Tag: goresan

  • Kaca di Rumah Bisa Kinclong Lagi Pakai Sabun Cuci Piring, Ini Caranya


    Jakarta

    Kaca merupakan salah satu benda di rumah yang perlu dibersihkan secara berkala. Sebab, kaca dapat kotor terkena debu dan bercak sidik jari yang menempel.

    Membersihkan kaca sebenarnya terbilang cukup mudah, tapi terkadang cara melakukannya sering salah. Alhasil, kaca bukan terlihat kinclong malah justru buram dan muncul goresan kecil.

    Untuk membersihkan kaca tak harus menggunakan cairan pembersih khusus, tapi juga bisa dengan sabun cuci piring. Bagaimana langkah-langkahnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Membersihkan Kaca Pakai Sabun Cuci Piring

    Agar kaca di rumah kinclong lagi, kamu dapat membersihkannya dengan sabun cuci piring. Dilansir situs The Spruce, berikut cara-caranya:

    1. Tuang air hangat secukupnya ke dalam wadah
    2. Tuang 1-2 tetes sabun cuci piring ke dalam wadah dan aduk hingga tercampur rata
    3. Celupkan kain microfiber ke dalam wadah berisi air sabun sampai basah
    4. Setelah itu, peras kain microfiber dan lap ke seluruh permukaan kaca yang kotor
    5. Bersihkan kaca dari bagian atas ke bawah secara perlahan dan pastikan tidak ada kotoran yang menempel
    6. Jika sudah, lap kaca yang basah dengan kain microfiber kering secara merata.

    Pakar kebersihan dari Pella Windows & Doors Wes True mengatakan penting untuk membersihkan jendela dari atas ke bawah. Soalnya, cara ini dapat mengatasi kotoran yang menempel secara merata dan mencegah ada sisa noda yang menempel.

    “Membersihkan kaca dari atas ke bawah memungkinkan pengeringan yang merata dan menghasilkan hasil akhir yang kinclong,” kata Wes.

    Apabila kaca di rumah punya ukuran cukup kecil dan bisa dilepas, sebaiknya bisa langsung dibilas di wastafel atau bak mandi. Jika ditemukan ada noda, kamu bisa membersihkannya dengan sabun cuci piring.

    Penyebab Muncul Goresan di Kaca

    Walau terlihat mudah untuk dilakukan, tapi jika detikers keliru saat membersihkan kaca maka bisa menimbulkan goresan halus di permukaan kaca. Wes mengatakan goresan yang muncul di kaca disebabkan karena terlalu banyak menggunakan sabun.

    “Terlalu banyak sabun justru dapat meninggalkan residu sehingga meninggalkan goresan,” ujarnya.

    Pakar kebersihan Scott Schrader mengatakan penggunaan alat pembersih yang salah juga menyebabkan munculnya goresan di permukaan kaca, seperti menggunakan kain yang kasar. Bahkan, mencuci kaca pada siang hari yang panas juga bisa menimbulkan goresan.

    “Tips utama saya adalah selalu membersihkan kaca pada hari berawan atau saat kaca sedang dingin. Sebab, saat matahari bersinar langsung ke kaca, maka kaca menjadi panas dan sabun mengering sangat cepat, yang pada akhirnya menimbulkan goresan,” ucap Scott.

    Demikian cara membersihkan kaca di rumah dengan menggunakan sabun cuci piring. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bersihkan Dudukan Kloset Pakai Tisu Malah Bikin Tambah Kotor!



    Jakarta

    Tisu merupakan sejenis kertas tipis yang bisa digunakan untuk apa saja. Salah satunya adalah digunakan untuk membersihkan permukaan kloset yang basah.

    Budaya di Indonesia masih memakai shower kecil dan keran, bisa saja air berceceran hingga ke permukaan lubang kloset. Untuk membersihkan bagian tempat duduk toilet, biasanya memakai tisu karena tidak ada yang tahu air yang bercecer di sana itu air bersih atau sudah terkontaminasi dengan kotoran orang lain.

    Meskipun terlihat sangat membantu, ternyata menurut produsen penggunaan tisu untuk membersihkan permukaan kloset sangat tidak dianjurkan. Dilansir BBC, perusahaan produsen toilet asal Jepang, Toto mengungkapkan tisu dapat menimbulkan goresan. Hal ini disebabkan karena permukaan tisu tersebut dapat mengikis pelindung pada permukaan kloset.


