Tag: genteng

  • 3 Cara Pasang Genteng biar Atap Aman Saat Diterjang Angin


    Jakarta

    Tiupan angin kencang bisa merusak bangunan rumah, salah satunya bagian atap. Genteng bisa bergeser dan terbang ketika tertiup angin, meninggalkan atap dalam kondisi berlubang.

    Kalau sudah seperti ini, atap bisa bocor saat turun hujan. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu memastikan genteng terpasang dengan kuat agar aman menghadapi angin kencang.

    Lalu, bagaimana cara memasang genteng bertahan saat angin kencang? Simak penjelasannya berikut ini.


    Tips Pasang Genteng Agar Atap Aman Diterjang Angin

    Inilah cara memasang genteng agar atap aman meski diterjang angin kencang.

    1. Pasang Rangka Atap Baja Ringan

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky merekomendasikan bahan baja ringan sebagai rangka atap. Bahan ini tidak akan lapuk seperti kayu, sehingga strukturnya lebih kuat.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ujar Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” imbuhnya.

    2. Pilih Material Genteng yang Berat

    Kemudian, ia menyarankan agar memilih genteng yang bobotnya berat. Panggah menjelaskan bobot genteng mempengaruhi daya tahan atap terhadap terpaan hujan deras dan angin kencang.

    “Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” ucapnya.

    Ia merekomendasikan memakai genteng tanah liat keramik. Genteng ini memiliki bobot, kualitas, dan estetika terbaik dibandingkan tipe genteng lainnya.

    Namun, bila ingin alternatif genteng yang lebih terjangkau bisa menggunakan genteng beton, meski secara estetika kalah dari keramik.

    “Pemilihan material genteng sendiri, disarankan material genteng itu adalah yang memang yang agak lumayan berat dan kedap dari panas karena kadang-kadang juga sering ditemui genteng ini juga menyerap panas juga dan gampang terbang juga,” imbuhnya.

    3. Susun Genteng dengan Rapi

    Panggah mengatakan setiap genteng harus disusun saling menimpa satu dengan lainnya dan memiliki kemiringan yang sesuai. Bobot genteng akan menahan genteng lainnya, sehingga mempengaruhi daya tahan genteng menerima terjangan angin agar tidak terbang.

    “Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” tuturnya.

    Itulah tips memasang genteng aman saat diterjang angin kencang. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Atap Rumah Bisa Berlumut Seiring Waktu, Ini Cara Atasinya


    Jakarta

    Atap berfungsi untuk melindungi para penghuni dari air hujan dan panas matahari yang menyengat. Namun seiring waktu, atap bisa berlumut karena kondisi udara yang lembap.

    Atap rumah yang berlumut dapat mengganggu penampilan sehingga terlihat jelek dan kotor. Jika dibiarkan terus menerus maka lumut bisa merusak material atap itu sendiri.

    Salah satu solusi untuk mengatasi atap rumah yang berlumut adalah dengan cara dibersihkan. Namun, ada cara khusus agar lumut di atap rumah bisa hilang dengan efektif.


    Lantas, bagaimana cara membersihkan atap yang berlumut? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Atap Rumah Berlumut

    Selain karena kondisi udara yang lembap, ada sejumlah faktor lain yang menyebabkan lumut bisa tumbuh di atap rumah. Dilansir situs Guardian Roofing, Selasa (20/5/2025) berikut beberapa penyebabnya:

    1. Kurang Terpapar Sinar Matahari

    Atap rumah yang tidak menghadap ke sinar matahari membuat lumut bisa tumbuh dengan mudah. Apalagi jika kondisi cuaca yang lebih sering hujan, maka lumut bisa menyebar ke seluruh permukaan atap.

    2. Debu dan Kotoran

    Debu dan kotoran yang menumpuk di atap rumah bisa menjadi tempat bagi lumut untuk tumbuh. Soalnya, debu dan kotoran dapat menjadi sumber yang menyediakan nutrisi yang dibutuhkan lumut untuk berkembang biak.

    3. Material Atap Rumah

    Material atap rumah yang digunakan juga dapat memengaruhi pertumbuhan lumut. Untuk material atap yang berpori seperti genting tanah liat dapat menyerap dan menahan kelembapan, sehingga lebih rentan terhadap lumut.

