Tag: genteng

  • Penyebab Atap Rumah Berlumut dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Atap yang berlumut dapat mengganggu penampilan rumah. Atap rumah bisa berlumut karena kondisi atap yang lembap. Kondisi atap lembap yang sering terpapar hujan membuatnya rentan ditumbuhi lumut.

    Jika lumut terus dibiarkan, maka bisa merusak bahan atap itu sendiri. Lalu, bagaimana cara mengatasi lumut pada atap rumah? Simak caranya di bawah berikut.

    Penyebab Atap Rumah Berlumut

    Dilansir dari Djabesmen, Rabu (27/12/2023), atap rumah dapat berlumut karena disebabkan oleh banyak faktor. Berikut beberapa faktor penyebab atap berlumut.


    Kelembaban

    Atap yang sering terpapar hujan atau memiliki sirkulasi udara yang buruk dapat menciptakan lingkungan yang lembap, kondisi tersebutlah yang membuat atap jadi tempat ideal untuk lumut tumbuh.

    Kurangnya Paparan Sinar Matahari

    Lumut cenderung tumbuh dengan baik di tempat yang mana paparan sinar mataharinya kurang. Itu sebabnya, atap rumah yang cenderung tertutup oleh pohon-pohon besar atau bangunan-bangunan besar di sekitarnya akan lebih rentan menghadapi masalah ini.

    Debu dan Kotoran

    Debu dan kotoran yang menumpuk pada atap dapat menjadi tempat yang baik bagi pertumbuhan lumut. Sebab debu dan kotoran tersebut menjadi sumber yang menyediakan nutrisi yang diperlukan oleh lumut untuk berkembang.

    Material Atap yang Kurang Baik

    Beberapa jenis atap memiliki sifat menyerap air yang tinggi, salah satunya yaitu genteng yang terbuat dari tanah liat. Kondisi ini akan menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi pertumbuhan jamur hingga lumut.

    Cara Mengatasi Atap Rumah yang Berlumut

    Untuk mengatasi atap rumah yang berlumut, kamu harus tahu cara membersihkan lumut dengan cara yang tepat. Ada beberapa langkah dan tips yang efektif. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat kamu ikuti:

    1. Siapkan Perlengkapan untuk Membersihkan

    Sebelum memulai proses pembersihan lumut pada atap, ada beberapa perlengkapan yang perlu kamu siapkan. Hal ini bertujuan untuk melindungi diri dan mempermudah kamu saat membersihkan lumut pada atap.

    Kamu perlu memakai alat pelindung seperti kaca mata pelindung, sarung tangan karet, topi untuk melindungi kepala dari sinar matahari, sepatu anti selip agar tidak tergelincir, serta tangga dan tali pengaman jika kamu perlu naik ke atap rumah.

    Kemudian, siapkan bahan berikut seperti air dan cairan pembersih. Jangan lupa juga untuk menutupi tanaman di sekitar atap dengan terpal plastik agar terhindar dari produk pembersih yang mungkin dapat mengotori dan merusak pertumbuhannya.

    2. Semprot Atap dengan Air

    Langkah pertama dalam membersihkan lumut pada atap adalah dengan menyemprotkan air pada seluruh permukaannya. Penyemprotan ini bertujuan untuk melonggarkan akar-akar lumut yang melekat, jadi pastikan semprotannya merata.

    Selain itu, penggunaan semprotan air juga dapat membantu menghilangkan debu, kotoran, dan sisa-sisa bahan organik lainnya Sehingga, proses pembersihan selanjutnya akan menjadi lebih mudah.

    3. Cabut dan Gosok Lumut Hingga Bersih

    Setelah atap dibasahi dengan air, langkah selanjutnya adalah membersihkan lumut yang ada. Lumut yang besar dan tumbuh menonjol dapat dicabut dengan hati-hati menggunakan tangan atau alat bantu seperti sekop kecil.

    Sedangkan untuk lumut yang lebih halus atau menempel dengan kuat pada atap, kamu dapat menggunakan sikat agar lumutnya terkikis sampai ke akar. Gosok secara perlahan dan hati-hati, pastikan untuk tidak merusak permukaan atap.

    Pastikan kamu mencabut lumut tanpa sisa, karena jika ada sisa maka lumut akan kembali tumbuh.

    4. Gunakan Produk Pembersih Lumut

    Selanjutnya, kamu dapat menggunakan produk pembersih khusus untuk menghilangkan lumut secara efektif. Kamu dapat membeli produk pembersih lumut yang tersedia di toko lalu mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan.

    Selain itu, kamu juga dapat membuat cairan pembersih sendiri. Salah satu caranya adalah dengan mencampurkan 1 liter pemutih dengan 1 galon air dan ¼ cup pembersih berat, misalnya trisodium fosfat.

    Namun, pastikan untuk menghindari pembersih berbahan dasar amonia, karena jika dicampur dengan pemutih dapat menghasilkan asap beracun. Alternatif lain adalah membuat pembersih ramah tanaman dari 1 cup pemutih oksigen dan 1 galon air.

    Setelah jadi, tuangkan larutan tersebut ke dalam alat penyemprot lalu semprotkan langsung area atap yang berlumut. Biarkan larutannya bekerja selama sekitar 20 menit, lalu gosoklah permukaan atap dengan sikat hingga lumutnya terangkat.

    Jika kamu tidak memiliki bahan di atas, kamu bisa menggunakan deterjen sebagai alternatif.

    5. Bilas Atap Hingga Bersih

    Setelah menyemprotkan cairan pembersih, kamu dapat membilas atap hingga bersih. Gunakan selang air dengan tekanan sedang untuk membilas sisa-sisa pembersih dan lumut yang telah terangkat.

    Pastikan untuk membilas seluruh permukaan atap secara menyeluruh agar tidak ada residu yang tertinggal. Bila perlu, sikat kembali permukaan atapnya jika masih ada akar lumut yang belum terlepas.