    Dudukan kloset terbuat dari resin plastik yang juga rentan terhadap gesekan. Apabila dipegang, permukaan tisu memang lembut, tetapi debu atau partikel halus yang menempel pada tisu bisa menyebabkan goresan ketika diusap. Hal ini berlaku bagi tisu kering dan kain. Goresan tersebut bisa membuat lubang yang berpotensi sebagai tempat kotoran menempel, lama kelamaan permukaan kloset yang putih bisa berubah warna.

    Peringatan ini bukan hanya dilontarkan oleh perwakilan perusahaan produsen kloset, para ahli kebersihan juga menyampaikan hal yang sama. Mereka menyarankan lebih baik menggunakan kain lembut yang telah direndam dalam detergen atau air bersih biasa untuk membersihkan dudukan toilet daripada menggunakan tisu. Cara ini lebih aman, dapat membersihkan dudukan toilet, dan tidak menimbulkan goresan pada dudukan toilet.

    Selain melarang penggunaan tisu, penggunaan bahan pengencer, penggosok nilon atau logam, atau bahan abrasif lainnya juga berpotensi merusak permukaan dudukan toilet.

    Toto berkomitmen, akan membuat inovasi baru dengan membuat kloset dari material yang lebih aman sehingga jika ada penggunanya yang tetap menggunakan tisu tidak akan mempengaruhi kualitas permukaan kloset.

    Di luar itu, ada larangan lain saat berada di toilet. Menurut laporan dari NDTV, para ahli juga melarang seseorang terlalu lama duduk di kloset, terutama sembari membawa ponsel. Hal tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

    Posisi duduk di toilet merupakan posisi tubuh yang tidak baik. Gravitasi tidak hanya membuat manusia tetap berada di bumi, tetapi juga membuat tubuh bekerja lebih keras untuk memompa darah kembali ke jantung. Dudukan toilet yang berbentuk oval menjaga posisi rektum lebih rendah dibandingkan kursi biasa sehingga gravitasi menambah tekanan pada dasar panggul.

    Itulah penjelasan mengapa permukaan kloset tidak boleh dibersihkan memakai tisu, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Jitu Bersihkan Noda Cat Dinding yang Menempel pada Logam-Kayu


    Jakarta

    Saat mengecat dinding, pasti ada beberapa noda yang berserakan dan menempel di benda lain. Masalahnya, cat yang sudah menempel tersebut biasanya tidak bisa hilang jika hanya dibersihkan dengan air.

    Apabila digosok atau ditarik, justru dapat menimbulkan masalah baru, yakni permukaan benda rusak atau muncul goresan. Lantas, bagaimana cara membersihkannya?

    Dilansir This Old House, cara membersihkan cat yang menempel sembarangan berbeda-beda tergantung pada jenis material bendanya, misalnya logam, kain, atau beton. Berikut tips membersihkan cat dinding yang menempel sembarangan berdasarkan material tempatnya menempel.


    Cara Bersihkan Noda Cat Dinding

    1. Logam

    Material logam biasanya dipakai pada jendela, pintu, lemari, meja, hingga tangga. Untuk menghilangkan cat kering bisa dengan tiga proses, yakni penggunaan bahan kimia, pengamplasan, dan panas. Pengamplasan adalah solusi yang cepat dan mudah, tetapi apabila logam tersebut rapuh, bisa menggunakan bahan kimia seperti thinner untuk noda cat minyak dan cat kering.

    Cara menggunakannya pakai sedikit bahan kimia tersebut, lalu diamkan selama 5 menit, bersihkan dengan kain atau gosok sebentar permukaannya. Untuk metode penghilangan noda cat dengan panas harus dilakukan oleh ahli karena memiliki alat khusus.

    2. Karpet

    Saat mengecat dinding, seharusnya material berbahan kain disimpan jauh-jauh karena cat dapat dengan cepat mengering. Apabila sudah terlanjur menempel, siram karpet menggunakan air panas yang telah dicampur sabun cuci piring.

    Pastikan larutan tersebut terserap dan tunggu beberapa menit. Cek secara berkala hingga noda cat tersebut lunak dan mudah untuk dilepas.

