama tentu menjadi pilihan ketika membangun rumah. Setidaknya ada dua material yang sering dipilih untuk membangun rumah, yaitu hebel dan bata merah.

    Bata merah masih banyak dipilih orang dalam membangun rumah. Akan tetapi, banyak juga yang lebih memilih hebel atau bata ringan karena dinilai punya kelebihan daripada bata merah.

    Lantas, apa sih yang membedakan antara hebel dan bata merah? Lalu lebih kuat mana di antara kedua material tersebut? Biar nggak penasaran, simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Pengertian Hebel dan Bata Merah

    Hebel dan bata merah memiliki sejumlah perbedaan. Agar tidak bingung, simak masing-masing pengertiannya di bawah ini:

    1. Hebel

    Truk bermuatan hebel yang terguling di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur sudah dievakuasi. Lalu lintas yang sempat macet sudah kembali normal.Foto: Lamhot Aritonang

    Hebel merupakan salah satu jenis bahan material yang terbuat dari campuran beton, pasir, dan gypsum. Sebenarnya, hebel adalah sebuah merek yang memproduksi bata ringan, namun masyarakat lebih terbiasa menyebutnya hebel ketimbang bata ringan.

    Berat bata hebel jauh lebih ringan daripada bata merah dan beton. Maka dari itu, proses instalasinya juga lebih mudah ketimbang material tersebut.

    Selain itu, hebel juga memiliki sejumlah kelebihan lainnya, yakni punya kemampuan isolasi termal yang baik serta membantu mengurangi pendinginan dan pemanasan. Hebel juga tahan terhadap api dan dapat menghambat penyebaran api jika terjadi kebakaran.

    Hebel menggunakan pengikat seperti semen saat proses produksinya. Cara ini dilakukan agar pondasi lebih kuat, sehingga jauh lebih kokoh daripada bata merah yang hanya menggunakan tanah liat.

    Tak hanya itu, proses pembuatan bata ringan hebel juga sama seperti beton. Jadi, bahan ini memenuhi standar material untuk membuat bangunan tahan gempa.

    2. Bata Merah

    Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi salah satu sentra pembuatan bata merah. Yuk kita lihat proses pembuatan bata merah.Foto: Rico Bagus

    Sementara itu, bata merah adalah salah satu jenis bahan material yang sudah banyak digunakan untuk membangun rumah. Bata merah terbuat dari tanah liat yang dicetak dalam bentuk dan ukuran yang sama, setelah itu dibakar pada suhu tinggi.

    Salah satu kelebihan dari bata merah cenderung bersifat poros dan mampu menyerap air dengan mudah. Akan tetapi, jika tidak ditangani dengan benar maka kelembapan dapat muncul dan mempengaruhi kekuatan bangunan.

    Kekurangan dan Kelebihan Hebel serta Bata Merah

    Adapun sejumlah kelebihan dan kekurangan dari hebel dan bata merah. Dalam beberapa poin, hebel terlihat lebih unggul. Namun, ada beberapa hal yang membuat bata merah lebih meyakinkan daripada hebel.

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzul Rizki membagikan sejumlah kelebihan dan kekurangan dari hebel serta bata merah. Simak penjelasannya di bawah ini:

    1. Hebel

    Kelebihan:

    • Lebih ringan
    • Tahan api
    • Punya isolasi termal yang baik
    • Materialnya lebih kuat dan kokoh
    • Harganya cenderung lebih murah jika dihitung per meter kubik.

    Kekurangan:

    • Ukurannya lebih besar daripada batu bata merah.

    2. Bata Merah

    Kelebihan:

    • Banyak tersedia di toko bangunan
    • Lebih mudah diangkut dan dibawa karena ukurannya lebih kecil.

    Kekurangan:

    • Mudah menyerap air, sehingga dinding cepat lembap yang dapat mengurangi kekuatan bangunan
    • Cukup berat
    • Harga cenderung lebih mahal kalau dihitung per meter persegi.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Alasan Rumah Bisa Cepat Rusak Jika Lama Kosong dan Tak Dihuni


    Jakarta

    Rumah yang sudah lama kosong dan dibiarkan terbengkalai bisa cepat rusak. Meskipun tidak ada gempa bumi, banjir, ledakan, atau tertabrak benda berat, rumah bisa rusak dengan sendirinya.