    Demikian penyebab atap berlumut dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Genteng Perlu Diganti? Ini 3 Tanda-tandanya


    Jakarta

    Semua fondasi bangunan terutama bagian luar rumah memiliki masa pemakaian, tidak terkecuali pada penggunaan atap.

    Atap adalah fondasi penting pada rumah yang dapat melindungi rumah dari hujan, panas, dan gangguan lainnya. Atap bisa terbuat dari berbagai macam material. Masing-masing bahan memiliki keunggulan, fungsi, dan masa pemakaian yang berbeda-beda. Ketahanan material atap yang digunakan juga tergantung pada faktor alam, kualitas material, hingga lokasi bangunan berdiri.

    Maka dari itu saat memasang atap rumah kamu perlu berkonsultasi dengan ahli agar mendapatkan pilihan terbaik. Sebagai gambaran, menurut situs kin.com, berikut masa pemakaian atap berdasarkan jenisnya.


    1. Atap gulungan aspal (bitumen): 5 hingga 10 tahun.
    2. Atap sirap komposit: 15 tahun.
    3. Atap sirap kayu atau kayu ulin: 25 tahun.
    4. Atap genteng tanah liat: 40 hingga 50 tahun.
    5. Atap batu tulis: 100 tahun.
    6. Atap asbes: 25-40 tahun.
    7. Atap beton: 50 tahun.

    Tidak seperti fondasi rumah lainnya, atap tidak memiliki tanggal ‘kadaluarsa’ yang pasti. Atap bisa bertahan lebih lama apabila memiliki material yang berkualitas dan cara pemasangan yang tepat. Cara paling mudah mengetahui atap rumah masih dalam kondisi baik adalah tidak terlihat rembesan air hujan. Namun, kondisi ini bisa dimaklumi apabila terjadi hujan deras disertai angin.

    Di luar material atap yang digunakan berkualitas, kamu tetap perlu mengecek kondisi atap setidaknya 2 kali setahun. Untuk jenis atap sirap komposit, aspal, dan kayu biasanya pemeriksaannya perlu dibantu oleh ahli setiap tiga tahun sekali, sedangkan atap genteng biasanya diperiksa setiap lima tahun sekali.

    Selain waktu pemakaian yang sudah kadaluarsa, kamu juga bisa mengetahui kapan atap harus diganti. Mengutip dari kin.com pada Jumat (16/2/2024), berikut tanda atap harus segera diganti.

    Air, Cahaya Matahari, dan Hewan Masuk ke Dalam Rumah

    Gangguan dari luar yang dapat merusak bagian dalam rumah seperti air, cahaya matahari berlebihan, dan hewan seperti tikus yang menerobos masuk dari atap melalui celah.

    Cahaya matahari mungkin faktor yang sulit terlihat karena beberapa atap rumah juga ditambahkan plafon sehingga pemilik rumah tidak bisa melihat secara langsung. Sebaliknya, untuk air dan tikus mudah untuk disadari oleh pemilik rumah.

    Atap yang bocor akan menimbulkan genangan di plafon dan jika intensitasnya meningkat akan terbentuk lingkaran hitam pada plafon. Sementara itu, tikus juga menimbulkan suara saat berjalan di atap atau plafon, beberapa dari mereka juga akan merusak plafon untuk dapat turun ke bawah.

    Atap Berlumut dan Berkarat

    Menemukan lumut di atap yang terbuat dari tanah liat seperti genteng adalah hal wajar karena permukaannya pasti lembap terkena hujan ke panas.

    Tanda-tanda kelembapan meningkat pada atap rumah bisa dilihat dari bagian insulasi atau peredam panas pada atap dan kemunculan lumut pada permukaan atap.

    Atap juga ditambahkan penyangga berbahan logam memiliki risiko berkarat. Biasanya penyangga ini berbentuk V terbalik yang dipasang pada lipatan atap. Jika bagian itu berkarat, air dapat menembus atap rumah.

    Sirap yang melengkung

    Susunan atap bergeser atau kendur seperti ambles juga bisa menjadi tanda atap perlu diperbaiki. Pergeseran pada susunan atap ini bisa disebabkan oleh derasnya air hujan yang turun, tertimpa pohon atau buah, hingga gempa bumi.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tipe-Tipe Genteng dan Kelebihan-Kekurangannya


    Jakarta

    Memilih tipe bahan yang tepat saat merencanakan pembangunan rumah menjadi langkah yang penting untuk bisa mendapatkan hasil rumah yang sesuai dengan keinginan.

    Tipe bahan yang digunakan dalam membangun rumah sangat menentukan bentuk akhir dari rumah tersebut, dari mulai bahan dinding, bahan pintu rumah, hingga atap rumah perlu kamu perhatikan untuk memenuhi ekspektasi rumah impianmu. Khususnya atap rumah atau genteng.

    Umumnya tipe genteng yang digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah tipe genteng yang terbuat dari tanah liat. Tapi tahukah kamu, masih ada beberapa tipe genteng lainnya yang bisa kamu pelajari untuk membantumu dalam mendesain rumah impianmu.


    Tentu saja, setiap bahan genteng ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Melansir dari ableroof.com, ada beberapa hal yang yang perlu kamu perhatikan dalam memilih bahan genteng yang tepat.

    Umur Bahan

    Mengetahui umur dari bahan genteng, adalah salah satu hal penting. Tujuannya agar kamu bisa memperkirakan kapan genteng tersebut harus diganti, dan berapa biaya yang diperlukan.

    Daya Tahan

    Kamu juga perlu mengetahui, seberapa kuat daya tahan genteng tersebut terhadap cuaca lingkungan rumahmu.

    Berat

    Berat dari genteng yang kamu gunakan juga akan menentukan bahan pondasi rumah kamu, tentunya bahan genteng yang berat membutuhkan pondasi rumah yang lebih kuat.

