Tag Archives: harga

Kisaran Harga Genteng Metal Pasir per Lembar Terbaru 2025


Jakarta

Genteng merupakan salah satu material yang dipasang pada atap rumah. Ada berbagai macam jenis genteng yang dijual di pasaran, salah satunya adalah genteng metal pasir.

Genteng metal pasir terbuat dari baja galvalum yang dilapisi oleh zinc dan aluminium. Jenis genteng ini punya karakteristik yang tahan terhadap sejumlah kondisi cuaca, kokoh, dan awet.

Banyak masyarakat yang menggunakan genteng metal pasir karena diklaim lebih kokoh dibandingkan jenis genteng lainnya. Selain itu, pemasangan genteng ini juga mudah sehingga mempercepat pekerjaan.


Ingin membeli genteng metal pasir untuk atap rumah? Sebaiknya cari tahu dulu kisaran harganya di pasaran. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Sebagai informasi, harga genteng metal pasir dapat berbeda tergantung dari ketentuan setiap toko bangunan. Selain itu, harganya juga beragam tergantung dari mereka dan kualitas genteng yang dipilih.

Pada umumnya, genteng metal pasir dijual dalam hitungan per lembar. Dalam satu lembar genteng terdiri dari delapan daun. Genteng metal pasir biasanya dijual dalam ukuran 80 x 80 cm.

Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Jumat (11/7/2025), berikut kisaran harga genteng metal pasir terbaru 2025:

  • Genteng metal pasir Zincalume 80 x 80 cm: Rp 26.500/lembar
  • Genteng metal pasir 80 x 80 cm: Rp 26.500/lembar
  • Genteng metal pasir 80 x 80 cm: Rp 28.000/lembar
  • Genteng metal pasir minimalis 80 x 80 cm: Rp 33.000/lembar
  • Genteng metal pasir Sakura Roof 77 x 80 cm: Rp 82.000/lembar

Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung ketentuan pihak toko bangunan. Pastikan kamu memilih genteng yang punya kualitas baik dan sesuaikan dengan budget.

Genteng metal pasir memang menawarkan sejumlah keuntungan, mulai dari tahan lama hingga mudah dipasang. Namun, ada sejumlah kekurangan dari genteng ini yang perlu diperhatikan.

Berikut plus dan minus dari genteng metal pasir untuk atap rumah:

Kelebihan:

  • Pemasangan mudah dan cepat
  • Rangka atap sederhana
  • Ramah lingkungan

Kekurangan:

  • Rentan terhadap tekanan
  • Warna pada genteng mudah terkelupas jika tidak dirawat.

Demikian kisaran harga genteng metal pasir terbaru 2025. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Kisaran Harga Satuan Genteng Beton Terbaru 2025


Jakarta

Ada banyak jenis genteng yang dijual di pasaran, salah satunya adalah genteng beton. Genteng ini banyak digunakan pada rumah-rumah karena memiliki sejumlah keunggulan.

Sebagai informasi, bahan dasar genteng beton terbuat dari campuran pasir, semen, air, kapur mill, dan fly ash (limbah dari pembuatan batu bara). Dalam proses pembuatannya, genteng beton diolah dalam proses pemanasan dan ekstrusi tekanan tinggi.

Genteng beton kerap dipilih masyarakat sebagai atap rumah karena punya daya tahan yang kuat. Dengan begitu, genteng ini lebih tahan lama untuk digunakan selama beberapa tahun mendatang.


Apabila tertarik menggunakan genteng beton untuk atap rumah, sebaiknya cari tahu dulu kisaran harganya di pasaran. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Harga Genteng Beton Terbaru 2025

Sebagai informasi, harga genteng beton dapat berbeda tergantung dari ketentuan setiap toko bangunan. Selain itu, harganya juga beragam tergantung dari merek dan kualitas genteng yang dipilih.

Pada umumnya, genteng beton dijual dalam hitungan per unit (pieces/pcs) dengan ukuran genteng sekitar 33 x 42 cm. Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Selasa (15/7/2025), berikut kisaran harga satuan genteng beton terbaru 2025:

  • Genteng beton flat minimalis: Rp 5.900/pcs
  • Genteng beton flat hitam: Rp 6.000/pcs
  • Genteng beton flat merah: Rp 6.000/pcs
  • Genteng beton flat Monier Exel: Rp 7.000/pcs
  • Genteng beton flat Triple S Multiline: Rp 5.500/pcs
  • Genteng beton flat Mutiara Urat Batu: Rp 6.500/pcs
  • Genteng beton Cisangkan Dual Slate: Rp 10.900/pcs
  • Genteng beton Cisangkan Victoria Slate: Rp 10.900/pcs
  • Genteng beton gelombang/garuda: Rp 4.500/pcs.

Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung ketentuan pihak toko bangunan. Pastikan kamu memilih genteng beton yang punya kualitas baik dan sesuaikan dengan budget.

Kelebihan dan Kekurangan Genteng Beton

Genteng beton memang dinilai lebih kokoh dan tahan lama. Meski begitu, ada sejumlah kekurangan dari genteng jenis ini yang perlu diketahui.

Dalam catatan detikProperti, berikut kelebihan dan kekurangan genteng beton untuk material atap rumah:

Kelebihan

  • Tahan lama
  • Ramah lingkungan
  • Minim perawatan

Kekurangan

  • Harganya lebih mahal dari jenis genteng lain
  • Berat
  • Pemasangannya cukup sulit.

Demikian kisaran harga satuan genteng beton terbaru di 2025 beserta kelebihan dan kekurangannya. Semoga membantu detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

Kisaran Harga Batu Kali per Meter Kubik Terbaru 2025


Jakarta

Dalam membangun sebuah rumah dibutuhkan fondasi yang kuat. Sebab, fondasi bertujuan untuk menyokong seluruh struktur bangunan yang berdiri di atasnya.

Salah satu material yang banyak digunakan sebagai fondasi rumah adalah batu kali. Batu jenis ini disebut cocok untuk struktur ringan seperti hunian tapak.

Harganya yang juga terjangkau membuat batu kali banyak dipilih masyarakat sebagai fondasi rumah. Ingin tahu harga batu kali terbaru di 2025? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Harga Batu Kali per Meter Kubik Terbaru 2025

Secara umum, batu kali dijual dalam satuan per meter kubik (m3). Namun, ada juga beberapa toko bangunan yang menjual dalam satuan per truk atau per pick up.

Untuk harga batu kali sendiri bisa berbeda-beda tergantung dari kualitas dan lokasi penjualan. Dengan begitu, terdapat perbedaan harga batu kali yang dijual di Jakarta dan Tangerang.

Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Jumat (18/7/2025), berikut kisaran harga batu kali per meter kubik terbaru di 2025:

  • Batu kali belah: Rp 180.000-Rp300.000/m3
  • Batu kali belah wilayah Jakarta: Rp 1.899.000/truk (7 m3)
  • Batu kali belah wilayah Tangerang: Rp 1.899.000/truk (7 m3)
  • Batu kali belah wilayah Depok: Rp 1.999.000/truk (7 m3)
  • Batu kali belah wilayah Bekasi: Rp 1.899.000/truk (7 m3).

Harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan toko bangunan. Biasanya, pihak toko akan memberikan harga yang lebih murah jika membeli batu kali dalam jumlah banyak untuk kebutuhan proyek konstruksi besar.

Kelebihan dan Kekurangan Batu Kali Sebagai Fondasi Rumah

Batu kali banyak digunakan sebagai fondasi rumah karena memiliki sejumlah kelebihan, seperti kokoh dan mudah didapat. Namun, ada beberapa kekurangan dari jenis batu ini yang perlu diketahui sebelum membelinya.

Mengutip catatan detikProperti, berikut kelebihan dan kekurangan batu kali sebagai fondasi rumah:

Kelebihan

  • Kuat
  • Tahan lama
  • Harga relatif murah
  • Mudah didapat di banyak toko bangunan.

Kekurangan

  • Mudah timbul retakan pada bangunan
  • Perlu teliti dalam membelinya. Jika memiliih batu kali yang sempat terendam air maka dapat memengaruhi kekuatannya.

Demikian kisaran harga batu kali per meter kubik terbaru 2025 untuk fondasi rumah. Semoga membantu detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Segini Kisaran Harga Plafon PVC Terbaru 2025 Sesuai Motifnya


Jakarta

Agar tampilan rumah terlihat lebih keren, banyak orang yang mulai menggunakan plafon PVC. Plafon jenis ini disebut memiliki sejumlah keunggulan, seperti anti rayap, tidak mudah bocor, dan punya desain yang modern.

Sebagai informasi, plafon PVC atau polyvinyl chloride adalah sejenis plastik yang umum digunakan untuk pembuatan pipa air. Material PVC kini banyak digunakan untuk plafon atau kanopi rumah modern.

Plafon sendiri merupakan material penutup rangka atap sekaligus pembatas antara ruangan di bawahnya dengan bagian atap. Plafon dapat membuat tampilan interior rumah jadi lebih rapi dan sejuk, asalkan juga memilih material atap genteng yang tepat.


