Tag: hadits

  • Doa Pembuka Acara Versi Pendek dan Panjang


    Jakarta

    Sebelum memulai acara biasanya selalu ada doa yang dipanjatkan. Hal itu dilakukan sebagai permintaan kepada Allah SWT untuk meminta kelancaran.

    Salah satu doa yang bisa dipakai terletak dalam Al-Qur’an. Doa pembuka acara ini adalah potongan ayat dalam surah Al A’raf.

    Mengutip buku Para Nabi dan Rasul karya Nurul Huda, berikut doa pembuka acara yang bisa diamalkan.


    Doa Pembuka Acara Versi Pendek

    … الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَننَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِهْتَدِى لَوْلَا أَنْ هَدَيْنَا اللَّهُ …

    Arab Latin: “Alḥamdu lillāhil-lażī hadānā lihāżā, wa mā kunnā linahtadiya lau lā an hadānallāh”

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.”

    Doa Pembuka Acara Versi Panjang

    Doa ini sering kita dengar sebagai bacaan pengantar khutbah. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa, doa ini dapat dibaca saat ada hajat, melakukan akad nikah, membuka pengajian/majelis, atau menyampaikan khutbah Jumat. (HR Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majad, dan Nasa’i)

    إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . أَمَّا بَعْدُ

    Arab Latin: “Innal hamdalillaah, nahmaduhuu, wa nasta’iinuhu, wa nastagh-firuh. Wa na’uudzu billaahi min syuruuri anfusinaa, wa min sayyi-aati a’maalinaa. Man yahdihillaahu falaa mudhilla lah, wa man yudh-lil falaa haadiya lah. Wa asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Ammaa ba’du.”

    Artinya: “Segala puji hanya kepada Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan kejelekan amal perbuatan kita. Barang siapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.”

    Doa Penutup Acara

    Setelah selesai acara atau majelis, sebaiknya ditutup juga dengan sebuah doa. Doa ini dipanjatkan untuk meminta maaf dari kekhilafan selama acara.

    Doa tersebut adalah sebagai berikut:

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.

    Arab Latin: “Subhaanakallaahumma wa bi-ḥamdika, asyhadu allaa Ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilayka.”

    Artinya: “Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah (Yang berhak disembah) kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertobat kepada-Mu.”

    Penjelasan dari doa penutup majelis ini adalah berdasarkan sebuah hadits. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang duduk di suatu majelis dan di dalamnya terdapat banyak perkataan yang hampa dan tidak berguna, kemudian ia membaca doa ini, maka keburukan yang ia lakukan di majelis tersebut diampuni.” (HR Tirmidzi)

    (hnh/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Urutan Doa Ziarah Kubur dengan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Ziarah kubur adalah salah satu bentuk mendoakan orang yang sudah meninggal. Ada sejumlah urutan doa ziarah kubur yang bisa diamalkan muslim.

    Dikutip dari buku Menelisik Hakikat Silaturahim tulisan Prof Dr KH Nasaruddin Umar, dijelaskan bahwa walaupun seseorang telah meninggal dunia, itu bukanlah penghalang untuk tetap menjalin silaturahmi. Mengunjungi makam orang tua yang telah wafat dan mendoakan mereka adalah salah satu cara untuk bersilaturahmi dengan mereka.

    Doa yang kita panjatkan akan memberikan manfaat bagi mereka di akhirat. Rasulullah SAW bahkan telah memerintahkan umatnya untuk menziarahi kerabat yang telah meninggal dunia dengan mendatangi makam mereka.


    قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِي زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِهِ فَرُوْرُوْهَا فَإِنَّهَا تُذَكَّرُ الْآخِرَةَ

    Artinya: “Aku telah melarang kalian ziarah kubur, dan telah diizinkan bagi Muhammad untuk menziarahi makam ibunya, maka kalian berziarahlah ke kubur, karena ziarah kubur mengingatkan pada akhirat.” (HR Tirmidzi)

    Urutan Doa Ziarah Kubur

    1. Membaca salam

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

    Arab Latin: “Assalamu’alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun”

    Artinya : “Assalamuallaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.”