    Sudut Kemiringan

    Apakah bahan tersebut memiliki standar kemiringan yang cocok dalam membangun rumahmu?

    Estetika

    Tentunya kamu perlu memastikan, apakah bahan genteng yang kamu gunakan cocok dengan estetika rumah impianmu?

    Ramah Lingkungan

    Menentukan bahan ramah lingkungan juga selain bisa membantu menjaga perubahan iklim, juga bisa menjaga agar dompetmu tidak kering!

    Peraturan

    Apakah tipe gentengmu boleh digunakan di daerahmu sesuai dengan peraturan yang ada?

    Setelah kamu memahami hal-hal di atas, selanjutnya kamu bisa menentukan tipe genteng yang cocok. Berikut list tipe atap berdasarkan bahan beserta kelebihan dan kekurangannya.

    7 Tipe Bahan Genteng Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

    1. Genteng Tanah Liat

    Tipe bahan genteng yang satu ini sudah sangat umum digunakan oleh masyarakat Indonesia.

    Kelebihan

    Bahan tanah liat bisa meningkatkan efisiensi energi panas untuk rumahmu, bahan tanah liat ini juga cukup kokoh karena sudah dibakar dengan suhu tinggi dalam waktu yang lama.

    Kekurangan

    Genteng tanah liat tergolong mahal dan rentan rusak ketika ada badai besar. Hal tersebut memungkinkan seringnya melakukan perbaikan, sehingga genteng ini memiliki biaya perawatan yang tidak sedikit. Tipe genteng ini juga cenderung berat, sehingga kamu perlu membuat pondasi yang kuat sebelum memasangnya.

    2. Genteng Aspal / Sirap Aspal

    Genteng Aspal ini umum digunakan di wilayah Eropa, genteng ini digunakan oleh 80% perumahan di Amerika.

    Kelebihan

    Tipe bahan aspal ini memiliki ketahanan api yang baik, harganya pun terbilang murah. Selain itu, genteng aspal memiliki bobot sedang, dan bisa digunakan untuk berbagai tipe kemiringan.

    Kekurangan

    Bahan ini tidak ramah lingkungan dan memiliki umur yang pendek, sehingga kamu perlu melakukan pergantian atap lebih sering dari tipe lainnya. Bila kamu tinggal di lingkungan yang lembab, kamu juga perlu menggunakan tipe sirap aspal anti alga/lumut.

    3. Genteng Logam

    Genteng logam/metal ini beragam jenisnya, dari yang menggunakan besi, hingga tembaga.

    Kelebihan

    Bahan logam cenderung ringan, dan kamu tidak perlu khawatir dengan panas yang dihasilkan. Nyatanya, bahan logam ini hanya menyerap sepertiga dari panas tipe bahan aspal. Genteng tipe ini juga memiliki umur yang lama dan memiliki ketahanan elemen yang baik, serta dapat dipasang pada sudut kemiringan berapapun.

    Kekurangan

    Genteng logam memiliki tampilan yang kurang menarik, harganya juga cukup bervariatif, dari yang murah seperti baja hingga yang mahal seperti tembaga. Bahan tembaga juga memiliki kekurangan, seperti penyakit green patina atau menghijaunya warna tembaga seiring waktu yang mungkin tidak disukai oleh beberapa orang.

    4. Genteng Polimer

    Genteng ini adalah hasil campuran plastik berteknologi tinggi. Tipe ini cocok untuk rumah tua yang membutuhkan daya tahan ekstra.

    Kelebihan

    Genteng tipe ini memiliki daya tahan yang tinggi dengan biaya perawatan yang rendah. Genteng tipe ini memiliki style yang bervariatif, sehingga kamu bisa memilih sesuai dengan selera. Umumnya genteng ini memiliki bobot yang bervariatif, dari ringan hingga berat. Genteng ini juga memiliki daya tahan api dan angin yang baik.

    Kekurangan

    Tipe genteng ini mungkin kurang cocok untuk beberapa tipe rumah, khususnya yang berbobot berat. Harganya juga cenderung mahal.

    5. Genteng Batu Tulis

    Genteng ini memiliki nilai estetik yang tinggi, penggunaan genteng tipe ini bisa membuat rumah terlihat elegan.

    Kelebihan

    Genteng tipe ini berumur sangat lama dan memiliki ketahanan yang sangat kuat terhadap angin dan api. Bahannya yang alami juga dapat di daur ulang.

    Kekurangan

    Genteng batu tulis ini sangat berat dan mahal, sehingga hanya cocok untuk rumah yang memiliki pondasi ekstra kuat. Genteng ini juga bisa di daur ulang.Genteng ini juga hanya bisa dipasang pada sudut yang curam.

    6. Genteng Kayu

    Biasanya genteng kayu terbuat dari kayu cedar.

    Kelebihan

    Genteng kayu memberikan tampilan yang natural untuk rumahmu, harganya cukup murah, dan bahannya yang bisa di daur ulang.

    Kekurangan

    Genteng tipe ini memiliki perawatan yang khusus yang lebih sering dibandingkan dengan genteng berbahan lain. Genteng ini memiliki ketahanan api yang rendah dan berumur pendek.

    7. Genteng Beton

    Genteng ini cukup populer di rumah-rumah modern.

    Kelebihan

    Bahan beton memiliki umur yang tahan lama dan memiliki daya tahan api yang sangat tinggi. Bahan ini lebih murah dibandingkan dengan bahan tanah liat, serta memiliki nilai estetik yang tinggi

    Kekurangan

    Genteng beton memiliki bobot yang berat, sehingga kamu harus memiliki pondasi ekstra kuat. Genteng ini juga rawan pecah ketika badai. Genteng tipe ini lebih murah dari tipe bahan tanah liat dan aspal.