    Jika cara tersebut tidak berhasil, coba ambil steamer genggam yang wujudnya seperti hair dryer. Arahkan alat itu ke noda cat tersebut sembari dikikis.

    3. Kayu

    Kayu sama seperti logam, cara membersihkan cat bisa memakai 3 cara yakni, bahan kimia, panas, atau pengamplasan. Jika memilih bahan kimia, oleskan bahan kimia tersebut dan diamkan selama beberapa menit. Kikis perlahan dengan pisau dempul atau pengikis cat.

    Kalau ingin mengampelas cat dari permukaan yang luas, gosok dengan hati-hati agar permukaan kayu tidak rusak atau tergores.

    Untuk cara dipanaskan bisa memakai heat gun. Namun, sebaiknya dilakukan oleh orang yang berpengalaman karena kayu mudah terbakar. Khawatirnya bukan membersihkan cat, melainkan merusak barang tersebut.

    4. Kaca

    Material kaca paling mudah dibersihkan karena bisa minim goresan juga. Caranya bisa dengan menggunakan silet atau benda tajam dengan sudut 45 derajat. Saat mengikisnya harus hati-hati, jangan terlalu menekan atau terlalu cepat menggosoknya. Sebelum digosok, bisa oleskan area noda dengan campuran air hangat dan cuka, lalu gosok dengan spons non-abrasif.

    5. Beton

    Cara membersihkan noda cat di beton bisa menggunakan sikat berbulu kaku. Sebelum itu, beton bisa diberikan cairan pembersih kimia dan tunggu beberapa menit sebelum disikat.

    6. Plastik

    Saat membersihkan noda cat dari plastik sebaiknya hindari penggunaan bahan kimia karena bisa membuatnya meleleh. Lebih baik gunakan pengikis plastik atau pisau dempul untuk mengikis cat secara perlahan. Sebelum itu, tuang minyak sayur, alkohol, atau aseton untuk mempermudah pengikisannya.

    Itulah beberapa cara untuk menghilangkan noda cat pada beberapa material, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Rahasia Hilangkan Goresan di Lantai Keramik, Cuma Butuh Soda Kue!


    Jakarta

    Rumah modern masa kini banyak yang menggunakan keramik pada lantainya. Beberapa orang menggunakan keramik granit yang diklaim tahan goresan, lalu ada juga yang memilih keramik marmer agar terlihat elegan.

    Seiring waktu, keramik lantai bisa tergores sehingga menimbulkan bekas garis hitam. Kondisi ini membuat lantai jadi tidak menarik dipandang sekaligus mengurangi nilai estetika.

    Kalau menemukan ada lantai keramik yang tergores, jangan panik dan khawatir. Tidak perlu repot-repot mengganti keramik dengan yang baru karena goresan di lantai masih bisa diatasi dengan soda kue.


    Bagaimana cara menghilangkan goresan di keramik lantai dengan soda kue? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Atasi Goresan di Keramik Lantai

    Selain digunakan sebagai bahan untuk memasak, soda kue ternyata juga bisa digunakan untuk mengatasi goresan di keramik lantai, lho.

    Dilansir situs Simpolo, sifat abrasif pada soda kue ternyata mampu menghilangkan goresan yang muncul di keramik lantai. Agar lebih efektif, soda kue perlu dicampur dengan air agar menghasilkan pasta.

    Sebagai catatan, hanya goresan kecil dan halus saja yang bisa dihilangkan dengan soda kue. Agar tidak salah, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Tuang 3-4 sendok soda kue ke dalam wadah
    2. Tambahkan air secukupnya ke dalam wadah, lalu aduk hingga merata
    3. Terus aduk sampai soda kue dan air membentuk pasta kental
    4. Gunakan kain lembut atau spons untuk mengoleskan pasta ke area keramik lantai yang tergores
    5. Gosok keramik lantai secara perlahan
    6. Setelah itu, diamkan selama 10-15 menit agar soda kue membantu menghilangkan goresan di keramik
    7. Jika sudah, lap soda kue dengan kain halus
    8. Bilas keramik lantai dengan air bersih.

    Segera cek keramik lantai usai dibersihkan. Jika masih ditemukan ada goresan halus, ulangi langkah-langkah di atas secara perlahan.