Tertarik ingin menggunakan plavon PVC? Sebaiknya ketahui dulu kisaran harga terbarunya. Sebab, harga plafon PVC bisa berbeda-beda tergantung dari motifnya. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Kisaran Harga Plafon PVC Terbaru 2025

Plafon PVC yang dijual di pasaran terdiri dari berbagai motif. Umumnya masyarakat memilih plafon PVC motif polos karena dinilai cocok untuk hunian yang mengusung konsep minimalis. Meski begitu, ada juga yang memilih plafon PVC motif kayu agar hunian terasa lebih alami.

Baik plafon PVC motif kayu hingga polos memiliki harga yang berbeda-beda. Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Jumat (18/7/2025), berikut kisaran harga plafon PVC terbaru 2025:

1. Plafon PVC Motif Kayu

Untuk harga plafon PVC motif kayu dibanderol mulai dari Rp 80.000-140.000 per meter. Harga tersebut dapat berbeda-beda tergantung dari lokasi penjualan dan kualitasnya.

2. Plafon PVC Motif Polos

Plafon motif ini banyak dipilih masyarakat karena punya desain yang bersih dan minimalis. Untuk harga plafon PVC motif polos berkisar Rp 75.000-145.000 per meter.

3. Plafon PVC Motif Alam

Bagi kamu yang senang hunian terasa asri dan alami, plafon PVC motif alam bisa menjadi pilihan terbaik. Untuk harga plafonnya sendiri sekitar Rp 100.000-130.000 per meter.

4. Plafon PVC Motif Marmer

Bagi kamu yang senang akan hunian bergaya mewah dan elegan, plafon PVC motif marmer bisa menjadi opsi terbaik. Plafon PVC motif marmer dibanderol mulai dari Rp 90.000-130.000 per meter.

5. Plafon PVC Motif Floral

Plafon PVC motif floral bisa menjadi opsi terbaik bagi kamu yang ingin hunian terlihat mewah. Plafon jenis ini punya harga sekitar Rp 90.000-120.000 per meter.

6. Plafon PVC Motif Batik

Meski jarang dipilih, tapi plafon PVC motif batik bisa menjadi pilihan alternatif yang bisa dipasang di area ruang tamu atau ruang keluarga. Plafon PVC motif batik punya banderol sekitar Rp 60.000-120.000.

Kelebihan dan kekurangan Plafon PVC

Alasan banyak orang memilih plafon PVC karena memiliki sejumlah keunggulan, seperti tahan lama dan desainnya minimalis. Namun, plafon jenis ini juga memiliki sejumlah kekurangan yang perlu diperhatikan.

Mengutip catatan detikProperti, berikut sejumlah kelebihan dan kekurangan plafon PVC untuk rumah:

Kelebihan

  • Anti-rayap
  • Anti-bocor
  • Tidak mudah lapuk
  • Saat terbakar tidak akan merambat
  • Tidak perlu finishing karena sudah rapi
  • Pemasangan cukup cepat dan praktis
  • Kuat, ringan, dan punya struktur yang kuat
  • Biaya perawatan relatif terjangkau.

Kekurangan

  • Terasa lebih cepat panas karena tidak menghalau sinar matahari langsung
  • Pada beberapa motif plafon terlihat kurang menarik karena masih terlihat ada sambungan
  • Beberapa jenis plafon punya motif yang terbatas, sehingga sulit dicocokkan dengan desain interior rumah.

Demikian kisaran harga plafon PVC terbaru 2025 sesuai motifnya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Tinggal di Kontrakan Beneran Untung Nggak Ya? Ini Plus dan Minusnya


Jakarta

Harga rumah dari tahun ke tahun semakin mahal. Hal ini tidak seimbang dengan rata-rata upah bulanan pekerja saat ini.

Alhasil, banyak orang memilih untuk mengontrak atau tinggal di rumah sewa setelah menikah sembari menabung untuk membeli rumah sendiri. Sebelum memutuskan mengontrak rumah, calon penghuni harus mengetahui kelebihan dan kekurangan tinggal di kontrakan atau rumah sewa.

Ahli keuangan Andy Nugroho ini kelebihan dan kekurangan mengontrak rumah.


Kelebihan Ngontrak Rumah

1. Sewa Rumah Lebih Fleksibel

Tinggal di rumah sewa memberikan banyak fleksibelitas kepada penghuni rumah. Fleksibelitas ini berupa kemudahan untuk melanjutkan kontrak dan memutus kontrak sewa. Bagi penghuni rumah yang sering berpindah kota karena pekerjaan atau ada keadaan mendesak, tinggal di rumah sewa akan sangat fleksibel.