    Nah, itu dia 7 tipe gendeng berdasarkan bahannya. Kalau kamu pilih pakai jenis bahan apa untuk rumahmu?

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis-jenis Atap Genteng dan Harganya


    Jakarta

    Memilih tipe genteng saat merencanakan pembangunan rumah tidak hanya ditujukan untuk mencari nilai estetiknya saja, beberapa orang juga memilih tipe genteng dengan tujuan untuk menghemat pengeluaran biaya pembangunan rumah.

    Dikutip dari hargabangunan.id (18/3/2024), berikut di bawah ini ada beberapa harga genteng yang bisa menjadi patokan ketika kamu ingin membangun rumah.

    Jenis genteng metal ini terbuat dari baja galvalum, yang dilapisi oleh zinc dan aluminium. Genteng metal cenderung memiliki karakter yang tahan untuk berbagai kondisi cuaca, memiliki umur panjang, dan tidak mudah rusak.


    Harga dari genteng metal pasir ini ada di kisaran Rp 30.100 ~ Rp 129.000 tergantung dengan ukurannya.

    2. Genteng Keramik

    Genteng keramik terbuat dari tanah liat dan kaolin yang dicampur dengan pasir kuarsa dan dibakar di suhu yang tinggi. genteng tipe ini memiliki karakter yang tahan berbagai kondisi cuaca, dan tahan api.

    Harga dari genteng keramik ini bisa dihitung periji dan per meter persegi, ada di kisaran Rp 3.600 ~ Rp 27.500 per biji, dan Rp 135.400 ~ Rp 258.200 per meter perseginya.

    3. Genteng Beton

    Genteng tipe ini terbuat dari campuran pasir, semen, kapur mill, fly ash (limbah batu bara), dan air. Genteng tipe ini memiliki karakter yang kuat dan tahan lama, serta memiliki ketahanan suhu dan cuaca yang sangat tinggi.

    Harga dari genteng beton ini, ada di kisaran Rp 3.000 ~ Rp 50.000 per bijinya.

    4. Genteng Kaca

    Genteng kaca ini biasanya terbuat dari kaca tempered, kaca riben, kaca bening polos, hingga kaca dengan pola bergambar. Biasanya genteng kaca digunakan sebagai tempat masuk cahaya.

    Harga dari genteng kaca ini, ada di kisaran Rp 15.000 ~ Rp 155.000 per bijinya.

    5. Genteng Tanah Liat (kodok)

    Seperti namanya genteng ini terbuat dari tanah liat. Tipe genteng tanah liat sangat mudah ditemui dipasaran.

    Harga dari genteng tanah liat ini, ada di kisaran Rp 1.750 ~ Rp 15.000 per bijinya.

    6. Genteng Aspal

    Genteng ini juga dikenal dengan nama atap bitumen. Seperti namanya atap jenis ini terbuat dari aspal. Tipe genteng ini memiliki karakter tahan terhadap tekanan dan retakan, tahan api dan air, serta tidak menimbulkan suara berisik ketika hujan.

    Harga dari genteng aspal ini, ada di kisaran Rp 63.000 ~ Rp 450.600 per meter perseginya.

    7. Genteng Spandek

    Genteng spandek terbuat dari campuran seng, alumunium, dan silikon. Genteng ini memiliki karakter yang tidak mudah pecah oleh tekanan.

    Harga dari genteng spandek ini, ada di kisaran Rp 54.000 ~ Rp 160.200 per lembarnya.

    8. Genteng Asbes

    Genteng asbes terbuat dari enam mineral berserat, yaitu amosite, crocidolite, chrysotile, tremolite, actinolite, dan anthophyllite. Genteng ini memiliki karakter mudah dipasang, karena tidak memerlukan konstruksi penyanggah khusus.

    Harga daru genteng asbes ini, ada di kisaran Rp 29.500 ~ Rp 83.000 tergantung dengan ukurannya.

    9. Genteng Kayu

    Sesuai dengan namanya, genteng ini terbuat dari kayu yang diproses. Genteng ini memiliki karakter tahan panas matahari dan ringan.

    Harga dari genteng kayu ini, ada di kisaran Rp 37.950 ~ Rp 58.850 per biji, dan Rp 120.250 ~ Rp 230.000 per meter perseginya.

    10. Genteng Seng Galvalum

    Genteng seng galvalum terbuat dari hasil proses baja ringan, yang kemudian dilapisi oleh bahan seperti silikon, aluminium, dan seng (zinc). Genteng tipe ini memiliki karakter yang berisik ketika hujan, dan memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap cuaca.

    Harga dari genteng seng galvalum ini, ada di kisaran Rp 49.500 ~ Rp 999.000 per lembarnya.

    Tabel Harga GentengTabel Harga Genteng Foto: detikcom

    Itu dia harga 10 tipe genteng yang dikutip per 18 Maret 2024. Semoga tabel ini bisa bermanfaat bagi kamu yang sedang membandingkan harga genteng ya!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangun Rumah dengan Atap Spandek? Kenali Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Salah satu elemen penting dalam pembangunan suatu rumah adalah atap. Memilih jenis atap yang tepat sangatlah penting, agar bagian dalam rumah bisa terlindungi dari hujan dan panas dengan baik.

    Ada berbagai jenis bahan atap, salah satunya yang sering digunakan sekarang adalah atap spandek. Jika ingin membangun rumah yang memiliki atap spandek, ada kelebihan dan kekurangan atap spandek yang mesti kamu ketahui.

    Apa Itu Atap Spandek?

    Atap spandek adalah nama pasaran untuk atap metal polos. Mengutip situs resmi PT Bumi Lancang Kuning Pusaka (BLKP), atap spandek umumnya terbuat dari seng, aluminium, dan uPVC (unplasticized polyvinyl chloride). Atap spandek berbahan dasar baja ringan juga sering ditemukan.


