Tag: genteng retak

  • 7 Cara Tahu Kebocoran Pada Genteng, Buruan Cek Sebelum Makin Parah!


    Jakarta

    Genteng yang bocor atau rembes biasanya diketahui saat memasuki musim hujan. Hal ini dikarenakan bagian atap berulang kali diguyur air dengan jumlah banyak dan waktu yang lama.

    Kerusakan pada atap yang diketahui saat musim hujan akan lebih sulit perbaikannya dibandingkan pada musim kemarau. Hal ini dikarenakan kondisi atap yang licin dan lembap. Selain itu, apabila ingin dilapisi dengan waterproofing, kamu perlu menunggu sampai lapisan tersebut kering yang bisa sampai berhari-hari.

    Namun, tidak perlu khawatir, sebelum atap genteng di rumah mengalami kebocoran, kamu bisa lho memastikannya dengan mengetahui beberapa tandanya. Mengutip dari Angi, Jumat (8/11/2024) berikut 7 tanda-tanda genteng bocor dan cara mengatasinya.


    Tanda Genteng Rumah Bocor

    1. Muncul Warna pada Permukaan Plafon

    Tanda paling mudah dan cukup jelas genteng rumah bocor adalah munculnya warna kecoklatan, hitam, hijau, atau lainnya pada plafon. Warna ini juga membentuk sebuah pola acak yang merupakan bekas air yang membasahi plafon. Titik air rembesan ditemukan pada bagian tengah plafon, pinggirannya, hingga ke sekitar tembok.

    Apabila kamu melihat air rembesan mencapai tembok, maka kamu perlu mengecek sumber kebocoran dan memperbaikinya. Bisa dengan membongkar genteng, mengecek talang air apabila di dekat sana, atau pipa yang ditanam di dalam tembok.

    2. Muncul Jamur pada Dinding Terluar

    Muncul warna pada plafon atau dinding dikarenakan jamur tumbuh di atas permukaannya yang lembap. Sama seperti cara sebelumnya, kamu perlu mencari sumber air yang paling dekat dengan noda jamur tersebut. Namun, bisa juga jamur tersebut muncul karena dinding lembap dari udara di luar rumah.

    3. Terdengar Suara Air Menetes dari Atap

    Tanda atap rumah bocor saat hujan adalah terdengar suara air menetes dari atap. Air masuk dari celah di antara genteng dan tertahan di plafon. Apabila plafon kamu sifatnya tahan air, kamu tidak perlu sampai mengganti plafon. Namun, apabila modelnya tidak tahan air, akan muncul jamur di area yang basah tersebut sehingga berdampak pada tampilan rumah dan plafon tersebut harus diganti.

    4. Genteng Retak, Rusak, atau Bergeser

    Kondisi genteng yang rusak, retak, dan tidak pada tempatnya dapat menjadi celah air masuk. Penyebab genteng retak atau bergeser bisa karena guncangan, angin, terkena beban yang berat, atau bisa pula karena faktor kualitas dan usia genteng.

    Cara mengetahui kondisi genteng seperti ini dengan cara mengecek langsung dengan naik ke atas. Setelah itu, ganti genteng yang rusak agar saat hujan tidak ada lagi celah untuk air masuk.

    5. Flashing Rusak atau Hilang

    Biasanya pada atap rumah terdapat flashing yang berfungsi melindungi rumah dari kebocoran. Flashing ini berpotensi jadi jalan masuknya air apabila terjadi kerusakan. Jika sudah begitu, flashing harus diganti.

    6. Genangan air

    Meskipun atap dengan genteng biasanya berbentuk miring, tetapi air bisa menggenang di atap apabila model pembuangan airnya salah. Sebagai contoh ujung atap miring tersebut bersinggungan dengan atap dak beton yang datar sehingga ada air yang tergenang di atasnya, tidak langsung terbuang ke tanah. Solusinya, kamu bisa membuat talang air tepat di bawah atap yang miring dan buang ke arah samping.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Begini 5 Cara Deteksi Genteng Rumah Bocor


    Jakarta

    Salah satu masalah pada rumah yang sering ditemui adalah genteng yang bocor atau rembes. Biasanya masalah ini ketahuan ketika hujan deras. Air yang terus menerus masuk ke celah atap akan meninggalkan noda di plafon.

    Apabila hujan belum turun beberapa hari, sementara kalian ingin membeli rumah dan memastikan tidak ada kebocoran, bagaimana cara mengetahuinya?

    Dilansir Angi, berikut tanda-tanda genteng bocor dan cara mengatasinya.


    Tanda Genteng Rumah Bocor

    1. Genteng Retak, Rusak, atau Bergeser

    Apabila tidak ada hujan beberapa hari, penghuni rumah bisa mengecek secara langsung bagian atap. Penghuni rumah bisa memanggil orang profesional untuk melakukannya.