    Pasti kamu sering melihat rumah yang lama kosong terlihat tidak terawat, kotor, dan suram. Penampilan seperti ini sebenarnya pertanda bahwa kualitas bangunan menurun lho.

    Meskipun rumah itu benda mati, bangunan ini juga perlu dirawat dan diperhatikan agar dapat bertahan lama. Namun, yang lebih penting adalah rumah tersebut harus diisi oleh manusia karena penghuni adalah ‘nyawa’ dari rumah tersebut.


    Alasan Rumah Tak Berpenghuni Cepat Rusak

    1. Sirkulasi Udara Buruk

    Dilansir detikFinance, rumah yang selalu tertutup memblokir sirkulasi udara. Akibatnya rumah jadi mudah lembap dan suhu antara luar dan dalam rumah berbeda. Ruangan yang terlalu lembap memicu pertumbuhan jamur dengan cepat. Material seperti kayu menjadi media pertumbuhan jamur yang cepat. Bayangkan jika kerangka utama rumah tersebut dari kayu, lalu banyak jamur yang tumbuh di permukaannya. Seiring waktu kayu akan lapuk dan patah.

    Jamur tidak hanya tumbuh di kayu, bisa juga di beton. Lalu, kelembapan juga bisa memicu karatan pada besi.

    2. Rumah Jarang Dirawat

    Rumah yang kosong atau tidak ditempati pasti tidak pernah dibersihkan. Debu yang menempel pada benda atau dinding memicu pertumbuhan banyak hama dan jamur. Debu juga dapat menimbulkan bau tidak sedap di rumah karena aktivitas jamur tersebut.

    3. Hewan Bersarang

    Seperti yang disebut sebelumnya, rumah kosong menjadi tempat yang cocok buat hewan bersarang dan berkembang biak. Sebagai contoh laba-laba dan tikus dapat hidup di tempat yang kotor.

    Alangkah baiknya, jika memiliki rumah yang tidak dapat ditempati, sebaiknya sering ditengok untuk dibersihkan minimal satu minggu sekali. Jika tidak bisa menengoknya, kamu bisa menjualnya agar rumah tidak rusak dengan percuma.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Retak Rambut Bikin Risih? Ini Solusi Praktisnya!



    Jakarta

    Dinding yang mengalami retak rambut membuat estetika di rumah jauh berkurang. Retak rambut pada dinding sendiri merupakan keretakan pada tembok yang bentuknya kecil dan menyerupai helaian rambut.

    Retak rambut memang tidak begitu terlihat dari kejauhan. Namun jika tak ditangani bukan tak mungkin keretakan akan meluas dan kian parah.

    Ada beberapa penyebab dan cara untuk mengatasi retak rambut pada tembok rumah. Dikutip dari Instagram Kementerian PUPR,


    1. Ketahui penyebabnya

    Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengetahui penyebab terjadinya retak rambut pada tembok. Misalnya, karena gempa bumi, usia bangunan, atau proses plester yang kurang baik.

    2. Kerok atau amplas tembok

    Untuk mengatasi retak rambut secara tuntas, ada berbagai tindakan yang dapat dilakukan, tergantung dari penyebabnya. Misalnya, jika penyebabnya karena kegagalan struktur bangunan, maka perlu perbaikan struktur.

    Namun, apabila hanya diperlukan penanganan jangka pendek, detikers dapat mengerok tembok dengan sekrap hingga cat terkelupas.

    3. Isi celah retak

    Setelah cat terkelupas, bersihkan dinding dari debu sisa pengerokan hingga benar-benar bersih. Lalu, lapisi tembok dengan wall sealer menggunakan kuas. Biarkan wall sealer mengering dengan sempurna.

    4. Cat tembok

    Apabila wall sealer sudah mengering dengan sempurna, lakukan pengecatan tembok dengan warna yang detikers inginkan. Pastikan wall sealer tersamarkan oleh cat.

    Demikian cara mengatasi retak rambut pada dinding rumah. Semoga bermanfaat ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Menata Kamar Tidur Agar Barang Tak Berjatuhan Saat Gempa


    Jakarta

    Rumah yang diguncang gempa membuat barang-barang berjatuhan, termasuk di kamar tidur. Hal ini bisa membahayakan penghuni rumah, apalagi kalau lengah saat tidur.

