Tag: harga atap

  • 3 Jenis Kanopi yang Kuat dan Tidak Bising, Lengkap dengan Harganya


    Jakarta

    Pemasangan kanopi bisa menjadi solusi terbaik untuk menambah estetika rumah. Selain itu, hadirnya kanopi juga dapat melindungi area tertentu seperti carport, sehingga kendaraan tidak kepanasan atau kehujanan.

    Sebelum membeli kanopi, penting untuk mengetahui jenis-jenis atap yang digunakan. Sebaiknya, pilih atap kanopi yang punya material kokoh dan tidak bising ketika kena air hujan.

    Di pasaran, sudah ada beberapa jenis kanopi yang dirancang khusus mengurangi kebisingan dan diklaim kokoh. Untuk harganya sendiri bisa berbeda-beda tergantung dari jenis dan ukuran.


    Ingin tahu jenis-jenis kanopi yang kuat dan tidak bising? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Kanopi yang Kuat dan Tidak Bising saat Hujan

    Jika kamu berencana ingin memasang kanopi di rumah, sebaiknya ketahui dulu beberapa jenis atap kanopi yang kokoh, awet, dan tidak bising ketika hujan. Berikut jenis-jenis kanopi:

    1. Kanopi Baja Ringan

    Jenis kanopi yang satu ini banyak dipilih masyarakat karena ringan, kokoh, dan tahan karat. Material kanopi ini dilapisi dengan galvalum, yakni bahan yang terbuat dari campuran seng, aluminium, dan silikon.

    Keunggulan dari kanopi baja ringan adalah mudah dipasang karena hanya butuh baut khusus untuk menyambung antar lembaran baja. Selain itu, desain kanopi baja ringan juga dinilai estetis sehingga dapat memperindah rumah dari luar.

    Harga baja ringan bisa berbeda-beda tergantung dari panjang dan ketebalan. Dari pantauan detikProperti di berbagai toko online, Minggu (8/6/2025), harga atap galvalum 0,3 mm dibanderol sekitar Rp 165.000-250.000 per 6 meter.

    2. Kanopi Alderon

    Merek kanopi yang satu ini sangat populer di masyarakat. Kanopi Alderon menggunakan material uPVC atau unplasticized polyvinyl chloride yang merupakan turunan dari PVC.

    Mengutip buku Seri Rumah Ide – 30 Material Inovatif oleh Imelda Akmal Architecture, uPVC merupakan bahan yang lebih kaku dan tidak mengalami proses seplastis PVC. Bahan ini bebas dari kandungan BPA sehingga dinilai lebih ramah lingkungan.

    Material ini punya sejumlah keunggulan, yakni mengusung lapisan berongga yang berfungsi sebagai insulator panas dan suara, sehingga tidak bising saat hujan. Kandungan klorin (garam) pada atap uPVC diklaim dapat menghambat penyebaran api dan aliran listrik, sehingga material ini tidak mudah terbakar.

    Soal harga, atap Alderon memang lebih mahal daripada jenis atap lainnya untuk kanopi. Untuk atap Alderon uPVC R830 ketebalan 10 mm dibanderol sekitar Rp 175.500 per meter. Selain itu, ada juga atap Alderon uPVC single layer gelombang trimdeck dengan harga sekitar Rp 68.000 per meter.

    3. Kanopi Polycarbonate

    Kanopi jenis ini terbuat dari polimer khusus yang tampilannya mirip seperti plastik bening. Kanopi polycarbonate menjadi pilihan alternatif pengganti kaca karena dapat memberikan kesan transparan.

    Ada sejumlah keunggulan dari kanopi polycarbonate, mulai dari bobotnya yang ringan, pemasangan relatif mudah, kuat, tahan lama, serta dapat meredam suara bising saat hujan. Meski transparan, material kanopi ini dapat meredam suhu panas matahari sehingga bikin carport tetap sejuk.

    Namun, kekurangan dari kanopi jenis ini adalah dapat berubah warna menjadi kuning jika jarang dibersihkan. Perubahan warna tersebut diakibatkan oleh air hujan dan kotoran yang menempel. Untuk membersihkannya pun juga cukup sulit, sehingga dapat merusak estetika hunian.

    Harga kanopi polycarbonate bisa berbeda-beda tergantung ukuran, ketebalan, dan warnanya. Untuk kanopi polycarbonate ketebalan 1,2 mm dibanderol sekitar Rp 205.000 per meter.

