Tag: gemuk

  • Oprah Buka-bukaan Pakai Obat untuk Diet, Curhat Tak Tahan Diejek Gemuk


    Jakarta

    Oprah Winfrey sudah tidak asing lagi dengan pengawasan ketat terhadap berat badannya. Selama ia menjadi sorotan publik dan kerap dibully karena berat badannya.

    “Selama 25 tahun saya diolok-olok publik. Saya telah disalahkan dan dipermalukan, dan saya menyalahkan dan mempermalukan diri saya sendiri,” kata Winfrey kepada PEOPLE dikutip Sabtu (16/12/2023).

    Winfrey, yang akan berusia 70 tahun pada bulan depan, optimistis bahwa ia kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang cara mempertahankan berat badan yang sehat dalam jangka panjang dan menghilangkan rasa malu untuk selamanya. Dengan menggunakan pendekatan holistik yang mencakup olahraga teratur dan perubahan gaya hidup lainnya, Winfrey menegaskan bahwa dia juga menambahkan obat penurun berat badan ke dalam programnya.


    “Fakta bahwa ada obat yang disetujui secara medis untuk mengatur berat badan dan tetap sehat, dalam hidup saya, terasa seperti kelegaan, seperti penebusan, seperti hadiah, dan bukan sesuatu yang disembunyikan dan sekali lagi diejek,” beber Oprah.

    “Saya benar-benar muak dengan rasa malu dari orang lain dan khususnya diri saya sendiri,” sambungnya.

    Winfrey memilih untuk tidak membagikan pengobatan apa yang dia jalani. Selama beberapa dekade, dia juga telah berbagi perjalanan penurunan berat badan dan perjuangannya untuk menurunkan berat badan. Dalam sebuah diskusi yang diposting pada bulan September, dia membuka tentang gagasan menggunakan obat-obatan untuk menurunkan berat badan.

    Winfrey selalu vokal tentang rasa malu dan ejekan yang dia alami karena berat badannya. Dia mengatakan bahwa dia hampir mencapai target berat badannya yaitu 72 kg, tetapi alih-alih hanya memperhatikan angka di timbangan, dia lebih fokus pada kemajuan yang telah dia capai selama bertahun-tahun.

    (kna/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 5 Cara Menurunkan BB Tanpa Olahraga, Cocok buat Kaum Rebahan

    Jakarta

    Olahraga sejak dulu dikenal sebagai salah satu cara paling ampuh untuk menurunkan berat badan. Tapi terkadang, ada waktu di mana kita merasa ‘mager’ dan enggan berolahraga.

    Misalnya, ketika tubuh merasa lelah akibat beraktivitas. Zaman sekarang, tak sedikit orang yang menjalani rutinitas super padat. Ketika ada waktu luang, satu-satunya hal yang terlintas di kepala adalah beristirahat dan rebahan.

    Meskipun tidak memiliki waktu berolahraga, bukan berarti orang-orang tersebut tidak bisa menurunkan berat badan. Faktanya, ada banyak cara menurunkan berat badan tanpa olahraga yang bisa dilakukan, seperti dengan mengubah kebiasaan dan pola makan.


    Dikutip dari berbagai sumber, berikut cara menurunkan berat badan tanpa olahraga yang cocok dilakukan oleh mereka yang sering mageran.

    1. Perbanyak Minum Air

    Air putih memiliki manfaat yang besar dalam menurunkan berat badan. Air dapat membantu meningkatkan metabolisme, mengurangi rasa lapar dan asupan kalori, dan membersihkan racun serta kotoran dari dalam tubuh.

    Orang dewasa dianjurkan untuk minum air setidaknya 2 liter, atau sekitar delapan gelas setiap hari.

    2. Atur Porsi Makan

    Jika detikers memang tidak memiliki banyak waktu untuk berolahraga, maka imbangi dengan mengurangi porsi saat makan. Misalnya, dengan mengurangi jumlah makanan, memiliki makanan dengan ukuran yang lebih kecil, hingga menggunakan piring yang lebih kecil saat makan.

    Sebuah studi menemukan makan dengan piring atau wadah besar dapat ‘mengelabui’ otak untuk berpikir kalau jumlah makanan yang diambil masih kurang. Alhasil, orang yang makan dengan menggunakan piring besar cenderung mengambil lebih banyak makanan dari apa yang sebenarnya dibutuhkan tubuh.