2. Sewa Rumah Bebas Biaya Pemeliharaan

Penghuni rumah sewa tidak akan dikenakan biaya pemeliharaan karena hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab pemilik kontrakan. Namun, penghuni rumah sewa biasanya diminta untuk mematuhi beberapa aturan seperti tidak boleh memasang paku, tidak boleh mengecat ulang, atau hal-hal lainnya yang dapat mengubah kondisi struktur bangunan.

Hal ini juga menjadi suatu kelebihan karena apabila rumah kontrakan bocor, retak, atau rembes, pemilik kontrakan harus melakukan perbaikan.

3. Modal Awal yang Lebih Kecil

Sewa rumah harganya cukup beragam, ada yang seharga kosan mahasiswa, ada yang seharga setoran KPR per bulan. Namun, rata-rata modal awal untuk menyewa rumah relatif lebih kecil daripada membeli rumah. Calon penghuni rumah biasanya hanya diminta membayar uang sewa setiap bulannya. Tidak perlu mengeluarkan uang untuk DP rumah yang rata-rata bisa mencapai 20% dari harga rumah.

“Kelebihannya adalah pertama modal yang dibutuhkan relatif lebih kecil dibandingkan dengan beli rumah. Sama-sama harga Rp 500 juta mungkin sewanya kita cukup mengeluarkan uang sewa aja per bulan,” ujar Andy Nugroho dalam sambungan telepon dengan detikProperti beberapa waktu lalu.

4. Tidak Terikat Jangka Panjang

Saat menyewa rumah, biasanya ada yang memiliki kontrak per bulan, ada juga yang tahunan. Hal ini tergantung pada ketentuan dari pemilik properti. Namun, biasanya tidak boleh seumur hidup. Hal ini dikarenakan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan seperti ada masalah dengan rumah atau pemilik rumah, penghuni rumah bisa pindah tanpa konsekuensi finansial yang besar.

Kekurangan Kontrak Rumah

1. Ketidakpastian Kontrak

Ada beberapa pemilik kontrakan yang bisa memutus kontrak secara sepihak. Bahkan lebih cepat dari waktu yang sudah dijanjikan. Bukan hanya soal pemutusan kontrak sewa yang mendadak, calon penyewa juga bisa tidak digubris sama sekali mengenai keinginan mereka untuk tinggal di rumah sewa tersebut. Hal-hal seperti ini yang kerap membuat calon penghuni kontrakan rugi karena harus segera mencari tempat tinggal baru.

“Minusnya ya karena itu rumah kontrakan punya orang lain. Jadi kita bisa waktu-waktu diputus kontraknya. Kita nggak bisa protes juga karena memang bukan rumah kita,” kata Andy.

2. Tidak Bebas Mendekorasi dan Merenovasi Rumah

Seperti yang disebutkan sebelumnya, setiap pemilik kontrakan memiliki aturan-aturan khusus terkait rumah yang mereka sewakan. Hal ini harus diikuti karena pasti ada konsekuensi.

3. Tidak Ada Hak Kepemilikan Atas Rumah

Dengan mengontrak atau menyewa rumah berarti penghuni rumah hanya tinggal sementara. Properti tersebut bukanlah milik mereka. Uang yang dibayarkan setiap bulan hanya untuk membayar layanan pemilik kontrakan.

“Bahkan, kalaupun kita ngontrak di situ seumur hidup sekalipun, rumah tersebut nggak akan pernah jadi milik kita. Jadi, ibaratnya uang kita hilang aja karena tersebut nggak akan pernah jadi milik kita,” pungkasnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

4 Alasan Penting Kenapa Gen Z Harus Mulai Memikirkan Punya Rumah



Jakarta

Banyak yang bilang hunian bukan menjadi prioritas utama dari gen z. Mereka lebih memilih untuk sewa kos, kontrakan ataupun apartemen karena dianggap lebih praktis dan memudahkan.

Tak heran jika saat ini kos-kosan, kontrakan ataupun apartemen yang disewakan di tengah kota kebanyakan diisi oleh gen z. Meski sudah mapan memiliki penghasilan yang cukup, mereka tetap memilih untuk tidak membeli rumah apa lagi jika lokasinya jauh dari pusat kota.

Padahal punya rumah sendiri bukan sekadar impian manis, melainkan sebuah langkah strategis. Di era harga rumah yang terus meningkat setiap tahunnya, memiliki hunian sendiri dapat memberi perlindungan finansial serta kestabilan hidup yang makin sulit dicapai saat menyewa kos atau kontrakan.