    Demikian tiga jenis kanopi yang kokoh dan tidak bising saat hujan, lengkap dengan kisaran harga terbaru di 2025. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jenis Material Atap Rumah Paling Populer di Indonesia, Mana yang Paling Awet?


    Jakarta

    Memilih material atap rumah tidak boleh sembarangan. Sebab, taruhannya adalah keselamatan penghuni yang akan menempati rumah tersebut.

    Jika diperhatikan, material atap yang digunakan rumah-rumah di Indonesia cukup beragam, bisa terlihat dari warna atap dan bentuknya. Namun, yang paling terkenal adalah genteng tanah liat yang berwarna orange kecoklatan.

    Kira-kira jenis material atap apa saja yang banyak dipakai dan disarankan oleh ahli? Berikut daftarnya.


    Jenis-jenis Material Atap

    1. Genteng Tanah Liat

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyebutkan genteng memiliki banyak tipe, di antaranya beton, keramik, tanah liat, dan metal. Setiap jenis genteng mempunyai berat, massa jenis, karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing.

    Tipe genteng yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah genteng tanah liat. Genteng tanah liat berwarna orange dan kecoklatan apabila usia pemakaiannya sudah cukup lama. Genteng tanah liat dijual satuan di pasaran. Untuk harganya, dilihat dari beberapa toko e-commerce, Kamis (3/7/2025), genteng tanah liat dijual mulai dari Rp 1.500-3.500 per buah.

    2. Spandek

    Dilihat dari situs daftar rumah subsidi SiKumbang, banyak rumah memakai material atap dari spandek. Material ini terbuat dari seng, aluminium, dan uPVC (unplasticized polyvinyl chloride), dan baja ringan. Tampilannya seperti seng, tetapi lebih tahan lama, kokoh, dan ringan. Selain itu, spandek juga tahan terhadap api.

    Menurut Kontraktor Wildan, rumah-rumah biasanya memakai ukuran 5 meter yang harga per lembarnya mulai dari Rp 250-325 ribu per meter. Namun, Wildan mengatakan ketebalan spandek ada yang di bawah dan setara asbes, jadi tidak begitu tahan lama. Namun, apabila tidak ada banyak tekanan dan angin kencang, jenis atap satu ini masih tetap aman digunakan.

    3. Genteng Glazur atau Genteng Glossy

    Genteng glazur, kata Wildan, merupakan genteng yang tampilan atasnya mengkilap dan warnanya beragam, rata-rata berwarna cerah. Kelebihan genteng glazur sama dengan genteng tanah liat, hanya berbeda pada tampilannya. Genteng glazur juga lebih direkomendasikan daripada genteng beton. Kekurangan dari tipe ini adalah cukup berbahaya jika berjalan di atasnya karena permukaannya yang licin terutama setelah terkena air.

    Sementara untuk harganya masih terjangkau. Genteng glazur atau glossy dijual mulai dari Rp 3.500-9.500 per buah.

    4. Bitumen

    Bitumen merupakan jenis atap yang terbuat dari modifikasi bahan aspal. Wildan mengatakan bitumen dapat membuat tampilan atap jauh terlihat lebih rapi. Atap bitumen cara pemasangan memiliki proses yang panjang karena memerlukan sekitar 3 lapisan.

    Kelebihan dari bitumen adalah tahan lama, ramah lingkungan, cocok untuk rumah tipe kecil, dan memiliki banyak jenis. Kekurangannya, atap bitumen harganya cukup mahal, yakni sekitar mulai dari Rp 160-450 per lembarnya.

    5. Genteng uPVC

    Wildan juga menyebut genteng uPVC sebagai salah satu atap rumah yang aman dipakai. Genteng berbahan dasar uPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride) merupakan atap yang memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap korosi yang disebabkan karena air terutama hujan. Atap ini cocok untuk rumah-rumah di negara beriklim tropis.

    Keunggulan dari genteng tipe ini adalah minim suara dan panas. Namun, untuk ketebalan, genteng uPVC ini tidak jauh berbeda dengan spandek sehingga ada risiko patah jika terkena tekanan berlebih.

    Untuk harganya sendiri mulai dari Rp 100-417 ribu per lembarnya. Genteng satu ini memiliki banyak warna, ukuran, dan ketebalan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com