    4. Drainase yang Buruk

    Apabila drainase tidak berfungsi dengan baik, maka lumut dapat dengan mudah tumbuh di atap rumah. Hal ini bisa terjadi karena talang air tersumbat oleh sampah dedaunan atau ranting pohon.

    Cara Mengatasi Atap Rumah yang Berlumut

    Atap rumah yang berlumut bisa diatasi dengan cara dibersihkan. Namun, detikers perlu hati-hati karena atap rumah akan lebih licin akibat terdapat lumut yang tebal.

    Dikutip dari laman Roof Pro, berikut cara membersihkan atap rumah yang berlumut secara mandiri:

    1. Siapkan Alat-alat

    Sebelum membersihkan lumut di atap rumah, pastikan kamu telah menyiapkan alat-alatnya terlebih dahulu, mulai dari tangga, selang air, dan cairan pembersih.

    Langkah yang pertama adalah memasang tangga terlebih dahulu agar kamu bisa mencapai atap rumah. Pastikan tangga dipasang di tanah yang datar agar kamu tidak goyah.

    2. Tuang Cairan Pembersih ke Atap

    Setelah berada di atap rumah, kamu bisa mencampur cairan pembersih dengan air ke dalam wadah. Setelah itu, siram ke bagian atap yang terdapat lumut secara menyeluruh.

    3. Biarkan Cairan Pembersih Menyerap

    Setelah menyiram bagian atap rumah yang berlumut, diamkan selama 30 menit agar cairan dapat bekerja mengangkat lumut secara menyeluruh. Kemudian, bersihkan atap dari lumut menggunakan sikat secara perlahan.

    4. Bilas Atap dengan Air

    Langkah berikutnya adalah dengan membilas atap rumah dengan air. Siapkan selang yang panjang agar bisa menjangkau sudut-sudut atap rumah.

    Sebaiknya, bilas bagian atas atap rumah terlebih dulu dan dilanjutkan ke bagian bawah. Biarkan air mengalir secara perlahan dan masuk ke talang air. Sebagai catatan, hindari menggunakan air bertekanan tinggi karena berisiko merusak genteng.

    Itulah empat penyebab dan cara mengatasi atap rumah yang berlumut. Semoga bermanfaat!

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Pasang Atap Baja Ringan Agar Tidak Berisik Ketika Hujan



    Jakarta

    Atap baja ringan banyak digunakan untuk membangun rumah modern. Jenis atap ini tahan lama karena terbuat dari lembaran baja.

    Sayangnya, atap baja ringan dapat menimbulkan suara berisik ketika hujan. Kondisi seperti itu tentu bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah, apalagi saat ingin istirahat.

    Lalu, bagaimana cara memasang atap baja ringan agar tidak berisik? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Atap Baja Ringan Berisik

    Dikutip dari Metal Roofing Alliance, atap baja ringan berbunyi karena beberapa faktor, yakni dek atap, insulasi, dan teknik pemasangan. Sifat logam dari atap baja ringan memang mengeluarkan bunyi denting saat dipukul.

    Bentuk atap juga mempengaruhi bunyi yang ditimbulkan. Umumnya atap yang semakin tinggi serta ruang loteng yang lebih luas, cenderung lebih senyap daripada atap datar.

    Pertanda Buruk Atap Baja Ringan Berisik

    Jika atap baja ringan berisik saat hujan, itu bisa menjadi pertanda ada masalah pada atap. Berikut ini beberapa potensi masalahnya.

    • Penempatan atap tidak tepat.
    • Jumlah pengencang atap terlalu sedikit atau longgar.
    • Atap tidak dipasang sesuai dengan rekomendasi pabrik.
    • Insulasi atap tidak memadai.

    Cara Pasang Atap Baja Ringan Agar Tidak Berisik

    Dilansir dari JJ Roofing Supplies, proses pemasangan dan bahan yang digunakan buat atap baja ringan harus sesuai. Berikut ini cara untuk meredam kebisingan dari atap.

    1. Pastikan Instalasi Benar

    Proses pemasangan berperan peranan penting untuk menentukan seberapa senyapnya atap logam. Oleh karena itu, pastikan untuk melakukan instalasi baja ringan dengan benar.