    3. Makan dengan Perlahan

    Makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak serta merta membuat kenyang. Pasalnya, tubuh perlu waktu untuk bisa melepaskan hormon yang mengirimkan sinyal ke otak sebagai tanda sudah kenyang.

    Proses ini membutuhkan waktu sekitar 20-25 menit. Jika seseorang makan terlalu cepat, maka proses pengiriman sinyal tersebut akan terganggu dan meningkatkan risiko overeating.

    4. Tidur Malam yang Cukup

    Kualitas dan waktu tidur memainkan peran yang sangat penting dalam menurunkan berat badan. Ketika seseorang kurang tidur, maka hormon ghrelin dalam tubuhnya akan meningkat. Hormon ini mengatur rasa lapar dan nafsu makan. Jika jumlahnya terlalu tinggi, maka dapat membuat seseorang merasa sangat lapar saat bangun keeseokan hari, serta meningkatkan kecenderungan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori untuk menghilangkan rasa lapar.

    Dengan tidur yang cukup, jumlah hormon ghrelin dalam tubuh akan terkendali sehingga tidak menimbulkan rasa lapar berlebihan keesokan hari. Adapun jam tidur yang umumnya disarankan untuk orang dewasa adalah 7-8 jam sehari.

    5. Rutinkan Jalan Kaki

    Olahraga tidak harus dengan pergi ke gym atau melakukan aktivitas yang berat. Bahkan sesimpel jalan kaki sudah cukup untuk membantu menurunkan berat badan.

    Jalan kaki juga tidak perlu secara spesifik dijadwalkan. Membiasakan jalan kaki dapat dilakukan dengan naik anak tangga alih-alih lift saat di kantor, parkir di tempat yang lebih jauh agar bisa berjalan kaki, berjalan ke supermarket untuk belanja kebutuhan ketimbang memesa secara online, dan lain sebagainya.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Berat Badan Tidak Turun Meski Sudah Diet? 14 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

    Jakarta

    Bagi sebagian orang, diet adalah cara jitu untuk menurunkan berat badan. Setelah melihat kisah-kisah sukses orang yang menurunkan berat badan setelah diet, kita mungkin jadi tertarik untuk mencoba berdiet pula, dengan harapan bisa menurunkan berat badan seperti orang lain.

    Tetapi, tak semua orang bisa sukses menurunkan berat badan dengan mudah, bahkan setelah diet. Berat badan yang tidak turun bahkan setelah menjalani diet mungkin akan membuat kita merasa bingung dan kecewa.

    Apakah detikers pernah mengalami hal ini? Jangan bingung lagi, berat badan bisa saja tidak turun meski sudah melakukan diet karena beberapa hal berikut.


    Penyebab Berat Badan Tidak Turun Meski Sudah Diet

    Berikut beberapa alasan mengapa berat badan tidak turun meski sudah menjalani diet.

    1. Kurang Makan

    Asumsi yang kerap dibuat jika ingin menurunkan berat badan adalah mengurangi konsumsi kalori. Mengutip NBC News, Bonnie Taub-Dix, seorang ahli gizi dan ahli diet mengatakan bahwa diet yang sangat rendah kalori pada mulanya memang membuat berat badan turun dengan cepat.

    Namun, tak jarang orang justru melakukan binge eating saat merasa sangat lapar. Ini membuat berat badan yang sempat turun jadi naik kembali.

    Selain itu, ketika kita tiba-tiba mengonsumsi sangat sedikit kalori, tubuh akan merasa ada yang salah. Tubuh akan memasuki mode kelaparan yang memperlambat berbagai proses yang dibutuhkan untuk membakar kalori, seperti metabolisme dan tekanan darah.

    Ditambah lagi, bagi wanita, kondisi tubuh yang seperti ini bisa membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Hal ini mempengaruhi hormon yang bisa memicu kenaikan berat badan.

    2. Hanya Menghindari Makanan Tertentu

    Orang-orang yang baru mulai diet mungkin mengacu pada daftar makanan yang perlu dihindari. Misalnya, menghindari gorengan atau makanan dengan pemanis.

    Tetapi, hal ini bisa membuat kita justru melarikan diri ke makanan-makanan lain yang juga tidak sehat, tetapi kita menganggap hal itu tidak masalah asalkan sudah menghindari makanan-makanan yang jadi pantangan.