    2. Membaca istighfar

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Arab Latin: “Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi”

    Artinya : “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

    3. Membaca surat Al Fatihah

    4. Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas

    5. Membaca kalimat tahlil

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ

    Arab Latin: “Laailaaha Illallah”

    Artinya : “Tiada Tuhan selain Allah.”

    6. Membaca doa ziarah kubur

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

    الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

    Arab Latin: “Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.

    Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.”

    Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.”

    “Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR Muslim)

    Doa Ziarah Kubur Pendek

    Dikutip dari buku Pintar Doa untuk Anak karya Abu Ezza menjelaskan mengenai doa dan adab saat ziarah kubur, terdapat doa ziarah kubur pendek sebagai berikut.

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيار منَ الْمُؤْمِنِينَ والمُسلمين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون تَسْأَلُ الله لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِية

    Arab Latin: “Assalaamu’alaikum ahlad diyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun, nas’alullaaha lanaa wa lakumul’aafiyah”

    Artinya: “Keselamatan semoga tetap tercurahkan kepada para penghuni kubur dari golongan orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan sesungguhnya Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kamu dan untuk kalian semua.” (HR Ibnu Majah)

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa sesudah Makan dan Artinya, Lengkap dengan Adabnya


    Jakarta

    Berdoa atas sesuatu, khususnya, kenikmatan menyantap makanan adalah bentuk syukur kita atas karunia Allah SWT. Bacaan lengkap doa sesudah makan dan artinya dapat disimak pada ulasan berikut.

    Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an yakni surah Al Baqarah ayat 172,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik yang Kami anugerahkan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya.”

    Dalam hadits dari Mu’adz bin Anas RA juga disebutkan keutamaan membaca doa sesudah makan. Rasulullah SAW bersabda, mereka yang mengamalkan doa tersebut akan diampuni dosanya yang lalu.

    “Siapa yang makan suatu makanan kemudian berdoa: اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا الطَّعَامَ وَرَزَقْنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلً مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ (Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dengan makanan ini dan menjadikannya rezeki untukku, tanpa daya dan kekuatan dariku). Maka akan diampuni dosanya yang terdahulu.” (HR Abu Daud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi)

    Selain doa tersebut, ada doa lainnya yang dapat diamalkan muslim bersumber dari Kitab Super Lengkap Panduan Belajar Shalat Doa & Zikir tulisan Ustaz A Shilihin As Suhaili. Berikut bacaannya.

    Doa sesudah Makan dan Artinya

    الْحَمْدُ للهِ الَّذِئ أَطْعَمَنَا وَسَقَنَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِينَ

    Arab Latin: “Alhamdulillaahil ladzi ath’amanaa wa saqoona wa ja’alanaa muslimiina,”

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah memberikan makan dan minum kepada kami, serta menjadikan kami dari golongan orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”

    Doa di atas diabadikan oleh At-Tirmidzi dalam kitab Sunan-nya yang diriwayatkan dari Abu Sa’id. Dengan doa tersebut, diharapkan rezeki senantiasa ditambah dan dibukakan kembali celah-celah sumber rezekinya.

    Setelah membaca doa tersebut, Rasulullah SAW mengajarkan untuk bersyukur atas nikmat makanan yang dia peroleh. Rasa syukur ini membuat seseorang tidak menganggap bahwa apa yang ia makan adalah atas usaha dirinya sendiri, melainkan pemberian Allah SWT.

    Selain doa sesudah makan, muslim sebaiknya juga jangan melupakan untuk membaca doa sebelum makan. Masih dikutip dari buku yang sama, berikut ini adalah doa sebelum makan.

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَافِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab Latin: “Allahumma baarik lanaa fii maa rozaqta- naa wa qinaa ‘adzaabannaari,”

    Artinya: “Wahai Tuhanku berkahilah rizqi yang telah Engkau limpahkan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

    Adab sesudah Makan

    Sesudah makan dan mengucapkan doa penutup makanan, kita diajarkan untuk tidak segera meninggalkan tempat begitu saja setelah hidangan habis. Dalam riwayat dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW menyampaikan,

    “Jika seseorang tidur dengan masih terdapat sisa makanan di tangannya dan ia terganggu oleh suatu hal, maka ia sebaiknya tidak menyalahkan orang lain. Lebih baik ia menyalahkan dirinya sendiri.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

    Selaras dengan apa yang dijelaskan dalam buku 100 Doa Harian untuk Anak tulisan Nurul Ihsan, selain nasihat dari Rasulullah di atas, terdapat beberapa adab setelah makan yang perlu diingat.

