Tag: hangus

  • Usai Rumahnya Terbakar, Paris Hilton Beli Lagi Rp 1 T Punya Mark Wahlberg



    Jakarta

    Usai rumah mewahnya hangus dan hancur dalam bencana kebakaran dahsyat di Los Angeles pada awal tahun lalu, Paris Hilton kini punya rumah baru. Dia membeli rumah milik aktor Mark Wahlberg.

    Model dan aktris ini merogoh kocek USD 63 juta atau sekitar Rp 1 triliun untuk membeli rumah dengan 12 kamar dan 20 kamar mandi ini. Hunian mewah seluas 2,4 hektare ini berlokasi di kawasan elite Beverly Hills.

    Dikutip dari SFG News, Selasa 24/6/2025), Paris Hilton dan suaminya Carter Reum sepakat untuk membeli rumah ini pada 20 Juni lalu. Transaksi ini dibantu oleh saudaranya Barron Hilton dan istrinya Tessa Hilton.


    Mark Wahlberg yang terkenal berperan sebagai Bob Lee Swagger dalam film Shooter membangun sendiri rumah ini pada 2014. Bersama keluarganya dia tinggal di rumah ini sampai 2022 hingga akhirnya pindah ke Nevada.

    Paris Hilton bisa bernapas lega karena akhirnya dia mendapatkan rumah idamannya. Setelah sebelumnya dia berduka karena rumah mewahnya di pantai Malibu hangus karena bencana kebakaran hutan di Los Angeles.

    Hilton menyaksikan sendiri lewat tayangan berita bagaimana api melalap bangunan rumahnya dengan sangat dahsyat.

    Rumah Paris Hilton yang terbakarRumah Paris Hilton yang terbakar Foto: Instagram/@parishilton; ABC via Page Six

    “Sakit hati tak bisa diungkapkan,” kata Paris dalam caption unggahan di sosial medianya.

    “Rumah ini meninggalkan banyak kenangan. Di sini Phoenix (anaknya) belajar berjalan dan kami bermimpi membangun kenangan hidup bersama London (anak perempuannya),” kata Paris.

    Bila dibandingkan dengan rumah barunya ini, rumah yang hancur itu hanya punya 3 kamar tidur. dan ada ruang terbuka seluas 3.000 kaki persegi. Tapi lokasinya, idaman banyak orang. Rumah Hilton ini berada di pantai La Costa, di sisi Pacific Coast Highway, yang hancur oleh kebakaran saat menyebar dari Palisades melalui Santa Monica dan Malibu.

    Dia dan Reum membeli tempat tinggal itu seharga USD 8,4 juta pada tahun 2021.

    (zlf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Lupa Matikan Kompor Bisa Jadi Pemicu Kebakaran, Ini Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Pemilik rumah harus berhati-hati akan kemungkinan terjadi kebakaran di rumah. Kebakaran bisa dipicu oleh kelalaian manusia maupun masalah teknis. Untuk itu, kita penting sekali waspada akan potensi tersebut.

    Seperti peristiwa kebakaran yang terjadi di Desa Kalirejo RT 02, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro. Dilansir dari detikJatim, sebuah rumah milik warga bernama Winarno (40) yang digunakan sebagai tempat usaha air isi ulang dan warung hangus dilalap api.

    Lebih dari itu, material rumah yang terbuat dari kayu tanah, sehingga api cepat menyebar. Dua unit mobil pemadam dengan tujuh personel pun dikerahkan buat menjinakan api. Namun, api tetap membakar hampir 100 persen bangunan berukuran 10×20 meter itu.


    “Kebakaran diperkirakan terjadi pukul 08.30 WIB, namun pihak damkar menerima informasi sekitar pukul 09.00 WIB. Langsung berangkat melakukan pemadaman,” jelas petugas Damkar Siswoyo, Sabtu (22/2/2025)

    Di sisi lain, Polsek Ngraho masih mencari tahu penyebab kebakaran. Dari informasi banyak pihak, api diduga berasal dari kompor di dapur yang lupa dimatikan usai memasak.

    “Total kerugian sekitar Rp150 juta, meliputi rumah kayu berukuran 10×20 meter beserta aset peralatan pengisian air isi ulang galon. Beruntung rumah induk ukuran 10×20 meter terselamatkan. Dugaan sementara karena kompor tidak dimatikan, namun masih dalam penyelidikan,” ucap Kapolsek Ngraho.

    Berkaca dari kejadian tersebut, perlu kita perlu mengambil langkah pencegahan agar tidak terjadi kebakaran. Berikut ini cara mencegah kebakaran rumah seperti, dilansir dari detikSumut.

    Cara Cegah Kebakaran di Rumah

    Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadi kebakaran rumah.