    Taub-Dix berpendapat, makanan-makanan yang perlu dihindari tetap boleh dimakan dalam porsi yang terbatas. Sebab, diet seharusnya tidak membuat kita menderita karena tidak bisa menikmati makanan favorit.

    Taub-Dix merekomendasikan untuk lebih awas terhadap apa yang kita makan dan kapan kita memakannya. Misalnya, menjadi lebih sadar untuk tidak mengemil jika tidak perlu atau tidak sedang lapar.

    3. Terlalu Membatasi Makronutrien

    Mengutip Heathline, yang dimaksud makronutrien adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Ketiga nutrisi ini dibutuhkan dalam jumlah besar agar tubuh bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

    Karena itu, Taub-Dix menyarankan untuk menghindari jenis diet yang melarang konsumsi makronutrien ini. Makronutrien bisa didapat dari berbagai makanan yang cocok untuk menurunkan berat badan, seperti gandum, daging tanpa lemak, seafood, dan kacang-kacangan. Untuk diet yang sukses, pilihlah makanan yang diolah secara alami.

    4. Mengalami Plateau Berat Badan

    Setelah rutin menjalani diet, detikers mungkin mulai mengalami penurunan berat badan secara sukses. Tetapi setelah itu, berat badan tidak turun-turun lagi meskipun diet tetap dilanjutkan. Mengapa?

    Plateau berat badan ini bisa disebabkan oleh diet yang monoton. Setelah tubuh mengalami penurunan berat badan di awal masa diet, tubuh pun mulai terbiasa dengan pola diet yang baru. Sehingga, tubuh tidak bereaksi dengan penurunan berat badan lagi.

    Plateau setelah sukses menurunkan berat badan tidak selalu merupakan hal yang buruk. Berat badan yang stabil lebih baik daripada berat badan yang naik turun akibat diet yoyo.

    5. Terlalu Banyak Duduk

    Riset yang dilakukan oleh University of Missouri-Columbia menemukan bahwa tidak melakukan aktivitas fisik dalam jangka waktu panjang membuat tubuh berhenti memproduksi lipase, enzim yang berperan dalam metabolisme. Enzim ini memecah lemak pada makanan agar diserap di usus.

    Jika detikers sudah menjalani diet tetapi tidak mengalami penurunan berat badan, bisa jadi itu karena detikers kurang bergerak. Sibuk bekerja atau belajar memang membuat kita lebih sering duduk dibandingkan beraktivitas fisik. Oleh karena itu, sempatkanlah untuk rutin berdiri dan bergerak, meski hanya sebentar.

    6. Kurang Tidur

    Riset tahun 2018 yang diterbitkan di Journal of Obesity and Metabolic Syndrome menunjukkan bahwa kualitas maupun kuantitas tidur yang kurang dapat berdampak buruk pada metabolisme. Kurang tidur bisa memengaruhi hormon leptin dan ghrelin, 2 hormon yang mengatur rasa kenyang dan lapar.

    7. Stres

    Stres berlebih juga bisa membuat diet gagal dan berat badan tidak turun, lho. Terkadang, orang yang stres memiliki kebiasaan makan untuk melegakan perasaannya.

    Selain itu, stres juga bisa membuat seseorang merasa malas memikirkan makanan yang seimbang dan lebih memilih memakan apa saja yang praktis dan cepat, meski tidak sehat.

    8. Makan Terlalu Cepat

    Kehidupan yang sibuk dan serba cepat terkadang memaksa kita untuk makan dengan terburu-buru. Padahal, mindful eating merupakan salah satu cara ampuh menurunkan berat badan.

    Caranya adalah makan dengan perlahan dan tanpa hal yang bisa mengalihkan perhatian dari makanan. Nikmati setiap suapan hingga kita merasa sudah cukup kenyang.

    Riset yang dilakukan oleh University of Zurich di Swiss menunjukkan bahwa mindful eating tak kalah efektif dari program diet konvensional dalam menurunkan berat badan.

    9. Kurang Minum Air

    Minum air yang cukup dapat memperlancar metabolisme, sehingga membantu penurunan berat badan.

    Riset yang dilakukan oleh Autonomous University of Baja California menemukan beberapa strategi penurunan berat badan yang melibatkan minum air, yaitu meningkatkan konsumsi air harian, mengganti minuman berkalori dengan air putih, dan minum air yang banyak sebelum makan.

