Tag: health

  • 4 Cara Cegah Paparan Serat Berbahaya dari Atap Asbes yang Bisa Bikin Kanker


    Jakarta

    Material asbes kerap digunakan sebagai atap rumah. Namun, material tersebut ternyata berbahaya bagi kesehatan manusia.

    World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan material asbes bersifat karsinogenik, yakni dapat memicu penyakit kanker apabila manusia terpapar seratnya. Selain itu, serat asbes juga bersifat tajam sehingga susah untuk dimusnahkan meskipun ukurannya kecil.

    Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan, syarat penggunaan material asbes yang diperbolehkan maksimal hanya 5 serat/ml.


    “Serat asbes yang terlepas dari atap asbes berukuran sangat kecil dengan diameter kurang dari 3 mikrometer atau lebih tipis dari 1/700 helai rambut, jika terhirup manusia akan mengendap di paru-paru,” tulis pada unggahan tersebut seperti yang dikutip dari Instagram @dkijakarta, asbes memiliki pada Jumat (20/9/2024).

    Maka dari itu, beberapa negara terutama di Eropa dan Australia sudah memboikot pemakaian material asbes terutama pada bangunan. Sementara itu, di Indonesia masih marak rumah-rumah memakai atap dari asbes. Bahkan pada 2020 lalu, Indonesia adalah pemakai terbesar material asbes di dunia menurut data yang diungkap Pemerintah Provinsi Jakarta.

    Apabila rumah kamu masih menggunakan material asbes atau ingin mengurangi paparan dari serat asbes, melansir dari detikHealth, berikut cara mencegahnya.

    1. Mengganti dengan Material Lain

    Cara paling tepat untuk tidak terpapar bahaya asbes adalah dengan tidak menggunakannya lagi. Ada banyak material terutama untuk bagian atap yang dapat menggantikan asbes seperti genteng metal dan genteng keramik. Kedunya sama-sama bagus dan dapat menghantarkan panas lebih baik daripada asbes yang konduksi panasnya buruk.

    2. Jangan Memotong Asbes

    Serat asbes bisa rontok dengan sendirinya dan tak kasat mata. Maka dari itu, sebaiknya jangan memotong, mengamplas, atau mematahkan asbes, terutama tanpa penutup mulut dan hidung.

    3. Buang Material Asbes ke Tempat yang Benar

    Selain untuk melindungi diri sendiri, kamu juga harus memikirkan keselamatan orang lain. Maka dari itu, saat membuang asbes tidak boleh sembarang. Jika kamu mengetahui tempat yang bisa memusnahkan asbes, kirim material tersebut ke sana agar tidak membahayakan siapa pun.

    4. Selalu Cek Kondisi Asbes

    Apabila kamu belum bisa mengganti atap asbes di rumah dengan jenis material lain, setidaknya kamu perlu memeriksa kondisinya. Apabila sudah terjadi pelapukan kamu harus menggantinya. Begitu pula jika permukaannya sudah berlubang harus segera diganti.

    Apabila terlihat masih kokoh kamu harus sering menyemprotkan air ke lembaran asbes agar tanah, debu, atau serat tidak berterbangan di dalam rumah dan berakhir terhirup oleh penghuni rumah. Bisa pula dengan menutup asbes dengan lembaran plastik atau terpal untuk menghindari paparan cuaca. Lalu, sebisa mungkin memberikan ruang batas antara asbes dengan ruangan dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Dianggap Remeh, Stop Kontak di Samping Kasur Bahayakan Kesehatan!


    Jakarta

    Colokan listrik atau stop kontak adalah salah satu perangkat yang pasti ditemui di setiap rumah. Sebab, setiap rumah yang berpenghuni pasti memiliki barang elektronik dan butuh pengisian daya atau aliran listrik agar dapat berfungsi.

    Hampir setiap ruangan di rumah, bahkan setiap sudut di rumah tempat kamu sering beraktivitas pasti dekat dengan stop kontak. Termasuk kamar tidur. Minimal ada 1 stop kontak di sana. Namun, tahukah kamu jika ada posisi stop kontak yang harus dihindari di kamar yakni di samping kasur. Lho kenapa?

    Menurut Healthdigest.com stop kontak yang dipasang terlalu dekat dengan kasur dapat memicu kanker. Hal ini dikarenakan radiasi listrik yang dipancarkan selama berjam-jam.