    2. Gunakan Insulasi

    Cara paling efektif untuk mengurangi kebisingan atap adalah dengan menggunakan insulasi dan lapisan bawah. Bahan-bahan tersebut berfungsi sebagai penghalang, penyerap, dan peredam kebisingan sebelum suara bisa memasuki ruang.

    3. Pemasangan Atap yang Miring

    Sebaiknya pasang struktur atap dengan kemiringan yang lebih curam. Atap yang miring membantu meredakan dampak tetesan air hujan daripada atap yang lebih datar.

    Keberadaan ruang loteng juga bisa menyediakan zona penyangga tambahan untuk meredam suara-suara tersebut.

    Itulah informasi seputar pemasangan atap baja ringan tidak berisik. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Harga Satuan Genteng Keramik Terbaru 2025


    Jakarta

    Genteng merupakan salah satu material yang dipasang pada atap rumah. Saat ini ada berbagai macam jenis genteng, salah satunya adalah genteng keramik.

    Genteng keramik terbuat dari tanah liat dan kaolin yang dicampur dengan pasir kuarsa. Setelah proses pencampuran dan pencetakan selesai, kemudian dibakar dengan menggunakan suhu yang tinggi agar mengeras.

    Genteng keramik banyak dipilih orang karena punya kualitas baik. Genteng ini juga tidak menyerap panas, tahan terhadap api dan karat sehingga dapat digunakan untuk jangka waktu lama.


    Memasang genteng keramik juga membuat tampilan rumah jadi terlihat bagus dan estetis. Cocok untuk kamu yang mengusung model rumah minimalis atau modern.

    Sebelum membeli genteng keramik, sebaiknya ketahui dulu harga terbarunya di 2025. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Kisaran Harga Genteng Keramik Terbaru 2025

    Sebagai informasi, harga genteng keramik bisa berbeda-beda tergantung dari ketentuan setiap toko bangunan. Selain itu, harganya juga beragam tergantung dari merek dan kualitas genteng yang dipilih.

    Pada umumnya, genteng keramik dijual dalam hitungan per pieces (pcs). Untuk mengetahui seberapa banyak kebutuhan genteng untuk atap rumah, kamu dapat berdiskusi dengan kontraktor karena kebutuhan genteng per meter persegi dapat berbeda.

    Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Selasa (8/7/2025), berikut kisaran harga genteng keramik per pcs terbaru 2025:

    • Genteng keramik Kanmuri Espancia natural: Rp 10.150/pcs
    • Genteng keramik Kanmuri Milenio natural: Rp 10.800/pcs
    • Genteng keramik Kanmuri Milenio Medi grey: Rp 12.400/pcs
    • Genteng keramik Kanmuri full flat Onyx Black: Rp 15.500/pcs
    • Genteng keramik M Class natural: Rp 9.000/pcs
    • Genteng keramik M Class Mahogany: Rp 9.500/pcs
    • Genteng keramik KIA Topaz natural: Rp 10.000/pcs
    • Genteng keramik KIA Choco Brown: Rp 9.300/pcs
    • Genteng keramik KIA Opal Black: Rp 10.200/pcs

    Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung ketentuan pihak toko bangunan. Pastikan kamu memilih genteng yang punya kualitas baik dan sesuaikan dengan budget.

    Kelebihan dan Kekurangan Genteng Keramik

    Genteng keramik memang memiliki sejumlah keunggulan, seperti tidak menyerap panas. Meski begitu, ada beberapa kekurangan dari genteng keramik yang perlu diperhatikan.

    Berikut kelebihan dan kekurangan dari genteng keramik yang perlu diketahui:

    Kelebihan Genteng Keramik

    • Lebih ringan jika dibandingkan dengan genteng tanah liat
    • Memiliki refleksivitas tinggi sehingga hemat energi

    Kekurangan Genteng Keramik

    • Instalasi rumit
    • Harus sering dilakukan perawatan

    Demikian kisaran harga genteng keramik per pcs terbaru 2025. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Atap Masih Bocor Meski Sudah Diperbaiki? Ini 6 Penyebabnya


    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap dialami banyak orang ketika turun hujan adalah atap bocor. Jika menemukan ada tetesan air ketika turun hujan, segera perbaiki atap rumah demi mencegah kebocoran.