    Kelebihan Atap Spandek

    Ini dia beberapa kelebihan atap spandek.

    1. Mudah Dipasang

    Pemasangan atap spandek terbilang mudah karena menggunakan lembaran besar, desain sederhana, dan bobotnya ringan. Oleh karena itu, pemasangan atap spandek juga hemat biaya karena tidak membutuhkan banyak tenaga kerja.

    2. Anti Pecah

    Meski ringan, atap spandek cukup kuat dan tahan berbagai kondisi cuaca. Atap spandek juga mampu menahan beban berat dengan baik.

    3. Tahan Rayap

    Keunggulan atap spandek selanjutnya adalah tahan serangan rayap karena terbuat dari campuran zinc, aluminium, dan silikon. Dengan demikian, atap spandek lebih tahan lama karena aman dari kerusakan akibat rayap.

    4. Hadir dalam Berbagai Varian Warna

    Atap spandek tersedia dalam berbagai varian warna. Selain warna-warna yang tersedia oleh pabrik, atap spandek juga bisa dicat sesuai warna keinginan masing-masing orang.

    5. Tahan Lama

    Atap spandek bisa bertahan hingga 20 tahun lebih. Bukan hanya karena aman dari gangguan rayap, atap spandek juga tangguh terhadap kondisi cuaca eksternal yang ekstrim, sinar UV, maupun bahaya korosi.

    6. Tahan Terhadap Risiko Kebakaran

    Mungkin ada yang berpikir bahwa atap dari besi, misalnya atap spandek, lebih rawan kebakaran. Padahal, mengutip This Old House, atap spandek tahan terhadap penyebaran api, sehingga rumah dengan atap spandek aman dari risiko kebakaran.

    Kekurangan Atap Spandek

    Meski memiliki sejumlah kelebihan, atap spandek juga memiliki beberapa kekurangan sebagai berikut.

    1. Mudah Menyerap Panas

    Atap spandek mudah menyerap panas jika terpapar sinar matahari langsung. Sebab, material besi yang digunakan dalam pembuatan atap spandek adalah konduktor panas yang baik.

    Oleh karena itu, di hari-hari yang terik, suhu dalam ruangan bisa memanas dengan cepat, sehingga penghuni bisa merasa tidak nyaman.

    2. Peredaman Suara Rendah

    Kekurangan atap spandek yang lain adalah peredaman suara yang rendah karena terbuat dari bahan logam yang tipis. Hal ini mengakibatkan suara dari luar, misalnya suara hujan, terdengar lebih jelas di dalam bangunan. Hal ini bisa mengganggu kenyamanan penghuninya.

    Itu dia sejumlah kelebihan dan kekurangan dari atap spandek. Semoga bermanfaat bagi detikers yang sedang mencari bahan atap yang cocok untuk bangunan.

    (khq/khq)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Estimasi Biaya Renovasi Rumah 2 Lantai dan Cara Menghitungnya


    Jakarta

    Sebelum merenovasi rumah, satu hal yang paling penting diketahui adalah masalah biaya. Secara umum, biaya bisa dihitung dengan perkiraan per meter persegi, meski hasilnya terkadang lebih atau kurang.

    Jika Anda mau merenovasi rumah 2 lantai, berapakah biayanya? Simak dulu perkiraan biaya renovasi, faktor yang mempengaruhi, dan cara menghitung yang lebih rinci.

    Perkiraan Biaya Renovasi Rumah 2 Lantai

    Di bawah ini adalah perkiraan biaya renovasi rumah 2 lantai berdasarkan kualitasnya. Renovasi rumah bisa disesuaikan dengan memakai material sederhana, standar, dan bagus.


    Sebagai contoh, kita akan menggunakan ukuran rumah tipe 36 m2. Berikut ini perkiraan biaya renovasi rumah 2 lantai yang dilansir dari situs developer nasional:

    1. Sederhana

    Dengan spesifikasi material sederhana, rumah tipe 36 m2 dapat dibangun dengan biaya dari Rp 160 juta hingga Rp 200 juta. Material yang digunakan antara lain batu kali, bata merah, eternit, genteng tanah liat, dan keramik standar.

    2. Standar

    Dengan spesifikasi material standar, rumah tipe 36 m2 dapat dibangun dengan biaya dari Rp 200 juta hingga Rp 235 juta. Material yang digunakan adalah bata yang berkualitas tinggi, rangka hollow dengan gipsum, genteng tanah liat kualitas nomor satu, dan keramik dengan ukuran lebih besar.

    3. Bagus

    Dengan spesifikasi material bagus, rumah tipe 36 m2 dapat dibangun dengan biaya dari Rp 235 juta hingga Rp 300 juta. Material yang digunakan berkualitas premium seperti campuran semen dan pasir yang lebih kental, keramik berukuran besar, genteng berkualitas premium, serta tambahan lis dan detail interior.

    Faktor yang Berdampak pada Biaya

    Biaya renovasi tentu bisa berbeda-beda tergantung banyak faktor. Berikut ini beberapa faktor yang bisa mempengaruhi:

    1. Luas Bangunan

    Yang paling berpengaruh dalam menghitung biaya renovasi adalah luas bangunan. Semakin luas bangunan, maka semakin besar pula biaya per meternya. Hal ini karena biaya material yang bertambah dan biaya tukang yang semakin besar.

    2. Lokasi

    Lokasi bangunan juga menjadi faktor yang mempengaruhi biaya. Hal ini terutama mempengaruhi biaya tukang. Di perkotaan, biaya tukang bisa lebih tinggi daripada di pedesaan.

    3. Spesifikasi Material

    Jenis material sangat beragam dan harganya juga bervariasi. Sebagai contoh, lantai ada yang menggunakan keramik biasa, keramik motif, granit, atau marmer.

    4. Biaya Lain-lain

    Faktor lain yang harus diperhatikan adalah biaya-biaya lain, seperti biaya administrasi, biaya perizinan, biaya transportasi, biaya jasa arsitek, dan biaya notaris.