    Badan Internasional untuk Penelitian Kanker di World Health Organization (WHO) pada tahun 2011, merilis laporan yang menyatakan bahwa medan listrik dan magnet atau electric and magnetic fields (EMF) bersifat karsinogenik bagi manusia. Paparan ini dapat mengurangi produksi melatonin yang membuat tubuh susah untuk cepat tidur.

    Sementara itu, dalam konsep Feng Shui barng-barang elektronik sebaiknya dalam keadaan mati dan tidak ada yang tersambung ke listrik sebelum kamu beranjak tidur. Feng Shui menilai kamar adalah tempat untuk beristirahat dan bersantai.

    Sebagai informasi, feng shui seperti yang dilansir dari National Geographic adalah seni Tiongkok kuno yang menjabarkan tata bangunan, benda, dan ruang dalam suatu lingkungan untuk mencapai keselarasan dan keseimbangan sehingga membawa kedamaian dan kemakmuran.

    Lokasi yang Tepat Untuk Pasang Stop Kontak di Kamar Tidur

    Dilansir precisionelectricals.com pada Sabtu (21/9/2024) lokasi yang tepat untuk meletakkan stop kontak di kamar tidur adalah di samping pintu masuk, di bawah meja belajar, dan di dekat TV. Selain itu, stop kontak sebaiknya tidak tertutup dengan perabotan besar seperti meletakkan rak atau lemari pakaian di depannya.

    Berikut beberapa cara mengatur agar stop kontak tidak berada di dekat tempat tidur.

    1. Pindahkan Posisi Kasur

    Memindahkan stop kontak yang sudah tertanam di dinding tentu akan susah dan membutuhkan biaya yang besar. Maka dari itu, posisi kasur yang harus dipindahkan.

    Lokasi stop kontak yang jauh bisa disiasati dengan memakai kabel gulung agar tetap terjangkau. Rapihkan kabel ke pinggir ruangan atau apabila memakai karpet sembunyikan di bawahnya. Tampilan kamar akan lebih rapih dan jangan lupa untuk mencabut kabel tersebut setiap sebelum tidur atau saat tidak digunakan.

    2. Gunakan Penutup Stop Kontak

    Jika pemindahan kasur atau tempat stop kontak tidak memungkinkan, coba pasang penutup plastik di depan lubang stop kontak. Ini dapat menjaga stop kontak dari jangkauan anak-anak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Harus Pakai Sarung Tangan, Begini 3 Cara Aman Bersihkan Kotoran Tikus


    Jakarta

    Tikus adalah salah satu hewan yang kerap ditemukan di rumah. Namun, kehadirannya tidak diinginkan karena hewan ini kerap mengotori rumah seperti membuang kotoran sembarangan yang biasanya berbau tidak sedap.

    Biasanya tikus menyukai tempat-tempat di pojok ruangan saat membuang kotoran atau tempat yang lembap. Bentuk kotoran tikus sendiri ada dua macam yakni yang padat dan cair. Untuk yang padat, bentuknya silinder padat, berwarna hitam, berukuran kecil seperti beras. Sementara itu, untuk yang cair biasanya terdeteksi dari baunya.

    Kotoran ini harus segera dibersihkan agar tidak terinjak atau terkena di pakaian atau sepatu. Cara membersihkan tidak bisa sembarangan karena kotoran tikus mengandung virus, bakteri, dan parasit. Melansir dari Public Health Inside salah satu virus yang terdapat di dalamnya bernama hantavirus yang berbahaya bagi manusia. Selain itu, kotoran tikus juga termasuk najis yang bisa mengurangi sahnya ibadah seperti salat jika berada di ruang ibadah.


    Berikut cara membersihkan kotoran tikus yang benar.

    1. Buka Jalan Angin atau Ventilasi

    Kotoran tikus mengeluarkan bau yang tidak sedap. Jika kotoran tersebut berada di dalam ruangan, buka pintu atau ventilasi di ruangan tersebut. Tunggu hingga baunya tidak begitu tercium atau sekitar 30 menit. Jika kamu menemukan di halaman, kamu bisa langsung membersihkannya menggunakan sarung tangan dan menyemprotkan dengan cairan pembersih dan pewangi.