Berikut 4 alasan mengapa Gen-Z harus mulai memikirkan untuk punya rumah sendiri.

Harga Rumah Semakin Mahal Tiap Tahun

Salah satu alasan paling kuat mengapa Gen‑Z harus mulai berpikir punya rumah sendiri adalah karena harga rumah terus naik dari waktu ke waktu. Dilansir dari situs PR Newswire,survei menunjukkan bahwa 87,2% gen z menganggap kepemilikan rumah penting untuk investasi jangka panjang. Tapi hampir 80% dari mereka menyatakan bahwa harga rumah yang tinggi menjadi penghalang utama.

Kenaikan harga rumah tidak hanya di satu wilayah. Di berbagai pasar properti, nilai rumah sebagai aset selalu meningkat. Artinya jika membeli rumah lebih awal, potensi mendapat rumah di harga terjangkau juga semakin besar. Sebagai generasi muda yang masih bisa memilih cicilan tenor panjang, ini bisa jadi keunggulan yang strategis.

Selagi Masih Muda dan Masih Produktif

Saat ini, gen z berada pada masa usia yang produktif tinggi. Dengan itu, potensi penghasilan ke depan masih sangat besar dan waktu yang tersedia untuk membayar cicilan rumah juga bisa lebih panjang. Dengan membeli rumah di usia muda, memungkinkan memilih jangka waktu kredit yang lebih panjang, sehingga beban cicilan bisa lebih ringan dibanding membeli rumah ketika usia mendekati masa tidak produktif.

Dengan usia yang lebih muda, risiko penghasilan menurun atau masa pensiun juga masih jauh. Sehingga hal itu dapat menjadi alasan bahwa membeli rumah di awal bisa jadi langkah yang bijak dalam rencana kehidupan jangka panjang. Studi dari Freddie Mac menunjukkan bahwa sebagian besar gen z menginginkan rumah sendiri dan melihat kepemilikan rumah sebagai stabilitas dan kontrol atas hidupnya.

Lebih Aman Karena Tak Perlu Terus Pindah Hunian

Meskipun tidak terasa, nyatanya pindah-pindah kos atau kontrakan itu sebenarnya memakan banyak biaya. Mulai dari biaya administrasi, mencari lokasi baru, sampai waktu dan tenaga untuk berkemas dan pindahan. Belum lagi rasa tidak pasti karena bisa saja harga sewanya naik dan tiba-tiba harus pindah lagi.

Dengan memiliki rumah sendiri akan terasa lebih aman, lebih sedikit gangguan tempat tinggal, kontrol lebih besar atas ruang hidup, dan potensi stabilitas yang lebih tinggi. Dilansir dari situs Augusta Ceo, berdasarkan hasil surveynya menunjukkan bahwa gen z juga sebenarnya memiliki pemikiran untuk memiliki rumah sendiri sebagai bagian dari keamanan finansial dan kehidupan yang lebih mapan.

Di kos atau kontrakan, sewanya bisa tiba-tiba naik atau pemilik bisa memutuskan untuk tidak memperpanjang masa kontrakan. Tapi kalau punya rumah sendiri, tidak perlu khawatir dipaksa pindah mendadak atau keluar biaya tambahan yang muncul tiba-tiba.

Gaya Hidup Fleksibel dan Investasi Masa Depan

Memiliki rumah sendiri memberi kebebasan yang tidak selalu bisa didapat dari kos atau kontrakan. Rumah bisa diatur sesuai ggaya hidup, mulai dari renovasi kecil, memilih lokasi yang dekat kantor atau tempat favorit, ataupun membuat ruang yang nyaman dan modern sesuai selera gen z yang suka hal praktis dan berbasis teknologi.

Selain itu, punya rumah sejak muda juga membuka pintu untuk berpikir lebih jauh ke masa depan. Rumah bisa menjadi tempat membangun keluarga suatu hari nanti, atau menjadi aset berharga yang bisa diwariskan atau dialihkan. Dengan kata lain, rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi juga fondasi untuk berbagai rencana besar dalam hidup.

Itulah 4 Alasan gen z harus mulai menabung dan punya rumah sendiri. Semoga membantu!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Kisaran Harga Baja Ringan Terbaru 2025 untuk Konstruksi


Jakarta

Baja ringan merupakan salah satu bahan material yang banyak dipilih untuk konstruksi rumah. Umumnya, baja ringan sering digunakan sebagai rangka atap bangunan.