    Cara Menghitung Rincian Biaya

    Dikutip dari situs Brighton, berikut ini cara menghitung biaya renovasi 2 lantai dengan rinci:

    1. Hitung Luas Bangunan

    Pertama, hitunglah luas bangunan terlebih dahulu. Apakah seluruh luas tanah akan dibuat bangunan, atau akan disisakan untuk taman atau carport. Kemudian hitung juga apakah lantai atas akan berukuran sama dengan bawah.

    Contoh: Luas lantai bawah 36 m2, kemudian luas lantai atas 18 m2, maka keduanya harus dijumlahkan, yakni menjadi 54 m2.

    2. Buat Rincian Kebutuhan Material

    Hitung rincian kebutuhan material yang akan digunakan. Cek harga terbaru di toko bangunan. Masing-masing jenis material harus dihitung sendiri-sendiri.

    Contoh: Keramik dihitung 54 m2 dikalikan harga per meter persegi. Kemudian harga besi dan baja, kayu, cat, beton, dan sebagainya.

    3. Hitung Biaya Tukang

    Biaya tukang tidak kalah besar dibandingkan material. Untuk mengerjakan rumah 2 lantai berukuran 150 meter persegi, setidaknya akan selesai sekitar 6 bulan.

    Kamu bisa menghitung rinci dengan membedakan biaya tukang dan mandor. Atau secara sederhana hitunglah secara rata-rata. Misalnya satu orang dihitung Rp 100 ribu dan membutuhkan 10 tukang, maka dalam sehari membutuhkan Rp 1 juta. Dalam 6 bulan maka membutuhkan Rp 180 juta.

    4. Siapkan Dana Lebih

    Hitung juga biaya lain-lain, karena terkadang perhitungan akan meleset. Siapkan dana lebih untuk antisipasi, hitung juga dana konsumsi tukang jika dibutuhkan. Siapkan juga ketika terjadi kerusakan material dalam proses pengerjaan.

    Itulah tadi perkiraan biaya renovasi rumah dua lantai, lengkap dengan faktor yang memengaruhi, dan cara menghitungnya. Detikers bisa menerapkan cara ini dan mulai menghitung kebutuhan dana renovasi rumah dua lantai dengan tepat.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali 3 Ciri Genteng Bocor di Rumah Sebelum Makin Parah


    Jakarta

    Rumah harus dirawat secara berkala karena dapat rusak setelah lama digunakan. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah genteng bocor akibat hujan.

    Setiap rumah memang berpotensi untuk bocor, maka pemilik sebaiknya waspada dan mengantisipasi kebocoran. Air hujan dapat merembes masuk melalui celah genteng yang bocor.

    Meski kecil, kebocoran bisa berkembang menjadi masalah yang jauh lebih besar. Nah, sebelum tambah parah kamu harus bisa mendeteksi tanda-tanda awal kebocorannya.


    Lalu, apa saja ciri-ciri genteng bocor? Yuk, simak tanda-tandanya berikut ini, dikutip dari Red Canyon Roofing, Minggu (7/7/2024).

    Ciri-ciri Genteng Bocor

    1. Bintik-bintik di Dinding Luar Rumah

    Noda dan noda air serupa seperti langit-langit bisa muncul pada dinding di luar rumah. Air bisa mempengaruhi dinding interior dan eksterior. Dalam banyak kasus, noda pada dinding eksterior akan menjadi pertanda awal ada kebocoran.

    Salah satu cara untuk mencegah masuknya air selama musim hujan adalah dengan memeriksa apakah loteng terisolasi dan air hujan mengalir dengan benar.

    Kalau kamu nggak yakin bagaimana cara memeriksa genteng rumah, pastikan untuk menghubungi kontraktor lokal secepat mungkin.

    2. Noda Plafon

    Langit-langit atau plafon yang berubah warna hingga muncul bercak bisa jadi pertanda kalau ada kebocoran pada genteng rumah kamu. Bercak itu gampang banget dikenali. Biasanya berwarna kuning atau bahkan hitam pekat.

    Kalau kamu menemukan tanda itu dan curiga genteng kamu bocor, ada baiknya kalau kamu langsung memeriksa untuk memastikan ada kebocoran. Jangan dibiarkan atau kamu akan menyesal di kemudian hari.

    3. Permukaan Dinding Berubah Bentuk

    Dinding yang tumbuh atau berubah bentuk karena air dan terkena kelembapan sering kali jadi pertanda ada kebocoran di rumah. Ketika kerusakan akibat air seperti ini ditemukan, kemungkinan besar sudah ada air yang mengalir ke berbagai area di rumah dalam kurun waktu yang cukup lama.

    Terkadang kebocoran sangat parah sehingga bisa terjadi lebih cepat dari itu. Tapi dalam banyak kasus, pertumbuhan dan perubahan bentuk dinding merupakan perubahan yang memerlukan waktu. Sebelum makin parah, kamu harus segera memeriksa kemungkinan kebocoran yang ada.

    Dinding yang tumbuh disebabkan oleh penumpukan kelembapan dan menyebabkan kayu serta batuan lembaran mengembang karena kelembapan meresap ke dalam kayu. Jika masalah ini berlangsung terlalu lama, kamu mungkin perlu merenovasi rumah untuk memperbaiki kerusakan dan menghilangkan jamur atau lumut.

    Itulah beberapa ciri-ciri genteng bocor di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Mencegah Kucing Liar Naik ke Atap Rumah Tanpa Menyakiti


    Jakarta

    Kucing liar seringlali berkeliaran di sekitar rumah dan naik ke atap. Selain berpotensi merusak genteng atau struktur atap, hal ini juga bisa menimbulkan suara berisik yang mengganggu.