    2. Selalu Pakai Sarung Tangan

    Jangan sekali-kali membersihkan kotoran tikus langsung dengan tangan. Kotoran tikus mengandung virus. Lebih aman kamu memakai sarung tangan atau tisu saat akan membuang kotoran tersebut. Kemudian, buang kotoran di dalam sarung tisu atau masukkan ke dalam kertas. Bungkus dan pastikan tidak berceceran saat di tempat sampah. Jika kamu memakai sarung tangan yang bisa dipakai berkali-kali, cuci sarung tangan tersebut agar tidak mengotori benda lain.

    3. Semprotkan Cairan Pembersih

    Setelah kotoran bersih, tugas selanjutnya adalah membersihkannya dengan pembersih instan. Cara ini untuk memastikan tidak ada virus atau bakteri yang tertinggal.

    Kamu bisa memakai cairan pemutih yang disemprotkan di tempat bekas kotoran tersebut. Diamkan selama 10 menit kemudian gosok sedikit. Setelah itu, biarkan bagian tersebut kering. Jika kotoran tikus mengenai kain seperti seprai, baju, tempat tidur, jok kursi, gunakan sampo atau detergen dan rendam dalam air panas.

    Cara Cegah Tikus Masuk ke Rumah

    Agar tikus tidak kembali ke rumah atau untuk mencegah mereka buang kotoran sembarangan, begini cara mencegah tikus masuk.

    1. Tutup Pintu yang Rapat

    Tikus adalah salah satu hewan yang pintar terutama saat dia menemukan sumber makanan. Dia pasti mencari celah agar bisa masuk ke dalam rumah, salah satunya melalui pintu. Maka dari itu, pastikan pintu tidak terlalu lama dibuka tanpa penjagaan. Minimal harus ada satu orang yang sedang beraktivitas di dekat pintu agar bisa mencegah hewan ini masuk. Kamu juga bisa membuat pintu dapat tertutup otomatis seperti pintu di supermarket.

    2. Pasang Penghalang di Area Pagar

    Selain pintu masuk, tikus juga bisa masuk ke rumah melalui saluran air. Saluran air di rumah pasti ada yang langsung mengarah ke bagian dalam. Apabila menutup lubang terluar tidak bisa karena takut mampet, sebagai gantinya pastikan lubang-lubang pembuangan di dalam rumah ditutup. Model penutup ini seperti penutup yang hanya bisa dilalui oleh air.

    3. Tutup Tempat Sampah Saat Malam

    Tikus suka mencari makanan di tempat sampah dari bekas makanan rumah tangga. Agar mereka tidak masuk ke rumah, kamu harus memastikan tempat sampah di rumah dalam keadaan tertutup dan sampahnya tidak berceceran. Lebih baik lagi jika kamu bisa membuang sampah sebelum malam datang sehingga lebih tenang selama tidur.

    Bukan hanya tempat sampah, tikus juga bisa merusak perabotan dari kayu, plastik, kain, hingga kabel listrik di rumah apabila berhasil masuk ke dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Air Sumur Bau, Terbukti Efektif


    Jakarta

    Air sumur masih digunakan sebagian besar masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air harian, mulai dari minum, mandi, hingga masak. Namun tak jarang air sumur di rumah berbau tak sedap, bahkan tidak jernih atau berwarna.

    Padahal ciri-ciri air layak konsumsi antara lain tidak beraroma bau, tak memiliki rasa maupun warna. Air yang tidak memenuhi kriteria di atas kemungkinan sudah tercemar dan tidak patut dikonsumsi karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

    Lantas, apa penyebab air sumur bau dan bagaimana cara mengatasinya?


    Penyebab Air Sumur Bau

    Dilansir MN Department of Health, sejumlah penyebab air sumur di rumah bau, yaitu:

    1. Gas Hidrogen Sulfida

    Gas hidrogen sulfida (H2S) mampu membuat air berbau seperti telur busuk. Gas ini dapat muncul di sumur mana saja karena terjadi secara alamiah dari hasil pembusukan dan reaksi kimia dengan tanah dan bebatuan.

    Polusi yang terjadi juga bisa membuat air sumur tercemar dan mengeluarkan bau. Gas H2S dapat berbahaya jika kadarnya tinggi. Sehingga penting untuk mensterilkan air dari gas.

    2. Bakteri Sulfur

    Bakteri sulfur juga bisa memproduksi gas H2S. Meski tergolong tak berbahaya, bakteri sulfur bantu merangsang pertumbuhan bakteri lain seperti bakteri besi. Lendir yang dihasilkan bakteri mampu menyumbat sistem perpipaan sumur.