Alasan utama baja ringan banyak digunakan untuk konstruksi bangunan saat ini karena memiliki sejumlah keunggulan, seperti bobot yang ringan, kokoh, dan anti rayap.

Jika berencana untuk menggunakan baja ringan pada konstruksi bangunan, sebaiknya cari tahu dulu harganya sebelum membelinya. Sebab, harga baja ringan bisa berbeda-beda tergantung dari jenisnya.


Simak kisaran harga baja ringan terbaru per November 2025 dalam artikel ini.

Harga Baja Ringan Terbaru per November 2025

Baja ringan yang dijual di pasaran terdiri dari berbagai jenis. Biasanya baja ringan dijual dalam satuan per batang dengan harga yang berbeda-beda, tergantung dari jenis dan ketebalannya.

Dari pantauan detikProperti di sejumlah toko bangunan di e-commerce, Senin (24/11/2025), berikut kisaran harga baja ringan per batang terbaru November 2025:

1. Baja Truss

Baja ringan truss atau kaso dinilai kokoh dan dapat menahan beban berat. Pada umumnya baja ringan ini digunakan untuk rangka atap serta struktur kuda-kuda.

  • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,50 mm: Rp 55.500
  • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,55 mm: Rp 66.500
  • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,60 mm: Rp 71.000
  • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,70 mm: Rp 81.000
  • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 0,75 mm: Rp 87.000
  • Kaso baja ringan per batang (6 m) tebal 1 mm: Rp 118.000.

2. Baja Ringan Hollow

Baja ringan hollow berbentuk kotak atau persegi panjang dengan rongga di dalamnya. Baja jenis ini banyak digunakan untuk rangka konstruksi bangunan karena dinilai ringan dan kokoh.

  • Hollow baja ringan per batang 2 x 4 (0,30 mm): Rp 18.000
  • Hollow baja ringan per batang 4 x 4 (0,30 mm): Rp 20.000
  • Hollow baja ringan per batang 2 x 4 (0,50 mm): Rp 38.000
  • Hollow baja ringan per batang 4 x 4 (0,50 mm): Rp 48.000.

3. Baja Ringan Reng

Jenis baja ringan selanjutnya adalah baja ringan reng yang punya ciri khas berbentuk segitiga. Baja ringan ini juga kerap digunakan untuk konstruksi bangunan.

  • Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,34 mm: Rp 23.000
  • Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,40 mm: Rp 27.500
  • Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,45 mm: Rp 34.000
  • Reng baja ringan per batang (6 m) tebal 0,50 mm: Rp 37.000.

4. Baja Ringan Bondek

Baja ringan bondek memiliki fungsi sebagai rangka pada tulangan, pelapis, atau pembungkus untuk menahan beban dan tekanan beton. Ciri khas dari baja ringan ini adalah punya bentuk bergelombang.

  • Baja ringan bondek (0,6 mm) lebar 1 meter: Rp 475.000/lembar
  • Baja ringan bondek (0,6 mm) lebar 1 meter: Rp 2.375.000/5 lembar
  • Baja ringan bondek (0,6 mm) lebar 1 meter: Rp 4.750.000/10 lembar.

Sebagai pengingat, harga di atas bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dari ketentuan setiap toko bangunan. Harga yang tercantum di atas diambil dari sejumlah toko bangunan online di Jabodetabek.

Itulah kisaran harga baja ringan dari berbagai jenis terbaru per November 2025. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

Segini Kisaran Harga Semen per 50 Kg Terbaru 2025


Jakarta

Semen merupakan salah satu bahan baku utama dalam konstruksi bangunan. Sebelum membeli semen, pastikan mencari tahu dulu harga semen terbaru di pasaran.

Pada umumnya, semen dijual dalam ukuran per sak yang isinya 50 kilogram. Setiap harga semen di pasaran bisa berbeda-beda, tergantung dari merek, lokasi penjualan, dan ketentuan toko bangunan.

Apabila berencana ingin membeli semen di toko bangunan atau secara online, cek dahulu harga semen per 50 Kg terbaru per November 2025 dalam artikel ini.


Harga Semen per 50 Kg Terbaru November 2025

Perlu diingat, harga semen dapat berubah sewaktu-waktu. Maka dari itu, penting untuk mengecek harga semen secara berkala jika berencana untuk membelinya.