    Barang-barang di kamar tidur bisa jatuh dan menimpa penghuni saat terjadi gempa. Untuk mencegah hal itu terjadi, penghuni rumah bisa menata kamar tidur agar barang-barang aman ketika gempa.

    Lantas, bagaimana cara menata kamar tidur agar aman saat gempa? Simak tipsnya berikut ini yang dikutip dari Apartment Therapy.


    Cara Menata Kamar Tidur yang Aman Saat Gempa

    Inilah cara menata kamar tidur agar aman dari barang yang jatuh ketika gempa.

    1. Terapkan Minimalisme

    Cegah barang berjatuhan saat gempa dengan mengurangi barang-barang di kamar. Semakin sedikit barang yang kamu punya di kamar akan lebih baik.

    Penghuni rumah bisa menerapkan konsep minimalisme di kamar tidur. Sebab, mempunyai sedikit barang akan mengurangi kemungkinan kejatuhan barang.

    2. Posisikan Tempat Tidur Jauh dari Jendela

    Sebaiknya letakkan tempat tidur jauh dari jendela. Biasanya gempa bumi yang besar membuat kaca jendela pecah karena dinding bergoyang.

    Namun kalau tidak punya ruang yang cukup, coba pasang film kaca jendela yang bisa mencegah pecahan kaca bercecer di mana-mana.

    3. Hindari Menggantung Benda Berat di Atas Tempat Tidur

    Jangan gantung benda-benda berat di area kepala tempat tidur, terutama saat malam hari. Benda itu bisa jatuh menimpa penghuni rumah saat terjadi gempa.

    Kalau mau mendekor kamar dengan lebih aman, bisa memakai bingkai gambar yang kecil dan ringan. Selain itu, bisa juga menggantung dekorasi dari bahan kain, misalkan bendera.

    4. Amankan Furniture Besar ke Tembok

    Furniture besar yang rawan terjatuh atau bergeser, seperti rak buku dan lemari pakaian, harus dikaitkan ke dinding. Kamu bisa menggunakan sekrup atau pengait khusus untuk mengamankan furniture. Dengan begitu, kamar tidur akan lebih aman saat terjadi gempa bumi.

    Itulah beberapa tips untuk menata kamar tidur yang aman menghadapi gempa bumi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Jangan Bangun Rumah di 4 Lokasi Rawan Gempa Ini


    Jakarta

    Gempa menjadi salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh letak Indonesia di wilayah tektonik dengan pertemuan lempeng bumi. Oleh karena itu, sebagai masyarakat Indonesia, kita perlu antisipasi dengan bencana gempa bumi, salah satunya mempersiapkan rumah tahan gempa.

    Untuk membuat rumah tahan gempa, penting untuk mencari tahu material serta bahan yang kokoh dan kuat. Selain itu, yang tak kalah penting adalah perancangan rumah tahan gempa. Jika kamu akan membangun sebuah rumah, perhatikan lokasi pembangunan. Bukan tidak mungkin kamu sudah mempersiapkan material anti gempa tetapi justru tetap mengalami kerugian akibat lokasi rumahmu yang rawan gempa.

    Melansir dari buku berjudul “Guidebook for Reconstruction of Earthquake Resistance Houses” yang diterbitkan oleh Earthquake Engineering Research Institute menjelaskan bahwa terdapat beberapa titik lokasi yang harus kamu hindari ketika merencanakan pembangunan rumah agar terhindar dari gempa, berikut lokasinya.


    Letak Dekat Lereng Curam

    Jika kamu tinggal di pedesaan atau daerah yang masih banyak bukit-bukit, maka hindari membangun rumah di kaki bukit, seperti di tengah bukit yang sempit serta lereng curam. Hindari juga medan yang sulit dilalui atau diakses. Biasanya rumah yang dibangun di dekat bukit penuh lereng curam banyak ditemui di lokasi pegunungan sebagai villa.