    Cara Mengatasi Air Sumur yang Bau

    Apabila air sumur berbau tak sedap juga ditemukan lendir berwarna putih, abu-abu, atau kehitaman serta noda hitam dan korosi pada sistem perpipaan dan komponen logam mesin air, bisa jadi air sumur telah terkontaminasi gas hidrogen sulfida dan bakteri sulfur.

    Jika demikian, sejumlah cara berikut dapat dilakukan untuk mengatasi air sumur yang bau:

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit biasa digunakan sebagai zat disinfektan air. Senyawa kimia ini ampuh untuk menjernihkan juga menghilangkan bau pada air.

    Namun air yang diberi kaporit tidak dapat langsung dikonsumsi. Mesti tunggu beberapa hari sampai baunya menghilang dan barulah air bisa digunakan kembali.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bau yang muncul mungkin diakibatkan oleh bakteri yang menempel di dinding sumur. Untuk menghilangkannya, cairan klorin yang dapat dipakai.

    3. Gali Sumur Lebih Dalam

    Air sumur yang bau dan keruh bisa disebabkan oleh sumur yang kurang dalam. Karena ini, sumur dapat digali lebih dalam lagi supaya air kotor tidak masuk ke dalamnya. Dinding sumur juga bisa dilapisi dengan tembok beton agar lebih tinggi dan tak mudah bocor sehingga air kotor tak mengkontaminasi air di dalamnya.

    4. Disinfeksi Sumur

    Jika air sumur masih bau, larutan klorin tingkat kuat bisa digunakan untuk disinfeksi sumur lebih lanjut. Disarankan memanggil jasa profesional apabila tidak mampu melakukan disinfeksi sumur mandiri untuk pengerjaan yang lebih efisien.

    5. Bor Sumur Baru

    Apabila sumber bau berasal dari air tanahnya, mengebor sumur baru di lokasi berbeda menjadi cara terakhir yang dapat dilakukan. Bisa juga pertimbangkan untuk berlangganan air ke perusahaan pengolahan dan penyediaan air bersih.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tempatkan Colokan Listrik Dekat Kasur, Bisa Picu Kanker!



    Jakarta

    Kebanyakan orang mungkin memilih untuk menempatkan stop kontak atau colokan listrik dekat dengan tempat tidur. Tujuannya agar mudah untuk mengisi daya barang elektronik atau gadget.

    Memang pilihan itu seakan tepat, karena kamar akan lebih rapih dibanding memasang stop kontak gulung yang bisa membahayakan jika tersandung. Tapi ternyata pilihan itu salah!

    Peletakan stop kontak di d dekat tempat tidur ini berbahaya bagi kesehatan dan keamanan rumah. Menurut Healthdigest.com stop kontak yang dipasang terlalu dekat dengan kasur dapat menimbulkan kanker. Hal ini dikarenakan radiasi listrik yang dipancarkan selama berjam-jam.


    Badan Internasional untuk Penelitian Kanker di World Health Organization (WHO) pada tahun 2011, merilis laporan yang menyatakan bahwa medan listrik dan magnet atau electric and magnetic fields (EMF) bersifat karsinogenik bagi manusia yang dapat mengurangi produksi melatonin yang membuat tubuh susah untuk cepat tidur.

    Sementara itu, dalam konsep feng shui sendiri menyarankan semua alat elektronik dicabut dari stop kontak sebelum beranjak tidur karena kamar adalah tempat untuk beristirahat dan bersantai.

    Sebagai informasi, feng shui seperti yang dilansir dari National Geographic adalah seni Tiongkok kuno yang menjabarkan tata bangunan, benda, dan ruang dalam suatu lingkungan untuk mencapai keselarasan dan keseimbangan sehingga membawa kedamaian dan kemakmuran.

    Barang elektronik yang disebut harus dimatikan seperti televisi, telepon, tablet, hingga WiFi. Namun memang saat ini ada beberapa barang elektronik yang tentu sulit untuk dimatikan seperti ponsel dan WiFi. Misalnya ponsel kerap digunakan untuk pemasangan alarm atau untuk berjaga-jaga ada panggilan darurat. Sementara WiFi harus tetap dihidupkan agar ponsel terhubung dengan internet.

    Tempat yang Tepat Meletakkan Stop Kontak di Kamar Tidur

    Posisi yang tepat untuk meletakkan stop kontak di kamar tidur menurut situs precisionelectricals.com yang dikutip pada Selasa (20/20/2024) adalah di samping pintu masuk, di bawah meja belajar, dan di dekat TV. Hindari menutup jalur stop kontak dengan meletakkan rak atau lemari pakaian di depannya.