    Celah air bisa dideteksi apabila kondisi genteng rusak, retak, atau bergeser. Penyebab genteng retak atau bergeser bisa karena guncangan, angin, terkena beban yang berat, atau bisa pula karena faktor kualitas dan usia genteng.

    2. Muncul Warna pada Permukaan Plafon

    Atap yang sudah pernah mengalami kebocoran pasti memiliki bekas pada plafon yakni muncul warna kontras yang bentuknya tak beraturan. Warnanya bisa kecoklatan, hitam, atau hijau. Lokasinya biasanya berada di dekat sumber air yang masuk dari atap. Warna tersebut muncul dari aktivitas jamur yang tumbuh dari area yang lembap.

    Jamur ini jangan dianggap sepele karena black mold dapat menimbulkan penyakit seperti iritasi kulit, masalah pernapasan, hingga radang pernapasan.

    3. Terdengar Suara Air Menetes dari Atap

    Air biasanya menetes dari keran ke wastafel atau wadah air. Namun apabila terdengar suara tetesan air di plafon, patut dicurigai karena bisa jadi ada jalan air yang salah dan turun ke plafon.

    Apabila plafon sifatnya tahan air, tidak perlu sampai mengganti plafon. Namun, apabila modelnya tidak tahan air, akan muncul jamur di area yang basah tersebut sehingga berdampak pada tampilan rumah dan plafon tersebut harus diganti.

    4. Flashing Rusak

    Biasanya setiap atap rumah dan plafon telah dilengkapi dengan cat pelindung bocor. Apabila tetap ada air yang lolos, maka terdapat kerusakan pada flashing pada atap sehingga air tetap dapat masuk ke plafon rumah.

    5. Genangan Air

    Biasanya di atas ada aliran untuk membuang air, apabila saat dicek pada bagian saluran tersebut terdapat genangan air yang tidak mengalir berarti model pembuangan air tidak tepat. Talang air seharusnya bisa langsung mengalirkan air dari atas ke bawah.

    Genangan muncul karena beberapa faktor seperti jalur tersebut terdapat cekungan sehingga bisa menahan air, ada sampah, atau bentuknya kurang rendah.

    Itulah beberapa tanda genteng rumah mengalami kebocoran. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanda Genteng Rumah Bocor Meski Tak Sedang Hujan, Waspadai Kerusakannya!



    Jakarta

    Masalah kebocoran atap atau genteng rumah sering kali baru disadari saat hujan deras mengguyur. Air yang merembes perlahan masuk ke dalam celah atap bisa menyebabkan noda di plafon, kerusakan material bangunan, hingga munculnya jamur berbahaya. Tapi, bagaimana jika Anda ingin membeli rumah atau melakukan pengecekan saat cuaca cerah dan belum turun hujan?

    Tenang, ada beberapa tanda genteng rumah bocor yang bisa dikenali meskipun tidak sedang hujan. Berikut ulasannya, seperti dilansir dari Angi:

    1. Genteng Retak, Pecah, atau Bergeser

    Salah satu penyebab umum kebocoran adalah kondisi genteng yang sudah tidak utuh. Periksa bagian atap rumah, bisa dengan bantuan profesional, untuk memastikan tidak ada genteng yang:


    • Retak atau pecah karena usia, beban berat, atau cuaca ekstrem
    • Bergeser dari posisinya akibat angin atau guncangan

    Celah kecil sekalipun bisa menjadi jalur masuk air ke dalam rumah.

    2. Muncul Warna Tak Biasa di Plafon

    Plafon yang berubah warna (biasanya coklat, hitam, atau kehijauan) adalah pertanda kuat bahwa atap pernah bocor. Warna ini umumnya disebabkan oleh:

    • Jamur dan lumut yang tumbuh di area lembap
    • Kebocoran lama yang meninggalkan bekas air

    Jamur, terutama jenis black mold, bisa memicu gangguan kesehatan seperti iritasi kulit hingga gangguan pernapasan.

    3. Suara Tetesan Air dari Plafon

    Mendengar suara air menetes padahal tidak ada keran terbuka? Itu bisa menjadi pertanda ada air yang merembes dari atas plafon. Jika plafon tidak tahan air, jamur bisa tumbuh dan memperburuk kondisi visual maupun struktural rumah.

    4. Flashing Atap Rusak

    Flashing adalah material pelindung yang dipasang di sambungan atap untuk mencegah kebocoran. Jika flashing rusak atau bergeser, air hujan bisa tetap lolos dan masuk ke dalam rumah meskipun sudah dilapisi cat pelindung.

    5. Genangan Air di Talang Atap

    Saat melakukan pemeriksaan atap, cek juga talang air. Jika terlihat genangan yang tidak mengalir, bisa jadi sistem drainase bermasalah. Penyebab genangan antara lain:

    • Cekungan pada jalur pembuangan
    • Sumbatan dari daun atau sampah
    • Desain kemiringan yang kurang optimal

    Saluran air yang tidak lancar bisa menyebabkan limpahan dan memicu kebocoran di bagian dalam rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com