    Meski sudah diperbaiki, terkadang atap masih saja bocor ketika turun hujan. Kondisi ini tentu bikin jengkel apalagi kamu sudah mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki atap.

    Ternyata, ada sejumlah faktor yang menyebabkan atap rumah kembali bocor meski sudah diperbaiki. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Atap Masih Bocor Walau Sudah Diperbaiki

    Ada beberapa hal yang menyebabkan atap bocor walau sudah diperbaiki. Dilansir situs RGB Construction dan Roof Crafters, Rabu (9/7/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Salah Memperbaiki Kebocoran

    Faktor yang pertama karena salah memperbaiki atap yang bocor. Bisa saja kamu salah memperbaiki atap yang bocor atau sebenarnya masih ada titik-titik bocor lainnya yang belum diketahui.

    Maka dari itu, sebaiknya lakukan pengecekan pada atap secara menyeluruh agar memastikan tidak ada lagi kebocoran. Jika ragu, kamu bisa menyewa tukang untuk mengecek sekaligus memperbaikinya.

    2. Kualitas Material yang Rendah

    Saat memperbaiki atap bocor mungkin kamu menggunakan material genteng yang punya kualitas rendah. Meski sudah diganti dengan produk baru, tetapi tidak akan bertahan lama karena kualitasnya rendah sehingga cepat rusak.

    3. Pemasangan yang Kurang Tepat

    Genteng harus dipasang secara tepat. Jika pemasangan dilakukan tidak benar maka dapat berisiko menyebabkan kebocoran lagi. Kalau kamu ragu untuk mengganti genteng sendiri, cobalah memanggil tukang bangunan karena mereka lebih handal.

    4. Jarang Dirawat

    Genteng mungkin sudah diganti dengan yang baru, tapi jika tidak dirawat secara rutin maka bisa saja rusak seiring waktu. Nah, adanya genteng yang rusak menjadi pemicu terjadinya kebocoran saat turun hujan.

    Cobalah cek atap rumah setiap sebulan sekali guna memastikan tidak ada daun atau ranting pohon. Kamu juga bisa menggunakan jasa kontraktor untuk mengecek atap dan memastikan tidak ada yang bocor.

    5. Ada Lubang Kecil di Genteng

    Faktor berikutnya karena terdapat lubang kecil di genteng yang tidak terdeteksi sebelumnya. Hal itu yang membuat atap rumah tetap bocor meski sudah diperbaiki hingga berkali-kali.

    6. Fondasi Rumah Bergeser

    Pada sejumlah rumah yang usianya tua, atap bocor bisa disebabkan karena fondasi bangunan sudah bergeser akibat pergerakan tanah. Kondisi ini memberi tekanan pada atap sehingga menyebabkan struktur rumah retak.

    Fondasi rumah yang bergeser membuat perbaikan pada atap akan sia-sia karena kebocoran dapat terjadi lagi suatu saat.

    Demikian enam penyebab atap rumah kembali bocor meski sudah diperbaiki. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Harga Genteng Metal Pasir per Lembar Terbaru 2025


    Jakarta

    Genteng merupakan salah satu material yang dipasang pada atap rumah. Ada berbagai macam jenis genteng yang dijual di pasaran, salah satunya adalah genteng metal pasir.

    Genteng metal pasir terbuat dari baja galvalum yang dilapisi oleh zinc dan aluminium. Jenis genteng ini punya karakteristik yang tahan terhadap sejumlah kondisi cuaca, kokoh, dan awet.

    Banyak masyarakat yang menggunakan genteng metal pasir karena diklaim lebih kokoh dibandingkan jenis genteng lainnya. Selain itu, pemasangan genteng ini juga mudah sehingga mempercepat pekerjaan.


    Ingin membeli genteng metal pasir untuk atap rumah? Sebaiknya cari tahu dulu kisaran harganya di pasaran. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Sebagai informasi, harga genteng metal pasir dapat berbeda tergantung dari ketentuan setiap toko bangunan. Selain itu, harganya juga beragam tergantung dari mereka dan kualitas genteng yang dipilih.