    Apabila sudah terlanjur memasang stop kontak di sebelah tempat tidur bisa menggunakan cara berikut agar lebih aman.

    Pindahkan Posisi Kasur

    Cara mudah untuk mengurangi paparan radiasi listrik adalah dengan memindahkan posisi tempat tidur agar berjauhan dengan stop kontak. Pasang kabel gulung agar tetap bisa menjangkau stop kontak utama. Rapihkan kabel ke pinggir ruangan atau apabila memakai karpet sembunyikan di bawahnya agar tampilannya lebih rapih dan jangan lupa untuk mencabutnya sebelum tidur.

    Gunakan Penutup Stop Kontak

    Jika pemindahan kasur atau tempat stop kontak tidak memungkinkan, coba pasang penutup plastik di depan lubang stop kontak. Ini dapat menjaga stop kontak dari jangkauan anak-anak.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bahaya Air Sumur Berbau! Ini Penyebab dan Solusinya



    Jakarta

    Sebagian masyarakat Indonesia masih menggunakan air sumur untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, terkadang muncul bau tak sedap dari air sumur di rumah.

    Sementara air yang layak dikonsumsi salah satu kriterianya adalah tidak berbau. Jika berbau, kemungkinan air sumur itu sudah tercemar dan tidak patut dikonsumsi karena dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah kesehatan.

    Lantas, bagaimana cara mengatasi air sumur bau? Simak ulasannya berikut ini.


    Penyebab Air Sumur Bau

    Sebelum mengatasi masalah, kamu perlu mengetahui penyebab air muncul bau. Inilah alasan air sumur bau, dilansir dari MN Department of Health.

    1. Gas Hidrogen Sulfida

    Gas hidrogen sulfida (H2S) mampu membuat air berbau seperti telur busuk. Gas ini dapat muncul di sumur mana saja karena terjadi secara alamiah dari hasil pembusukan dan reaksi kimia dengan tanah dan bebatuan.

    Polusi yang terjadi juga bisa membuat air sumur tercemar dan mengeluarkan bau. Gas H2S dapat berbahaya jika kadarnya tinggi. Sehingga penting untuk mensterilkan air dari gas.

    2. Bakteri Sulfur

    Bakteri sulfur juga bisa memproduksi gas H2S. Meski tergolong tak berbahaya, bakteri sulfur bantu merangsang pertumbuhan bakteri lain seperti bakteri besi. Lendir yang dihasilkan bakteri mampu menyumbat sistem perpipaan sumur.

    Cara Mengatasi Air Sumur yang Bau

    Apabila air sumur berbau tak sedap juga ditemukan lendir berwarna putih, abu-abu, atau kehitaman serta noda hitam dan korosi pada sistem perpipaan dan komponen logam mesin air, bisa jadi air sumur telah terkontaminasi gas hidrogen sulfida dan bakteri sulfur.

    Jika demikian, sejumlah cara berikut dapat dilakukan untuk mengatasi air sumur yang bau.

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit biasa digunakan sebagai zat disinfektan air. Senyawa kimia ini ampuh untuk menjernihkan juga menghilangkan bau pada air.

    Namun air yang diberi kaporit tidak dapat langsung dikonsumsi. Mesti tunggu beberapa hari sampai baunya menghilang dan barulah air bisa digunakan kembali.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bau yang muncul mungkin diakibatkan oleh bakteri yang menempel di dinding sumur. Untuk menghilangkannya, cairan klorin yang dapat dipakai.

    3. Gali Sumur Lebih Dalam

    Air sumur yang bau dan keruh bisa disebabkan oleh sumur yang kurang dalam. Karena ini, sumur dapat digali lebih dalam lagi supaya air kotor tidak masuk ke dalamnya. Dinding sumur juga bisa dilapisi dengan tembok beton agar lebih tinggi dan tak mudah bocor sehingga air kotor tak mengkontaminasi air di dalamnya.

    4. Disinfeksi Sumur

    Jika air sumur masih bau, larutan klorin tingkat kuat bisa digunakan untuk disinfeksi sumur lebih lanjut. Disarankan memanggil jasa profesional apabila tidak mampu melakukan disinfeksi sumur mandiri untuk pengerjaan yang lebih efisien.