    • Mengucapkan hamdalah (pujian kepada Allah) sebagai ungkapan rasa syukur
    • Mengucapkan rasa syukur dan berdoa kepada Allah atas nikmat makanan yang telah diberikan
    • Mencuci tangan setelah makan
    • Merapikan dan membersihkan peralatan serta sisa makanan yang tersisa
    • Tidak segera melakukan aktivitas seperti tidur, mandi, atau bekerja setelah makan

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan sesudah Sholat Dhuha untuk Memohon Rezeki


    Jakarta

    Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang bisa dilaksanakan setiap waktu dhuha. Selain dari sholat dhuha itu sendiri, ternyata terdapat bacaan sesudah sholat yang bisa diamalkan.

    Secara umum, tujuan utama dari sholat ini adalah untuk berdoa mendapatkan rezeki dari Allah SWT sekaligus sebagai amalan pembuka hari. Menurut buku Keberkahan Sholat Dhuha: Memperoleh Rezeki Sepanjang Hari dan Doa-Doa untuk Membuka Rezeki oleh Ustadz Arif Rahman, ada beberapa hadits Rasulullah SAW yang menyinggung mengenai keutamaan sholat dhuha.

    Salah satu hadits Rasulullah SAW yang berkaitan dengan sholat dhuha berbunyi, “Siapa pun yang menunaikan sholat dhuha sebanyak 12 rakaat, Allah akan menganugerahinya sebuah istana di surga.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)


    Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang dengan tekun melaksanakan sholat dhuha, dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah, bahkan jika dosa-dosanya sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

    Bacaan sesudah Sholat Dhuha dan Artinya

    Setelah menyelesaikan sholat dhuha, alangkah baiknya bila dilanjutkan dengan memperbanyak amalan sholeh, seperti mengingat Allah (dzikir), mengucapkan pujian (tahmid), atau memanjatkan permohonan kepada Allah SWT melalui doa.

    Dikutip dari buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah tulisan Ustadz Arif Rahman, berikut bacaan doa sholat dhuha yang bisa diamalkan muslim beserta artinya.

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

    Arab Latin: “Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.”

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu.”

    Kemudian lanjutkan dengan doa berikut untuk mengharapkan rezeki yang halal dan berkah,

    اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

    Artinya: “Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa untuk Pengantin, Dibaca agar Rumah Tangga Penuh Berkah


    Jakarta

    Pernikahan termasuk ke dalam ibadah yang dianjurkan sekaligus sunnah Nabi SAW. Anjuran menikah disebutkan dalam surat An Nur ayat 32 yang berbunyi, (https://www.detik.com/hikmah/quran-online/an-nur)

    وَأَنكِحُوا۟ ٱلْأَيَٰمَىٰ مِنكُمْ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا۟ فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

    Artinya: “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui,”


    Berkaitan dengan itu, ada doa yang dapat dipanjatkan oleh pengantin. Doa dibaca agar pasangan bisa menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh keberkahan.

    Kumpulan Doa untuk Pengantin

    Mengutip dari buku Doa dan Zikir Makbul susunan Abu Hurairah Abdul Salam dan buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi’ karya Imam an-Nawawi, berikut sejumlah doa yang bisa dipanjatkan untuk pengantin.

    1. Doa untuk Pengantin

    بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Arab latin: Baarokalaahu laka wabaaroka ‘alaika wajama’a bainakumaa fii khoirin.

    Artinya: “Semoga Allah Memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, dan semoga Allah menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.”

    2. Doa yang Dibaca oleh Pengantin Pria

    Setelah akad nikah, pengantin pria bisa membaca doa berikut.

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا

    Arab latin: Allaahumma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa jabaltahaa ‘alaihi, wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa ‘alaihi

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau tentukan kepadanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan dari keburukan yang Engkau tentukan kepadanya.”