    Cara Atasi Goresan Cukup Dalam di Keramik Lantai

    Apabila goresan yang muncul di keramik lantai cukup dalam, kamu bisa menggunakan cuka putih dan minyak zaitun untuk menghilangkannya. Dikutip dari Orient Bell, berikut langkah-langkahnya:

    1. Tuang cuka putih dan minyak zaitun ke dalam wadah dengan perbandingan 50:50
    2. Aduk cuka putih dan minyak sampai merata
    3. Teteskan larutan tersebut ke keramik lantai yang tergores
    4. Bersihkan dengan kain halus secara perlahan
    5. Diamkan selama 10-15 menit agar cuka putih dan minyak zaitun bereaksi terhadap goresan
    6. Jika sudah, lap keramik lantai dengan kain bersih.

    Kalau masih menemukan goresan di keramik lantai, ulangi kembali langkah-langkah di atas secara perlahan. Kalau goresan sulit hilang, kamu bisa menggunakan cairan khusus yang mengandung bahan kimia dan formula tertentu.

    Itulah cara mengatasi goresan di keramik lantai hanya dengan soda kue. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kebiasaan Buruk yang Sering Dilakukan Saat Bebersih Rumah, Jangan Diulangi!


    Jakarta

    Membersihkan rumah merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara rutin. Tak hanya menyapu dan mengepel lantai, tapi juga membersihkan jendela hingga meja dapur.

    Namun, tak semua orang melakukan kegiatan bersih-bersih rumah dengan teknik yang benar. Misalnya, membersihkan cermin di kamar dengan cara menyemprotkan langsung cairan pembersih ke cermin.

    Meski tujuannya untuk membersihkan debu dan kotoran, tapi jika tekniknya salah malah justru bisa merusak permukaan kaca. Alih-alih cermin terlihat kinclong, tapi justru tambah kusam dan muncul goresan halus.


    Agar perabotan di rumah tidak rusak saat dibersihkan, penting untuk mengetahui teknik membersihkannya yang benar. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Kebiasaan Buruk yang Sering Dilakukan saat Bebersih Rumah

    Menurut pakar kebersihan, banyak orang yang belum tahu teknik yang tepat dalam membersihkan rumah. Dikutip dari Good Housekeeping, berikut sejumlah kebiasaan buruk saat bebersih rumah yang masih sering dilakukan:

    1. Membersihkan Lantai Kayu Pakai Pel Basah

    Pakar kebersihan dari Good Housekeeping Institute Carolyn Forte menyebut masih banyak yang membersihkan lantai kayu dengan kain pel basah. Padahal, terlalu banyak air dapat menyebabkan kayu cepat rusak hingga berubah warna.

    “Hal terburuk dalam mengepel lantai kayu adalah membiarkan air menggenang di lantai. Hal ini bisa menyebabkan pertumbuhan jamur,” kata Forte.

    Cara yang benar adalah menggunakan pel microfiber lembap atau kain pel dengan semprotan. Cara ini lebih efektif untuk membersihkan debu dan kotoran di lantai kayu tanpa merusaknya.

    2. Semprot Cairan Pembersih Langsung ke Cermin

    Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang adalah menyemprotkan langsung cairan pembersih ke cermin. Forte menilai cara ini kurang efektif karena cairan pembersih dapat menetes ke bawah dengan cepat dan ikut membawa debu yang menempel. Alhasil, kaca akan tetap kotor meski sudah dibersihkan.

    Untuk membersihkan cermin tanpa menimbulkan goresan, semprotkan cairan pembersih ke kain. Setelah itu, baru membersihkan cermin dengan gerakan membentuk huruf ‘S’ dari atas ke bawah.

    3. Produk Stainless Steel

    Ada banyak peralatan rumah tangga yang terbuat dari material stainless steel. Jika dibersihkan secara asal maka bisa muncul goresan pada perabotan tersebut.

    Untuk mencegah hal itu terjadi, Forte menyarankan untuk memakai cairan pembersih khusus untuk produk stainless steel.

    “Untuk menghindari goresan, gunakan pembersih yang dibuat khusus untuk membersihkan stainless steel. Pakai kain microfiber dan bersihkan perlahan,” paparnya.