    5. Bor Sumur Baru

    Apabila sumber bau berasal dari air tanahnya, mengebor sumur baru di lokasi berbeda menjadi cara terakhir yang dapat dilakukan. Bisa juga pertimbangkan untuk berlangganan air ke perusahaan pengolahan dan penyediaan air bersih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Bersihkan Rumah Setelah Banjir Surut


    Jakarta

    Hujan deras dapat menimbulkan banjir yang menggenang seisi rumah. Bangunan dan barang-barang di dalam rumah menjadi basah dan kotor.

    Kotoran dari luar rumah pun terbawa air masuk ke dalam rumah. Jika mengalami banjir, kamu perlu segera membersihkan dan mengeringkan rumah setelah surut.

    Namun, perlu diingat untuk menjaga higienitas selama membersihkan rumah. Gunakan sepatu bot, sarung tangan, dan kaca mata agar kamu tidak terkena air kotor.


    Lalu, hati-hati juga dengan hewan yang biasa muncul setelah banjir, seperti ular, tikus, dan kecoak. Lantas, bagaimana cara membersihkan rumah setelah banjir? Simak tipsnya berikut ini.

    Tips Bersihkan Rumah Setelah Banjir

    Inilah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membersihkan rumah usai banjir seperti yang dikutip dari NSW Health.

    1. Siram Air di Dalam Rumah

    Bersihkan lumpur dan kotoran dengan menyiramkan air bersih. Kamu bisa menyiram air menggunakan selang dari posisi paling tinggi ke paling rendah di dalam rumah.

    2. Keringkan Rumah

    Selanjutnya, kamu perlu mengeringkan bagian rumah yang bekas tergenang air. Sebab, rumah yang masih basah atau lembap bisa ditumbuhi jamur.

    Bukalah semua jendela dan pintu saat cuaca panas. Kamu juga bisa menyalakan kipas untuk mempercepat proses pengeringan. Periksa apa ada air dan lumpur yang terperangkap di rongga dinding atau lantai.

    3. Bersihkan Permukaan Keras

    Lantai, dinding, bangku, dan wastafel yang permukaannya keras harus dibersihkan secara menyeluruh dengan air sabun panas. Lalu, didisinfeksi permukaannya dengan cara mengelap atau menyemprot menggunakan larutan pemutih klorin atau produk yang diberi label sebagai disinfektan. Setelah didisinfeksi, biarkan permukaan kering.

    4. Bersihkan Furnitur

    Matras yang terendam banjir cukup sulit untuk dibersihkan dan mungkin perlu diganti. Namun, kasur yang terbuat dari karet busa dapat dicuci secara menyeluruh dengan menyiram air memakai selang dan larutan detergen. Lalu, peras kasur dan biarkan kering.

    Jenis kasur atau furnitur lain, seperti kursi dapat dikeringkan di bawah sinar matahari lalu disemprot secara menyeluruh dengan larutan disinfektan. Sebaiknya konsultasikan dengan jasa perbaikan furnitur setempat jika tidak yakin dengan kondisinya.

    5. Cuci Bahan Kain

    Untuk seprai, selimut, dan pakaian yang terendam banjir harus dicuci dengan air panas kalau bahannya tahan panas. Selain itu, bahan kain juga bisa di-dry clean.

    6. Disinfektan Benda

    Jangan lupa juga mencuci dan disinfektan benda-benda keras lainnya yang terkena air banjir, misalkan mainan anak-anak.

    7. Atasi Jamur dan Lumut

    Jamur atau lumut dapat tumbuh jika seisi rumah tidak benar-benar kering. Jika menemukan jamur atau lumut, kamu bisa menghilangkannya dengan pemutih.

    Namun, bahan tersebut dapat merusak beberapa barang rumah tangga. Jangan lupa gunakan masker saat bekerja dengan jamur yang membandel.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Shower Bau Telur Busuk? Ternyata Ini Penyebab dan Cara Atasinya



    Jakarta

    Pernahkah merasakan mandi dengan shower tapi airnya berbau seperti telur busuk? Terkadang air bisa menimbulkan bau karena menandakan ada masalah dalam saluran airnya.

    Meski tidak berbahaya, kondisi ini bisa mengganggu ketenangan selama mandi. Jika menghadapi kondisi seperti itu, segera atasi sampai akar masalahnya ya.

    Lantas, apa penyebab air shower bau telur busuk dan cara mengatasinya? Berikut ini penjelasannya.