    Rumah yang dibangun dekat lereng curam berpotensi lebih rentan terhadap kerusakan daripada rumah yang dibangun pada topografi datar. Namun, jika memang tetap akan dibangun di lokasi ini, maka buat pencegahan seperti terasering atau perkuat dinding rumah agar terhindar dari kerusakan berat.

    Daerah Rawan Longsor

    Sudah pasti kamu tidak disarankan membangun rumah di daerah rawan longsor. Sebab, ketika terjadi gempa maka daerah yang biasanya longsor dapat menyapu bersih rumah, bangunan, atau apapun yang ada di sekitarnya. Sehingga, perlu kamu ketahui lokasi rawan longsor untuk menghindari kerusakan gempa sekaligus bencana longsor.

    Tepi Sungai

    Daerah tepi sungai juga menjadi lokasi atau area yang seharusnya dihindari untuk membangun rumah. Tepian sungai berpotensi rawan banjir dan likuifaksi yaitu pencairan tanah yang bisa terjadi akibat gempa bumi. Hal ini juga mencegah terjadinya banjir bandang serta kerusakan berat akibat gempa.

    Di Atas Tanah Lunak

    Kamu juga perlu mengetahui jenis tanah tempat kamu membangun rumah. Hindari membangun rumah di tanah yang penuh atau lunak. Hal ini akan menyebabkan dasar pondasi rumah bisa mengalami penurunan. Selain itu, pondasi akan rentan terbuka atau rusak akibat gerusan tanah. Jika kamu mau membangun rumah di atas tanah urugan, maka pastikan pondasi rumah harus cukup kuat dan dalam sehingga bertumpu pada tanah yang kokoh bukan pada tanah urugan.

    Itu dia penjelasan lokasi atau area yang harus kamu hindari saat membangun rumah sebagai pencegahan terhadap bencana gempa bumi. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Ini 4 Langkah Perbaiki Retak Rambut pada Dinding Rumah


    Jakarta

    Bangunan rumah lama-lama bisa rusak karena usia maupun faktor eksternal. Untuk bagian dinding, kerusakan bisa muncul berupa retak rambut.

    Retak rambut adalah celah pada dinding yang berukuran kecil dan terkadang tak terlihat jelas seperti rambut. Meski terlihat sepele, retak ini bisa melebar kalau dibiarkan.

    Lantas, apa yang harus dilakukan kalau ada retak rambut pada dinding rumah? Berikut ini langkah-langkah untuk memperbaikinya.


    Cara Memperbaiki Retak Rambut pada Dinding

    Inilah cara memperbaiki retak rambut di dinding rumah seperti yang dikutip dari Instagram Kementerian PUPR.

    1. Cari Tahu Penyebabnya

    Langkah pertama yang harus dilakukan ketika menemukan retak rambut di rumah adalah mencari tahu penyebabnya. Retak rambut bisa muncul akibat gempa bumi, usia bangunan, atau proses plester yang kurang baik. Cara memperbaiki retak rambut bisa disesuaikan dengan penyebabnya.

    2. Kerok atau Amplas Tembok

    Ada berbagai tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi retak rambut. Hal ini tergantung dari penyebabnya. Misalnya, jika penyebabnya karena kegagalan struktur bangunan, maka perlu perbaikan struktur.

    Namun, apabila hanya diperlukan penanganan jangka pendek, bagian retak pada tembok bisa dikerok menggunakan sekrap hingga cat terkelupas.

    3. Isi Celah Retak Rambut

    Kemudian, bersihkan dinding dari debu sisa pengerokkan hingga benar-benar bersih. Setelah bersih, lapisi tembok dengan wall sealer menggunakan kuas. Biarkan wall sealer mengering dengan sempurna.

    4. Cat tembok

    Jika wall sealer sudah mengering dengan sempurna, barulah bisa dilakukan pengecatan tembok dengan warna yang diinginkan. Pastikan wall sealer tersamarkan oleh cat.

    Itulah cara mengatasi retak rambut pada dinding rumah. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Lokasi yang Harus Dihindari Saat Membangun Rumah di Daerah Rawan Gempa



    Jakarta

    Gempa menjadi salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh letak Indonesia di wilayah tektonik dengan pertemuan lempeng bumi. Oleh karena itu perlu antisipasi dengan bencana gempa bumi, salah satunya mempersiapkan rumah tahan gempa.