    Sehingga, mencegah kucing liar naik ke atap rumah bisa menjadi langkah penting untuk menjaga kenyamanan di lingkunganmu. Simak beberapa tips mencegah kucing naik ke atap rumah berikut ini.

    Tips Mencegah Kucing Naik ke Atap Rumah

    Untuk mencegah kucing naik ke atap rumah, kamu bisa memutus jalur akses kucing dengan memangkas dahan pohon, memasang pagar anti kucing, hingga menaburkan kopi.


    Mengutip laman Big Bear Roofing, Newsweek, hingga situs jual beli rumah, berikut informasi selengkapnya.

    1. Pangkas Dahan Pohon

    Kucing bisa naik ke atap rumah jika ada dahan yang menjorok di dekatnya. Jadi, jika ada pohon di dekat atap rumah, pangkas dahannya secara teratur. Bereskan juga barang di sekitar rumah yang biasa dipakai kucing untuk memanjat.

    2. Memasang Pagar Anti Kucing

    Kucing juga bisa naik ke atap rumah lewat pagar. Sehingga, cara yang efektif untuk mencegahnya adalah memasang pagar anti kucing.

    Beli jaring kucing dan letakkan di pagar agar kucing tidak bisa naik ke atap. Meski begitu, cara ini seringkali tidak berhasil pada kucing yang cerdik.

    3. Letakkan Kulit Jeruk

    Kucing mempunyai indra penciuman yang sangat tajam. Jeruk memliki bau yang sangat mereka tidak sukai. Sehingga, meletakkan kulit jeruk, lemon, jeruk nipis, atau jeruk bali di sekitar rumah akan mengusir mereka untuk sementara.

    4. Letakkan Tanaman yang Tidak Disukai Kucing

    Tanaman bisa menjadi pengusir kucing secara alami. Sebagian besar kucing tidak suka tanaman beraroma kuat seperti lavender, geranium, eucalyptus, rosemary, atau thyme. Kamu bisa menanam atau membeli tanaman dengan aroma kuat ini untuk mengusir kucing dan mencegahnya naik ke atap rumah.

    5. Pasang Perangkat Ultrasonik Pengusir Kucing

    Suara yang dihasilkan perangkat ultrasonik berada di luar jangkauan pendengaran manusia. Namun kucing memiliki indera pendengaran yang kuat, sehingga kucing bisa mendengarnya dan perangkat ini bisa mengusir mereka.

    Perangkat pengusir kucing elektronik cenderung menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi, semprotan air, atau keduanya. Letakkan alat ini di tempat di mana kucing biasa naik ke atap rumah.

    6. Pasang Alat Penyiram dengan Sensor Gerak

    Tips selanjutnya adalah meletakkan alat penyiram dengan sensor gerak di atap. Nantinya, alat penyiram ini bisa menyiramkan air dalam jumlah yang banyak saat mendeteksi adanya gerakan, sehingga kucing bisa kabur dari atap.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah kucing naik ke atap rumah. Selamat mencobanya.

    (elk/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Belajar dari Cerita Aden ‘Bajaj’, Begini Tips Renovasi Rumah Hemat Biaya


    Jakarta

    Komedian Aden ‘Bajaj’ menceritakan kisahnya yang merenovasi rumah namun tak kunjung selesai. Renovasi rumah sempat terhenti karena terjadinya pandemi COVID-19.

    Tak hanya itu, uang yang digunakan untuk merenovasi rumah awalnya bertumpu pada hasil syuting, namun ketika uang tersebut digunakan justru syutingnya berhenti. Alhasil, renovasi rumah juga tidak bisa berjalan terus karena pemasukannya berhenti. Kini renovasi rumahnya sudah terus berjalan dengan menggunakan uang hasil usaha jualan kacamata.

    Nah, berkaca dari hal tersebut, perlu diketahui bahwa melakukan renovasi rumah perlu perencanaan yang matang. Tak hanya itu, budget yang cukup juga diperlukan agar bisa terlaksana dan tidak menguras kantong.


    Akan tetapi, ada saja hal-hal yang membuat biaya renovasi rumah jadi membengkak. Entah anggaran untuk bahan material yang kurang atau biaya tak terduga lainnya.

    Tapi tenang! Ada sejumlah cara yang dapat kamu ikuti supaya renovasi rumah bisa sesuai budget bahkan lebih hemat. Ini informasinya.

    Tips Renovasi Rumah Hemat Biaya

    Perihal renovasi rumah, Ruby Herman selaku Founder Muda Keren Punya Property membagikan tips agar bisa hemat budget saat merenovasi rumah impian.

    1. Ketahui Dulu Apa yang Ingin Direnovasi

    Saat berencana renovasi, Ruby menyebutkan kalau kamu perlu mengetahui bagian rumah mana yang ingin diperbaiki. Pahami terlebih dulu kerusakannya atau hal yang membuatmu tidak nyaman dengan itu.

    “Kita harus kuasai dulu, misalnya (renovasi rumah) karena bocor, kita cari tahu bocornya kenapa karena bocor itu banyak faktor ada yang rembes, genteng retak, jadi harus kita cari tahu,” ujarnya saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Dengan mengetahui apa yang ingin direnovasi serta penyebab kerusakan atau ketidaknyamanannya, kamu akan lebih mudah untuk membuat perencanaan desain dan jenis material yang digunakan serta perhitungan budgetnya.

    2. Hati-hati saat Membongkar Rumah

    Kalau ingin menggunakan kembali bahan dan material dari rumah, maka kamu mesti berhati-hati ketika membongkar rumahmu itu. Usahakan agar material yang hendak dipakai lagi dicopot dengan perlahan sehingga masih dalam kondisi baik.

    Tapi jika memerlukan material yang baru, kamu dapat mencari tahu bahan-bahan apa yang bisa digunakan dan seperti apa kualitasnya sehingga dapat disesuaikan dengan anggaran yang ada.