    Penyebab Air Shower Bau Telur Busuk

    Dikutip dari Bell Bros, bau telur busuk disebabkan oleh bakteri pemakan sulfat. Bakteri ini secara umum tidak berbahaya, tetapi menimbulkan bau tidak sedap di kamar mandi.

    Bakteri tersebut tinggal di tempat-tempat tanpa udara dan menghasilkan gas hidrogen sulfida dari mengonsumsi mineral sulfat. Nah, gas hidrogen sulfida ini yang beraroma seperti telur busuk.

    Kalau air shower kamu beraroma telur busuk, kemungkinan ada kandungan mineral sulfat di dalam air. Kemudian, bakteri tengah memakan mineral tersebut.

    Cara Mengatasi Air Shower Bau Telur Busuk

    Dilansir dari MN Department of Health, kamu perlu mencari tahu sumber masalah tempat bakteri sulfur itu berkembang biak. Hal ini penting untuk menentukan langkah terbaik mengatasi masalah.

    Kecuali kamu tahu cara mengoperasi dan merawat pemanas air, sebaiknya minta tolong ahli seperti tukang ledeng atau profesional sistem air untuk melakukan perbaikan berikut ini.

    Berikut ini beberapa cara mengatasi air bau telur busuk sesuai sumber masalahnya.

    Water Heater

    Kalau muncul bau hanya saat mengalirkan air panas, kemungkinan bakteri tersebut ada pada water heater. Ada beberapa cara mengatasi masalah ini, salah satunya mencopot atau mengganti anoda magnesium.

    Cara lain adalah menyiram atau membersihkan water heater dengan cairan pemutih klorin. Selain itu, kamu dapat menaikkan suhu water heater hingga 71 derajat celsius. Kedua cara ini dapat membunuh bakteri sulfur penyebab bau busuk.

    Namun, perlu diingat langkah-langkah tersebut sebaiknya dilakukan oleh profesional agar tidak menimbulkan risiko kerusakan atau bahaya.

    Sumur, Sistem Perpipaan, atau Water Softener

    Bau telur busuk yang muncul saat mengalirkan air dingin menandakan ada masalah pada water softener, sistem perpipaan, atau sumber air. Kamu bisa coba mencopot water softener untuk menguji sumber masalahnya.

    Apabila air tidak bau saat water softener dilepas, bisa dipastikan bakteri sulfur berada di water softener. Hubungi petugas yang memasang atau produsen untuk mendapat petunjuk cara disinfeksi water softener.

    Kalau air tetap bau selama beberapa saat ketika tidak terpasang water softer, artinya bakteri sulfur berada pada sistem perpipaan atau sumur. Hubungi ahli untuk melakukan disinfeksi menggunakan cairan klorin.

    Sumber Air

    Jika bau telur busuk tercium terus menerus saat mengalirkan air dingin, artinya bakteri sulur ada pada sumber air. Kamu bisa mengatasinya dengan memasang filter air. Ada beberapa jenis filter air yang bisa kamu pilih sesuai tingkat hidrogen sulfida.

    Filter karbon aktif efektif untuk kadar hidrogen sulfida kurang dari 1 miligram per liter (mg/L).

    Kalau kadar hidrogen sulfida di bawah dan di atas 1 mg/L, kamu bisa coba oxidizing media filtration, aeration, continuous chlorination, ozonation. Jangan lupa konsultasikan kepada ahlinya ya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Banyak Black Mold di Rumah Bisa Bawa Petaka



    Jakarta

    Jamur hitam (black mold) bukan tanaman indah yang biasa ditemukan di hutan. Sebutan ini merujuk pada jamur-jamur yang tumbuh di rumah yang bentuknya noda-noda berwarna hitam atau warna lain yang mengganggu tampilan.

    Jamur hitam dapat ditemukan di dinding, langit-langit rumah, pintu, dan barang-barang lainnya. Selain mengganggu tampilan rumah, ternyata jamur hitam bisa membawa petaka bagi penghuni rumah, kenapa?

    Menurut BBC, sudah banyak kasus kematian ditemukan akibat kondisi rumah yang telah ditumbuhi black mold. Jamur ini ternyata dapat menyebarkan spora ke udara yang apabila terhirup oleh penghuni rumah, dapat menyebabkan berbagai penyakit. Mulai dari alergi, batuk, mengi, sesak napas, bersin, hidung meler, mata merah, dan ruam kulit.