    4. Membersihkan Jendela Saat Siang

    Forte menyebut ada satu kesalahan yang sering dilakukan saat membersihkan jendela dan pintu kaca, yakni dibersihkan ketika cuaca sedang cerah. Ia menyarankan untuk melakukan kegiatan ini saat cuaca cenderung mendung.

    “Membersihkan jendela dan pintu kaca di bawah terik matahari menyebabkan cairan akan mengering dengan cepat sebelum Anda sempat mengelapnya, sehingga meninggalkan goresan yang sulit dihilangkan,” ujarnya.

    5. Pakai Bahan Kimia Keras Saat Bersihkan Meja Dapur dari Batu Alam

    Hindari penggunaan bahan kimia keras saat membersihkan meja dapur dari batu alam, seperti penggunaan cairan pemutih. Selain itu, hindari juga penggunaan pembersih yang mengandung asam tinggi, seperti cuka atau air perasan lemon.

    Sebab, meja dapur yang terbuat dari batu alam akan mudah rusak dan permukaannya dapat terkikis jika menggunakan bahan-bahan tersebut. Dianjurkan memakai cairan pembersih khusus dengan pH netral.

    Itulah lima kebiasaan salah yang ternyata masih sering dilakukan banyak orang saat bersih-bersih rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Bisa Asal, Ini Cara Bersihkan Layar TV dengan Benar


    Jakarta

    Dari sekian banyak barang elektronik di rumah, TV merupakan salah satu yang perlu dijaga kebersihannya secara rutin. Sebab, debu dan kotoran sering menempel di layar dan bagian atas TV.

    Layar TV yang sudah berdebu tentu bikin tidak nyaman. Selain mengurangi kenyamanan saat menonton, layar TV yang penuh debu bisa memicu gangguan kesehatan jika terhirup ke dalam tubuh.

    Namun, membersihkan layar TV juga tidak bisa sembarangan. Jika dilakukan secara asal justru malah bikin rusak. Alhasil, TV kesayanganmu malah harus diservis karena tidak bisa menyala.


    Ingin tahu cara membersihkan layar TV dengan aman dan benar? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Bersihkan Layar TV dengan Benar

    Membersihkan layar TV sebenarnya sangat mudah dan cepat, tapi harus dilakukan dengan benar. Kalau tidak, TV justru bisa rusak karena kemasukan air.

    Dikutip dari situs Real Simple, berikut cara membersihkan layar TV dengan benar:

    1. Matikan TV

    Langkah yang pertama adalah dengan mematikan TV terlebih dahulu. Pastikan TV sudah dicabut dari stopkontak sehingga tidak ada aliran listrik.

    Cara ini dilakukan demi menghindari TV rusak akibat terkena air. Di sisi lain, kamu juga terhindar dari sengatan arus listrik saat membersihkan layar TV.

    2. Lap Layar TV dengan Kain Lembut

    Bersihkan layar TV hanya dengan menggunakan kain lembut, seperti kain microfiber. Kain ini direkomendasikan untuk membersihkan layar karena bahannya lembut dan tidak menimbulkan goresan halus.

    Lakukan secara perlahan dengan mengelap layar TV dari bagian atas, lalu perlahan hingga ke bawah. Lap juga bagian sisi samping, atas, dan bawah TV karena debu sering menumpuk di area tersebut.

    Perlu diingat, hindari menyemprotkan air ke layar TV secara langsung. Sebab, layar TV berisiko mengalami kerusakan akibat terkena cipratan air.

    3. Lap Layar TV dengan Kain Basah

    Mengelap layar TV dengan kain microfiber memang bisa mengangkat debu, tapi cukup sulit untuk menghilangkan noda minyak atau kotoran yang menempel. Salah satu solusinya adalah menggunakan kain basah.

    Namun, cara ini juga harus dilakukan secara hati-hati. Pastikan yang dibasahi adalah kain microfiber, bukan menyemprotkan air secara langsung ke layar TV.

    Selain itu, siapkan juga satu kain microfiber kering. Fungsinya untuk mengelap layar TV agar air tidak masuk ke dalam komponen TV.

    Pastikan kain microfiber yang digunakan tidak terlalu basah. Peras kain hingga agak kering, baru setelah itu mengelap layar TV dengan perlahan.

