Tag: halangan

  • Ingin Berhentikan Tukang Karena Kerja Tak Sesuai Kontrak? Begini Caranya



    Jakarta

    Saat membangun rumah, kamu pasti menginginkan pengerjaannya lancar dan cepat selesai. Namun, sebaik-baiknya berencana tentu ada saja halangan, seperti menemukan tukang yang bermasalah, bekerja tidak benar, melenceng dari kesepakatan di awal. Jika menemukan model tukang seperti ini, apakah kita boleh memberhentikannya?

    Menurut CEO SobatBangun Taufiq Hidayat, memutuskan kontrak tukang bangunan di tengah proyek berjalan boleh-boleh saja, tetapi sebelumnya perjanjian kerja harus jelas sejak awal.

    “Tukang itu harus diikat kontrak, ‘Ini Pak mau bangun sampai jadi, saya mau sampai jadi’. Kecuali kalau ‘Pak enggak usah jadi pak, cuma temboknya aja’. Ya jadi tembok gitu ya. Nah itu juga jelas, harus diikat kontrak,” kata Taufiq kepada detikProperti pada Kamis (5/9/2024).


    Dia menekankan sebelum memberhentikan tukang, terutama perihal kepuasan kerja, pemilik rumah harus sudah memiliki kontrak dengan aturan dan konsep yang jelas. Sebab, saat membangun rumah minimal waktu yang dibutuhkan sekitar 3 bulan. Bagian yang harus mereka kerjakan cukup banyak, termasuk material yang akan digunakan juga beragam.

    Sebuah kontrak kerja bisa ditetapkan lewat ucapan. Bisa pula menggunakan kertas, untuk yang satu ini kekuatan hukumnya lebih kuat. Apabila ingin lewat ucapan setidaknya memiliki bukti jika sudah terjadi sebuah kontrak.

    “Tidak sesuai progres, tidak sesuai quality. Ada juga di kontraknya itu bahwa kalau misalnya tidak mampu menyelesaikan progres tepat waktu, maka pihak pertama berhak memutus kontrak. Ada kontraknya. Kalau gak ada kontraknya, yaudah Gentlement agreement aja (perjanjian tidak tertulis dan tidak mengikat secara hukum),” ungkapnya.

    Taufiq menyarankan saat membuat kontrak, pemilik rumah bisa meminta bantuan kepada tenaga ahli seperti arsitek, konsultan, atau orang lainnya di bidang ini. Dengan begitu saat pembangunan dimulai, tidak ada kesalahpahaman.

    “Rencana itu harus jelas dan disepakati. Nah, untuk bikin rencana jelas dan disepakati mesti ada ahli, tukang ahli, atau pemimpin proyek ahli. Kalau meragukan, bisa panggil pihak tiga, konsultan namanya,” sebutnya.

    Kemudian, rajin untuk mengawasi pembangunan. Tidak harus datang langsung ke lokasi, bisa juga melalui video call atau meminta jasa pihak ketiga seperti arsitek atau kontraktor.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh Usir Kucing Liar dari Rumah, Dijamin Nggak Balik Lagi!


    Jakarta

    Kucing adalah hewan yang paling banyak ditemukan di jalanan. Hewan berbulu ini tidak mengganggu, mereka biasanya mendekat jika mencium bau makanan atau melihat seseorang membawa makanan.

    Ada juga kucing liar yang asal datang ke rumah karena merasa itu adalah area kekuasaannya. Apabila kucing sudah merasa seperti itu, hewan itu akan kembali ke tempat yang sama hanya untuk tidur, buang air, dan buang kotoran. Lantas, apa yang harus dilakukan agar kucing tak lagi kembali ke rumah?

    Dilansir The Spruce, berikut cara mengusir dan mencegah kucing datang ke rumah.


    Cara Cegah Kucing Liar Masuk Halaman Rumah

    1. Beri Tekstur pada Tanah

    Percaya atau nggak, kucing adalah hewan yang cukup cerdas. Ketika ada halangan, mereka bisa mencari solusi. Kita juga tidak boleh kalah sama kecerdasan hewan satu ini. Kita perlu buat halangan yang susah dilalui kucing. Penutup halaman menggunakan pagar saja tidak cukup untuk mencegah mereka masuk karena mereka bisa memanjat atau masuk melalui lubang kecil pada pagar. Caranya bisa dengan menaburkan pecahan kulit telur, kerikil, dan lapisan kawat.

    2. Buat Pagar Anti Kucing

    Apabila rintangan di tanah tidak mempan untuk mengusir kucing, coba pasang pagar anti kucing untuk melindungi rumah dari kucing liar. Pagar anti-kucing terbuat dari jaring yang tidak dapat dipanjat kucing dan palang beroda di bagian atas pagar sehingga kucing tidak dapat memanjatnya.

    Bisa juga dengan menakuti kucing memakai suara. Pada pagar tersebut terutama pada bagian atas bisa dipasang kaleng kosong yang diisi dengan kelereng. Bunyi kelereng yang berbenturan dengan dinding kaleng akan membuat kucing kaget dan tidak berani untuk melompat ke dalam.

    3. Beri Aroma Pengusir Kucing

    Kucing memiliki indra penciuman yang kuat. Hal ini juga bisa menjadi titik kelemahannya apabila kita memasang perangkap dengan aroma yang tidak mereka sukai. Bau-bau yang tidak disukai oleh kucing bisa berasal dari kamper, kain lap yang dibasahi amonia, bubuk mustard, cabai rawit, bubuk kopi, dan aroma jeruk.

    4. Hilangkan Sumber Makanan

    Hal yang paling penting dan ampuh untuk mengusir kucing liar adalah tidak memberi mereka makan atau menutup sumber makanan. Cara ini palling ampuh karena kucing tidak mendapat kesempatan untuk mendapat makanan. Tempat yang sering mereka incar untuk mencari makanan adalah dapur dan tempat sampah di rumah.

    5. Hilangkan Tempat Berlindung

    Nggak cukup dengan menutup sumber makanan mereka, bersihkan atau tutup tempat yang kerap mereka gunakan sebagai tempat berlindung. Area yang biasa didatangi kucing liar adalah lubang di gudang, garasi, teras, atau tempat berlindung sederhana seperti tumpukan kayu.

    Itulah tips mencegah kucing masuk rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com