    10. Banyak Minum Alkohol

    Berat badan tidak turun meski suduah menjalani diet bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol yang terlalu banyak atau terlalu sering. Alkohol dapat memengaruhi nafsu makan sehingga kita merasa lebih lapar.

    Selain itu, riset yang dilakukan oleh University of Pennsylvania bersama The Children’s Hospital of Philadelphia menunjukkan bahwa mengurangi alkohol membantu penurunan berat badan bagi penderita diabetes.

    Alkohol sendiri mengandung 7 kalori per gram. Jika ingin minum alkohol, pilihlah jenis seperti vodka yang dicampur dengan minuman tanpa kalori.

    11. Memiliki Kondisi Kesehatan Tertentu

    Beberapa kondisi kesehatan memengaruhi berat badan seseorang atau membuat berat badan sulit turun. Contohnya adalah beberapa penyakit berikut:

    • Hipotiroidisme
    • Polycystic ovary syndrome (PCOS)
    • Binge eating disorder (BED)
    • Depresi.

    Jika penyakit-penyakit di atas menghambat penurunan berat badan, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter untuk mencari tahu strategi penurunan berat badan yang efektif.

    12. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

    Beberapa jenis obat-obatan bisa menghambat penurunan berat badan, atau bahkan mengakibatkan berat badan naik. Misalnya, mengutip WebMD, obat steroid untuk mengatasi peradangan bisa memengaruhi metabolisme dan memicu rasa lapar.

    Begitu juga dengan antihistamin yang meredakan gejala demam akibat alergi. Obat ini memengaruhi nafsu makan sehingga kita ingin makan lebih banyak.

    13. Menopause

    Alasan lain berat badan tidak turun meski sudah menjalani diet adalah menopause yang dialami wanita. Perubahan pada hormon, massa otot yang berkurang, serta kurang tidur bisa mengakibatkan berat badan meningkat.

    Rasa lelah yang dialami saat menopause juga bisa membuat wanita ingin makan camilan agar mendapat energi yang cukup.

    14. Kurang Berolahraga

    Kurang berolahraga bisa jadi penyebab berat badan tidak turun meski sudah menjalani diet. Begitu juga jika rutin berolahraga, tetapi makan banyak setelahnya, sehingga kalori yang masuk lebih banyak dari kalori yang dibakar.

    2 olahraga yang cukup populer untuk penurunan berat badan adalah kardio dan angkat beban. Tetapi, karena kedua olahraga ini membakar kalori yang banyak, berhati-hatilah agar tidak ngemil setelah berolahraga.

    Usaha diet setiap orang dapat membuahkan hasil yang berbeda-beda. Tidak semua orang bisa menurunkan berat badan dengan lancar dan terkadang berat badan bisa stagnan tanpa turun lagi. Bagi detikers yang sedang berdiet, tetaplah bersabar dan berusaha, ya!

    (fds/fds)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 5 Kesalahan saat Sarapan yang Tak Disadari Bikin Gampang Gemuk

    Jakarta

    Sarapan sering disebut sebagai waktu makan paling penting dalam sehari. Hal ini mungkin ada benarnya, karena sarapan memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan sepanjang hari.

    Mengonsumsi makanan yang tepat saat sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Sebaliknya, menu yang buruk atau kebiasaan sarapan yang tidak sehat bisa menghambat diet.

    Dikutip dari The Sun, berikut kesalahan saat sarapan yang bisa menyabotase penurunan berat badan.


    1.⁠ ⁠Berlebihan Mengonsumsi Kalori Kosong

    Mengonsumsi makanan atau minuman berkalori, terutama yang mengandung kalori kosong, juga dapat mengganggu program diet. Ahli fisiologi dan gizi olahraga dr Mayur Ranchordas mengungkapkan makanan-makanan tersebut dapat membuat seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori sepanjang hari, sehingga meningkatkan risiko penambahan berat badan.

    “Jika Anda minum latte atau cappuccino penuh lemak dengan muffin, Anda mungkin berpikir ‘Saya hanya minum kopi dan muffin untuk sarapan’. Tapi itu kalori tinggi, dan tidak ada nilai gizinya. Itu sama dengan 700-800 kalori saat sarapan,” ungkapnya.