    3. Doa Memohon Berkah bagi Pengantin

    Selanjutnya adalah doa memohon berkah sekaligus menggapai ridha Allah SWT bagi pengantin. Doa ini termaktub dalam surah Al Mumtahanah ayat 12 yang berbunyi, https://www.detik.com/hikmah/quran-online/al-mumtahanah

    يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا جَاۤءَكَ الْمُؤْمِنٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلٰٓى اَنْ لَّا يُشْرِكْنَ بِاللّٰهِ شَيْـًٔا وَّلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِيْنَ وَلَا يَقْتُلْنَ اَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِيْنَ بِبُهْتَانٍ يَّفْتَرِيْنَهٗ بَيْنَ اَيْدِيْهِنَّ وَاَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِيْنَكَ فِيْ مَعْرُوْفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

    Arab latin: Yā ayyuhan-nabiyyu iżā jā`akal-mu`minātu yubāyi’naka ‘alā al lā yusyrikna billāhi syai`aw wa lā yasriqna wa lā yaznīna wa lā yaqtulna aulādahunna wa lā ya`tīna bibuhtāniy yaftarīnahụ baina aidīhinna wa arjulihinna wa lā ya’ṣīnaka fī ma’rụfin fa bāyi’hunna wastagfir lahunnallāh, innallāha gafụrur raḥīm

    Artinya: “Wahai Nabi, apabila perempuan-perempuan mukmin datang kepadamu untuk mengadakan baiat (janji setia) bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, terimalah baiat mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    4. Doa untuk Pengantin dari Rasulullah

    Mengutip riwayat dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW mendoakan untuk pengantin yang baru menikah sebagai berikut.

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR Abu Dawud)

    5. Doa untuk Pengantin agar Memiliki Rumah Tangga yang Baik

    Doa untuk pengantin selanjutnya dapat dipanjatkan agar rumah tangga yang ditempuh berjalan dengan baik. Doa ini tercantum dalam surat Ar Rum ayat 21. https://www.detik.com/hikmah/quran-online/ar-rum

    وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

    Arab latin: Wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunū ilaihā wa ja’ala bainakum mawaddataw wa raḥmah, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn

    Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Rasulullah Tobat 100 Kali Sehari, Begini Istighfar yang Beliau Baca


    Jakarta

    Rasulullah SAW memiliki sifat maksum atau terhindar dari perbuatan dosa. Meski demikian, beliau tetap bertobat dan meminta ampun kepada Allah SWT setiap harinya.

    Ibnu Qayyim al-Jauziyyah mengatakan dalam kitab At-Taubah Wa al-Inabah, Rasulullah SAW bertobat dan meminta ampun sebanyak 70 atau 100 kali sehari. Dalam hadits beliau bersabda,

    “Hai manusia, bertobatlah kepada Allah. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.”


    Sementara itu, dalam hadits lain sebagaimana dinukil Ibnu Jauzi dalam kitab Al Wafa, Ibnu Umar RA pernah mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Wahai manusia bertobatlah kepada Tuhanmu, karena saya bertobat kepada-Nya seratus kali dalam sehari.” (HR Abu Ashim dan Az-Zabidi)

    Bacaan Istighfar Rasulullah

    Dalam Sunan Abi Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah melalui hadits yang berasal dari Ibnu Umar RA dikatakan, setiap harinya Rasulullah SAW bertobat dan membaca istighfar berikut sebanyak 100 kali,

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

    Arab latin: Raabbighfir lii watub ‘alayya, innaka antat tawwaabur rahiim

    Artinya: “Ya Allah Tuhanku, ampunilah aku dan berikanlah tobat atasku, sungguh Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Pengasih.”

    Imam at-Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan. Hadits tersebut turut diriwayatkan Al-Qurthubi, Asy-Suyuthi, dan Abu Nu’aim.

    Sa’id bin Abi Burdah turut meriwayatkan dari bapaknya dari kakeknya yang mengatakan, “Kami kedatangan Rasulullah ketika kami sedang duduk-duduk. Beliau langsung bersabda, ‘Aku tidak pernah bangun pagi kecuali aku beristighfar seratus kali.” (HR Muslim, As-Suyuthi)

    Tobatnya Umat Islam Lebih Cepat Diterima dan Mudah Dilakukan

    Tobatnya umat Nabi Muhammad SAW lebih sempurna dari umat-umat yang lain, lebih cepat diterima, dan lebih mudah dilakukan, sebagaimana dikatakan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Jami’ as-Sirah.