    Pada umumnya, genteng metal pasir dijual dalam hitungan per lembar. Dalam satu lembar genteng terdiri dari delapan daun. Genteng metal pasir biasanya dijual dalam ukuran 80 x 80 cm.

    Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Jumat (11/7/2025), berikut kisaran harga genteng metal pasir terbaru 2025:

    • Genteng metal pasir Zincalume 80 x 80 cm: Rp 26.500/lembar
    • Genteng metal pasir 80 x 80 cm: Rp 26.500/lembar
    • Genteng metal pasir 80 x 80 cm: Rp 28.000/lembar
    • Genteng metal pasir minimalis 80 x 80 cm: Rp 33.000/lembar
    • Genteng metal pasir Sakura Roof 77 x 80 cm: Rp 82.000/lembar

    Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung ketentuan pihak toko bangunan. Pastikan kamu memilih genteng yang punya kualitas baik dan sesuaikan dengan budget.

    Genteng metal pasir memang menawarkan sejumlah keuntungan, mulai dari tahan lama hingga mudah dipasang. Namun, ada sejumlah kekurangan dari genteng ini yang perlu diperhatikan.

    Berikut plus dan minus dari genteng metal pasir untuk atap rumah:

    Kelebihan:

    • Pemasangan mudah dan cepat
    • Rangka atap sederhana
    • Ramah lingkungan

    Kekurangan:

    • Rentan terhadap tekanan
    • Warna pada genteng mudah terkelupas jika tidak dirawat.

    Demikian kisaran harga genteng metal pasir terbaru 2025. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Harga Satuan Genteng Beton Terbaru 2025


    Jakarta

    Ada banyak jenis genteng yang dijual di pasaran, salah satunya adalah genteng beton. Genteng ini banyak digunakan pada rumah-rumah karena memiliki sejumlah keunggulan.

    Sebagai informasi, bahan dasar genteng beton terbuat dari campuran pasir, semen, air, kapur mill, dan fly ash (limbah dari pembuatan batu bara). Dalam proses pembuatannya, genteng beton diolah dalam proses pemanasan dan ekstrusi tekanan tinggi.

    Genteng beton kerap dipilih masyarakat sebagai atap rumah karena punya daya tahan yang kuat. Dengan begitu, genteng ini lebih tahan lama untuk digunakan selama beberapa tahun mendatang.


    Apabila tertarik menggunakan genteng beton untuk atap rumah, sebaiknya cari tahu dulu kisaran harganya di pasaran. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Harga Genteng Beton Terbaru 2025

    Sebagai informasi, harga genteng beton dapat berbeda tergantung dari ketentuan setiap toko bangunan. Selain itu, harganya juga beragam tergantung dari merek dan kualitas genteng yang dipilih.

    Pada umumnya, genteng beton dijual dalam hitungan per unit (pieces/pcs) dengan ukuran genteng sekitar 33 x 42 cm. Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Selasa (15/7/2025), berikut kisaran harga satuan genteng beton terbaru 2025:

    • Genteng beton flat minimalis: Rp 5.900/pcs
    • Genteng beton flat hitam: Rp 6.000/pcs
    • Genteng beton flat merah: Rp 6.000/pcs
    • Genteng beton flat Monier Exel: Rp 7.000/pcs
    • Genteng beton flat Triple S Multiline: Rp 5.500/pcs
    • Genteng beton flat Mutiara Urat Batu: Rp 6.500/pcs
    • Genteng beton Cisangkan Dual Slate: Rp 10.900/pcs
    • Genteng beton Cisangkan Victoria Slate: Rp 10.900/pcs
    • Genteng beton gelombang/garuda: Rp 4.500/pcs.

    Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung ketentuan pihak toko bangunan. Pastikan kamu memilih genteng beton yang punya kualitas baik dan sesuaikan dengan budget.

    Kelebihan dan Kekurangan Genteng Beton

    Genteng beton memang dinilai lebih kokoh dan tahan lama. Meski begitu, ada sejumlah kekurangan dari genteng jenis ini yang perlu diketahui.