    Menurut The Guardian, penghuni rumah yang paling rentan terkena efek black mold adalah bayi dan anak kecil. Selain karena saluran pernapasan mereka yang masih kecil, sistem kekebalan tubuhnya juga masih lemah.

    Laporan The National Health Service (NHS) di Inggris pada 2021 lalu mencatatkan telah menghabiskan sekitar £ 1,4 miliar atau sekitar Rp 31 triliun (Kurs Rp 22.183) setiap tahun untuk membantu mengobati penyakit yang disebabkan karena tinggal di perumahan yang dingin atau lembap.

    Penyebab Muncul Black Mold

    Penyebab utama munculnya jamur hitam atau black mold di rumah adalah kelembapan. Saat udara mendingin, uap air akan berubah menjadi tetesan air saat bersentuhan dengan permukaan dingin.

    Permukaan yang dimaksud adalah dinding luar atau jendela. Apabila kondisi ini tidak segera disadari oleh pemilik rumah, permukaannya menjadi lembap dan menjadi lokasi yang pas untuk jamur hidup.

    Faktor yang memicu kelembapan udara di dalam rumah bukan hanya dari suhu di rumah, melainkan kegiatan pemilik rumah seperti mandi, memasak, dan menjemur cucian di dalam ruangan.

    Lalu, bangunan tua yang sudah lama tidak dipakai juga sangat rentan menjadi lokasi pertumbuhan jamur hitam.

    Cara Mengatasi Black Mold

    Cara mengatasi pertumbuhan jamur hitam adalah dengan memeriksanya secara rutin untuk mengetahui area yang berpotensi menjadi lokasi pertumbuhan jamur. Lokasi yang sering ditumbuhi jamur adalah sekitar pipa, dinding, langit-langit rumah, di sekitar dapur, di sekitar gudang, kamar mandi, dan masih banyak lagi.

    Untuk mengatasi kelembapan pada rumah saat ini sudah tersedia alat bernama dehumidifier. Kemudian, apabila terdapat kebocoran di rumah, kamu harus memperbaikinya. Rumah juga perlu memiliki ventilasi dan suhunya diusahakan tetap normal.

    Hal yang perlu kamu ingat adalah mengecat ulang dinding yang berjamur tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab, faktor utama kemunculannya tidak diatasi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Begini Trik Jitu Bikin Air di Rumah Jernih dan Aman Digunakan


    Jakarta

    Air bersih merupakan kebutuhan yang harus tersedia di setiap rumah. Tanpa adanya air bersih, penghuni rumah akan sulit melakukan kegiatan seperti mencuci, memasak, mandi, hingga buang air.

    Menurut World Health Organization (WHO) air yang bersih memiliki 7 ciri-ciri yakni tidak berwarna, tidak berasa, tidak memiliki kandungan sedimen (pasir, debu, tanah, tidak berbau, pH netral, tidak lengket, dan bersih dari bakteri.

    Untuk rumah-rumah yang letaknya di perumahan biasanya masalah yang ditemui adalah tidak mendapatkan air bersih. Air yang muncul berwarna keruh atau kekuningan. Beberapa di antaranya akhirnya memilih untuk berlangganan air bersih dari PAM.


    Sebelum memutuskan untuk berlangganan PAM, dilansir Angi, berikut beberapa cara untuk membuat air bersih.

    Tips Bikin Air Keran Jernih

    1. Pasang Filter pada Keran

    Saat ini tersedia barang untuk menjernihkan air keran. Alat ini akan menyaring air berkali-kali termasuk membunuh kuman yang membahayakan tubuh. Namun, perlu diketahui jika alat ini biasanya membutuhkan waktu beberapa kali penggunaan hingga benar-benar bisa membuat air jernih dan bersih.

    2. Rutin Ganti Filter

    Sama seperti alat lain, filter air juga perlu diganti secara berkala karena alat ini tak bisa dipakai terlalu lama. Air yang kotor juga bisa mempengaruhi wujud filter air. Selain itu, filter yang kotor juga tidak akan efektif untuk membersihkan air.

    3. Tes Kualitas Air

    Untuk memastikan air sudah bersih dan aman digunakan, perlu dilakukan uji coba dan pengecekan secara ilmiah. Coba beli alat tes kejernihan air yang bisa digunakan tanpa perlu memanggil ahli. Bisa pula kamu meminta bantuan sebuah jasa uji coba atau laboratorium yang bisa mengecek kondisi air.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com