    Diketahui, tobatnya umat nabi terdahulu dilakukan dengan proses yang sulit. Contohnya tobat yang dilakukan sekelompok orang dari bani Israil yang menyembah sapi dilakukan dengan cara dibunuh saudaranya yang tidak ikut melakukan dosa itu.

    “Apabila demikian halnya umat bani Israil, maka umat Islam–karena karamah yang dianugerahkan Allah–diperintahkan bertobat dengan cara menyesali dan berhenti melakukan perbuatan dosa yang pernah dilakukannya,” jelas Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.

    (kri/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Setan Ikut Santap Makanan yang Tak Dibacakan Basmalah, Ini Haditsnya



    Jakarta

    Rasulullah SAW mengajarkan untuk membaca basmalah dalam memulai setiap aktivitas, termasuk saat hendak makan. Ada sebuah hadits yang menyebut, setan akan ikut menyantap makanan yang tidak dibacakan basmalah.

    Hadits yang menyebut bahwa setan akan ikut makan makanan yang tidak dibacakan basmalah ini termuat dalam Shahih Muslim. Imam Muslim meriwayatkannya dari Hudzaifah, ia berkata,

    “Jika kami menghadiri jamuan makan bersama Nabi SAW maka kami tidak menjamah makanan sebelum Rasulullah mengawali dan menjamah makanan. Suatu kali, kami menghadiri jamuan makan bersama beliau lalu datanglah seorang budak perempuan yang seolah-olah didorong. Ia hendak menjamah makanan maka Rasulullah menahan tangan budak tersebut. Selanjutnya, datang seorang laki-laki badui yang seolah-olah didorong maka beliau menahan tangan badui ini. Lantas beliau bersabda,


    ‘Sesungguhnya, setan itu menghalalkan makanan yang tidak disebut asma Allah atasnya dan ia mendatangkan budak perempuan ini untuk menghalalkan makanan maka aku menahan tangannya. Selanjutnya, ia datangkan laki-laki badui ini untuk menghalalkan makanan maka aku pun menahan tangannya. Demi Tuhan yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya tangan setan bersentuhan dengan tanganku bersama tangan di budak perempuan.’” (HR Muslim)

    Dalam Syarah Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi dijelaskan, hadits tersebut mengandung dalil tentang amar ma’ruf dan nahi munkar. Beberapa anjuran yang terdapat dalam hadits tersebut di antaranya agar menjaga adab terhadap orang yang lebih tua, dianjurkan bersumpah untuk meneguhkan suatu urusan, dan dianjurkan mengajarkan adab makan dan minum dalam Islam kepada orang-orang.

    Umar Sulaiman Abdullah al-Asyqar menjelaskan dalam ‘Alam al-Mala’ikah al-Abrar & Alam al-Jinn wa asy-Syayathin, setan tidak menghalalkan makanan, kecuali yang dimakan oleh seseorang tanpa membaca asma Allah (basmalah). Jika ia menyebut nama Allah SWT, kata Umar Sulaiman Abdullah al-Asyqar, makanan tersebut menjadi haram bagi setan.

    Setan juga akan ikut makan dan minum bersama manusia yang makan atau minum menggunakan tangan kiri. Hal ini bersandar pada pada hadits yang termuat dalam Musnad Ahmad, Aisyah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Siapa yang makan dengan tangan kiri maka ia makan bersama setan. Siapa yang minum dengan tangan kiri maka setan minum bersamanya.” (HR Ahmad)

    Masih dalam Musnad Ahmad, terdapat riwayat yang berasal dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW melihat seorang laki-laki minum sambil berdiri.

    Beliau menegurnya, “Jangan!” Laki-laki itu bertanya, “Mengapa?” Beliau menjawab, “Apakah engkau senang jika kucing ikut minum bersamamu?” Ia menjawab, “Tidak.”