    1. Bijak Pakai Alat Elektronik

    Di dalam rumah tentunya banyak alat-alat elektronik yang digunakan, seperti lampu, televisi, mesin cuci, dan lain sebagainya. Kita harus bijak dalam menggunakan alat-alat tersebut. Usahakan untuk menggunakan sewajarnya dan tidak melebihi beban kapasitas meter listrik di rumah.

    Jangan lupa juga untuk mencabut dan mematikan alat-alat elektronik di rumah ketika hendak bepergian jauh. Matikan juga lampu dan alat elektronik lainnya ketika tidak digunakan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Selain itu, kita juga bisa menghemat listrik dengan bijak dalam menggunakan alat elektronik.

    2. Awasi Penggunaan Kompor

    Kebakaran yang diakibatkan oleh ledakan gas cukup banyak terjadi. Oleh karena itu, penting untuk selalu melepaskan selang gas apabila berencana berpergian dalam waktu lama. Hal ini dilakukan sebagai pencegahan kebakaran karena gas adalah salah satu bahan yang bisa memicu api. Selain itu, pastikan tidak ada kebocoran pada gas saat menggunakan kompor gas.

    3. Matikan Kompor Saat Tidak Digunakan

    Jangan lupa untuk selalu mematikan segala peralatan memasak yang ada di dapur seperti kompor, oven, microwave, dan lainnya ketika sudah tidak digunakan atau hendak tidur.

    4. Jauhkan Benda yang Mudah Terbakar dari Sumber Api

    Beberapa benda di rumah merupakan benda yang mudah terbakar. Contohnya adalah bahan bahan yang terbuat dari kain seperti seprai, pakaian, karpet, dan juga benda-benda dari kertas.

    Sebagai langkah pencegahan kebakaran, kamu harus menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar tersebut dari sumber api. Jarak amannya setidaknya adalah 1 meter.

    5. Rutin Cek Kondisi Kabel Listrik

    Salah satu penyebab kebakaran yang paling sering terjadi adalah diakibatkan oleh korsleting listrik.

    Maka dari itu, kamu harus secara rutin mengecek kondisi kabel listrik di rumah. Jika ada yang rusak kamu harus segera memperbaikinya ataupun menggantinya.

    6. Jangan Bakar Sampah di Pekarangan

    Ketika kamu membakar sampah di pekarangan atau halaman rumah, hal tersebut berpotensi untuk mengakibatkan kebakaran. Hal ini dikarenakan saat membakar sampah, api bisa merambat ke bagian-bagian yang lain melalui udara.

    Untuk itu, ada baiknya sampah-sampah seperti daun bisa dijadikan kompos saja. Sementara sampah yang lain dapat dibuang.

    7. Sediakan Alat Pemadam Kebakaran

    Pastinya langkah mencegah kebakaran adalah menyiapkan alat pemadam kebakaran di rumah. Membeli alat pemadam api di rumah adalah salah satu langkah cerdas untuk menghindari api menyebar lebih luas. Kamu bisa menaruhnya di tempat-tempat yang dekat dengan sumber api, seperti dapur.

    Itulah tips mencegah kebakaran di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanda Saklar Lampu Rusak dan Harus Segera Diganti



    Jakarta

    Saklar lampu merupakan perangkat mekanis yang digunakan untuk menyalakan dan mematikan lampu. Tidak jarang saklar lampu mengalami kerusakan, dikarenakan saklar lampu digunakan berulang-ulang kali.

    Beberapa gejala saklar lampu yang rusak sedikit lebih samar dan ada beberapa yang terlihat jelas. Ada beberapa tanda yang bisa kamu lihat untuk mengidentifikasi masalah saklar yang kamu alami.

    Melansir The Spruce, berikut beberapa tanda peringatan yang paling umum sehingga dapat mengidentifikasi kerusakan saklar.


    Saklar Lama Merespon dan Lampu Berkedip

    Jika lampu perlu waktu beberapa saat untuk menyala atau lampu berkedip saat menyalakan lampu, hal ini dapat menjadi pertanda komponen logam di dalamnya sudah aus.

    Tanpa titik kontak logamnya, saklar tidak dapat lagi membuat sambungan yang diperlukan untuk melengkapi jalur listrik yang memungkinkan lampu menyala. Sebaiknya saklar tetap diganti meskipun kedipan hanya terjadi sesekali.

    Tuas Saklar Macet

    Jika tuas saklar mulai susah untuk digunakan dan kahilangan ketukannya, mekanisme saklar kemungkinan aus atau sambungan kabelnya mungkin kendor.

    Mulailah dengan memeriksa sekrup pemasangan saklar, pastikan sekrup terpasang dengan kencang. Jika kamu mengencangkannya dan saklar masih terasa tidak pas, saatnya memeriksa kabel dan mengganti saklar.