Dari pantauan detikProperti di berbagai toko bangunan di e-commerce, Rabu (26/11/2025), berikut kisaran harga semen per 50 Kg sesuai mereknya:

  • Semen Merah Putih 50 kg: Rp 60.000-63.000
  • Semen Tiga Roda 50 kg: Rp 80.000-90.000
  • Semen Gresik 50 kg: Rp 68.000-75.500
  • Semen SCG 50 kg: Rp 62.500-72.000
  • Semen Jakarta 50 kg: Rp 51.000-56.500
  • Semen Garuda 50 kg: Rp 53.000-62.500
  • Semen Padang 50 kg: Rp 60.500-67.000.

Sebagai catatan, harga di atas bisa berbeda-beda tergantung ketentuan toko bangunan dan lokasi penjualan. Untuk harga yang tercantum merupakan harga semen dari berbagai toko bangunan online di wilayah Jakarta, Depok Tangerang, dan Bekasi.

Disarankan untuk selalu melakukan pengecekan harga semen secara berkala karena bisa berubah setiap waktu. Apabila harga semen dirasa terlalu mahal, cobalah mencari dari merek lain atau bisa membeli semen ukuran 40 Kg.

Demikian kisaran harga semen per 50 Kg terbaru per November 2025 untuk wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

Harga Singkong Anjlok, Masjid Nurul Ashri Borong 15 Ton Bantu Petani Gunung Kidul



Jakarta

Masjid Nurul Ashri Yogyakarta mengajak masyarakat ikut andil membeli singkong dari petani Gunung Kidul. Dana yang terkumpul akhirnya digunakan untuk membeli 15 ton singkong.

Singkong dalam jumlah banyak ini nantinya akan didistribusikan untuk kegiatan sosial. Daftar penerimanya antara lain panti asuhan, pondok pesantren hingga alokasi untuk konsumsi jelang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di tanggal 17 Agustus mendatang.

Sebelumnya diinformasikan bahwa harga singkong di wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta anjlok drastis, per kilonya hanya dihargai Rp 500. Tentu saja bagi petani, ini menjadi pukulan berat karena hasil panen yang diharapkan justru tidak memberi keuntungan.


Situasi ini diketahui oleh pengurus Masjid Nurul Ashri saat mereka menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak. Kabar tersebut diperkuat oleh unggahan akun lokal Gunung Kidul di media sosial, yang memicu rasa kepedulian dari berbagai pihak.

Inisiatif Gotong Royong

Melihat kondisi tersebut, Masjid Nurul Ashri mengambil langkah konkret dengan mengajak jamaah dan masyarakat untuk memborong hasil panen singkong petani. Gerakan ini kemudian diposting di media sosial dan langsung mendapat respon positif.

Tidak hanya bergerak sendiri, pengurus masjid juga mengajak masjid-masjid lain, lembaga sosial, dan komunitas untuk ikut membantu.

Kepala Program Baitul Maal Nurul Ashri, Sunyoto mengatakan bahwa antusias masyarakat untuk membantu petani singkong sangatlah luar biasa.

“Lebih dari 700 – 1.000 orang (ikut berpartisipasi). Akumulasi 704 orang di Nurul Ashri dan lebih dari 200 orang dari Baznas Kota Yogyakarta. Dana yang terkumpul dibelikan 15 ton singkong,” kata Sunyoto saat dihubungi detikHikmah, Rabu (13/8/2025).

Distribusi Singkong

Penggalangan dana untuk membeli singkong telah ditutup sejak Selasa, 12 Agustus 2025.

“Total penerima manfaat dari sedekah singkong mencapai 10 ribu orang dan sementara jastip singkong kami tutup ya,” tulis keterangan pada postingan di akun instagram Masjid Nurul Ashri.

Sunyoto menjelaskan, singkong yang telah dibeli tidak dijual kembali, tetapi sepenuhnya dialokasikan untuk kepentingan sosial.

Singkong akan disedekahkan antara lain ke:

  • Panti asuhan
  • Pondok pesantren
  • Konsumsi masyarakat saat perayaan malam 17 Agustus
  • Masjid-masjid lain di DIY dan sekitarnya
  • Rumah ibadah atau komunitas non-muslim yang membutuhkan

“Siapapun boleh menerima bantuan ini selama tidak digunakan untuk diperjualbelikan,” tegas Sunyoto.

Gerakan yang Sudah Menjadi Tradisi

Bagi Masjid Nurul Ashri, aksi seperti ini bukanlah yang pertama. Pihak pengurus masjid sering melakukan pembelian hasil panen ketika harga komoditas pertanian anjlok. Bahkan, hingga kini, setiap pekan mereka rutin membeli sayuran langsung dari petani untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Masjid yang berdiri sejak tahun 1980 dan berlokasi di Kompleks Perumahan UNY ini telah menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial. Pergerakan sosialnya semakin meluas sejak berdirinya Baitul Maal Nurul Ashri pada 2019, yang fokus menangani berbagai isu seperti darurat pangan, bantuan sembako untuk fakir miskin dan dhuafa, pembangunan MCK, program makan nasi seribuan, respon bencana, qurban hingga bantuan untuk petani di berbagai daerah.