    Rasulullah bersabda, “Nah, sekarang telah minum bersamamu makhluk yang lebih buruk daripada kucing, yaitu setan.” (HR Ahmad)

    Kisah-kisah tentang setan ikut makan bersama manusia turut diceritakan dalam sejumlah hadits. Umayyah bin Makhsyi an-Shahabi RA berkata,

    وَكَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ جَالِسًا وَرَجُلٌ يَأْكُلُ فَلَمْ يُسم اللهَ حَتَّى لَمْ يَبْقَ مِنْ طَعَامِهِ لُقْمَةٌ. فَلَمَّا رَفَعَهَا إلى فيه، قَالَ: بسم الله أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، فَضَحك النَّبِيُّ ﷺ ثُمَّ قَالَ: «مَا زَالَ الشَّيْطَانُ يَأْكُلُ مَعَهُ فَلَمَّا ذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ اسْتَقَاءَ مَا فِي بَطْنِهِ

    Artinya: “Rasulullah SAW duduk, ada pada saat itu seorang laki-laki tanpa mengucapkan basmalah, sehingga makanannya tidak tertinggal kecuali sesuap saja. Setelah orang itu hendak menyuap makanan ke mulutnya, maka tiba-tiba ia mengucapkan. ‘Bimillaahi awwalahu wa aakhirahu (Dengan menyebut nama Allah di awal dan di akhirnya).’ Kemudian Nabi SAW tertawa dan bersabda, ‘Tidak henti-hentinya setan makan bersama orang itu. Tetapi setelah ia ingat untuk menyebut nama Allah, maka setan tersebut memuntahkan seluruh makanan yang ada dalam perutnya.’” (HR Abu Dawud dan an-Nasa’i dalam kitab as-Sunanul Kubraa)

    Dalam riwayat lain, Aisyah RA mengatakan,

    كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَأْكُلُ طَعَامًا فِي سِتَّةِ مِنْ أَصْحَابِهِ، فَجَاءَ أَعْرَابِيِّ، فَأَكَلَهُ بِلُقْمَتَيْنِ فَقَالَ رسُولُ ﷺ أَمَّا إِنَّهُ لَوْ سَمَّى لَكَفَاكُمْ

    Artinya: “Rasulullah SAW makan suatu makanan bersama enam sahabatnya. Lalu datang seorang badui, dan makan makanan itu dalam dua kali suap saja. Rasulullah SAW bersabda, ‘Seandainya orang ini membaca basmalah, maka makanan ini pasti cukup untuk kalian.’” (HR at-Tirmidzi dan ia mengatakan hadits ini hasan shahih)

    (kri/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa ketika Turun Hujan, Tergolong sebagai Waktu Mustajab


    Jakarta

    Hujan merupakan rahmat yang Allah SWT berikan kepada makhluk hidup. Rasulullah SAW dalam sejumlah riwayat bahkan membaca doa ketika hujan turun.

    Menurut buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku susunan Masriyah Amva, hujan adalah salah satu tanda atas kebesaran dan rahmat Allah SWT untuk semua makhluk-Nya yang ada di bumi. Ketika hujan turun, pikiran dan perasaan seseorang bisa mengalami perubahan seperti mengingat Tuhan, kebesaran-Nya, dan menjadi lebih banyak bersyukur.

    Bahkan waktu turunnya hujan dianggap mustajab. Imam Syafi’i dalam Kitab Al-Umm meriwayatkan sebuah hadits namun dengan sanad mursal bahwa turunnya hujan termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa, Rasulullah SAW bersabda,


    اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

    Artinya: “Carilah oleh kalian doa yang dikabulkan: di saat kedua pasukan bertemu (di jalan Allah), ketika sholat diiqamahkan, dan ketika hujan turun.”

    Berikut sejumlah doa yang dapat dibaca ketika hujan turun sebagaimana dinukil dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit susunan H Hamdan Hamedan dan arsip detikHikmah.