    Ruby mengatakan kalau bahan material cukup menyita porsi budget renovasi rumah. Karena itu, penting untuk mengetahui material yang hendak dipakai.

    “Pertama kita harus cari tahu dulu, lihat YouTube bahan-bahan apa yang berkualitas dan bagaimana cara kita untuk merenovasinya,” kata Ruby.

    3. Pilih Kontraktor atau Tukang yang Terpercaya

    Renovasi rumah biasanya akan memerlukan jasa tukang bangunan. Menurut Ruby, memilih tukang untuk memperbaiki rumah tidak boleh asal karena tak jarang penipuan terjadi.

    “Saran saya pilihlah kontraktor yang sudah direkomendasikan atau terpercaya sehingga nggak mudah dibohongi. Karena di situ banyak sekali yang nipu-nipu, udah terima uang tukangnya kabur. Jadi saran saya carilah tukang yang sudah dikenal, terpercaya atau rekomendasi sehingga lebih safety,” ungkapnya.

    4. Upah Jasa Tukang

    Kata Ruby, umumnya pembayaran jasa tukang terbagi dua metode yakni harian dan borongan.

    Untuk harian berarti kamu membayar jasa tukang per hari kerjanya sesuai biaya yang disepakati. Dengan cara ini, bahan material yang dibutuhkan menjadi tanggung jawabmu sehingga kamu mesti membeli dan mencarinya sendiri di toko bangunan atau tempat lain.

    Sementara borongan, upah jasa tukangnya mencakup biaya material dan peralatan bangunan yang digunakan. Sehingga budget yang dibayarkan untuk jasa borongan adalah anggaran total yang telah dihitung.

    “Kalau borongan biasanya untuk kebutuhan alat-alatnya, materialnya mereka sudah hitung semua. Mereka yang bayarin, kita tinggal bayar ke mereka (total biaya dari jasa dan material),” tutur Ruby.

    “Entah itu bayarannya borongan atau harian, teman-teman bisa hitung lagi karena ada pilihannya,” tambahnya.

    Tapi jika kamu memiliki pengetahuan tentang material rumah dan ingin menghemat pengeluaran maka bisa menggunakan metode pembayaran harian. Dengan begitu, kamu dapat memilih jenis bahan yang sesuai dengan kebutuhan renovasi rumahmu.

    5. Lakukan Renovasi Secara Bertahap

    Renovasi rumah yang bertahap disebutkan lebih hemat biaya. Ini karena renovasi secara menyeluruh bisa membuat kamu sekeluarga pergi mengungsi sementara ke tempat lain. Dengan kata lain, ada budget lain yang dikeluarkan untuk sewa tempat tinggal.

    Itulah sederet tips renovasi rumah agar hemat pengeluaran. So, diingat-ingat ya sejumlah tips di atas kalau kamu akan merenovasi rumah!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Alasan Genteng Tanah Liat Efektif Bikin Rumah jadi Adem


    Jakarta

    Saat melihat rumah di sekitar kamu, seringkali yang ditemui adalah atap dengan menggunakan genteng tanah liat. Bentuknya bergelombang dengan warna yang biasanya cerah dan dipasang saling mengait di ke samping dan bertumpuk ke bawah.

    Genteng tanah liat adalah bahan atap yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk dengan cara dibakar di tungku. Bahan ini biasanya tidak diglasir, tetapi dapat diglasir atau dilapisi dengan bahan lain untuk menghasilkan lapisan akhir yang berwarna.

    Banyak alasan mengapa orang-orang lebih memilih menggunakan atap genteng tanah liat, salah satunya karena rumah menjadi lebih adem. Namun apakah hal itu benar?


    Melansir ehow, Senin (28/10/2024), berikut alasan mengapa genteng tanah liat lebih adem untuk rumah.

    1. Dapat Memantulkan Cahaya Matahari

    Genteng tanah liat memantulkan lebih banyak sinar matahari daripada atap aspal konvensional, meskipun daya pantulan bervariasi sesuai dengan warna nya. Genteng tanah liat merah tanpa glasir memantulkan 33 persen energi matahari yang mengenai permukaannya.

    Sedangkan genteng tanah liat berglasir memantulkan 70 hingga 80 persen sinar matahari yang mencapai permukaannya. Sebagai perbandingan, sirap aspal gelap konvensional memantulkan hanya 5 hingga 15 persen sinar matahari.

    2. Aliran Udara Bebas Masuk

    Atap genteng dipasang menggunakan pasak melalui tepi atas genteng, menahannya pada penyangga kayu. Metode pemasangan ini memungkinkan aliran udara bebas baik di atas maupun di bawah genteng.

    Aliran udara yang lebih baik berarti genteng dapat menyebarkan panas lebih cepat dan efisien. Genteng tanah liat menyebarkan 70 persen lebih sedikit panas ke dalam rumah selama musim panas daripada sirap aspal.

    3. Tidak Menyerap Panas

    Massa termal mengacu pada kemampuan material untuk menyerap panas dan memancarkannya. Tanah liat dianggap sebagai material dengan massa termal tinggi, tanah liat memanas secara perlahan dan menyebarkan panas secara perlahan.

    Hal ini membuat rumah dengan atap genteng tanah liat memiliki suhu yang relatif merata. Fitur ini memungkinkan atap melepas panas yang diserap pada siang hari dan melepaskannya di malam hari.

    Genteng tanah liat bukan hanya satu-satunya material yang memantulkan sinar matahari, menyediakan aliran udara yang baik, dan bisa menyerap panas dengan baik. Atap beton dan batu tulis juga memiliki tingkat penangkal panas yang bagus.

    Setiap atap genteng yang dipasang menggunakan teknik yang sama seperti genteng tanah liat, akan memberikan sifat aliran udara yang sama dan lapisan udara yang bersifat insulasi (peredaman panas) di bawah atap.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com