    Dalam catatan detikProperti, berikut kelebihan dan kekurangan genteng beton untuk material atap rumah:

    Kelebihan

    • Tahan lama
    • Ramah lingkungan
    • Minim perawatan

    Kekurangan

    • Harganya lebih mahal dari jenis genteng lain
    • Berat
    • Pemasangannya cukup sulit.

    Demikian kisaran harga satuan genteng beton terbaru di 2025 beserta kelebihan dan kekurangannya. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Harga Genteng uPVC per Lembar Terbaru 2025


    Jakarta

    Memilih material genteng untuk atap rumah tidak bisa dilakukan sembarangan. Saat ini ada beragam pilihan jenis genteng yang dijual di pasaran, salah satunya adalah genteng uPVC.

    Sebagai informasi, genteng uPVC terbuat dari material unplasticized polyvinyl chloride yang merupakan turunan dari PVC. Material uPVC dinilai lebih kaku dan tidak mengalami proses seplastis PVC. Bahan ini juga bebas dari kandungan BPA sehingga dinilai lebih ramah lingkungan.

    Genteng uPVC disebut punya beragam keunggulan, seperti dapat meredam suhu panas dan harga yang terjangkau. Ingin tahu kisaran harga terbaru genteng uPVC di 2025? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Kisaran Harga Genteng uPVC Terbaru 2025

    Sebagai informasi, harga genteng uPVC dapat berbeda tergantung dari ketentuan setiap toko bangunan. Selain itu, harganya juga beragam tergantung dari merek, ukuran, dan kualitas genteng yang dipilih.

    Pada umumnya, genteng uPVC dijual per lembar dengan ukuran yang berbeda-beda. Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Kamis (17/7/2025), berikut kisaran harga genteng uPVC terbaru 2025:

    • Genteng uPVC SunPro 1,95 x 0,96 m: Rp 307.000/lembar
    • Genteng uPVC Royal Roof 1,98 x 1,04 m: Rp 360.000/lembar
    • Genteng uPVC Royal Roof 5,94 x 1,04 m: Rp 1.080.000/lembar
    • Genteng uPVC Dr.Shield 1,54 x 1,04 m: Rp 170.000/lembar
    • Genteng uPVC Supreme 1,53 x 1,05 m: Rp 150.000/lembar.

    Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung ketentuan pihak toko bangunan. Pastikan kamu memilih genteng yang punya kualitas baik dan sesuaikan dengan budget.

    Kelebihan dan Kekurangan Genteng uPVC

    Genteng uPVC memiliki sejumlah keunggulan seperti harga terjangkau dan tahan terhadap panas. Namun, ada beberapa kekurangan yang wajib kamu ketahui sebelum membelinya. Berikut kelebihan dan kekurangan dari genteng uPVC:

    Kelebihan

    • Tahan terhadap panas
    • Harga material terjangkau
    • Kedap suara
    • Ramah lingkungan

    Kekurangan

    • Rentan mengalami retakan
    • Pilihan warna yang tidak bervariatif.

    Demikian kisaran harga genteng uPVC per lembar terbaru 2025. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Masalah yang Biasa Muncul di Rumah Akibat Hujan



    Jakarta

    Rumah dirancang untuk melindungi penghuni dari panas matahari dan terpaan hujan. Meski didesain kuat, terkadang masalah muncul di rumah akibat cuaca seperti di kala hujan.

    Mungkin masalah yang timbul sepele, tapi lama-lama bisa menjadi parah kalau dibiarkan. Oleh karena itu, sebaiknya penghuni lebih memperhatikan kondisi rumah saat hujan.

    Apa saja masalah yang biasa terjadi karena hujan? Simak penjelasannya berikut ini dikutip dari Civil Engineering Web.


    Masalah yang Sering Muncul Akibat Hujan

    Inilah beberapa masalah rumah yang kerap muncul di kala hujan.

    1. Atap Bocor

    Salah satu masalah yang umum terjadi ketika hujan adalah kebocoran atap yang berawal dari perawatan yang kurang memadai. Hal ini terjadi karena ada celah atau retakan pada atap.