    Doa yang Bisa Dipanjatkan ketika Hujan

    1. Doa saat Turun Hujan

    اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

    Arab latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

    2. Doa setelah Hujan Turun

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    3. Doa ketika Hujan disertai Petir

    سُبْحاَنَ الَّذِي يُسْبِحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ والْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

    Artinya: “Maha Suci Allah, petir dan para malaikat memuji Allah dan menyucikan-Nya karena takut kepada-Nya.” (HR Imam Malik)

    4. Doa ketika Hujan Lebat

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

    5. Doa agar Hujan Berhenti

    اللَّهُمّحَوَالَيْنَاوَلَاعَلَيْنَا,اللَّهُمَّعَلَىالْآكَامِوَالْجِبَالِوَالظِّرَابِوَبُطُونِالْأَوْدِيَةِوَمَنَابِتِالشَّجَر

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari)

    Itulah sejumlah doa yang dapat dibaca ketika hujan. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Hujan Deras, Mencontoh Rasulullah SAW di Masa Kekeringan


    Jakarta

    Doa agar hujan deras bisa diamalkan bila hujan tak kunjung turun. Bacaan doanya dapat mencontoh dari Rasulullah SAW yang beberapa kali mengamalkannya.

    Dikutip dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya H. Hamdan Hamedan, dikisahkan dalam sebuah hadits, ada sekelompok orang yang datang sambil menangis kepada Rasulullah SAW. Mereka meminta beliau berkenan berdoa agar turun hujan.

    Setelahnya, Rasulullah SAW melafalkan sebuah doa dan hujan pun turun. Berikut ini adalah bacaan doa agar hujan deras yang dicontoh Rasulullah SAW.


    3 Versi Bacaan Doa agar Hujan Deras

    • Doa agar Hujan Deras Versi Pertama

    Menurut buku 5 Shalat Pembangun Jiwa karya Nasrudin Abd Rohim, terdapat beberapa doa yang dapat dipanjatkan untuk memohon turunnya hujan deras kepada Allah SWT. Salah satu doa tersebut adalah sebagai berikut,

    اَللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا سرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ

    Arab Latin: Allahummasqinaa ghoitsan mughiitsan mariyyan sarii’an naafi’an ghoiro dhoorrin, ‘aajilan ghoiro aajilin

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kepada kami hujan yang deras, yang membawa berkah, yang menyuburkan, bermanfaat, dan tidak membahayakan, yang datang dengan cepat dan tidak ditunda-tunda.”

    • Doa agar Hujan Deras Versi Kedua

    Selain itu, ada juga doa lain yang mengacu pada hadits Rasulullah SAW.

    اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

    Arab Latin: Allahumma agitsnaa, allahumma agitsnaa, allahumma agitsnaa

    “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”

    • Doa agar Hujan Deras Versi Ketiga

    اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

    Bacaan latin: Allahummasqi ‘ibaadaka wa bahaa-imika wansyur rohmataka wa ahyi baladakal mayyit

    Artinya: “Ya Allah, berilah hujan kepada hamba-hambaMu, hewan ternak, berilah rahmatMu dengan merata, dan suburkan bumiMu yang tandus,”

    Menurut Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab yang dikutip dari buku Syama’il Rasulullah tulisan Ahmad Mustafa Mutawalli, Hadi Rahman, dan Muflih Kamil, ada beberapa cara yang dilakukan beliau dalam melafalkan doa meminta hujan. Berikut ini 5 cara yang dilakukan Rasulullah SAW dalam meminta hujan.

    • Saat sedang khutbah di atas mimbar pada hari Jumat
    • Menjadwalkan suatu hari khusus agar orang-orang keluar bersama ke tempat sholat. Beliau keluar ketika matahari terbit dengan merendahkan diri, khusyuk, berwasilah, dan dalam keadaan tunduk
    • Membaca doa meminta hujan di atas mimbar Madinah pada hari selain Jumat. Tidak diketahui bahwa saat itu beliau melakukan sholat
    • Membaca doa Istisqa dengan posisi duduk di dalam masjid seraya mengangkat tangan
    • Berdoa meminta hujan di Ahjar Zait yang berdekatan dengan Dzuwara. Tepatnya di luar pintu masjid yang sekarang dikenal dengan nama Babussalam (kira-kira seukuran lemparan batu balok ke kanan dari luar masjid)

    Ketentuan mengamalkan doa agar hujan deras menurut Ustaz Enjang Burhanudin Yusuf dalam bukunya yang bertajuk Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat, dianjurkan untuk dibaca sebanyak-banyaknya setelah melaksanakan sholat Istisqa atau sholat meminta hujan. Doa agar hujan deras juga dibaca pada saat waktu-waktu mustajab doa.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Iftitah yang Diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW


    Jakarta

    Doa iftitah adalah doa yang dipanjatkan saat salat setelah takbiratul ihram. Hukum membacanya adalah sunnah dan tak perlu melakukan sujud sahwi bila tak sengaja lupa untuk membacanya.