    “Jika Anda kemudian makan sandwich ayam dan bacon saat makan siang, Anda bisa melebihi asupan kalori harian Anda sebelum makan malam,” sambung Ranchordas

    2.⁠ ⁠Tidak Mengonsumsi Cukup Protein dan Lemak Sehat

    Sarapan yang sehat mengandung tiga komponen utama, yaitu protein, lemak, dan karbohidrat. Sayangnya, banyak menu sarapan yang gagal menyertakan ketiganya, sehingga membuat seseorang cepat merasa lapar dan makan berlebihan.

    “Aturan umum bagi para atlet adalah apakah makanan tersebut memberi Anda lemak sehat, protein yang baik, mineral dan vitamin, serta karbohidrat dalam jumlah sedang? Jika jawabannya ya, 9/10 mungkin itu makanan sehat,” kata Ranchordas.

    3.⁠ ⁠Mengonsumsi Gorengan Berminyak

    Mengonsumsi gorengan saat sarapan juga menjadi salah satu kesalahan yang bisa menyabotase penurunan berat badan. Hobson mengatakan gorengan cenderung mengandung banyak lemak jenuh dan kalori, sehingga membuat tubuh merasa lesu.

    Tak hanya itu, mengonsumsi gorengan secara berlebihan juga dikaitkan dengan risiko kanker usus.

    “Jumlah yang lebih kecil tidak apa-apa. Namun, ada banyak kaitan antara daging olahan dan kanker usus. Bacon dan sosis, misalnya, juga penuh garam yang tidak baik untuk tekanan darah,” terangnya.

    4.⁠ ⁠Makan Sambil Jalan

    Rutinitas yang padat kerap memaksa banyak orang untuk sarapan sambil berangkat kerja atau beraktivitas. Namun, kebiasaan ini ternyata bisa memberikan dampak buruk terhadap pengelolaan berat badan.

    “Ada kemungkinan Anda makan berlebihan jika tidak fokus pada makanan, dan jika terburu-buru, Anda berisiko mengalami gangguan pencernaan,” kata Hobson.

    Setiap orang memiliki waktu sarapan idealnya masing-masing. Beberapa orang mungkin sarapan sesaat setelah bangun tidur, sementara yang lain memilih menunggu 30 menit sampai satu jam setelah bangun tidur untuk sarapan.

    Hal itu sah-sah saja. Namun Hobson mengingatkan agar tidak menunggu sampai benar-benar merasa lapar untuk sarapan.

    “Menunggu hingga Anda kelaparan dapat membuat Anda mencari sesuatu yang tidak sehat,” pungkasnya.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Selebgram Ayu Puspa Curhat BB Sempat Naik Lebih 10 Kg gegara Doyan Minum Manis

    Jakarta

    Selebgram Ayu Puspa menceritakan perjalanannya berhasil menurunkan berat badan total 15 kg dari 64 kg ke 49 kg dalam waktu kurang lebih 6 bulan. Selebgram yang viral karena video Kim Seon Ho Smile Challenge ini mengaku senang dengan bentuk tubuhnya sekarang.

    Ia juga merasakan banyak manfaat kesehatan yang didapatkan setelah berhasil menurunkan berat badan.

    “Badan yang jelas pasti ringan, kayak lebih fresh, nggak gampang capek. Terus jadi lebih fokus ya,” ungkap Ayu ketika ditemui di Studio Trans TV, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.


    Perjalanan diet yang dilalui Ayu Puspa tidak mudah. Ia menceritakan sebelum memutuskan diet, berat badannya sempat meningkat secara drastis.

    Dalam waktu dua bulan, berat badannya naik hingga 10 kg lebih. Ia menduga hal tersebut dipicu oleh kebiasaannya mengonsumsi minuman manis dalam jumlah yang banyak.

    “Puspa itu dari 64 itu ke 49 kg. Itu awalnya itu (naik) dari 50 ke 64 dalam 2 bulan, karena puspa kebanyakan minum teh manis gula, itu bikin naik sekitar 10 kg-an dalam waktu dua bulan. Gara-gara suka minuman manis, minuman yang instan-instan gitu,” sambungnya.

    Karena kenaikan tersebut, Ayu Puspa memutuskan untuk memulai diet penurunan berat badan. Ia sangat membatasi asupan gula, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga kualitas tidur.

    Untuk pola makan, ia mengaku tidak menghindari nasi putih sama sekali, tapi Ayu Puspa membatasinya hanya sekali sehari. Kalau lapar di malam hari, ia memilih untuk mengonsumsi buah atau air putih untuk mengisi perutnya.