    Untuk membuat rumah tahan gempa, penting untuk mencari tahu material serta bahan yang kokoh dan kuat. Selain itu, yang tak kalah penting adalah perancangan rumah tahan gempa. Jika kamu akan membangun sebuah rumah, perhatikan lokasi pembangunan. Bukan tidak mungkin kamu sudah mempersiapkan material anti gempa tetapi justru tetap mengalami kerugian akibat lokasi rumahmu yang rawan gempa.

    Melansir dari buku berjudul ‘Guidebook for Reconstruction of Earthquake Resistance Houses’ yang diterbitkan oleh Earthquake Engineering Research Institute menjelaskan bahwa terdapat beberapa titik lokasi yang harus dihindari jika tinggal di wilayah rawan gempa.


    Letak Dekat Lereng Curam

    Jika tinggal di pedesaan atau daerah yang masih banyak bukit-bukit, maka hindari membangun rumah di kaki bukit, seperti di tengah bukit yang sempit serta lereng curam. Hindari juga medan yang sulit dilalui atau diakses. Biasanya rumah yang dibangun di dekat bukit penuh lereng curam banyak ditemui di lokasi pegunungan sebagai villa.

    Rumah yang dibangun dekat lereng curam berpotensi lebih rentan terhadap kerusakan daripada rumah yang dibangun pada topografi datar. Namun, jika memang tetap akan dibangun di lokasi ini, maka buat pencegahan seperti terasering atau perkuat dinding rumah agar terhindar dari kerusakan berat.

    Daerah Rawan Longsor

    Sudah pasti tidak disarankan membangun rumah di daerah rawan longsor. Sebab, ketika terjadi gempa maka daerah yang biasanya longsor dapat menyapu bersih rumah, bangunan, atau apapun yang ada di sekitarnya. Sehingga, perlu ketahui lokasi rawan longsor untuk menghindari kerusakan gempa sekaligus bencana longsor.

    Tepi Sungai

    Daerah tepi sungai juga menjadi lokasi atau area yang seharusnya dihindari untuk membangun rumah. Tepian sungai berpotensi rawan banjir dan likuifaksi yaitu pencairan tanah yang bisa terjadi akibat gempa bumi. Hal ini juga mencegah terjadinya banjir bandang serta kerusakan berat akibat gempa.

    Di Atas Tanah Lunak

    Kita juga perlu mengetahui jenis tanah tempat membangun rumah. Hindari membangun rumah di tanah yang penuh atau lunak. Hal ini akan menyebabkan dasar pondasi rumah bisa mengalami penurunan. Selain itu, pondasi akan rentan terbuka atau rusak akibat gerusan tanah. Jika kamu mau membangun rumah di atas tanah urugan, maka pastikan pondasi rumah harus cukup kuat dan dalam sehingga bertumpu pada tanah yang kokoh bukan pada tanah urugan.

    Itu dia penjelasan lokasi atau area yang harus kamu hindari saat membangun rumah sebagai pencegahan terhadap bencana gempa bumi. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding dan Jendela Bergetar Setiap Pintu Ditutup? Cepat Periksa Bagian Ini



    Jakarta

    Pernahkah kalian pernah merasakan saat menutup pintu, seketika dinding dan jendela rumah juga ikut bergetar? Apalagi ketika pintu tersebut tertutup dengan keras.

    Mungkin banyak yang berpikir wajar karena getaran tersebut terlalu keras hingga merambat ke bagian lain. Namun, sebenarnya kejadian ini menunjukkan daya tahan dinding di rumah lho.

    Menurut kontraktor Taufiq Hidayat getaran tersebut dipengaruhi pada tingkat kekuatan dari struktur dinding dan celah pada jendela.


    “Ya itu kekuatan struktur dinding dan bukaan dari kusennya. Bergetar itu kan karena ada suatu gerakan yang menimbulkan strukturnya juga jadi nggak stabil gitu. Ada pergerakan juga,” kata Taufiq saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025).

    Getaran yang keras dan berlangsung berulang kali dapat menimbulkan retak-retak pada dinding terutama pada area kusen dan pintu. Dalam kata lain, getaran tersebut dapat menimbulkan masalah baru pada rumah.