    4. Hilangkan Goresan Halus dengan Air Suling

    Jika menemukan ada goresan halus di layar TV setelah dibersihkan, kamu bisa menggunakan air suling. Sebab, air ini tidak mengandung kotoran atau mineral seperti kalsium atau zat besi, sehingga tidak meninggalkan residu.

    Caranya dengan membasahi kain microfiber dengan air suling, lalu peras hingga cukup kering. Setelah itu, usap layar TV secara perlahan dari atas ke bawah. Jika sudah, lap layar TV dengan kain microfiber kering.

    Kalau masih ada goresan, basahi kain microfiber dengan 1/2 cangkir air suling dan 1/2 cangkir cuka. Peras kain hingga agak kering, lalu ulangi proses pembersihan di atas secara perlahan.

    Demikian cara membersihkan layar TV dengan aman dan benar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bersihkan Nat Keramik Bisa Pakai Soda Kue, Caranya Gampang Banget!


    Jakarta

    Nat keramik merupakan bahan pengisi yang digunakan untuk mengisi celah antar keramik. Fungsi utamanya untuk mencegah air dan debu masuk ke celah keramik.

    Namun, nat keramik lantai akan kotor karena terjadi penumpukan kotoran dan debu yang sulit dibersihkan. Kalau jarang dibersihkan maka bisa mengganggu estetika keramik lantai maupun dinding.

    Maka dari itu, penting untuk membersihkan nat keramik secara berkala. Selain menggunakan produk pembersih yang dijual di pasaran, kamu juga bisa pakai bahan alami seperti soda kue.


    Ingin tahu cara membersihkan nat keramik dengan cepat dan mudah menggunakan soda kue? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Bersihkan Nat Keramik dengan Soda Kue

    Nat keramik perlu dirawat dan dibersihkan secara berkala. Biasanya, nat keramik dibersihkan menggunakan cairan pembersih khusus, tetapi jika terlalu banyak bisa menimbulkan kerusakan pada keramik akibat efek bahan kimia.

    Dilansir dari situs Real Simple, Minggu (23/11/2025), cara lain untuk membersihkan nat keramik yakni menggunakan soda kue. Bahan ini dinilai lebih aman sekaligus tidak menimbulkan kerusakan yang parah pada keramik.

    Sebab, soda kue memiliki sifat abrasif sehingga dapat mengangkat kotoran yang menempel. Agar lebih efektif mengangkat kotoran dan noda di nat keramik, soda kue perlu dibuat semacam pasta.

    Simak langkah-langkah di bawah ini untuk membersihkan nat keramik menggunakan soda kue:

    1. Buat Pasta Soda Kue

    Langkah pertama adalah dengan membuat soda kue. Caranya dengan menuangkan 4-5 sendok makan soda kue ke dalam wadah, lalu tuang air secukupnya. Setelah itu, aduk sampai membentuk pasta.

    2. Oleskan ke Nat Keramik

    Kemudian oleskan pasta soda kue ke nat keramik yang kotor dan banyak noda. Oleskan secara merata agar ampuh membersihkan kotoran yang menempel.

    3. Diamkan Selama 10 Menit

    Setelah itu, diamkan pasta soda kue yang sudah dioleskan ke nat keramik selama 10-15 menit agar bereaksi terhadap kotoran.

    4. Sikat Nat Keramik

    Siapkan sikat gigi bekas atau sikat yang berbulu halus untuk menyikat nat keramik. Lakukan secara perlahan agar tidak menimbulkan goresan halus pada keramik.

    5. Bilas dengan Air

    Usai menyikat nat keramik, segera dibilas dengan air bersih. Setelah itu, lap dengan kain microfiber agar cepat kering.

    Apabila masih menemukan sisa noda di nat keramik lantai, ulangi langkah-langkah di atas. Jika soda kue masih belum ampuh mengangkat noda membandel, cobalah menggunakan cairan pembersih khusus nat.

    Sebagai pengingat, hindari penggunaan pemutih untuk membersihkan nat keramik lantai. Cairan ini bisa merusak jenis keramik tertentu sehingga tidak disarankan untuk dipakai.

    Demikian cara mudah bersihkan nat keramik lantai dengan soda kue. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com