    Kenapa Minum Manis Bisa Bikin Gemuk?

    Minuman manis dengan gula tambahan dalam sudah banyak dikaitkan dengan risiko berbagai penyakit kronis. Selain mengandung gula dan kalori tinggi, minuman ringan biasanya tidak mengandung nutrisi apapun.

    Orang yang mengonsumsi minuman seperti ini biasanya tidak merasa kenyang seperti mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori yang sama. Penelitian menunjukkan mereka yang mengonsumsi minuman ringan juga cenderung tidak mengonsumsi lebih sedikit makanan. Hal ini yang akhirnya meningkatkan berat badan lebih drastis, padahal kalorinya minuman dan makanannya bisa setara.

    Dikutip dari situs Harvard TH Chan, konsumsi minuman ringan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe dua, penyakit jantung, dan penyakit kronis lainnya. Lebih jauh lagi, konsumsi minuman manis secara berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian dini.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Terlalu Cepat Kurus Ada Bahayanya, Ini Saran Dokter Gizi soal Diet


    Jakarta

    Gemuk memang tidak sehat, apalagi sampai overweight dan obesitas. Namun begitu, menurunkan berat badan terlalu cepat ternyata juga tidak dianjurkan karena ada risikonya.

    Dokter gizi klinis dr Dessy Suci Rachmawati, SpGK mengatakan, progress penurunan berat badan idealnya ada di kisaran 2-4 kg. Ini artinya, dalam sepekan tidak dianjurkan untuk berat badan turun lebih dari 1 kg.

    Dikhawatirkan, berat badan yang terlalu cepat tidak hanya mengikis massa lemak. Menurut dr Dessy, sering kali diet yang terlalu ambisius seperti ini juga mengorbankan massa otot yang sebenarnya sangat diperlukan untuk membantu meningkatkan metabolisme.


    “Makin banyak otot hilang, kita takutkan ketika makan dikit saja metabolismenya rendah. Makin berisiko lagi untuk berat badan meningkat,” jelasnya kepada detikcom, Jumat (30/5/2025).

    Untuk bisa menurunkan berat badan dengan sehat, dr Dessy menyarankan pola makan yang seimbang. Selain itu, olahraga juga penting untuk menjaga defisit kalori serta membantu menjaga massa otot.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • 10 Camilan Rendah Kalori yang Lezat untuk Diet, Nggak Perlu Takut Gemuk

    Jakarta

    Menjaga pola makan saat seringnya menantang, apalagi saat keinginan untuk ngemil itu muncul. Siapa bilang camilan tidak bisa sehat dan tetap nikmat?

    Ternyata ada lho, beberapa cemilan yang rendah kalori sehingga cocok dimakan saat diet. Simak berbagai pilihan snack rendah kalori berikut ini.

    Camilan Rendah Kalori untuk Diet

    Beberapa camilan-camilan di bawah ini, bisa detikers nikmati untuk mendukung mendukung tujuan diet kalian. Berikut daftarnya:


    1. Apel dan Selai Kacang

    Apel termasuk buah yang masih jadi camilan paling sehat. Kamu bisa menikmati camilan rendah kalori ini dengan selai kacang alami.

    Selai kacang memiliki kandungan protein yang tinggi, dan termasuk salah satu dari tiga makronutrien (protein, karbohidrat, dan lemak) yang paling bisa mengenyangkan.

    Faktanya, dalam riset tahun 2016 oleh Alicia L Carreiro, dkk, dari Purdue University yang dimuat National Library of Medicine, menunjukan bahwa menambahkan protein ke dalam makanan bisa membantu mengurangi rasa lapar serta mempertahankan berat badan yang moderat.

    Jangan lupa, pilih selai kacang alami yang hanya mengandung kacang tanah dan garam pada daftar bahannya ya. Gunakan takaran porsi yang disarankan yakni sekitar 2 sendok makan (32 gram) untuk menghindari konsumsi kalori tinggi.

    Apel kecil yang disajikan dengan 32 gram selai kacang , hanya memiliki sekitar 267 kalori.

    2. Apel Panggang

    Selain bisa dikonsumsi langsung, ada banyak cara untuk menikmatinya. Camilan ini juga mengandung serat yang tinggi.

    Juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Joan Salge Blake, RD, merekomendasikan untuk menikmati apel dengan dipanggang (apple baked).