    “Kalau nanti dindingnya itu retak itu kan ditimbulkan karena getaran yang memungkinkan satu konstruksi itu pecah ya. Tidak bisa menyatu lagi jadi ada retak gitu ya. Nah itu kalau misalnya getarannya terlalu keras dan dindingnya itu emang nggak kuat, ya bisa aja timbul retak,” jelasnya.

    Retak dari getaran karena ketahanan dinding yang lemah berbeda dari retak yang ditimbulkan oleh bencana alam seperti gempa bumi atau tanah bergerak.

    “Kalau udah gempa kan itu dari fondasi yang bergerak karena dari fondasi yang bergerak ya ketahanan bangunan itu diuji sama gerakan dari fondasi,” ungkapnya.

    Untuk mengetahui ketahanan pada dinding bangunan, pintu, dan jendela dapat dipersiapkan sejak awal pembangunan. Persiapannya perlu pertimbangan dan perencanaan dari ahli seperti arsitek

    Apabila getaran baru terasa setelah rumah selesai dibangun, Taufiq mengatakan hal tersebut masih bisa diperbaiki. Jika yang bergetar adalah jendal, berarti ada bagian kusen jendela yang longgar tidak pas dengan dinding. Cara memperbaikinya dengan melakukan pengeboran dan mengencangkan ke bagian dinding.

    “Dicek dulu kalau cuma kusen yang bergetar itu bisa aja kusennya dikasih baut, dikasih anchor bolt. Supaya dia nggak bergerak. Jadi supaya dia tertahan sama dinding. Berbeda halnya jika masalahnya pada dinding, itu harus diperkuat,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Biang Kerok Lantai Keramik Terangkat dan Meledak Lengkap Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Keramik lantai dapat terangkat dan meledak. Hal ini bisa terjadi pada bagian tengah keramik sehingga membuat lantai tersebut pecah. Materialnya yang keras, akan berbahaya jika terinjak. Bagian ujung keramik pasti tajam dan bisa menggores kulit.

    Lantas, apa penyebab keramik lantai terangkat dan meledak?

    Dilansir dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr yang tayang pada 2023 lalu, berikut beberapa penyebab keramik lantai terangkat dan meledak.


    1. Banjir

    Air merupakan musuh bagi bahan bangunan, tidak terkecuali keramik. Air bisa mengikis nat yang mengikat keramik agar menempel pada lantai. Apabila pengeratnya hilang, keramik dengan mudah rusak, retak, hingga pecah.

    2. Ada Celah Udara Masuk

    Penyebab lainnya adalah banyaknya udara berkumpul di bawah keramik. Hal ini membuat banyak tekanan pada bagian bawah keramik sehingga lama kelamaan justru membuat retak dan mengangkat permukaannya.

    3. Pergerakan Pondasi Rumah

    Terpisah, menurut The Floor Trader Outlet, keramik terangkat juga bisa disebabkan oleh kekuatan yang lebih besar yakni pergerakan pada fondasi rumah. Biasanya disebabkan oleh alam seperti pergerakan tanah dan gempa. Namun, kualitas bangunan yang rendah juga bisa menyebabkan kerusakan yang sama.

    4. Perubahan Suhu

    Setiap material dapat mengalami pemuaian dan penyusutan, termasuk keramik. Biasanya hal ini terjadi karena perubahan suhu yang tinggi seperti dari yang semula panas menjadi sangat dingin. Perubahan ini memang tidak terlihat secara kasat mata. Namun, seiring waktu muncul tanda-tandanya yakni retakan pada lantai.

    5. Kesalahan pada Cara Pemasangan

    Seperti yang disebut sebelumnya, cara pemasangan keramik yang salah juga bisa menyebabkan kerusakan. Sebagai contoh bagian bawah keramik ada yang kopong dan proses persiapan pemasangan keramik yang kurang sesuai.

    Cara Memperbaiki Lantai Keramik Terangkat dan Pecah

    Setelah ubin retak, mustahil untuk memperbaikinya tanpa meninggalkan bekas yang tampak. Lebih baik mengganti ubin daripada mencoba memperbaikinya. Berikut caranya.