    Sistem drainase yang tersumbat, pecah, atau rusak juga bisa mengakibatkan kebocoran atap. Akibatnya, air masuk ke dalam rumah dan menimbulkan noda pada langit-langit atau dinding.

    2. Dinding Rembes

    Air hujan bisa rembes dari luar dinding rumah kalau perawatan kurang baik. Misalnya plesteran dan pengecatan tidak memadai sehingga terjadi pengelupasan ketika hujan. Lalu, air juga dapat masuk lewat retakan kecil pada dinding.

    3. Genteng Lepas

    Jika hujan deras disertai angin kencang, genteng bisa bergeser. Kondisi tersebut akibat sambungan yang longgar atau genteng tertiup angin. Pastikan untuk memeriksa kondisi dan sambungan genteng butuh perbaikan atau tidak.

    4. Saluran Drainase Tersumbat

    Saluran drainase dapat tersumbat pada talang air, terutama ketika musim hujan. Masalah ini disebabkan oleh atap dan pipa drainase yang tidak dibersihkan.

    5. Lumut Tumbuh

    Lumut dapat tumbuh di sekitar rumah kalau sering hujan. Penting untuk segera membersihkan dan mencegah pertumbuhan lumut agar permukaan rumah tidak licin. Gunakan larutan pembersih khusus dan sikat untuk membersihkan lumut di rumah.

    Itulah beberapa hal yang perlu penghuni rumah waspadai ketika hujan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Genteng Tanah Liat Ada Kadaluarsanya, Ini Usia Pemakaiannya


    Jakarta

    Genteng menjadi pilihan jenis atap yang paling banyak dipakai karena dapat meredam panas dan membuat hunian jadi lebih adem.

    Keunggulan lain dari genteng adalah sifatnya yang kokoh, tidak mudah terbawa angin, dan tahan lama. Jenis genteng cukup banyak, salah satunya adalah genteng tanah liat.

    Jenis atap satu ini meskipun tahan lama memiliki usia pemakaian yang disarankan atau ada waktu kadaluarsanya, yakni 40-50 tahun. Usia pemakaian genteng tanah liat termasuk yang paling lama di antara jenis genteng yang lain. Genteng tanah liat bisa bertahan lebih lama apabila memiliki material yang berkualitas dan cara pemasangan yang tepat.


    Cara mengetahui kondisi atap rumah masih kokoh adalah jarang terlihat rembesan air hujan di rumah. Kebocoran hanya ditemukan pada saat hujan deras disertai angin.

    Usia pemakaian genteng bisa jadi lebih singkat apabila ditemukan banyak retakan dan pecahan pada permukaannya. Celah kecil tersebut bisa menjadi celah bagi air untuk menerobos ke dalam rumah. Apabila didiamkan biaya perbaikannya akan lebih mahal.

    Menurut kontraktor Wildan saat terjadi kebocoran area atap yang berisiko rusak dan perlu diganti bukan hanya genteng, melainkan plafon dan kerangka bajanya apabila memang memakai kerangka dari baja. Air membuat kerangka baja berkarat dan memicu pertumbuhan jamur pada plafon.

    Jadi untuk mencegah kerusakan fatal, pemilik rumah harus mengetahui tanda-tanda genteng tanah liat harus diganti. Dilansir Kin.com, berikut beberapa cirinya.

    1. Air, Cahaya Matahari, dan Hewan Masuk ke Dalam Rumah

    Hal paling mudah untuk mengetahui genteng tanah liat harus diganti adalah saat terjadi kebocoran. Air yang menetes dan merusak area plafon bisa merusak tampilan rumah dan memicu pertumbuhan jamur hitam atau black mold yang berbahaya bagi kesehatan.

    Saat area kebocoran semakin besar, cahaya matahari dapat menerobos ke dalam. Begitu pula dengan hewan-hewan seperti kelelawar, tikus, hingga musang. Jika hewan sudah hidup di atap rumah akan lebih sulit memperbaikinya. Selain itu, hewan-hewan tersebut juga bisa membuat suara yang mengganggu saat aktif.

    2. Atap Berlumut dan Berkarat

    Seperti yang disebut sebelumnya area atap yang sering terkena air hujan akan memicu pertumbuhan lumut karena permukaannya pasti lembap terkena hujan ke panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com