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

Nisab Zakat Pertanian dan Cara Menghitungnya


Jakarta

Zakat pertanian adalah salah satu jenis zakat mal yang wajib ditunaikan saat panen apabila telah mencapai nisab. Besaran nisab zakat pertanian diatur dalam Peraturan Menteri Agama.

Menurut Peraturan Menteri Agama RI Nomor 52 Tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah serta Pendayagunaan Zakat untuk Usaha Produktif, nisab adalah batasan minimal harta yang wajib dikenakan zakat.

Nisab ini berbeda-beda tergantung sumber zakat, seperti zakat pertanian, zakat binatang ternak, zakat emas dan perak, serta zakat barang perniagaan. Tiap kategori memiliki batasan yang telah ditentukan sebagai acuan kewajiban zakat.


Besaran Nisab Zakat Pertanian

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama 52/2014, nisab zakat pertanian, perkebunan, dan kehutanan senilai 653 kg gabah. Adapun, kadar zakat pertanian sebesar 10 persen jika tadah hujan atau 5 persen jika menggunakan irigasi dan perawatan lainnya.

Apabila hasil panen melebihi nisab, zakat yang harus dibayar sebesar 10 persen jika tadah hujan atau 5 persen jika menggunakan irigasi dan perawatan lainnya. Menurut ketentuan ini, zakat pertanian, termasuk perkebunan dan kehutanan, ditunaikan pada saat panen dan dibayarkan melalui amil zakat resmi.

Menurut penjelasan dalam buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-hari tulisan Muhammad Habibillah, hasil pertanian memuat biji-bijian dan buah-buahan. Hasil pertanian tersebut harus memenuhi syarat bisa dimakan, disimpan, ditakar, serta tahan lama. Contoh hasil pertanian yang termasuk dalam zakat ini adalah padi, jagung, dan gandum, yang biasa ditakar dalam kondisi kering.

Cara Menghitung Nisab Zakat Pertanian

Dilansir dari situs Baznas, untuk menghitung nisab zakat pertanian dapat mengikuti peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014 sebelumnya yang menjelaskan bahwa nisab untuk zakat pertanian adalah 653 kilogram gabah. Angka ini setara dengan 5 wasaq, di mana 1 wasaq bernilai 60 sha, dan 1 sha setara dengan 2,176 kg, sehingga totalnya menjadi 653 kg.

Zakat pertanian dikeluarkan saat panen dan jika hasil panen melebihi nisab tersebut. Jika petani menggunakan metode pengairan alami, zakat yang dikeluarkan sebesar 10 persen dari hasil panen, namun jika menggunakan metode irigasi dan biaya perawatan, zakat yang dikeluarkan adalah 5 persen. Misalnya, jika petani menghasilkan 1 ton gabah menggunakan irigasi, zakat yang wajib dibayarkan adalah 50 kg gabah (5 persen dari 1 ton).

Jika petani menghasilkan 10 ton gabah dengan biaya produksi Rp 15.000.000 dan harga gabah adalah Rp 5.000 per kilogram, total pendapatannya menjadi Rp 50.000.000. Dengan persentase zakat sebesar 5 persen, maka zakat yang harus dibayarkan adalah 500 kg gabah.

Syarat Orang yang Mengeluarkan Zakat Pertanian

Orang yang akan mengeluarkan zakat atau disebut muzakki harus memenuhi beberapa persyaratan. Dikutip dari buku Fikih Zakat, Sedekah, dan Wakaf yang disusun oleh Qodariah Barkah dkk, berikut penjelasannya:

1. Islam: Zakat pertanian wajib bagi Umat Islam.

2. Merdeka: Orang yang merdeka, bukan budak.

3. Kepemilikan: Hasil pertanian harus dimiliki oleh pengelola atau pemilik sawah, bukan buruh yang menggarap.

4. Nisab: Zakat wajib dikeluarkan jika hasil mencapai ambang batas nisab.

5. Jenis tanaman: Hanya tanaman yang dapat berkembang biak atau dibudidayakan yang terkena zakat.

6. Usaha manusia: Tanaman hasil usaha, bukan yang tumbuh liar.

Semua syarat ini memastikan zakat dikeluarkan sesuai ketentuan yang ditetapkan dalam ajaran Islam.

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com