    • Potong nat di sekitar ubin yang retak menggunakan alat pemotong nat.
    • Angkat keramik yang retak, jika tidak bisa gunakan palu atau bor.
    • Bersihkan puing-puing.
    • Pasang keramik baru dengan cara yang benar dan perekat yang berkualitas sehingga tidak terangkat lagi.
    • Oleskan nat baru di antara keramik yang telah dipasang.

    Harap lakukan dengan hati-hati ketika melakukan proses di atas supaya tidak merusak lantai keramik yang ada.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbedaan Kerangka Kanopi Baja Ringan dan Besi Hollow Beserta Harganya


    Jakarta

    Saat ingin memasang kanopi, banyak sekali komponen yang harus disiapkan, salah satunya adalah jenis kerangka kanopi. Biasanya atap kanopi dengan kerangka bisa dipesan bersamaan, tetapi pembeli tetap memiliki hak untuk memilih jenisnya.

    Jenis kerangka kanopi yang banyak dipakai dan dikenal cukup tahan lama adalah baja ringan dan besi hollow. Bagi orang awam dua jenis kerangka ini terlihat mirip dari segi wujudnya, padahal keduanya berbeda.

    Perbedaan Kanopi Baja Ringan dan Besi Hollow

    1. Kanopi Baja Ringan

    Kanopi baja ringan merupakan material kerangka kanopi yang memiliki bobot ringan dan tipis. Namun, baja ringan tidak rapuh, justru material ini banyak dipakai karena daya tahannya. Warna baja ringan adalah abu-abu metalik, abu-abu gelap, hingga berwarna. Baja ringan mudah untuk disambung dengan cara dilas sehingga mudah untuk dibentuk. Untuk dipotong pun tidak susah. Baja ringan juga disebut kuat berdiri di daerah bencana seperti yang sering gempa bumi.


    Model kanopi baja ringan cukup beragam, dengan pilihan rangka single atau double dan pilihan penutup atap mulai dari atap go-green, genteng metal hingga atap spandex dan UPVC. Kelebihan dari baja ringan adalah harganya yang ekonomis.

    Jenis baja ringan sendiri cukup banyak, biasanya yang dipakai untuk membuat kanopi adalah jenis baja ringan Truss dan Reng yang memang memiliki daya tahan yang baik terhadap beban berat. Berikut kisaran harga baja ringan Truss dan Reng dilihat detikcom dari e-commerce, Senin (30/6/2025).

    • Baja Ringan Truss

      Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,45 mm: Rp 65.000

      Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,50 mm: Rp 70.000

      Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,55 mm: Rp 75.000

      Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,60 mm: Rp 80.000

      Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,65 mm: Rp 85.000

      Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,70 mm: Rp 92.000

      Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,75 mm: Rp 95.500

      Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 1 mm: Rp 120.000

    • Baja Ringan Reng

      Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,40 mm: Rp 28.000

      Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,45 mm: Rp 35.000

    2. Kanopi Besi Hollow

    Kanopi besi hollow adalah jenis kerangka kanopi yang juga terbuat dari baja ringan yang sering disebut dengan pipa hollow. Jenis besi hollow yang banyak dipakai untuk kanopi adalah hollow givalum. Perbedaan antara besi hollow dengan baja ringan terletak pada rongga-rongga di tengah-tengah permukaannya.

    Kelebihan dari besi hollow mirip dengan baja ringan biasa yakni memiliki daya tahan yang kuat, meskipun tidak sekuat baja ringan. Kemudian, bobotnya juga ringan, tetapi besi hollow lebih tebal. Bentuk besi hollow juga mirip dengan baja ringan pada umumnya yakni berwarna abu-abu metalik, ada pula yang berwarna lebih gelap, dan berwarna.

    Berikut kisaran harga besi hollow dilihat detikcom dari e-commerce.

    Hollow baja ringan per batang (400 cm) tebal 0,30 mm, mulai dari Rp 19.000

    Hollow baja ringan per batang (400 m) tebal 0,35 mm, mulai dari Rp 27.500

    Hollow baja ringan per batang (400 cm) tebal 0,40 m, mulai dari Rp 36.000

    Harga baja ringan dan besi hollow di atas akan berubah tergantung penjual, ketebalan, ukuran, dan merek produk.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com