    “Rasanya (apel panggang) seperti makanan penutup, namun memberikan vitamin dan serat yang sama dengan apel segar. Kamu bahkan bisa menaburkan kayu manis di atasnya tanpa menambah kalori,” kata Blake seperti dikutip detikHealth dari laman WebMD.

    3. Telur Rebus

    Telur rebus sering disebut juga multivitamin alami. Alasannya, karena dalam satu telur rebus ukuran besar mengandung 78 kalori dan kaya akan vitamin A, vitamin B12, fosfor, lemak sehat, selenium, dan lebih dari 6 g protein.

    Selain itu, telur rebus bisa jadi pilihan camilan rendah kalori yang praktis dan mudah untuk dipadukan dengan makanan bergizi lainnya. Mulai dari sayur-sayuran, kacang-kacangan, hingga keju.

    4. Pistachios

    Meskipun punya kandungan lemak yang tinggi, kamu nggak perlu terlalu takut buat makan pistachio. Pasalnya, sebagian besar lemaknya adalah lemak baik atau lemak jenuh.

    Kamu bisa makan 20 pistachio yang sama dengan mengkonsumsi 80 kalori dan kurang dari satu gram lemak jenuh. Ditambah lagi, camilan satu ini juga kaya akan protein, serat, dan beberapa vitamin serta mineral penting.

    Guna menghindari dosis natrium yang tidak sehat, pilihlah yang mentah atau dipanggang kering tanpa garam.

    5. Popcorn

    Popcorn adalah pilihan camilan yang mungkin bisa kamu malam jumlah cukup banyak, karena jumlah kalorinya sedikit. Camilan satu ini Ini juga tinggi serat, yang bisa membantu kenyang lebih lama.

    6. Blueberry Smoothie

    Smoothie adalah cara lain untuk menikmati buah. Smoothie blueberry jadi pilihan camilan rendah kalori yang cocok saat diet.

    Kamu bisa mencampurkan 1/3 cangkir yogurt tanpa lemak dengan 2/3 cangkir blueberry beku dan es. Rasanya sangat menyegarkan dan dingin nikmat.

    7. Edamame

    Kedelai muda atau disebut juga edamame adalah salah satu camilan sehat rendah kalori. Setengah cangkirnya bisa mengandung lebih dari 8 g protein dan 4 g serat, yang membantu detikers tetap kenyang.

    8. Sereal Oat Kering

    Kalau kamu suka sereal, kamu bisa memakan sereal saat diet tapi dengan catatan jangan menggunakan susu. Hal ini guna menjadikannya camilan yang nyaman dan rendah kalori.

    Kamu bisa makan 1/3 cangkir sereal oat kering ke dalam kantong atau wadah, untuk dibawa ke mana-mana. Setiap porsi memiliki kisaran 70 kalori dan hampir tidak ada lemak jenuhnya. Tapi ingat, jauhi varietas yang terlalu manis ya.

    9. Almond

    Orang yang sedang diet bisa makan 14 buah kacang almond tanpa mencapai angka 100 kalori lho. Hebatnya, almond juga kaya akan serat dan protein. Hal ini akan membantu kamu dalam mencegah rasa lapar.

    10. Buah Tin dan Keju Kambing

    Buah ara atau buah tin yang diisi dengan goat cheese bisa menjadi camilan diet yang pas. Rasa asin dan creamy dari keju kambing berpadu sempurna dengan rasa manis dan kenyal dari buah tin.

    Keju dari susu kambing adalah sumber protein yang sangat baik, sedangkan buah ara kaya akan serat sehingga menjadikannya kombinasi yang kuat.

    Dalam menyiapkan camilan ini, kamu bisa pasangkan buah tin segar yang sudah dibelah dua dengan sesendok keju kambing. Bisa juga ditambahkan taburan cuka balsamic. Satu buah tin besar yang diisi dengan 1 ons (28 gram) keju kambing mengandung 150 kalori.

    Itu tadi beberapa rekomendasi camilan yang rendah kalori untuk diet yang bisa kamu pilih. Dengan memilih camilan rendah kalori yang nikmat, kamu tetap bisa menjaga pola makan sehat.

    Detikers bisa menikmati makanan ringan tersebut tanpa rasa bersalah dan rasa takut bisa bikin badan melar. Selamat mencoba dan tetap sehat!

    (khq/fds)



    Sumber : health.detik.com