Tag: gizi

  • Apa Itu ‘Cheating Day’? Ini Artinya dan Tips Menerapkannya Menurut Dokter Gizi


    Jakarta

    Banyak orang menganggap bahwa kunci agar metode diet yang dijalani sukses memberikan dampak positif adalah konsistensi. Mereka yang menjalani diet tentunya hanya memiliki pilihan makanan-makanan tertentu untuk dimakan.

    Namun, saat diet pasti akan muncul keinginan untuk bebas makan apa saja, setidaknya sekali dalam beberapa waktu. Hal ini dinamakan cheat day atau cheating day, yang bagi sebagian orang merupakan sebuah larangan.

    Padahal cheating day ini boleh-boleh saja dilakukan. Spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) mengatakan cheating day ini merupakan ruang yang terkadang diberikan dokter pada pasiennya agar tidak bosan.


    “Ohh boleh (cheating day). Saya selalu kasih ruang untuk pasien saya untuk cheating meal seminggu sekali,” kata dr Oki kepada detikcom, Jumat (13/12/2024).

    Menurut dr Oki, cheating day ini diberikan pada mereka yang menjalani diet agar tidak bosan dengan rutinitas pola makan mereka. Hal ini juga menjadi salah satu upaya agar diet yang dilakukan tetap berjalan efektif.

    Namun, dalam cheating day yang dimaksud dr Oki, seseorang haruslah mengonsumsi makanan dalam batas wajar dan memerhatikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

    “Misalnya sehari nggak makan, cuman minum air terus besoknya dia ugal-ugalan gitu. Pagi (makan) nasi padang, siang seafood, malam all you can eat, kan bahaya kayak gitu,” kata dr Oki.

    “Lambung kita nggak didesain untuk hari ini terima minimal, besok terima maksimal, besok minimal lagi, besoknya maksimal lagi, bisa jebol pasti,” tutupnya.

    (dpy/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Saran Dokter Gizi Bagi yang Ingin Jalani Diet Viral 90-30-50 di 2025


    Jakarta

    Diet 90-30-50 yang dikenalkan oleh ahli gizi di Amerika Serikat bernama Courtney Kassis belakangan sempat viral karena disebut-sebut bisa menurunkan berat badan cukup signifikan. Courtney mengklaim metode diet ini dapat menurunkan 8 kg hanya dalam 2 bulan tanpa menyiksa.

    Diet 90-30-50 berfokus pada mengonsumsi setidaknya 90 gram protein, 30 gram serat, dan 50 gram lemak tak jenuh. Metode ini dapat meningkatkan keseimbangan gula darah, pengaturan hormon, mengurangi peradangan, dan secara keseluruhan dapat meningkatkan kesehatan metabolisme tubuh.

    Lantas, untuk masyarakat Indonesia yang ingin mencoba metode diet 90-30-50 di tahun 2025, bagaimana caranya agar tetap aman dan efektif?


    Menjawab hal ini, spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) mengatakan metode diet ini terbilang aman untuk dilakukan. Asalkan, setiap orang harus mengetahui terlebih dahulu berapa kebutuhan kalori hariannya.

    “Masalah turun berat badan atau tidak, itu tergantung dari kebutuhan (kalori) tubuhnya. Jadi kalau kebutuhan (kalori harian) tubuhnya 2.500, lalu dengan diet 90-30-50 dia makan totalnya 1.500, berarti kan ada minus 1.000, nah itu pasti terjadi weight loss (penurunan berat badan),” kata dr Oki kepada detikcom, Jumat (13/12/2024).

    Menurut dr Oki, cara paling umum untuk menghitung kebutuhan kalori harian seseorang adalah dengan menggunakan rumus Harris-Benedict. Selain itu, perlu diperhatikan terkait defisit kalori agar tidak dikurangi secara ekstrem agar tidak muncul masalah kesehatan.

    Masalah kesehatan yang mungkin bisa muncul jika kalori harian tidak tercukupi adalah tubuh mudah lemas, sehingga sulit untuk melakukan aktivitas. Lebih fatalnya, nutrisi yang kurang juga bisa berdampak pada seseorang yang mudah sakit batuk, pilek, rambut rontok, hingga anemia.

    Terkait pilihan protein dan serat, dr Oki mengatakan sebenarnya ada beberapa makanan yang tergolong murah dan mudah didapatkan.

    “Kalau protein bisa daging rendang atau empal. Lalu ayam ya, dada ayam. Kalau mau murah meriah ya telur, tapi putihnya aja. Serat yang mudah didapatkan yang lalapan, kemangi, kacang panjang, selada itu murah, bayam, kangkung,” katanya.

    Namun, untuk lemak sehat sendiri masih terbilang cukup mahal bagi sebagian orang. Terlebih ada beberapa jenis minyak tidak jenuh yang cukup sulit didapatkan di pasaran.