    Menurut Kusnadi S.Ag M.Ag M.AHum dalam bukunya yang berjudul buku QnA Persoalan Islam, doa iftitah memiliki banyak bentuk. Berdasarkan riwayat-riwayat hadits, ada sebanyak 5 jenis doa iftitah yang bisa diamalkan.

    Berikut 5 doa iftitah yang bisa dipakai saat melaksanakan salat sunnah maupun salat wajib.


    5 Versi Bacaan Doa Iftitah dan Artinya

    Doa Iftitah 1

    Berikut doa iftitah yang pertama berdasarkan hadits riwayat Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi:

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

    Arab-latin: Subhaanakallahumma wa bi hamdika wa tabaarokasmuka wa ta’aalaajadduka wa laa ilaha ghoiruk.

    Artinya: Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau.

    Doa Iftitah 2

    Doa iftitah selanjutnya berdasarkan hadits riwayat Muslim. Doa ini dibaca ketika Rasulullah SAW melakukan salat malam.

    اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اِهْدِنِى لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِى مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

    Arab-latin: Allahumma robba jibroo-iila wa mii-ka-iila wa isroofiila, faathiros samaawati wal ardhi ‘aliimal ghoibi wasy syahaadah anta tahkumu bayna ibaadika fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun, ihdinii limakhtulifa fiihi minal haqqi bi-idznik, innaka tahdi man tasyaa-u ilaa shirootim mustaqiim.

    Artinya: Ya Allah, Rabbnya Jibril, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb yang mengetahui yang gaib dan nyata. Engkau yang menjatuhkan hukum untuk memutuskan apa yang mereka pertentangkan. Tunjukkanlah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizin dari-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki.

    Doa Iftitah 3

    Doa iftitah ini mungkin tak asing ditelinga pembaca. Doa ini umum dipakai oleh umat Islam ketika awal diajari salat oleh orang tuanya.

    الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا.

    Arab-latin: Allahu akbar, kabirau walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukrotaw washila

    Artinya: Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyak pujian. Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore.

    أنى وجهت وجهي للذى فطر السموات والأرض حنيفا مسلما وما أنا من المشركين

    Arab-latin: inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal arha hanifam muslimaw wa ma ana minal musyrikin

    Artinya: Kuhadapkan wajahku kepada zat yang mencipta langit dan bumi dalam keadaan lurus dan pasrah. Dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan Allah.

    ان صلاتى ونسكى ومحياي ومماتى لله رب العالمين لاشريك له وبذلك امرت وانا من المسلمين

    Arab-latin: inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin la syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin

    Artinya: Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku semata hanya untuk Allah Tuhan Semua Alam, tiada sekutu bagi-Nya. Dan begitulah aku diperintahkan dan aku dari golongan orang muslim.

    Doa Iftitah 4

    Nabi Muhammad SAW juga membaca doa iftitah pendek lainnya seperti hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Berikut bacaannya:

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

    Arab-latin: Allahumma baaid baynii wa bayna khotoyaaya kamaa baa’adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khotoyaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silnii min khotoyaaya bil maa-iwats tsalji wal barod.

    Artinya: Ya Allah, jauhkan lah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun.

    Doa Iftitah 5

    Berdasarkan hadis riwayat Abu Daud, Rasulullah pernah mengamalkan doa iftitah ini:

    اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ مِنْ نَفْخِهِ وَنَفْثِهِ وَهَمْزِهِ

    Arab-latin: Allahu akbar kabiiro, allahu akbar kabiiro, allahu akbar kabiiro, walhamdulillahi katsiiro, walhamdulillahi katsiiro, walhamdulillahi katsiiro, wa subhanallahi bukrotaw washilaa, wa subhanallahi bukrotaw washilaa, wa subhanallahi bukrotaw washilla a’udzu billahi minasy syaithooni min nafkhihi, wa naftshihi, wa hamzih.

    Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Aku berlindung kepada Allah dari tiupan, bisikan, dan godaan setan.

    (hnh/rah)



    Sumber : www.detik.com