    Bau Terbakar

    Bau terbakar merupakan tanda serius dari saklar yang rusak dan dapat disebabkan oleh komponen yang meleleh, kabel yang terbuka atau rusak, kelebihan beban, dan percikan api. Hal ini harus segera diatasi untuk mencegah resiko kebakaran listrik.

    Gunakan panel layanan utama rumah kamu untuk segera mematikan daya ke saklar, dan hubungi teknisi listrik untuk membantu memperbaiki masalah dan mengganti saklar.

    Pemutus Sirkuit Terputus

    Saat saklar lampu rusak, saklar dapat mulai menarik arus berlebih dalam waktu singkat untuk mencoba menyalakan perlengkapannya sehingga dapat membebani sirkuit tempatnya berada dan menyebabkan daya terputus.

    Jika pemutus arus bekerja lebih dari satu kali, itu pertanda ada yang salah dengan saklarnya. Periksa apakah sambungan kabel saklar lampu kamu aman dan terpasang dengan benar, lalu ganti saklar jika masalah berlanjut.

    Kerusakan yang Jelas

    Tanda-tanda keausan lain yang mengindikasikan saklar lampu rusak dapat dilihat di sekitar pelat saklar dan dikenali tanpa melepas apapun atau memeriksa kabel apapun.

    Jika kamu melihat retakan, perubahan warna, bekas terbakar, hangus, atau saklar tampak goyang saat digunakan, sebaiknya saklar harus segera diganti.

    Itu dia tanda-tanda saklar rusak dan perlu untuk diganti. Semoga Bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Cabut Charger Ponsel Nganggur dari Stopkontak? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Pengisi daya atau charger sudah menjadi perangkat sehari-hari karena orang-orang sering menggunakan ponsel. Namun, masih banyak orang punya kebiasaan tidak mencabut charger dari stopkontak setelah selesai digunakan.

    Lantas, apa boleh membiarkan charger ponsel tercolok terus menerus ke stopkontak? Begini kata ahlinya.

    Risiko Charger Terus Tercolok ke Stopkontak

    Dilansir dari Better Homes and Gardens, tidak mencabut charger sekali atau dua kali mungkin tidak akan menunjukkan dampak yang signifikan. Akan tetapi, kebiasaan tersebut bisa merugikan rumah, perangkat, charger, bahkan dompet pemiliknya.


    Boros Listrik

    Teknisi listrik berlisensi dan pendiri Grounded Electric, Barret Abramow, menyarankan untuk mencabut charger saat tidak digunakan. Meski charger tidak terhubung ke ponsel atau perangkat, ada sedikit daya yang tersedot selama terhubung ke stopkontak.

    “Mungkin tidak terlalu banyak, tetapi jika dikalikan dengan semua pengisi daya dan perangkat elektronik di rumah Anda, daya yang disedot akan terus bertambah seiring waktu,” ujar Abramow, dikutip dari Better Homes and Gardens, Rabu (20/8/2025).

    Mencabut charger nganggur dari stopkontak membantu menghemat tagihan listrik. Dengan begitu, pemilik tidak perlu bayar tagihan listrik berlebih.

    Perangkat Rusak

    Selain itu, membiarkan charger terus tercolok ke stopkontak berisiko menimbulkan kerusakan perangkat, korsleting listrik, dan kebakaran. Hal ini terutama kalau kabel berkualitas buruk atau rusak seiring waktu.

    “Saya pernah melihat stopkontak hangus atau korsleting akibat pengisi daya murah dari pihak ketiga yang terlalu panas. Bahkan pengisi daya berkualitas tinggi pun dapat terlalu panas dalam kondisi tertentu, jadi mencabutnya saat tidak digunakan adalah tindakan yang bijaksana,” katanya.

    Manfaat Cabut Charger Nganggur dari Stopkontak

    Sebenarnya, membiarkan charger tetap terpasang ke stopkontak hanya memiliki satu manfaat, yaitu penghuni rumah tidak perlu mencolokkannya lagi saat perlu menggunakannya. Namun, ada beberapa manfaat mencabut charger, lho.

    Dengan mencabut charger yang nganggur, penghuni telah menghemat energi, menghemat biaya, mencegah kebakaran, dan bahkan meningkatkan umur perangkat.

    “Anda memang menghemat energi-meskipun hanya sedikit per perangkat, itu kumulatif. Selain itu, mencabut kabel membantu memperpanjang umur pengisi daya Anda,” ucap Abramow.

    Ia menjelaskan bahwa paparan daya yang konstan, terutama di rumah dengan fluktuasi tegangan dapat merusak komponen internal charger secara perlahan. Kebiasaan sederhana seperti mencabut charger dari stopkontak membantu perangkat elektronik menjadi lebih awet.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com