    “Lemak (sehat) ini yang menjadi sulit, karena lemak yang baik itu yang tidak jenuh. Contohnya kayak minyak zaitun, minyak kedelai di mana itu masih susah ditemui atau boleh makan alpukat,” tutupnya.

    “Atau bisa aja makannya itu nggak pakai minyak. Jadi masakannya nggak digoreng, nggak ditumis, minyaknya berasal dari makanan itu sendiri. Misalnya makan ayam, yaudah minyaknya dari situ,” tutupnya.

    (dpy/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Muncul Tren Minum Kopi Americano untuk Bantu Turunkan BB, Beneran Ngaruh?


    Jakarta

    Belakangan ini tren diet minum kopi americano sedang banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Americano adalah minuman kopi pahit yang dibuat menggunakan campuran espresso dan air putih.

    Beberapa orang yang melakukan diet tersebut mengaku americano dapat menjadi salah satu alternatif untuk menahan rasa lapar dan menurunkan berat badan.

    “americano cocok banget buat penahan lapar kalo lagi diet,” akun @fl**no**ew di media sosial X.


    “demi Allah so-soan minum americano jadinya mual lihat makanan (best choice kalo mau diet),” kata netizen lain merasakan hal yang serupa setelah mengonsumsi americano.

    Lantas, benarkah kopi americano bisa membantu menurunkan berat badan? Spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF mengungkapkan bahwa americano bisa menjadi salah satu menu untuk proses penurunan berat badan.

    Hal ini dikarenakan americano memiliki kandungan gula nol persen dan kalori yang sangat rendah, cocok untuk pecinta kopi yang sedang menjalani proses diet dan penurunan berat badan.

    “Boleh dikonsumsi secara rutin asalkan tidak ditambahkan gula, pemanis, dan juga dia tidak memicu terjadinya asam lambung meningkat,” ucap dr Putri ketika dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Meski begitu, dr Putri menegaskan bahwa americano tidak serta merta dapat membuat berat badan seseorang turun. Diet menggunakan americano juga harus tetap diimbangi dengan menjaga asupan kalori harian serta nutrisi yang seimbang.

    Seringkali, masyarakat mengonsumsi kopi dengan tambahan pemanis dan topping secara berlebihan. Hal itu membuat americano bisa menjadi alternatif yang jauh lebih sehat.

    “Selama melakukan diet dengan menggunakan americano ini pola makan harus tetap menyesuaikan kebutuhan kalori hariannya, walaupun itu untuk defisit kalori, dengan komposisi makanan yang seimbang. Untuk waktu yang terbaik, upayakan tidak di atas jam 3 sore agar tidak mengganggu kualitas tidur di malam hari yang juga berperan penting untuk penurunan berat badan,” tandasnya.

    (avk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Muncul Tren Minum Kopi Americano untuk Bantu Turunkan BB, Beneran Ngaruh?


    Jakarta

    Belakangan ini tren diet minum kopi americano sedang banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Americano adalah minuman kopi pahit yang dibuat menggunakan campuran espresso dan air putih.

    Beberapa orang yang melakukan diet tersebut mengaku americano dapat menjadi salah satu alternatif untuk menahan rasa lapar dan menurunkan berat badan.

    “americano cocok banget buat penahan lapar kalo lagi diet,” akun @fl**no**ew di media sosial X.


    “demi Allah so-soan minum americano jadinya mual lihat makanan (best choice kalo mau diet),” kata netizen lain merasakan hal yang serupa setelah mengonsumsi americano.

    Lantas, benarkah kopi americano bisa membantu menurunkan berat badan? Spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF mengungkapkan bahwa americano bisa menjadi salah satu menu untuk proses penurunan berat badan.

    Hal ini dikarenakan americano memiliki kandungan gula nol persen dan kalori yang sangat rendah, cocok untuk pecinta kopi yang sedang menjalani proses diet dan penurunan berat badan.

    “Boleh dikonsumsi secara rutin asalkan tidak ditambahkan gula, pemanis, dan juga dia tidak memicu terjadinya asam lambung meningkat,” ucap dr Putri ketika dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Meski begitu, dr Putri menegaskan bahwa americano tidak serta merta dapat membuat berat badan seseorang turun. Diet menggunakan americano juga harus tetap diimbangi dengan menjaga asupan kalori harian serta nutrisi yang seimbang.

    Seringkali, masyarakat mengonsumsi kopi dengan tambahan pemanis dan topping secara berlebihan. Hal itu membuat americano bisa menjadi alternatif yang jauh lebih sehat.

    “Selama melakukan diet dengan menggunakan americano ini pola makan harus tetap menyesuaikan kebutuhan kalori hariannya, walaupun itu untuk defisit kalori, dengan komposisi makanan yang seimbang. Untuk waktu yang terbaik, upayakan tidak di atas jam 3 sore agar tidak mengganggu kualitas tidur di malam hari yang juga berperan penting untuk penurunan berat badan,” tandasnya.

    (avk/suc)



    Sumber : health.detik.com